Home Blog Page 971

Telkom Speedy Gandeng Edimax Untuk Pasarkan Speedy Home Monitoring

0

Faites vos achats sur Internet, mais a prix discount ! Premier distributeur en casino francais de produits de loisirs et d’equipements, Cdiscount s’engage a proposer a ses clients les meilleurs produits de marques avec des reductions de 20 a 50 % par rapport aux distributeurs du marche.

Masyarakat sangat membutuhkan rasa nyaman dan aman. Saat ini berbagai fasilitas pengamanan di dalam rumah masih belum lengkap tanpa perangkat monitor yang dapat dipantau dari jarak jauh.

Salah satu perangkat terbaru yang dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat adalah produk PT Telkom yang bernama Speedy Home Monitoring. Dengan menggunakan teknologi video streaming, telepon rumah yang telah dilengkapi dengan akses internet berkecepatan tinggi dari Telkom Speedy dapat pula menjadi media monitoring.

Speedy Home Monitoring mampu memantau kondisi rumah atau tempat lain yang dipasangi kamera pemantau selama 24 jam penuh melalui  jaringinan internet  atau smartphone, meskipun sang penghuni sedang tidak ada di rumah.

Untuk itu Telkom Speedy, menggandeng Edimax Technology, produsen IP Camera  dari Taiwan untuk memasok perangkat kamera pemantau untuk Speedy Home Monitoring.

Di Stand Hall A, No. A2 dan Main Lobby, No. M12 pameran Mega Bazaar Computer di Jakarta Convention Center yang diselenggarakan dari tanggal 29 Februari – 4 Maret 2012, Telkom Speedy Home Monitoring dan Edimax menawarkan paket-paket kamera dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp. 488.000,- untuk tipe IC-3005Wn, Rp. 588.000,- (IC-3015Wn), Rp. 1.088.000,- (IC-3030Iwn) dan  Rp. 2.088.000,- untuk tipe IC -7010Ptn yang dapat berputar dan memiliki fitur infrared.

Sudjono Tanama dari Edimax, mengucapkan terima kasih kepada PT Telkom yang telah menggunakan kamera Edimax untuk produk Speedy Home Monitoring.

“Ini adalah sebuah bukti bahwa kamera Edimax memiliki kompabiltas yang sangat baik dengan teknologi Telkom, saat ini kami sedang bekerja sama dengan pusat riset Telkom untuk mengembangkan apa yang disebut dengan Plug and View, sehingga para pelanggan Speedy Home Monitoring akan lebih dimudahkan dalam pemasangan kamera-kamera pemantau,”  papar Sudjono.

Sudjono juga menambahkan bahwa Edimax Technology sangat concern dalam pengembangan produk-produk networking, terutama IP Camera, “bulan Februari kemarin kami menyelenggarakan seminar mengenai teknologi terbaru dari IP Camera, seperti sistem deteksi wajah, penghitungan jumlah objek dengan hanya menggunakan IVS (Intelegent Video System) yang terdapat di kamera pemantau Edimax, yang tentunya sangat berguna untuk aplikasi-aplikasi kebutuhan perusahaan-perusahaan yang memerlukan sistem kamera pemantau terpadu,” tambahnya.

Selain IP Camera, Edimax juga memproduksi berbagai perangkat networking, mulai untuk kebutuhan networking di rumah, SOHO sampai dengan kebutuhan profesional. Beberapa produk andalan dari Edimax adalah BR-6258n (Router terkecil di dunia), EW-7438Rpn (Wifi Extender), WPS-1300 (Wireless Projector Server) dan masih banyak lagi.

JOE KAMDANI: Tanpa Sales, Tak Akan Ada Bisnis

1

Banyak perusahaan yang tumbuh saat ini, namun jarang yang bertahan hingga 43 tahun lamanya. Datascrip, dengan bisnis awal menjual alat-alat tulis / kantor, bukan hanya mampu bertahan hingga kurun waktu selama ini, tetapi kini telah melebarkan sayapnya dengan mendistribusi berbagai macam produk dan software teknologi informasi (TI) seperti printer, komputer hingga kamera ke seluruh wilayah Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Joe Kamdani, selaku Founder dan Chairman, kesuksesan Datascrip dijadikan contoh oleh banyak perusahaan lain untuk maju, dan bahkan dijadikan sebagai sumber inspirasi manajemen.

Dengan tidak melupakan nilai-nilai moral dan etika dalam berbisnis, penggemar scuba diving ini menegaskan bahwa pada dasarnya setiap orang ingin mencapai kesuksesan untuk memuaskan pribadinya, namun kesuksesan tidak bisa dilakukan tanpa kerjasama pihak lain. Karenanya dalam berbisnis, diperlukan kebersamaan dan karyawan yang solid. Ia meraih kesuksesan berkat prinsip manajemen yang istimewa, yakni Berhasil di Atas Keberhasilan (Succeed Above Success). “Saya tak mau berhasil di atas kemelaratan orang lain,” ujar Joe.

“Perusahaan mampu bertahan hingga sekarang ini, karena kami berbisnis bukan semata untuk mencari keuntungan. Untuk menuju ke sana, kami menjalankan nilai-nilai yang kami percaya dan berguna untuk kehidupan bersama,” Nilai – nilai tersebut,  papar pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 15 Januari 1937 ini antara lain meliputi; pertama Berhasil diatas Keberhasilan (Succeed above Success), yakni prinsip yang harus dijalankan (walk your talk) dalam manajemen. Kalau kita mau berhasil, buatlah bawahan atau rekan, bahkan mitra kita berhasil. Kalau mereka gagal, maka kita pun gagal.

Kedua adalah Care, yakni Customer interest first, Attentive, Responsive, Efficient. Ini adalah sikap kita yang mendahulukan kepentingan pelanggan dengan penuh atensi yang diikuti dengan respon dan efisien.

Ketiga Smile (Share, Motivate, Improve, Lead, Efficient) adalah sikap kita dalam bergaul diantara teman manajemen. “Marilah kita bertukar dan berbagi pengalaman untuk menimbulkan motivasi, menambah pengetahuan dan memimpin dengan efisien,” papar Joe.

Keempat Cocococo, yakni bekerja dalam teamwork yang mengacu pada Coordination, Communication, Cooperation, Commitment. “Kepemimpinan sangat rapat hubungannya dengan komunikasi. Tidak ada perusahaan yang tidak mencari keuntungan,” terangnya.

Di awal kariernya, Joe menjual alat tulis / kantor sebagai Salesman lepas yang tidak mendapat gaji, tetapi komisi. Tak cukup berpuas diri, pada 1969, dia mendirikan perusahaan penjualan alat kantor dengan nama PD Matahari. Namun, 10 tahun kemudian, nama itu berubah menjadi PT Datascrip seperti yang kita kenal sekarang.  Datascrip adalah perusahaan pemasaran dan distribusi yang menjual berbagai produk, sarana dan sistem yang diperlukan untuk kegiatan perkantoran dan bisnis dengan visi “To be the One Stop Business Solution Company”. Melalui visi tersebut, perusahaan ini memasarkan sekitar 5000 produk berupa sarana, mesin, dan peralatan kantor. Datascrip telah cukup lama menjadi mitra bisnis produsen Canon, Sanyo dan beberapa produk terkenal lainnya. Ada sembilan kantor penjualan cabang di kota – kota besar di Indonesia dengan total karyawan sekitar 1000 orang.

