Home Blog Page 974

Perjalanan ke 4 Negara Telah Dimulai Dalam IT Travelers Go!

0

Setelah Juli lalu diluncurkan, IT Travelers Go! akhirnya memasuki gelombang kedua dimana masing-masing negara yaitu Indonesia, India dan Vietnam telah menentukan 4 finalis yang berhasil mengikuti babak selanjutnya untuk melakukan perjalanan selama 21 hari ke empat kota besar di Asia.

Dimulai dari Jakarta, sebanyak 12 finalis yang berasal dari ketiga negara tersebut akan memperebutkan hadiah utama senilai US$ 20.000, setelah itu perjalanan akan berlanjut nantinya ke New Delhi, Hanoi dan terakhir Taipei.

Kontes yang berkonsep reality tour ini merupakan bagian dari kampanye Taiwan Excellence 2011 – Excellent Lifestyle oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) yang berada di bawah pengawasan Bureau of Foreign Trade, the Ministry of Economic Affairs, Taiwan ROC.

Walter Yeh (Executive VP TAITRA),  mengatakan bahwa IT Travelers Go! adalah bagian dari usaha berkesinambungan kampanye Taiwan Excellence untuk menghadirkan produk-produk teknologi berkualitas Taiwan.

“Saya berharap perjalanan ini akan membawa pengalaman tersendiri bersama produk teknologi informasi (TI) dari Taiwan yang memungkinkan perjalanan ini bisa berbagi dengan keluarga maupun teman-teman yang ada dengan lebih baik dan lebih memuaskan lagi. Karena Taiwan mengerti kebutuhan gaya hidup masa kini yang tidak lepas dari hiburan maupun dokumentasi,” ujar Walter Yeh di Jakarta (14/10).

Dalam perjalanan ini peserta akan dilengkapi IT Travel Kit berisikan sekitar 16-18 gadget yang disponsori oleh jajaran produk Taiwan seperti Acer, Adata, Apacer, Asus, BenQ, D-Link, Genius, HTC, Innergie, Mio, MSI, Optoma, PQI, Silicon Power, Thermaltake, Transcend, Trend Mico, dan ZyXEL.

Dimana nantinya IT Travel Kit ini akan memudahkan tim dalam melakukan berbagai kegiatan travel seperti mengambil video, posting gambar, sampai mencatat perjalanan  kedalam blog.

“Tugas peserta tidak hanya travel saja tetapi mereka harus bisa sharing perjalanan kedalam blog setiap harinya. Apalagi penilaian terbesar yakni 60% berasal dari public popularity maka peserta harus mampu menarik orang untuk membaca blog dan memberikan dukungan yang tidak hanya di-voting saja, tetapi juga bisa di-share melalui social network,” jelas Christya Nelwan, Panitia Pelaksana IT Travelers Go!

Acara pelepasan yang cukup meriah ini diramaikan juga dengan tarian-tarian kebudayaan daerah dari masing-masing negara peserta, termasuk Taiwan.

Peserta dari Indonesia yang berhasil lolos melakukan perjalanan 4 negara ini adalah Arif Satriyo Pambudi, Yasmin, Rahmat Hidayat dan Ivan Soekarno.

Untuk memberikan dukungan pada mereka dapat dilakukan melalui situs  www.ITTravelersGo.com atau Facebook Fanpage www.facebook.com/TaiwanExcellence.

Perjalanan mereka akan berakhir pada tanggal 2 November 2011 di Taiwan. Selama aktivitas tersebut mereka akan selalu dipantau oleh panitia yang melibatkan TAITRA, Cathy Sharon, dan juga brand produk.

Pelepasan seluruh finalis dilakukan oleh Walter Yeh (Executive VP TAITRA), Andrew Y.L. Hsia (Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Indonesia), Cathy Sharon (Duta Taiwan Excellence di Indonesia), Y.C. Tsai (Director of Economic Affairs, Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO), Tony Chang (First Secretary Economic Division, TETO),  James Chen (Direktur TAITRA Jakarta), Jason Lim (Presiden Direktur Acer Indonesia) dan Soegiharto Santoso (Direktur Masterdata).

