Home Blog Page 957

100 Lebih Instansi Gunakan LPSE Jabar

0

BALAI Layanan Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat mengajak instansi pemerintah menggunakan layanan pengadaan barang secara elektronik atau electronic procurement (e-Proc). LPSE Jawa Barat juga menyediakan pelatihan secara gratis bagi personel yang nantinya diperlukan untuk mengelola LPSE.

Hingga awal 2013, sudah lebih dari 100 instansi menggunakan  LPSE Jawa Barat melalui 17.000 penyedia layanan. Hal tersebut dikatakan Kepala Balai LPSE Jawa Barat, Ika Mardiah, di Bandung, (13/1). Menurut pengalamannya, sejak diterapkan tahun 2008, layanan ini hingga awal 2013 menghasilkan efisiensi Rp.1,6 triliun melalui 11.000 transaksi.

Ika menyatakan, situs LPSE Jawa Barat juga dapat digunakan oleh unit layanan pengadaan (ULP) dan memuat lelang non-e-Proc atau lelang yang masih dilaksanakan secara konvensional. Selain itu, penyedia barang/jasa juga dapat melakukan pencarian di fitur “cari lelang non e-Proc”. Hal itu dimungkinkan setelah LPSE Jawa Barat menaikkan kapasitas sistemnya ke versi 3.2 sebagai penyesuaian terhadap Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

eProc ini merupakan pengadaan barang/jasa dengan teknologi informasi dan komunikasi berbasis web sehingga dapat diakses penyedia barang/jasa melalui internet.

Beberapa instansi telah memanfaatkan fitur tersebut, seperti Universitas Padjajaran Bandung, RS. Mata Cicendo, Polres Purwakarta, Balai Diklat Petanian Sukamandi Kementerian Pertanian, serta Dinas Tata Kota dan Permukiman Kabupaten Bekasi.

Untuk mengantisipasi peningkatan pengguna dan bergabungnya instansi vertikal, Balai LPSE Jawa Barat terus meningkatkan kemampuan personelnya dan peralatan pendukung. Seperti diinstruksikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, LPSE Jawa Barat harus siap melayani dan memberikan bantuan untuk memfasilitasi ataupun mempersiapkan instalasi LPSE di kabupaten dan kota.   Bahkan secara nasional, LPSE Jawa Barat siap membantu provinsi lain. Provinsi Kalimantan Selatan misalnya, sudah meminta bantuan personil LPSE Jawa Barat menginstalasi server dan jaringan LPSE-nya.

Ika menambahkan, selain datang untuk verifikasi, rekanan juga mengikuti bimbingan teknis yang dilaksanakan setiap Rabu. Kapasitas ruangan pelatihan di Balai LPSE, yang hanya mampu menampung 20 peserta, sering kali dipenuhi hingga 30 peserta. Karena itu, Balai LPSE membuka ruang pelatihan baru untuk menambah kapasitas ruang pelatihan. “Sampai saat ini ada dua ruang training yang masing-masing berkapasitas 20 orang,” ujarnya.

Hasilkan Efisiensi Rp. 1,6 Triliun

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mewajibkan dinas dan lembaga di lingkungannya menggunakan LPSE. Sejak layanan ini diterapkan hingga Oktober 2012, terbukti menghasilkan efisiensi Rp. 1,6 triliun melalui 11.000 transaksi. Adapun nilai APBD Jawa Barat tahun 2011/2012 sekitar Rp. 12 triliun.

Ika Mardiah menyatakan Pemprov Jawa Barat juga mengajak bupati/walikota, instansi vertikal dan BUMD, serta perguruan tinggi menggunakan LPSE. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjelaskan, penggunaan e-Proc memungkinkan penyedia dimana pun untuk ikut dalam tender yang dilakukan pemerintah. Hal itu merupakan wujud keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang selama ini disinyalir berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). ”LPSE Jawa Barat merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang bersih dan bebas KKN,” tandas Heryawan.

Sejak 2009 atau setahun setelah menjabat Gubernur Jawa Barat, Heryawan menetapkan kebijakan penerapan e-Proc dalam pengadaan barang/jasa. Dukungan yang kuat dalam penerapan e-Proc menjadikan Balai LPSE Jawa Barat sebagai yang terbesar di Indonesia, baik dari sisi pengguna maupun transaksi. ”Sudah 100 instansi menggunakannya melalui 17.000 penyedia layanan,” kata Ika Mardiah.

