Home Blog Page 896

Kenalkan Brand Ambassasor Sony Sekaligus Hadirkan 4 Smartphone Terbaru

0

JpegSONY Mobile kembali menggebrak pasar smartphone Tanah Air dengan menghadirkan beberapa smartphone terbaru mereka. Keempat smartphone Xperia terbaru meliputi, Xperia Z3 Plus, dan Seri Premium Z3, Xperia C4, M4 Aqua, dan Xperia Z4 Tablet.

Hadirnya keempat seri terbaru ini semakin menunjukkan kalau Sony Mobile masih bisa bernafas dan masih sanggup untuk meramaikan pasar smartphone kelas high end dan bersaing dengan beberapa brand raksasa.

Masing-masing perangkat tersebut menghadirkan beragam keunggulan khas perusahaan asal Jepang ini. Salah satu dari perangkat tersebut menyandang predikat smartphone selfie dan juga mampu bertahan dalam air. Sebagai informasi, Sony Xperia adalah pionir dari smartphone yang tahan air.

Yang menarik adalah hadirnya Sony Xperia Z4 Tablet yang mengusung dimensi layar seluas 10.1 inchi dengan resolusi 2K. Hal tersebut tentu nya akan memberikan pengalaman yang luar biasa bagi pengguna ketika bermain games atau meonton video.

Jason Smit, Director & Marketing Head, Sony Mobile Communication Indonesia mengungkapkan, “Membangun sukses dari pendahulu, kami ingin mengambil semua kualitas Xperia Z2 Tablet yang disukai dan meningkatkannya untuk Z4 Tablet,” tuturnya.

Bersamaan dengan meluncurkan device terbarunya, Sony Mobile juga menggandeng beberapa Brand Ambassador untuk mereka seperti Rio Motret, Vicky Nitinegoro dan Chicka Jessica.

Ketiga Brand Ambassador tadi mewakili tipe smartphone Sony Xperia masing-masing seperti Vicky Nitinegoro yang mewakili Xperia M4 Aqua, sementara Chicka Jessica yang memegang Xperia C4, sementara  Untuk Xperia Z3 plus yang diwakili oleh Rio Motret.

Sebagai informasi, untuk Xperia z3 Plus, smartphone ini ditawarkan dalam bentuk pre order dengan harga Rp. 9. 499.000,- selama masa promosi yakni pada tanggal 18 Juni hingga 30 Juni 2015.

Ini adalah yang kesekian kalinya kerjasama Sony Mobile dan XL. Kita dari XL melihat Xperia butuh dukungan Operator yang baik agar experience pengguna semakin baik ketika menggunakan Sony Xperia. Bagi oara pelanggan yang membeli Sony M4 Aqua dan C4, mereka hanya perlu top up nomor XL mereka sebesar 100 ribu dan akan mendapatkan 9.2 GB dari XL.

Untuk harga perangkat lainnya, Sony membanderol Xperia C4 Rp4,5 juta, Xperia M4 Aqua Rp. 4 juta, dan Z3+ Rp. 9,5 juta setelah pre-order, serta Xperia Z4 Tablet Rp. 9.999.000. •ARIE

Ramadhan, 40 E-commerce Ramaikan Pesta Diskon Hingga 80%

0

Lazada BiskomSUDAH menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap tahunnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan diramaikan dengan kesibukan berbelanja berbagai kebutuhaan, mulai dari pakaian, kue-kue, hingga perangkat elektronik dan gadget. Melihat momen ini, puluhan e-commerce yang diinisiasi Lazada, Zalora dan Bukalapak.com meluncurkan kampanye “Lebaran Belanja Online” berupa pesta diskon hingga 80% yang berlangsung selama 10 hari, yakni pada 25 Juni hingga 5 Juli 2015.

Ada sekitar 40 situs belanja online yang tergabung dalam mendukung kampanye ini. Menurut Head of Marketing Zalora Indonesia, Jo Bjordal, Lebaran Belanja Online digelar sebagai upaya untuk meningkatkan ketertarikan konsumen untuk berbelanja online sekaligus meningkatkan brand awareness dan trafik bagi para e-commerce yang berpartisipasi. Dimana saat ini hanya 1-2% dari kurang lebih 55 juta konsumen potensial di Asia Tenggara yang melakukan berbelanja secara online.

