BISKOM,Jakarta – Pada hari Rabu (5/8/2026), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, memfasilitasi proses mediasi antara TransJakarta dengan pihak korban tabrakan angkot JakLingko di Jalan Tomang Utara, Jakarta Barat (Jakbar), yang terjadi bulan lalu.

Setelah mediasi tersebut berlangsung, Kevin mengungkapkan bahwa pihak TransJakarta menyepakati pemberian kompensasi kepada korban kecelakaan, yang merupakan seorang pria lansia berusia 81 tahun.

“Akhirnya, ada titik terang dari perjuangan panjang korban tabrakan angkot JakLingko bulan lalu untuk mendapatkan keadilannya,” terangnya.

“Setelah bermediasi, TransJakarta sepakat untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban sampai tuntas.

Baca :  JAPNAS Siap menjadi Business Gateway

Kemudian, TransJakarta juga akan menanggung biaya perbaikan kendaraan motor milik korban yang tertabrak,” sambungnya Kevin.

Adapun mediasi yang dilangsungkan di Kantor Sekretariat Rukun Warga (RW) 10 Tomang, Grogol Petamburan, Jakbar itu turut dihadiri oleh Kepala Divisi Keselamatan TransJakarta Roy Julius, Kepala Departemen Operasional Mikrotrans, dan Kepala Seksi Kecelakaan TransJakarta.

Setelah mediasi tersebut, Kevin juga mendorong agar TransJakarta dengan Mikrotrans melakukan perbaikan manajemen kerja para supirnya di lapangan.

Salah satunya, dengan mengubah sistem kejar kilometer yang menjadi penyebab beberapa supir akhirnya berkendara secara ugal-ugalan.

“Salah satu biang masalahnya adalah sistem kejar kilometer yang menyebabkan supir-supir JakLingko berkendara secara ugal-ugalan untuk memenuhi target.

Baca :  Kapolres Kepulauan Tanimbar Memberikan Kuliah Umum Di Kampus STTIMASS Dengan Tema"Tugas Polri Dalam Menjaga Kamtibmas Menjelang Pemilu

Ini perlu diubah karena terlalu memberatkan supir dan mendorong mereka berkendara secara sembrono, sehingga membahayakan pengguna-pengguna jalan lainnya,” lanjutnya.

“Dan perbaikan-perbaikan itu saya kira harus dilakukan sesegera mungkin.

Karena, ini bukan kali pertamanya ada masalah muncul akibat perilaku pengendara JakLingko yang ugal-ugalan.

Dalam banyak kejadian lainnya, kami sering menerima aduan dari warga soal angkot JakLingko yang ngebut-ngebutan dan berkendara secara gegabah di jalanan,Kebiasaan ini harus berhenti,” tutupnya.(Surame)