Home Blog Page 902

UBL Gelar Seminar Global Digital Communication & Health Awareness

0

PRC 1MAJUNYA perkembangan teknologi dan informasi ternyata tidak hanya berpengaruh dalam memberikan kemudahan beraktifitas di masyarakat ternyata berdampak juga terhadap kesehatan pada penggunanya. Hal ini dibahas dalam seminar yang digelar Public Relations Community (PRC), Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur (FIKOM UBL) yang bertajuk “Global Digital Communication And Health Awareness” pada Kamis, 9 April 2015 di Gedung Auditorium UBL, Jakarta.

Dibuka oleh Deputy Rektor Bidang Akademik UBL, Wendi Usino, ia menjelaskan sekarang ini terjadinya konvergensi telekomunikasi, penyiaran dan informasi yang menghasilkan layanan telekomunikasi, penyiaran, informasi dapat dinikmati dengan perangkat apapun. “Konvergensi ini telah mendorong transformasi telko ke industry digital yang tentunya seiring perkembangannya Indonesia mau tidak mau harus ikut andil dalam pemanfaatan teknologi tersebut,” ujar Wendi.

PRC 3Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kalamullah Ramli, betapa pentingnya layanan digital sekarang ini untuk dimanfaatkan. “Layanan digital sangat penting karena bisa berbagi informasi seperti rekam medis online, smart card dan workshop medis online yang bisa diakses oleh masyarakat yang bertujuan untuk menuju masyarakat informasi Indonesia,” papar Ramli.

Ia pun menambahkan untuk menuju masyarakat informasi tersebut, sekarang ini Indonesia memilki dua jenis broadband yaitu 4G dan fiber optic yang targetnya di 2019 akan berkontribusi dalam pelayanan masyarakat seperti e-banking, e-health, e-logistik dan e-procurement.

PRC 4Namun demikian, dibalik perkembangan teknologi digital yang semakin maju tersebut ada bahaya yang berdampak terhadap kesehataan.  Don L. Csoke dari NESU Smartphone Asia menyebutkan, penggunaan internet setiap harinya oleh masyarakat dalam waktu 5 jam 27 menit dapat mengakibatkan meningkatnya kasus kanker otak, alzheimer dan stress. Hal tersebut diakibatkan oleh Electro Magnetic Radiation (EMR) atau radiasi gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh ponsel atau notebook.

“Yang paling berbahaya adalah gelombang elektromagnetik yang berasal dari microwave. Bahkan radiasi EMR tersebut bisa merusak DNA manusia dan bisa merusak otak,” jelas Csoke.

Untuk itu NESU Indonesia menghadirkan teknologi chip untuk mencegah radiasi tersebut dan mengurangi tingkat radiasi yang dihasilkan oleh ponsel. Selain itu cara megurangi efek radiasi ponsel bisa dilakukan dengan menggunakan headphone kabel atau telepon speaker saat menggunakan perangkat mobile atau Bluetooth, membatasi waktu yang dihabiskan untuk percakapan telepon seluler sampai 30 menit sehari, jangan menggunakan perangkat mobile saat pengisian daya, pegang perangkat mobile sejauh mungkin saat melakukan panggilan, jika disimpan di kamar tidur lebih baik matikan ponsel pada malam hari, jauhkan perangkat mobile dari jangkauan anak-anak, jauhkan ponsel dari organ reproduksi, dan tubuh bila memungkinkan.  •ANDRI

Bolt Kenalkan Movimax MiFi Terbaru

0

BOLTBOLT, penyedia layanan jaringan berbasis 4G LTE mengumumkan kerjasama mereka dengan Movimax. Movimax adalah merek perangkat mobile WiFi yang dikelola oleh PT. Sentra Primer Solusindo dan PT. Parastar Echorindo. Adapun Mobile WiFi yang akan disandingkan dengan SIM card Bolt adalah seri Movimax Orion.

Bentuk kerjasama ini meliputi pemasaran dari MiFi Movimax di berbagai gerai Bolt yang ada di kawasan Jabodetabek. Bolt juga akan memberikan layanan purna jual untuk perangkat mobile WiFi ini pada semua gerai Bolt.

Movimax Orion merupakan mobile WiFi pertama buatan Indonesia yang digadang-gadang memiliki kualitas yang tidak kalah hebatnya bila dibandingkan dengan mobile WiFi buatan luar negeri. Hal tersebut dikarenakan proses produksi yang menggunakan peralatan berstandar Internasional. Bukan hanya itu, pada mobile WiFi ini terselip chipset Marvel PXA 1802.

