Home Blog Page 901

EPSON L455, Printer Hemat Untuk Perkantoran

0

L455_BiskomEPSON, produsen printer sistem tangki tinta orisinil pertama di dunia, meluncurkan printer tipe terbaru dari jajaran L Series, yakni Epson L455. Dengan fitur yang lengkap dan hemat biaya, Epson terus berupaya untuk memberikan solusi cetak yang ideal untuk pengguna di rumah dan perkantoran, termasuk usaha kecil menengah (UKM).

Printer Epson L455 menawarkan lebih banyak pilihan dalam mengatur area untuk mencetak, memindai, dan mengkopi dari satu perangkat secara ringkas, sehingga tidak perlu menggunakan perangkat terpisah yang memakan tempat. Tidak hanya itu, L455 memiliki keuntungan yang dimiliki printer lainnya dalam jajaran Epson L-Series yaitu biaya cetak terendah dengan kapasitas cetak yang tinggi.

Printer ini menawarkan kecepatan cetak hingga 33 ppm untuk dokumen hitam putih dan resolusi cetak 5760dpi.

Epson L-Series baru ini juga  memberikan hasil cetak berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau dan jumlah cetak terbanyak kepada konsumen di rumah dan bisnis. Bayangkan,  tinta botol kapasitas 70 ml ditawarkan hanya dengan harga Rp. 70 ribuan/botol,

Printer Epson L-Series diciptakan dengan menggunakan teknologi print head Epson Micro Piezo. Dengannya, printer L-Series dapat mencapai resolusi cetak maksimum 5760 x 1440 dpi dan variable size droplet technology (VSDT) yang memungkinkan print head untuk mengeluarkan tetesan tinta dalam berbagai ukuran, memastikan detil tajam dan gradasi cetak yang sangat halus dalam cetakan dokumen maupun foto.

Printer L455 dilengkapi pula dengan kemampuan WiFi dan WiFi Direct yang memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan berbagai aplikasi yang disediakan Epson seperti iPrint, Creative Print, Email Print dan driver printer jarak jauh. Aplikasi–aplikasi ini memberdayakan pengguna untuk mencetak dokumen, halaman web, dan foto secara nirkabel dari perangkat mobile atau ponsel printar berbasis Apple iOS atau Google Android.

Aplikasi Epson iPrint juga memungkinkan pengguna untuk memindai menggunakan printer L455 dan menyimpan file tersebut pada perangkat mobile atau disimpan secara online di layanan penyimpanan Cloud mereka.

Seperti diketahui, printer Epson L-Series  adalah printer sistem tangki tinta orisinil yang pertama di dunia. Tabung tinta yang terintegrasi dengan sangat baik dengan tangki tinta pada printer memberikan kenyamanan saat mengisi ulang tinta. Penggunaan tinta asli Epson memberikan garansi Printer Sistem Tangki Tinta Epson L-Series, hingga 1 tahun yang tidak bisa diberikan apabila menggunakan tinta non orisinil.

Epson L455 kini telah tersedia di pasaran dengan harga Rp. 3.700.000. •

Advan Star Note S55, Smartphone Murah 5,5 Inci

0

JpegADVAN, salah satu vendor smartphone lokal, kembali meluncurkan produk smartphone mereka. Advan Star Note S55, smartphone tersebut, hadir dengan layar 5.5 inci yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia namun dengan harga yang cukup terjangkau.

Chandra Lianto, Marketing Manager Advan mengatakan (23/4), “Produk ini merupakan seri rising star dengan ukuran 5,5 inci. Kami menghadirkan produk ini juga dengan harga yang terjangkau.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Yakobus, Product Manager Advan. Ia mengungkapkan, Advan Star Note S55 telah dirancang dengan detail sesuai survei yang telah mereka lakukan terhadap pengguna smartphone di Indonesia.

“Star  Note S55 ini adalah penerus dari Star Note sebelumnya. Menurut survei kami, kebutuhan orang Indonesia terhadap smartphone ada 7 point, diantaranya  kamera, baterai, harga dan layar lebar.  Ukuran 5,5 inci ini adalah layar yang paling ideal karena nyaman untuk mengetik.”

Mengenai spesifikasi, Advan masih mempercayakan produk mereka pada prosesor pabrikan MediaTek. Untuk smartphone ini, Advan membenamkan prosesor Quad Core 1.2 Ghz dengan dukungan RAM sebesar 1 GB yang diyakini sanggup menjalanjan proses kerja yang cukup berat.

Untuk sistem operasi, Advan Star Note S55 menggunakan Android KitKat 4.4, dan belum menyediakan update ke sistem operasi Lollipop. Advan Star Note S55 ini juga sudah support dengan USB OTG yang saat ini ramai di bicarakan banyak orang.

Mengenai Harga dan ketersediaan, Advan membanderol smartphone ini dengan harga Rp. 1.399.000, dan sudah tersedia di pasaran sejak 23 April di seluruh Indonesia. Advan juga menyediakan pembelian secara online melalui Lazada dan Blibli.com. Dalam Paket pembelian, Advan juga menyertakan kabel USB OTG dan juga Stylus Pen.

