Home Blog Page 942

Indonesia Ciptakan Produknya Sendiri

0

TAK TERASA, hampir 12 bulan sudah kita menapaki tahun 2013, dan dalam beberapa pekan mendatang kita sudah memasuki tahun 2014. Seperti semacam kebiasaan, berbagai kilas balik dan prediksi di tahun mendatang akan banyak bermunculan. Di dunia teknologi informasi (TI) 2013 ini, apakah sudah sesuai dengan prediksi yang muncul akhir 2012 lalu?

CA Technologies yang  merilis prediksi pada 2012 misalnya,  menyebutkan  sekurangnya ada 5 trend TI yang berkembang di 2013, yakni Pertumbuhan Big Data, Maraknya Adopsi Awan Publik, Faktor Keamanan yang menyerang Identitas, Kemunculan Teknologi Sensoring pada berbagai perangkat, dan Orientasi Mobile/Sosial dalam Perusahaan.  Bisa kita lihat kini, prediksi itu tidak meleset dan bahkan sepertinya tren big data dan teknologi Awan masih akan terus berkembang di 2014 nanti.

Sementara, diantara prediksi yang muncul kini, diperkirakan di tahun Kuda Air 2014 mendatang, akan muncul banyak produk dengan rupa baru yang dahulu masih berupa wacana atau prototipe.

Gartner mengatakan, internet akan semakin murah dan bisa diakses hanya dengan menggunakan perangkat kecil.  Bahkan sebagian besar mobil baru akan memiliki fitur “sosial network”, dan lampu penerangan jalan dibuat seperti jaringan. Artinya nanti, perangkat TI yang kita kenal sekarang, akan berubah wujud menjadi perangkat baru yang bernama wearable gadget.

Beberapa perusahaan TI dan elektronik kelas dunia seperti Samsung, Google, Microsoft maupun Sony sudah mulai mengembangkan tren ini di produk mereka yang akan datang. Namun sebelum kemunculannya, sebenarnya wearable gadget sudah bertebaran di China. Baik perusahaan kecil dan menengah terus meluncurkan produk barunya satu demi satu. Diantaranya adalah jam tangan pintar ‘Geak Watch’ yang dirilis oleh perusahaan China Geak, dan Smart watch ‘inWatch’ dari perusahaan Ying Qu. Tidak hanya itu, perhiasan seperti cincin dan gelang juga terlahir kembali sebagai wearable gadget.

Lalu kapan Indonesia mulai memproduksi produk ciptaannya sendiri? Masih di ranah teknologi, Indonesia kini mulai memproduksi mobil listrik agar mampu bersaing di dunia otomotif internasional.  Pada 2016, pemerintah menargetkan  mobil listrik nasional bisa diproduksi secara massal.

Tentunya ini adalah sesuatu yang membanggakan dari Indonesia. Motivator kenamaan Indonesia, James Gwee mengatakan, sekurangnya ada dua faktor untuk menjadi suskes: pertama adalah melakukan yang terbaik dan kedua, selalu berfikir what next? Karena tidak maju berarti mundur. Dan apa yang dilakukan Indonesia kali ini adalah sebuah kemajuan.

Semoga kita semua sukses di masa mendatang, dan tak lupa kami ucapkan Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2014.

Epson Pertahankan Predikat No. 1 di Pasar Proyektor

0

MENJELANG awal tahun 2014, Epson kembali meluncurkan rangkaian produk terbarunya untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen. Saat peluncuran, Epson menyebutkan akan mempertahankan prestasinya sebagai produsen proyektor nomor 1 dengan kekuatan teknologi 3LCD (Liquid Crystal Output) yang telah dikembangkannya.

Menurut Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, Husni Nurdin, keseluruhan produk proyektor Epson terbaru telah didukung teknologi 3LCD yang mampu memberikan kecerahan tidak hanya pada white brightness saja tetapi juga pada colour brightness. Tidak seperti proyektor kebanyakan yang beredar saat ini, dimana tingkat kecerahaan cahaya putih saja yang besar sedangkan untuk warnanya hanya sepertiga dari kecerahan cahaya putih.

Dicontohkannya, pada produk yang diluncurkan hari ini yaitu EB-S200 dan EB-X200 yang merupakan produk yang diharapkan dapat melanjutkan kesuksesan dari seri sebelumnya EB-S100 dan X100 memiliki tingkat kecerahan 2700 lumens. Berarti 2700 lumens ini juga terjadi ditingkat color brightness. Berbeda pada merek lain yang tingkat kecerahannya 2700 lumens ternyata color brightness-nya hanya 750 lumens, atau hanya sepertiga dari white brightness. Untuk membuktikannya, hal ini bisa dilakukan tes disalah satu website yang telah menguji ratusan  model proyektor, yaitu www.colorlightoutput.com.

“Konsumen membeli proyektor itu bukan hanya cahaya putihnya saja tetapi semua warna karena ingin mendapatkan kecerahan warna yang nyata. Dengan teknologi 3LCD kami yakin dapat manarik pasar untuk beralih ke color brightness yang jujur yang dihadirkan semua model proyektor Epson yang ada saat ini,” ujar Husni, di Tanjung Benoa, Bali (5/12).

Dengan market share mencapai 22% di tahun 2013, pihak Epson menargetkan akan tetap menjadi produsen proyektor nomor 1, setelah  Infocus dan Acer, dengan target share 25% di 2014 . Dari penjualan  produk  proyektor ini  kata Husni, sekitar  70%   sedangkan  25%  pembeli  produk ini  berasal dari  instansi  pemerintah dan  perusahaan swasta , sisanya  5% dimanfaatkan  kalangan  rumah tangga untuk  keperluan home theatre.

Epson berhasil memecahkan rekor sebagai merek proyektor nomor satu dunia dalam kurun waktu 12 tahun berturut-turut. Epson tumbuh dari pangsa pasar 22,9% di 2011 hingga menjadi 25,6% di 2012 sebagai pemegang pangsa pasar terbesar.