LPSE Jawa Barat terus meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, sarana dan prasarana, serta kemampuan SDM pengelola. Didukung ISO 9001:2008. Tak heran jika LPSE Jawa Barat banyak menyabet sejumlah penghargaan seperti pada kategori Lelang Elektronik Kuartal I tahun 2011 dengan Pagu Terbanyak se-Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Plakat penghargaan diserahkan langsung oleh Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, kepada  Ika Mardiah.

Memasuki 2013, LPSE Jawa Barat masih terus mensosialisasikan dan memberi pelatihan pemantapan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah Secara Elektronik (LPSE) SPSE versi 3.5. Masih ada resolusi yang ditargetkan LPSE Jawa Barat tahun ini, “Mendukung impelemntasi e-Proc 100% di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat,” tandas Ika. Ia mengakui beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat belum mengimplementasikan e-Proc hingga 100%.

“Mungkin baru sekitar 40% yang kabupaten/kota itu seperti di Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi. Tapi kalau Pemprov Jawa Barat sendiri sudah 100% sejak 2011 lalu,” tukas Ika. •IWA

Cyberoam NG Series, Perangkat Keamanan Jaringan Tercepat Untuk UKM

0

CYBEROAM, penyedia perangkat keamanan jaringan, meluncurkan perangkat NG Series yang telah siap untuk menjaga keamanan jaringan teknologi informasi (TI).

Disandingkan dengan perangkat lunak yang sesuai, Cyberoam NG Series diklaim sebagai perangkat keras yang terbaik di kelasnya. Menawarkan hingga 5 kali throughputs diatas rata-rata produk yang umumnya digunakan untuk Small Office Home Office atau Usaha Kecil Menengah (SOHO/UKM) pada saat ini. Kelebihan-kelebihannya membuat Cyberoam menjadi perangkat keamanan berbais Unified Threat Management (UTM) tercepat di segmen ini.

NG Series memungkinkan SOHO/UKM memiliki infrastruktur jaringan gigabit dan kecepatan internet yang semakin tinggi. Selama ini memang belum ada vendor perangkat keamanan jaringan yang menawarkan throughputs yang besar ataupun port gigabit yang diperlukan SOHO/UKM. Hal ini mengakibatkan keamanan jaringan menjadi hambatan untuk SOHO/UKM.

Bicara mengenai perlunya perangkat keamanan jaringan masa depan, Abhilash Sonwane, Wakil President Senior – Produk Manajemen Cyberoam mengatakan, “Saat ini, SOHO/UKM tidak dapat sepenuhnya bermigrasi ke infrastruktur jaringan gigabit karena kurangnya solusi keamanan jaringan dengan kinerja gigabit dalam segmen ini. Untuk mengatasi hal tersebut, mereka harus mengorbankan sistem keamanan jaringan atau memperbanyak anggaran mereka untuk membeli perangkat keamanan jaringan yang lebih tinggi. Cyberoam NG Series untuk SOHO/UKM memenuhi kebutuhan mereka dengan menawarkan firewall dan UTM throughput terbaik dengan port Gigabit yang telah tersedia. Bahkan, perangkat entry-level di NG Series datang dengan throughput firewall yang mencapai Gigabit.”

Perangkat NG Series hadir dengan sistem operasi Cyberoam yang telah dimasukan ke dalam setiap perangkat, dimana firmware Cyberoam tersebut sampai saat ini merupakan yang paling canggih dan kuat karena terintegrasi dengan perangkat jaringan dan aselerasi kripto untuk memberikan kinerja yang tinggi.

Sistem operasi Cyberoam ini juga memberikan kinerja yang tinggi dari platform multi-core, dengan latensi minimum dan meningkatkan kecepatan proses dengan menggunakan optimasi interrupt rate dan teknologi FastPath.

Cyberoam NG Series dirancang berupa perangkat keras yang kuat yang terdiri dari prosesor GHz untuk pengolahan keamanan yang sangat cepat bersama dengan port Gigabit Ethernet. Desain yang unik dan komponen yang kuat ini ditujukan untuk mendukung throughput I/O berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendapakan performa yang lebih baik, serta melindungi perangkat dari segala kondisi lingkungan, termasuk ketidak stabilan listrik saat perangkat digunakan.