Sementara perusahaan Joe lainnya, PT Matahari Alka, didirikan tahun 1975 dibidang pengerjaan pelat besi (sheet metal work) yang memproduksi perabot kantor seperti kursi, meja, partisi di kawasan Cikarang. PT Matahari Alka mempekerjakan sekitar 700 karyawan. Bagaimana cara Joe Kamdani dalam memimpin perusahaan? Berikut petikan wawancara BISKOM di ruang kerjanya.

Ada slogan Anda yang  cukup terkenal yaitu Business without Sales is Junk, apa makna dari ini?
Sebenarnya cukup simple. Apakah ada bisnis yang tidak mencari keuntungan? Apakah bisa mencari keuntungan tanpa jualan? Oleh karena itu jika tidak ada penjualan, maka tidak ada bisnis.

Tapi kenapa hingga saat ini banyak yang tidak merasa bangga menjadi sales?
Karena sales secara posisinya ditempatkan paling bawah sebagai yang terendah di susunan organisasi, secara hirarki. Sering dirasakan salesman bekerja sendiri di lapangan, jauh dari pimpinan, para manajer dan bos yang berada di atasnya. Disamping persepsi yang salah bahwa salesman memaksa dan sering berbohong agar prospeknya mau belanja dari dia. Padahal fungsi sales begitu penting, sebagai dasar organisasi.

Memang betul fungsi sales secara formal dipegang oleh jabatan salesman, tetapi secara organisasi, sebetulnya fungsi sales harus berada di setiap jabatan atasannya, Manajer Penjualan, Manajer Pemasaran, Direktur Penjualan, bahkan sampai ke Presiden Direkturnya. Disamping hirarki struktural, saya melihat fungsi manajemen sebagai bola, yang bilamana sudah menggelinding tidak lagi bisa dilihat fungsi mana ada di bawah, mana ada diatasnya. Seperti halnya bola bowling yang menggelinding untuk menjatuhkan pin, atau dalam sepak bola untuk memasukkan gol.

Apa yang membedakan antara sales dengan marketing?
Marketing dan sales itu seperti jiwa dan raga yang tidak bisa dipisahkan. Jiwanya adalah marketing yang memikirkan strategi, pangsa pasar, persaingan, produk dan keuntungan. Sedangkan sales sebagai raga yang bertugas melakukan penjualan.

Apa yang menjadi tolok ukur sales yang baik?
Menjadi sales yang baik itu tentu ada tolok ukurnya. Kebanyakan yang diukur yaitu target dan prestasinya. Misalkan, sales target satu milyar tetapi punya performa akhir tahun hanya 400 juta, pasti mendapat teguran dari perusahaan karena apa yang dicapai sangat jauh dari target yang diharapkan. Target itu penting, harus realistis, belum tentu kesalahan terletak di sales, harus dilihat dari berbagai segi seperti marketing, logistik dan pengiriman, proses administrasi dan lain–lain.

Seringkali orang yang lama terjun sebagai sales dan sukses, akhirnya menjadi entrepreneur. Apakah jalannya memang seperti itu?
Sebagai salesman dari sebuah perusahaan dia mendapat target penjualan, gaji dan komisi. Dari profesinya, dia memperoleh banyak pengalaman dan mengenal banyak langganan. Sehingga bila dia memutuskan untuk menjadi salesman yang “self employed”, artinya tidak digaji dan menerima komisi saja, keadaan itu adalah cikal bakal untuk menjadi entrepreneur.

Apalagi bila selama menjadi salesman dia dikenal sebagai salesman yang baik dan luas networking-nya. Menjadi entrepreneur berarti berusaha sendiri dengan mengambil resiko (finansial) keuntungan atau kerugian. Banyak orang yang mungkin pintar sekolahnya, tetapi belum tentu berani mengambil resiko. Seperti saya menggambarkan dalam hidup saya telah mencapai 3 level. Saya mulai dengan tidak punya apa–apa, pendidikan SMA, tidak punya modal uang, tidak punya visi dan misi, tidak ada pengalaman, tidak ada yang mengajarkan, I am a street fighter.

Di level pertama hidup saya, saya sebut I eat to live, artinya di saat–saat permulaannya, saya melakukan pekerjaan apa saja, asal saya bisa makan untuk hidup. Saya lalu mencapai level kedua, I live to eat. Di level ini saya mulai memikirkan bagaimana mengembangkan dan menjalankan usaha yang dijalankan oleh orang lain (karyawan), dengan falsafah Succeed Above Success. Mulailah saya menuliskan berbagai pedoman manajemen, yang menjadi acuan manajemen dalam operasionalisasinya. Sampai suatu saat saya bertanya pada diri sendiri… what am I living for?  Setelah direnungkan, saya mendapatkan jawabannya di level ketiga, yaitu I live for life yang saya artikan hidup saya harus berguna bagi orang lain, begitupun dengan perusahaan harus berguna bagi kehidupan.

Bagi saya, life is a play. Hidup ini bagaikan panggung sandiwara besar, dimana setiap orang diberikan peranan untuk bermain, tetapi tidak tahu akhir ceritanya. Oleh karena itu, kenapa tidak saya nikmati saja peran hidup ini dan make fun and fund.

Apakah untuk menjadi sales yang sukses diperlukan latar belakang pendidikan yang tinggi?
Tentu saja latar belakang yang sesuai atau cocok diperlukan untuk menjual suatu produk. Misalnya salesman yang menjual es krim, sabun, panci berbeda tuntutan pendidikannya dengan salesman yang menjual software komputer, berbeda lagi dengan salesman yang menjual pesawat terbang. Pergaulan dalam networkingnya juga berbeda. Faktor pendidikan secara dasar memang diperlukan namun bukan penentu.

Kami melihat di Datascrip saat ini banyak perempuan yang memegang kendali atas sebuah penjualan produk. Apakah memang perempuan lebih berkompeten di dunia sales?
Itu bukanlah suatu yang direncanakan, karena gender tidak saya bedakan tetapi memang saya merasa wanita lebih teliti. Pada dasarnya saya menilai prestasi dan potensi tanpa membedakan gender.

Apa rahasia sukses Anda dan dari mana sumber optimisme Anda?
Sukses saya ini karena sukses bawahan saya. Keberhasilan saya merupakan keberhasilan bawahan saya. Jadi untuk mempertahan keberhasilan, kerjasama ini harus juga dinikmati oleh rekan kita, sehingga timbul saling bersinergi.

Apakah ada rahasia lain untuk mensukseskan bisnis Anda?
Tidak ada rahasianya, tetapi berbisnis harus bisa melihat beberapa langkah ke depan dan beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi menjadi salah satu kunci perusahaan kami tetap bertahan. Seiring dengan berjalannya waktu pula, misalnya, bisnis alat tulis kantor tidak cukup. Sehingga kami pun melebarkan sayap dengan menambah produk dagangannya ke sektor TI.

Dengan timbulnya era TI, kami ikut arah yang baru karena perkembangan alat-alat kantor itu sangat dipengaruhi oleh perkembangan TI. Kami harus ikuti perkembangannya. Kalau tidak, akan tertinggal. Jika saya tidak cepat mengembangkan arah  bisnis dari menjual perlengkapan alat tulis ke perlengkapan TI, saya tidak yakin bisa berada di bisnis seperti yang kami jalankan sekarang. Saya hidup dalam perubahan. I am riding the wave.

Apa target Datascrip di 2012 dan terobosan apa saja yang akan dilakukan?
Tentu saja mengembangkan usaha yang lebih besar dan berarti bagi masyarakat. Untuk terobosannya, selalu saja ada perbaikan-perbaikan di semua bidang dan sambil memikirkan hal-hal baru. Tidak hanya di awal tahun saja tetapi ide untuk hal-hal baru itu bisa timbul di pertengahan tahun. Kita  konsisten untuk selalu menemukan hal-hal baru, bagaimanapun caranya.