Data tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dirilis oleh lembaga penelitian pasar proyektor Futuresource Consulting. Penjualan projektor Epson di tahun 2012 terbilang sangat kuat sehingga volume penjualan projektor Epson lebih besar dari volume penjualan gabungan antara merek proyektor yang berada di posisi kedua, ketiga, dan keempat.

Di kesempatan ini juga hadir Kasajima Masami (Presiden Direktur PT Epson Indonesia), Zanipar Siadari (Product Marketing Visual Instrument ), Chris Herman Gunawan (GM Business & Corporate Departemen) dan Nolly Dhanurendra (Marcomm & Public Relations Head).

Epson tidak hanya meluncurkan proyektor EB-S200 dan X200 untuk kebutuhan SOHO dan pendidikan, tetapi juga kebutuhan di segmen bisnis yang membutuhkan fleksibilitas dan kualitas gambar lebih tinggi dengan tingkat kecerahan 4000-7000 lumens, yaitu Epson EB-4000 series, Epson EB-G6000 series dan EB-9 series. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sinema dengan teknologi 3D, ada model Epson EH-TW5200 dan EH-TW8200. •ANDRI

EPSON S200 dan X200, Proyektor Untuk Edukasi dan SOHO

0

PT EPSON Indonesia meluncurkan suksesor proyektor EB-S100 dan X100, yakni EB-S200 dan EB-X200. Kehadiran keduanya diharapkan Epson bisa semakin mengukuhkan perusahaan tersebut sebagai produsen proyektor nomor 1 di dunia.

Ditujukan untuk segmen edukasi dan Small Office Home Office (SOHO), Epson EB-S200 dan EB-X200   mengambil beberapa keunggulan fitur dari seri S100 dan X100, ditambah dengan fitur terkini yang sesuai dengan kebutuhan perangkat presentasi berperforma tinggi dengan harga yang terjangkau.

Dua seri proyektor yang diperkenalkan ini memiliki resolusi 800 x 600 (SVGA) untuk EB-S200, dan 1024 x 768 (XVGA) untuk X200. Epson EB-S200 dan EB-X200 dihadirkan dengan peningkatan kecerahan yang mencapai 2700 lumens dan contras ratio 10.000:1 dimana seri sebelumnya hanya 2600 lumens dengan ratio 3000:1, sehingga gambar yang dihasilkan lebih baik dari seri sebelumnya. Sedangkan lensa zoom yang dipergunakan adalah lensa digital untuk S200 dan lensa Optical 1.2X untuk X200.

Kedua proyektor ini telah dilengkapi dengan USB Direct Display dan memiliki fitur Instant Off or 0 seconds dengan konsumsi daya sebesar 220-240V: 270W saat dalam keadaan lampu menyala dan sekitar 0.4W dalam keadaan Standby/Network mati.

Tidak hanya itu, untuk memproyeksikan gambar terbaiknya, produk yang ber-tagline “Untuk Indonesia” ini didukung teknologi 3LCD (Liquid Crystal Output) yang menggunakan tiga chip untuk memproses warna dasarnya, yaitu merah, hijau, dan biru.

Dengan teknologi 3LCD, tingkat Colour Light Output (CLO) yang terdapat pada proyektor ini sama dengan tingkat White Light Output. Atau bisa dibilang, dengan white brightness sebesar 2700 lumens, maka tingkat colour brightness yang dihasilkan juga 2700 lumens. Ini berbeda dengan kebanyakan proyektor yang ada, dimana colour brightness-nya hanya sepertiga dari white brightness. Artinya, kualitas kecerahan warna yang terdapat pada proyeksi gambar menggunakan proyektor ini sama cerahnya ketika memproyeksikan warna putih.

Fitur menarik lain pada EB-S200 dan EB-X200 adalah sistem koneksi yang dilengkapi dengan HDMI dan dapat mengakomodasi WiFi secara optional. Proyektor sudah terintegarsi dengan speaker, USB display, serta lifetime lampu hingga 5000 jam. Mengoperasikan perangkat ini pun terbilang mudah, apalagi pengaturannya sudah menggunakan bahasa Indonesia.

Epson memberikan masa garansi sampai dengan 3 tahun dengan perpanjangan garansi khusus untuk lampu E-TORL sampai 2 tahun atau 1000 jam pemakaian (mana yang lebih dulu tercapai).

Epson EB-S200 dan X200 akan tersedia di pasaran pada awal tahun 2014, dengan harga Rp. 4.599.000 untuk EB-S200 dan Rp. 5.499.000 untuk X200.  •ANDRI

Paul Walker Serukan Penyelamatan Mentawai di Twitter

0

KEMATIAN pemeran tokoh Brian O’Connor di film Fast and Furious, Paul Walker, akibat kecelakaan mobil yang ditumpanginya, menghebohkan dunia awal Desember ini.  Namun tak banyak yang tahu, sebelum kepergiannya, Walker sempat mendukung kampanye penyelamatan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Pada 30 Januari 2013, Walker yang menyukai Kepulauan Mentawai sebagai tempat berselancar, berkicau di Twitter tentang perusakan biota laut di pulau tersebut. Ia mengajak siapa saja untuk menandatangani petisi online di situs web Change.org agar kegiatan perusakan tersebut dihentikan.

“Help! The beautiful Mentawais Reefs of Indonesia are being DESTROYED in a brutal practice. Please sign to help stop it,” tulis Walker di akun Twitter resminya, @RealPaulWaker.

Para aktivis yang membuat petisi itu mengecam kedatangan kapal-kapal asing ilegal ke Mentawai yang mengebom terumbu karang dan biota laut demi menangkap ikan. Bukan hanya keindahan laut yang terancam, melainkan juga kelangsungan hidup masyarakat lokal.

Pihak Change.org Indonesia mengakui, Walker berperan besar dalam menyelamatkan Kepulauan Mentawai. Sebab setelah petisi tersebar, dalam waktu 24 jam, semua kapal ilegal itu akhirnya pergi. Kicauan Walker dan tulisan di blog pebisnis Richard Branson membantu penyebaran petisi online hingga para target petisi mendapat ribuan e-mail mengenai keadaan Mentawai.