Saat ini Cyberoam NG Series telah siap dipasarkan melalui distributor tunggal Cyberoam di Indonesia, PT. Raditya Mulia Lestari (RML).  Untuk informasi lebih lanjut tentang Cyberoam NG Series kunjungi Cyberoam. •

Kingston Produksi USB Flash Drive 1Tb

0

KEBUTUHAN konsumen akan penyimpan berkapasitas besar membuat Kingston Technology Corporation berinisiatif untuk menyiapkan perangkat USB flash drive terbaru yang akan hadir dengan daya tampung kapasitas 1Tb (Terabyte).

Dilansir Pcadvisor  (8/1), perangkat penyimpanan data portabel yang mengusung kapasitas 1Tb ini adalah yang pertama di dunia.  Kingston Technology, perusahaan yang berkantor pusat di California mengatakan, perangkat dengan storage kelas jumbo ini diperuntukkan bagi pengguna yang bekerja dengan file video atau gambar berukuran tinggi. Selain itu, juga cocok bagi para gamer (hardcore), yang senang bepergian dengan membawa beragam permainan favoritnya.

USB flash drive 1 Tb yang dinamakan DataTraveler HyperX Predator ini dibalut dengan casing metalik yang terbuat dari paduan seng. Selain itu, perangkat penyimpan data dengan ukuran panjang 72mm ini mendukung standar port USB 3.0.

Untuk kemampuan kecepatan, USB flash drive terbaru ini memiliki kemampuan membaca (read) hingga 240Mb per detik dan menulis (write) hingga 160Mb per detik.

DataTraveler HyperX Predator  akan dijual di kuartal pertama tahun ini. Hingga saat ini harga USB flash drive 1 Tb belum diketahui, namun sebagai patokan, Kingston sebelumnya telah meluncurkan versi USB flash drive berkapasitas 512Gb yang dijual seharga US$ 1.337. •

Kanada Kembangkan Tablet Setipis Kertas

0

QUEEN University di Ontario Kanada menggandeng Intel Labs dan Plastic Logic, sebuah perusahaan teknologi Inggris untuk mengembangkan perangkat tablet yang tipis dan fleksibel laksana kertas. Sebelumnya memang telah ada konsep untuk layar fleksibel e-ink, namun yang paling menarik dari tablet yang dinamai PaperTabs tersebut adalah tampilan antarmuka untuk penggunanya.

Seperti dilansir PopScience (10/1), ide awal di balik pengembangan PaperTabs adalah bukan untuk membuat sebuah tablet yang fleksibel, tapi untuk memikirkan cara baru dari pengggunaan sebuah komputer tablet, dan lebih untuk membuatnya seperti potongan-potongan kertas di meja kerja.

PaperTab dirancang untuk dapat digunakan hingga 10 lembar layar tablet, sehingga pengguna dapat mengontrol banyak layar sekaligus dengan satu atau lebih PaperTab untuk setiap aplikasi yang sedang digunakan. Jadi, Anda dapat menggunakan beberapa dokumen milik Anda atau aplikasi yang dijalankan, sekaligus bekerja di lembaran layar lainnya sambil memindahkan halaman di sekitar layar di lembaran-lembaran tersebut.

Pengguna juga dapat menggunakannya secara bersama-sama untuk membuat layar PaperTab yang lebih besar, atau menaruhnya di sekitar meja anda seperti dokumen kertas yang biasanya. Jika menyentuh dua PaperTabs bersama-sama, anda dapat menukar data di antara dua PaperTabs tersebut.

Daripada mengandalkan tombol atau gerakan swipe seperti kebanyakan tablet lainnya, PaperTabs digunakan dengan membengkokkan layarnya ke kanan dan ke kiri untuk mengganti halaman.

Satu-satunya kekurangan dari PaperTabs adalah kabel tipis yang menyambungkan antara lembaran satu dan lainnya yang tidak nyaman dilihat, tapi mungkin saja di kemudian hari akan menggunakan baterai yang tipis dan fleksibel juga. Walaupun belum dirilis untuk umum, setidaknya PaperTabs menjadi ide yang revolusioner dari sebuah tablet PC.  •

Afrika Ciptakan Ponsel dan Tablet Perdana

0

 DIANTARA pengumuman produk-produk baru dari perusahaan terkenal, sebuah kelompok insinyur asal Afrika menunjukkan sebuah tablet dan smartphone pertama buatannya. Kelompok bernama VMK itu mengaku telah mengantongi hak cipta untuk nama smartphone dan tabletnya sebagai perangkat pertama Afrika yang dibuat khusus untuk orang-orang Afrika.