Pada PressLaunch yang diadakan di salah satu Mall di Jakarta, Advan juga mengajak salah satu Brand Ambassador mereka yaitu JKT 48 dan mereka pun juga sudah mencoba dan memberikan tanggapan positif terhadap  Advan Star Note S55. •

Perguruan Tinggi Gerakkan Pengembangan Software Dalam Tugas Akhir

0

Aptikom-Biskom-2TUGAS akhir pada Perguruan Tinggi selama ini hanya dianggap sebagai syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar saja bagi mahasiswa. Hal ini pun mulai mendapat perhatian sejumlah asosiasi dan institusi pendidikan untuk merubah paradigma yang telah berkembang tersebut dengan menggelar seminar dan lokakarya (semiloka) yang bertajuk “Pengemasan Tugas Akhir sebagai Riset Pengembangan Produk Software” di kampus Bina Insani, Bekasi pada tanggal 21 April 2014.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Informaika Komputer (APTIKOM) bersama Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (ASPILUKI) dan Kampus Bina Insani dengan melibatkan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) yang mencoba memaparkan betapa pentingnya tugas akhir untuk bisa menjadi produk.

Menurut Ketua Umum Aptikom, Zainal A Hasibuan, Indonesia sebagai pelanggan telepon selular terbesar terbesar ke-4 di dunia, 5 besar pengguna sosial media dan pengguna internet terbesar ke-8 di dunia merupakan potensi pasar industri kreatif berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang besar. Namun potensi yang ada ini banyak diambil oleh industri asing.

Aptikom-Biskom-1“Bisa terlihat sekarang ini jumlah ponsel sudah lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia karena setiap orang bisa memiliki 2 hingga 3 device. Namun besarnya kontribusi TIK terhadap pertumbuhaan ekonomi hanya 0,08% dibandingkan dengan pertumbuhan setahun yang mencapai Rp.350 triliun. Bahkan APBN sebesar Rp.167 triliun dihabiskan 1/6 nya untuk belanja TIK,” ujar Zainal (21/4).

Tentunya hal ini menempatkan negeri ini masih dominan sebagai Negara konsumtif. “Seharusnya kita bisa lebih berperan di negeri kita sendiri dengan memiliki produk TIK sendiri. Untuk itu perlu dimulai dari sekarang dengan meningkatkan kualitas tugas akhir mahasiswa guna melahirkan produk-produk TIK yang mampu memenuhi kebutuhan pasar,” tegasnya.

Untuk itu, menurut Zainal harus dimulai dengan berkiprah di konten dan aplikasi yang ditujukan terlebih dahulu untuk memenuhi pasar domestik. Strategi pengembangan softwarenya bisa dengan memberdayakan keunikan lokal, menggunakan sumberdaya sendiri, mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian, serta sesuaikan dengan kapasitas diri institusi. Memperhatikan susun perencanaan penelitian untuk jangka pendek, menengah dan panjang dengan menjamin keberlanjutannya serta gunakan pendekatan end-to-end.

Aptikom-Biskom-4Dalam memberdayakan hasil tugas akhir untuk memenuhi kebutuhan pasar, Kasubdit Industri Perangkat Lunak Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika, Kemkominfo, Selliane Halia Ishak, melihat perlu dibangun ekosistemnya agar hasil tugas akhir dapat diserap pasar. Ekosistemnya dibangun secara bersama-sama antara universitas, industri dan pemerintah.

Selliane memaparkan, pihak kampus diharapkan bisa networking dengan dunia industri, melibatkan mahasiswanya dalam mengerjakan projek, kurikulum mengikuti trend perkembangan dunia bisnis, dosen bisa memberikan informasi tentang dunia bisnis, dan bisa mencetak entrepreneur atau karyawan. Sedangkan industrinya harus lebih banyak kerjasama dengan kampus, menyerap tenaga lokal semaksimal mungkin terutama tenaga ahlinya, selalu fit ini dengan tren teknologi dan membantu pendanaan untuk riset. Dari pemerintahan sendiri harus mendukung pendanaan riset, membuat kebijakaan untuk menciptakan kemudahan berusaha dan insentif pajak, serta keberpihakan terhadap produk  dan jasa lokal, termasuk melindungi pasar.

“Kita bisa mencontoh ekosistem industri TIK yang dibangun oleh Korea Selatan di Kota Daejeon. Dimana adanya kawasan riset bernama Daedeok Innopolis yang saling berhimpitan dengan industri, akademisi, Litbang Riset dan pemerintahan sehingga arah pengembangan dapat cepat dilakukan,” jelasnya.

Aptikom-Biskom-3

Wakil Ketua Umum Aspiluki, Ashari Abidin menambahkan, dilihatnya di dunia TIK jangan mencari kompetisi tetapi cari peluang baru karena inovasi bisa dilakukan banyak dengan TIK. Untuk itu tugas akhir bisa menjadi sarana pembentukan produk unggulan dan mencari opportunity.

Ia pun melihat ada dua kelompok produk, yakni market driven dan government driven. Market driven adalah produk-produk yang memang langsung diterima pasar sesuai dengan kebutuhan pasar. Dalam hal ini, menurut Ashari bisa mengendorse startup untuk menghasilkan produk tersebut, seperti Facebook yang Indonesia sempat masuk urutan ketiga pengguna terbesar di dunia.