Sejak itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan meminjamkan Kapal Hiu, yang merupakan satu dari delapan kapal perang di Indonesia.  Para aktivis yang fokus menyelamatkan Pulau Mentawai juga menghubungi aparat penegak hukum. Tanpa melakukan kampanye besar, penegak hukum langsung merespons dan berhasil menangkap 2 kapal bom beserta awak kapal dalam waktu tiga hari. •

ANDI BUDIMANSYAH: Dot Id Lebih Bertanggung Jawab dan Dipercaya

0

Salah satu ciri berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tanah air terlihat dari tumbuhnya pengguna internet yang saat ini mencapai 80 juta pengguna. Hal positif dari pertumbuhan ini berdampak pada meningkatnya pengguna domain Indonesia, yaitu .id.

PENGELOLA Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat ada sekitar 103.882 nama domain yang terdaftar pada akhir Desember 2012. Jumlah ini melonjak 62,5% dari jumlah domain .id akhir tahun 2011 sebesar 63.930. Sehingga, disebut-sebut ini sebagai kenaikan tertinggi sepanjang sejarah domain .id.

Menyambut hal ini, sepanjang tahun 2013 banyak hal-hal baru yang dilakukan PANDI. Mulai dari  perpindahan sistem registry dari Single Point Registry System (SPRS) menjadi Shared Registry System (SRS), redelegasi, hingga penambahan nama domain baru. Namun ada hal yang tidak berubah, yakni pengguna domain .id tetap wajib melampirkan identitas diri minimal kartu tanda penduduk (KTP) dengan jelas, bahkan juga dengan surat izin usaha perdagangan (SIUP) atau akta organisasi untuk beberapa domain tertentu. Hal ini diberlakukan untuk menunjukkan tanggung jawab si pengguna domain dalam beraktivitas secara sehat dan baik di internet.

Ketua Umum PANDI, Andi Budimansyah mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan kepengurusan sekarang ini yang bisa dibilang legacy. Dimana hal pertama yang dilakukan merubah PANDI yang dulunya sebagai registry dan registrar, kini memisahkan diri hanya menjadi registry saja. Registrar-nya dijalankan oleh 12 partner yang ditunjuk oleh PANDI, yaitu Rumahweb, Reseller, D-Net, Indoreg, JRI, Nama, BeliDomain, CBN, Domainku, Merekmu, RadNet dan IndosatM2.

Menurut bapak dari tiga orang anak ini, untuk mencapai poin pertama yaitu prerequisite yang dibutuhkan adalah kebijakan-kebijakan mengenai nama domain karena terjadi pengalihan sebuah tangggung jawab PANDI untuk memeriksa dokumen untuk diserahkan kepada registrar. Mulai dari pengurusan nama domain .id, pemeriksaan syarat seperti KTP, SIUPP dan lain sebagainya dilakukan oleh registrar, yang berlaku sejak awal Januari 2013.

“Ini merupakan hal umum yang terjadi di dalam industri domain. Jadi yang dulu kami lakukan belum umum karena semuanya PANDI pegang sendiri. Sekarang, peran PANDI hanya sebagai registry saja. Biar registrar yang melakukan penjualan,” ujar lulusan jurusan Informatika dan Komputer yang mengawali karirnya sebagai programmer di Elnusa YellowPages (Infomedia Nusantara) ini.

Hal lain yang tidak kalah penting dilakukan PANDI di tahun 2013 adalah selesainya proses redelegasi. Dimana terjadi pembaharuan yang tadinya country code Top Level Domain (ccTLD) dikelola oleh Budi Rahardjo dan tim PAU Micro ITB, sekarang tercatat di Internet Assigned Number Authority (IANA) atas nama PANDI dengan Administrative Contact-nya adalah Muhammad Neil El HIlman dan Technical Contact-nya, Aidil Chendramata.

Dengan demikian, PANDI secara legal sudah syah menjadi registry .id. “Selama inikan yang tercatat di IANA adalah PAU Micro ITB dan Bapak Budi Rahardjo. Padahal sejak 2005 secara faktual yang melakukan fungsi tersebut adalah PANDI. Nah, sekarang baik operasional secara defacto maupun dejure yang bertanggung jawab adalah PANDI,” terang pria yang sempat bergabung di kepengurusan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan salah satu pendiri IndoWLI.

Selain itu, PANDI saat ini mulai membuka diri terhadap kebijakan tentang policy development, dimana siapapun boleh memberikan usul berupa proposal tentang pengelolaan nama domain. Proposal yang diajukan akan melalui beberapa proses dan tahapan yang didiskusikan PANDI  bersama Forum Nama Domain (FND).

Salah satu usulan yang berhasil menjadi nama domain adalah proposal yang diajukan oleh Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara dan Gerakan Desa Membangun yang mengajukan domain desa.id. “Domain desa.id dapat dimanfaatkan oleh kawan-kawan di desa untuk menampilkan kearifan dan potensi desanya, baik kepada Indonesia maupun dunia,”semangatnya.

Lebih lanjut, berikut petikan BISKOM dengan penggemar olahraga badminton dan renang ini di tempat kerjanya yang baru saja pindah ke Gedung Oleos 2, Jalan Kebagusan, Jakarta.

Apa kesibukan dan tanggung jawab Anda selaku Ketua Umum PANDI?
Sebagai Ketua Umum saya harus bertanggung jawab secara keseluruhan. Namun kalau melihat tugas utama PANDI sebagai registry, adalah mengatur kebijakan. Kebijakan yang dimaksud disini adalah kebijakan mengenai sebuah domain, misalnya domain .co.id itu untuk siapa, apa saja syarat-syaratnya, siapa saja yang boleh daftar, maupun aturan penulisan namanya.

Selain itu ada yang sifatnya teknis, yaitu sistem pendaftaran nama domain dan Domain Name Server (DNS) untuk menunjukkan lokasi sebuah domain berada. Kemudian hal yang menjadi konsen saya juga adalah menjaga hubungan PANDI dengan registrar dengan baik serta mensosialisasikan penggunaan .id kepada masyarakat internet yang ada di Indonesia.

