Home Blog Page 810

Loi Pimpin Kembali BPC Gapensi Jakpus

0

Pangoloi MA Napitupulu kembali menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Jasa Konstruksi (Gapensi) Jakarta Pusat (Jakpus). Dia terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VIII secara aklamasi untuk periode 2019-2024 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (5/12/2019).

Sebelumnya, Pangoloi telah memimpin BPC Gapensi Jakpus masa bakti 2014-2019 yang telah didahuluinya masuk kepengurusan organisasi ini sejak 1997.

Salahsatu langkah yang akan dilakukan Loi, begitu panggilan akrabnya adalah dia bersama pengurus lainnya akan lebih dekat lagi kepada anggota. Selain itu mereka akan mensosialisasikan perkembangan bidang konstruksi bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) Gapensi DKI Jakarta.

“Kita harus bersama-sama karena yang punya anggota itu adalah BPC, BPD itu adalah pimpinan kita,” katanya usai Musyawarah Cabang (Muscab) VIII BPC Gapensi Jakpus di Jakarta pada Kamis (5/12/2019).

Dia mengaku pendekatan kepada anggota telah dilakukannya sejak periode pertama kepengurusannya. Langkah ini dibarengi dengan membenahi dan merenovasi kantor menjadi tempat nyaman yang bertujuan untuk kepentingan anggota.

Langkah serupa juga diharapkannya kepada BPD Gapensi DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi bidang konstruksi setiap tahun. Jadi, semua anggota bisa mengetahui perkembangan sistem pelelangan dan dapat menangkal jika ada anggota bersinggungan dengan masalah hukum.

Jika BPD Gapensi DKI Jakarta dapat merangkul semua anggota, maka Gapensi akan tetap eksis di mata masyarakat. Karena jika organisasi ini bersatu dan besar, maka tidak mudah diganggu oleh pihak-pihak lain, apalagi diganggu dari segi hukum.

Dalam visi misi disoroti Loi, begitu panggilan akrabnya, berupa banyak permasalahan hukum yang dialami anggota Gapensi. Dia berjanji akan membuat badan hukum yang dapat membantu dan memahami anggota jika ada masalah tersebut.

“Jika bapak ibu dikirimi surat yang berwarna coklat, lengkap dengan logo polisi maupun kejaksaan, ke depan bisa dikoordinasikan dengan badan hukum yang kita punyai,” paparnya.

Gapensi harus ikut serta memahami persoalan hukum, tidak sekadar mencetak Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Sertifikat Badan Usaha (BU) saja. Jadi, organisasi ini harus melakukan timbal balik kepada anggotanya.

Tantangan lain yang dihadapi Gapensi BPC Jakpus adalah dari sisi pemerintahan setempat yang dinilainya kurang mendukung keberadaan organisasi tersebut.

Sementara itu posisi Sekretaris Gapensi BPC Jakpus dipercayakan kepada Nikson Silalahi dan Bendahara diamanahkan kepada Janner F. Sihite. Pengurus Gapensi BPC Jakpus dilantik oleh Gibson Nainggolan yang menduduki Ketua BPD Gapensi DKI Jakarta. (moc)

 

BPPT Innovator Award, Apresiasi Innovator lokal

0

Jakarta, Biskom- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan BPPT Innovator Award, penghargaan khusus bagi para inovator yang hasil inovasinya bermanfaat besar bagi masyarakat, serta berhasil dikomersialisasikan secara massal.

Apresiasi kepada innovator lokal merupakan salah satu langkah BPPT dalam menumbuhkembangkan ekosistem inovasi di Indonesia. Penganugerahan BPPT Innovator Award diselenggarakan di Jakarta pada Senin (9/12). Ajang ini akan dilanjutkan dengan BPPT Innovation Day di Serpong pada Selasa (10/12) yang akan menampilkan beberapa hasil dari inovasi BPPT.

“BPPT Innovator Award merupakan tahun kedua bagi BPPT dalam memberikan penghargaan bagi pelaku-pelaku inovasi. Ada perubahan nama, pada tahun pertama dinamakan BPPT Innovation Award, sekarang menjadi BPPT Innovator Award karena diberikan kepada pelaku yang menghasilkan inovasi,” terang Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh. Nurjaman di Kantor BPPT, Jakarta (5/12).

Lebih lanjut dikatakan, penghargaan ini, diberikan bagi insan teknologi Indonesia baik perorangan maupun kelompok yang menghasilkan inovasi teknologi yang telah digunakan oleh industri sehingga bisa memberi nilai tambah ekonomi. Penghargaan juga diberikan kepada inovasi yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Tujuannya untuk menjadi pendorong dan motivasi bagi para pihak yang terkait pada inovasi dan penerapan teknologi agar dapat lebih meningkatkan karyanya dan menjadi contoh bagi setiap insan teknologi. BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi merasa perlu memberikan penghargaan itu,” tutur Dadan.

BPPT Innovator Award terbagi dalam dua kategori yaitu internal dan eksternal. Kategori internal diberikan untuk inovasi yang dihasilkan oleh para perekayasa BPPT. Kategori ini terbagi dalam tiga klasifikasi yaitu inovasi terbaik, layanan, dan transformasi digital. Untuk kategori eksternal, ada perorangan dan institusi.

Layanan masuk dalam klasifikasi karena bisa memberikan dampak penting bagi pemecahan suatu masalah. Sementara terkait transformasi digital, Dadan mengatakan saat ini BPPT sedang besar-besaran melakukan transformasi digital di dalam dukungan manajemennya.

Lebih lanjut Dadan menjelaskan, persyaratan calon penerima BPPT Innovator Award yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), berakhlak dan berbudi perkerti baik, serta menghasilkan inovasi teknologi yang dimanfaatkan secara nyata oleh kementerian/lembaga, industri, dan masyarakat.