Dilansir Phandroid, (11/1), perangkat yang dimaksud yakni tablet Way-C dan ponsel pintar Elikia, memancarkan pengaruh Afrika melalui namanya. Way-C diartikan sebagai “cahaya bintang-bintang”, sementara Elikia berarti “harapan” di Lingala. Penamaan penting untuk menunjukkan kepada orang Afrika mengenai bangkitnya teknologi di tengah atmosfir stagnasi teknologi negeri itu.

VMK dipimpin oleh pria berusia 27 tahun, Verone Mankou, sebagai desainer sejati untuk smartphone dan tablet dalam negeri pertama, meski banyak perusahaan yang berbasis di Afrika membuat merek dan menjual perangkat di sana. Namun perusahaan-perusahaan di Afrika yang ada selama ini tidak berbuat apa pun dan hanya membubuhkan merek pada perangkat-perangkat yang dibuat oleh pihak ketiga berbasis original design manufacturer (ODM) dari negara lain.

VMK mengatakan tujuan membuat ponsel dan tablet sendiri itu agar dapat dijangkau oleh sebagian besar konsumen di negaranya. Harga yang terjangkau dan menarik sangatlah penting di benua yang sebagian besar berada dalam kemiskinan seperti Afrika.

VMK tentu saja masih terlalu kecil untuk menangani manufaktur sendiri, beberapa outsourcing pun dilakukan. Manufakturnya dikerjakan di Asia, dan jika sudah cukup modal nanti VMK akan membawa pekerjaan itu ke Afrika. •

Indonesia Harus Wujudkan National Cyber Defence

0

TANPA disadari ancaman cyber sudah menjadi ancaman actual. Sifat dan karakternya pun dapat merusak keamanan nasional sehingga kebutuhan cyber combat merupakan sebuah keniscayaan. Pembentukan cyber command dan cyber combat merupakan tantangan sekaligus kebutuhan guna menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Indonesia.

“Saat ini, Indonesia sudah dalam keadaan cyber warfare (Perang Dunia Maya), karena itu perlunya  mewujudkan sistem defence melalui perancangan cyber defence yang komprehensif  dan tentunya bersinergi dengan organisasi cyber security yang sudah ada,” ujar  Sekjen Kementerian Pertahanan, Eris Herryanto, di sela dialog interaktif pertahanan cyber defence di Gedung Kemenham, Jakarta, Kamis (10/1).

Menurut dia, ancaman dunia maya dan perang informasi dapat dihadapi oleh bangsa Indonesia, melalui strategi pembangunan National Cyber Defence, yang merupakan sebuah kebutuhan dan keharusan untuk melindungi pertahanan dan keamanan, serta kelangsungan hidup sebuah negara dengan melibatkan stakeholder yang terkait”, ungkapnya.

Pakar Teknologi Informasi, Yono Reksoprodjo mengatakan, cyber warfare  dilakukan melalui pemanfaatan jaringan dunia maya. Salah satu pilihan taktik dari peserta konflik yang biasanya lebih lemah guna melakukan penyerangan pada sistem komputasi negara yang lebih kuat. Cyber war disukai karena murah, diutamakan hanya dengan memahami ilmu komputer dan telekomunikasi yang lebih baik lagi bila ditambah kemampuan social engineering.

“Kalau bicara soal  cyber defence adalah pentingnya melakukan recovery yaitu mengembalikan seperti semula. Dan, dalam recovery ini dibutuhkan kerjasama intansi yang harus bisa mengatur dan mengantisipasi digunakannya sarana-sarana internet,”  ujar Yono.

Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan,  Richardus Eko Indrajit menambahkan, agar bisa mendapatkan  cyber defence yang efektif harus tahu terlebih dahulu makna dari  cyber offence  itu seperti apa,  mengingat  hal  yang paling sulit adalah  merubah paradigma, sebab  cyber defence di dunia maya cukup jauh berbeda dengan dunia nyata.

Sementara itu, Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Sylvia W.Sumarlin  menyatakan  peranan  industri terhadap cyber defence cukup penting, apalagi semakin meningkatnya laju pertumbuhan   industri manufacturing dan  ketersediaan SDM TI yang handal. “Jadi, terkait cyber defence adalah bagaimana memulihkan data dan pentingnya R&B,” katanya.