THOMAS SUGIARTO: Bonus 2 M Bukan Main-main

0

Ini mungkin gila, tapi bonus sebesar Rp. 2 milyar itu benar-benar ada. Siapa pun memiliki kesempatan untuk berkompetisi mendapatkan uang tersebut.

SEBAGAI bukti keseriusan dan kebenaran mengenai keberadaan progam berbonus Rp. 2 milyar atau 2 M, berbagai bentuk promosi telah dilakukan. Pembuatan website juga dilakukan untuk memudahkan orang mendapatkan info tentang bonus Rp. 2 milyar secara online. Lalu siapakah orang dibalik semua ini yang mempunyai ide gila memberikan uang sebesar itu?

Dia adalah Thomas Sugiarto, seorang Inspiring Entrepreneur (www.thomassugiarto.com) yang sangat antusias menjalankan bisnis yang dikembangkannya saat ini. Termotivasi ingin mengajak orang lain ikut sukses bersamanya, ide program 2 M muncul untuk mencari orang-orang hebat yang bisa masuk dalam teamnya di dunia asuransi yang telah digelutinya selama 10 tahun. Ia berkeyakinan bahwa bisnis keuangan di bidang asuransi unitlink mempunyai masa depan yang sangat cerah, karenanya dia berani membuat program 2 M untuk pengembangan team di perusahaannya.

“Perusahaan yang sedang saya bangun ini dinaungi oleh sistem agency dari perusahaan asuransi ternama di Indonesia yang berpusat di Inggris. Program ini saya buat untuk memberikan tantangan pada mereka-mereka yang ingin sukses bersama saya,” ujar pria berusia 44 tahun ini.

Dengan latar belakang sales, sebelum menekuni dunia asuransi bapak dari satu orang anak ini lebih dulu menekuni bisnis property. Berawal dari karyawan biasa, lalu mulai mendirikan kantor property sendiri di wilayah Pondok Indah pada tahun 1997. Melihat pembeli dari kalangan atas, ia mulai merubah keinginannya untuk menjadi seperti mereka yang memiliki penghasilan 10 kali lipat dari dirinya, bahkan lebih.

“Untuk mencapai hal tersebut bisa saja dengan bisnis property yang saya tekuni waktu itu, tentunya dengan bekerja dan berusaha lebih banyak lagi. Tapi waktu saya akan terbuang banyak hanya untuk bekerja dan resikonya akan lebih besar lagi. Akhirnya saya berfikir profesi apalagi yang mampu memberikan uang banyak dan waktu banyak,” terangnya. Lalu, ditemukanlah dunia asuransi. Meskipun pada waktu itu posisi sebagai pemilik usaha property, tetap saja ia memulai karir asuransinya dari nol. Hal ini dilakukannya karena ia menganggap, kalau ingin sukses di sebuah bisnis harus mulai dari nol sehingga tahu mulai A sampai Z lika-liku bisnis tersebut.

Dengan tekad bulat, akhirnya setahun setelah menekuni bisnis asuransi, pada tahun 2003 bisnis property mulai ditinggalkan dan diserahkan sepenuhnya kepada sang istri. Karena fokus, karirnya di asuransi pun mulai naik sampai menjadi Senior Agency Manager dan mendirikan kantor Agency Asuransi bernama enTRpreneur$ yang berfungsi mencetak orang-orang yang bekerja di bidang sales tetapi mindset-nya seorang pebisnis.

Selanjutnya bagaimana pria yang murah senyum ini bisa membuat program 2 M? Berikut petikan wawancara BISKOM di tempat kerjanya.

Kenapa ada program 2 M ini?
Bisnis kami berbeda dengan bisnis konvensional. Kalau bisnis konvensional, seseorang bekerja dari bawah naik ke supervisor, manager, lalu direktur atau Presiden Direktur. Ini kan modelnya krucut, satu orang diatas. Sedangkan kami dari kantor pusat, modelnya Plateau (dataran tinggi), artinya semua orang memang dari bawah tetapi kalau dia berhasil akan sampai diatas dan semua orang berhak mempunyai kesempatan untuk sampai diatas. Namanya Agency Manager, sejajar dengan posisi saya.

Nah,kebijakan dari kantor pusat adalah begini, bila saya seorang Agency Manager berhasil menelurkan seorang Agency Manager juga atau saya sebut anak, maka saya mendapatkan komisi 6% tiap tahunnya dari kantor pusat sesuai hasil yang didapat dari grup anak tadi. Kalau anak tadi juga berhasil menelurkan Agency Manager atau saya sebut disini cucu, maka saya dapat 4% dari cucu ini.

Bisa dibayangkan kalau tiap tahunnya saya berhasil menelurkan banyak anak dan anak tersebut juga menelurkan banyak cucu, tentunya komisi yang saya terima akan sangat besar sekali tiap tahunnya. Oleh sebab itu uang sebesar 2 M ini tidak ada artinya dibandingkan hasil yang saya dapatkan nanti. Makanya saya berfikir untuk menemukan orang hebat yang bisa melahirkan anak hebat, dengan program ini saya akan memancing mereka. Jadi simplenya adalah saya menggunakan strategi siapa mau sukses dan mau uang, ayo datang ikut saya. Kalau yang tidak termotivasi, sudah biarkan saja.

Apa tujuannya dan pihak mana yang mensponsori program ini?
Saya tidak mau membuang waktu untuk lama-lama cari sponsor dan sebagainya. Saya mau cepat mendapatkan orang yang berkualitas. Uangnya sudah saya siapkan dan ini dari kantong pribadi saya sendiri tanpa ada bantuan dari kantor pusat. Sepengetahuan saya di Indonesia program ini baru yang pertamakali dilakukan secara personal. Mau itu di dunia asuransi, properti, otomotif, maupun reksadana, baru saya yang memberikan bonus 2 M sehingga ini bisa masuk kategori rekor Indonesia. Tetapi yang terpenting adalah saya mau mendapatkan orang yang terbaik sehingga mereka bisa mengembangkan team.

Bagaimana cara mengikuti program ini dan apa saja syaratnya?
Tidak ada biaya, kalau mau bisa menghubungi kami dan nanti akan kami lakukan wawancara. Syaratnya, saya mau orang yang mempunyai impian besar, tidak mudah puas dengan apa yang ada hari ini, integritasnya baik, pekerja keras, mau belajar dari nol, suka membantu orang lain, senang melihat kesuksesan orang lain, ulet, kreatif, punya leadership, dan kalau bisa punya entrepreneurship. Tapi sasarannya adalah penguasa, senior manager, eks perbankan atau asuransi, tetapi pada prinsipnya tidak melihat itu. Kalau dapatkan itu lebih baik.

Apakah program ini akan berkelanjutan?
Saya berencana ini adalah program jangka panjang bukan jangka pendek. Karena saya menginginkan suatu bisnis dimana uang dan waktu berjalan secara ideal. Saya ingin program ini nanti menjadi suatu sistem, jadi sistem inilah yang sekarang saya jajaki.

Selain di web, promosi dilakukan di mana lagi?
Di koran dan nanti di banyak tempat juga ada banner. Selain itu, kami juga akan menyediakan booth-booth di mall yang menawarkan program 2 M ini. Namun yang paling penting saat ini adalah web, karena orang bisa secara langsung tinggal klik untuk mengetahui program 2 M dan tentang diri saya.