“Dengan kita sebagai salah satu pengguna Facebook terbesar berarti sebetulnya kita punya budaya ‘mangan ora mangan yang penting kumpul’ tetapi yang mengekplorasi orang luar. Seharusnya kita punya kapasitas untuk memprovokasi sehingga produk-produk yang tepat dengan budaya kita, maka kita yang membuat,” tutur Ashari.

Sedangkan government driver adalah pemerintah memberikan batasan-batasan kebijakan yang mendukung produk lokal yang artinya, kalau mau sukses maka pemerintah perlu memberikan keberpihakan pada lokal seperti China ke Baidu salah satu search engine terbesar sekarang ini.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh yang juga menghadirkaan pembicara-pembicara lainnya, seperti Wayan Toni Supriyanto, Agus Setiadi Tamtanus, dan Iping Supriana, telah menarik 74 peserta dari 38 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia bersepakat untuk bersama-sama merubah paradigma bahwa tugas akhir hanya merupakan kewajiban untuk mendapatkan gelar saja tetapi menyadari bahwa tugas akhir bertujuan melahirkan produk-produk perangkat lunak yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan entitas bisnis dan sosial kemasyarakatan melalui komitmen bersama, dukungan informasi dan pendanaan antar kampus, dunia usaha, asosiasi profesi dan pemerintah.

Sebagai wadahnya, maka pada akhirnya sepakat membentuk  Rumah Tugas Akhir atau Rumah TA yang diharapkan bisa menjadi titik inkubasi bagi lahirnya produk-produk inovasi dari mahasiswa di Perguruan Tinggi. “Nantinya yang memayungi disana ada Aptikom, Aspiluki, Apkomindo yang mungkin nanti juga ada Ikatan Asosiasi Informatika Indonesia (IAII). Kami juga mengharapkan kiranya Kemkominfo dan Kemenristekdikti berkenan terlibat di dalamnya,” harap Solikin, Direktur Eksekutif Aptikom.

Ashari menambahkan, nantinya Rumah Tugas Akhir akan menaungi agar effort dari mahasiswa bisa terarah, tepat sasaran, bisa sesuai pasar dan kebutuhan industri. “Rumah Tugas Akhir ini tugasnya adalah mengarahkan, memfasilitasi, mengakomodasi sehingga effort ini bisa bersinergi,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo melihat, salah satu jenis software yang terus berkembang adalah embedded software atau bahkan berdasarkan tren Gartner 2014 dan 2015, Internet of Things (I0T) sudah semakin “mature”.

Untuk itu, paparnya, kerjasama antara pengembang software dengan dan prosuden hardware akan semakin intens. “Apkomindo yang mewadahi produsen hardware dan software sangat mendukung acara ini, dan sangat mendukung riset terkait embedded software dan juga IOT bisa mulai dilakukan di kampus-kampus.”

Embedded Software dan IOT memang akan memberikan tambahan kompleksitas atas pengembangan software itu sendiri, namun di sisi lain hal ini akan memberikan added value bagi software yang dibangun yang juga membuat pesaing atau pemain baru akan lebih sulit untuk langsung bisa mengejar produk yang sama. Selain itu, added value yang dihasilkan dari penggabungan hardware dan software akan memberikan nilai jual yang lebih tinggi atas produk akhirnya.

“Apkomindo akan merangkul produsen-produsen hardware dan software untuk bisa bekerjasama juga dengan para pengembang software di kampus-kampus melalui ajang pengemasan tugas akhir ini. Seperti diketahui, Apkomindo dengan 22 DPD yang tersebar secara nasional memiliki anggota yang bervariasi mulai dari pedagang eceran hingga penggusaha besar, termasuk vendor-vendornya. Kami yang sudah lama terjun di dunia usaha ini diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa-mahasiswa untuk menjadi entrepreneur. Kami juga berharap ke depan akan bermunculan lebih banyak lagi software dalam negeri karya putra bangsa yang berdaya saing tinggi di pasar lokal maupun internasional. Tentunya, Apkomindo juga akan mendorong untuk bisa menghadirkan investor untuk mereka,” tutup Soegiharto. •ANDRI-M.TAUFIK (foto)

 

Asus Zenfone 2, Smartphone Pertama Dengan RAM 4 GB

0

Asus-BiskomASUS akhirnya meluncurkan smartphone yang telah ditunggu oleh penggemar gadget yakni Asus Zenfone 2. Memiliki kesamaan dengan pendahulunya yaitu Zenfone 4 yang menggunakan Intel,  Asus juga memperkenalkan seri ini sebagai ponsel pertama yang bekerja dengan RAM sebesar 4 GB dan didesain berdasarkan respon dan keberhasilan Zenfone generasi pertama.

Jerry Shen, CEO Asus mengungkapkan (21/4), “Kami sangat bergembira membawa Zenfone 2 pada pelanggan di Asia Tenggara. Asus yakin teknologi terbaik sudah seharusnya digunakan oleh masyarakat luas dan kami telah mencurahkan segala kemampuan kami untuk menciptakan sebuah kemewahan yang bisa dinikmati oleh semua orang.”