Selain itu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)  menjadi penting  apalagi menyangkut pertahanan negara atau public services. Sebab, meski teknologi dari luar negeri  terbilang canggih, dikhawatirkan ditumpangi suatu komponen yang sudah diprogram  dari negara tertentu untuk melakukan penetrasi. “Jadi  untuk lebih aman gunakanlah produk dalam negeri atau produk yang di-costumize oleh orang-orang Indonesia,’ jelasnya.

Anggota Komisi I  DPR RI, KMRT Roy Suryo  mengatakan, terkait  pertahanan dan  keamanan negara  tidak hanya  dari segi  fisik  dan non fisik yakni  dunia maya sehingga diperlukan suatu  strategi yang handal  untuk  mengatasi keduanya , apalagi  perang masa depan adalah perang teknologi dan teknologi merupakan pilar dari  demokrasi.

“Terkait  regulasi cyber defence, di komisi I  kami sedang menyiapkan aturan yang terkait. Saat ini, kita punya  UU Telekomunikasi dan UU ITE. Dan,  kami sedang menyusun UU yang baru yakni UU Tindak Pidana Teknologi Informasi (TPTI). UU TPTI akan bersinergi dengan pertahanan dan keamanan negara.,” katanya.  •DJUANDA

Telkom Pasang WiFi di 3000 Sekolah

0

 MELALUI program Indonesia Digital School (IndiSchool) yang diprakarsai Telkom, ekosistem pendidikan kini dapat mengakses berbagai materi edukasi secara mudah. Sebagai bagian dari rencana Telkom untuk menggelar 1 juta titik WiFi di seluruh kawasan di Indonesia,   Telkom  menyediakan titik hotspot untuk mengakses Internet di 3.000 sekolah.

Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin mengatakan, IndiSchool bertujuan memeratakan akses Internet dan menyampaikan konten edukasi kepada komunitas pendidikan di Indonesia.

“Pemasangan WiFi di sekolah merupakan bagian dari program besar kami, yakni Indonesia Digital Society. Sebanyak 100.000 titik hotspot itu tidak ada apa-apanya. Kami hanya bisa menyediakan di 30% sekolah-sekolah,” tutur Awaluddin saat peluncuran IndiSchool (10/1).

Lewat IndiSchool, para pengguna ponsel pintar, notebook, dan perangkat akses Internet lain, yang berada di sekolah, kampus, dan lingkungan komunitas pendidikan dapat mudah mengakses konten-konten edukasi. Para pengajar bisa menerapkan sistem pengajaran yang lebih nyaman, misal dengan mengambil contoh-contoh materi di Internet.

Di tahap awal, Telkom akan memberikan akses Internet berkecepatan 1Mbps. Saat ini ada sekitar 3.000 sekolah dari 300.000 sekolah di Tanah Air yang sudah menggunakan akses Internet IndiSchool. •

Printer Dot Matrix Epson Lebih Cepat dan Handal

0

DIBANDING jenis laserjet dan inkjet, printer dot-matrix seringkali dianggap kuno. Hasil cetakan yang tidak solid dan lambatnya kecepatan cetak menjadi alasan orang memilih printer jenis laserjet dan inkjet. Tapi nyatanya, printer dot-matrix terus tumbuh. Setidaknya menurut survei IDC, pada 2012 printer dot-matrix mampu mengeruk pangsa pasar sebesar 7,49%. Perkantoran adalah pengguna terbesar printer jenis ini, mengingat kelebihannya yang bisa mencetak lembaran rangkap atau tembus (copy).

Diantara sedikit produsen printer dot-matrix yang memimpin pasar, Epson adalah vendor yang terus berinovasi mengembangkan printer jenis ini.  Melalui dua printer yang baru saja diluncurkan, yakni LX-310 (9-pin) dan LQ-310 (24-pin), Epson kembali menyempurnakan kecepatan dan kehandalan printer dot-matrix manapun yang pernah beredar di pasaran.

“Jutaan pelanggan kami di seluruh dunia mengandalkan performa tinggi dan kehandalan printer-printer Epson.  Dengan dua printer yang diluncurkan ini, kami ingin menetapkan standar industri baru untuk kecepatan dan kehandalan printer dot matrix,” jelas M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, di Jakarta (9/1).

Printer LX-310 dan LQ-310 adalah penyempurnaan model sebelumnya, LX-300+II dan Epson LQ-300+II yang laris manis. Dua printer baru ini  didesain dalam bentuk yang kompak dengan dimensi 36,2 x 27,5 x 15,4 cm.