Sejauh mana web akan mempengaruhi image Anda?
Tentunya sangat besar. Tidak bisa dipungkiri sekarang adalah jamannya digital dan banyak orang yang memanfaatkan teknologi ini untuk mendapatkan informasi maupun hanya sekedar bergaul. Terus terang saya bukan orang yang paham tentang dunia digital, tetapi saya berfikiran sangat terbuka sehingga terus belajar untuk menggunakannya. Saya percaya bahwa dengan web, orang bisa tahu tentang saya hanya dalam hitungan detik dengan sekali klik. Jadi saya percayakan web kepada profesional untuk membuatnya sesuai yang saya inginkan, disamping menggunakan Facebook dan Twitter secara efektif.

Beberapa waktu lalu Komunitas Sales Indonesia (Komisi) dibentuk dan Anda tergabung di dalamnya. Apa misi Anda secara pribadi?
Satu misi saya adalah saya mau banyak orang di luar sana yang mau menghargai profesi sales, karena profesi ini bisa memberikan kekayaan. Andaipun orang itu tidak sukses atau kaya menjadi sales, itu merupakan kesalahannya karena tidak menjalankan secara benar sebagai seorang entrepreneur maupun sebagai seorang yang service provided. Saya mendukung keberadaan Komisi, untuk menginspirasi saya disamping melakukan share pengetahuan dan skill yang saya miliki yang mungkin saja diperlukan orang lain.

Bagaimana prospek bisnis di 2012?
Luar biasa. Bagi saya, setiap hari adalah luar biasa. Dengan situasi apapun, setiap hari adalah luar biasa, tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Saya memposisikan diri saya seperti orang yang sedang main selancar angin. Meskipun udara atau angin meniup dari kiri maupun ke kanan, saya harus bisa menyesuaikan layar untuk bisa hidup lebih baik lagi.

Bagaimana Anda memandang dukungan pemerintah terhadap perkembangan teknologi dalam negeri?
Di sini saya berbicara sebagai seorang yang netral. Sebagai pebisnis, saya merasa yakin pemerintah pasti memperhatikan itu, namun pemerintah juga mempunyai kesulitan sendiri. Dan sebagai pebisnis sejati, kesuksesan kita tidak tergantung pada dukungan yang pemerintah siapkan. Jadi diri saya lah yang harus dipersiapkan, dengan ada atau tidak-nya dukungan pemerintah. Jangan menunggu situasi sudah beres lalu jalan, karena kita akan ketinggalan kesempatan untuk maju.

Infomedia Targetkan Pendapatan 1.3 Trilyun

0

Pada tahun  2012,  PT  Infomedia Nusantara  menargetkan pendapatan sebesar  Rp 1.3 trilyun atau tumbuh  sebesar 21%.  Beberapa aksi korporasi sudah disiapkan  guna   mencapai target tersebut. Kehadiran berbagai bisnis baru, diyakini akan dapat mendukung pencapaian revenue Infomedia tahun ini.

Presiden Direktur Infomedia, Muhammad Awaluddin menjelaskan,  Infomedia menyediakan anggaran belanja Capital expenditures (Capex) pada tahun ini sebesar Rp 100 Milyar yang dominan berasal dari sumber pendanaan internal kas perusahaan.  Untuk tahun 2012 ini terdapat 7  portofolio bisnis Infomedia yang akan memberikan kontribusi, yakni: CRM Services 55%, HR Services 10%, Operation Services 1%, Data Analytics 1%, Digital Rich Content 1%, Directory & Advertising sebesar 26% dan Printing & publishing yang berkontribusi sebesar 6%.

Sebelumnya, di tahun 2011,  Infomedia  berhasil membukukan pendapatan melampaui target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1,07 trilyun. Pencapaian Operating Revenue Infomedia ini meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA tumbuh sebesar 19% menjadi Rp 245,72 Milyar, sedangkan Net Income juga meningkat 14% menjadi Rp 143,4 Milyar. Keberhasilan Infomedia ini telah menambah jajaran anak perusahaan Telkom dengan pendapatan diatas Rp 1 trilyun.

Revenue tersebut dikontribusikan oleh legacy product yang terdiri dari Layanan Yellow Pages Directory dan Special Directory sebesar Rp 287,6 Milyar (growth 10,4%), Layanan Contact Center Rp 636,5 Milyar (growth 20,1%) serta Printing & Publishing sebesar Rp 71,8 Milyar (growth 14,4%). Pada new wave business, portofolio Business Process Outsourcing memberikan kontribusi sebesar Rp 66 Milyar (growth 406,3%), ditambah dari portofolio  Digital Rich Content sebesar Rp 8,3 Milyar (growth 222,6%).

“Kontribusi terbesar untuk mendongkrak pendapatan Infomedia pada tahun 2011 datang dari lini bisnis Contact Center & Outsourcing Services yang mencapai 66%, menyusul Digital Media & Rich Content (DMRC) 27% dan bisnis Printing dan Publishing 7%,” ujarnya.

Lebih lanjut   Awaluddin menambahkan, Infomedia juga terus melakukan pengembangan bisnis diluar pasar Telkom Group (non group market) salah satunya melalui optimalisasi basic customer base dari bisnis eksisting serta mengembangkan model bisnis yang fleksibel untuk menarik customer. Diversifikasi bisnis tetap dilakukan untuk menambah kompetensi Infomedia yang juga masuk ke bisnis Data Analytics.

Di 2012 ini, penguatan pada bisnis Data Analytics akan mencakup penyediaan informasi yang ter-cluster dalam hal penyediaan telecommunication competition landscape, menjadi lembaga survey berbasis tele-survey dengan dukungan teknologi Computer-assisted Telephone Interviewing (CATI), maupun field survey dan terakhir dapat mendukung cross selling dan up-selling product/services.

Di portofolio Printing and Publishing, Infomedia yang sebelumnya menggarap pasar enterprise, di 2012 ini mulai masuk ke pasar retail dengan mengembangkan retail store printing dengan dukungan perangkat digital printing dan offset printing.

Telah Terbit BISKOM Edisi Februari 2012

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Chairman PT Datascrip, Joe Kamdani (Terima kasih kepada PT Datascrip yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Februari 2012 diantaranya:

• COVER STORY: Chairman PT Datascrip, Joe Kamdani, Tanpa Sales, Tak Akan Ada Bisnis

• HEADLINE:
– Awas Limbah B3 e-Waste!
– Kemana Sampah Elektronik Dibuang

• FIGURE:
– Thomas Sugiarto, Inspiring Entrepreneur, Bonus 2 M Bukan Main-main
– Hendy, Ketua Asosiasi Jakarta Computer Center (JaCC), Promosi Penting Untuk Majukan Mangga Dua

• FOCUS:
– Tolak Draft UU Anti-Pembajakan AS
– Diplomasi Perlu Informasi Cerdas
– TI di online casinos Tengah Badai Matahari
– SPSE Wujudkan Akuntabilitas Pemerintahan

• REVIEW & CELLULAR:
– Lenovo Thinkpad Hybrid X1
– MSI GE620DX
– Brother DCP-J725DW
– Kodak Easyshare M750
– Transcend Copy ProtectionSD
– Samsung Galaxy 7.7

• SNAP:
– BSN Ajak Stakeholder Kembangkan Smart Grid
– LG Patok 50% Pertumbuhan Flat Panel Display
– Citrus Usulkan RUU Spektrum
– Andal: Saatnya Sofware Lokal Bangkit
– Inilah Ketiga Pemenang AMD Rising Stars
– Dell Resmikan Kantor Berkonsep Mobile Workforce
– Februari, KOMISI Gelar Seminar From Sales With Love
– MSC Adakan Seminar Everyone is Number One

Februari, KOMISI Gelar Seminar From Sales With Love

0

Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) baru saja dibentuk dan mulai diperkenalkan ke publik sejak 28 Desember 2011 lalu. Meski baru berdiri, Komisi telah membentuk chapter-chapter di seluruh pelosok Indonesia dan anggotanya hingga kini terus bertambah.