Selanjutnya, ada lima azas inovasi yang dianut di dalam prinsip pemberian BPPT Innovator Award yaitu azas inovasi atau invensi, azas kreatif, azas efisien dan efektif, azas nilai tambah dan azas manfaat. Untuk kriteria penilaian ada tiga yaitu originalitas inovasi (20%), kemanfaatannya dan siapa yang memanfaatkan hasil inovasi (40%), serta tingkat aplikabilitas (40%).

Dadan mengungkapkan, sejak ajang penghargaan ini diumumkan, cukup banyak yang mendaftar dan mengusulkan untuk mendapatkan BPPT Innovator Award. Dari internal ada 61 pendaftar dengan rincian untuk layanan sebanyak 9 layanan teknologi, inovasi ada 42 dan transformasi digital ada 10. Untuk kategori eksternal ada 69 pendaftar meliputi perseorangan ada 37 dan tim ada 32. Total keseluruhan 130 inovasi dan layanan teknologi.

Hingga saat ini,  proses penjurian sudah menjaring tiga terbaik dari setiap kategori inovasi, yang akan dipilih terbaik utama yang akan diberikan penghargaan. “Diharapkan BPPT Innovator Award bisa mendorong semua kalangan baik perseorangan maupun kelompok, instansi pemerintah, swasta, BUMN dan lain-lain untuk mendorong aktivitas perekayasaannya untuk menghasilkan inovasi,” tutup Dadan. (red)

BPPT Innovation Day Dorong Ekosistem Inovasi

0

Jakarta, Biskom- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menggelar BPPT Innovation Day 2019 yang akan menampilkan beberapa hasil dari inovasi BPPT, di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi BPPT, Kawasan Puspiptek, Tangsel pada Selasa (10/12)

Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempertemukan kalangan Akademisi, sektor Bisnis, dan Government (ABG) sehingga terbangun ekosistem inovasi. Dengankata lain, Forum Innovation Day bertujuan memperkuat komunikasi, koordinasi dan interaksi antara para pemangku kepentingan yakni ABG dengan berbagai pengalaman dan pandangan.

Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh. Nurjaman mengatakan, “BPPT Innovation Day akan dilaksanakan di sana untuk mendekatkan ke beberapa fasilitas laboratorium yang ada di Puspiptek Serpong sehingga nanti bisa melihat bagaimana fasilitas atau infrastruktur pendukung untuk melakukan sebuah pengkajian dan penerapan untuk menghasilkan inovasi.”

“Di era Revolusi Industri 4.0 diiringi kemajuan, serta perubahan yang cepat dan dinamis. Selain itu, era industri 4.0 menuntut Indonesia untuk terus bertransformasi, termasuk dalam penerapan inovasi. Fenomena disrupsi digital yang terus terjadi juga harus dapat diantisipasi, apabila kita tidak melakukan inovasi maka kita akan tertinggal,” kata Dadan di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis (05/12).

BPPT dengan kompetensi teknologi yang dimiliki, lanjutnya, akan terus berupaya dalam mendorong terciptanya budaya inovasi dan menggandeng seluruh stake holder dalam mendukung lahirnya ekosistem inovasi yang akan berdampak pada majunya Indonesia di era revolusi industri 4.0.

Inovasi merupakan kata kunci dalam mendorong pembangunan Indonesia yang maju, mandiri serta berdaya saing. Menurut Dadan, gelaran acara BPPT Innovation Day 2019 memiliki peranan untuk mengingatkan pentingnya membangun budaya dan ekosistem inovasi. “Sekarang saatnya bangkit dan mulai berpikir bahwa inovasi merupakan langkah awal dari sebuah keunggulan daya saing,” ungkapnya.

Perlu diketahui, ekosistem inovasi merupakan pendekatan yang dilakukan BPPT dalam meningkatkan kinerja inovasi. Dalam mewujudkannya, dibutuhkan dukungan para stakeholder melalui kolaborasi dan kerjasama untuk menghasilkan lingkungan yang mendukung aktivitas inovasi.

Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) BPPT Gatot Dwianto menambahkan terkait pola kerja sama yang selama ini dilakukan BPPT dalam mendorong terciptanya ekosistem inovasi. Pola kerja sama itu meliputi kerjasama lisensi yang dilakukan Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) yang bertujuan untuk menerapkan hasil invensi BPPT ke dalam industri yang sudah eksisting.

Kemudian inkubasi bisnis berbasis teknologi oleh Balai Inkubator Teknologi (BIT) untuk menciptakan wirausaha baru berbasis teknologi. Kedua pola kerjasama tersebut, ditujukan guna menghasilkan calon pengusaha berbasis teknologi yang berdaya saing.

“BPPT concern dalam melakukan inkubasi bisnis, karena Indonesia butuh kumpulan calon pengusaha yang mampu menghasilkan produk inovasi yang memiliki nilai komersial. Tingkat serapan inovasi itu juga menjadi indikator daya saing, serta upaya mendorong peningkatan perekonomian nasional,” kata Gatot.

Inkubasi bisnis teknologi yang dilakukan BPPT, tambahnya, juga meliputi akses pemasaran, dimana tahapan ini BPPT pun telah menggandeng Buka Lapak. Sebagai startup berpredikat unicorn, Buka Lapak diharapkan mampu memberikan mentoring terkait kiat sukses dalam membangun bisnis serta memasarkan produk inovatif di industri e-commerce kepada para calon pengusaha yang dibina Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT.