“Kami ingin memberikan pengalaman belanja berbagai pilihan produk terbaik secara online dan kami percaya bahwa tidak ada tempat yang lebih baik bagi pelanggan untuk berbelanja segala kebutuhan Lebaran dengan nyaman dan mendapatkan harga yang serendah mungkin, selain di online,” ujar Bjordal, di Jakarta (23/6).

Disampaikan juga, untuk menggelar kampanye ini para partisipan telah bekerja keras selama beberapa bulan terakhir untuk mendapatkan penawaran eksklusif di semua kategori untuk memastikan para pelanggan tidak akan dapat menemukan penawaran yang lebih baik di tempat lain.

Sedangkan Chief Marketing Officer, Lazada Indonesia, Sebastian Sieber menyatakan, masyarakat tidak hanya diuntungkan dengan diskon, tetapi di Lebaran Belanja Online ini dapat berhemat waktu dan berbelanja tanpa harus berdesak-desakkan ataupun mengantri panjang hanya untuk melakukan pembelian. “Belanja kebutuhan lebaran kini dapat dengan mudah dilakukan melalui situs online ataupun aplikasi yang mudah diakses melalui ujung jari mereka kapan saja dimana saja,” tandas Sieber.

Selain Lazada, Zalora dan Bukalapak.com, situs online yang ikut berpartisipasi dalam kampanye Lebaran Belanja Online ini, meliputi Luxola, Foodpanda, Berrybenka, Hijabenka, VIP Plaza, Tees.co.id, Lolalo.la, 8WOOD.id, Blackspex, Brandclozet, KicauKeci, PinkEmma, FlowerAdvisor, Supplemen, BlackGarlic, Metrodataonline, Sepulsa, Rakuten, Cipika, Alfaonline, Sukamart, Lojai, Bilna, HappyFresh, HargaHot, Shopdec, Elevenia, AsmaraKu, Uber, Fabelio, Tokoedukasi, Ralali, lensza, Sportdeca, GrabTaxi, HotelQuickly, Ezytravel, dan PegiPegi.

 

HARRY K. NUGRAHA: Intel Terus Gerakkan Inovasi Lokal

0

KOMPUTASI TELAH MENGALAMI TRANSFORMASI SEIRING SEMAKIN TUMBUHNYA KEBUTUHAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUPNYA. PERKEMBANGANNYA PUN TELAH MEMBUAT MANUSIA TIDAK LAGI TERPAKU PADA SATU PERANGKAT ATAUPUN PADA KONEKTIVITAS DASAR SAJA, TETAPI JUGA DIGUNAKAN PADA BEBERAPA PERANGKAT YANG SALING TERHUBUNG DAN BERINTERAKSI SATU DENGAN LAINNYA.

HARRY K. NUGRAHA-Biskom-1DI TAHUN ini, Intel sebagai perusahaan inovasi komputasi terkemuka di dunia memprediksi, maraknya adopsi Internet of things (IoT) akan menjembatani kehidupan manusia menuju “The Era of Integration”, dimana perangkat komputasi akan semakin pintar dalam mendukung produktivitas. Setiap orang akan merasakan komputasi berada di dalam benda-benda di sekitarnya, termasuk perangkat rumah yang akan saling terhubung melalui internet.

Menyongsong era of integration ini, Intel Indonesia menyatakan komitmennya untuk menumbuhkan IoT di tanah air dengan menjadi penggerak inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lokal. Hal ini disampaikan Harry K. Nugraha yang belum lama ini ditunjuk sebagai Country Manager Intel Indonesia.

Sebagai orang nomor satu di Intel Indonesia, kini dirinya bersama Intel memastikan akan fokus menjalin kemitraan dengan  integrator partner system, komunitas developer dan pemerintah untuk mendukung ekosistem TIK lokal agar berinovasi menuju era integrasi. Hal ini pun telah menjadi visi Intel di 2015 untuk berperan serta dalam menggalakkan inovasi lokal dibidang TIK.

Harry meyakini bahwa pihaknya akan berhasil mendorong hal tersebut, seperti pengalaman Intel saat mulai masuk ke ranah mobility di awal tahun 2014 masih berada di urutan kedelapan, yang akhirnya di kuartal ketiga bisa masuk ke peringkat dua untuk tablet berprosesor Intel.

“Apa yang kami lakukan untuk bisa ke posisi itu adalah dengan membangun awareness, interest, design dan action,” ujar Harry yang mulai bergabung di Intel sejak 2011.