IT Travelers Go! sebagai bagian dari kampanye Taiwan Excellence 2011 didukung oleh BISKOM selaku media partner.

UT: Teknologi Pendidikan Jarak Jauh Harus Dieksploitasi

1

Negara-negara berbagai kawasan bisa saling berbagi pengalaman, terutama dalam perencanaan, pengembangan dan pengelolaan  dalam penyelenggaraan  sistem  pendidikan jarak jauh  dan terbuka atau yang dikenal dengan Open and Distance Learning (ODL).

ODL sendiri telah diterapkandi Indonesia, terutama oleh Universitas Terbuka (UT).  “Di UT, ada dua jejaring ODL yaitu jejaring  untuk pelayanan warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri  dan  networking. UT sebagai pemain ODL, sehingga kami harus  aktif  dalam organisasi ODL di  manca negara,”  ungkap  Rektor Universitas Terbuka (UT), Tian Belawati, kepada BISKOM  di kampus UT Pondok Cabe,  Tangerang  (11/10),  saat menyampaikan hasil-hasil dari  International Council for Open and Distance Education (ICDE) World Conference ke-24.

Konferensi tingkat dunia  yang diikuti 700 delegasi dari 50 negara ini merupakan  agenda dua tahunan dari ICDE. Acara  yang digelar di  Nusa Dua, Bali, 2 – 5 Oktober lalu, bertemakan “Expanding Horizons – New Approaches to ODL” (Memperluas Cakrawala – Pendekatan Baru dalam ODL). Konferensi ini merupakan forum berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi esensial dan praktis di kalangan komunitas sesama institusi dan praktisi  ODL .

Tian yang juga terpilih menjadi anggota eksekutif  komisi ICDE berharap agar organisasi internasional ODL memperhatikan  sistem ODL di negara-negara  berkembang seperti Indonesia dan Asia lainnya yang  infrastruktur backbone serat optic-nya masih  belum merata.

“Untuk akses broadband dan internet, Amerika Serikat dan Eropa memang  terdepan, sementara Asia Timur dan Asia Tenggara, seperti Korea Selatan, Jepang dan  China cukup sukses dengan pertumbuhan akses pita lebar ini,” sambungnya.

Tian mencontohkan, negara China itu  basis UT-nya adalah The China Central Radio dan TV University  yang sekarang sudah berganti nama menjadi The Open University of China.  Nmaun, meski infrastruktur TI-nya  sudah memadai, penetrasi broadband-nya masih sedikit dari total jumlah penduduknya.

“China memiliki kesamaan dengan Indonesia, dimana masyarakatnya belum semuanya siap ber-online ria walaupun infrastrukturnya sudah memadai.  Apalagi pengguna internet di Indonesia masih lebih banyak menggunakan ponsel dari pada perangkat lain,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional  Muhammad Nuh mengatakan,  teknologi yang diterapkan dalam sistem  ODL harus dieksploitasi agar  memberikan nilai tambah  maksimal. Sebab, nilai standar pada teknologi ODL adalah koneksi dan transaksi.

“Perkembangan teknologi saat ini telah merevolusi, membantu kita dalam melakukan interaksi. Interaksi  terpusat  melalui portal dalam  konsep web 1.0 telah mengalami perubahan mendasar  menjadi  interaksi jejaring dalam konsep web 2.0 yang mengedepankan ruang terbuka bagi siapapun untuk berekspresi,” kata Nuh.

Menurutnya, konsep interaksi  jejaring atau kolaborasi merupakan nilai lanjutan dari tenknologi ODL, setelah koneksi dan transaksi. Implementasinya adalah sebuah sistem terbuka agar pembelajar memasukkan konten melalui tahapan evaluasi.

“Nilai kolaborasi ini akan menghasilkan konten yang beragam sehingga terjadilah konsep  pengajaran ideal, dimana pembelajar memperoleh  pelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” tambahnya.