“Buka Lapak diharapkan mampu memberi dukungan dalam hal jejaring kerja sama dan mentoring kepada calon perusahaan pemula yang dibina oleh BPPT, sehingga para calon pengusaha itu akan semakin luas akses untuk memasarkan produk inovasinya,” pungkas Gatot. (red)

Wafe of Tomorrow festival Seni Teknologi

0

Jakarta, Biskom- Mengulang sukses pagelaran tahun lalu, di penghujung tahun ini Level 7 kembali menggelar “Wave of Tomorrow”, festival seni berbasis teknologi dengan pertunjukan musik milenial pada 20-29 Desember 2019 di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Di event tersebut akan tampil insan kreatif terpilih dengan karya futuristik yang akan membawa transformasi untuk industri seni tanah air. Wave of Tomorrow yang kembali hadir untuk kedua kalinya akan semakin mengesankan dengan melibatkan lebih banyak kreator.

“Wave of Tomorrow akan kembali melibatkan berbagai kreator progresif dengan karya-karya yang mampu menghadirkan sebuah pengalaman dan interaksi berbeda bagi para audiens. Pengalaman unik tersebut diciptakan agar para audiens dapat merasakan sebuah transformasi hasil dari perjalanan progresif para kreator yang telah dikurasi oleh figur profesional dan ahli di industri seni,” ungkap Adrian Subono, President Commissioner Level 7.

Dalam menciptakan komposisi line up yang dinamis demi sebuah konsep festival yang berbeda, pihak Level 7 dibantu oleh art curator dan music curator. Mona Liem terlibat dalam Wave of Tomorrow sebagai Art Curator. Dengan pengalamannya di berbagai festival seni internasional, Mona dipercaya untuk mengurasi line up eksibisi seni di Wave of Tomorrow dan mempertajam konsep karya yang dihadirkan.

Penonton akan dihibur oleh sekitar 13 kreator dengan background dan disiplin ilmu yang berbeda. Sehingga dalam gelaran Wave of Tomorrow nanti akan ditemukan karya-karya instalasi seni interaktif dengan elemen multi-disiplin mulai dari 3D visual, mapping, lighting, augmented reality, bahkan robotic.

“Berbagai elemen tersebut akan menunjang konsep kreatif untuk menyampaikan berbagai pesan dari para kreator. Hal tersebut dapat memberikan sebuah pengalaman unik dan berbeda bagi para audiens. Pengalaman yang hanya bisa didapatkan dengan menikmati karya-karya yang ahead of its time di Wave of Tomorrow,” ujar Mona.

Penyelenggara berharap kreasi yang dihadirkan di Wave of Tomorrow dapat menjadi tren dari perkembangan seni di masa depan. Di mana dunia dan industri seni terus berkembang namun satu yang tetap adalah sikap progresif untuk selalu menciptakan karya.

Mona memprediksi akan semakin banyak kreator bereksperimen dengan teknologi digital yang mampu berkomunikasi dengan audiens. Beberapa kreator di Wave of Tomorrow akan buktikan hal tersebut, mereka di antaranya yaitu Sembilan Matahari, Rubi Roesli, Maika, Kinara Darma x Modulight, U Visual, Motionbeast, Notanlab, Farhanaz, serta beberapa artis internasional seperti Nonotak, dan Tundra.

“Dengan besarnya skala, dan nama-nama besar kreator yang akan memamerkan karyanya pada 20-29 Desember 2019, Wave of Tomorrow menjadi ajang Art & Tech Festival terbesar di Indonesia,” tegas Mona.

Sembilan Matahari yang sebelumnya banyak bermain dengan visual mapping, akan hadir berbeda di Wave of Tomorrow menggunakan elemen kinetik dan robot. Adi Panuntun, CEO Sembilan Matahari, saat ditemui di acara talkshow Wave of Tomorrow 2019 mengungkapkan bahwa ia dan kolektifnya ingin menghadirkan karya yang lebih interaktif. Format karya yang ia hadirkan nantinya akan merespons gema musik dan bergerak dengan selaras. Ini akan menjadi sebuah terobosan bagi Sembilan Matahari dan bukti dari konsistensi mereka dalam berprogres.

Akan ada banyak kejutan dan karya fenomenal yang bisa ditemui di Wave of Tomorrow. Selain karya para kreator berbakat tanah air, karya dari Nonotak, Tundra, dan Ouchh, turut disebutkan Mona Liem sebagai masterpiece. Nonotak akan bermain dengan sequence lighting pada sebuah lorong panjang, Tundra kolektif asal Rusia akan menciptakan sebuah instalasi audiovisual dengan menggunakan rerumputan yang memenuhi lanskap ruang, dan Ouchh akan menghadirkan sebuah kubus berskala besar dengan karya bertajuk Data Gate.

Lebih lanjut guna mendukung kebutuhan kreator dalam menampilkan karyanya, tahun ini Wave of Tomorrow kembali didukung oleh Epson Indonesia sebagai “Official Projection Partner” untuk Visual Projection para artist lokal maupun internasional.

Dalam edisi Wave of Tomorrow kali ini, Epson mendukung sekaligus berkolaborasi dengan para artis agar karya yang mereka tampilkan dapat mencapai hasil yang maksimal, dengan teknologi 3LCD proyektor mampu menghasilkan warna yang lebih cerah dan tajam sehingga mata pengunjung dimanjakan dengan warna-warna yang memukau.

Selain area eksibisi seni yang penuh dengan karya memukau, pada area musik para pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan fantastis baik dari musisi populer maupun emerging artists dengan karya yang unik.

Beberapa di antaranya yaitu Kunto Aji, Danilla, Petra Sihombing, Eva Celia, Sunmatra, Dekadenz, Random Brothers, dll. Studiorama yang diwakili oleh Xandega, music curator Wave of Tomorrow, menyampaikan bahwa para musisi akan tampil di Wave of Tomorrow dengan set up spesial berbalut teknologi digital untuk dapat memberikan pengalaman unik bagi audiens. Sehingga sajian musik yang dihadirkan dapat turut melengkapi gelaran Wave of Tomorrow yang lebih dari sekedar festival seni dan musik.