Sebenarnya bisnis apa yang bisa dikembangkan dari nama domain?
Kalau kita lihat, bisnis domain itu hanya sebagian kecil dari sebuah website yang komponen biayanya pun rendah, hanya sekitar Rp.100 ribuan pertahun. Tapi selain itu ada bisnis lain disampingnya yang bisa hidup, seperti web design yang membuat design dari sebuah website. Pelakunya ini kebanyakan dari industri kreatif generasi muda kita. Selanjutnya, web hosting atau tempat jasa penyewaan tempat di internet. Kemudian belakangan tumbuh lagi bisnis yang namanya search engine optimization (SEO) yang menyiasati mesin pencari seperti Google.

Berapa banyak nama domain .id saat ini dan dari segmen mana peminatnya?
Saat ini ada 11 nama, yaitu .co.id, web.id. sch.id, or.id, go.id, ac.id, net.id mil.id, biz.id, my.id dan desa.id. Yang paling banyak diminati masih .co.id yang mencapai 50% dari domain .id yang ada, dan itu cenderung lebih bertahan dibandingkan lainnya yang setahun bertahan kemudian menghilang.

Bagi pengguna, domain .co.id juga mempunyai kebanggan tersendiri karena bisa dipercaya dibandingkan .com yang siapa saja bisa mengambilnya. Semua orang bisa daftar .com tetapi tidak semua orang bisa daftar di .co.id karena adanya kebijakan yang tadi disebutkan sebelumnya. Image di dunia internet sendiri akan lebih percaya berbisnis dengan domain .co.id karena ada penanggung jawabnya. Bila terjadi penipuan yang dilakukan oleh pemilik domain, PANDI bisa melakukan suspend domain tersebut bahkan bisa dipidanakan.

Sejauh ini bagaimana penggunaan domain .id dibandingkan .com?
Saat ini penggunaan .id kurang lebih sekitar 111 ribuan. Sedangkan orang Indonesia yang menggunakan Global Top Level Domain (gTLD) atau sistem TLD negara lain itu kurang lebih 250 ribu. Kalau melihat hal ini sebenarnya kebutuhan akan domainnya itu ada tetapi kebanyakan memang lebih dari 2 kali lipatnya menggunakan TLD negara lain. Mengapa demikian? Karena .com itu sudah top of mind. Semua orang kalau bicara situs yang terpikir pastinya .com. Bahkan terkadang dibelakang truk atau bis suka ada bercandaan tulisan seperti galau.com. Hal sama juga  terjadi pada produk air mineral, Aqua dan pompa air bermerek Sanyo, misalnya. Orang kalau beli air mineral bilangnya Aqua meskipun yang diminumnya bukan Aqua, begitu pula saat orang menyebut pompa air bilangnya Sanyo. Padahal belum tentu mereknya pompa yang dimaksud adalah Sanyo. Selain itu, penggunaan domain .com lebih mudah, siapa saja boleh menggunakannya.

Lalu, bagaimana pandangan Anda mengenai isu kematian domain .com beberapa waktu lalu?
Saya melihatnya telah terjadi pergeseran dari yang tadinya menggunakan .com secara perlahan mulai tumbuh ccTLD di masing-masing negara. Presentasinya di beberapa negara penggunaan ccTLD bisa mencapai 60% dari total pengggunaan domain. Sedangkan di Indonesia sendiri masih sekitar 34% saja.

Kalau dari PANDI mengharapkan mereka menggunakan .id karena sekali kita menggunakan .id akan menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan. Misalnya, website bank Mandiri.co.id lebih dipercaya dibandingkan menggunakan .com karena siapapun bisa mengambil domain .com. Seperti pernah terjadi pada situs KlikBCA.com yang dipalsukan menjadi KilkBCA dengan modus ingin mendapatkan userID dan password nasabah bila salah mengetik situs BCA tersebut hingga terperangkap pada situs palsunya.

Bagaimana sejauh ini mengenai reaksi masyarakat Indonesia terhadap hal tersebut, apakah domain .id lantas menjadi pilihan utama?
Tentunya sosialisasi ke masyarakat yang terpenting, namun hal ini masih yang tersulit dilakukan. Banyak orang Indonesia yang sebetulnya belum aware terhadap masalah tersebut. Tahunya mereka ingin membuat website sehingga tidak memperdulikan domainnya apapun karena belum tersosialisasi. Sehingga kami harapkan para internet service provider (ISP) atau orang-orang yang berhubungan dengan kepentingan tadi bisa mengarahkan menggunakan domain .id.

Dengan perubahan yang dilakukan PANDI ini, mengapa tetap mempertahankan prasyarat yang dipandang berbelit-belit oleh sebagian orang?
Sebenarnya tidak sulit prasyarat yang kami minta dalam pengajuan domain .id bila orang tersebut berniat baik. PANDI ingin pemilik domain itu terdata sehingga ada pertanggung jawaban bila terjadi masalah hukum. Intinya, kami tidak ingin memfasilitasi orang jahat ataupun para penipu di internet.

Bila terjadi penipuan yang menggunakan domain .id berarti kita kelolosan. Mudah-mudahan selama ini kelolosannya tidak banyak. Jangan lupa, selain kita bicara UU ITE di Indonesia berlaku juga UU yang mengatur mengenai pornografi, perjudian, pencemaran nama baik dan hal lainnya yang diluar internet. Jadi hukum yang berlaku di dunia nyata juga berlaku di dunia maya sehingga bila melakukan hal negatif tersebut bisa diproses secara hukum.