Desain yang slim juga menjadi daya tarik tersendiri bagi end user untuk setidaknya melirik modem WiFi berkecepatan hingga 100 Mbps ini. Dengan berat hanya 123 gram, Movimax Orion juga sangat ringkas untuk dibawa berpergian.

Movimax Orion juga dibekali oleh baterai berkapasitas 2000mAh yang bisa digunakan untuk streaming selama 6 jam. Layaknya mobile WiFi pada umumnya, Movimax juga menyediakan slot micro SD hingga 32 GB yang memungkinkan pengguna untuk melakukan file sharing via WiFi.

Vice President Parastar Group, Dwi Lingga Jaya mengungkapkan, “Movimax Orion merupakan perangkat yang telah memenuhi ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan diproduksi oleh PT. Panggung Electric Citrabuana di Sidoarjo, Jawa Timur.”

Ia menambahkan, “Kami juga bangga menghadirkan MiFi 4G LTE merek lokal pertama buatan anak bangsa yang menghadirkan akses internet super cepat, ungkapnya.”

Sebenarnya dikelas yang sama Bolt sudah memiliki Modrm WiFi dengan merek lain. Namun hal tersebut tidak lantas menjadikan Movimax sebagai pengganti dari MiFi sebelumnya,  Larry Ridwan, Chief Commercial Officer Bolt menyebutkan bahwa Movimax akan disasar untuk segmentasi yang berbeda.

Untuk harga dan ketersediaan, Movimax Orion dibanderol dengan harga Rp. 399.000,- dengan bonus kuota 8 GB yang berlaku selama 45 hari dan tersedia di seluruh gerai Bolt.

Di tahun ini Bolt akan menambah jumlah BTS menjadi 4000 di kawasan Jabodetabek yang saat ini hanya mencapai 3000 BTS saja. Hal tersebut dimaksudkan agar pengguna merasa nyaman dengan kualitas jaringan yang dihasilkan oleh Bolt. •ARIE

Epson Perfection V800 dan WorkForce DS-520 Dukung Solusi Imaging Bisnis

0

Epson DS520MENYASAR  kebutuhan digital imaging dan cetak yang semakin berkembang saat ini, Epson kembali meluncurkan scanner terbarunya yang ditujukan untuk kalangan profesional, yakni Epson Perfection V800 Photo dan Epson WorkForce DS-520.

Menurut Deputy Country Manager PT. Epson Indonesia, M. Husni Nurdin, keduanya akan meneruskan keberhasilan produk scanner sebelumnya yang telah mendapatkan berbagai penghargaan, terdepan dan konsisten dalam memberikan keakuratan warna dan detil untuk pengarsipan dan reproduksi foto, film, dan juga dokumen.

”Epson telah menyatukan semua yang diperlukan untuk memindai gambar dan dokumen dengan sempurna kedalam kedua scanner ini,” ujar Husni, di Jakarta (30/3).

Untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda, Scanner Epson Perfection V800 menawarkan performa pindai yang terbaik untuk fotografer amatir maupun profesional dengan resolusi optikal 4800 x 6400 dpi berdensitas optikal 4.0 Dmax dan sistem pindai 4.0 Dual Lens Epson. “Scanner ini memberikan kualitas, kecepatan dan produktivitas terbaik untuk cakupan format film positif dan negatif dari slide dan film strip berukuran 35 mm hingga format medium 6 x 20 cm dan 4 x 5 inci,” jelas Husni.

Epson V800Penggunaaan V800 juga lebih hemat energi berkat adanya teknologi ReadyScan LED light source dan   juga dilengkapi dengan teknologi Digital ICE untuk menghapus cela seperti debu, goresan, dan lipatan pada film, slide, dan foto.

Sedangkan Epson WorkForce DS-520 ditujukan bagi pengguna dengan siklus kerja harian. Scanner ini memiliki performa yang tangguh dapat memindai hingga 3.000 halaman per harinya dan dapat memindai dua sisi sekaligus dengan kecepatan hingga 30ppm untuk satu sisi dan 60ipm untuk dua sisi dengan dokumen berukuran A6 hingga Legal. Tidak hanya itu, DS-520  juga dapat memindai secara otomatis menjahit (stiching) dokumen A3 yang dilipat dalam satu kali langkah.

Penguna juga dapat menentukan format dokumennya, baik itu PDF maupun Microsoft Office (.docx, .xlsx, .pptx) yang dapat diedit berkat Document Capture Pro.