“Dengan berbagai sajian memukau dari para insan kreatif berbakat, Wave of Tomorrow berbeda dari festival seni dan musik lainnya. Sehingga bagi mereka yang ingin mencari inspirasi dan pengalaman baru, wajib untuk mengunjungi Wave of Tomorrow. Tiketnya sudah bisa diakses dengan harga Rp 100.000,- per hari, atau all days access seharga Rp 500.000,-. Untuk informasi lebih lengkap, bisa mengunjungi waveoftomorrow.id,” tutup Adrian. (Red)

Sejumlah Lembaga Litbang Unggul dan Inovatif Raih Apresiasi

0

Jakarta, Biskom- Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menggelar ajang Apresiasi Lembaga Litbang 2019. Apresiasi ini diberikan kepada Litbang yang ada di LPNK, Pemda, dan industri yang telah berkinerja unggul, inovatif dan berdayasaing serta lembaga litbang yang terakreditasi KNAPPP.

Pada ajang ini, 18 lembaga litbang ditetapkan menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) dan 8 lembaga litbang mendapatkan perpanjangan status sebagai PUI. Penilaian kelayakan penetapan PUI didasarkan dari hasil penilaian terhadap lembaga litbang baik melalui proses pembinaan maupun proses evaluasi kinerja lembaga PUI Tahun 2019. Apresiasi terhadap lembaga litbang yang ditetapkan menjadi PUI diserahkan oleh Menristek/Kepala BRIN, Bambang SP Brodjonegoro.

Patdono Suwignjo, plt. Dirjen Kelembagaan iptekdikti mengatakan, penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah) dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas sesuai dengan etika penelitian. Diharapkan dengan tumbuhnya inovasi dan teknologi yang disertai dengan pemanfaatan oleh pengguna, kontribusi iptek terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.

Salah satu upaya Kemenristek/BRIN untuk memperkuat kelembagaan iptek adalah melalui pengembangan PUI, fasilitasi peningkatan kapasitas Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD), penjaminan mutu lembaga litbang melalui akreditasi oleh KNAPPP (Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan), serta penguatan lembaga litbang industri inovatif.

“Agar lembaga litbang cepat menghasilkan inovasi maka Ditjen Kelembagaan melakukan pembinaan-pembinaan agar semua lembaga litbang baik yang ada di perguruan tinggi, industri, kementerian, maupun LPNK mempunyai keunggulan yang spesifik. Sangat sulit dan mahal kalau lembaga penelitian ingin unggul di bidang apa saja,” tutur Patdono dalam ajang Apresiasi Lembaga Litbang 2019 di Jakarta pada Senin (2/12).

Dengan adanya pembinaan tersebut, lanjutnya, maka lembaga litbang bisa memfokuskan diri untuk unggul di bidang tertentu. Setelah menemukan bidang keunggulannya dilanjutkan pembinaannya agar lembaga litbang bisa menghasilkan inovasi.

“Ajang ini juga dimaksudkan sebagai laporan kepada publik atas kinerja Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam melakukan pembinaan terhadap lembaga litbang, sekaligus menjadi wahana untuk mengakselerasi kinerja lembaga litbang di Indonesia,” tutur Patdono.

Selain Deklarasi PUI Tahun 2019 agenda utama Apresiasi Lembaga Litbang adalah Penganugerahan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) Berkinerja Utama Tahun 2019. Penetapkan BPPD Berkinerja Utama didasarkan dari hasil penilaian terhadap kinerja BPPD dalam penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) sebagai koordinator pelaksanaan SIDa di lingkungan SKPD Daerahnya, serta penguatan kelembagaan jaringan dan sumberdaya SIDa.

Apresiasi ini diberikan kepada BPPD Provinsi/Kabupaten/Kota yang berkinerja baik dalam mengimplementasikan pelaksanaan SIDa, dengan cara mengkoordinasikan pelaksanaannya bersamasama dengan OPD terkait dan aktor-aktor Sida, antara Iain lembaga litbang, Perguruan Tinggi, Lembaga Pembiayaan Inovasi, dan masyarakat pengguna inovasi di daerah.

Dalam kurun waktu 2015-2019 kegiatan ini telah menetapkan 15 BPPD berkinerja utama dalam aktivitas SIDa. Dari 15 BPPD tersebut terdapat 8 BPPD tingkat provinsi dan 7 BPPD pada tingkat kabupaten/kota.

Agenda utama lainnya adalah penyerahan Sertifikat Akreditasi KNAPPP Tahun 2019 untuk meningkatkan kualitas manajemen litbang. Akreditasi Pranata Litbang yang diberikan oleh KNAPPP merupakan sarana penunjang berkembangnya Lembaga Litbang menuju PUI (center of excellence).

Pranata Litbang yang mendapatkan akreditasi berarti memiliki jaminan mutu dari segi manajemen litbangnya. Pada tahun 2019 ini diberikan akreditasi kepada 24 pranata Litbang, sehingga total lembaga yang terakreditasi saat ini berjumlah 70 pranata. Secara nasional jumlah tersebut masih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah total lembaga litbang yang ada.

Berdasarkan sebarannya, 63% pranata litbang terakreditasi KNAPPP merupakan Lembaga Pemerintah dibawah Kementerian (LPK), 24% berasal dari Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), sedang 3% merupakan pranata Litbang perguruan tinggi, serta 10% swasta dan lembaga litbang di bawah badan usaha/industri.

Pada kesempatan tersebut diserahkan Apresiasi Lembaga Litbang Industri Inovatif atau Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award kepada badan usaha/industri yang memiliki unit kerja litbang dan atau melaksanakan kegiatan litbang dan penerapan iptek secara konsisten dan berkesinambungan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing. Melalui kegiatan ini, Kemenristek mendorong peran serta dunia usaha dan industri untuk berperan aktif dalam pelaksanaaan kegiatan litbang, baik yang dilakukan sendiri atau bekerjasama dengan institusi litbang Iainnya dalam menghasilkan produk inovatif.