Sehubungan dengan itu, Kementerian Diknas tengah mengembangkan Rumah Belajar  yaitu suatu sIstem berbagi  materi e-Pembelajaran yang mendukung ODL. Sistem tersebut dibuat dengan konsep partisipatif dan kolaboratif dengan menggunakan platform konten bersama (sharable content).

Nuh berharap,   rumah belajar  ini  akan menjadi program e-Pendidikan nasional  (National e-Education Gateway) agar terjadi hubungan antara pusat-pusat ODL di negara- negara lain dengan Indonesia dalam suatu jejaring ODL global.

Cari Bakat Baru, AMD Luncurkan AMD Rising Stars

1

AMD mengumumkan peluncuran kampanye  “AMD Rising Stars”  di Indonesia. Lewat para dutanya, Raisa Andriana (21), Sakti Marendra (28), dan Dian Pelangi (20), kampanye pencarian bakat AMD Rising Star dimulai hari ini (11/10) di FX Lifestyle Center, Jakarta.

Kampanye terbaru AMD  ini bertujuan untuk mencari anak-anak muda yang berbakat di Indonesia berusia 19-29 tahun yang menunjukkan kreativitas dan semangat melalui kelebihan teknologi Vision dari AMD.

“Program AMD Rising Stars berbicara tentang bagaimana membantu generasi selanjutnya untuk meraih minat mereka dengan cara menginspirasi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat mereka dengan menggunakan teknologi,” tutur Heryanto Arif, National Sales Manager AMD Indonesia.

Senada dengan Heryanto, Ben Williams, Corporate Vice President and General Manager AMD Asia Pasifik mengatakan bahwa generasi muda saat ini sangat peduli akan teknologi yang dapat membantu untuk mendapatkan tujuan dan impian mereka.

“AMD membantu anak-anak muda untuk membuat keputusan yang benar  tentang teknologi melalui  internet  dan rekomendasi yang berhubungan dengan minat mereka,” papar Williams  menambahkan.

Kampanye ini akan dimulai dengan serangkaian road show ke sejumlah universitas pada 17 Oktober – 4 Desember 2011, dengan mengunjungi 30 universitas di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya.

Ada tiga kategori yang dilombakan dalam kompetisi ini, yaitu motion graphics, fashion design, dan music. AMD dan para duta AMD dari kampanye ini akan menilai setiap karya yang diterima dan akan mengumumkan siapa yang menjadi pemenang AMD Rising Stars pada Januari 2012.

Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang senilai  total  $10.000  dan satu komputer  yang didukung dengan perangkat AMD.

Sebagai  duta  AMD,  para pemenang akan menginspirasi rekan-rekannya untuk mengembangkan bakat mereka dan merealisasikan impian  mereka dengan menggunakan  teknologi Vision dari AMD dan AMD Fusion Family of Accelerated Processing Units (APUs) yang digunakan dalam perangkat komputer dari Acer, Lenovo, dan Sony.

Informasi selengkapnya mengenai kompetisi  “AMD Rising  Stars” dapat diperoleh dengan mengunjungi  situs  www.amdrisingstars.com,  AMD Rising Stars Facebook Fan Page serta melalui twitter @amdrisingstars. Anak muda yang ingin berpartisipasi harus mendaftarkan diri dan mengirimkan karyanya melalui situs tersebut, setelah itu mereka dapat memeriksa setiap update dari media sosial.

Telah Terbit BISKOM Edisi Oktober 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan cover Managing Director Dell South Asia dan Korea, Ng Tian Beng (Terima kasih kepada Dell yang turut mendukung Majalah BISKOM). Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Oktober 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Managing Director Dell South Asia dan Korea, Ng Tian Beng: Dell Siap Penuhi Kebutuhan Pelanggan

• FIGURE:
C. Triharso,  Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian: Indonesia dan Taiwan Majukan Industri Telematika
Amar Mehta, Country Manager Cyberoam Indonesia: Indonesia, Pasar Utama Cyberoam di Asia Pasifik
Jimmy Hadian, Direktur PT Raditya Mulia Lestari (RML): Amankan Data Hingga Titik Sekecil Mungkin
Sunil Chavan, Director, Content & File Services, Hitachi Data Systems Asia Pasifik: Hitachi Tawarkan Efisiensi Cloud Computing

