Home Blog Page 950

CANON PIXMA MX727, Printer Kelas Bisnis

0

 CANON, melalui distributornya di Indonesia, PT Datascrip, kembali meluncurkan dua printer terbaru, Canon PIXMA MX727 dan Canon PIXMA MX927. Kedua ini dirancang untuk bisa menampung hingga 250 lembar kertas, dan dilengkapi dengan fitur Double Front Paper Cassettess yang memungkinkan pengguna untuk tidak perlu repot bolak-balik mengganti kertas secara manual saat ingin mencetak.

PIXMA MX927 dan MX727 menggunakan teknologi Full-photolithography Inkjet Nozzle Engineering (FINE) yang mampu mencetak hingga 9600 x 2400 dpi dengan menggunakan droplets tinta mikroskopis berukuran 1pl. Kedua printer ini dapat mencetak foto berukuran 4 x 6 dalam waktu 21 detik. Waktu pencetakan untuk dokumen hitam putih adalah 15 ipm sedangkan dokumen berwarna adalah 10 ipm.

Selain itu kedua printer ini juga telah hadir dengan fitur Auto Duplex Print yang dapat digunakan untuk mencetak atau memindai dokumen secara bolak balik. Dan khusus PIXMA MX927, pengguna juga dapat langsung mencetak ke beragam jenis piringan digital, seperti CD, Blue-Ray CD, atau DVD melalui fitur Direct Disc Print.

Kualitas cetak kedua printer ini diperkuat oleh teknologi cetak Canon Hybrid System yang memadukan jenis tinta Dye dan Pigment. Dengan mengusung sistem 5 tinta secara individual, Canon PIXMA MX727 dan Canon PIXMA MX927 dapat digunakan untuk mencetak hingga 800 halaman dalam sekali pengisian.

Untuk memudahkan navigasi menu, Canon PIXMA MX927 hadir dengan Dual Function Panel dan layar TFT berukuran 3-inci. Sedangkan MX727 hadir dengan layar lebih kecil berukuran 2.7-inci. Keduanya juga telah dilengkapi WiFi yang didukung teknologi Google Cloud Print. Dengan begitu, pengguna dapat melakukan kegiatan cetak mencetak dari perangkat gadget apapun di mana saja tanpa perlu lagi memerlukan bantuan komputer. Keduanya pun dapat berfungsi sebagai mesin fax yang dibutuhkan dalam sebuah bisnis.

Canon PIXMA MX927 dijual dengan harga Rp. 2.625.000, sedangkan Canon PIXMA MX727 dengan harga Rp.2.225.000. •

Karyawan Ceroboh Ancaman Bagi Data Sensitif

0

Karyawan yang ceroboh bisa membahayakan keamanan data rahasia perusahaan. Karenanya, perusahaan perlu mencari cara untuk melindungi informasi rahasia.

 LEBIH dari setengah responden survei Worldwide Security Products yang dilakukan oleh badan riset IDC terhadap berbagai perusahaan besar dunia pada Februari 2013. Perusahaan yang disurvei melihat hal ini sebagai prioritas 2013 dan ingin mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan demi memastikan perilaku yang bertanggung jawab terkait informasi rahasia.

“Sangatlah penting bagi karyawan, apapun jabatan mereka di perusahaan, untuk memahami bahwa tindakan mereka yang keliru, baik disengaja maupun tidak, bisa sangat mempengaruhi perusahaan,” ujar Kevin Bailey, Research Director, EMEA Software Security Products and Services Policies, IDC. “Perusahaan perlu kebijakan-kebijakan yang mengontrol akses, pergerakan, dan komunikasi data secara aman dan sadar.”

Secara garis besar, memastikan kepatuhan terhadap kebijakan keamanan informasi rahasia perusahaan adalah tugas departemen legal dan layanan keamanan yang secara bersama-sama mengembangkan, mengimplementasikan, dan memonitor kepatuhan terhadap kebijakan tersebut. Namun, meskipun perusahaan sudah membuat kebijakan keamanan yang tepat, selalu ada risiko kehilangan data penting karena kesalahan manusia, baik karena kecerobohan maupun karena kurangnya kesadaran mereka. Secara tidak langsung hal ini didukung oleh data lain dalam survei yang sama: selain menyadari kebutuhan akan kebijakan keamanan informasi, sekitar 36% perusahaan menyatakan kekhawatiran mendalam terkait meningkatnya jumlah klien mobile dan layanan yang sulit terkontrol seperti smartphone, tablet, dan notebook. Sekitar 41% perusahaan yang disurvei mengakui pentingnya mencegah kebocoran data rahasia.

Meskipun pasar tidak akan pernah kekurangan solusi yang memiliki teknologi khusus untuk melindungi informasi rahasia, platform Kaspersky Endpoint Security for Business yang sangat kuat, yang mengelola perlindungan terkoordinasi infrastruktur korporat terhadap malware, menjamin keamanan maksimal bagi informasi sensitif dan efektif mencegah kebocoran data.

Rahasia Tetap Aman

Kebijakan perusahaan untuk melindungi data sensitif seringkali bocor saat karyawan menggunakan perangkat bergerak milik sendiri ketika bekerja. Perangkat bergerak sering menjadi kendaraan untuk membocorkan informasi rahasia perusahaan. Perangkat bergerak juga berpotensi membawa software berbahaya, dan ketika perangkat tersebut memasuki jaringan perusahaan, hasilnya adalah kebocoran data atau bahkan lebih parah lagi.

Kaspersky Endpoint Security for Business mengintegrasikan beberapa teknologi canggih demi melindungi data perusahaan. Pertama, solusi ini menawarkan dua tingkat pengenkripsian file yaitu, File/Folder Level Encryption and Full Disk Encryption. Menggunakan konsol manajemen Kaspersky Security Center, admin jaringan bisa membuat pengaturan umum untuk mengenkripsi file/folder dan drive tertentu berdasarkan standar industri, sehingga data tidak bisa dibaca di luar infrastruktur IT perusahaan. Informasi rahasia yang bocor, baik karena sengaja dibocorkan oleh orang dalam atau secara tidak sengaja, tidak akan bisa dibuka apalagi dibaca.