Dibandingkan printer sebelumnya, LX-310 dan LQ-310 menjanjikan kecepatan cetak yang lebih singkat. Masing-masing berkecepatan 337 dan 416 karakter per detik, atau 40% lebih cepat pada modus high-speed draft. Hal ini disebabkan penggunaan  memori buffer yang mencapai 128 Kb, atau 2x lebih besar dari sebelumnya.

Tingkat keandalan kedua printer itu juga lebih tinggi, yakni 67%. Begitu pula mean time before failure (MTBF) yang kini mencapai 10.000 power on hours (POH). Sementara MTBF model sebelumnya hanya 6000 POH.

Pita cetak (ribbon) pada tipe LX-310 dapat mencetak 3 juta karakter (draft 10 cpi/, 14 dots/ character), sementara printer LQ-310 mencetak lebih solid, sekitar 2.5 juta karakter (draft 10 cpi/, 48 dots/ character). Dengan kelebihan-kelebihan ini, Epson yakin pada tahun ini dapat terus berjaya di pasar printer dot matrix seluruh dunia.

Printer LX-310 dan LQ-310 kini telah mulai beredar. Epson LX-310 dijual seharga Rp 2.257.000, sedangkan Epson LQ-310 seharga Rp 2.630.000. •

Indonesia, Negara Pertama Peluncuran ZTE Grand X

0

ZTE Indonesia, anak perusahaan dari ZTE Corporation, sebuah perusahaan global publik penyedia perangkat telekomunikasi dan solusi-solusi jaringan, secara resmi meluncurkan ZTE Grand X (V970M), smartphone terbaru yang berbasis Sistem Operasi Android 4.1.1.

Peluncuran smartphone ZTE Grand X di Indonesia ini juga menandai peluncuran komersil untuk perangkat pintar ZTE berbasis Sistem Operasi Jelly Bean yang pertama kalinya di seluruh dunia.

Smartphone terbaru ZTE ini mendapat inspirasi desain dari mobil-mobil sport, sehingga Grand X dibuat dengan spesifikasi yang tinggi dengan material dan finish yang premium. Smartphone ini dibekali prosesor Dual-Core 1GHz, GPU PowerVR SGX 531, layar IPS berukuran 4.3 inci yang lega dengan resolusi QHD (960×540 piksel). Layar ini mampu menghadirkan warna yang lebih alamiah dibandingkan AMOLED dan memiliki kepadatan piksel tajam mencapai 256ppi. Selain itu, untuk menikmati lagu serta film dengan maksimal, terdapat teknologi Dolby ProLogic plus SRS Audio.

 Bagi pengguna yang sering menggunakan fitur berbagi foto via aplikasi sosial media, Grand X juga memberikan performa yang lebih baik karena dilengkapi dengan lensa 5 Megapiksel dengan LED Flash, dan aplikasi kamera kini dilengkapi dengan fitur-fitur kreatif, seperti Burst Shot, Panorama, HDR dan 360 derajat. Selain itu, untuk kenyamanan komunikasi, Grand X V970M mendukung dual-SIM dengan fitur dual-Standby.

“Ini adalah peluncuran pertama yang penting untuk Indonesia dan ZTE. Perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat di negara ini adalah salah satu yang paling signifikan di Asia, bahkan di dunia,” kata oleh Susanto Sosilo, Direktur divisi Terminal ZTE Indonesia.

Berbeda dengan OS yang berupa update, unit Grand X yang diluncurkan sudah datang dengan Jelly Bean, sehingga pengguna tidak perlu lagi melakukan update manual, atau melalui proses root atau flashing yang rumit serta beresiko.

Dengan hadirnya Grand X dengan Jelly Bean, pengguna ZTE kini bisa menikmati fitur-fitur canggih yang ditawarkan, antara lain Google Now, fitur asisten berbasis pengenalan suara yang bisa membantu penggunanya mengatur jadwal, mencari informasi dan menyelesaikan tugas-tugas rutin termasuk mendikte penulisan teks menggunakan suara. Expandable Notifications akan memberi informasi serta konteks yang lengkap ketika dibuka. Fitur Project Butter adalah yang paling penting dalam Jelly Bean karena memberi tampilan antarmuka yang sangat mulus, responsif dan stabil, di samping banyak peningkatan kinerja internal lainnya.