• HEADLINE:
Mengusut Kasus di Proyek e-KTP

• FOCUS:
Basmi Pencurian Pulsa!
2014, Broadband Sumbang 1,3% PDB
RIM, Dari Pornografi Hingga Server
Menebar Benih TI di Bandung Techno Park
• INSPIRATION:
Dirgayuza Setiawan: Palapa Ring dan FTTH, Agar Indonesia Tak Tergilas Kompetisi Global

• REVIEW & CELLULAR:
Cyberoam NetGenie
Lenovo Ideacentre B520 & B20
Edimax BR-6475nD
Epson Powerlite
Archos G9 Series
Acer Aspire S3
Inspiron 13Z
Samsung Note
Canon Powershot SX40 HS
Kingston SSDNOW KC100

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

Epson Luncurkan 22 Proyektor Untuk Berbagai Segmen

0

Epson meluncurkan 22 proyektor sekaligus. Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen, peluncuran ini merupakan target Epson Indonesia untuk menjadi perusahaan penyedia solusi proyektor terbaik No.1 di Indonesia.

“Kami selalu mencoba memberikan manfaat terbaik untuk konsumen dengan menghasilkan produk-produk menarik yang dirancang sesuai untuk kepuasan atas kebutuhan konsumen berupa produk yang mudah di operasikan dan dilengkapi berbagai fitur canggih,” ucap Hirasaki Michiya, President Director, PT. Epson Indonesia di Bali (7/10).

Dengan strategi mendengarkan kebutuhan atau suara konsumen, Epson merancang secara khusus 2 seri proyektor untuk Indonesia yaitu EB-S100 dan EB-X100 yang hadir dengan menu berbahasa Indonesia. Menggabungkan sejumlah fitur-fitur yang berguna untuk memberikan performa dan nilai/manfaat terbaik dengan biaya yang terjangkau, proyektor ini ditargetkan untuk dunia pendidikan dalam aktivitas pembelajaran di ruang kelas dan SOHO (Small Office Home Office).

Ke dua produk ini memiliki fitur- fitur yang tidak jauh berbeda, seperti Berteknologi 3LCD (Liquid Crystal Display) yang juga digunakan pada setiap proyektor terbaru Epson untuk mempertajam dan memperjelas proyeksi, OSD (On Screen Display), Auto Vertical Keystone, Quick Starup dan Instant Off, contrast rasio 3.000:1 dan brightness 2.600 lumens. Yang membedakan hanya resolusinya saja yaitu 800×600 (SVGA) untuk EB-S100 dan X100 1024×768 (XGA).

“Kami tidak mengedepankan teknologi meskipun memiliki teknologi terdepan, tapi kami lebih untuk memenuhi kebutuhan atau suara konsumen. Dengan begitu produk akan lebih bisa diterima masyakat,” jelas Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia.

Selain itu untuk entry-level proyektor, juga ada Epson EB-W01, W01, S11, X11, S12, X12, X14 dan W12. Sedangkan untuk seri EB-1800 dengan fitur lengkap yang dapat memberikan tingkat kecerahan hingga 4000 lumens, ada EB-1860, EB-1870, EB-1880, EB-1840W dan EB-1850W. Ada juga jajaran projector short-throw untuk jarak tembak dekat dengan teknologi ultra short throw, yaitu Epson EB-420, EB-425, EB-425W dan EB-435W.

Bagi yang gemar menonton Home Theater bersama keluarga di rumah, Epson juga menghadirkan projector berteknologi  3D/HD Epson EH-TW8000 dan EH-TW6000. Keduanya  memiliki gambar 3D dengan tingkat kecerahan paling tinggi dikelasnya, karena menggunakan 480 Hertz frame refresh rate.
Pilihan lainnya Epson MG-850HD merupakan projector pertama di dunia yang memiliki konektivitas dengan perangkat Apple, yang memiliki dock memudahkan pengguna iPhone, iPad atau iPod untuk menampilkan foto maupun film favorit.