Perangkat bergerak yang dimiliki karyawan bisa menularkan malware ke jaringan perusahaan, yang akhirnya memungkinkan penjahat cyber mendapatkan akses dari jarak jauh dan mencuri data rahasia. Serangkaian tools Kaspersky Lab secara signifikan mengurangi risiko masuknya malware ke jaringan perusahaan. Tools ini antara lain teknologi seperti Automatic Exploit Prevention, Anti-rootkit dan Dynamic Whitelisting, yang bisa menghadapi ancaman secara efektif, bahkan ancaman yang belum diketahui jenisnya.

Kehilangan Smartphone Bukan Berarti Kehilangan Data

Meningkatnya tren penggunaan perangkat mobile pribadi untuk bekerja sebenarnya bertentangan dengan prinsip menjaga keamanan data penting. Perangkat mobile rentan terinfeksi spyware dan setiap tahun tercatat lusinan kasus dimana data rahasia bocor karena smartphone atau tablet yang penuh dengan rahasia perusahaan hilang atau dicuri. Menghadapi hal ini Kaspersky memperkenalkan Kaspersky Security for Mobile.

Ditawarkan sebagai produk khusus mandiri atau sebagai komponen Kaspersky Endpoint Security for Business, Kaspersky Security for Mobile memiliki daftar panjang berbagai fitur yang memungkinkan integrasi yang cepat, mudah, dan aman antara perangkat bergerak milik karyawan dengan infrastruktur perusahaan. Secara khusus, solusi ini menawarkan kemampuan mengenkripsi data sensitif dan kemampuan memindahkan data dari jarak jauh, meskipun smartphone yang hilang atau dicuri digunakan dengan SIM card baru.

Tidak peduli seberapapun ketatnya kebijakan perusahaan terkait keamanan data sensitif, selalu saja ada kemungkinan bahwa data sensitif akan bocor karena tindakan karyawan. Kaspersky Endpoint Security for Business memiliki teknologi untuk menetralisir atau meminimkan dampak negatif dari kebocoran data sensitif. •

JANTO DJOJO: Kualitas Cross Mobile Berstandar Eropa

0

Belakangan ini jumlah ponsel baik merek global dan lokal  makin berseliweran saja di tanah air. Produk global, seperti Samsung, BlackBerry, LG, Huawei, dan sebagainya, jauh lebih dominan dibandingkan merek lokal di dalam negeri.

 SEJUMLAH vendor merek lokal mengaku punya strategi sendiri untuk menyiasati situasi sulit di tengah gempuran merek-merek ternama. Misalnya, Cross Mobile Phone, yang mulai membenahi kualitas material maupun piranti lunaknya secara berkala, namun tetap mempertahankan harga yang terjangkau.

Dari data International Data Corporation (IDC) disebutkan penjualan ponsel fitur tahun lalu yang tumbuh 15% sudah tembus 55 juta unit. Tahun ini, IDC juga  memprediksi ponsel fitur masih bisa tumbuh hingga 8%. Melihat data ini, Cross pun kemudian banyak memproduksi ponsel-ponsel pintar yang berkualitas dan kaya fitur.

“Kami menjaga kualitas produk. Presentase dari unit yang rusak harus kecil. Saat ini, presentasi unit Cross yang rusak di bawah dua persen Kami melihat kebutuhan pasar, makanya ada ponsel yang dihidupkan dan  dimatikan. Yang terbaik bukan tingginya teknologi tapi mengerti kebutuhan konsumen,” ujar Janto Djojo, Direktur Pemasaran Cross.

Cross Mobile Phone sendiri merupakan sebuah perusahaan elektronik asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2008 di Jakarta. Melalui produk-produk telekomunikasi yang berkualitas, bisa dibilang Cross kini menjadi salah satu merek lokal yang paling diminati konsumen dalam negeri.

Ingin tahu lebih banyak mengenai Cross? Simak wawancara BISKOM dengan Janto Djojo belum lama ini.

Perbedaan apa yang disuguhkan Cross dibanding brand lainnya?
Cross ingin menunjukan bahwa selama ini kamu selalu cermat melihat pasar yang terus tumbuh. Belum ini kami mendapatkan penghargaan sebagai Indonesia Brand Champion Award 2013 yang artinya kami telah memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat. Kelebihan kami lainnya adalah selalu menyajikan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Bahkan berdasarkan data dari IDC, sejak kuartal kedua hingga kuartal keempat di tahun 2012 kemarin, Cross berada di posisi runner up setelah Nokia untuk pengapalan unit ponsel. Data ini adalah sebuah pembuktian penting bagi kami.

Apa saja produk-produk Cross yang telah diluncurkan tahun ini?
Pada Maret lalu kami meluncurkan lima produk Cross yakni Cross A27, A26, A28, CG2, dan C5. Semua produk tersebut sudah dapat ditemukan di pasaran sejak sebelum acara launching.  Sudah menjadi budaya kami, sebelum di rilis, barang-barang harus sudah distribusikan ke pasar terlebih dahulu.

Kemudian di Mei kemarin Cross juga menggulirkan seri A20 dan A25 dengan harga yang terjangkau untuk menunjukkan keseriusan kami menggarap segmen anak muda.

Bagaimana target penjualan yang ingin dicapai Cross tahun ini?
Kami berharap tahun ini penjualan ponsel bisa tumbuh dua kali lipat dari tahun 2012. Tahun lalu, penjualan ponsel Cross juga meningkat dua kali lipat ketimbang tahun 2011. Di tahap awal, kami  sudah mengimpor  masing-masing sebanyak 30 ribu  unit untuk A27 dan A26.  Kami  yakin produk ini langsung bisa terserap pasar dan tandas terjual di semester satu tahun ini.  Selanjutnya, kami akan datangkan lagi dengan jumlah yang sama besar.

 Apa strategi yang dijalankan untuk menggenjot penjualan?
Kami masih menargetkan lebih dari satu juta unit ponsel terjual setiap bulan untuk semua jenis smartphone dan featurephone. Pasar featurephone kami masih didominasi wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur.  Nah, untuk mencapai target dan meningkatkan penjualan,  kami  rajin mengadakan program berhadiah dan juga promosi melalui televisi. Salah satunya menjadi sponsor acara pencarian bakat, yakni Indonesia Idol dan X Factor.  Sedangkan untuk program berhadiah, kami memberi hadiah mobil bagi pembeli yang beruntung. Keduanya sama-sama efektif untuk menggenjot penjualan. Namun, saya kira menjadi sponsor acara di televisi lebih berpengaruh dalam meningkatkan penjualan.