Pada 2019 terdapat 24 industri besar yang mengusulkan untuk mengikuti seleksi IIRDI Award. Berdasarkan hasil seleksi yang ketat telah ditetapkan 7 industri yang mendapatkan IIRDI Award. Kedepannya diharapkan melalui kegiatan ini dapat terverifikasi badan usaha yang melakukan kegiatan litbang dan menghasilkan produk-produk inovatif yang mampu meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. (red)

Soegiharto Santoso Komisaris Utama PT. GMT: Direktur Kami Tidak Palsukan Invoce Tagihan

0
Soegiharto Santoso, Komisaris Utama PT. GMT saat memberikan keterangan kepada awak media di Polda Jawa Timur, 2 Desember 2019.

BISKOM, Surabaya – Pelaporan Suradi Gunadi pemilik toko 3D dan CV Cahaya Gemilang yang berlokasi di Surabaya terhadap Lianny Pandoko Direktur PT. GMT ke Polda Jatim terkait dugaan tindak pidana pemalsuan surat, dengan Surat Laporan Polisi Nomor: LPB/854/IX/2019/UM/JATIM pada tanggal 28 september 2019 lalu. Hari ini (Senin, 2/12/2019) Lianny Pandoko didampingi Komisaris Utama PT. GMT, Soegiharto Santoso alias Hoky mendatangi Mapolda Jatim untuk didengarkan keterangannya atau Klarifikasi oleh penyidik Unit III Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim.

Selaku Komisaris Utama PT GMT, Hoky menceritakan kepada awak media terkait Lianny sebagai Direktur PT. GMT dilaporkan ke Polda Jatim, “Awal Suradi Gunadi pemilik toko 3D dan CV. Cahaya Gemilang yang berlokasi di surabaya masih mempunyai kewajiban pembayaran sebesar Rp. 11.406.199.203,- kepada PT. GMT. Setelah melakukan croscek lebih teliti lagi, maka total kewajibannya sesungguhnya adalah sebesar Rp.12.872.008.310,- Jumlah nilai tagihan itu setelah dipotong retur barang Suradi dan pembayaran yang masuk,” ungkap Hoky mengawali pembicaraan di Mapolda Jatim. Senin (2/12/2109).

“Suradi tidak ada itikad baik mau menyelesaikan kewajibannya, meskipun telah dikirimkan surat somasi, maka dari itu PT. GMT melaporkan Suradi Gunadi ke Polda Metro Jaya, dan telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Oktober 2018, dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP yang terjadi pada tahun 2016 sampai 2017,” tambah Hoky.

“Pada saat pemeriksaan di Polda Metro pihak Suradi telah mengakui kesalahan dirinya, dan telah membuat surat pernyataan kesanggupan membayar meskipun hanya sejumlah Rp. 2.500.000.000,-, Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Suradi Gunadi ternyata tidak memiliki itikad baik untuk menepati janjinya, karena sampai saat ini faktanya Suradi belum menyelesaikan kewajibannya,” lanjut Hoky.

“Selanjutnya secara tiba-tiba Suradi Gunadi menyatakan tidak mempunyai tagihan hutang apapun kepada PT. GMT, bahkan menyatakan ada kelebihan pembayaran, tentu hal tersebut sangat tidak masuk akal karena semua bukti invoice lengkap, dan telah diperiksa secara cermat, dan teliti yang terbukti Suradi Gunadi sendiri telah mengakui bersalah dan dinyatakan sebagai tersangka sejak tanggal 23 Oktober 2018,” ungkap Hoky.

“Bahwa Suradi telah melayangkan gugatan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap PT. GMT yang isinya berbeda-beda yang tidak masuk akal. Pertama gugatan perdata nomor: 499/pdt.g/2018/pn.niaga.jkt.pst. Gugatannya ngawur dan itu dicabut sendiri oleh Suradi. Kedua gugatan Perdata nomor: 317/pdt.g/2019/pn.jkt.pst. Gugatan kedua juga dicabut sendiri lagi oleh Suradi. Dan yang ketiga gugatan perkara perdata nomor: 472/pdt.g/2019/pn.niaga.jkt.pst, padahal Suradi nya telah ditahan di Rutan Salemba sejak 30 Oktober 2019 hingga saat ini.” imbuh Hoky.

“Suradi telah melakukan penggantian pengacara sebanyak 3 kali, ditambah pengacara baru yang ke 4 lewat kantor pengacara Arky & rekan, dan melakukan somasi kepada PT. GMT. Somasi pertama tidak menyertakan surat kuasanya, tetapi pihak PT. GMT menjawab surat somasinya dengan itikad baik, dan telah menjawab pula surat Somasi kedua, seharusnya pihak Suradi paham dengan penjelasan dari jawaban surat kami tersebut, bahkan saya sempat mengunjungi kantor pengacara Arky & Rekan pada tanggal 17 September 2019 di Surabaya.” tambah Hoky.

“Namun faktanya Suradi melalui pengacara Arky & rekan tetap melaporkan PT. GMT ke Polda Jatim atas dugaan perkara tindak pidana pemalsuan surat (invoice), dengan pasal 263 KUHP serta Laporan Polisi nomor: LPB/854/IX/2019/UM/JATIM pada tanggal 28 September 2019, padahal tidak ada surat palsu, lagi pula untuk apa membuat surat palsu, pihak Suradi diduga ingin mengulur-ngulur waktu dalam hal melunasi kewajibannya,” Lanjut Hoky.

