Home Blog Page 779

Peduli Kasih Alumni FH UKSW

0
Bantuan pembayaran uang kuliah untuk Mahasiswa FH UKSW

Salatiga, BISKOM – Mengapa kita membantu orang lain? Karena kita telah mendapatkan kemurahan dan karena Tuhan mengajarkan kepada kita untuk saling menolong. Dengan demikian sesungguhnya membantu orang lain adalah salah satu bentuk ucapan syukur atas karunia Tuhan di dalam hidup kita. Kurang lebih inilah yang menjadi dasar filosofis lahirnya program PEDULI KASIH ALUMNI FH UKSW (Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga). Kepedulian alumni FH UKSW ini ditujukan secara khusus kepada mahasiswa FH UKSW yang mengalami kesulitan sebagai dampak dari bencana nasional non alam Covid-19.

Pada pertengahan April 2020, program ini dimulai dengan melakukan penggalangan dana yang publikasinya hanya dilakukan melalui grup pada aplikasi whatsapp. Seperti dapat diduga, beberapa alumni segera memberikan tanggapan dengan melakukan transfer donasi ke rekening yang ditunjuk. Program PEDULI KASIH ALUMNI FH UKSW yang dimotori oleh Dr. Umbu Rauta; Slamet Luwihono, SH.; Indra Budiman, SH., M.Hum; Christiana Tri Budhayati, SH., MHum; Indirani Wauran SH., MH.; dan Ninon Melatyugra, SH., MH. ini diikuti pula oleh alumni-alumni yang lain sehingga dalam waktu sekitar dua minggu telah terkumpul sejumlah dana yang cukup untuk membantu mahasiswa FH UKSW yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Program PEDULI KASIH ALUMNI FH UKSW diwujudkan kedalam dua bentuk bantuan yaitu bantuan pembayaran uang kuliah mahasiswa FH UKSW dan bantuan bahan makanan untuk mahasiswa FH UKSW. Kedua bentuk bantuan ini dimaksudkan agar alumni sedikit membantu dalam kelancaran studi mahasiswa FH UKSW.

Bentuk bantuan yang pertama diawali dengan penjaringan mahasiswa yang membutuhkan bantuan pembayaran uang kuliah yang dilakukan melalui wali studi. Selanjutnya dilakukan verifikasi data dan konfirmasi ke orang tua mahasiswa mengenai kondisi yang dialami sebagai dampak dari bencana nasional non alam Covid-19. Pada akhirnya diperoleh sejumlah 16 mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan pembayaran uang kuliah.

Kemudian pada tanggal 5 Mei 2020 telah dilakukan pembayaran uang kuliah mahasiswa tersebut secara langsung ke rekening UKSW. Penyerahan bantuan dengan cara simbolik sengaja tidak dilakukan untuk mendukung program pemerintah #dirumahaja #physicaldistancing dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu dengan cara pembayaran langsung ke rekening UKSW akan mempersingkat alur penyerahan bantuan sesuai dengan peruntukannya.

“Kepedulian alumni FH UKSW semoga dapat membantu kelancaran studi mahasiswa FH UKSW. Pada gilirannya, semua orang akan berkesempatan untuk saling menolong,” harap Indirani Wauran yang juga dosen di FH UKSW.

Bantuan bahan makanan untuk mahasiswa FH UKSW

Sedangkan bentuk bantuan yang kedua yaitu bantuan bahan makanan kepada mahasiswa FH UKSW. Pemberian bantuan bahan makanan ini diawali dengan adanya seorang alumni yang memberikan bantuan dalam bentuk barang berupa 50 kg beras dan 10 kg telur.

“Untuk bantuan makanan masih terus berlanjut (direncanakan) sampai bulan Juni atau Juli 2020. Bantuan setiap dua minggu sekali. Pemberian secara berkala diharapkan dapat membantu mahasiwa membuat perencanaan dalam mengelola keuangan yang dimiliki,” ujar Umbu Rauta.

Ketika ditanya akankah diadakan penggalangan donasi tahap 2, Umbu mengatakan terbuka bagi alumni yang tergerak hatinya untuk memberikan bantuan. “Tentu masih dibuka kesempatan bagi alumni yang ingin memberikan bantuan berupa barang maupun dana untuk membantu mahasiswa FH UKSW,” terang Umbu.