“Scanner ini sangat ideal untuk sector korporasi, edukasi, dan perbankan yang digunakan untuk pengarsipan dan digitalisasi dokumen,” tutup Husni. •

 

Akhir Maret, Asus Luncurkan Dua Notebook Ultra Tipis

0

AsusMENURUT riset yang dikeluarkan IDC, Asus menjadi brand dengan penjualan notebook dan PC terbanyak se-Indonesia pada quartal terakhir 2014. Untuk menjaga prestasi tersebut, Asus kembali memenuhi kebutuhan pelanggan akan perangkat yang ultra tipis dan portabel dan memiliki kemampuan dua perangkat sekaligus. Notebook tersebut mereka beri nama Asus Transformer Book Chi.

Seperti pendahulunya, alam kemasannya Transformer Book Chi terdiri dari tablet plus keyboard dock. Keduanya dapat digabungkan agar berfungsi layaknya ultrabook dan bisa dipisah untuk kemudian berfungsi layaknya tablet. Yang menjadi kelebihan dari Transformer Book Chi ini adalah platform di dalamnya yang sudah menggunakan Windows 8.1

Asus2“Seri ini sudah menggunakan Windows 8.1 dan bisa diupgrade ke Windows 10. Selain itu, dalam Asus Transformer Book Chi ini sudah terinstal Office 365 Personal dengan Skype free 60 menit selama 12 bulan dan bisa digunakan untuk nomer lokal dan luar negeri. Kami juga menghadirkan one drive sebesar 1 TB,” ungkap Budi Janto, Consumer Channel Group Lead Microsoft Indonesia (31/3).

Asus menawarkankan dua tipe pada notebook terbaru ini, yakni Transformer Book Ch T300 dan T100 dan dengan prosesor Intel Core M yang hanya menggunakan daya lebih kecil dan menggunakan Asus Thermomaster agar panas yang dihasilkan dapat diatasi dengan baik.

Veronica, Asus Product Manager Notebook mengungkapkan, “Kami mengambil nama “Chi” berdasarkan dari filosofi China yang berarti angin atau udara. Sesuai dengan filosofi angin yang tidak dapat terlihat namun powernya begitu terasa. Maka seperti Transformer Book Chi yang berdesain sangat tipis, notebook ini sangat powerful karena ditenagai oleh prosesor Intel Core M serta RAM sebesar 8 Gigabyte ” tuturnya.

Asus juga melengkapi Stylus Pen pada T300, untuk memudahkan para pengguna ketika menjadikan produk ini layaknya tablet. Asus juga menghadirkan layar IPS dengan teknologi WQHD untuk color Gamut yang sangat luas dan memberikan pencitraan yang lebih tajam dan kaya.

Asus membanderol seri T300 dengan harga mulai dari Rp 11.799.000  dan untuk mendapatkan stylus pen, pengguna harus menyediakan kocek sebesar Rp 16.799.000. Sementara untuk T100, Asus membanderol dengan harga Rp. 7.099.000. •ARIE

FTI UBL Berikan Pelatihan TI di Garut

0

??????????GUNA  pengembangan dan pemanfaatan pengetahuan Teknologi Informasi (TI) di daerah, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Budi Luhur, menggelar rangkaian kegiatan pelatihan kepada dua yayasan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yakni Yayasan Majelis Zikir Nurul Iman dan Yayasan Al-Qomariyah Walahir

Kasubdit Riset dan dosen FTI UBL, Titin Fatimah menyebutkan, kegiatan pelatihan yang dimulai 14 Maret 2015 lalu ini merupakan bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan dosen melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu juga merupakan rangkaian Campus Social Responsibility (CSR) sebagai kepedulian kampus untuk memajukan masyarakat dan mencerdaskan anak bangsa dengan mengedepankan nilai-nilai kebudiluhuran dari setiap kegiatan yang direncanakan dan dilakukan oleh segenap masyarakat Budi Luhur.

“Tujuan kegiatan kami untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pengelolaan situs web dinamis bagi generasi muda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pemudi Nurul Iman (IPPNI) dan Pelatihan Pengelolaan Web Dinamis pada Yayasan Majelis Zikir Nurul Iman yang ingin meningkatkan ketrampilan SDM-nya khususnya dibidang Teknologi Informasi,” ujar Titin, di Jakarta (30/3).

Sementara itu untuk Yayasan Al-Qomariyah Walahir diberikan pelatihan e-Learning System yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan siswa sebagai salah satu usaha peningkatan mutu pembelajaran.

“Yayasan ini tidak hanya ingin menciptakan generasi yang beriman dan bertakwa tetapi generasi yang siap IPTEK (Ilmu Pengatuan dan Teknologi). Untuk itu kami bersama rekan-rekan dosen pengajar di FTI sangat antusias dalam memberikan materi pembelajaran yang diharapkan bisa turut andil dalam mencerdaskan bangsa,” papar Titin.