Untuk mensosialisasikan keberadaannya, Komisi di sepanjang 2012 ini akan mengadakan serangkaian seminar. Untuk tahap awal, Komisi akan menggelar Seminar “From Sales With Love” pada Sabtu, 25 Februari 2012 mendatang di Grand Auditorium Universitas Bunda Mulia, Jl. Lodan, Ancol – Jakarta Utara mulai pukul 15.00.

“Semua orang berhak menemukan cinta dalam pekerjaannya. Ketika mencintai sesuatu, maka kita akan tergerak untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Seminar ini sendiri adalah sebagai bentuk cinta kepada profesi Sales dan untuk mewujudkan salah satu visi Komisi, yakni menjadikan profesi Sales sebagai pilihan terbaik,” terang Dedy Budiman, Founder Komisi saat kunjungan Komisi ke PT Datascrip, perusahaan distribusi produk TI terkemuka, di Jakarta (3/2).

Joe Kamdani, Chairman Datascrip, mengatakan bahwa “Mimpi, kemauan, ketekunan bekerja, kemandirian, rasa percaya diri, dan kejujuran dengan orientasi keberhasilan adalah modal utama kesuksesan.  Banyak contoh pengusaha yang memulai bisnisnya dari hobi yang disukainya dan ternyata membawa kesuksesan yang luar biasa. Oleh karena itu jangan remehkan hobi yang Anda miliki sekarang.  Cintai pekerjaan Anda sebagaimana Anda mencintai hobi Anda.”

Dedy Budiman dan Joe Kamdani akan menjadi pembicara dalam seminar tersebut yang masing-masing membawakan presentasi bertema From Sales With Love dan From Sales to Success Entrepreneur.

Pada kesempatan tersebut hadir Aster Theresia Sitohang (Ketua Badan Pengurus Harian Komisi), Soegiharto Santoso (Dewan Pembina Komisi) dan Thomas Sugiarto (Dewan Pembina Komisi), Yani Sastra (WaSekjen Komisi), Deasy (Sekretaris Komisi) dan Ahmad Husin Jayarani (Regional Coordinator Jabotabek).

Soegiharto dan Thomas juga akan menjadi pembicara di seminar yang ditargetkan akan dihadiri oleh 1000 orang Sales ini. Soegiharto dan Thomas masing-masing membawakan presentasi bertema Love Your Job dan Love Your Customer, Money Loves You.

Seminar “From Sales With Love” didukung oleh Universitas Bunda Mulia, Dell, Datascrip, Microsoft, 3M dan Majalah BISKOM.

Veolo Jadikan TV Bertampilan Android

0

Kepopuleran Android sepertinya tidak hanya berhenti pada pengguna tablet maupun ponsel saja. Kini AC Ryan, manufaktur internasional untuk produk Information Technology (TI) dan Consumer Electronic (CE) melalui pengembangannya meluncurkan Veolo Smart Android Hub yang merupakan perangkat network media player untuk aplikasi TV berbasiskan Android 2.2 Froyo.

Veolo Smart Android Hub dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan smart TV yang saat ini sedang booming. ”Kami melihat harga Smart TV yang beredar di pasaran masih terbilang tinggi sehingga tidak semua orang memiliki ini. Namun dengan perangkat yang kami kembangkan ini bisa menjadikan TV yang ada di rumah tidak hanya sekedar seperti Smart TV tapi juga memiliki banyak kelebihan karena berplatform Android,” ucap Victorinus Tanjaya, Product Manager AC Ryan di Jakarta (29/11/2011).

Sebagai terobosan baru yang menggabungkan fungsi sistem operasi Android dalam memberikan hiburan lengkap untuk TV di rumah, memungkinkan pengguna melakukan kegiatan social network, browsing, streaming video atau pun bermain game menggunakan televisi.

Instalasinya pun cukup mudah hanya dengan koneksi HDMI untuk menghubungan Veolo Smart Android Hub dengan televisi maka aplikasi sudah dapat tampil di layar kaca. Untuk koneksi internet tinggal menancapkan kabel LAN pada Veolo.

Perangkat ini juga dapat memutar daftar koleksi musik, foto dan video dalam Full HD dengan Gigabit 1000Mbps melalui kabel LAN.  Selain itu, juga bisa menggunakan Built-in nirkabel 802.11b/g/n LAN.

Didukung dengan prosesor ARM Cortex A9 1GHz dan memory onboard 512MB DDR3 menjadikannya dapat  bekerja dengan kecepatan tinggi. Berbagai aplikasi juga dapat di-download melalui Android Market, baik itu bayar maupun yang gratis.

Keunggulan lainnya, yaitu pada remote control 3 ini 1 yang berfungsi sebagai keyboard, mouse dan wireless controller yang dikemas rapi menjadi satu untuk memudahkan pengguna dalam kegiatannya menikmati berbagai hiburan.

“Berbeda dengan remote kebanyakan yang menggunakan sensor infrared, Veolo Smart Android Hub melalui inovasinya menggunakan  Frekuensi wireless yang memberikan kebebasan pada pengguna untuk memilih berbagai menu dengan mudah dari bebagai sudut atau posisi jadi tidak perlu hanya terpaku dari depan TV saja,” jelas Tanjaya.

Saat ini Veolo Smart Android Hub segmentasi pasarnya sudah merambah ke berbagai penjuru dunia seperti Eropa, Asia, Australia dan South America. Produk ini dibandrol dengan harga sekitar 2,5 juta.

DEDY BUDIMAN: Bangun KOMISI Melalui Fan Page

1

Sales adalah ujung tombak perusahaan. Keberadaaannya sangat penting, bahkan bisa dikatakan sebagai pemasok pundi uang bagi perusahaan.

MESKIPUN begitu penting, sayangnya, saat ini profesi sales masih dipandang sebelah mata. Imagenya yang masih kurang bagus, membuat orang tidak merasa bangga pada profesi sales, dan bahkan jarang orang yang bercita-cita menjadi seorang sales. Bagi sebagian besar orang, sales dijadikan pilihan akhir sebagai profesi di dunia kerja.

Melihat hal ini, Dedy Budiman, yang telah memiliki pengalaman belasan tahun di dunia sales merasa prihatin. Ia ingin membangun image baru bagi profesi sales dengan mendirikan Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) yang pada akhir Desember lalu telah melakukan grand launching di Jakarta.

“Sales selama ini memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan, tetapi selama saya berkarir di sales belum ada satupun wadah untuk pekerja sales yang dapat men-support mereka. Banyak pekerja sales tidak tahu harus berbuat apa, karena di pendidikan formal tidak ada pelajaran yang menjelaskan bagaimana seorang sales bekerja secara detil. Akhirnya mereka belajar secara otodidak dan menghalalkan segala cara dalam bekerja yang akhirnya memberikan image buruk pada mereka,” ucap Dedy yang dua tahun belakangan ini memposisikan diri sebagai trainer di bidang sales.

Bertujuan untuk menjadikan profesi sales sebagai pilihan terbaik, KOMISI tidak berdiri dengan sendirinya. Awalnya, pemikiran mendirikan KOMISI ini disosialisasikan Dedy kepada puluhan teman-teman seprofesinya yang berada di seluruh Indonesia melalui email. Merasa mendapatkan dukungan dan respon yang baik, baru pada tanggal 11 November 2011, mulai dideklarasikan KOMISI yang ditandai dengan pembuatan account Fan Page KOMISI di Facebook.