Cross sendiri, lebih memilih melakukan penjualan ritel atau  bundling?
Kami masih mengandalkan penjualan melalui ritel dibandingkan program bundling. Secara mayoritas, lebih dari 50% penjualan Cross didongkrak penjualan ritel. Meski begitu, penjualan secara bundling dengan operator seluler tetap dipertahankan demi mencapai target pertumbuhan penjualan diatas 10% tahun ini. Selain bundling dengan Indosat, kami  juga melakukan kerjasama bundling dengan Telkomsel.

Bagaimana dengan sisi distribusi?
Untuk memenangi pasar, vendor harus mempunyai rantai distribusi yang lebih kuat dari pesaing. Jika memang merek lokal, sudah seharusnya vendor merek lokal menguasai distribusi dari Sabang sampai Merauke. Sementara di sisi merek, aktivasi (brand activation) tidak kalah penting. Masyarakat harus mengenal dulu merek-merek lokal yang ada, misalnya melalui promosi. Terbukti Cross menjadi brand lokal nomor satu di Indonesia. Merek lokal harus menang sebagai tuan rumah.

Mengapa Cross masih mengeluarkan smartphone, padahal sudah banyak yang meluncurkan ponsel fitur?
Meski kami  sudah merambah ponsel pintar,  kami juga  tidak ingin melupakan pasar ponsel fitur yang masih menguasai pasar ponsel domestik.  Kami gencar melansir beragam ponsel terbaru sejak awal tahun, termasuk memperluas jangkauan pasar yang lebih lebar seperti mulai melirik pasar phablet atau ponsel pintar berlayar 5 inci – 8 inci.

Kami juga melengkapi jajaran produk dengan layar sentuh (touchscreen). Produk kami secara khusus menyasar segmen kelas menengah.  Bahkan, hampir 70% produk kami dibeli oleh segmen ini. Memang selama ini orang cenderung melihat merek tertentu daripada kemampuan dan fitur ponsel itu sendiri. Tapi kami terus mengedukasi bahwa produk kami tidak kalah dengan kompetitor,

Cross tampaknya banyak menyasar pengguna dari kalangan muda. Benarkah?
Tahun ini,  kami  targetkan akan melansir rata-rata enam ponsel pintar berbasis Android setiap bulan. Cross sengaja menyasar segmen pemula pemakai ponsel pintar yakni para pelajar atau yang mulai beralih dari ponsel fitur ke ponsel pintar.  Kami yakin pasar ponsel fitur masih tumbuh dimana kebutuhan ponsel sudah ada sejak anak masuk sekolah.

Cross mengusung tagline kualitas standar Eropa, bisa dijelaskan maksudnya?
Setiap ponsel yang kami keluarkan sudah masuk pasar Eropa juga. Saya yakin daya beli masyarakat tahun ini meningkat. Dengan Upah minimum regional meningkat, akan meningkat juga daya beli masyarakat.

Baru-baru ini, Cross juga meluncurkan program “Pagar Hati” apa tujuan dari program ini?
Pagar Hati adalah sebuah gerakan yang mendorong penggunaan smartphone ke arah positif serta membuat pagar mental dalam hati pengguna untuk mengenali dan menghindar penggunaan smartphone kepada aktivitas yang kurang terpuji. Banyaknya kasus negatif yang terjadi disebabkan atas ketidaktahuan yang cukup mengenai etika ber-smartphone dan bagaimana penggunaannya. Ditambah kebanyakan pengguna smartphone  adalah usia remaja yang masih belum mengenal lebih jauh batasan-batasan penggunaan aplikasi di smartphone dan juga dampak yang akan ditimbulkan baik positif ataupun negatif.

Dengan program Pagar Hati ini diharapkan dapat menginformasikan pengguna smartphone  mengenai batasan yang ada agar dapat memagari hati mereka dan menggunakan smartphone mereka secara smart dan wise. Kami sadar bahwa teknologi tidak dapat dibendung. Karenanya kami berusaha mendampingi masyarakat dalam menikmati perkembangan teknologi smartphone yang kami hadirkan dengan tetap memagari hati mereka. •DJUANDA

Bersiap Dengan E-Money

0

 AKIBAT dari kemajuan teknologi informasi (TI), dunia perbankan kini mengalami berkembangan terbaru. Transaksi melalui kantor-kantor cabang secara konvensional atau melalui anjungan tunai mandiri (ATM) telah dianggap kuno, karena kehadiran cara baru dengan cara electronic money atau e-money.

E-money adalah suatu alat pembayaran elektronik, di mana nilai uang yang digunakan dalam transaksi tersimpan dalam media elektronik. E-money dikemas dalam beragam bentuk, bisa berupa chip (chip based) yang ditanam dalam sebuah kartu atau stiker, bisa pula berupa server based atau virtual based.

E-money memberikan berbagai kemudahan dibanding uang tunai dan alat pembayaran nontunai lainnya. Selain lebih cepat, penggunaan e-money relatif lebih nyaman karena nasabah tak perlu mengeluarkan uang pas atau menerima kembalian.

Kelebihan lain e-money adalah waktu transaksi jauh lebih singkat dibandingkan kartu debit, kartu kredit, atau ATM. Soalnya, pemakaian e-money tak memerlukan otorisasi online, tanda tangan, atau memasukkan kode PIN. Lewat transaksi offline tersebut, biaya dapat dikurangi.

Kendati demikian, penerapan e-money ini menimbulkan kekhawatiran baru,diantaranya kesiapan masyarakat. Di Indonesia saat ini masih terdapat sekitar 40 juta orang online casinos yang belum bisa mengakses perbankan (bankable). Jika e-money bisa menjangkau mereka, tentu financial inclusion bisa tercapai. Penggunaan e-money pada masa mendatang juga berpotensi menggeser peran uang tunai dalam transaksi pembayaran yang bersifat ritel.