Dalam rangkaiaan kegiatan ini melibatkan beberapa dosen FTI UBL, diantaranya  Pipin Farida Ariyani, Atiek Ariesta daan Samsinar.

Kegiatan lainnya yang gelar oleh UBL selama bulan Maret ini dalam upaya mencerdaskan generasi penerus adalah penyelenggaraan Junior Short Diplomatic Course (JSDC) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Direktorat Diplomasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri RI. Berlangsung di auditorium UBL, kegiatan ini ditujukan untuk menyebarkan nilai-nilai positif dari sistem demokrasi dan menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. •ANDRI

Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018

0

Apkomindo-Biskom-1SETELAH hasil musyawarah nasional (munas) Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) 2015 di Hotel Ibis Style, Mangga Dua Jakarta, pada pertengahan Februari lalu melantik Soegiharto Santoso dan Muzakkir sebagai pasangan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal serta Suwato Komala sebagai Bendahara Apkomindo terpilih untuk periode 2015-2018, kini giliran pimpinan Apkomindo tersebut melantik kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk masa bhakti 2015-2018.

Berlangsung di Miramar Restoran, Jakarta, pada 25 Maret 2015, pelantikan Kepengurusan DPP Apkomindo ini dihadiri oleh para Ketua Umum dan perwakilan asosiasi serta perusahaan yang sejak lama telah menjadi mitra Apkomindo, diantaranya Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Komisi Sales Indonesia (KOMISI), Yayasan Onno Center  International, Dyandra Promosindo dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang diwakili Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Dirjen Aptika) Kemkominfo juga turut hadir memberi dukungaan.

Dalam sambutannya, Soegiharto Santoso yang akrab disapa Hoky ini menyampaikan bahwa dengan kepengurusan baru ini kiprah Apkomindo ke depan akan kembali diperhitungkan di dunia teknologi informasi (TI) tanah air, dan membina hubungan mitra dengan pemerintahan yang selama ini telah terjalin dengan baik dan saling menguntungkan. “Apkomindo akan kembali memegang peranan penting di dalam pemerintahan untuk merumuskan peraturan-peraturan baru di dunia TI. Kami juga akan segera melakukan aktifitas rutin Apkomindo yang selama ini kerap dilakukan,” sambut Soegiharto.

Aktivitas tersebut, paparnya, diantaranya adalah pameran komputer National IT Expo (NIX) di berbagai kota di Indonesia, One Banking, partisipasi dalam rapat-rapat dengan Kementerian Kominfo, Perdagangan, Perindustrian, dan Ristek, sosialisasi masalah hukum dan pajak, pelatihan-pelatihan TI, manajemen, keorganisasian, hardware dan software, partisipasi dalam kegiatan KADIN, sertifikasi perusahaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, olahraga, gathering, dan lain-lain. Ia menyebutkan, Apkomindo akan terbuka untuk melakukan kerjasama dengan siapapun demi kemajuan industri TI di tanah air. “Apkomindo tidak hanya sekedar bekerjasama, tetapi juga mengajak kerja bersama-sama dan berkarya untuk bangsa,” semangatnya. Apkomindo-Biskom-2

Sementara itu Sekjen Apkomindo, Muzakkir mengatakan, semakin ketatnya persaingan bisnis di bidang TI tidak serta-merta dapat diartikan sebagai peluang bisnis yang semakin mengecil. Dari sudut pandang margin, mungkin sulit untuk kembali ke jaman keemasan di waktu yang lalu, namun dari segi volume dan utilisasi, bisnis TI tetap melaju dan tetap semakin besar dari tahun ke tahun. “Kami memandang pentingnya Asosiasi sebagai wadah tunggal yang mempertemukan dan sekaligus mempersatukan para pelaku bisnis TI di Indonesia, untuk bersama-sama mengambil market share yang lebih besar, menggali inovasi-inovasi bisnis, serta mencegah dan menanggulangi kendala-kendala yang dihadapi,” kata Muzakkir.

Menyambut baik atas kepengurusan Apkomindo yang baru, Ketua Umum Federasi Teknologi Indonesia (FTII), Sylvia Sumarlin menyebutkan, Apkomindo merupakan anggota dari FTII yang selama ini aktif mendukung program-program dari FTII, baik itu program sosialisasi maupun kerjasama dengan asosiasi-asosiasi yang lainnya. Sylvia pun sangat mendukung program Soegiharto yang menyuarakan ‘Kerja, Kerja dan Kerja’ seperti yang digaungan Presiden Joko Widodo. Namun demikian, kerja ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi bisa membuka peluang untuk berkomunikasi dalam hal turut serta menentukan Undang-undang.Untuk itu Apkomindo diharapkannya mulai ikut berpolitik.