Sesuatu yang menarik ditemukan dalam konfirmasi dan verifikasi data mahasiswa FH UKSW adalah adanya kejujuran dan kebaikan sifat mahasiswa yang ditunjukkan dengan penolakan untuk diberikan bantuan dan meminta agar bantuan diberikan untuk teman lain yang lebih membutuhkan. Hal ini memberikan harapan bahwa lulusan FH UKSW memiliki mentalitas yang baik. Pada akhirnya mari kita berdoa dan berharap Covid-19 segera berakhir. (red)

Terkait Penghinaan Wartawan, Putusan Sela Pengadilan Negeri Yogyakarta Aneh Tapi Nyata

0
Wartawan Soegiharto Santoso alias Hoky bersama Cepu Supriyanto di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, pada hari Kamis, 30 April 2020.

Yogyakarta, BISKOM – Saksi korban wartawan media ini yang juga merupakan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), adalah sampai saat ini menjabat sebagai Wapemred media online Info Breaking News, Ir Soegiharto Santoso alias Hoky, menilai putusan majelis hakim diketuai Lilik Nurani SH dengan hakim anggota Asep Permana SH. MH dan Nasrulloh SH yang menyatakan Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta tak berwenang mengadili terdakwa Ir. Michael Santosa Sunggiardi warga Jalan Pajajaran Bogor Jawa Barat yang ikut menghina dan melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya keliru dan tidak berlandaskan hukum bahkan dapat dikatakan aneh tapi nyata.

Sebab dalam perkara yang sama yaitu terdakwa Ir. Faaz Ismail telah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta dengan pidana penjara selama 3 bulan, bahkan putusan tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Yogyakarta dengan perkara nomor: 7/PID.SUS/2020/PT YYK, yang mana terdakwa Ir. Faaz Ismail melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media social facebook dari Jakarta, dimana hal tersebut merupakan satu laporan polisi dengan terdakwa Ir. Michael Santosa Sunggiardi yaitu sama-sama atas laporan polisi nomor: LP/362/VII/2017/DIY/SPKT tertanggal 20 Juli 2017 di Polda DIY.

“Sehingga putusan sela yang menyatakan PN Yogya tidak berwenang mengadili dan memutus perkara Nomor 49/Pid.Sus/2020/PN Yyk atas nama terdakwa Ir. Michael Santosa Sunggiardi adalah keliru dan tidak berlandaskan hukum serta merupakan fakta kejadian aneh tapi nyata. Apalagi antara terdakwa Ir Faaz Ismail dan terdakwa Ir. Michael Santosa Sunggiardi merupakan terdakwa dalam satu laporan polisi yang sama, serta domisili terdakwa Faaz Ismail di Jakarta bukan di Yogyakarta, kenyataannya Faaz telah disidangkan dan telah diputus bersalah oleh PN Yogya” ujar Hoky kepada awak media.

Lebih lanjut Hoky menambahkan, “Jika melihat pada kasus serupa, Pengadilan Negeri Yogyakarta juga pernah menyidangkan dan telah memutus kasus penyebar berita hoax yang mencatut nama Gubernur DIY Sri Sultan HB X, yaitu terdakwa Rosyid Nur Rohum SIP warga Oku Timur Sumatera Selatan diganjar vonis 2,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan, faktanya pelaku sesungguhnya melakukan kasus penyebar berita hoax dari Sumatera Selatan, dan dilaporkan di Polda DIY, lalu disidangkan dan divonis di PN Yogya, sehingga sesungguhnya telah ada 2 fakta nyata vonis hukum oleh PN Yogya, oleh karena itu saya mengatakan putusan sela Pengadilan Negeri Yogyakarta aneh tapi nyata.”ungkap Hoky.

Hal senada disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) PPFN ACSIN Noenoehitoe SH dari Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu, “Pada prinsipnya kami tidak sependapat dengan pertimbangan hukum yang diambil majelis hakim, untuk itu kemarin hari Senin, 04 Mei 2020 kami telah melakukan upaya hukum perlawanan ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta, semoga upaya hukum kami tersebut dikabulkan.” ujar JPU.

Terdakwa Ir. Michael Santosa Sunggiardi diruang sidang PN Yogyakarta.

Disebutkan, locus delicti atau tempat kejadian dalam perkara ITE mengacu pada teori akibat (de leer van het gevolg) yang menjelaskan mengenai kapan akibat mulai timbul ketika terjadi suatu delik. Dalam perkara penghinaan terhadap Hoky, para terdakwa telah melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan maupun pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) UU ITE. Perbuatan terdakwa tersebut diketahui oleh saksi korban pada Jumat tanggal 24 Maret 2017 di Hotel Gallery Prawirotaman di Jalan Prawirotaman 2 Nomor 839B Yogyakarta.