Saat ini pasar proyektor Indonesia berada dalam urutan nomor delapan di dunia. Sementara, Epson sendiri berdasarkan riset FutureSource Consulting merupakan produsen proyektor nomor satu di dunia dan nomor dua di Indonesia. Untuk pendistribusian, Epson telah memiliki lebih dari 70 chanel yang tersebar seluruh wilayah Indonesia dan sedang mempersiapkan 10 after sales lagi untuk menangani berbagai masalah.

Menkominfo Resmikan INAICTA 2011

0

Ajang penghargaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, Indonesia ICT Award (INAICTA) 2011, diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring di Jakarta Convention Centre (4/10).

Tifatul, dalam sambutan pembukaannya, mengatakan teknologi informasi dan komunikasi sangat berperan dalam memajukan negara Indonesia. “Terdapat potensi yang besar dalam industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Sumber daya manusia kita tidak kalah,” katanya.

Sebelumnya, selama kurang lebih delapan bulan, telah diselenggarakan rangkaian lomba, seleksi, dan penjurian berbagai tahap atas karya-karya digital yang masuk.

Pada acara puncak 4-5 Oktober di JCC ini digelar pula sejumlah agenda, seperti pameran kreatif digital terbesar yang memamerkan 110 karya terbaik di Indonesia.

Indonesia ICT Award 2011 juga menyelenggarakan sejumlah workshop, seperti membuat animasi dengan blender, membuat game bersama Square Enix, serta workshop e-Commerce bersama Blibli.com.

Selain itu, ada pula kompetisi robotika tingkat nasional yang sekaligus sebagai ajang Pra-Internasional Robot Olympiad (IRO) yang diselenggarakan Desember nanti di Jakarta.

“Ada 200 perserta dalam kompetisi robotika. Ini bukan robot main-mainan, tapi robot yang menawarkan fungsi,” kata Tifatul.

Ketua Pelaksana INAICTA 2011, Richard Kartawijaya mengatakan, ada 785 karya yang mengikuti ajang lomba kreatif digital. Jumlah ini naik 800 persen dibanding ajang yang sama pada tahun 2007. INAICTA 2011 diikuti peserta perorangan, kelompok, perusahaan dan sekolah.

“Ada 1768 accounts yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia,” kata Richard. Ia berharap, ajang INAICTA 2011 ini mampu mengundang para pengembang, pembeli, investor, dan juga venture capital untuk turut mengembangkan karya-karya kreatif bangsa Indonesia.

Para pemenang INAICTA dapat dilihat di http://www.inaicta.web.id. INAICTA 2011 didukung oleh BISKOM selaku media partner.

Yogyakomtek 2011 Kampanyekan Go Green!

0

Basuki Widodo Yogyakomtek 2011Banyak hal baru yang ditawarkan Yogyakomtek yang pada tahun 2011 ini memasuki usia ke 14. Upaya tersebut dilakukan untuk mempertahankan eksistensi Yogyakomtek yang selama ini dikenal sebagai “The Most Thematic Computer Exhibition in Indonesia!”

Salah satunya adalah penyelenggaraan Seminar Nasional Green IT sebagai bagian dari tema yang diusung Yogyakomtek 2011: ”Go Green IT”.

Tema ini dipilih karena adanya keprihatinan terhadap suhu bumi yang kian hari kian panas akibat efek rumah kaca dan kondisi lingkungan dunia yang semakin rusak karena perkembangan teknologi.

Di sela pembukaan Yogyakomtek 2011 di Jogja Expo Center (JEC), hari ini (1/10), Hadi Santono, Ketua Panitia Yogyakomtek 2011 menyampaikan, “Meskipun penggunaan perangkat teknologi informasi (TI) ramah lingkungan sudah cukup lama dikampanyekan, namun pada prakteknya masih banyak yang belum menyadarinya.  Padahal, semua pihak mempunyai peran yang  sama untuk membuat sistem komputer menjadi ramah lingkungan, baik itu  produsen hardware dan software,  ataupun  pihak konsumen (home user, pemerintah, instansi swasta dan akademisi).”