Sehubungan dengan peluncuran ini, ZTE juga meramaikan program ‘XL Rumahnya Android’ di Indonesia dengan mematok harga khusus Rp. 1.999.000.  Smartphone Grand X kini telah  tersedia di seluruh mitra distribusi PT. Synnex Metrodata Indonesia. •

LUKAS MUDIHARDJO: Dengan Taiwan Excellence, Lebih Efektif

0

PERKEMBANGAN teknologi informasi (TI) yang cepat saat ini telah mempengaruhi dunia kesehatan untuk mengadopsi teknologi ini pada perangkat medisnya. Berbasiskan komputer, pendeteksi analisa kesehatan dianggap bisa lebih terukur dan lebih cepat prosesnya.  Salah satunya adalah blood pressure untuk mengukur tekanan darah yang dikembangkan Microlife.

Sejak berdiri tahun 1981, produsen peralatan diagnostik medis asal Taiwan, Microlife, telah menjadi pelopor thermometer digital bebas dari merkuri yang berbahaya buat lingkungan. Diakui secara global teknologi yang dikembangkannya, di Indonesia sendiri Microlife telah berada di pasaran sejak 12 tahun lalu melalui Sekarguna Medika selaku distributor tunggal dari Microlife.

“Microlife merupakan sebuah company yang worldwide concept dengan all design dan teknologinya berbasis di Switzerland, merupakan negara yang dikenal dengan teknologi akurasinya,” ujar Lukas Murdihardjo, Chairman, PT Sekarguna Medika.

Sebagai distributor peralatan kesehatan dengan pengalaman lebih dari 21 tahun, Sekarguna melihat Microlife mempunyai global marketing sebagaimana brand kuat lainnya di dunia. “Dengan membangun pabrik di China untuk efisiensi, Microlife mempunyai kantor perwakilan di Amerika dan di Eropa juga mempunyai brand atau anak perusahaan sendiri, demikian juga di Asia Pacific. Jadi Microlife bisa dibilang merupakan brand Internasional,” jelas Lukas, yang pernah menjabat sebagai Government Auditor di Departemen Keuangan ini.

Untuk memperluas pasarnya di tanah air, belum lama ini Microlife juga bergabung dalam program Taiwan Excellence yang diorganisir oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan Kementerian Ekonomi Taiwan. Dengan masuknya Microlife, kini menambah jumlah rangkaian produk Taiwan yang dikampanyekan Taiwan Excellence di Indonesia.

Microlife sendiri mempercayakan produknya untuk dikembangkan oleh Sekarguna karena pengalaman dan prestasinya dalam mengembangkan pasar peralatan kesehatan. Saat ini saja sudah lebih dari 18 brand dengan 1600 produk yang di tangani oleh Sekarguna Medika.

Menurut Lukas, untuk thermometer maupun blood pressure secara teknologi, Microlife yang terdepan. Hal inilah yang membuatnya semangat untuk memasarkan produk-produk Microlife.

Berikut, petikan wawancara BISKOM dengan pria lulusan Akutansi di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) Jakarta ini.

Selaku distributor tunggal Microlife, apa saja ruang lingkup kerja Anda?
Tugas utama saya adalah mengembangkan hal-hal terkait kerjasama dengan principle, seperti bagaimana mengembangkan market lebih baik lagi dan bagaimana kami bisa growth dari tahun ke tahun secara sustainable. Hal itulah yang senantiasa menjadi diskusi kami dengan Microlife.

Keunggulan apa yang ditawarkan Microlife hingga berbeda dengan dengan produk lainnya?
Hingga saat ini Microlife Blood Pressure merupakan satu-satunya pengukur tekanan darah yang bisa mendeteksi stroke. Kalau dilihat perkembangan generasinya, blood pressure yang dibuat Microlife awalnya mampu mendeteksi kelainan ibu hamil, generasi kedua mampu mendeteksi arrhythmia (kelainan detak jantung) dan dan generasi ketiga, mampu mendeteksi stroke. Inilah keunggulan di dalam konsep teknologi Microlife yang mengungguli kompetitornya pada produk sejenis. Dan tiap tahunnya pasti ada teknologi terbaru yang dikembangkan oleh Microlife.

Bisa dijelaskan bagaimana blood pressure ini mampu mendeteksi stroke?
Sebenarnya orang yang mempunyai gejala stroke itu mempunyai kelainan pada tekanan darah.  Jadi pada saat melakukan deteksi tekanan darah, Microlife Blood Pressure sebetulnya juga mendeteksi tekanan darah yang berada pada arteri yang masuk ke jantung. Bila mengalami kelainan tekanan darah maka bisa di identifasi oleh blood pressure ini apakah orang tersebut teridentifikasi gejala stroke atau tidak.