“Sesungguhnya tidak ada terjadi pemalsuan invoice, karena yang pertama itu merupakan performa invoice, dan yang kedua merupakan faktur pajak dengan nilai yang sama, makanya ada 2 nomor yang berbeda. Dan PT. GMT tidak pernah melakukan penagihan ganda dan tidak pernah menerima pembayaran ganda, kalaupun ada maka bisa dilakukan konfirmasi dengan sangat mudah untuk dilakukan pembetulan, tidak perlu hingga membuat laporan polisi, sebab faktanya hingga kini kewajiban Suradi terhadap PT. GMT masih sangat besar sekali,” ungkap hoky

“Selain dari itu Suradi melakukan pembayaran tidak pernah sesuai dengan tagihan, mungkin mempunyai tujuan itikad tidak baik sejak awalnya, dan Suradi juga tidak pernah menyebutkan untuk invoice yang mana apabila melakukan pembayaran, lalu berupaya merekayasa seolah-olah ada pemalsuan, sedangkan pihak Suradi tidak bisa membuktikan tentang telah membayar secara ganda,” tambah Hoky.

“Sebelumnya PT. GMT memberikan kesempatan kepada Suradi Gunadi untuk memperlihatkan, dan mencocokan dokumen yang ada padanya di kantor PT. GMT, tetapi tidak dilakukannya, saya berharap keterangan atau Klarifikasi yang diberikan oleh Lianny kepada penyidik cukup dan bisa segera dilakukan SP3, sebab Suradi Gunadi tidak dapat membuktikan apa yang dilaporkannya, laporan Suradi Gunadi ini mengada-ada, sama seperti membuat gugatan hingga 3 (tiga) kali di Pengadilan Jakarta Pusat, selain dari itu, telah jelas faktanya Suradi Gunadi telah dijadikan tersangka oleh pihak Polda Metro Jaya, serta telah ditahan oleh Kejati DKI Jakarta.” pungkas Hoky kepada awak Media.

Terkait perkataan Hoky bahwa Suradi Gunadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya diperkuat dengan adanya surat Laporan Polisi Nomor: LP/1409/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, tanggal 15 Maret 2018. Dalam Surat Laporan itu tertulis pelapor adalah Lianny Pandoko,SE., Direktur PT. Global Mitra Teknologi, dan terlapor adalah Suradi Gunadi, dengan laporan Penipuan dan atau Penggelapan dengan pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP.

Dari laporan Lianny Pandoko tersebut, pada tanggal 23 September 2019, Kejaksaan Tinggi Jakarta menyatakan berkas perkara atas nama tersangka Suradi Gunadi telah dinyatakan lengkap (P-21). Dan Hoky mempersilahkan awak media untuk melakukan penelusuran via website sipp.pn-jakartapusat.go.id dengan nomor perkara: 1270/Pid.B/2019/PN Jkt.Pst, karena akan dengan mudah terlihat bahwa terdakwa atas nama Suradi Gunadi telah dinyatakan ditahan oleh Kejati DKI Jakarta terhitung mulai tanggal 30 Oktober 2019 dan jadwal Sidang pertama dilakuan pada hari ini Senin, 02 Desember 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Juenda)

Artikel Terkait:
Komisaris PT. GMT Datangi Polda Jatim atas Dugaan Kasus Pemalsuan Surat

Direksi PT. GMT Berharap Polda Jatim Terbitkan SP3 Kasus Pemalsuan Surat

Komisaris PT GMT Datangi Polda Jatim atas Dugaan Kasus Pemalsuan Surat

Datangi Mapolda Jatim, Komisaris Utama PT. GMT Berharap Kasus Yang Menjerat Dirutnya di SP3

Akhirnya Suradi Gunadi Di Vonis 2 Tahun Penjara Dan Ditahan Di Rutan Salemba

Hakim Jamaluddin Diduga Dibunuh, PP IKAHI Desak Negara Jamin Keamanan Hakim

0
Ketua Umum PP IKAHI, Dr. Suhadi, SH., MH. (tengah) saat memberikan keterangan pers di Media Center MA (2/12/2019)

Jakarta, BISKOM – Beberapa hari yang lalu publik dihebohkan dengan tewasnya Jamaluddin, salah seorang hakim karier di PN Medan. Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tangan terikat di bagian bawah jok kursi penumpang dalam mobilnya, Land Cruiser Toyota Prado BK 77 HD warna hitam. Lokasinya di kebun sawit Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat lalu (29/11/2019).

Siang ini (2/12/2019) di Media Center Mahkamah Agung, Ketua Umum PP IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia), Dr. Suhadi, SH., MH. menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Jamaluddin. Terkait dengan adanya dugaan pembunuhan dibalik peristiwa yang menimpa Jamaluddin, PP IKAHI mendesak Kapolri agar mendukung upaya yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian kota Medan dalam mengungkap penyebab dibalik dugaan terbunuhnya Jamaluddin,.S,H., M.H seperti yang telah disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara pada hari Minggu (1/12/2019) di beberapa media nasional.

“Siapapun dan apapun motif pelaku pembunuhan terhadap Bapak Jamaluddin, peristiwa tersebut merupakan bentuk nyata dari lemahnya jaminan keamanan bagi hakim selaku penegak hukum yang seharusnya ia dapatkan selaku penegak hukum dalam peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2012 tentang Hak Keuangan Dan Fasilitas Hakim Yang Berada Di Bawah Mahkamah Agung. Negara harus hadir memberikan jaminan keamanan bagi hakim agar dapat tenang menjalankan tugasnya memberikan keadilan kepada masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” tegas Suhadi.

Peristiwa terbunuhnya hakim saat menjalankan tugas, bukan terjadi satu kali atau kali ini saja, untuk itu negara harus lebih serius lagi memikirkan jaminan keamanan bagi hakim agar kejadian ini tidak menjadi preseden yang tidak baik bagi penegakan hukum di Indonesia, hakim akan selalu menjadi sasaran ancaman dan intimidasi oleh pihak-pihak yang tidak senang pada Pengadilan, putusannya atau dirinya secara pribadi.