Sejumlah kalangan juga telah mengantisipasi jika e-money yang diterapkan operator seluler, maka bisa menjadi ancaman bagi perbankan karena e-money ternyata telah menggiring industri perbankan dan industri seluler ke dalam satu ceruk bisnis yang sama, yakni transaksi pembayaran.

Saat ini saja, para operator telekomunikasi kian gencar menawarkan e-money dengan model server based, yang memungkinkan pengguna telepon seluler bisa melakukan transaksi pembayaran lewat pulsa seluler di geragerai yang sudah menjalin kerja sama dengan operator seluler.

Masalah-masalah lain dari penyelanggaraan e-money juga tidak bisa diabaikan begitu saja, seperti pengawasan terhadap lembaga penerbit, penyelenggara kliring, settlement, dan pengelolaan risiko dan juga faktor keamanan.

Semua teknologi yang baru saja disosialisasikan kepada masyarakat memang selalu mengandung resiko. Sejalan waktu, tentunya segala resiko akan semakin bisa diminimalisasikan. Juni ini, e-money mulai diterapkan secara luas, semoga bisa berjalan dengan baik di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang belum stabil. •

TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2013

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Betti S. Alisjahbana (Terima kasih kepada  AOSI yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2013 diantaranya:

• COVER STORY: Betti S. Alisjahbana, Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), “Open Source Bangun Mental Berinovasi”

• HEADLINE:
–    E-Money, Antara Manfaat dan Resiko
–    Sudah Amankah E-Money?
–    Bentuk E-Money Bisa Bermacam-Macam

• FIGURE:
–    Janto Djojo, Direktur Pemasaran Cross: Kualitas Cross Mobile Berstandar Eropa
–    Marina Budiman, Presiden Direktur, PT DCI Indonesia: Data Center Berkelas Dunia Telah Hadir
–    Judi Achmadi, Presiden Direktur PT Telkomsigma: Telkomsigma Perkuat Cloud

• FOCUS:
–    Juni, E-Ticketing Diberlakukan
–    Karyawan Ceroboh Ancaman Bagi Data Sensitif
–    PC, Netbook & Tablet, Mana Yang Bakal Punah?
–    Jejaring Sosial: ‘Taman Bermain’ Paling Berbahaya Bagi Anak-anak
–    Bagaimana Pengaruh Broadband Kini dan Ke Depan?

• REVIEW & CELLULAR:
–    Dell Latitude 6430u
–    Gigabyte Brix
–    Canon Pixma MX727
–    LG Optimus GJ
–    HP SlateBook x2
–    Samsung Ultrabook Series 5
–    Microsoft Xbox One
–    Dell Project Ophelia
–    Sony Xperia SP
–    Sony VAIO Fit
–    Lenovo M490s

• SNAP:
–    Batan Rilis Peta Radiasi dan Radioaktif
–    XL Lakukan Modernisasi Jaringan
–    Huawei Tawarkan LTE-TDD Untuk Indonesia
–    BYOD Dipengaruhi Teknologi Mobile dan Cloud
–    ICS Masuki Tahun Kesepuluh
–    Terracota BigMemory 4.0 Solusi Big Data Berkecepatan Tinggi
–    Taiwan Excellence 2013 Jangkau Surabaya dan Bali
–    Optima Resmi Distribusikan Produk Nimble Storage di Indonesia
–    Taiwan Excellence Dimeriahkan Industri Mesin

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

Taiwan Excellence 2013 Jangkau Surabaya dan Bali

0

KAMPANYE Taiwan Excellence terus berlanjut. Memasuki tahun keempat, program yang dikelola Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT), Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) Taiwan, dan dilaksanakan oleh Taiwan Externel Trade Development Council (TAITRA) ini kembali menambah jumlah brand yang diperkenalkannya ke pasar Indonesia.

Awalnya 19 brand yang didominasi oleh produk-produk  teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bergabung pada tahun 2010, kini meningkat menjadi 42 brand yang meluas cakupannya hingga ke peralatan rumah tangga, kesehatan, olahraga dan rekreasi. Brand-brand tersebut diantaranya  Acer, Asus, D-Link, Merida, Ben-Q, Trend Micro, MSI, Gigabyte, Transcend, Teco, TherMedic, Apacer dan SYM.

Dikatakan Executive Vice President TAITRA, Walter Yeh, “Kami melihat pertumbuhan yang luar biasa terhadap brand peralatan rumah tangga yang tumbuh 4 kali lipat di tahun 2012 dan TIK pertumbuhannya 1,4 kali sejak 2010 hingga 2012,” ujar Walter, di Jakarta (13/6).

Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO), Andrew Y.L Hsia menambahkan, tidak terfokus pada 42 produk consumer, di tahun ini juga telah bergabung sekitar 20 kategori machinery dan tools yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau pabrik. Di tahun ini juga, Taiwan Excellence memperluas jangkauannya tidak lagi terfokus di Jakarta tetapi mulai masuk ke Surabaya dan Bali, serta tahun depan ke wilayah Sumatera.

Di kesempatan ini, TAITRA juga memperkenalkan program terbarunya, Taiwan Excellence Cares, yang merupakan bentuk kepedulian untuk mendonasikan uang dan produk-produk Taiwan Excellence kepada organisasi amal tertentu. Program amal ini mengajak masyarakat Indonesia untuk beramal dengan cara login di www.TaiwanExcellenceCare.com, dan secara otomatis mereka menyumbangkan US$ 1. “Diharapkan kami dapat menyumbangkan US$ 40.000 dari program ini,” terang Walter.

Bagi mereka yang sudah login, juga dapat mengajak orang lain bergabung untuk mendapatkan poin amal pribadi. Nantinya, akan dipilih 20 peserta terbaik yang berhasil mengajak orang lain bergabung dan mengajukan sebuah rencana amal, yang kemudian akan dipilih oleh masyarakat secara online. Peserta tiga besar dari empat negara tujuan Taiwan Excellence (China, Indonesia, Vietnam dan India) akan mendapatkan produk-produk Taiwan Excellence senilai US$ 120.000 dan perjalanan gratis ke Taiwan.