Hadi membeberkan, menurut hasil riset Green IT Report 2009 Symantec yang melibatkan 1.052 responden (eksekutif IT di perusahaan), eksekutif senior TI menunjukkan perhatian yang signifikan terhadap strategi dan solusi TI, dikaitkan dengan pengurangan biaya dan tanggung jawab lingkungan. Data tersebut merujuk pada pergeseran dari implementasi teknologi-teknologi ramah lingkungan untuk tujuan pengurangan biaya menuju kesadaran yang lebih seimbang yang juga bertujuan memperbaiki sikap perusahaan atau organisasi mengenai lingkungan.  Para responden menyebutkan faktor pendorong utama adalah mengurangi konsumsi listrik (90%), mengurangi biaya pendinginan (87%), dan tekanan kepada perusahaan untuk menjadi ramah lingkungan (86%).

Onno W. Purbo -  Basuki Widodo Wahyuni Sambodo - Paul Cheok  - Albert Susilo - Sutiono Gunadi - Wing Wahyu Winarno - Soegiharto Santoso - Hadi SantonoSementara dalam sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta yang diwakili oleh Basuki Widodo Wahyuni Sambodo, Asisten  Deputi Urusan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Negara Lingkungan Hidup disampaikan, posisi Indonesia dalam percaturan politik lingkungan hidup semakin menguat. Kondisi perubahan iklim global telah mereposisi Indonesia sebagai salah satu aktor utama.

“Apabila kita tidak mengurangi laju kerusakan lingkungan, maka kita akan selalu dituduh menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar,” ujar Widodo.

Dalam tiga tahun ke depan, tambahnya, Indonesia dituntut untuk menjamin kelestarian lingkungan, termasuk mendorong penurunan beban pencemaran dari kegiatan industri dan jasa, mengelola Bahan Berbahaya Beracun (B3) dan Limbah B3 dan membantu penurunan resiko kebakaran hutan.

Dalam seminar nasional Green IT juga hadir para pakar seperti Onno W Purbo (Praktisi TI), Paul Cheok (Tecnical Services, Toshoba Singapore), dan Sutiono Gunadi (General Manager PT. Teknotama Lingkungan Internusa, EcoStar Group) dengan Moderator Wing Wahyu Winarno.

Pameran YogyakomtekOnno W. Purbo mengatakan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan upaya pelestarian lingkungan dari penggunaan yang bijak terhadap perangkat komputer.  Diantaranya, dengan menggunakan notebook, karena notebook hanya memerlukan 10% energi yang digunakan desktop. Sementara flat screen dapat menghemat 30-70% energi yang digunakan oleh monitor CRT.

“Upaya lainnya adalah dengan mematikan komputer jika tidak digunakan, meng-upgrade RAM sebelum memutuskan untuk mengganti komputer, dan pilih peripheral berlogo Energy Star. Yang tak kalah penting adalah usahakan menggunakan paperless method untuk berbagai urusan bisnis untuk  mengurangi sampah carbon footprint,” saran Onno.

Di kesempatan yang sama, Pebisnis TI yang turut serta dalam Yogyakomtek 2011, Soegiharto Santoso menyampaikan, ajakan ‘Go Green IT’ akan dikampanyekan selama penyelenggaraan pameran Yogyakomtek 2011 hingga tanggal 5 Oktober 2011 mendatang dengan memberikan berbagai macam keuntungan kepada pengunjung, antara lain gratis biaya parkir bagi pengunjung yang menggunakan sepeda, dan diskon tiket sebesar 50%  untuk pengunjung yang memakai sepeda.

Selama pameran komputer, kata Soegiharto, pengunjung Yogyakomtek 2011 mendapatkan air mineral secara gratis. Botol air minum tersebut bisa direfill kapan saja diseluruh area pameran.