“PP IKAHI mendesak negara melalui presiden Republik Indonesia agar segera memberikan rasa aman kepada para hakim selama menjalankan tugasnya dengan mengimplementasikan hak jaminan keamanan yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 48 Tahun 2009 dan peraturan perundang-undangan lainnya,” pungkas Ketua Umum PP IKAHI, Suhadi. (Vincent)

Pejabat Eselon III-IV Akan Digantikan Artificial Intelligence, Pengamat: Harus Mengenal Contextual Intelligence

0
Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik UKSW, RES Fobia, SH., MIDS.

Salatiga, BISKOM – Presiden Jokowi mewacanakan untuk pemangkasan atau penyederhanaan pejabat eselon di lingkungan kementerian dan lembaga. Hal ini disampaikan saat Presiden menghadiri sidang paripurna MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan (20/10/2019).

Pada saat berpidato, Jokowi menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah selama lima tahun ke depan. Salah saru programnya adalah memangkas rantai birokrasi. Cara yang diambil dengan menyederhanakan eselonisasi. “Penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan,” kata Jokowi saat itu.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN dan RB, Rini Widyantini mengatakan saat ini pihaknya masih membicarakan dengan masing-masing Kementerian dan Lembaga. Pada 5 November 2019 lalu, Rini menjelaskan tentang beberapa hal pokok terkait Penataan Unit Organisasi Eselon III ke bawah pada Kementerian atau Lembaga, yaitu: visi mandat presiden tentang reformasi struktural, inventarisasi jumlah jabatan di lingkungan kementerian/lembaga departemen, hal yang perlu menjadi pertimbangan, framework pengalihan unit organisasi eselon III ke bawah, kriteria pengalihan unit organisasi Eselon III ke bawah, roadmap penataan unit organisasi, dan kebijakan yang perlu disiapkan.

Setelah jabatan eselon III dan IV dipangkas, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku sudah berbicara dengan para ahli IT dan menugaskan Menteri PAN-RB untuk menggantikan jabatan tersebut dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) alias robot.

Menanggapi wacana yang segera direalisasikan tahun depan ini, pengamat hukum dan kebijakan publik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), RES Fobia, SH., MIDS. menjelaskan ada beberapa pokok penting yang harus harus menjadi acuan bekerjanya para pejabat dengan budaya baru berdasarkan peran Artificial Intelligence.  Dalam hal ini, Artificial Intellgence harus bekerja dengan pengenalan terhadap apa yang disebut Joseph S. Nye Jr., sebagai Contextual Intelligence.

“Pertama, sudah lama sekali, John Locke mengingatkan dalam konteks HAM dan Pemerintahan Sipil bahwa tujuan pelantikan pejabat publik di suatu negara berdaulat adalah untuk memenuhi hak-hak dasar warganya, antara lain hak hidup,” ungkapnya.

“Kedua, dalam sejarah penataan birokrasi, setidaknya dapat dicontohkan bahwa di Amerika Serikat, pernah dikerjakan arah reformasi birokrasi yang dikenal sebagai Reinventing Government, sebagaimana dipopulerkan oleh Osborne dan Gaebler. Hakekat penataan birokrasinya adalah transformasi nilai dan pola kewirausahaan ke dalam sektor publik. Di Eropa, Pollitt dan Bouckaert mempromosikan New Weberian State yang pada intinya menyangkut pelayanan birokrasi berbasis pengutamaan hubungan negara dengan warga negara, dengan tujuan memenuhi hak-hak dasar warga negara,” lebih lanjut RES menjelaskan.

Pengajar di Fakultas Hukum UKSW ini mengatakan, responsifitas merupakan pertanda kedaulatan rakyat. Hal ini penting supaya hakekat dan eksistensi pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan kewilayahan Indonesia terutama yang jauh dari pusat-pusat perkembangan, semakin bermakna, tak hanya simbolistik, apalagi sekadar penanda kosong / empty signifier. “Hakekat pembangunan adalah pembebasan. Amartya Sen dalam Development as Freedom menegaskan, pembangunan sebagai suatu proses memperluas kebebasan nyata yang dinikmati rakyat,” terang RES Fobia.

Menurut RES, sebagai negara kepulauan terbesar di bumi ini, pemerintah memang harus mampu merancang kebijakan publik yang tangguh. Francis Fukuyama dalam Mission Orders and Bureaucratic Autonomy, mengingatkan bahwa masalah utama dalam organisasi birokrasi, baik di sektor publik maupun swasta, adalah bagaimana mendelegasikan wewenang yang cukup untuk agen yang memiliki keahlian dan dekat dengan sumber-sumber pengetahuan lokal, sementara pada saat yang sama menjaga kontrol secara keseluruhan atas perilaku mereka.

“Sehubungan dengan itu, pengambil kebijakan dapat antisipatif bahwa memang dibutuhkan panduan kepemimpinan yang mumpuni karena berhadapan dengan soal rentang kendali yang efektif (span of effective control). Pejabat harus paham tentang Contextual Intelligence agar birokrasi yang hendak dikelola dengan Artificial Intelligence, dapat berfungsi optimal,” pungkasnya. (Vincent)

 

ITSEC Temukan Pelanggaran Data di Indonesia

0

Jakarta, Biskom – Perusahaan cybersecurity ITSEC menemukan bukti pelanggaran data dalam skala besar yang mengandung catatan informasi pelajar dan Kartu Keluarga di Indonesia. Kasus pelanggaran data ini tidak pernah diketahui sebelumnya, dimana data informasi yang beredar tersebut diperjualbelikan di sejumlah pasar gelap dunia maya kepada oknum tertentu yang menggunakan cryptocurrency untuk melakukan pembayaran.