Sebagai Informasi, launching Asus Zenfone 2 di Indonesia adalah yang pertama di Asia Tenggara. Salah satu alasan Indonesia menjadi tuan rumah launching ini adalah karena pasar Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

Asus Zenfone 2 mengusung prosesor Intel Atom 64 bit, z3580/z3560 Quadcore Prosesor dengan kecepatan 2.3Ghz dan 1.8 Ghz.

Robby Swinnen, Intel President and General Manager Asia Pasific and Japan mengatakan, “Dengan Zenfone 2, Asus menawarkan pengalaman mobile yang luar biasa bagi pengguna dalam bentuk yang tipis, mengkombinasikan prosesor Intel Atom 64 bit dengan solusi LTE -Advanced Intel XMM7260.”

Asus-Zenfone-2Asus Zenfone 2 tersedia dalam empat model, tiga versi dalam model ZE551 ML dengan perbedaan pada jenis prosesor, kapasitas RAM, dan memori internal, serta satu versi dari seri ZE 550 ML. Perbedaan juga terjadi pada resolusi layar yakni, HD (1280 x 720) hingga Full HD (1920 x 1080)HD meskipun sama-sama memiliki lebar layar sebesar 5,5 inci.

Hadirnya 4GB RAM juga menjadi kampanye tersendiri dari Asus untuk menyasar para pecinta gadget di Indonesia. Jumlah RAM yang besar ini memungkinkan para pengguna untuk bermain games berat serta memutar video dan mengedit video serta menjalankan aplikasi berat lainnya tanpa mengalami lagging.

Dengan dukungan baterai yang mencapai 3000 mAh ini, Zenfone 2 diyakini akan semakin menambah pengalaman pengguna dalam menggunakan teknologi canggih ini. Selain itu, teknologi Boostmaster juga dibenamkan di dalam ponsel pabrikan Taiwan ini. Hadirnya fitur tersebut akan menghasilkan kecepatan dalam mengisi ulang baterai dan ketika sedang melakukan isi ulang baterai, terdapat informasi status baterai dan waktu yang tersisa sebelum baterai penuh.

Kamera utama 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel juga dihadirkan dalam ponsel ini. Zenfone 2 juga mendukung fitur low light mode yang memungkinkan pengguna menangkap foto dan video hingga 400% lebih terang meskipun kondisi pencahayaan yang kurang.

Modus HDR juga sudah ditingkatkan, dengan Blue Glass Filter pada Pixelmaster Camera, membuat Zenfone 2 mampu menangkap objek yang backlight.

Asus juga telah melakukan perbaikan dan pembaruan pada ZenUI yang bertujuan untuk menyediakan pengalaman para pengguna menjadi lebih sederhana dan cerdas. Asus juga menempatkan lebih dari 30 ZenUI Apps pada Google Play,  dengan begitu pengguna tidak perlu menunggu sistem update dari ZenUI dan dapat melakukan up-to date aplikasi secara terpisah.

Asus Zenfone 2 sudah tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp. 2.699.000 hingga 4.499.000. •ARIE

AJI: 6,59% Jurnalis Perempuan Alami Diskriminasi

0

AJI-BiskomBERTEPATAN dengan perayaan Hari Kartini, Divisi Perempuan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta, Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP), dan Institut Francais Indonesia (IFI) menggelar diskusi bertema “Kondisi Perempuan di Industri Media”

AJI menilai,  ada dua hal yang patut menjadi perhatian pada peringatan Hari Kartini tahun ini. Pertama, perihal pemberitaan terhadap perempuan yang dinilai masih melenceng dari kode etik dan diskriminatif. Kedua, soal pemenuhan hak-hak pekerja perempuan di media yang masih jauh dari ideal.

“Hari Kartini, 21 April menjadi momen untuk melihat nasib jurnalis perempuan di industri media,” kata Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim di Jakarta (21/4).

Menurut penelitian yang dilakukan AJI pada 2011, dengan 135 responden jurnalis perempuan disimpulkan bahwa sebanyak 6,59 persen jurnalis mengalami diskriminasi dan 14,81 persen mengalami pelecehan ketika bertugas.

“Tak jarang narasumber mengajak berkencan jurnalis perempuan. Hanya 6 persen jurnalis perempuan yang menduduki posisi sebagai redaktur atau pengambil keputusan di redaksi. Akibatnya, pengambilan kebijakan di redaksi didominasi jurnalis laki-laki,” katanya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan jurnalis perempuan belum banyak yang mengambil jatah untuk cuti haid karena kurang populernya hak cuti haid ini. Para perempuan jurnalis yang sedang menyusui juga belum diberikan waktu khusus untuk menyusui. Masalah lainnya, 51,8 persen jurnalis perempuan belum mendapatkan fasilitas peliputan di malam hari. Padahal dengan kemajuan teknologi, jurnalis perempuan dapat menggunakan teknologi sebagai dukungan dalam bekerja. Jurnalis dapat bekerja secara remote.