Dedy berharap, KOMISI bisa menjadi “rumah” bersama bagi seluruh sales di tanah air. “Kini “rumah” untuk sales telah ada, tetapi belum sepenuhnya jadi. Masih banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan agar visi KOMISI untuk menjadikan profesi sales sebagai pilihan terbaik bisa tercapai,” ujar pria muda yang dikenal sebagai The Champion Sales Trainer ini.

Nantinya, tugas KOMISI, menurut Dedy adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang profesi sales yang profesional, selain memberikan pelatihan tentang salesmanship, pembekalan tentang sales ethic dan profesionalisme sales kepada anggotanya.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan pendiri KOMISI, Dedy Budiman, baru-baru ini.

Apa yang sudah dan akan Anda lakukan untuk memperkenalkan KOMISI pada masyarakat?
Selain sudah membentuk dan melakukan grand launching KOMISI pada tanggal 28 Desember lalu, kami juga telah membentuk chapter-chapter yang sekarang ini sudah ada perwakilannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan, Pekanbaru, Pelembang, Makassar, Jabodetabek dan Bandung. Rencananya akan dibuka pula di Pontianak, Irian dan Bali.

Nantinya, perwakilan di daerah tersebut berdiri sendiri secara independent mengurus anggotanya, tetapi tetap mendapatkan support dari pusat dengan memberikan edukasi-edukasi kepada para sales di lingkungan tersebut sehingga mereka bisa tampil lebih profesional.

Apakah edukasi itu berupa pengenalan produk?
Tidak hanya itu, produk knowledge hanya salah satunya. Seorang sales sebenarnya harus memeliki beberapa knowledge. Selain produk, mereka harus tahu market knowledge, jadi menjual harus tahu pasarnya. Selain itu juga ada general knowledge. Banyak orang sales begitu bertemu orang langsung jualan. Padahal sebelum jualan, kita harus ada basa-basinya terlebih dahulu, seperti membicarakan hal umum, ataupun segala macam hal yang dapat memancing komunikasi yang baik. Selanjutnya adalah client knowledge, jadi mereka harus tahu karakter customer seperti apa. Selama ini banyak perusahaan hanya konsen di product knowledge.

Bagaimana prospek sales teknologi informasi (TI) di 2012?
Tahun 2012 merupakan tahun yang sangat baik dan banyak pengamat ekonomi mengatakan, semua bagus, baik itu dari sisi bisnis, pemerintah maupun pasar, termasuk di TI. Tapi satu hal yang dilupakan adalah kesiapan para sales. Ibaratnya di 2012 ini adalah track lurus, dimana track-nya bagus sekali dan kondisinya memungkinkan untuk melaju dengan kecepatan tinggi agar mendapatkan momen.

Nah, ketika mau ngebut, tentunya motor atau kitanya harus siap terlebih dahulu sebelum ngebut. Seringkali mereka tidak upgrade ilmunya, sehingga saat momennya bagus justru ketinggalan karena tidak siap. Bukan kondisinya tidak siap tetapi orangnya yang tidak siap.

Sejauh mana sales memanfaatkan social media untuk berpromosi seperti Facebook yang saat ini banyak digunakan masyarakat?
Sales kebanyakan sudah memanfaatkan ini, tetapi caranya masih belum benar. Jadi masih cara-cara sales yang belum diedukasi. Mereka asal promo dan langsung tag saja barang dagangannya. Misalkan berjualan baju, mereka tag kesemua orang. Padahal itu mengganggu orang. Hal ini lah yang akan kami coba edukasi kepada mereka.

KOMISI mendorong seluruh sales untuk kembali belajar. Kalau belum bisa belajar sendiri kami ajak mereka belajar dalam kelompok-kelompok.

Bagaimana cara para sales untuk secara maksimal menggunakan perangkat TI dan bagaimana pula cara mempopulerkan website penjualan para sales?
Kalau bisa website seharusnya terintegrasi dengan Facebook, Twitter maupun Youtube untuk menampilkan video-video karena ke depannya semua butuh interaksi dan saling terhubung. Begitu pula isi dari website tersebut jangan hanya produk semua. Seharusnya mereka menerapkan filosofi 80-20, artinya 80% memberikan sesuatu kepada audience-nya berupa informasi atau edukasi. Misalkan, kalau kita sales notebook berikan pengetahuan bagaimana cara memilih notebook yang baik, permasalahannya apa saja pada notebook dan bagaimana mengatasinya. Kita tanamkan dulu kepercayaan kepada customer kalau kita mengerti tentang notebook, baru 20% nya jualan. Hal ini dengan sendirinya akan mengundang orang mengunjungi website kita.

Bagaimana komentar Anda mengenai komisi para sales yang sering kali kurang adil di dalam perusahaan? Apakah ada badan hukum yang melindungi para sales, seperti halnya profesi lain?
Sales orientasinya memang pada komisi, masalahnya penerapan komisi ini pada tiap perusahaan berbeda-beda, ada yang fair dan tidak fair. Kalau tidak fair mereka juga bingung untuk mengadu kemana, makanya kami harapkan nantinya dengan KOMISI kedepannya bisa melakukan suatu dukungan kepada rekan-rekan agar mereka mendapatkan haknya dengan baik. Itu merupakan mimpi kami kedepannya, tetapi masih pelan-pelan menuju kesana. Kami lakukan ini karena belum ada badan hukumnya atau standar hukum yang mengatur tentang komisi ini.

Bagaimana cara KOMISI menjalin hubungan baik dengan para anggotanya di seluruh Indonesia?
Sekarang ini komunikasi utamanya untuk seluruh anggota melalui milis dan Facebook terlebih dahulu. Jadi mereka bisa share disini secara interaktif, misalkan punya masalah apa nanti teman-temannya bisa saling bantu. Untuk pengurus, kami memanfaatkan Blackberry Group dimana tiap pengurus pusat dan daerah mempunyai group masing-masing. Seperti Jawa Timur mereka punya grup sendiri yang mengurus wilayahnyam tetapi di sana juga ada orang pusatnya sehingga semua terkontrol secara terpusat.

Apa kegiatan KOMISI di 2012 terutama berkaitan dengan TI?
Untuk awal kami akan membuat suatu modul untuk seluruh anggota KOMISI berupa video dan buku. Video itu nantinya akan kami upload di Youtube sehingga siapapun yang ingin belajar tentang sales bisa melihat dari situ. Metode untuk diskusinya akan melalui e-Book yang bisa di-download dan copy atau diperbanyak. Jadi di manapun mereka berada bisa mengambil bahannya di Youtube dan metari tertulisnya di e-Book.

Apa target yang ingin dicapai oleh KOMISI?
Kami ingin di 2012 anggota KOMISI sudah mencapai 10 ribu sales yang terdaftar. Untuk itu di 25 Februari nanti kami akan mengadakan event mengumpulkan seribu sales di Jabodetabek. Saya berharap, lima tahun kedepan akan menemui dan melihat KOMISI telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan siswa ataupun mahasiswa yang lulus sekolah ataupun kuliah tidak akan lagi malu bila berprofesi sebagai sales karena sebenarnya profesi sales adalah salah satu pilihan terbaik.

Ketua DPR RI: MARZUKI ALIE, DPR Siap Gunakan TI Secara Tepat

0

BISKOM, Jakarta – Di tengah sorotan publik yang keras terhadap kinerja pemerintah, DPR RI sebagai lembaga yang menjalankan Fungsi Legislasi, Fungsi Anggaran dan Fungsi Pengawasan Negara, bertekad untuk segera melakukan sejumlah perbaikan yang efisien.