Sementara itu, agenda pameran Taiwan Excellence tahun ini meliputi, Summarecon Mall Serpong pada 14-16 Juni, Discovery Mall di Bali pada Agustus, Central Park Jakarta pada bulan September, Grand City Surabaya pada bulan Oktober, dan Indocomtech Jakarta pada bulan November. Beragam brand yang berpartisipasi tersebut dapat juga ditemukan di toko-toko Mall Mangga Dua, Ambassador Mall, Rimo IT Bali dan Kuningan City, Jakarta. •

 

 

LG OPTIMUS GJ, Smartphone Android Tahan Air

0

 LG mengikuti kebutuhan pasar akan perangkat pintar yang tahan air dan debu dengan meluncurkan ponsel tangguh bernama Optimus GJ. Secara keseluruhan, Optimus GJ tampak seperti keluarga seri G lainnya. Perbedaan hanya terlihat dari segi dimensi dan kemampuan Optimus GJ dalam bertahan di air dan debu. Optimus GJ terlihat lebih besar dibandingkan Optimus G. Optimus GJ memiliki dimensi 136,9 x 68,9 x 9,9 mm. Sedangkan Optimus G memiliki ukuran 131,9 x 68,9 x 8,5mm.

Dikutip dari Engadget (25/5), Optimus GJ juga sudah hadir dengan standar IPX7. Dengan standar ini, smartphone tersebut dapat bertahan hidup di air pada kedalaman 1 meter selama 30 menit. Selain itu, GJ memiliki sertifikat IPX5 untuk urusan perlindungan dari debu.

Dari segi spesifikasi, ia tidak memiliki perbedaan dengan Optimus G. Produk dilengkapi  dengan layar LCD berukuran 4,7 inci resolusi 768 x 1280 piksel, prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Pro APQ8064 1,5GHz quad-core, dan RAM 2 Gb.

LG melengkapi smartphone ini dengan sensor gambar 13 megapiksel di bagian belakangnya dan 1,3 megapiksel di bagian depan.

Media penyimpanan internal berkapasitas 16 Gb. Sistem operasi yang digunakan adalah Android 4.1.2 Jelly Bean. Untuk urusan baterai, Optimus GJ memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan Optimus G, yaitu 2.280mAh berbanding 2.100mAh.

Saat ini, LG Optimus GJ baru dipasarkan di Taiwan dengan harga sekitar US$ 600 atau sekitar Rp. 5,8 juta. Jadwal kehadirannya d Indonesia sejauh ini belum diketahui. •

DELL LATITUDE 6430U, Ultrabook Tangguh

0

 DELL tampaknya menaruh perhatian lebih terhadap dunia bisnis dan korporat. Buktinya, sangat banyak produk yang dikeluarkan perusahaan asal Amerika Serikat itu yang ditujukan bagi kalangan bisnis. Ultrabook terbaru Dell, Latitude 6430u, juga dipersembahkan bagi para pebisnis.

Latitude 6430u memiliki berat sekitar 1,8 kg dan  berukuran 13,3 x 9 x 0,82 inci. Tergolong lebih berat dan cukup tebal jika dibandingkan ultrabook pada umumnya.  Dell Latitude 6430u dilengkapi layar beresolusi 1366 x 768 pixel dengan grafis Intel HD 4000.

Ultrabook berukuran layar 14 inci ini berjalan dengan sistem operasi Windows 8, dan diperkuat dengan prosesor 1.8 GHz Intel Core i5-34270U. Kinerjanya semakin prima berkat kombinasi  memori sebesar 8 Gb RAM dan Solid State Drive (SSD) sebesar 128 Gb. Terdapat port USB 3.0, Gigabit Ethernet dan slot SD card, USB 3.0/eSATA dan HDMI untuk pilihan koneksi.

Latitude 6430u tampil elegan. Seluruh permukaannya dibalut materi matte soft-touch hitam yaang tidak meninggalkan jejak sidik jari.  Ketangguhannya makin tampak karena Dell merancang  ultrabook ini dengan sudut-sudut yang  dibungkus oleh magnesium alloy untuk melindungi tetesan air yang tidak disengaja.

Sejumlah fitur yang dibutuhakan pebisnis tak lupa dilengkapi pada Latitude 6430u. Untuk mendukung keamanan data bagi pebisnis, pengguna diberikan remote akses untuk memantau kondisi baterai, melakukan update sistem atau menghapus hard drive. File penting juga dapat simpan melalui Dell Data Protection/Encryption. Juga, terdapat Trusted Platform Module untuk membuat tingkatan otentikasi keamanan untuk mengontrol akses ke hard drive.

Dell juga membekali utrabook ini dengan fitur Backup dan Recovery untuk membuat backup file penting ketika mengalami crash pada sistem. Jika tak puas, pengguna dimungkinkan menambah  pembaca sidik jari (finger print) untuk mendapatkan jaminan keamanan dengan membayar US$ 7.50 atau sekira Rp. 72 ribuan.

Dengan desain yang menarik dan kinerja yang handal, Dell Latitude 6430u dibanderol seharga US$ 1.278 atau sekira Rp. 12 jutaan. Kalau harga ini dirasa terlalu mahal, Dell juga menyediakan opsi Latitude 6430u untuk lini bisnis kecil yang diperkuat dengan Intel Core i3-31217U 1.8 GHz dan memiliki memori seluas 4Gb RAM, 64 Gb SSD dan Intel HD 4000 grafis seharga US$ 899 atau sekitar Rp. 8 jutaan.

FTTH + WiFi: Dua Kekuatan Untuk Solusi Mobile Broadband

0

 MUNCULNYA berbagai macam smartphone diyakini oleh semua stakeholder atau ekosistem yang terlibat baik itu user, operator, regulator, vendor dan konten provider akan mempengaruhi terhadap kebutuhan akan bandwidth yang sangat besar (hungry bandwidth). Hal tersebut ditambah dengan semakin banyaknya user dan inovasi yang ditawarkan oleh pabrikan ponsel yang  semakin cepat dan menarik. Namun dampaknya,  umur teknologi juga akan semakin pendek.