Sementara untuk mendorong inovasi lokal, Intel sebenarnya sudah memulainya sejak beberapa tahun lalu dengan menggandeng komunitas developer yang saat ini sudah tergabung sekitar 8000 anggota aktif. Para developer ini secara rutin melakukan berbagai kegiatan, seperti developer meet up, webinar, hack event dan berbagai event lainnya yang diselenggarakan oleh asosiasi-asosiasi ataupun perkumpulan lain.

Dari berbagai event yang diselenggarakan Intel, talenta-talenta dalam negeri menunjukkan kemampuan luar biasa yang dapat bersaing secara global. Terlihat, dalam Intel Developer Zone yang merupakan forum global Intel telah menempatkan Aulia Faqih dari Yogyakarta dan Sidiq Permana dari Depok sebagai Top Inovator. Hasil penilaian menyebutkan Aulia sangat aktif di RealSense yang merupakan perceptual computing dan Sidiq sangat aktif dari sisi Advokasi Intel Adroid Indonesia.

HARRY K. NUGRAHA-Biskom-2Selain itu, Intel juga mempromosikan dan mengirim pemenang karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke ajang Intel Science and Engineering Fair di Amerika yang hasilnya cukup menggembirakan. Dua siswi dari SMAN 2 Sekayu, Sumatera Selatan mendapatkan award atas inovasinyanya membuat kulkas tanpa freon.

Tidak hanya dari sisi developer dan young innovator, tetapi dalam mendorong inovasi lokal juga melakukan kerjasama dengan partner lokal seperti SpeedUp dan Advan untuk meluncuran tablet lokal.

“Kami sangat konsen untuk mendorong ini semua karena banyak talenta dan ide yang luar biasa dari anak-anak bangsa yang bila dieksplor lagi bisa melakukan banyak hal untuk menggarap tren IoT dengan inovasi dari sisi lokal,” papar pemilik gelar sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan  gelar pascasarjana MM/MBA dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) ini.

Harry menambahkan, di tahun ini akan menjadi The Year of Local Innovation bagi Intel Indonesia karena ada potensi besar dengan maraknya adopsi IoT di dunia. Maka diharapkannya, para developer serta inovator harus dapat memanfaatkan momentum ini. Tidak ketinggalan, untuk lebih banyak melahirkan inovator-inovator Intel juga sangat aktif di dunia pendidikan dan bahkan pendidikan menjadi salah satu investasi yang banyak dilakukan.

Lebih lanjut, berikut ini petikan wawancara BISKOM dengan Harry K Nugraha yang sebelumnya berkarier selama 18 tahun di berbagai perusahaan multinasional, seperti Astra Daihatsu, NEC, Ericsson, dan Qualcomm.

Apa yang dimaksud dengan era integrasi?

Integrasi disini adalah bagaimana membuat peralatan-peralatan menjadi terhubung satu sama lain sehingga menjadi terintegrasi. Bagaimana membuat peralatan-peralatan ini menjadi lebih pintar terhubung satu sama lain menjadi suatu solusi yang terintegrasi. Secara pendekatan mudahnya, Intel melihat bahwa semua benda jika dibuat lebih pintar dan terhubung maka itu sudah mulai masuk IoT.

Bagaimana IoT bisa menyebabkan era integrasi di Indonesia nantinya?

Tentunya dengan pengadopsian IoT, maka semua device yang ada nantinya akan saling terhubung sehingga akan masuk ke era integrasi. Bila tahun 2012 ada sekitar 500 ribu yang saling terkoneksi maka di tahun 2015 akan lebih meningkat jumlahnya dan tahun 2018 akan banyak sekali yang terhubung.

IoT di Indonesia sendiri tanpa disadari sebetulnya sudah memulainya, sebut saja beberapa waktu lalu pemerintah menerapkan tracking system subsidi dengan menerapkan Radio Frequency Integration (RFID). Meskipun belum terintegrasi secara penuh tetapi kita sudah memulai ke arah sana.

Kita baru saja memulainya, apakah ini berarti Indonesia masih jauh dalam penerapan IoT?