Sejauh mana akurasi dari pengukur tekanan darah ini?
Microlife Blood Pressure mempunya kelas terbaik untuk digunakan home used, tidak hanya akurasinya saja tapi dilihat dari keseluruhan produknya. Hal ini didukung oleh sertifikasi AA dari lembaga independen Bristish Hypertension Society (BHS). AA itu sendiri mempunyai arti, A pertama menunjukkan kelas terbaik untuk peralatan di rumah sakit, dan A kedua terabik untuk home used. Jadi bisa dibilang blood pressure ini meskipun ditujukan untulk home used tetapi juga layak untuk rumah sakit. Dan tidak semua produk blood pressure yang ada saat ini bisa mendapatkan sertifikasi AA seperti Microlife.

Sepanjang tahun 2012 ini, produk terbaru apa yang akan di hadirkan Microlife?
Di tahun ini Microlife berencana meluncurkan produk blood pressure yang mampu co-branding di dalam device, dimana produk iPhone maupun iPad bisa dikombinasikan dengan Microlife untuk mengukur blood pressure maupun juga untuk mengukur temperature tubuh atau yang biasa disebut thermometer. Jadi nanti bentuknya seperti dongle yang di-plugin ke device produk Apple ini dan juga ada produk untuk  hospital yang namanya WatchBP.

Selain itu, Microlife sebenarnya juga mempunyai thermometer yang menggunakan teknologi infrared yang penggunaannya tanpa perlu menyentuh, cukup ditembakkan ke dahi dan ada juga pengukuran yang dilakukan melalui telinga yang disebut ear thermometer.

Belum lama ini Microlife tergabung dalam program Taiwan Excellence, apa motivasi Microlife bergabung dalam organisasi ini? Apa keuntungan yang didapat?
Sebetulnya motivasi Microlife ingin memperkenalkan bahwa Microlife merupakan Top Brand 250 di Amerika dan di Taiwan sendiri termasuk 100 Top Brand. Jadi produk kami patut mendapatkan tempat di Indonesia dan negara-negara yang dijadikan target Taiwan Excellence, seperti India dan Vietnam, sebagaimana Microlife mendapatkan tempat di Amerika dan Eropa.

Keuntungannya, dengan bergabung di Taiwan Excellence kami bisa bersinergi untuk memantapkan atau memperkenalkan produk-produk Microlife. Bila dilakukan secara individual maka jauh lebih costly dan tidak efisien. Konsep sinergi ini sangat tepat dan kami juga bisa melakukan kontak yang lebih massive lagi, sehingga masyarakat Indonesia bisa menikmati teknologi yang advance dengan harga yang sesuai dari Microlife.

Bagaimana Anda melihat perkembangan peralatan medis berbasis TI saat ini?
Luar biasa maju, kalau kami melihat sekarang ini di mulai dari pasiennya sendiri yang sudah sadar dan sangat cerdas didalam memilih rumah sakit. Mereka sangat melihat apakah rumah sakit didukung dengan system yang kuat dan infrastruktur alat medis yang terbaru atau tidak. Jadi mau tidak mau rumah sakit juga akan berusaha memodernisasikan perangkat rumah sakitnya. Indikasi ini juga bisa dilihat pada setiap Expo maupun pameran-pameran peralatan rumah sakit banyak dokter-dokter yang sangat konsen terhadap peralatan medis yang berbasis TI.

Apakah tanggapan Anda terhadap dukungan pemerintahan pada sektor kesehatan?
Kalau dilihat dari aspek pengalokasian APBN, dukungan pemerintah terhadap kesehatan sudah cukup baik. Namun yang masih kurang adalah dukungan bagaimana alat kesehatan ini bisa di produksi di dalam negeri. Mungkin dengan memberikan kemudahan-kemudahan untuk memproduksi didalam negeri industri medis di tanah air bisa maju.

Kalau dilihat dari teknologinya, Indonesia sangat menguasai. Bila itu bisa dilakukan sebetulnya bisa menekan import dan bisa menghemat devisa banyak. Contohnya saja, dukungan pemerintah Taiwan mensuport industrinya untuk melakukan pameran di dalam dan luar negeri sehingga produknya dikenal secara global. •ANDRI