AJI-Biskom-2Selain pekerja media, diskriminasi terhadap perempuan dalam pemberitaan juga sering terjadi. Sejumlah media dianggap masih kurang memiliki perspektif perempuan atau korban ketika memberitakan kasus kekerasan, pembunuhan, dan pemerkosaan yang menimpa perempuan.

“Media berkali-kali mengeksploitasi hal-hal terkait dengan perempuan yang menjadi korban pemerkosaan. Media menayangkan foto korban dan menyebutkan identitas lengkap korban perempuan,” katanya.

Padahal, kata dia, pada Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik menyatakan bahwa wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan. Pada Pasal 8, wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani. Sementara pada Pasal 4, wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Diskusi “Kondisi Perempuan di Industri Media” ini menghadirkan beberapa narasumber perempuan, diantaranya Enny Nuraeni (Mantan Kepala Editor Foto  Reuters Indonesia) yang membahas tema “Fotografer Perempuan: Potret Kebijakan di Media Internasional”, Lasti Kurnia  (Fotografer Kompas) yang membahas “Hak-Hak Pekerja Perempuan di Media Nasional dan Jenjang Karir”, juga Masruchah (Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan) yang mengulas persoalan “Regulasi yang Diskriminatif Terhadap Perempuan”, Luviana (AJI Jakarta) mengetengahkan tema “Nasib Jurnalis Perempuan di Tengah Konglomerasi Media” serta Listyowati (Tim Beijing/CEDAW Working Group Indonesia) dengan tema bahasan “Perempuan Memandang Media”.

Pada kesempatan ini juga diputar film “The Beaches of Agnes”, sebuah film dokumenter oleh dan tentang Agnès Varda, salah satu director era French New Wave (Nouvelle Vague) yang masih hidup. Dokumenter mengisahkan perjalanan spiritualnya berkarya sebagai sutradara.

Banyak penggalan cerita  menarik, mulai dari tema perempuan yang setia dibawa Agnès ke dalam film-filmnya sejak dulu, hingga eksplorasi gaya visualnya yang unik dan kecintaannya pada fotografi. •YULIA CH

Solusi Baru Sandisk Permudah Transfer Data Secara Mobile

0

Sandisk-BiskomSALAH satu perusahaan storage untuk perangkat mobile, SanDisk, kembali menghadirkan solusi terbaru berupa SanDisk micro SD, SanDisk IXpand Flash Drive, SanDisk Ultra Dual USB, serta dual connector USB drive with type C.

Beberapa produk yang dihadirkan oleh SanDisk ini juga dapat mempermudah pengguna untuk memindahkan dan memback up data pada smartphone dan tablet ke perangkat PC.

Idris Effendi, Country Manager Sandisk Indonesia mengatakan (16/4), “Sandisk dalam posisi yang baik untuk menawarkan solusi memori mobile untuk kebutuhan konsumen. Kami juga memiliki solusi untuk berbagai perangkat populer untuk menyimpan dan berbagi dengan kecepatan tinggi.”

SanDisk micro SD hadir dengan kapasitas memori mulaindari 4 GB hingga 200 GB yang dirancang khusus untuk kondisi ekstrim, seperti anti air, tahan banting, anti X-ray dan anti magnet.

Salah satu produk unggulan yang baru saja mereka luncurkan yaitu iXpand Flash Drive, juga menjadi solusi bagi para pengguna perangkat iOS seperti iPhone, iPad dan dapat berbagi ke personal computer (PC). Yang unik, drive ini dapat menyalin foto dan video dari device iOS dan juga dapat memutar video dengan format yang hanya support pada perangkat PC pada perangkat iOS.

Lain halnya dengan SanDisk Ultra Dual USB Drive 3.0, perangkat ini dapat membantu memindahkan data dari smartphone Android ke perangkat PC dan Mac menggunakan fitur OTG. Pada SanDisk Ultra Dual USB ini juga memiliki kapasitas penyimpanan hingga 64 GB dengan kecepatan transfer hingga 130 Mbps.

Selain itu, SanDisk juga menghadirkan dual flash drive pertama dengan konektor USB Type C revesibel dan satu konektor USB 3.0 dengan kapasitas penyimpanan hingga 32 GB. •ARIE

Biznet WiFi Hadirkan Internet Cepat dan Hemat

0

BiznetBIZNET, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia berbasis jaringan fiber optik, kembali melakukan inovasi pada salah satu lini bisnis mereka yaitu Internet Networking yang terfokus pada Biznet WiFi.

Biznet yang memiliki tiga lini bisnis yaitu Internet Networking, Data Center serta Cable TV ini memperkenalkan Biznet WiFi sebagai layanan WiFi prabayar yang memiliki kecepatan hingga 100 Mbps khusus untuk pengguna smartphone dan tablet. Biznet WiFi juga tidak membutuhkan mobile WiFi (MiFi) dan donggel lain semacamnya untuk dapat diakses. Pengguna hanya tinggal mengaktifkan fitur WiFi pada ponsel mereka dan apabila di tempat tersebut terdapat jaringan Biznet WiFi, maka pengguna dapat langsung menggunakan WiFi berkecapatan turbo ini.    Biznet WiFi sendiri kini telah tersedia di area-area terpenting di pusat kota yang kerap di padati oleh orang banyak.