PANDI telah melimpahkan sebagian tanggung jawabnya sehingga hanya berfungsi sebagai registry saja. Apa keuntungan yang akan dirasakan masyarakat dengan perubahan ini?
Sebelumnya, orang kalau butuh domain hanya bisa daftar ke PANDI saja. Padahal PANDI jam kerjanya tidak 24 jam. Hanya dari jam 8 pagi sampai 5 sore sehingga bila ada kebutuhan lain setelah jam kerja tersebut tidak bisa dilayani. Nah, dengan sistem baru ini masyarakat bisa daftar di 12 tempat. Kalau bicara channelnya itu bebas dan lebih besar. Tentunya ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran dan mengurus hal lainnya terkait domain .id dengan registrar-registrar yang telah ditunjuk PANDI. Bahkan ada registrar yang bekerja 24 jam karena mereka bukan hanya menjual domain .id saja tetapi juga web hosting dan lainnya sehingga kapanpun masyarakat ingin mengurus domainnya bisa dilakukan tanpa terbatas waktu.

Setelah domain desa.id resmi tersedia apakah ada pengajuan domain baru lagi?
Pada tanggal 17 Agustus lalu, kami menerima proposal dari CBN yang mengusulkan anything.id. Hal ini sudah diproses dan dirapatkan dalam diskusi FND mengenai anything.id, tetapi sayangnya belum finish hasilnya. Masih ada hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dipertimbangkan lagi yang tentunya akan dibahas pada diskusi FND berikutnya.

Memang kami menengarai banyaknya masyarakat yang menggunakan .com karena lebih singkat. Jadi, misalnya langsung saja Biskom.com. Makanya ada usulan masyarakat untuk lebih pendek sehingga memunculkan anything .id. Jadi nantinya bisa menjadi Biskom.id

Apakah dengan banyaknya jenis domain .id nantinya akan menimbulkan kebingungan untuk menentukan nama domain yang sesuai?
Tentunya tidak, karena ada spesialisasi, seperti desa.id yang khusus diperuntukkan untuk desa. Selama ini desa tidak bisa pakai domain .go.id karena dalam struktur UU kita desa itu tidak dianggap sebagai pemerintah. Desa dalam definisinya hanya kesatuan masyarakat adat sehingga desa tidak berhak menggunakan .go.id.

Belakangan ini banyak terjadi kasus yang memperebutkan nama domain, bagaimana Anda menyikapi hal ini?
Nah, ini termasuk hal yang menjadi perhatian kami. Tahun ini yang kami lakukan juga membentuk lembaga Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). Di dalam PP82 itu merupakan tanggung jawab registry untuk menyelesaikan perselisihan nama domain, makanya lembaga ini akan berada dibawah PANDI langsung.

Saat ini PANDI dalam proses membuat suatu unit kerja PPND yang nantinya akan menyiapkan daftar panelis-panelis yang anggota bisa dari lawyer, pemerintah, maupun praktisi yang mengerti mengenai domain.
Nantinya, bila ada sengketa nama domain yang bersangkutan bisa ke PPND ketimbang ke pengadilan yang memakan biaya lebih besar dan waktu yang panjang. Kalau di PPND harapannya adalah waktunya bisa lebih cepat dan biaya lebih murah. Ada kepastian waktu dan kepastian biaya.

Dari sekian banyak yang sudah dilakukan PANDI sepanjang tahun 2013, apa target PANDI kedepan?
Kalau dari PANDI maunya agar .id itu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan PANDI juga akan terus berusaha menjamin kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan domain .id. Artinya, kita tidak akan pernah punya niat untuk membuka seluas-luasnya tanpa syarat yang akhirnya bisa digunakan untuk hal-hal negatif. Cukup terjadi di seluler, dimana setiap orang, siapapun bisa membeli nomor dan melakukan berbagai penipuan melalui SMS seperti yang banyak terjadi belakangan ini. Hal ini terjadi karena pihak operator tidak melakukan pendataan dengan benar. Sekitar 90% data ponsel prabayar itu datanya salah.

Sebagai tokoh yang dekat dengan kemajuan teknologi, sebagai pribadi, apa sumbangsih yang telah Anda berikan demi kemajuan anak bangsa di bidang TI?
Tidak ada apapun sumbangsih yang saya berikan kepada industri ataupun negeri ini secara pribadi, tetapi selalu bersama kawan kawan. Artinya, tidak ada yang pernah bisa saya lakukan sendirian tanpa kerjasama dengan yang lainnya. Saya selalu mengajak pihak-pihak lain yang juga dalam kepentingan yang sama untuk bersama-sama melakukan sesuatu.

Sama halnya juga di PANDI ini. Tanpa kerjasama dari kawan-kawan pengurus yang lain saya ini bukan siapa-siapa. Saya hanya punya sebuah visi yang disampaikan ke tim visi, kemudian kami bergerak bersama-sama untuk mewujudkan visi tersebut. •ANDRI/M.TAUFIK (foto)

Mikrotik User Meeting 2013 Kembali Digelar

0

Mikrotik 2013

 

M Asnul Bahar Arief, salah satu pembicara dalam MUM 2013JELANG akhir tahun 2013, tepatnya 29-30 November, menjadi waktu yang dipilih untuk kegiatan seminar tahunan para pengguna dan distributor Mikrotik di Indonesia,  Mikrotik User Meeting. Di tahun ini, Mikrotik User Meeting  telah terselenggara untuk keempat kalinya di lima negara yaitu Amerika, Mexico, Brazil, Ecuador dan Indonesia. Di Indonesia, acara ini digelar di Yogyakarta.

Mikrotik User Meeting 2013  diperuntukan bagi pengguna dan juga distributor Mikrotik yang mencakup software dan hardware untuk saling bertukar informasi tentang penggunaan dan konfigurasi yang terdapat di router Mikrotik, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Mikrotik. Acara ini juga diikuti oleh corporate network engineers dan Internet Service Providers.

Asnul-MUM2013-Jogja-1Semua peserta yang ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang Mikrotik diperbolehkan melakukan presentasi kepada user yang lain. Sebaliknya, setiap orang bisa mengajukan pertanyaan kepada pakar yang hadir dan melihat demo menarik mengenai teknologi Mikrotik.