Faridl Ahmad - Sutiono Gunadi - Soegiharto Santoso - Hadi Santono - Eko Santosa - Johanes Binyo - Dicky Purnawibawa.“Para peserta dalam pameran ini pun berupaya memperkenalkan berbagai variasi produk TI  yang kesemuanya mengusung teknologi ramah lingkungan. Tentunya melalui ajang ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan penyelamatan bumi semakin meningkat di masa mendatang. Kami sangat salut dengan ide pameran komputer Go Green IT ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk mendapatkan informasi terkini tentang produk-produk TI yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Selain Seminar Nasional Green IT, Yogyakomtek 2011 juga menggelar Green IT Award, lomba poster Go Green IT, Fun Bike, pameran produk terbaru, workshop TI dan rangkaian acara lainnya.

Yogyakomtek 2011 didukung oleh para vendor TI kelas dunia diantaranya oleh Acer, Asus, Axioo, BenQ, Buffalo, Canon, Dell, Epson, Fujitsu, Fuji Xerox, GigaByte, Huawei, Lenovo, Logitech, MSI, Philips, Toshiba, V-Gen, Wearnes, Vaio dan Zyrex, serta Majalah BISKOM sebagai media partner.

Pakar Perkapalan Raih Habibie Award

0

Habibie awardBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk keempat kalinya sejak  tahun 2008, memberikan penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Techology Award (BJHTA) kepada  inovator di bidang teknologi. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada desainer kapal,  Kaharuddin Djenod.

Pendiri  PT Terafulk Megantara Design itu dinobatkan sebagai pemenang Habibie Award setelah menyisihkan 8 kandidat lainnya dengan inovasi di berbagai bidang seperti teknologi informasi, permesinan dan kedirgantaraan.

Kepala BPPT, Marzan Aziz Iskandar mengatakan,  BPPT terus  mencari kandidat yakni para teknolog muda yang bekerja di industri. Kaharuddin Djenod sendiri dinilai telah menginsiprasi banyak pihak untuk terus mengembangkan teknologi. Sebagai warga yang dilahirkan di negara maritim, karya-karyanya  telah menunjukan keunggulan Indonesia.

Selama 15 tahun menimba ilmu dan bekerja di Jepang akhirnya Kaharuddin memutuskan untuk pulang ke Indonesia. “Penciptaan, pengembangan inovasi dan teknologi perlu dipacu untuk meningkatkan gaung teknologi di Indonesia. BPPT pun merasa perlu memberikan penghargaan tertinggi kepada pelaku teknologi berprestasi,” kata Marzan di Jakarta (27/9).

Kaharuddin menyatakan kegembiraannya karena berhasil meraih penghargaan BJHTA dan bertekad memajukan teknologi di Indonesia. “Penghargaan ini adalah doa agar saya memajukan teknologi dan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,”  katanya.

Sejak tahun 2008, Habibie Award pernah diberikan kepada teknolog berprestasi yakni tahun 2008 kepada tiga orang sekaligus yakni Said Djauharsyah Jenie (teknologi kedirgantaraan),  Surapto Ma’at (teknologi kesehatan), dan Sutadi Suparlan (teknologi kedirgantaraan). Sementara  tahun 2009 penghargaan diberikan kepada Dasep Ahmadi (teknologi mekatronik) dan pada 2010 untuk Eko Fajar Nurprasetyo (teknologi informasi dan telekomunikasi).

118 Perusahaan Taiwan Berkunjung ke Indonesia

0

1. Wayne Wu - Sheng Chung Lin - Andrew LY Hsia - YC TsaiHubungan dagang antara Indonesia dan Taiwan semakin kuat saja.  Berbagai produk asal Taiwan tumbuh dan berkembang dan diterima oleh pasar Indonesia.

Bahkan pada berbagai lini, produk Taiwan mengusai pasar Indonesia. Sebaliknya, bagi Indonesia, Taiwan merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-10.

Untuk semakin mempererat hubungan dagang dan membuka peluang bisnis baru,  Taiwan mendatangkan 118 delegasi perusahaan Taiwan untuk berkunjung ke Indonesia.

“Taiwan telah menghabiskan dua dekade terakhir untuk membangun industri di Indonesia, termasuk di bidang teknologi.  Taiwan bangga telah turut berkontribusi untuk pertumbuhan industri lokal,”  ujar Wayne Wu, Deputy Chairman Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) di Jakarta, kemarin (27/11).