Menyasar pengguna internet dari golongan profesional muda, seniman, fotografer, Mahasiswa hingga wartawan,  paket voucher bisa dibeli dengan yang cukup murah. Yudie Haryanto, Vice President Marketing Biznet Networking mengungkapkan (15/4), “Layanan Turbo WiFi prabayar kami menerapkan konsep WiFi premium, dan dengan harga yang terjangkau.”

Adapun pilihan paket WiFi dari Biznet WiFi adalah Rp.10.000 dengan kuota 500 MB dan masa aktif 10 hari. Biznet Wifi Rp.30.000 dengan kuota 2 GB dan masa aktif 30 hari, kemudian Biznet WiFi Rp. 60.000 dengan kuota 5 GB dan masa aktif 60 hari, serta Biznet Wifi Rp.90.000,- dengan Kuota 10 GB dan masa aktif 90 hari.

Untuk saat ini, Biznet WiFi sudah tersedia di 24 kota di Indonesia meliputi, meliputi Jakarta, Badung (Kuta), Bandung, Batang, Bekasi, Bogor, Brebes, Cikampek, Cirebon, Comal, Depok, Indramayu, Karawang, Kendal, Palembang, Pekalongan, Pemalang, Salatiga, Semarang, Tegal, Ungaran dan Yogyakarta. Kedepan, layanan Biznet WiFi akan hadir di lebih banyak kota di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang telah terhubung oleh jaringan Biznet Fiber sepanjang lebih dari 12.000 KM yang tersedia. Untuk sementara, Biznet WiFi belum melakukan ekspansi ke wilayah Indonesia bagian Timur. Hal tersebut dimaksudkan agar mereka lebih terfokus pada wilayah-wilayah ini.

Untuk pembelian kuota internet WiFi, Biznet telah bekerjasama dengan Alfamart selaku perusahaan retail dan juga ATM BCA, serta dapat menggunakan kartu kredit. Kedepan, pengguna juga bisa membeli voucher Biznet WiFi pada agen pulsa elektrik. • ARIE

IP Com Hadirkan Total Solusi Untuk WiFi

0

ipcom-biskom-2MENINGKATNYA kebututuhan akses internet di tanah air telah menarik berbagai produsen penyedia jaringan untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Termasuk IP Com, salah satu produsen ternama asal China yang mulai menggandeng Astrindo untuk memasarkan produk-produknya yang terdiri dari kategori Access Point, Access Controler, Router, dan PoE & Manageable Switch.

Menurut Sales Director IP Com, Bruce Zhou, penunjukkan Astrindo sebagai distributor IP Com tentunya bukan tanapa alasan. Pasalnya Astrindo telah memiliki jaringan yang luas dengan 10 cabang jaringan tersebar di seluruh Indonesia selama kurang lebih 25 tahun.

“Astrindo merupakan salah satu distributor TI terbaik di Indonesia, sehingga kami yakin IP Com bersama Astrindo akan mampu memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan di seluruh Indonesia,” ujar Zhou di Jakarta (15/4).

ipcom-biskomSementara itu Produk Manager IP Com, Bambang Priyanto memprediksi, di tahun 2015 akan ada 600 hotel mewah, 5.300 ekonomi hotel dan 8.000 hotel budget yang memerlukan peningkatan peralatan WiFi. “Kami optimis dapat melakukan penetrasi di pasar Indonesia karena kebutuhan dan peluang pasar di Indonesia sangat besar. Apalagi nantinya lebih dari 40% perusahaan akan menggunakan WiFi sebagai jaringan kantor,” papar Bambang.

Maka dari itu IP Com hadir di Indonesia dengan menawarkan total solusi untuk penggunaan internet nirkabel dengan kenyamanan lebih, kinerja dan stabilitas yang terpercaya. Semua produk IP-COM pun sudah lulus sertifikasi standar dunia seperti CE, FCC dan ROHS serta memiliki kinerja yang stabil dengan tingkat keamanan yang terjamin.

ipcom

IP Com memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dengan didukung 1.000 insinyur untuk R&D. Tidak hanya menyediakan produk tetapi IP Com juga menyediakan solusi terpadu dan layanan. “Solusi kami mencakup anggaran kecil untuk 100 pengguna, performa tinggi bagi 300 pengguna dan kepuasan tertinggi bagi 500 pengguna akses high-density. Semua solusi ini memiliki fitur instalasi seni, manajemen terpadu dan QoS cerdas,” tutup Bambang. •ANDRI-M. TAUFIK (foto)

Usia 40, Epson Komit Ciptakan Produk Yang Menyenangkan

0

Epson 40 Tahun-2-BiskomPRODUSEN printer dan projector ternama, Epson, dalam waktu dekat ini akan memasuki usianya yang ke 40 tahun, tepatnya pada 12 Juni 2015 mendatang. Menyambut hari jadinya ini, pihak Seiko Epson Corporation (SEC) sebagai induk perusahaan akan merayakannya dengan menunjukkan apresiasi terbesar kepada para pemangku kepentingan yang telah mendukung Epson selama ini.  Epson juga akan melihat secara retrospektif arti merek Epson dan menegaskan komitmennya kembali untuk tetap terus memberikan produk yang mengejutkan dan menyenangkan sesuai kebutuhan pelanggan.