“Berpolitik disini bukan berarti Apkomindo masuk ke partai, tetapi mulai ikut bergerak dan terlibat dalam masalah regulasi dan mendukung program-program pemerintah. Jangan sampai di era keterbukaan perdagangan ini industri lokal semakin terpojokkan dan menikmati pertumbuhan perekonomian yang setiap tahunnya mencapai 5,8% ini hanya sebagai penonton. Tetapi nantinya harus merasakaan bawa 5,8% itu berdasarkan made in industri bangsa sendiri,” papar Sylvia.

Hal senada juga disampaikan Dirjen Aptika Kemkominfo, Bambang Heru Tjahjono, yang turut mensupport kepengurusan baru Apkomindo 2015-2018 ini yang harapannya dapat turut mendukung dan mensukseskan berbagai kegiatan pemerintah dalam hal ini di Kemkominfo. Apkomindo-Biskom-3

“Pak Hoky (sapaan akrab Soegiharto Santoso -red) selama ini banyak membantu mensosialisasikan program-program di Kemkominfo. Tentunya kami sangat mengharapkan kerjasama ini terus berkelanjutan sehingga dunia TI Indonesia semakin semarak, pengguna internet terus tumbuh dan mengharapkan penggunaan nama domain .id semakin bertambah di Indonesia karena domain .id ini merupakan identitas bangsa. Selamat dan sukses saya ucapkan, semoga bersama Apkomindo dunia TI bisa semakin cakap, cerdas, kreatif dan produktif,” ujar Bambang.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Ernst Karel Remboen menyampaikan, “Selamat dan sukses buat APKOMINDO, semoga APKOMINDO tetap solid dan bertambah sukses. Besar harapan kita semua agar APKOMINDO bisa menjadikan industri TI menjadi basis produksi di Indonesia dan  dapat dipandang di pasar global.”

Di kesempatan yang sama, Pendiri Yayasan Onno Center International, Onno W. Purbo menyampaikan, “Kemitraan APKOMINDO dan Onno Center dapat diwujudkan dalam bidang pembinaan SDM TI di seluruh Indonesia. Sebab antara APKOMINDO dan Onno Center memiliki visi yang sama, yakni meletakkan SDM yang berkualitas sebagai basic dimana industri TI bisa terbentuk di Indonesia. Selamat bekerja dan berkarya kepada seluruh jajaran pengurus APKOMINDO, semoga sukses.”

Selanjutnya, pengurus DPP Apkomindo yang dilantik sesuai dengan Surat Keputusan Nomor  001/DPP/AP-DPP/III/2015 tentang Pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Pusat APKOMINDO Masa Bhakti 2015-2018 adalah sebagai berikut: Hendra Widya (Wakil Sekretaris Jenderal 1), Erdy Djohan (Wakil Sekretaris Jenderal 2), Hardy Winata (Wakil Bendahara 1), Andri Sugondo (Wakil Bendahara 2), Andi Ho (Wakil Ketua Umum 1), Kris Anggioni (Kabid Organisasi & Pengembangan Anggota), Djunaidi (Kabid Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi), Mariman (Kabid Sosial & Budaya), Andy Christopher (Wakil Ketua Umum 2), Sugiatmo (Kabid Hukum), Sarki Gunawan (Kabid Perpajakan), Taufan Wijaya Sakti (Kabid Perbankan), Mangara Pangaribuan (Wakil Ketua Umum 3), Sutrisno Cahyadi (Kabid Hubungan Pemerintah & Antar Lembaga), Rahmad Widjaja Sakti (Kabid Pengembangan Usaha & Promosi), Hendri Andrigo Sutanto (Kabid Pameran), Richard Kartawijaya (Wakil Ketua Umum 4), Basuki Surodjo (Kabid Humas), Darian (Kabid Pendidikan & Pelatihan) dan Susanto Tjiew (Kabid Penelitian & Pengembangan). Pelantikan ini disaksikan 2 (dua) orang perwakilan dari Dewan Pengawas Apkomindo (DPA) yang ditetapkan dalam Munas 2015, yakni Agustinus Sutandar dan  Sutiono Gunadi.