Sementara Vincent Suriadinata SH MH selaku Ketua Bidang Hukum DPP APKOMINDO mengatakan, “Mengacu dari 2 perkara yang sudah diputus oleh PN Yogykarta baik terdakwa Ir Faaz Ismail maupun Rosyid Nur Rohum SIP menunjukkan dalam perkara ITE diterapkan teori akibat perbuatannya dilihat dimana, bukan saat melakukannya dimana. Sehingga putusan sela yang menyatakan PN Yogyakarta tidak berwenang mengadili dan memutus perkara Nomor 49/Pid.Sus/2020/PN Yyk atas nama terdakwa Ir. Michael Santosa Sunggiardi adalah keliru dan tidak berlandaskan hukum.” tegas Vincent.

Seperti telah diketahui bersama bahwa benar Hoky sangat banyak dizolimi bukan hanya penghinaan dan pencemaran nama baik saja, karena faktanya Hoky sempat pula dilaporkan ke Polisi hingga ada 5 LP, antara lain di Polres Jakarta Pusat dan di Bareskrim Polri serta di Polres Bantul, kemudian hingga saat ini telah ada sekitar 18 perkara dipengadilan, baik perkara perdata maupun perkara pidana yang berkaitan dengan organisasi APKOMINDO dan sudah berposes selama 7 tahun lamanya.

Bahkan Hoky pernah ditahan secara sewenang-wenang selama 43 hari di Rutan Bantul atas rekayasa hukum pihak kelompok para terdakwa, namun telah divonis tidak bersalah oleh PN Bantul dan kasasi JPU telah ditolak oleh MA dengan Perkara No: 144 K/PID.SUS/2018.

Hoky juga merasa tidak diperlakukan adil oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyidangkan perkara No: 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL, sehingga Hoky melakukan pengaduan kepada BAWAS MA, kepada Komisi Yudisial RI dan kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Sebagai penutup Hoky mengatakan, “Benar saya sempat membuat surat laporan pengaduan kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dan Komisi Yudisial Republik Indonesia serta Pengadilan Tinggi DKI Jakarta  agar dapat memeriksa laporan dugaan Ketidakadilan, Keberpihakan dan Ketidakpedulian serta Ketidakdisiplinan para Terlapor Majelis Hakim di PN Jaksel, saya pribadi tetap percaya dan menjunjung tinggi institusi Pengadilan akan bekerja secara profesional, berintegritas tinggi, transparan dan tidak memihak untuk mewujudkan keadilan, kebenaran, dan kemanfaatan dalam proses penegakan hukum di Republik Indonesia, saya juga mengapresiasi pihak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang telah mengundang saya untuk mendengar keterangan secara langsung atas pengaduan saya pada hari Kamis, tanggal 30 April 2020 yang lalu.” pungkas Hoky. ***Emil Simatupang

Sumber: Info Breaking News

Artikel Terkait:

SIDANG PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, PN Yogya Tak Berwenang Mengadili Terdakwa

PERKARA PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, Pengadilan Tinggi Kuatkan Putusan PN Yogya.

BATAL HADIRI SIDANG DI PN YOGYA, Terdakwa Penghina Ketua Apkomindo Dikarantina

Dua Pelaku Bakal Menyusul Terpidana Kasus Penghina Wartawan

Ejek Pakai Kata “Kutu Kupret” Dihukum 3 Bulan Penjara

Kongres Pers Indonesia 2019 Berjalan Sukses dan telah terbentuk Dewan Pers Indonesia

Disahkan Kemenkumham, LSP Pers Indonesia Jawaban Keresahan Wartawan Soal UKW

Ketum Apkomindo Dukung Saber Pungli

Webinar Digital Transformation – Through the lens of CXOs and SME Business Owners – 14 Mei 2020

0
[Calling CXOs]
Digital Transformation – Through the lens of CXOs and SME Business Owners
14th May, 3pm – 4.05pm (SGT/HKT)
Dear Sir/Mdm,

Organisations of all sizes are digitally transforming and replacing legacy systems to speed up processes, reduce the risk of human error and give more time for activities that require more human effort and value.Most businesses, particularly SMEs, are struggling to keep pace with the increasing level of Internet and technological advancements. Businesses are faced with IT budget cuts year-on-year yet management and customers are demanding digital relevance. How are other enterprise CXOs formulating and managing their digital transformation strategy? How are they prioritising their IT budgets? 

This begs further questions: How can businesses overcome the challenges of digital transformation like digital skills, internet access, cybersecurity and more?