Menurut Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, M. Husni Nurdin, Epson yang berdiri pada tahun tahun 1942 telah memulainya sebagai pengembang dan manufaktur jam tangan yang kemudian mengembangkan teknologi inti untuk menciptakan produk-produk yang kompak, hemat energi dan presisi tinggi dalam rangka memasuki dan memperluas bisnisnya di area yang lain secara bertahap.

Di tahun 1968, Epson mulai bergerak memasuki bisnis perangkat teknologi informasi (TI) dengan ditandai dirilisnya EP-101, printer digital pertama di dunia yang kompak dan ringan, dimana kemudian diikuti dengan kesuksesan produk komputer peripheral.

“EP-101 merupakan cikal bakal merek Epson yang “EP” sendiri merupakan singkatan dari electronic printer dan “SON” merepresentasikan keinginan untuk melanjutkan penciptaan printer eletronik orisinil yang memiliki produk dan pelayanan yang berharga,” ujar Husni di Jakarta (14/4).

Epson 40 Tahun-1Selanjutnya melengkapi melengkapi merek Epson dibuatlah tagline “Exceed Your Vision” yang secara ringkas menyatakan janji kepada pelanggan di seluruh dunia bahwa Epson akan terus menciptakan produk dan pelayanan yang melebihi harapan mereka.

“Di usia 40 tahun ini, Epson akan terus menyempurnakan teknologi-teknologi inti dan kontinyu mengejar etos perusahaan yaitu kreativitas dan tantangan dalam upaya untuk memberikan produk dan pelayanan yang akan membawa perubahan dalam kehidupan pelanggan di seluruh dunia,” tegas Husni.

Di kesempatan ini sebagai apresiasi terhadap pelanggannya, Epson menciptakan logo khusus 40 tahun hari jadinya. Logo dengan memiliki latar belakang empat warna dilambangkan sebagai area inovasi Epson, dan desain merepresentasikan komitmen terhadap pertumbuhan inovasi dan menciptakan produk yang menyenangkan bagi pelanggan.

Dirilis juga film bertitle “Toward Tomorrow” yang memotret filosofi dan pendekatan Epson selama perjalanan empat dekade menuju masa kini dan kelanjutannya melangkah menuju masa depan. Film yang dapat dilihat di http://youtu.be/XoHwfuE5vSo ini menggambarkan tonggak sejarah Epson selama perjalanan, juga mencakup karyawan Epson membicarakan tentang impian dan aspirasinya.

Selain itu menandakan Produk Epson digunakan di seluruh dunia, serangkaian film “VISIONS” juga akan ikut diluncurkan. Film akan menceritakan tentang produk yang digunakan pelanggan dalam lingkungan yang berbeda-beda di seluruh dunia dapat mengikat Epson kepada para pelanggannya dan masyarakat. Seri pertama yang dirilis adalah “Educating to Change the Future” dan dapat dinikmati melalui YouTube. •ANDRI

ICMA 2015, Wujudkan Mall Bersih dari Pembajakan

0

miap2015-biskom-1UNTUK menciptakan mall bersih dari produk-produk bajakan, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bekerjasama dengan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meluncurkan Indonesia Clean Mall Award (ICMA) 2015, sebuah program sosialisasi dan edukasi yang ditujukan agar konsumen memahami hak-haknya untuk mendapatkan produk-produk asli dan berkualitas.

Program yang akan berlangsung penilaiannya selama dua minggu sejak 15-29 April 2015 ini ingin melibatkan pengelola pusat perbelanjaan atau mall dengan melakukan pengawasan yang optimal terhadap tenant atau penghuni mall yang dikelolanya agar menjual produk-produk asli atau berlisensi.

Menurut Ketua MIAP, Widyaretna Buenastuti, mall sebagai tempat transaksi jual beli perlu terlibat dalam kegiatan ICMA 2015 untuk mewujudkan sikap “Peduli Asli” yang menjadi tagline mengkampanyekan perlindungan hak-hak kekayaan intelektual. “Mall atau pusat perbelanjaan akan dinilai dari kreatifitas aktivasi kampanye “Peduli Asli” melalui media sosial miliknya yang isinya bisa berupa ajakan bagi tenant maupun konsumen untuk selalu memilih dan menggunakan produk asli berlisensi,” ujar Widyaretna, di Jakarta (9/3).

Dirjen HKI, Prof. Dr. Ahmad M Ramli menambahkan, kegiatan ini akan menjadi awal yang baik untuk melindungi konsumen dan para produsen. Untuk itu, sebagai tanda mall yang bebas dari produk bajakan akan diberikan stiker bebas dari barang palsu dan bajakan, sehingga konsumen tidak perlu ragu untuk membeli barang di tempat tersebut.