Acara yang juga menjadi ajang pengenalan produk-produk baru dari para distributor-distributor Mikrotik ini juga diikuti oleh beberapa distributor yang mengisi stand di acara tersebut, diantaranya  dari PT Ufoakses, Citraweb Nusa Info Media dan ada juga dua distributor dari luar negeri yakni, dari Australia dan Slovakia.

mikrotik biskom-3Mikrotik User Meeting 2013 diikuti oleh 1384 peserta yang sehari-hari memiliki kegiatan yang berhubungan dengan produk Mikrotik. Peserta bisa bertemu langsung dengan para pembicara diantaranya  M. Asnul Bahar Arief (Technical Director PT Ufoakses), Valens Riyadi (Citraweb), Subiyantoro (Spektrum Indonesia), Herry Dermawan (Belajarmikrotik.com), Rofiq Fauzi (ID-Networkers), Achmad Mardiansyah (Garda Lintas Cakrawala),  Trang Wisesa Wardhani, Andrew Pakpahan (Universitas Advent Indonesia), Nurakhmad Ragil (Dyas Rtwnet),  Bambang Harianto (Reuter.co.id) serta Mike Everest (Duxtel, Australia) dan Jaromir Cihar (Sys Data, Czech Republic).

mikrotik biskom-4Mikrotik sendiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan router dan sistem Internet Service Provider (ISP) nirkabel. Produk hardware unggulan Mikrotik berupa router, switch, antena, dan perangkat pendukung lainnya.

Di tahun ini cukup banyak produk baru yang diperkenalkan kepada para peserta diantaranya Cloud Router Switch CRS125-24G-1S-IN, CRS125-24G-1S-RM, dan CRS125-24G-1S-2HnD-IN.

Mikrotik User Meeting akan kembali digelar pada 17 hingga 21 Februari 2014 mendatang di NH Laguna Palace Hotel, Venice Mestre Italy (http://mum.mikrotik.com/2014/IT/info), dimana pada event tersebut Indonesia akan turut memberikan pengalaman dan sumbangsihnya terhadap perkembangan teknologi Mikrotik dunia. •ARIE

Selebriti Agni Pratistha, Rencanakan Liburan Bersama Gadget Taiwan

0

WOW..! Inilah kata-kata yang terucap untuk mantan Putri Indonesia 2006, Agni Pratistha, yang saat ini terbalut gaun putih, berangkaikan tombol-tombol keyboard yang mengelilingi busana bermotifkan sejumlah 43 logo merek Taiwan Excellence. Untaian kalung dari flashdisk, rancangan desainer muda Glory Wilson dan Catherine Emilia yang digunakan, mampu  menonjolkan kepribadian Agni yang penuh mobilitas, dinamis dan energik, sesuai dengan  sifat rangkaian produk yang dibawa dalam kampanye Taiwan Excellence di tahun ke empat ini.

Sebagai Celebrity Endorse Taiwan Excellence, Agni memang memiliki peran untuk mempopulerkan produk-produk terdepan dari Taiwan Excellence. Taiwan Excellence  merupakan program Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT), Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) Taiwan, dan dilaksanakan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) yang tujuannya ingin memperkenalkan produk Taiwan ke pasaran Indonesia.

Dalam kampanye kali ini yang mengusung tema “Agni Pratistha’s Fabulous Gadget Holiday”, wanita cantik kelahiran Canberra, Australia ini menceritakan kesiapannya dalam mengisi liburannya dengan memanfaatkan gadget dari Taiwan Excellence.

Menurut Agni, dalam melengkapi liburan kali ini gadget dari merek-merek global Taiwan Excellence akan menemaninya agar tetap terhubung dengan orang-orang terdekatnya, baik itu masalah pekerjaan maupun hal lainnya. Salah satu yang tidak ketinggalan, adalah membawa Acer Iconia W3-810 yang merupakan tablet berfungsi ganda, karena dilengkapi keyboard  dan touchscreen.

“Gadget ini, memudahkan saya bersosial media maupun browsing mencari lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bila saya ada ide untuk menulis, bisa memasangkan keyboardnya untuk memudahkan saya mengekspresikan ide-ide ke dalam gadget ini layaknya menggunakan PC,” ungkap Agni (27/11).

Tidak hanya itu, gadget dari Taiwan Excellence juga memudahkannya mengawasi kondisi rumahnya sepanjang liburan, karena terpasangnya IP Camera D-Link DCS-932L di rumahnya.

“Kamera pengawas berbasiskan wireless ini memudahkan saya mengawasi kondisi rumah melalui gadget yang saya pakai. Dimanapun saya berada, selama ada jaringan internet bisa tetap terhubung dengan rumah,” terangnya.

Selain itu, ada beberapa produk lain yang menjadi favoritnya, seperti perangkap nyamuk Inadays yang memilki desain cantik untuk membangun suasana rumah lebih sehat karena terhindar nyamuk. Lalu, Cashido yang merupakan produk inovatif yang mampu menjaga makanan atau buah dan sayur yang dicucinya agar tetap segar dan terhindar dari bakteri berbahaya maupun pestisida yang biasanya masih menempel pada buah ataupun sayur. Tidak ketinggalan, sepeda lipat Strida EVO untuk mendukung hobinya bersepeda.

Manager TAITRA Jakarta, Wayne Lee, memahami kebutuhan akan gadget dalam mendukung liburan tidak hanya untuk mewujudkan mobilitas tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Dukungan gadget Taiwan maupun perangkat lainnya dapat dimaksimalkan untuk menjadikan liburan lebih mudah dan menyenangkan.

“Agni, sebagai celebrity endorser kami, sudah memiliki pemahaman tersebut, oleh karena itu dia tahu bagaimana memanfaatkan sebagian besar waktu liburannya dengan memaksimalkan produktivitasnya dengan menggunakan produk berkualitas dari Taiwan Excellence,” ujar Lee.