Sharing their experience and case studies will be regional CXOs from Singapore, Indonesia, Malaysia, Philippines, Vietnam etc.We invite CXOs to join us on 14th May 2020 to explore how you can lead your businesses’ digital transformation. Get your questions answered and hear from industry peers on how they implement successful digital transformation strategies.Registration is required to secure your space for ‘Digital Transformation – Through the Lens of CXOs and SME Business Owners’. Limited places available. Have a look on the agenda here.
REGISTER NOW

DIGITAL EVENT HIGHLIGHTS

  • Pre-show LIVE Interview.
  • Case Study of how Digital Transformation make your business to be more efficetive and efficient.
  • Leaders’ Discussion – trends and challenges of Digital Transformation
  • Digital Gift Vouchers for Winners

WHO SHOULD JOIN?

  • C-level management: CEO, CIO, CTO, CXO, CFO, COO, CSO, CISO
  • Senior executives: Head of Business, Head of Finance, Head of IT, Head of Digital Transformation, Head of Human Resource, Head of Operations
  • SME Business Owners

Taiwan Menarik Perhatian Dunia dengan produk cegah covid-19

0

Jakarta, Biskom – Pandemi corona telah mempengaruhi pola kegiatan dan transaksi ekonomi global saat ini. Untuk dapat mengentikan penyebaran virus, negara-negara di dunia secara serempak mengalihkan fokus mereka untuk memenuhi pasokan kebutuhan peralatan medis dalam negerinya.

Menurut Director of Strategic Marketing Department of Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), Chun-Tse Wu dalam keterangan persnya, Senin (4/5), Taiwan cukup beruntung dapat mencegah penyebaran pandemi corona pada tahap awal. Semuanya, kata Dia, berkat upaya bersama yang dilakukan pemerintah Taiwan secara proaktif dan kooperatif, dengan didukung kesadaran tinggi masyarakat untuk mencegah meluasnya pandemi corona.

“Walaupun perang melawan pandemi corona masih berlanjut, namun dunia menyaksikan dan memberikan apresiasi atas keberhasilan Taiwan dalam memerangi pandemi ini”, ujar Chun-Tse Wu.

Sebagai bagian dari keikutsertaan Taiwan dalam kampanye global menghadapi pandemi corona, sebanyak 15 perusahaan medis/biotek asal Taiwan turut ambil bagian dalam konferensi pers online pada Senin (4/5) yang diadakan oleh TAITRA, bersama dengan Bureau of Foreign Trade (BOFT) dan Ministry of Economic Affairs (MOEA) of Taiwan.

Sebagai informasi, 15 perusahaan medis/biotek tersebut antara lain Mediland, Great Group Medical, APEX Medical, Taiwan Stanch, Medigen Vaccine Biologics, ONYX, BluSense Diagnostics Aps, Radiant Innovation, Tex Year, Asiatic Fiber, Advantech, IEI Integration, Rice Ear, QS Contol dan Kimforest.

Dalam konferensi pers tersebut, Director General of Bureau of Foreign Trade (BOFT), Chern-chyi “CC” Chen mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara adalah untuk memperkenalkan produk-produk andalan Taiwan dalam memerangi pandemi corona kepada pembeli dan media internasional, dengan harapan agar dunia internasional dapat lebih memahami makna “Taiwan Can Help”.

“Pemerintah Taiwan berupaya memberikan bantuan kepada industri dalam negerinya, serta melakukan berbagai langkah agar perusahaan-perusahaan dapat tetap bertahan dan bertransformasi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh BOFT adalah dengan giat melakukan aktivitas promosi di pasar internasional, untuk membantu perusahaan mendapat peluang bisnis”, ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden & CEO TAITRA, Walter Yeh turut menjelaskan bagaimana Taiwan berkolaborasi dengan sekitar 14.000 staff medis India, untuk membantu National Cheng Kung University Hospital dalam memerangi pandemi. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memfasilitasi interaksi maupun kolaborasi dalam skala yang lebih besar antara Taiwan dan India. “Ketahanan, kapasitas integrasi dan kehebatan industri medis Taiwan sedang diperlihatkan kepada dunia selama masa pandemi”, ujar Walter Yeh.

Sebagai informasi, sekitar 230 partisipan tercatat melakukan pra-registrasi untuk ikut serta dalam aktivitas online tersebut, termasuk diantaranya adalah dari kalangan media, maupun kalangan pembeli dengan latar belakang industri medis/biotek dari Jepang, Hong Kong, Malaysia, Vietnam, India, Filipina, Singapura, Korea, Aftrika Selatan, Mesir, Selandia Baru serta Australia.