Tentunya tidak, buktinya beberapa pemerintah daerah sudah berbicara tentang smart city. Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama, bahkan sudah mencanangkan Jakarta untuk terpantau CCTV seluruhnya. Selain itu, Electronic Road Pricing (ERP) juga akan masuk, dimana nantinya setiap mobil akan terdapat onboard unit yang bisa terdeteksi ke ERP system. Jadi, sebentar lagi pastinya akan banyak digital submit yang terpasang. Dengan demikian akan banyak opportunity yang bisa digarap disini dan Intel ingin berpartisipasi menjadi driver bagi penggerak inovasi lokal di Indonesia.

HARRY KApakah ini berarti Intel ada kerjasama dengan Pemda DKI Jakarta?

Intel bekerjasama dengan integrator system yang ada disini. Yang bisa kami bisa share adalah, salah satu mitra Intel menggunakan komponen yang berbasis Intel. Kami juga menyediakan dukungan dari solusi untuk engineer yang membuat itu. Kalau tidak salah, Intel terlibat untuk pengawasan di pintu-pintu air dengan kamera. Tidak hanya Jakarta, dengan Pemda yang lain juga ada pembicaraan tetapi yang paling banyak idenya adalah terkait dengan security atau early warning system dan e-government.

Hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk mempercepat penerapan IoT?

IoT itu sebenarnya adalah problem solver. Harus ada problemnya dulu yang didefinisikan kemudian dibuat solusinya. Menurut opini kami yang membuat IoT lebih cepat berkembang adalah, pertama ketersedian dari produk, kedua dari sisi integrator system dan ketiga dari sisi user–nya tadi yang mendefinisikan masalahnya apa.

Ketiga hal tersebut harus ketemu, karena IoT adalah sesuatu yang luas tidak hanya smart city tetapi benda-benda lain untuk keperluan rumah tangga. Benda-benda lain yang tergantung dari sisi lifestyle, seperti tahun 2014 banyak sekali menggunakan gelang kesehatan yang smart dan terkoneksi. Jadi selama itu terhubung dan smart itu adalah IoT.

Seberapa besar market dari IoT nantinya?

Ini adalah new market. Kalau berbicara jumlah penduduk dunia melawan device saja bisa dibayangkan berdasarkan statistik setiap orangnya rata-rata memegang 5 devices, mulai dari ponsel, jam tangan, sepatu, kacamata dan lainnya. Akhirnya nanti akan banyak device yang terkoneksi. Jadi bisa dibayangkan berapa besar pasarnya kalau semua benda-bendaa ini smart dan terkoneksi.

Kenapa baru sekarang?

Karena teknologinya sudah memungkinkan. Sekarang ini sudah bisa dibuat prosesor-prosesor yang sangat kecil dengan low voltage dan sudah bisa dibuat sensor-sensor kamera yang sangat lebih kecil dengan harga yang murah.

Meski tahun lalu sebenarnya sudah ada, namun harganya cukup mahal tetapi sekarang ini harga sudah mulai masuk ke economic of skills. Jadi itu kenapa di 2015 ini kami melihat tumbuhnya akan luar biasa karena di seluruh dunia economic of skill–nya sudah masuk dan teknologinya sudah ada.

HARRY K. NUGRAHA-Biskom-4Apakah kesempatan semua negara sama dalam IoT ini?

Sama seimbang, itu makanya kenapa disebutkan bahwa kita punya opportunity yang sama karena pada dasarnya hampir semua Negara global itu belum ada yang sudah maju sekali. Misalnya, masih kamera saja atau sensor untuk air banjir saja. Baru mau masuk untuk kemudian menghubungkan satu sama lainnya. Tidak ada barang langsung jadi, tetapi harus didesign terlebih dahulu dan dibuat solusinya. Seperti berapa kamera baru yang digunakan dan berapa yang lama, serta berapa parameter yang ingin lihat.

Lalu, bagaimana Intel mendorong inovasi tersebut?

Kalau selama ini developer selalu berbicara software dan aplikasi, sebetulnya ada hal lain yang bisa dilakukan. Intel sudah mengumumkan ada beberapa kit yang bisa dilakukan untuk membuat prototipe menjadi suatu solusi. Namanya Intel Galileo yang merupakan sebuah board yang di dalamnya adalah expost dari prosesor Quark. Ukurannya sangat kecil, low power consumption, sudah lengkap dengan Ethernet dan USB.