SIAPA tak kenal Marzuki Alie. Dianggap sebagai tokoh kontroversial, Marzuki sebenarnya adalah sosok yang aktif bersosialisasi, pekerja keras dan ramah. Lahir di Palembang, 6 November 1955, perjalanan Marzuki menuju kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Demokrat ternyata cukup panjang. Memulai karirnya sebagai Pegawai di lingkungan Departemen Keuangan di DKI Jakarta selama kurun waktu tiga tahun (1975-1980), pria ini kemudian ditugaskan ke tanah kelahirannya di Kantor Perbendaraan negara Depkeu Palembang (1979-1980).

Di bidang politik, ayah dari dua orang anak ini sempat menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sumsel (2003-2004). Keberhasilan Marzuki dalam mendulang suara Partai Demokrat di Provinsi Sumsel, mengantarkannya menjadi Fungsionaris DPP PD (2004-2005) hingga Sekretaris Jenderal DPP PD (2005-2010).

Kerja keras Marzuki bersama Partai Demokrat Provinsi Sumsel dalam memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 lalu membuahkan hasil manis, dimana SBY-Boediono meraih 54,07 persen suara mengalahkan pasangan lainnya. Dari sinilah karir politiknya melaju hingga ia terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2009-2014.

Pengajar di Universitas IGM dan pembicara di berbagai forum-forum akademisi ini rupanya juga menaruh perhatian lebih terhadap perkembangan teknologi informasi (TI). Dirinya pernah dipercaya menjadi Ketua Forum Komunikasi Ahli Komputer BUMN Semen Indonesia (1992-1996). Berkaca dari pengalamannya, Marzuki tak ragu untuk melakukan perombakan kinerja DPR RI kearah yang lebih baik. “Tanpa perbaikan kinerja di lembaga DPR, akan sulit untuk tetap responsif dalam mengakomodir aspirasi masyarakat,” ujar Ketua DPR RI, Marzuki disela kesibukannya di Gedung DPR RI Jakarta kepada BISKOM (05/01/2012).

Perbaikan yang dimaksud antara lain adalah telah dilakukannya pembahasan terhadap 23 Rancangan Undang-Undang (RUU), baik RUU inisiatif DPR maupun dari Pemerintah. Dari 23 RUU tersebut 10 RUU diantaranya telah disetujui menjadi Undang-undang.

Selama tahun 2011, sebutnya, “DPR juga berusaha menjalankan fungsi pengawasan, diantaranya Tim Pengawas Century, Tim Khusus DPR terhadap Penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Saudi Arabia, Tim Pengawas Otonomi Khusus Aceh dan Papua, juga ada Tim Pengawas DPR terhadap terhadap sistem pelayanan kesehatan masyarakat dan lain sebagainya.”

Sementara di bidang TI, di bawah kepemimpinannya, DPR RI telah merilis Layanan Informasi Publik, baik melalui SMS maupun website. Bukan itu saja, ia pun memiliki banyak ide bagaimana TI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian bangsa. Apa saja?  Simak wawancara kami berikut ini.

Tahun 2011 baru saja berlalu. Apa target DPR RI di tahun 2012 terkait dengan kemajuan TI di Indonesia?
Sebenarnya, kami sudah dari dulu memanfaatkan TI. Melalui website atau SMS, masyarakat bukan hanya dapat menyampaikan inspirasi maupun pengaduan, tetapi juga melihat prosesnya sudah sejauh mana. Ia akan tahu sejauhmana pengaduannya sudah ditindaklanjuti. Semua itu tinggal klik saja. Sebelumnya, web ini tidak berfungsi dengan baik seperti sekarang ini. Tapi begitu masuk ke DPR, saya mulai menata satu persatu dan perbaiki, meski tidak mudah. TI sekarang ini sudah mulai kami gunakan, baik itu dalam bentuk supporting system di Kesekjen-an maupun yang berkaitan dengan keanggotan.

Kalau namanya computer, kerjanya standar, tapi yang namanya pengembangan sistem itu masih mengalami kelemahan. Sewaktu bergabung di perusahaan negara, saya memang basic-nya TI, sehingga saya mencoba agar TI juga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga dapat mempermudah pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di DPR RI.

Kedepan, tentunya, saya berharap semua pegawai di lingkungan DPR-RI mulai dari pucuk pimpinan hingga yang terbawah bisa menggunakan TI secara aktif, sesuai kerja mereka masing-masing.

Jadi, ketika Anda masuk ke DPR, web lah yang dibenahi lebih awal?
Betul, tentunya di samping persoalan lainnya. Yang pertama saya perbaiki adalah fungsi web, sebagai sarana informasi. Kami banyak melakukan perubahan mulai dari konsep hingga penampilan. Dan, web ini juga kami gunakan sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan pengaduan.

Akhir tahun lalu, kami sudah kita launching web-nya walaupun belum sempurna. Tetapi sistem pengaduan web kami rancang agar sesuai dengan syarat keterbukaan informasi publik, sehingga bisa kami tindaklanjuti apabila ada pengaduan dari masyarakat dan akan terkoneksi ke semua unit-unit di anggota dewan yang tugasnya melakukan pengawasan. Setiap pengaduan atau aspirasi dari seluruh wilayah Indonesia akan direspon oleh masing-masing unit yang ada di DPR ini sehingga tidak perlu lagi surat menyurat seperti cara lama. Jadi, semuanya inline atau terpadu di dalam computer system.

Saat ini, kami juga tengah mengupayakan peningkatan kinerja anggota dewan dengan menggunakan sistem absen pemindai sidik jari (finger print) yang masih dalam proses tender. Memang teknologi yang kami pilih tidak yang terlalu canggih, tapi harus cukup untuk memenuhi fungsinya. Dengan begitu, mereka yang hadir mengikuti sidang, betul-betul datang secara fisik. Informasi mengenai kehadiran anggota DPR juga akan kami terbitkan secara online, agar masyarakat tahu, siapa saja wakilnya yang disiplin maupun tidak disiplin.

Menurut Anda, apakah teknologi finger print cukup efektif untuk menjamin anggota DPR agar lebih disiplin?
Tingkat kedisiplinan anggota DPR memang tergolong memprihatinkan. Karena itu dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi DPR belakangan ini, diambil kesepakatan untuk merealisasikan sistem absen di perusahaan ini ke DPR.

Tentu dengan harapan ada peningkatan tingkat kehadiran anggota DPR dalam rapat. Sistem absen finger print juga merupakan realisasi UU Parlemen dan tata tertib DPR. Kami mengharapkan tender pengadaan peralatan finger print DPR digelar secara transparan.

Makanya yang paling penting adalah kita semua sudah online, sehingga setiap tender bisa transparan. Mengenai finger print, seperti kita ketahui, ini adalah teknologi yang sederhana sehingga harusnya tidak ada perbedaan spesifikasi dan harga yang sangat mencolok. Paling cuma masalah validitas-nya saja yang berbeda-beda.

Jika DPR mulai meningggalkan surat-menyurat dengan kertas, berarti DPR sudah mengarah ke teknologi hijau atau green technology. Apa bentuk dukungan nyata DPR lainnya terhadap teknologi hijau?
Saya rasa memang demikian. Era keterbukaan informasi publik dimana media massa telah melirik website sebagai alternatif media penyampaian informasi yang efektif selain kertas yang tercetak, maka sudah selayaknya pemerintah, termasuk DPR, mengupayakan media yang sama untuk menginformasikan kinerja kami, apakah sudah sesuai dengan harapan masyarakat atau belum. Itulah sebabnya, kami mengupayakan pembangunan gedung baru DPR RI yang mendukung teknologi hijau. Sayangnya rencana ini harus terhambat karena banyak pihak yang kurang setuju dengan pembangunan gedung baru DPR RI.