Mereka dapat mengunjungi paviliun virtual healthcare milik Taiwan Excellence, yang menampilkan sekitar 42 perangkat medis, alat bantu, maupun produk medis pintar (smart medical) dari 33 brand pemenang Taiwan Excellence awards. Beberapa produk tersebut seperti robot desinfeksi dari Mediland, perangkat pernapasan dari Great Group Medical, solusi perawatan kesehatan dari APEX Medical, masker wajah bedah dari Taiwan Stanch, produk telehealth dan rumah sakit pintar dari ONYX, vaksin dan kit uji dari Medigen Vaccine Biologics dan BluSense Diagnostics. (red/*)

Kominfo Akan Tingkatkan Pengamanan Data Pribadi

0

Jakarta, Biskom- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan Pemerintah akan melakukan segala upaya untuk menjaga keberlangsungan ekonomi digital di Indonesia. Kementerian Kominfo bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama platform digital akan meningkatkan pengamanan data pribadi pengguna platform digital.

“Pemerintah akan terus memastikan agar digital economy khususnya e-commerce dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya gangguan oleh peretas data atau data breach. Setiap usaha peretasan data akan ditindaklanjuti agar tidak mengganggu jalannya e-commerce,” jelas Menteri Kominfo dalam konferensi pers daring usai mengadakan rapat secara virtual antara Kementerian Kominfo, BSSN dan Tokopedia di Jakarta, Senin (4/5).

Dalam rapat itu, Menteri Kominfo menerima laporan dari Tokopedia tentang dugaan sebagian data pengguna yang diretas. Menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo, BSSN dan Tokopedia akan melakukan evaluasi dan mitigasi teknis. “Secara serius akan melakukan evaluasi, penyelidikan dan mitigasi teknis. Selain itu, melakukan update tentang perkembangannya,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Menteri Kominfo menerima laporan dari Tokopedia tentang sebagian data yang diretas. Dalam laporan itu Menteri Johnny mengetahui data akun dan keuangan pengguna aman. “Tokopedia menyampaikan data-data keuangan dan akun pelanggan aman. Security system Tokopedia hingga saat ini belum bisa diterobos, walaupun sebagian data terkait nama, email dan telepon barangkali sebagian sudah dimasuki peretas,” paparnya seraya menegaskan saat ini Tokopedia tengah melakukan evaluasi secara mendalam.

Menteri Kominfo mengingatkan masyarakat pemilik akun di platform digital untuk mengubah password secara berkala. “Masyarakat pemilik akun agar selalu mengubah password secara berkala dan menggunakan fitur One Time Password (OTP) agar keamanan akun pribadi dapat terjaga dengan baik,” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan akan melakukan update perkembangan setelah tim yang terdiri dari perwakilan Kementerian Kominfo, BSSN dan Tokopedia untuk melakukan evaluasi teknis. “Kami akan melakukan update perkembangan setelah tim yang melakukan evaluasi secara teknis bekerja,” tandasnya,

Menteri Kominfo menyatakan peretasan data pernah terjadi dan dialami perusahaan global dan lembaga pemerintah dari negara besar. “Baik di dalam negeri yang terkait platform digital maupn perusahaan besar global. Bahkan intitusi negara besar pun juga diretas,” ungkapnya.

Menteri Johnny menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk menjaga agar ekonomi digital berjalan dengan baik dengan menyelesaikan peretasan data platform digital.  “Kominfo bersama BSSN akan selalu bekerja sama dengan seluruh pelaku e-commerce untuk berusaha meningkatan security system agar bisa melindungi data pribadi masyarakat,” tandasnya. (red)

Temukan solusi-solusi untuk membantu perusahaan anda di ASCI 8 Mei 2020

0

Temukan berbagai solusi untuk membantu perusahaan anda di masa pandemi ini, di acara
APTIKNAS Smart City & IoT Solutions during Covid-19 Pandemic

Segera register ke : https://www.eventcerdas.com/registrasipeserta.php?id=134
Tempat terbatas

#smartcity #IoT #aptiknas #eventcerdas #kotacerdas #kotacerdasindonesia

Helm Pintar Pendeteksi Demam Kini Sudah Hadir di Indonesia

0

Pandemi virus corona di Indonesia sudah berlangsung beberapa bulan lamanya. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, pemerintah daerah banyak yang memberlakukan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Namun untuk membantu percepatan penanganan COVID-19, dibutuhkan sebuah perangkat wearable (dapat dipakai langsung) dan dibekali teknologi yang mendukung.

Untuk itu, PT Cakrawala Multiniaga International menghadirkan produk helm pintar CM-19 untuk pertama kalinya di Indonesia. Helm ini dibekali dengan teknologi canggih dan kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI).  Helm CM-19 bisa di gunakan oleh para aparat berwenang untuk memantau kondisi suhu tubuh manusia secara real-time, sehingga bisa dilakukan penanganan secara cepat.