Bagi anak SMA atau siapapun yang hobi membuat prototipe bisa membuat sistemnya untuk dikoneksikan ke sensor mereka ke dalam board ini dan diprogram untuk bisa menjadi sesuatu. Jadi dari sisi hardware sebenarnya bisa berinovasi, tidak hanya dari sisi software dan aplikasi. Bahkan tidak hanya terbatas dari peralatan yang baru tetapi bagaimana peralatan lama juga bisa dikoneksikan menjadi lebih pintar.

Intel sudah men-sounding ini ke universitas-universitas di Indonesia dengan harapan nantinya dari kalangan universitas bisa membuat beberapa inovasi. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengajak mereka mempresentasikan kepada publik apa yang bisa dilakukan dengan board-board seperti ini.

Jadi tidak hanya terbatas peralataan baru tetapi peralatan lama juga bisa terkoneksi?

Betul. Misalnya, beberapa waktu lalu Intel bersama Taksi Blue Bird, Microsoft, NEC dan Acer mengumumkan kerjasama untuk menghadirkan Interactive Taxi Entertaiment. Pada Taksi Blue Bird tersedia tablet di kursi belakangnya. Pada tablet ini bukan hanya bisa untuk memutar video dan musik saja, tetapi juga akan memudahkan penumpang mengetahui argo yang sudah berjalan. Argo itukan perangkat lama, tetapi ternyata bisa kami koneksikan. Inilah kelebihan Intel, kami mempunyai solusinya dari sisi hardware dan juga mempunyai support di belakangnya dari komunitas, solution finder dan lainnya.

Kenapa Intel begitu yakin untuk merambah ke IoT, padahal di perangkat mobile sendiri belum begitu mendominasi pasar?

Pasar mobilitas itu tetap dan akan terus growth. Intel akan tetap interest kesana dan apa yang sudah kami lakukan di mobilitas tidak berarti akan ditinggalkan. Ada hal lain lagi yang kami lakukan, yaitu IoT sebagai fokus kedua yang kami tambahkan.

Jadi bisnis yang sudah ada akan tetap kami jalankan. Persetiap pertumbuhan tablet dan smartphone masih akan tumbuh di tahun 2015 dan akan tetap fokus investasi. Nah, sekarang ada satu lagi yang kami garap pasarnya yaitu terkait dengan integrasi berkaitan dengan IoT.

Bagaimana Intel memandang pertumbuhan bisnis TIK di Indonesia?

Kami melihat pemerintah sekarang ini juga melihat bahwa TIK menjadi backbone untuk meningkatkan efisiensi. Bahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam peluncuran National Broadband Plan menyebutkan 5 sektor terkait, ada e-government, e-procurement, e-tax, e-education dan e-health. Kalau dari sisi kami optimis dari sisi penggunaan TI yang terkait dengan kebutuhan pemerintah akan meningkat di 2015. TI di pemerintahan akan menjadi backbone untuk efisiensi.

Produk apa saja yang akan diluncurkan Intel di tahun ini, terutama untuk prosesor mobile?

Dari sisi smartphone dan tablet akan banyak produk yang kami keluarkan tetapi tidak bisa menyebutkan apa yang akan kami luncurkan nanti. Tetapi uniknya Intel itukan karena kami berada di dalam device orang lain. Jadi yang bisa saya ceritakan adalah ada beberapa teknologi yang sudah kami announce.

Pada pameran Computex Taiwan tahun lalu kami juga memperkenalkan prosesor entry level untuk smartphone yang namanya Sofia. Prosesor ini mempunyai kemampuan diatas kelasnya, termasuk dari sisi kesiapan akses yang akan support SOC, integrated di dalamnya ada HSDP 42Mbps, bahkan sampai LTE untuk TDD/FDD. Jadi kalau dari sisi Intel berbicara affordability menyasar kebutuhan yang banyak sudah ada di sana. Produk lain yang kami expect di tahun 2015 adalah 3D camera sync. Dengan kamera 3D ini interaksi teknologinya akan lebih menarik lagi.

Apakah Intel berencana untuk investasi membangun pabrik di Indonesia?

Ada banyak hal yang dilihat saat melakukan investasi di suatu negara. Tidak hanya mengenai dari sisi produksi dan pasar tetapi juga banyak hal lainnya, misalnya dari kesiapan sarana infrastrukturnya hingga kesiapan dari SDM-nya. Hal-hal inilah yang menjadi view dari sisi Intel. Sementara ini, masih belum menjadi suatu investasi untuk membangun pabrik.

