President Director IBC Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif menyampaikan kuliah umum tentang teknologi baterai EV di BRIN di Jakarta, Senin (10/8/2026).
BISKOM | Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi menggelar Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 di Jakarta pada Senin (10/8/2026). Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan dorongan bagi para periset serta inovator yang telah berhasil mengomersialisasikan hasil risetnya melalui lisensi maupun royalti.
Indonesia Innovator Award—yang sebelumnya dikenal sebagai BPPT Innovation Award sejak 2018—menjadi pendorong utama agar insan teknologi mampu menghasilkan karya berdaya saing industri. Pada gelaran tahun 2025 lalu, penghargaan ini diraih oleh Syaifulloh Muhammad, sedangkan sesi kuliah umum diisi oleh pakar pemuliaan tanaman Dwi Asmono.
Pada gelaran 2026, Indonesia Innovator Lecture menghadirkan President Director Indonesia Battery Corporation (IBC), Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif, yang membawakan materi mengenai pemanfaatan potensi sumber daya alam dan strategi inovasi teknologi baterai nasional.
Pelajaran dari Shinkansen dan Potensi Sumber Daya Nasional
Dalam paparannya, Aditya Farhan Arif menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam industrialisasi jangka panjang, mengambil ikhtibar dari pembangunan Kereta Cepat Shinkansen di Jepang pada 1964. Proyek bernilai 380 miliar Yen (setara 1% PDB Jepang saat itu) berhasil memicu hadirnya industri turunan, seperti pusat R&D Sumitomo Metal Mining pada 1960.
Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menguasai industri baterai dunia melalui keunggulan sumber daya alam:
– Nikel: Cadangan dan produksi nomor 1 di dunia. Nikel kadar rendah yang semula dianggap limbah kini dapat diolah menjadi material baterai, dengan potensi dampak ekonomi mencapai output 10 miliar USD/tahun dan kontribusi PDB 4 miliar USD/tahun.
– Aluminium: Cadangan Indonesia berada di peringkat ke-4 dunia.
– Tembaga: Produksi tembaga nasional diproyeksikan terus meningkat hingga melewati tahun 2041, di saat produksi global diprediksi mulai menurun pada 2035.
Pergeseran Tren Baterai dan Kendala Tata Kelola BUMN
Aditya mengungkapkan adanya pergeseran dinamis pada teknologi baterai global. Proyeksi tahun 2021 mengasumsikan 80% baterai dunia menggunakan kimia NMC (Nickel Manganese Cobalt). Namun, saat ini pasar didominasi oleh LFP (Lithium Iron Phosphate) karena selisih harga mencapai 20% lebih murah. Dari 100.000 unit mobil listrik yang terjual di Indonesia pada tahun 2025, sebanyak 96% di antaranya menggunakan baterai LFP.
Meski LFP mendominasi saat ini, teknologi NMC dan pengembangan masa depan seperti solid-state battery, sodium-ion, serta manganese-rich masih membuka ruang inovasi yang luas.
Di sisi lain, hilirisasi industri baterai menghadapi tantangan tata kelola internal BUMN, antara lain:
1. Pencatatan Akuntansi Pilot Plant: Pembangunan fasilitas uji coba (pilot plant) material maju senilai lebih dari Rp100 miliar dikategorikan sebagai Capital Expenditure (Capex) yang menuntut pengembalian modal, padahal berisiko tinggi dan bersifat evaluasi riset.
2. Kebijakan Dividen dan Beban Administrasi: Tuntutan dividen tinggi serta prosedur administratif hukum yang rumit dinilai menekan fleksibilitas BUMN dalam bersaing melawan raksasa global seperti CATL.
Solusi Strategis dan Empat Fokus Riset Utama
Guna mengatasi kendala tersebut, IBC mengusulkan pemanfaatan struktur baru seperti CTO Office di bawah Danantara, memasukkan Rencana Jangka Panjang Riset ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) sebagai perlindungan hukum direksi, serta menerapkan evaluasi riset berjenjang bersama BPKP dan BPK.
IBC juga merancang peta jalan teknologi mencakup kemitraan Joint IP untuk Solid-State Battery (target harga <100 USD/kWh guna mendukung Program Motor Listrik Nasional) serta pengembangan Sodium-Ion Battery secara organik bersama ITB.
Untuk mendukung ekosistem tersebut, periset nasional diharapkan berfokus pada empat area utama: riset dasar material (sintesis skala besar hingga reaktor 100 ton/hari), surface chemistry & elektrokimia, metode analitikal online (pemantauan dendrit), serta riset fenomena sistem baterai secara komprehensif.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#BRIN #IndonesiaInnovatorAward2026 #IBC #BateraiEV #HilirisasiNikel #InovasiNasional #Danantara #MobilListrik #RisetIndonesia #TeknologiEnergi