Helm serupa dengan nama N901 pertama kali digunakan oleh polisi, petugas medis dan militer di China pada Maret lalu. Sedangkan untuk  pasar Indonesia, helm pintar ini bernama CM-19 dan sudah hadir pada akhir April 2020 dan sudah dilengkapi teknologi AI dan layar augmented reality (AR) beresolusi tinggi.

Dengan begitu, helm pintar ini mampu mendeteksi suhu tubuh dalam antrean atau kerumunan manusia hingga 200 orang per menit. Bila ada orang dengan suhu tubuh di atas normal atau demam maka helm langsung mendeteksi, ditandai dengan indikator suara dan warna merah di layar.

Helm pintar ini berbobot cukup ringan, tidak jauh dengan helm tactical pada umumnya karena memiliki bahan utama serat karbon ditambah dengan metamaterials technology yang diproduksi oleh salah satu perusahaan telekomunikasi China berkelas dunia, Kuang-Chi Technology.

Sedangkan spesifikasi lain dari helm pintar CM-19 sudah disesuaikan dengan infrastruktur dan kondisi di Indonesia. Jika contohnya di China helm N901 memakai jaringan 5G, maka helm CM-19 menggunakan jaringan 4G. Dengan konektivitas jaringan 4G, pusat komando bisa berkomunikasi dan melakukan streaming video secara langsung dengan lokasi pengguna helm pintar ini tanpa terkendala jarak.

elain berfungsi membaca suhu tubuh dengan sangat akurat dan cepat, ada begitu banyak aplikasi lainnya yang dimungkinkan oleh penggunaan perangkat. Contohnya seperti navigasi, pengenalan wajah, pengenalan pelat nomor kendaraan, penerjemah bahasa, pengenalan dokumen, pedeteksi over heat instalasi jaringan listrik, mesin, kebocoran tabung bahan bakar, serta fungsi night vision untuk di perbatasan negara, di laut, dan hutan, dan masih banyak lagi.

Para petugas seperti polisi, militer, Pol PP dan tim percepatan penanganan COVID-19 bisa menggunakan helm pintar CM-19 saat berpatroli. Bahkan para petugas medis, petugas pemadam kebakaran dan penjaga perbatasan juga bisa memakai helm pintar CM-19 untuk mencegah penyebaran virus corona.

Saat ini, PT Cakrawala Multiniaga International mengklaim ketersediaan helm pintar CM-19 sudah aman sehingga dapat langsung dipesan. Namun untuk harganya sendiri masih bergantung pada ongkos kirim saat ini yang masih terbilang sangat tinggi dan terbatas, serta penambahan pajak dari pemerintah.

Walau begitu, jika ada instansi pemerintah yang bertugas menangani percepatan pencegahan COVID-19 dan tertarik untuk membeli helm pintar ini, maka perusahaan akan memberi harga khusus. Untuk jaminan purna jual, PT Cakrawala Multiniaga International memberikan garansi produk selama 12 Bulan dan ketersediaan suku cadang selama 24 bulan.

sumber:https://m.indosecuritysystem.com/read/news/2020/05/04/5982/helm-pintar-pendeteksi-demam-kini-sudah-hadir-di-indonesia

SBD by IT’s Works

0
Akademisi Unika Soegijapranata Semarang, JC Tukiman Taruno Sayoga Ph.D

Semarang, BISKOM – Intinya, saya mau mengatakan betapa bekerja di/dalam/dengan teknologi informasi (TI) itu “diam-diam menghanyutkan;” namun sebagai judul rasanya kurang menarik kalau saya tulis begitu; karena itu biar keren, saya tulis saja “SBD ………..…” Singkatan SBD saya pinjam dari ranah kesehatan, terutama terkait dengan kesehatan pencernaan manusia, tetapi maaf seribu maaf karena SBD (silent but deadly) ini, membahas tentang kentut. Ahli kesehatan pencernaan (tolong diluruskan bila saya salah) konon mengklasifikasi kentut manusia ke dalam beberapa jenis dan salah satu jenis yang disebutkan ialah kentut SBD. Yah…..intinya jenis kentut SBD ini “diam-diam menghanyutkan” betul, bukan karena suaranya (justru nyaris tiada suara, penuh kesenyapan) namun baunyalah yang  benar-benar “mematikan.” Ahli itu mengatakan, berbahagialah Anda yang kehilangan kentut jenis SBD ini (heran ya, kehilangan tetapi bahagia), karena pencernaan Anda justru bagus, meski orang yang ada di dekat Anda saat itu pasti klenger. Tetapi kalau saat kehilangan itu tidak seorang pun ada di sekitarmu, yah nikmatilah sendiri apa yang dikaruniakan itu.