Kampanye Taiwan Excellence kali ini diramaikan berbagai produk teknologi informasi, kesehatan, maupun perlengkapan rumah tangga yang meliputi, Acer, Adata, Apacer, Asus, BenQ, BXB, Carnation, Cashido, Chanson, Cooler Master, D-Link, Edimax, FushanKado, IN WIN, JM, Just Power, JustTime, Karma, Kenda, KW-triO, Leadray, Lien Cheng, Merida, MiaCare, MSI, Orange, Pacific Cycles, PX, Shuter, Silicon Power, Strida, Super Guider, SYM, TherMedic, TECO, Tern, Thermaltake, Transcend, Trend Micro dan Ucheer. •ANDRI – TAUFIK (foto)

Cegah Kemacetan, Pemprov DKI Jakarta Kerjasama Dengan Waze

0

APLIKASI berbasis sistem navigasi sosial, Waze, berhasil menggandeng 750 ribu pengguna aktif di seluruh Indonesia. Selain itu, Indonesia juga telah masuk ke daftar 10 besar komunitas pengguna Waze dari 200 negara yang sudah dijangkau aplikasi yang telah diakuisisi oleh Google pada Juni 2013 lalu ini.

Pencapaian-pencapaian tersebut disampaikan oleh Julie Mossler, Head Evangelist Waze, di dalam acara media briefing yang digelar pada Rabu (20/11), di Jakarta. “Waze juga telah bekerjasama dengan beberapa kantor berita internasional agar bisa meningkatkan layanan informasi kepada para penggunanya,” ucap Mossler yang turut didampingi oleh Teknisi Senior Waze, Dror Cohen.

“Waze juga turut membantu memberi informasi penting berkaitan dengan bencana-bencana alam, seperti bencana alam di Filipina yang baru-baru ini terjadi,” paparnya.

Mossler juga mengatakan bahwa Waze telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Rio De Janeiro. “Saat Paus mengunjungi kota tersebut, Waze bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk memberikan informasi soal kondisi jalan yang berada di sekitar acara berlangsung,” jelas Mossler.

Hadir sebagai undangan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, juga turut memberikan dukungan kepada aplikasi Waze. Ia mengatakan bahwa aplikasi ini memiliki fungsi penting sebagai penunjuk jalan di kota Jakarta yang telah dikepung kemacetan.
Basuki juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk menjalin kerjasama dengan Waze. “Seharusnya berbagai fasilitas dari Pemprov DKI berada di dalam satu payung,” ucap Basuki sesaat sebelum meninggalkan acara media briefing. “Dengan adanya aplikasi ini, semuanya bisa terbantu tanpa mengeluarkan biaya.”

Basuki menambahkan, kerjasama yang dijalin Waze sebelumnya dengan pihak pemerintahan kota Rio De Janeiro adalah contoh yang paling baik untuk bisa diterapkan di Indonesia. Bentuk kerjasama tersebut akan sangat membantu pengguna jalan untuk bisa mengetahui kondisi lalu lintas di sekitar mereka.

Waze sendiri merupakan pendamping terpercaya dalam mengemudi untuk digunakan setiap hari di setiap rute jalan. Cukup dengan mengemudikan kendaraan sambil membuka aplikasi Waze di ponsel, maka para pengendara kendaraan bermotor secara otomatis telah berkontribusi pasif pada data real-time (aktual) di peta.

Aplikasi ini juga mampu mengalihkan rute jalan bagi kendaraan lain, jika terjadi kecelakaan atau kemacetan parah di suatu ruas jalan. Para pengendara kendaraan bermotor juga dapat dengan mudah memilih rute yang paling cepat dan navigasi suara di dalam bahasa lokal, termasuk Bahasa Indonesia, dan kemudian mengantar para pengemudi untuk mencapai lokasi tujuan. •

SAMSUNG GALAXY NOTE 3, Pena Pintar Plus Aplikasi Inovatif

0

GALAXY Note 3 baru saja diperkenalkan Samsung untuk melengkapi pilihan konsumen dunia akan sebuah phablet. Keunggulan Galaxy Note 3 adalah dikemasnya berbagai kecanggihan Galaxy Note versi terdahulu, mulai dari penampilan luar hingga kemampuannya.

Jika pada versi dahulu  fisiknya kerap mendapatkan kritik lantaran materinya yang licin, pada Galaxy Note 3 ini Samsung melapisi pinggiran phablet ini dengan  bahan kesat yang mirip logam, sehingga lebih nyaman saat digenggam. Bagian penutup baterai yang terbuat dari plastik juga diberi tekstur halus yang menyerupai bahan dari kulit.

Ukuran layar Galaxy Note 3 adalah 5,7 inci, atau lebih besar ketimbang versi sebelumnya yang berukuran 5,5 inci. Layarnya berteknologi Super AMOLED yang mampu menghasilkan tampilan yang jernih.

Pada Galaxy Note 3, fungsi S Pen Stylus lebih dioptimalkan dibanding Galaxy Note 2. Bahkan hampir semua menu bisa diperintah dengan S Pen, termasuk  tombol Back dan Menu pada bagian bawah layar.

Fitur baru untuk mengoptimalkan S Pen adalah Air Command. Cukup dengan menekan tombol pada S Pen, lima menu utama tampil dalam bentuk setengah lingkaran, yakni Action Memo, Scrapbook, Screen Write, S Finder, dan Pen Window.

Action Memo memungkinkan pengguna menulis dengan tangan pada layar Galaxy Note 3, yang kemudian bisa diubah menjadi teks digital. Sementara Scrapbook memungkinkan pengguna untuk menyusun  konten dan informasi dari berbagai sumber, seperti situs web, YouTube, dan galeri foto dalam satu tempat.

Screen Write merekam dan menangkap gambar secara full screen dari halaman yang sedang dibuka. Jika ingin memberi komentar, tinggal tuliskan semua itu di atas layar dengan S Pen. Kemudian S Finder berguna untuk menyusuri secara ekspansif berbagai konten pada Galaxy Note 3, apa pun jenisnya, dari gambar, video, hingga naskah atau tulisan teks.

Sedangkan Pen Window memungkinkan pengguna membuka beberapa window dalam satu layar. Cukup menggambar bentuk persegi panjang pada layar, akan muncul menu pilihan berbagai aplikasi.