“Berbagai pendekatan akan dilakukan untuk meminimalisir pemalsuan sehingga tenant maupun pelanggan tidak tertipu dan rugi. Penghargaan sewajarnya terhadap HKI tentunya juga akan menstimulir keinginan untuk berinovasi bagi enterpreneur muda di Indonesia, karena tidak lagi takut produknya dipalsukan atau dibajak,” papar Ramli.

Bukan hanya mall besar,  sosialisasi pemberantasan barang palsu juga akan dilakukan di supermarket dan factory outlet, mengingat kedua tempat ini juga menjadi tempat yang sering dikunjungi konsumen, selain pusat perbelanjaan besar seperti mal.

“Ke depan kita akan kerjasama dengan Alfamart dan Indomaret. Ini tempat yang sering dikunjungi masyarakat. Ini akan kita follow up berikutnya, setelah program Clean Mall Award ini,” ungkap  Ramli.

Nantinya, di setiap supermarket seperti Alfamart dan Indomaret ditempel stiker bebas barang palsu. Dengan demikian dipastikan bahwa petugas tidak akan memeriksa lagi karena supermarket sudah bekerja sama dalam memberantas barang palsu. Karenanya dia berharap, pusat perbelanjaan jangan permisif dengan barang yang masuk ke mal. “Sekecil apa pun harus diawasi. Karena bisa jadi cerita panjang kalau pengelola dan pemilik toko berurusan dengan hukum. Itu melelahkan,” ujarnya.

Ramli pun menghimbau kepada pengelola mal diberi tanggung jawab dengan membuat klausul dengan tenant agar tidak menjual barang palsu. “Di situ dibuat kesepakatan, kalau melanggar, siap bertanggung jawab. Nah, klausul ini untuk meminimalisir. Kalau ini dilaksakan, dampaknya baik buat kita,” ujar Ramli.

Dia mengingatkan, dalam UU No 28 Tentang Hak Cipta diatur bahwa pengelolah mall yang membiarkan pedagang menjual produk palsu dikenakan denda Rp.100 juta. Untuk pedagang barang palsu dipidana 4 tahun penjara, dan jika diketahui melakukan pembajakan akan dipidana jadi 10 tahun penjara.

“Ada lagi terobosan dalam UU Hak Cipta yang baru, jika diketahui merugikan pemilik hak cipta, majelis hakim dalam amar putusan dapat langsung menghukum pembajak untuk memberikan ganti rugi ke pencipta tanpa melalui tuntutan perdata,” jelas Ramli.

Dia menambahkan, sosialisasi HKI terus dilakukan pemerintah dan pihak terkait seperti MIAP dan APPBI, yang selain untuk melindungi konsumen dan pelaku bisnis, juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui munculnya UKM dengan merek lokal yang berkualitas. “Pendaftaran merek baru untuk UKM kita gratiskan dalam 3 tahun terakhir ini. Sumbangan ekonomi kreatif sekitar Rp. 600 triliun ke PDM. Jadi kita dorong di UU Hak Cipta yang baru, bahwa penghargaan hak cipta tidak hanya royalti di awal, tetapi sumur hidup hingga 70 tahun,” ungkap Ramli.

Sementara itu Wakil Sekjen APPBI, Alphonzus Widjaya, menyatakan akan mengajak seluruh anggota APPBI untuk terus menerus menggaungkan kampanye “Peduli Asli” dan menerapkannya sebagai standar operasional tenant dalam aktivitas jual beli sehari-hari di mall.

Apkomindo

Kampanye “Peduli Asli” yang akan dilakukan dalam skala nasional ini juga melibatkan Asosiasi Penguasaha Komputer Indonesia (APKOMINDO). Ketua Umum DPP APKOMINDO, Soegiharto Santoso, pada saat peluncuran kampanye “Peduli Asli” mengatakan, “APKOMINDO melalui  DPD di seluruh Indonesia akan membantu mensosialisasikan kampanye ini secara luas. Dalam dunia teknologi informasi (TI), penggunaan produk asli adalah suatu keharusan agar user mendapatkan support dan servis terbaik dari pemegang merek. Selain itu, kampanye “Peduli Asli” sangat sesuai dengan visi APKOMINDO, karena kami berkomitmen untuk mendukung penggunaan produk lokal yang asli agar industri TI lokal bisa terus berkembang.”

Untuk kriteria penilaiannya sendiri akan meliputi aspek hukum dan aspek sosial yang bermuara kepada pemilihan pusat perbelanjaan yang hanya menjual produk asli. Dari aspek hukum meliputi, peraturan yang menghimbau atau melarang tenant utama untuk tidak menjual atau mendistribusikan produk palsu dan peraturan yang menghimbau atau melarang sub-tenant untuk tidak menjual atau mendistribusikan produk palsu. Sedangkan aspek sosial akan mencakup bagaimana pusat perbelanjaan melakukan kampanye yang berisi ajakan atau himbauan untuk “Peduli Asli” kepada konsumen dan atau tenant/sub-tenant, pelaksanaan kampanye “Peduli Asli” selama masa monitoring program ICMA 2015 melalui sosial media, ajakan dan sosialisasi secara berkesinambungan terkait anti pemalsuan, serta Visual Signage ajakan untuk “Peduli Asli”. • ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Artikel terkait:
UU HAKI Tekan Kerugian Negara