Benarkah bekerja di/dalam/dengan TI itu SBD?  Di masa pandemi COVID 19 ini kerja TI sangat terbukti SBD-nya. Mulai anak-anak PAUD sampai mahasiswa brewokan selama harus tinggal di rumah saat ini, tetap tidak kehilangan kesempatan belajar dan belajar berkat kerja TI yang SBD. Jumlah orang yang terlibat langsung secara teknis di model pembelajaran daring mungkin sangat sedikit/terbatas; namun berapa juta orang yang memanfaatkannya, sulit menghitungnya. SBD-nya terletak dalam sejumlah aspek, sebutlah persiapan dan perancangannya, curah waktu yang dipergunakan, konsep dan kontennya, serta tehnik penayangannya. Semua itu dilaksanakan tanpa ribut-ribut (karena sedikit orang dan secara teknologik?); dan menjadi semakin menghanyutkan ketika hasilnya dipakai secara daring oleh siapa pun yang memerlukannya.

SBD-nya kerja TI merambah ke orang/pihak yang dulu-dulunya tergolong “buta,”  -seperti sebutlah sebagian besar orangtua siswa- , kini mereka mampu mendampingi anak atau cucunya belajar secara daring. Awalnya banyak yang protes, berontak bahkan, karena benar-benar gagap teknologi; namun dalam keterpaksaan, bagaikan orang sebelah yang terdampak kentut SBD, meski klenger yahhh mau tidak mau harus mengikuti arus zaman TI.  Setelah mengawali tertatih-tatih, kini banyak orang mulai menikmati manfaatnya, termasuk orang-orang yang kini keasyikan belanja secara on line, ongkang-ongkang nunggu tukang ojek antar makanan, dan sebagainya.

Kalau pemilik kentut jenis SBD justru bahagia kehilangan, SBD karena kerja TI memang ada sejumlah hal yang hilang namun bukan membahagiakan, melainkan bisa menyedihkan ke depannya. Berlama-lama berada dalam kondisi wabah corona seperti sekarang, meskipun kita sangat dibantu secara luarbiasa oleh hasil kerja TI, hidup dan relasi sosial kita akan semakin membuat kita blangkemen, maksudnya semakin tidak pandai berkata-kata. Ada bahaya relasi sosial kita bisa terganggu secara permanen, diambil alih oleh semakin asyik dan pandainya kita menggerakkan jari dan jempol untuk berelasi sosial. Jangan-jangan kita nanti pangling secara sosial, seperti burung yang dikandang terus dalam piaraan dan semakin menikmati kondisinya, menjadi kebingungan ketika dilepas lagi di alam bebas: Mau terbang jauh/tinggi semakin takut, mau berkicau bebas juga malu bersaing dengan burung lainnya di alam bebas, jangan-jangan diperangkap orang, dan seterusnya.

Seperti saya katakan kemarin, sehebat dan seasyik apa pun buah kerja TI, hendaklah jangan membuat kehidupan sehari-hari menjadi semakin a-sosial. Seperti dalam dunia para burung piaraan tadi, meskipun dilepas bebas di alam raya, karena kehidupannya semakin a-sosial, ia cumbu, artinya lebih senang balik lagi ke sangkarnya dengan berbagai alasan.

Jangan sampai seperti itulah!

Oleh: JC Tukiman Taruna Sayoga, Ph.D. (Akademisi Unika Soegijapranata Semarang)

SIDANG PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, Saksi Korban Menilai Putusan Sela Janggal

0
Koran MERAPI, Sabtu, 02 Mei 2020 halaman 5.

YOGYA, BISKOM – Saksi korban Ketua Umum DPP Assosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ir Soegiharto Santoso alias Hoky menilai putusan majelis hakim diketuai Lilik Nurani SH yang menyatakan Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta tak berwenang mengadili terdakwa Ir MSS warga Jalan Pajajaran Bogor Jawa Barat yang ikut menghina dan melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya keliru dan tidak berlandaskan hukum.

Padahal dalam perkara sebelumnya dengan terdakwa Faaz Ismail melakukannya di Jakarta adalah atas satu laporan yang sama dengan terdakwa Ir MSS dan telah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta dengan pidana penjara selama 3 bulan.

“Sehingga putusan sela yang menyatakan PN Yogya tidak berwenang mengadili dan memutus perkara Nomor 49/Pid.Sus/2020/PN Yyk atas nama terdakwa Ir MSS adalah keliru dan tidak berlandaskan hukum serta merupakan fakta kejadian aneh tapi nyata. Apalagi antara terdakwa Ir Faaz Ismail dan terdakwa Ir MSS merupakan terdakwa dalam satu laporan polisi yang sama, serta domisili terdakwa Faaz Ismail di Jakarta bukan di Yogyakarta,” ujar Hoky kepada wartawan, Jumat (1/5).