Acara pelantikan Pengurus DPP APKOMINDO Masa Bhakti 2015-2018 juga didukung oleh AyoKlik, Epson, Lenovo, LG, Speed Up, TAITRA Taiwan Excellence dan Majalah BISKOM selaku media partner. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Arikel terkait:
BISNIS INDONESIA:
Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
Apkomindo Yang Tak Pernah Lepas Dari Kekisruhan
DPP Apkomindo desak percepat Munaslub
Kemelut Di Apkomindo, Salah Siapa?
Asosiasi Pengusaha Komputer Akhirnya Pecah
Apa Kata Mereka Soal Perpecahan Apkomindo
Apkomindo Dapat Nahkoda Baru
KEMELUT APKOMINDO : Caretaker tuding Munas Solo ilegal

BISKOM:
APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama
Hakim Sarankan Jalan Damai Untuk Perselisihan Apkomindo
Munas Apkomindo Resmi Digelar
Apkomindo Pilih Soegiharto Sebagai Ketum Baru
Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018
Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem

Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan Lirik e-Commerce

Apkomindo Dukung Pemerintah Bangun Iklim Usaha Yang Sehat

INDOTELKO:
Apkomindo Gandeng Dyandra untuk Bazaar 2016

DETIK:
3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

APKOMINDO:
KILAS BALIK SINGKAT TENTANG SEJARAH INDOCOMTECH
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, SAKSI PENGGUGAT TIDAK MAMPU BERIKAN PENJELASAN
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, Hoky Yakin Kebenaran Akan Terungkap

Video terkait:
Video-video Munas Apkomindo 2015 dan Pelantikan Pengurus DPP Apkomindo

 

Onno Ajarkan OpenWRT di UMJ

0

Onno BiskomROUTER yang selama ini dikenal sebagai perangkat network ternyata dapat dikembangkan fungsinya sesuai keinginan kita. Hal ini diperlihatkan dalam workshop yang digelar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan menghadirkan pembicara Pakar Internet, Onno W Purbo, yang mengangkat tema OpenWRT.

Workshop yang berlangsung 20 Maret 2015 di Fakultas Teknik Elektro, UMJ, Jakarta ini memaparkan bagaimana router bisa dimanfaatkan sebagai sentral telepon dengan cara OpenWRT. “OpenWRT merupakan operating system (OS) dengan source code terbuka yang didistribusikan oleh Linux dibuat khusus untuk router. Karena source code terbuka maka bisa dibuat OS-nya oleh kita. Namun demikian tidak semua router bisa di OpenWRT,” ujar Onno, mengawali perkuliahannya dengan gayanya yang santai.

Dijelaskannya, di dalam router tersimpan hardisk yang cukup kecil sekitaran 8 MB yang dialokasikan untuk OS perangkat tersebut, seperti Linksys model E1700 yang dijadikan sebagai percobaannya. “Dengan melakukan OpenWRT maka OS yang ada sebelumnya diganti dengan OS baru yang sudah dibuat oleh kita,” terang Onno sambil mempraktekkan secara langsung apa saja yang perlu disiapkan dan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam proses OpenWRT, seperti sambungan kabel network antara komputer ke router jangan sampai putus saat melakukan flash firmware.

“Bila sampai terputus atau terjadi mati lampu saat flashing firmware maka resikonya akan terjadi kerusakan pada router yang kita coba ganti OS nya,” sambungnya.

Untuk lebih memudahkan sekitar 200 peserta workshop yang hadir untuk mempraktekkan OpenWRT diberikannya tutorial yang dapat dilihat  secara langsung melalui http://cyberlearning.web.id/moodle. “Saya berharap dengan pehaman siswa membuat OpenWRT akan termotivasi untuk membuat Linux ataupun Android yang sekarang ini banyak digunakan pada perangkat mobile,” tutupnya.

Sementara itu, Husni, Kepala Jurusan Teknik Elektro, UMJ, mengaku kegiatan untuk menambah wawasan siswa ini secara rutin digelar minimal dua kali setiap semesternya dengan menghadirkan pakar-pakar dibidang Teknologi Informasi, tenaga listrik maupun dibidang kontrol.

Kali ini dengan materi yang diberikan Onno, menurut Husni, tidak hanya menarik perhatian mahasiswa UMJ sendiri tetapi juga dari kampus STT Telkom ataupun Akademi Telkom. “Respon mahasiswa sangat posistif  karena materinya menarik dan cukup bagus untuk dikembangkan secara nasional karena teknologinya bisa dikatakan teknologi aplikatif untuk masyarakat yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat bawah bila ini dikembangkan,” papar Husni.