Semakin murahnya smartphone dari berbagai vendor seperti Ipad, Iphone dari Apple, Samsung Galaxy (Samsung) dan Blackberry, membuat  penetrasi mobile broadband semakin cepat.  Dengan dukungan dari operator yang menyediakan layanan 3G atau 4G (LTE) dan layanan WiFi, pemanfaatan smartphone pun menjadi sangat menarik dan fantastis.

Radio Interface pada Smartphone

Nikmatnya menggunakan smartphone adalah karena aplikasi yang ditanam  semakin beragam, baik itu untuk game, Facebook, Line dan aplikasi yang atraktif lainnya. Selain itu, umumnya smartphone dilengkapi dengan radio interface teknologi mutakhir seperti 4G (LTE) dan 802.11 a/b/g/n/ac atau biasa disebut WiFi. Kedua teknologi di atas mampu untuk mendelver data di atas 100 MBps hingga 1 Gbps.
Dengan adanya Radio Interface diatas, pengguna semakin dimanjakan untuk berinternet dengan kecepatan tinggi. Bila di CPE pengguna sudah tidak terdapat isu, maka sekarang yang menjadi isu adalah terkait dengan backhaul  di sisi operator sehingga menjamin kecepatan di pelanggan sangat cepat.

Keuntungan WiFi

Seperti uraian di atas bahwa di terminal pelanggan (smarphone) telah disediakan WiFi dan LTE. Namun demikian WiFi dirasakan mempunyai kelebihan bila dibanding dengan LTE. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah:

–    Frekuensi
Seperti diketahui bahwa WiFi menggunakan frekuensi Unlicense atau ISM (Industrial Scientific and Medical) sehingga tidak dibutuhkan biaya  dari operator untuk membeli atau membayar frekuensi kepada regulator dalam hal ini pemerintah. Setiap institusi atau perorangan dapat memasang AP (Access Point) di rumahnya.

–    Bandwitdh Lebar
Keunggulan lain dari WiFi walaupun free frekuensinya adalah channel atau bandwidth yang tersedia cukup besar bahkan dapat dikatakan sangat besar. Terdapat 20 MHz atau 40 MHz per channel sehingga mampu untuk mendeliver layanan 100-300 MBps. Bahkan untuk standar yang baru 802.11ac dapat memanfaatkan channel 80 dan 160 MHz. Bandingkan dengan operator seluler saat ini yang hanya memiliki 10 MHz.

–    Kecepatan Data (data rate)
Dengan tersedianya pilihan channel bandwidth seperti uraian di atas (20, 40, 80 atau 160 MHz) dan dengan pilihan standar yang semakin berkembang 802.11 a/b/g/n/ac maka kecepatan datanya bisa mencapai online casino 54 Mbps, 100 Mbps, 300 Mbps atau 1,7 Gbps.  Bayangkan bila dibandingkan dengan teknologi 3G yang berbasis seluler saat ini, hanya mampu mengirim data hingga 2 Mbps atau LTE yang sekitar 100 MBps tergantung dari channelnya. Khusus di Indonesia LTE ini belum diatur dan untuk mendapatkan channel sampai 20 MHz sangat sulit dan kompensasi biaya yang sangat mahal.

–    Perangkat Murah
Saat ini telah banyak kalangan perumahan, kafe, sekolah, kampus, kos, apartemen dan hotel kecil meggunakan WiFi. Hal tersebut dikarenakan harga AP yang murah (di bawah 1 juta rupiah).
Simpel dan mudah dikonfigurasi

Karena mudah dan simpel atau sederhana maka WiFi sangat cepat untuk dipasang. Hanya butuh beberapa menit saja untuk melakukan instalasi AP. Selain itu barangnya juga ringan (handheld) sehingga mudah dibawa ke  mana-mana. Bandingkan dengan perangkat radio lain seperti BTS CDMA, GSM atau radio IP yang perlu instalatur khusus yang memiliki keahlian khusus.

–    Sudah Tersedia di Handheld 
Dapat dikatakan handheld atau CPE yang ada di pelanggan seperti smartphone, notebook atau ipad telah menyediakan interface WiFi di dalamnya. Dengan demikian user tidak perlu menyediakan modem lagi untuk memanfaatkan jaringan WiFi. Bandingkan dengan teknologi lain seperti 3G atau WiMax, pengguna harus membeli atau menambahkan modem 3G atau WiMax sehingga perlu effort baru untuk menikmati keduanya.

Kekuatan Fiber Optik

Dengan terjadinya fenomena di atas (tren yang mengarah ke mobile broadband), maka dibutuhkan media akses atau backhaul yang handal dan cepat. Meskipun di akhir CPE pengguna menggunakan media wireless, namun tetap untuk solusi backhaulnya harus menggunakan media wireline. Bila dibandingkan dengan teknologi tembaga atau coax, maka FTTH (Fiber to the Home) atau media fiber optik memiliki beberapa keunggulan.

Beberapa keunggulan fiber optik adalah sebagai berikut:
–    Harga Fiber Optic (CAPEX) yang semakin murah karena tercapainya skala ekonomi, perkembangan di pabrikasi fiber optic (baik dari cara memproduksi yang lebih murah maupun value chain yang semakin baik untuk terjadi murahnya jaringan fiber optic.
–    Menurunnya biaya OPEX, dengan ditemukannya moda operasi yang bersifat efisien dan semakin praktis.
–    Kemampuan fiber optik yang mampu mengirim data yang sangat cepat (sekarang sampai 2,5 Gbps) dan terus berkembang hingga 10 Gbps.
–    Kabelnya yang kecil sehingga tidak memerlukan tray kabel yang besar. Cocok untuk aplikasi HRB (High Rise Building).

FTTH WiFi

Dengan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing teknologi di atas, maka bila digabungkan akan menjadi infrastruktur yang sangat menguntungkan baik dilihat dari sisi user, content provider maupun operator. User akan dimanjakan dengan semakin cepatnya layanan, sedangkan operator diuntungkan dengan semakin rendahnya biaya yang harus dikeluarkan baik untuk CAPEX maupun OPEXnya. Content provider semakin dahsyat karena pengguna puas dan cepat menikmati konten tersebut.  •GUNADI DWI HANTORO (Pemerhati teknologi informasi dan Manager War Room PT Telkom Indonesia)

Sylvia W. Sumarlin: Cyber Defence Pertahankan Kedaulatan Negara

9

Mulai bergesernya gaya hidup masyarakat dari yang konvensional menuju ke online telah merubah perilaku dan budaya masyarakat. Pemanfaatan teknologi Informasi (TI) telah menjadi faktor pendorong bagi perubahan berbagai layanan yang ada di pemerintahan maupun di masyarakat. Di sisi lain, pergeseran ini juga mempengaruhi potensi ancaman cyber yang dari waktu ke waktu menjadi semakin serius.