Disebutkan, locus delicty atau tempat kejadian dalam perkara ITE mengacu pada teori akibat (de leer van het gevolg) yang menjelaskan mengenai kapan akibat mulai timbul ketika terjadi suatu delik.

Dalam perkara penghinaan terhadap Hoky, terdakwa telah melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan maupun pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) UU ITE. Perbuatan terdakwa tersebut diketahui oleh saksi korban pada Jumat tanggal 24 Maret 2017 di Hotel Gallery Prawirotaman di Jalan Prawirotaman 2 Nomor 839B Yogyakarta.

“Jika melihat pada kasus serupa, Pengadilan Negeri Yogyakarta juga pernah memutus kasus penyebar berita hoax yang mencatut nama Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Rosyid Nur Rohum SIP warga Oku Timur Sumatera Selatan diganjar vonis 2,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan,” tegas Hoky. (Redaksi)

Sumber: Koran MERAPI, Sabtu, 02 Mei 2020 halaman 5.

Artikel Terkait:

SIDANG PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, PN Yogya Tak Berwenang Mengadili Terdakwa

PERKARA PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, Pengadilan Tinggi Kuatkan Putusan PN Yogya.

BATAL HADIRI SIDANG DI PN YOGYA, Terdakwa Penghina Ketua Apkomindo Dikarantina

Dua Pelaku Bakal Menyusul Terpidana Kasus Penghina Wartawan

Ejek Pakai Kata “Kutu Kupret” Dihukum 3 Bulan Penjara

Kongres Pers Indonesia 2019 Berjalan Sukses dan telah terbentuk Dewan Pers Indonesia

Disahkan Kemenkumham, LSP Pers Indonesia Jawaban Keresahan Wartawan Soal UKW

Ketum Apkomindo Dukung Saber Pungli

Sony Electronics luncurkan Kamera Digital ZV-1

0

Jakarta, Biskom – Sony memperkenalkan kamera pocket digital terbaru ZV-1 (selanjutnya disebut dengan “ZV-1”), solusi “all-in-one” yang ringan dan ringkas bagi para pengguna smartphone yang kerap menggunakan ponselnya untuk merekam video kasual dan membagikannya di media sosial. Dirancang khusus untuk pengambilan video sederhana, ZV-1 mengombinasikan teknologi pencitraan mutakhir dengan fitur-fitur yang mudah digunakan, menjadikannya sebagai pilihan perangkat yang sempurna untuk merekam dan membagikan video sehari-hari.

Kazuteru Makiyama, President Director PT Sony Indonesia mengatakan, “Kamera terbaru ZV-1 dari Sony dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat akan perangkat kamera berkualitas yang mudah digunakan untuk merekam video kasual. Kami berupaya untuk selalu mendengarkan konsumen kami, dan kamera ini merupakan hasil masukan langsung dari komunitas kami yang begitu besar. Memiliki desain inovatif yang dilengkapi dengan teknologi, pengaturan, dan mode terbaru, kamera ini memungkinkan pemula untuk merekam video sederhana dengan cara yang tidak dapat mereka lakukan sebelumnya. Kamera ZV-1 hadir untuk membuat subjek di dalam video dapat stand out di lingkungan apapun. Setiap fiturnya dioptimalkan untuk pengambilan video sederhana.”

Kamera ZV-1 memiliki sensor gambar Exmor RS® CMOS tipe 1.0 ditumpuk dengan cip DRAM dan lensa large-aperture 24-70mm F1.8-2.8 ZEISS® Vario-Sonnar T* yang menciptakan latar belakang bokeh yang indah (latar belakang blur), memungkinkan subjek untuk lebih menonjol dari latar belakang. Kamera ini mengunci dan melacak subjek dengan akurasi dan kecepatan tinggi menggunakan sistem autofocus terkemuka dari Sony. ZV-1 juga dilengkapi dengan prosesor gambar BIONZ X™ generasi terbaru dengan LSI front-end, memberikan resolusi tinggi dan noise rendah sehingga menghasilkan kualitas gambar yang superior. Kamera ini juga menggabungkan teknologi pencitraan yang luar biasa dengan pilihan audio berkualitas tinggi dan serba guna.

ZV-1 adalah kamera compact pertama Sony dengan layar LCD Vari-angle bukaan samping, membuatnya lebih mudah untuk menyusun foto dengan tampilan mobile phone-friendly selagi menyambungkan aksesoris audio eksternal. Guna memenuhi segala kebutuhan, ZV-1 memiliki beragam fitur video terdepan, termasuk perekaman film 4K dan stabilisasi gambar yang tertanam di dalam bodi kamera. (red)