Sedangkan dari pihak Linksys yang mendukung kegiatan OpenWRT merasa senang dapat terlibat dalam kegiatan edukasi yang bertujuan mencerdaskan bangsa ini. “Kami tahu bahwasannya peminat open source di tanah air banyak. Oleh karena itu, kami kembangkankan lagi firmware open source itu di model terbaru kami WRT 1900 AC untuk bisa  memenuhi hasrat para pecinta Linux di Indonesia,” tandas Teguh P. Mulya, Network Divison Linksys. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

HP STREAM 8, Tablet Dengan Windows 8.1

0

Stream 8, Center, FrontJAJARAN perangkat dengan nama Stream dari Hewlett Packard (HP) merupakan hasil kerjasama HP dengan Microsoft, untuk membendung pertumbuhan Chromebook. Setelah merilis notebook murah melalui seri Stream 11, HP segera tablet HP Stream 8 yang kini telah masuk ke pasar Indonesia.

Melalui Stream 8, HP memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan komputer tablet dengan fungsional berikut fitur yang komplit. Tablet ini telah dilengkapi sistem operasi Windows 8.1 beserta aplikasi-aplikasi pendukungnya.

Hadir dengan layar IPS HD dengan luas 8 inci, HP Stream 8 diperkuat dengan prosesor Intel Atom Bay Trail quad-core 1,8Ghz yang memberikan performa setara notebook. Ditunjang dengan konektivitas 3G, tablet ini  memberi kemudahan bagi pengguna untuk bekerja lebih produktif secara mobile. Apalagi di dalam tablet ini telah terkandung sejumlah aplikasi produktivitas dari Microsoft, seperti Office 365 dan Skype (gratis langganan 1 tahun) serta kapasitas cloud storage OneDrive seluas 1TB.

Bagi HP, tablet ini merupakan salah satu perwujudan dari kampanye #BendTheRules yang sedang digelar tahun ini. Seri HP Stream adalah solusi bagi pengguna yang ingin bebas dari kerumitan, dengan tersedianya perangkat dan aplikasi berlisensi resmi (Windows 8.1 dan Office 365) sekaligus.

HP mengklaim, Stream 8 mampu memberi keleluasaan bagi penggunanya berkat bobot tablet yang relatif cukup ringan serta sudah dilengkapi bluetooth keyboard dan casing eksklusif sehingga konsumen dapat bekerja layaknya menggunakan sebuah notebook. Ditunjang dengan konektivitas 3G, tablet ini juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk bekerja lebih produktif secara mobile.

Tablet HP Stream 8 sudah bisa dipesan lewat pre-order pada periode 9 – 22 Februari 2015 dengan harga promosi Rp.2.999.000. Program ini dijalankan secara offline melalui outlet Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan online melalui situs Bhinneka.com. Setiap pembeli akan memperoleh paket data gratis sebesar 12 Gb untuk 6 bulan.

Setelah masa pre-order, HP Stream 8 tersedia di cabang-cabang Carrefour Trans Retail lainnya, serta di HP Stores dan toko-toko komputer dengan harga resmi Rp.3.199.000. •

SDNFx, Solusi Baru Avaya Untuk Korporat

0

Avaya BiskomAVAYA kembali menghadirkan solusi baru guna menghadapi tren big data dan sosial media seperti sekarang ini. SDNFx, solusi tersebut, adalah arsitektur Software Define Networking (SDN) yang akan membantu perusahaan menciptakan jaringan gesit yang dibutuhkan untuk mengikuti dinamika perkembangan aplikasi yang ada.

Sebenanya SDN sudah lama digunakan oleh perusahaan teknologi ternama yang berkutat dengan internet seperti Google dan Amazon. Ketika para pengunjung memasukan kata kunci di mesin pencari, maka pengguna akan mendapatkan beberapa hasil pencarian. Disitulah peranan SDN.

Avaya mengklaim arsitektur SDNFx miliknya adalah yang pertama memberikan kemudahan dalam menghubungkan semua di mana saja, memberikan efisiensi waktu dengan memberikan kemudahan untuk menambah perangkat dan pengguna di network edge.

Arsitektur SDNFx dibangun diatas fabric networking menampilkan fitur produk dan kemampuan baru untuk solusi lengkap yang memenuhi janji SDN tanpa kompleksitas yang tersembunyi dalam perangkat lunak dan perangkat keras seperti kebanyakan vendor lainnya.

David A. Winarso, Consulting System Engineer, Avaya ASEAN berujar (17/3), “SDNFx dari Avaya menawarkan pengelolaan jaringan sampai 100 kali lebih cepat dari konfigurasi manual yang biasa hadir di kalangan perusahaan.”

Arsitektur SDNFx sendiri dapat diaplikasikan untuk berbagai kepentingan seperti mendukung keamanan dan mobilitas perangkat Internet of Things (IoT), industri manufaktur, Perbankan, lingkungan seperti yang ditemukan di rumah sakit.