Data-data yang beredar tersebut bernilai penting karena mengandung jutaan informasi pribadi, mulai dari nama lengkap, alamat, nomor KTP, tanggal lahir, hingga detail lengkap dari anggota keluarga yang biasa ditemukan di catatan Kartu Keluarga. Para pelaku yang memperoleh data ini dan memasoknya kedalam pasar gelap dunia maya untuk dijual secara ilegal mengklaim bahwa data ini berasal dari “Database ‘biodata’ Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”.

Walau begitu, ITSEC belum dapat mengkonfirmasi apakah data biometric termasuk dalam penjualan ataupun apakah data itu benar-benar asli berasal dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atau dari sumber lainnya.

Junior Lazuardi selaku ITSEC Investigator memaparkan, ”Kami tidak bisa mengatakan secara pasti dari mana asal data tersebut dicuri atau dikumpulkan, pasalnya sangat sulit untuk mengaitkan penemuan data yang dicuri di dunia maya dengan sumber asli penyimpan data tersebut.”

Founder sekaligus CTO ITSEC, Marek Bialoglowy, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kejadian ini dengan mengatakan, ”Kami sangat prihatin dengan kasus jual-beli data ilegal ini karena data seperti ini dapat digunakan untuk melakukan beragam kejahatan terhadap subyek pemilik data, seperti aksi kriminal membuka akun bank, mendaftarkan pinjaman, hingga melakukan penipuan dalam pemilihan. Kejahatan ini menyakiti banyak orang.”

ITSEC Group Chairman, Patrick Dannacher menyatakan, “Kami mendukung talenta yang dimiliki investigator dari threat hunting team kami karena mereka mampu untuk menemukan dan menganalisis keberadaan data ilegal skala tinggi yang bisa memberikan dampak bagi jutaan penduduk Indonesia.

ITSEC juga telah menginisiasi koordinasi dengan pihak berwenang untuk mengusut hal ini lebih lanjut. Hal ini semata sebagai keikutsertaan perusahaan dalam isu perlindungan data di Indonesia, sekaligus mendukung penegakan cyber law di Indonesia. Tim investigator dari ITSEC kini tengah bekerja untuk memastikan agar data yang sudah beredar dapat terhapus dari perdagangan ilegal dunia maya dan untuk menyerahkan seluruh hasil investigasi kepada pihak berwenang. (red)

Lintasarta Dapatkan Penghargaan TOP Datacom, Data Center, dan Cloud 2019

0

Jakarta, Biskom- Lintasarta raih tiga penghargaan TOP IT & TOP Telco 2019 untuk kategori TOP Data Communication 2019, TOP Data Center 2019 dan TOP Cloud 2019.

“Memasuki era industri 4.0 pelaku industri perlu melakukan transformasi digital di seluruh lini bisnisnya sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur ICT yang telah diakui kehandalannya,” ujar Marketing General Manager Lintasarta, Bayu Adi Pramono, usai menerima penghargaan pada Rabu (27/11) di The Sultan Hotel, Jakarta.

Ia mengatakan, ketiga penghargaan yang diterima Lintasarta merupakan bentuk apresiasi serta bukti keberhasilan dalam mengimplementasikan, serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, lanjutnya, Lintasarta akan terus hadir untuk mendukung kesuksesaan transformasi digital di Indonesia.

Sebagai ICT Total Solution Company, Lintasarta memiliki layanan jaringan terestrial yang luas di lebih dari 100 kota. Layanan Lintasarta tersebut menjangkau kawasan bisnis hingga jaringan dengan media akses fiber optic (FO) dan Broadband Wireless Access (BWA), serta layanan VSAT atau satelit dengan didukung lebih dari 15.000 jaringan remote VSAT. “Sehingga dapat menjadi sarana efisien bagi perusahaan yang memiliki kantor cabang hingga daerah terpencil sekali pun,” imbuhnya.

Layanan Data Communication Lintasarta semakin unggul dengan adanya 14 hub VSAT dengan adanya stasiun bumi yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat serta di Banyu Urip, Gresik, Jawa Timur. “Tentunya hal ini menjadikan layanan Data Communication Lintasarta memiliki advantage geo location karena tidak hanya bergantung dengan satu hub,” kata Bayu.

Tidak hanya layanan komunikasi yang handal, solusi infrastruktur ICT Lintasarta juga memiliki fasilitas Data Center yang telah berstandar internasional Tier III Facility dari Uptime Institute dengan jaringan interkoneksi yang dibangun pada Data Center yang terletak di tiga lokasi, diantaranya Jakarta, Tangerang Selatan dan Purwakarta. Hal ini memastikan bahwa koneksi tidak menjadi kendala.

Selain itu, layanan Lintasarta Data Center juga memberikan keamanan kelas dunia dengan sertifikasi PCI DSS pada level Data Center hingga Cloud, serta kenyamanan dengan fitur Data Recovery Center (DRC) untuk menjamin keberlangsungan bisinis pelanggannya. Solusi end to end juga diberikan mulai dari colocation, design & build dengan Managed Data Center Operation didukung oleh tenaga ahli tersertifikasi.

Disamping itu, sebagai bagian dari provider lokal Cloud di Indonesia, Lintasarta turut mendukung transformasi digital industri nasional dengan layanan Cloud Total Solution mulai dari Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS).

Layanan Lintasarta Cloud yang tersertifikasi Cisco Advanced Cloud Managed Services Certified Partner juga dipastikan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. “Layanan kami juga tersertifikasi PCI DSS level Cloud, ditambah dengan fitur seperti load balancer, next generation firewall, web application firewall,” lanjut Bayu.

Lebih jauh, Bayu memastikan Lintasarta akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik untuk memastikan kepuasan serta kenyaman pelanggan. Komitmen itu ditunjukkan dengan solusi Lintasarta dengan jaminan dukungan penuh selama 24 jam dalam 7 hari dengan keberadaan 50 lebih local support di seluruh Indonesia. (red)