Memang konsep teknologi hijau yang ditawarkan di gedung baru DPR RI itu seperti apa kongkritnya?
Kita pastinya sudah mendengar istilah Smart Building atau Gedung Hijau yang memiliki keunggulan dalam hal penghematan pemakaian resource dan energi, sehingga tidak akan memberikan dampak buruk pada lingkungan, dan menyediakan kenyamanan dan kesehatan lingkungan bangunan.

Smart Building memanfaatkan TI untuk mengotomatisasi operasional gedung, mendefinisikan rule dan task pada pemakaian energy building agar tercapai penghematan konsumsi energi. Teknologi Smart Building dapat melakukan penghematan pada fase konstruksi dan fase operasional gedung. Hal ini dimungkinkan karena Smart Building berjalan pada satu platform network yang terintegrasi untuk pengontrolan gedung yaitu platform jaringan TCP/IP yang berbasis fiber optic yang terintegrasi baik untuk internet maupun CCTV dan lain sebagainya.

Pengaduan melalui website ataupun SMS mungkin tak akan ada kendala jika diterapkan di Jakarta atau kota-kota besar. Namun di berbagai daerah, sering kita temui adanya permasalahan kesenjangan digital. Untuk menyelesaikan masalah ini, apa langkah strategis yang direncanakan pemerintah?
Anggota DPR itu kan orang politik, makanya diperlukan tenaga ahli agar dia tidak gaptek. Setelah duduk di dewan, saya sudah jarang sekali mengutak atik laptop, karena sudah ada tenaga ahli di bidang itu.

Sebagai orang politik, memang relatif tidak bersentuhan dengan teknologi secara teknis. Tapi, banyak laporan yang cukup dikirim via email saja, tidak perlu berlembar-lembar kertas. Seperti hasil kunjungan ke luar negeri anggota dewan, selalu kami update di web sehingga masyarakat bisa melihat hasilnya. Dan saya rasa mengenai kesenjangan digital adalah tugas kementerian yang bersangkutan, sementara tugas kami adalah membuat regulasi yang membantu mempercepat penyelesaian masalah tersebut.

Sebelum ada website, apakah pengaduan masyarakat tidak terakomodir dengan baik?
Selama ini pengaduan yang kami terima sedikit, karena gate-nya terlalu banyak sehingga tidak ter-record dengan baik. Melalui sistem informasi, maka aspirasi dapat disampaikan ke satu pintu tetapi melalui berbagai cara. Bisa melalui surat, datang langsung, SMS maupun melalui website.

Kendati demikian, aspirasi tidak akan bermanfaat jika wakil rakyat di DPR tidak merespon dan merealisasi tuntutan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, DPR banyak mendapatkan kritik, namum semua kritik harus dijawab, tidak hanya dalam bentuk argumentasi pembenaran, tetapi dengan langkah-langkah nyata.

Dengan memanfaatkan situs resmi dpr.go.id, DPR akan merespon pengaduan dan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah. Situs ini, sekaligus digunakan untuk memaparkan agenda DPR, termasuk kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri.

Sistem informasi yang diharapkan oleh masyarakat adalah yang bisa mengakses informasi dengan cepat serta mampu menjembatani proses penyampaian tuntutan atau aspirasi mereka dengan mudah kepada pemerintah.

Terkait layanan informasi publik, hal tersebut merupakan amanat UU KIP dalam rangka memberikan informasi publik sehingga masyarakat dapat melihat secara online prosesnya, tata cara, status permohonan dan dapat segera direspons sesuai amanat UU yang berlaku. Karenanya, kami siap memanfaatkan TI secara tepat demi kesejahteraan bersama.

Tepatnya kemana jika masyarakat ingin melakukan pengaduan atau menyampaikan aspirasi?
Masyarakat dapat mengakses http://pengaduan.dpr.go.id, atau mengirim SMS aspirasi DPR RI ke 08119443344. Sementara untuk pelayanan informasi publik online DPR RI dapat mengakses http://ppid.dpr.go.id.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia dari waktu ke waktu? Apakah TI Indonesia sudah cukup ideal? Dan apa saran Anda agar Indonesia bisa maju di bidang TI dibanding negara-negara lain?
Sudah maju tetapi distribusi knowledge-nya masih belum besar. Yang kita ketahui, internet masalah terbesarnya adalah terbatasnya bandwidth dan tidak terjangkau daerah-daerah terpencil atau pedalaman. Makanya kuncinya adalah telekomunikasi. Kalau tidak ada dukungan telekomunikasi, saya yakin tidak bisa berkembang.

Bandwidth di Indonesia masih tergolong mahal karena harus membeli bandwidth International. Untungnya, kalangan penyedia dan pengguna Internet Indonesia cukup kreatif dalam mencari cara mengatasi mahalnya biaya bandwidth internasional, sehingga saya berharap teknologi bisa semakin murah dan terjangkau aksesnya bagi semua masayarakat, khususnya bagi usia sekolah.

Ini semua juga menjadi tugas pemerintah agar internet bisa menjangkau daerah-daerah terpencil seperti internet masuk desa atau program lainnya yang berkenaan dengan melek internet. Sangat penting untuk mendidik masyarakat menguasai TI untuk memajukan daerahnya, misalnya melalui pemasaran online ke seluruh dunia, sehingga kesenjangan informasi antara kota dan desa tidak terlalu jauh. Begitupun dengan dunia bisnis, saya berharap tiap daerah di Indonesia memiliki hasil karya unggulan dengan nilai jual yang tinggi sehingga tiap daerah bisa menopang perekonomiannya sendiri. Saya berharap, Indonesia bisa lebih baik dan maju di awal 2012 ini. (Redaksi)

Telah Terbit BISKOM Edisi Januari 2012

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI),  Marzuki Alie (Terima kasih kepada DPR RI yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Januari 2012 diantaranya:

• COVER STORY: Ketua DPR RI, Marzuki Alie,  DPR Siap Gunakan TI  Secara Tepat

• FIGURE:
– Vice President, Cares Sales, Asia Pacific & Middle East, Blue Coat, Matt Bennett: Hemat Bandwidth Dengan Teknologi Caching
– Ketua Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC), Afat Taufresdian: HMCC, Asosiasi Mall Paling Solid
– The Champion Sales Trainer, Dedy Budiman: Bangun KOMISI Melalui Fan Page

• HEADLINE:
2012, Momentum Perubahan TI

• FOCUS:
– E-Health, Optimalkan Layanan Kesehatan
– Kembali Sehat Dengan Telemedika
– Telkom Rambah Aplikasi e-Health
– Apa Kabar Warnet PLIK?
– RI Butuh Model Arsitektur TI
– APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama

• REVIEW & CELLULAR:
– Lenovo Ideapad U300S
– Toshiba Regza AT1S0
– Kingston Datatraveler Micro
– Motorola Razr
– Genius DVR-GPS300
– TRranscend Storejet Cloud
– HTC Sensation XL

• SNAP:
– Cyberoam CCNSP Ciptakan Profesional Security
– NetGear Incar Pasar UKM di Indonesia
– Dell Gandeng Pengusaha Jadi Ikon
– Veola Jadikan TV Bertampilan Android
– ZTE Siapkan Teknologi LTE Untuk Indonesia
– IOSA Anugerahkan Award Bagi Jawara OSS
– Sales Indonesia Bentuk KOMISI

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id