Berdasarkan riset dari Dynamic Market 2015 mengenai SDN Expectation Research menyebutkan bahwa SDNFx jauh lebih cepat dalam hal implementasi, konfigursi, troubleshooting, serta dapat meminimalisir human eror.

Mengenai target dan sasaran pasar, Endang Rachmawati, Country manager Avaya Indonesia mengungkapkan, “Avaya saat ini sedang memfokuskan pada perusahaan seperti Perbankan dan Telekomunikasi.”

Ia menyebutkan sudah mencoba mengikuti beberapa tender dan trial. Disinggung mengenai peluang pasar, Endang mengatakan peluang pasar sangat besar apalagi untuk setiap perusahaan yang sudah menggunakan sosial media dalam mode bisnis mereka. •ARIE

Bentuk Gamer Lebih Disiplin, Digitalife Kenalkan Go Pro Academy

0

Go Pro Academy BiskomPT. DIGITALIFE Nusantara kembali meluncurkan kegiatan yang berpihak kepada kemajuan olahraga elektronik (eSport) di Indonesia. Melalui program Go Pro Academy,  perusahaan berkonsentrasi di bidang kompetisi game tersebut akan memberikan dukungan dana dan fasilitas pendukung untuk membangun tim gamer yang profesional dan terencana untuk bertanding ke kancah Internasional mewakili Indonesia.

Hendri Andrigo, Marketing Director dari PT Digitalife Nusantara mengungkapkan (16/3), “Kenapa gamer harus bergabung dengan program ini? Jawabanya sederhana, karena akademi ini berkomitmen mencari dan membangun bakat bakat baru dari eSport di Indonesia dan akan difokuskan untuk berpartisipasi aktif di kancah nasional dan internasional dengan metode displin latihan, sekaligus membangun etika dan mental juara secara konstan dan terstruktur.”

Diharapkan, tambah Hendri,  program ini dapat bermaanfaat untuk mencapai masa depan dunia eSport di Indonesia. Sementara tujuan dari program ini adalah memberikan solusi untuk permasalahan paling mendasar dari berkembangannya eSport tim yaitu menjaga tim tetap stabil dan membuat “line up” yang solid.

“Kami menyadari bukan pekerjaan yang mudah dan murah oleh sebab itu kami telah menyusun program yang ketat dan displin serta terkontrol dalam hal ini untuk membina mental dan kemampuan dari para gamer yang menjadi peserta program akademi ini melibatkan semua stake holder di bidang eSport seperti pelatih, manajer, perwakilan dari perangkat keras untuk lebih paham tentang teknologi dan penerapanya,” paparnya.

Selain tempat latihan yang memadai, Go Pro Academy  juga melakukan pengawasan kebugaraan terhadap tim secara berkala, yang dilakukan oleh tim medis dan kebugaran. Sebab, semangat olahraga membutuhkan  tubuh yang sehat dan  fikiran yang tetap fokus.

Menurut Hendri, program perdana ini berorentasi kepada pembentukan tim  bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) mengingat peluang terbesar dari perkembangan eSport di Indonesia telah diperlihatkan dari banyaknya gamer yang sudah belajar bermain dan memahami aturan dari game berjenis MOBA secara amatir.

Total pembiayaan dana yang disiapkan untuk program pembinaan ini adalah sebesar Rp. 500 juta dan program akan dilaksanakan secara intensif dalam 5 bulan dimulai pada bulan April 2015.

Dana ini merupakan hasil investasi dari Digitalife Nusantara bekerjasama dengan Asus Indonesia melalui produk Republic Of Gamers (ROG) yang tengah dikembangkan untuk kemajuan dunia eSport Indonesia.

Audisi dilakukan terbuka untuk semua gamer, baik tim maupun perseorangan pada tanggal 29 Maret 2015 dan technical meeting pada tanggal 28 Maret 2015. Semua peserta yang lolos dan mendapatkan “golden key” untuk program ini akan mendapatkan kesepakatan bersama berkekuatan hukum sehingga menjamin keterlangsungan program kegiatan ini sampai akhir.

“Kami akan memilih 20 pemain berbakat untuk program Go Pro yang pertama kali. Game yang digunakan untuk audisi kali ini adalah game DOTA2 dan tempat pelaksanaan audisi di Gamer Village eSport Arena Jakarta,” jelas Hendri.

Cara pendaftaran dilakukan dengan mengisi data secara lengkap di tautan : http://bit.ly/18vUQnz, tanpa dipungut biaya pendaftaran. •