 MENINGKATNYA ancaman cyber akhir-akhir ini membuat Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai merumuskan yang namanya cyber defence sebagai kajian dari strategi pertahanan negara baik dalam mencegah, menangkal maupun mengatasi ancaman yang bersifat massive dan critical infrastructure di ranah cyber serta menyentuh batasan kedaulatan negara.

Tidak sendirian, Kemhan juga melibatkan kalangan masyarakat TI seperti Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) untuk mempersiapkan segala sumber daya bangsa untuk mengantisipasi seluruh potensi ancaman yang terjadi.

Dikatakan Ketua Umum FTII, Sylvia W. Sumarlin, kemampuan untuk melakukan pengamanan serangan cyber itu tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus bekerjasama dengan semua komponen terkait, baik pemerintahan maupun non pemerintah. “Saya rasa tepat apa yang dilakukan Kemhan dengan melibatkan FTII. Karena kami memang mempunyai ahli dan pakarnya di bidang TI yang dapat mendukung perumusan strategi pertahanan serangan cyber yang sifatnya dinamis,” ujar wanita kelahiran 19 November 1963 ini.

Meski demikian, sejak ditunjuk sebagai Ketua FTII tahun lalu, memang belum tampak serangan serius terhadap kedaulatan Indonesia melalui dunia maya. Upaya serangan yang terjadi selama ini pun belum bisa dikategorikan sebagai ancaman pertahanan negara. Namun bila melihat negara lain, tambah Sylvia, seperti Amerika yang merupakan negara maju saja sudah bisa kebobolan, tentunya Indonesia perlu mewaspadai hal ini dengan serius, jangan sampai kedaulatan negara dimasuki pihak luar.

“Saya rasa memang sudah tepat bagi kita mengawali atau memulai inisiatif cyber defence ini. Karena, manakala serangan menuju kesana terjadi maka kewenangan pemerintah yang ada saat ini tidak akan mencukupi lagi dalam menanggulangi eskalasi skala yang sudah massive nantinya,” jelas lulusan Syracuse University, New York Amerika, yang kini disibukkan juga mengelola perusahaannya yang bernaung di bawah bendera PT. Xirka Silicon Technology dan PT Core Mediatech.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cyber defence yang sedang dirumuskan oleh Kemhan, berikut petikan wawancara Majalah BISKOM dengan Sylvia yang sangat tekun menggeluti dunia TI hingga dipercaya menjadi pengurus di berbagai organisasi TI, baik luar maupun dalam negeri. Bahkan penggemar dancing ini sempat mengikuti pendidikan di Sans Institute mengambil jurusan Hacker Techniques, Exploited & Incident Handling serta Computer Forensics Investigation untuk memahami karakteristik serangan-serangan cyber.

 Apa saja tugas-tugas Anda sebagai Ketua FTII?
FTII merupakan suatu wadah untuk para asosiasi-asosiasi yang bergerak di bidang TI  yang mempunyai tiga kegiatan utama. Pertama, tentunya untuk pengembangan industri TI dan itu yang terkait dengan regulasi. Kedua, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketiga adalah kerjasama di bidang multinasional.

Artinya FTII ingin meningkatkan kualitas dari orang-orang di asosiasi TI ini agar setara dengan yang di internasional. Jadi tugas saya adalah menjalankan ketiga hal tersebut, artinya saya harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah.

FTII harus siap mendukung Kementerian Perindustrian, Kementerian Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Kementerian Pertahanan dalam hal regulasi. Karena biasanya, regulasi lebih terlambat dari teknologi itu sendiri. Jadi kami berusaha agar menjadi balance. Karenanya kami berusaha mengadakan training-training yang terjangkau di bidang TI dan komunikasi yang harus terus dijalankan. Sementara itu kerjasama internasionalnya harus tetap jalan, dimana kami di luar negeri menjadi advokasi untuk membawa agenda Indonesia ke dunia internasional.

Bulan lalu FTII, AOSI dan Kemhan menggelar kompetisi cyber defence. Apa tujuan dari kompetisi tersebut?
Kompetisi yang diikuti oleh 20 tim yang beranggotakan 5 orang setiap timmnya ini berasal dari Kemhan, TNI dan beberapa komunitas TI yang bertujuan untuk mencari potensi SDM nasional yang memiliki keahlian di bidang cyber. Dengan kompetisi ini, kami ingin mengenali dan mengetahui sampai seberapa dalam keahlian komunitas ini di bidang cyber defence. Hasilnya, ternyata orang Indonesia lebih banyak ke penetrasi atau hacking, padahal kompetisinya di bidang defence. Jadi dari sisi defence masih lemah dan ini menjadi tugas FTII untuk meningkatkan SDM di bidang defence.

Apa saja yang sudah disiapkan FTII dan Kemhan dalam mewujudkan cyber defence?
Di dalam proses mempersiapkan cyber defence, Kemhan perlu tahu bahwa pada saat dibutuhkan harus ada Cyber Army. Dimana negara-negara lain juga sudah memiliki cyber army, seperti Iran yang diam-diam cyber army-nya sudah 60 ribu orang dan China sebanyak 200 ribu orang.

Di negara kita belum ada cyber army, padahal ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai serangan. Misalkan, Indonesia saat ini kan mempunyai banyak critical infrastructure yang harus dijaga seperti telekomunikasi, listrik ataupun transportasi. Bagaimana jika suatu hari tiba-tiba seluruh tower pesawat terbang kita dimasukan virus kiriman dari luar? Pada saat itu tentunya bingung kalau kita tidak memiliki cyber army, karena siapa yang harus menutup lubang keamanannya atau menyerang balik kepada pengirim? Tidak ada, belum ada orang-orang seperti itu di negara kita. Oleh sebab itu, Kemhan ingin dibantu untuk dipersiapkan segala infrastrukturnya, termasuk SDM-nya untuk mengatasi hal-hal tersebut.