Samsung Galaxy Note 3 yang berjalan dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 800 ini juga dilengkapi dengan kamera bersensor 13 megapiksel. Kameranya ini bisa merekam video hingga resolusi 4K yang kualitasnya dua kali lebih besar daripada resolusi HD.
Yang menarik, Samsung telah menyiapkan aksesori canggih bernama Galaxy Gear, yakni jam tangan andalan Samsung yang diposisikan sebagai teman sejati smartphone Galaxy. Jam tangan unik ini bukan hanya mampu menunjukkan waktu, tapi juga menampilkan email, menjadi handsfree, serta mengambil foto beresolusi 1,9 megapiksel.

Semua kecanggihan phablet yang tersedia dalam pilihan warna hitam, putih dan pink ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp. 8.88 juta. •

KOMISI Rayakan Hari Jadi Kedua

0

Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) makin menunjukkan kiprahnya di dunia pemasaran tanah air. Awalnya hanya berbentuk fan page di Facebook, KOMISI kini beranggotakan ribuan sales dari berbagai wilayah di Indonesia. Dan tak terasa, KOMISI kini telah memasuki usia kedua tahun.

DIBENTUK sejak 11 November 2011 oleh  Dedy Budiman, dan didukung oleh 29 orang praktisi sales,  hari jadi KOMISI kedua yang dirayakan di Grand Ballroom Season City Mall, Jakarta pada hari ini (16/11), dihadiri oleh 2000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

H. Fatahillah, Walikota Jakarta Barat, saat membuka perayaan ini mengatakan kebanggaannya atas berkembangnya komunitas ini. “Saya berharap, wadah ini juga bisa menjadikan Sales sebagai pengusaha nantinya, yang tentunya bisa menumbuhkan perekonomian di Indonesia,” kata Fatahillah.

Isnawa Adji, Asisten Perekonomian & Adm, Sekko Adm Jakarta Barat yang juga hadir dalam acara ini menambahkan, pihak Pemda DKI akan terus menggenjot perbaikan iklim investasi di Jakarta. Semangat ini juga didorong oleh target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen, sehingga keberadaan KOMISI dinilainya sebagai salah satu  langkah positif dalam menggerakan perekonomian.

Hal senada juga dikatakan Soegiharto Santoso, Dewan Pembina Komisi. “KOMISI memiliki banyak program pembimbingan bagi  para Salesman sebagai  upaya untuk meningkatkan skill penjualan mereka. Selain dari itu melalui KOMISI dapat membuka peluang menjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dari berbagi bidang dengan sesama anggota KOMISI,” papar Soegiharto yang menggeluti bisnis teknologi informasi (TI).

Jika di tahun pertama KOMISI mengangkat tema Bangga Jadi Orang Sales Indonesia (Bijis),  maka perayaan ulang tahun kedua ini temanya adalah  Sales Jujur Inovatif Terpercaya Ulet (Jitu). Di tahun ini, target dari KOMISI adalah menjadikan para sales agar bisa lebih Jitu dalam memberikan pelayanan terhadap para konsumennya.

“Kami berharap profesi Sales segera menjadi profesi terbaik bagi masyarakat Indonesia, karena di KOMISI telah banyak yang membuktikan bahwa profesi Sales yang dijalankan dengan sungguh-sungguh bisa membawa kita semua ke puncak kesuksesan,” papar Dedy Budiman.

Acara ini diisi dengan rangkaian acara Sales Talk, dengan nara sumber  para pakar pemasaran, seperti James Gwee  (Indonesia’s Favorite Seminar Speaker & Trainer, Founder Care For The Nation), Thomas Sugiarto (Chairman enTRpreneur$ & Penggagas Program “Mau Bonus Rp.2 Milyar”), dan Dedy Budiman (Champion Sales Trainer). Acara juga diisi  stand up comedy dan networking bersama 2000 sales dari berbagai industri dari seluruh Indonesia, seperti sales mobil, property, furniture, baju, kuliner, hingga TI.

Yang tak kalah menarik adalah talkshow oleh para CEO yang mengawali kariernya sebagai Sales, dengan nara sumber Lisa Kuntjoro (Senior Associate Director – ERA Real Estate) dan Alexander Lunardi (Owner Bintang Motor), dengan moderator Aster Theresia Sitohang (Ketua Badan Pengurus Harian KOMISI).

Pertumbuhan KOMISI saat ini memang terbilang cepat. Saat ini telah tersebar hampir di seluruh Indonesia hingga ke tingkat kabupaten, mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Kendari. Dengan jumlah personil yang hampir mencapai 5000 orang, membuat komunitas ini semakin kokoh posisinya sebagai komunitas sales terbesar di Indonesia.

Target KOMISI di tahun 2014 adalah melaunching cabang-cabangnya di seluruh Indonesia sebanyak 10 cabang dan menambah anggotanya hingga mencapai 10.000 orang.

Dengan menjadi anggota KOMISI akan menambah wawasan  pelaku Sales karena banyak para kampiun di bidang Sales yang tergabung dalam komunitas ini. Diskusi-diskusi yang hangat dan topik yang menarik selalu diketengahkan, baik melalui diskusi atau pertemuan langsung maupun  melalui milis.

Sebelumnya, KOMISI telah mengadakan beberapa acara diskusi yang melibatkan para Sales secara langsung, diantaranya seminar “Improve Your Sales Skill”  di Surabaya, “From Sales With Love” di Jakarta, “Increase Your Sales Skill” di Semarang, dan seminar lainnya yang diselenggarakan bersamaan dengan peresmian chapter-chapter KOMISI di beberapa daerah.

Indra Hadiwidjaja, Ketua panitia HUT KOMISI kedua mengatakan, “Perayaan hari jadi KOMISI ini dapat terselenggara berkat kerjasama para anggota KOMISI yang memiliki dedikasi tinggi untuk kesuksesan bersama dan saya sangat mensyukurinya, karena mereka melakukannya dengan sukarela”

Perayaan hari jadi KOMISI kedua ini didukung oleh BISKOM selaku media partner. • ARIE/TAUFIK (foto)