Kepala BRIN Prof. Arif Satria menyampaikan sambutan Peringatan Hakteknas ke-29 di Jakarta, Senin (10/8/2026).

BISKOM | Jakarta – Dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-29, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 di Jakarta pada Senin (10/8/2026), dengan menegaskan komitmen hilirisasi riset bagi kesejahteraan masyarakat. Hakteknas menjadi momentum historis mengenang penerbangan perdana pesawat N250 Gatotkaca karya B.J. Habibie pada tahun 1995 di Bandung sebagai simbol keberanian dan visi teknologi bangsa.

Dalam sambutannya, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. menyampaikan pesan Presiden bahwa penguasaan teknologi sangat menentukan martabat suatu bangsa. Oleh karena itu, riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah atau prototipe semata, melainkan harus bertransformasi menjadi produk bermanfaat, kebijakan berbasis bukti, dan solusi nyata bagi persoalan pangan, energi, kesehatan, serta lingkungan.

Baca :  Kejaksaan Agung Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditas Timah Korporasi

Tiga Track Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Untuk meletakkan fondasi pertumbuhan nasional yang stabil menuju Indonesia Emas 2045, BRIN menetapkan tiga track utama pengembangan riset dan inovasi:

1. Memajukan Riset & Inovasi UMKM: Mengambil inspirasi dari langkah B.J. Habibie yang mendirikan Pusat Riset Keramik di Bali, BRIN berkomitmen menjadi pengampu bagi penguatan daya saing UMKM nasional.

2. Riset & Inovasi untuk Industri Nusantara: Mendorong penciptaan produk berdaya saing tinggi bagi perusahaan dalam negeri.

3. Co-Development Teknologi Maju Dunia: Membangun kemitraan strategis dengan negara-negara maju untuk alih teknologi dan penerapan di Indonesia.

Fokus penelitian BRIN dipetakan melalui matriks Tingkat Manfaat dan Tingkat Teknologi, dengan konsentrasi utama pada Kuadran 4 (Teknologi Sederhana, Manfaat Besar) serta Kuadran 2 (Teknologi Tinggi, Manfaat Besar).

Baca :  Jangkau 18 Provinsi, Kemenkum dan Perhimpunan INTI Buka Program Pasti Ada Solusi

Inovasi Unggulan: Dari Komposit hingga Teknologi Nuklir

BRIN turut memamerkan berbagai hasil riset terapan yang menjawab kebutuhan mendesak industri dan masyarakat:

– Teknologi Perumahan & Material: Pengembangan model rumah murah modular berbasis komposit yang dapat dirakit hanya dalam kurun waktu 14 hari guna mendukung program pembangunan 3 juta rumah. Selain itu, BRIN merancang genteng komposit berbahan sabut kelapa, limbah sawit, dan bambu sebagai solusi ramah lingkungan menggantikan topsoil tanah liat serta asbes.

– Inovasi Industri & Mineral Kritis: Pembuatan sepatu karet cetak langsung tanpa lem dan jahitan, sepatu terapi kesehatan, hingga pemanfaatan limbah abu batu bara (fly ash/bottom ash). Di bidang mineral, BRIN melakukan pemurnian Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk komponen baterai dan magnet permanen.

Baca :  APKOMINDO Jalin Kerjasama Dengan Bank MANDIRI

– Teknologi Nuklir & Lingkungan: Pengembangan pemurnian Uranium dan Thorium, desain Reaktor Daya Eksperimental (RDE) versi 3 dan 4, desalinasi air laut, serta teknologi modifikasi cuaca berbasis drone dengan partikel dumakron (2–5 mikron).

Peta Jalan Agenda Riset 2025–2045

Sebagai panduan jangka panjang, BRIN bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah menyusun Peta Jalan Agenda Riset 2025–2045. Peta jalan ini memandu arah prediksi capaian teknologi nasional hingga tahun 2030 dan 2045.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh sumber daya alam yang kita miliki semata, tetapi oleh kemampuan kita menciptakan nilai tambah melalui riset dan inovasi,” pungkas Prof. Arif Satria.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#Hakteknas29 #BRIN #ArifSatria #InovasiBerdampak #TeknologiIndonesia #IndonesiaEmas2045 #RumahModular #TeknologiNuklir #SainsIndonesia