Di dalam FTII telah dipilih 12 orang oleh Kemhan untuk menjadi nara sumber di keahlian masing-masing. Misalkan Pak Menteri bertanya tentang alat-alat keamanan cyber itu seperti apa, maka kami merekomendasikannya untuk bicara kepada Komunitas Keamanan Internet (KKI). Bila bicara infrastruktur jaringan, maka ke Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Oleh sebab itu dari Kemhan ada orang-orang tertentu yang ditunjuk agar komunikasinya berjalan baik sesuai dengan bidang dan ahli yang diperlukan karena ke 12 oarng tersebut harus berkomitmen membantu Kemhan full 24 jam.

Apa saja yang diperlukan untuk membangun cyber defence ini?
Dalam hal ini perlu dibangun 3 divisi, yaitu divisi penetrasi untuk melakukan penyerangan yang biasanya latar belakangnya ada hacker. Kedua, divisi pertahanan yang bertugas melakukan pengamanan terhadap server dan ketiga, divisi forensik yang bila pertahanan kebobolan maka forensic ini bertugas mengembalikan dan merapikan file-file yang sudah diacak-acak penyerang.

Biasanya forensik ke arah recovery. Ketiga divisi ini sifatnya esential, menjadi satu kesatuan yang tugasnya bisa disebut sebagai prajurit cyber. Tetapi divisi ini tidak mungkin terjadi bila tanpa ada dua divisi lain yaitu, divisi pelatihan dan divisi audit cyber. Nah tugas dari audit cyber ini melakukan penetrasi tes jaringan sendiri untuk mengingatkan atau meningkatkan kewaspadaan prajurit cyber tersebut.

Berkaitan dengan kedaulatan, apakah sudah ditentukan batas-batas kedaulatan cyber negara kita?
Belum ditentukan. Rencananya akan dibicarakan tahun ini pada bulan Oktober di forum yang namanya Internet Government Forum (IGF). Karena cyber itu kan membingungkan ukurannya dimana, karena itu FTII akan membantu Indonesia di IGF untuk memproklamirkan bahwa Indonesia itu juga concern terhadap kedaulatan di dalam dunia cyber.

Salah satu pembicaraannya akan membahas dimana batasan kedaulatan itu. Nanti ukuran batasan bisa dari penamaan domain, IP yang diberikan ke negara atau batasannya adalah server terluar yang diakses dan dihuni oleh .id, misalkan ada server di China tapi housing adalah .id maka itu merupakan milik Indonesia. Ibaratnya kita pun mempunyai kedutaan di luar negeri. Jadi ini harus diproteksi oleh hukum di Indonesia. Hal seperti itu lah yang akan dibicarakan oleh FTII.

Bagaimana dengan regulasi terkait cyber defence ini?
Sekarang ini masih progress, diharapkan akhir tahun ini selesai. Nah, payung hukumnya itu kalau di Kemhan sedang digodok oleh Dirjen Potensial Pertahanan. Oleh sebab itu, kalau dari FTII sendiri belum bisa mengatakan apakah cyber army itu sudah mulai beroperasi atau belum karena regulasinya belum ada dan itu keputusannya Kemhan mau dilaksanakan atau tidak.

Kami hanya membantu proses sampai akhirnya itu terjadi. Jadi training-training, workshop, studi banding atau mengadakan Focus Discusion Group (FDG) akan tetap berjalan dengan FTII dan Kemhan.

 Apakah tidak telat baru membangun cyber defence saat ini?
Tentunya tidak karena kebetulan critical infrastructure kita belum sepenuhnya tergantung pada TI. Jadi kalau dibilang telat, tidak juga, karena kita mulai berbarengan pada saat ini.

Kalau Anda melihat, sudah sekritis apa keamanan cyber defence saat ini?
Dibilang kritikal itu belum, tetapi dibilang menggangu ya sangat mengganggu sekali. Kalau berdasarkan data ID-SIRTII disebutkan perharinya ada 200 ribu serangan. Karena begitu banyaknya serangan, maka kita memfokuskan serangan yang betul-betul akan mempengaruhi perangkat yang vital, misalnya konstitusi keuangan ataupun telekomunikasi. Nah, serangan vital itu kalau di bilang massive sekali juga tidak. Belum sampai ke sana, tapi sangat penting untuk mempersiapkan cyber army.

Cyber army yang dibangun idealnya akan seperti apa?
Kalau di Inggris, Amerika maupun China itu pemimpin cyber army itu seorang Jenderal bintang empat, karena dia setara dengan kedaulatan darat, laut dan udara. Kalau di Amerika ada namanya the fifth dimension (dimensi kelima) yaitu dimensi cyber yang dimana kepala stafnya itu seorang jenderal bintang empat. Maka idealnya kalau cyber army ini dipimpin oleh seorang jenderal bintang empat. Karena ini berbicara soal pertahahan, maka struktur oraganisasinya memang dibuat seperti militer dimana nanti ada batalionnya.

Uniknya, batalionnya ini kalau di militer adalah benar-benar orang, tetapi kalau di cyber itu satu orang ahli cyber itu bisa mempunyai 10 tools atau 10 botnet yang bisa dia ciptakan. Jadi sebenarnya, besarnya satuan cyber itu adalah kombinasi dari jumlah orang yang ahli di bidang cyber dengan jumlah tools yang digunakan.

Akan sedalam apakah FTII akan melibatkan diri dan sumbangsih apa yang akan diberikan?
Kalau mengenai regulasinya sendiri kami memang belum tahu akan sedalam apa. Tetapi seperti saya bilang tadi, seperti training, workshop, studi banding dan FDG itu kami membantu Kemhan dalam memberikan fasilitasnya.

Tidak hanya itu, dalam mendorong kegiatan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemhan, kami bersama teman-teman melakukan urunan dengan memasukan jaringan internet connection, lalu yang ahli software akan mengembangkan software pendukung. Pembentukan cyber defence merupakan tantangan sekaligus kebutuhan guna menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Indonesia. Karenanya perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkannya. •ANDRI