2. Elina Hui Ling Lee - Soegiharto Santoso - Wayne Wu - James KJ ChenBerdasarkan data dari market Intelegence and Consulting Institute (MIC) per November 2010, Taiwan menguasai 94,6 persen dari total PC notebook di dunia, memproduksi 71,8 persen LCD di pasaran dunia, menguasai 88,5 persen pasar netbook, serta 50,1 persen pasar kamera digital di dunia.

Wu menambahkan, produk-produk teknologi informasi (TI) Taiwan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan lifestyle pengguna di Indonesia dihasilkan oleh 30 perusahaan negeri itu. Di antaranya adalah Acer, Asus, HTC, D-Link, MSI, Trendmicro, Transcend,  Zyxel,  BenQ dan Edimax.

Menurut data tersebut, nilai perdagangan Taiwan – Indonesia per Agustus 2011 mencapai US$ 8,3 miliar. Adapun ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai US$ 5 miliar. Di Indonesia,  per maret 2011, Taiwan juga telah menanamkan investasi di bidang TI, otomotif dan tekstil sebesar Rp. 14 miliar.

Di bidang TI, TAITRA telah menggelar kampanye Taiwan Excellence yang diadakan untuk menunjukkan usaha berkesinambungan dari para produsen perangkat TI Taiwan dalam menyediakan produk teknologi terbaik bagi konsumen di Indonesia.

Program Taiwan Excellence yang dikembangkan TAITRA didukung oleh BISKOM selaku media partner.

Edimax Kenalkan iQ Setup, Cara Mudah Buat Router Nirkabel

0

iQ_SetupEdimax memperkenalkan fitur router cerdas dan inovatif yang disebut iQ Setup. iQ Setup memungkinkan pengguna untuk mengatur router Edimax dengan iPhone atau komputer secara cepat dan mudah.

Dengan pengaturan iQ, sebagian besar proses setup dilakukan secara otomatis. Pengguna tidak perlu melakukan  dan tidak diperlukan CD instalasi. iQ Setup  dapat diimplementasikan mulai kuartal-4 2011 pada router Edimax BR-6228nS, BR-6228nC, BR-6258n, dan BR-6428nS.

iQ Setup dirancang dengan teknologi cerdas yang mampu mendeteksi jenis koneksi Internet Anda secara otomatis dan menyelesaikan sebagian besar konfigurasi untuk Anda. Setelah sambungan kabel yang diperlukan selesai, hal yang perlu Anda lakukan adalah membuka iPhone, iPad, iPod atau web browser komputer, kemudian iQ Setup akan mulai mendeteksi jenis koneksi Internet Anda secara otomatis.  Tidak perlu melakukan log in atau konfigurasi router dengan alamat IP dan tidak diperlukan CD instalasi.

iQ Setup akan menentukan apakah jenis koneksi Anda adalah IP dinamis, PPPoE atau yang lainnya, dan meminta informasi lainnya bila diperlukan. iQ  Setup akan menyelesaikan proses setup dan membantu Anda membangun jaringan Wi-Fi yang aman. Dengan Edimax iQ, semua bagian yang paling penting dalam mendirikan sebuah router dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan secara otomatis.

Edimax Technology adalah perusahaan yang melakukan pengembangan, pembuatan desain, dan pemasaran berbagai solusi jaringan. Karena Edimax didirikan pada tahun 1986, perusahaan ini telah berkembang menjadi salah produsen produk-produk komunikasi jaringan tingkat lanjut di seluruh dunia. Edimax berkantor pusat di Taiwan dan telah terdaftar di Bursa Efek Taiwan sejak tahun 2001.

Pada tahun 2003, Edimax mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14000, dan pada tahun 2010 pendapatan perusahaan mencapai sekitar US$ 110 juta di seluruh dunia. Portofolio produk yang lengkap dari Edimax telah memenuhi semua kebutuhan konektivitas dari setiap arsitektur jaringan atau persyaratan aplikasi.

Kunjungi www.edimax.com untuk informasi lebih lanjut.