Investasi yang kami lakukan di Indonesia lebih banyak di sisi pendidikan TIK. Hal ini penting kami lakukan untuk mendukung program Presiden Joko Widodo untuk menumbuhkan tingkat ekonomi Indonesia mencapai 7%. Itu dapat terjadi apabila ada optimalisasi di bidang pendidikan.

Hal ini tercatat berdasarkan report McKinsey yang menyebutkan bila ingin tingkat pertumbuhan 7% pertahun maka tingkat produktivitas tenaga kerja harus 60% lebih produktif dari 10 tahun terakhir. Bagaimana ini bisa dilakukan, Intel melihatnya salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah melalui TIK. Kami mencoba tingkatkan kualitas gurunya dan membantu kualitas pendidikan di sekolah. Inilah fokus Intel, yang selama tiga tahun terakhir ini sudah melakukan kerjasama dengan Diknas.

Apa target Anda bersama Intel kedepannya?

Target kami adalah bagaimana menumbuhkan bisnis Intel di Indonesia bisa growth. Tetapi secara pribadi, saya ingin sekali dengan adanya saya sebagai orang Indonesia yang dipercaya untuk menjalankan ini bisa memanfaatkan apa yang kita punya, baik itu resources maupun kemampuan lainnya yang ada di negeri ini bisa dipakai untuk menumbuhkan dari sisi potensi lokal.

Ini suatu keinginan dan kesempatan untuk menjadi motor penggerak inovasi lokal. Jadi kami terbuka bekerjasama dengan pihak-pihak yang bisa mewujudkan ini. Intel tidak bisa sendiri karena kami hanya brand ingredient. Hanya komponen yang ada di dalam produk yang produknya sendiri merupakan produk pihak lain. •Hoky, ANDRI/FIQI (foto)

 

EPSON L850, Printer 3 in 1 Untuk Cetak Foto

0

L850EPSON belum lama ini meluncurkan printer tipe terbaru dari jajaran L Series lainnya, yaitu printer foto Epson L850 3-in-1. Perangkat yang memiliki tiga fungsi yaitu sebagai printer, copier, dan scanner ini mengedepankan sistem tangka tinta 6 warna, L850 menawarkan kepada para professional dan peminat digital imaging dan foto, kualitas dan performa cetak yang cemerlang dan tidak terkalahkan dengan biaya yang sangat terjangkau.

Dengan teknologi Printhead Epson Micro Piezo dan Variable Size Droplet Technology (VSDT) memungkinkan print head untuk mengeluarkan butiran tinta yang detil yang akurat dan gradasi yang sangat halus saat mencetak dokumen dan foto dalam berbagai ukuran.

Memiliki kecepatan cetak yang superior, printer L850 memungkinkan para penggunanya untuk meningkatkan produktivitas dengan menawarkan kecepatan cetak hingga 15ipm dan resolusi cetak 5760dpi untuk dokumen yang detil atau dengan kata lain hanya sekitar 12 detik per foto 4R.

Selain itu, L850 dapat mencetak pada permukaan keping CD dan DVD printable, yang  dapat meringankan biaya untuk mencetak label khusus. Dengan L850, para pengguna yang khususnya bergerak dalam bidang cetak, dapat mengembangkan kreativitas dan menawarkan lebih banyak pilihan bagi pelanggan mereka.

Printer Epson L850 menawarakan kemudahan penggunaan dengan fitur-fitur antara lain slot kartu memori, Pictbridge dan direct port USB 2.0. Sebagai tambahan, printer juga dilengkapi dengan layar LCD 2.7 inci untuk kemudahan saat mencetak, mengkopi, dan memindai.

Khusus bagi professional dan peminat foto, L850 memberikan kualitas cetak 5760 dpi dan gamut warna yang luas yang dihasilkan dari tinta 6 warna (Cyan, Magenta, Kuning, Hitam, Magenta Muda, Cyan Muda).

Dengan diluncurkannya model printer terbaru Epson L-Series ini, Epson terus berupaya untuk memberikan perangkat cetak yang terbaik dan dapat diandalkan bagi para profesional dan peminat digital imaging dan foto dengan biaya cetak yang terendah.

Epson L850 3-in-1 kini telah tersedia di Indonesia dengan banderol sekitar Rp. 5.300.000. •

Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima

0

PERPECAHAN ANTARA BEBERAPA MANTAN (EKS) ANGGOTA DEWAN PERTIMBANGAN  (DPA) APKOMINDO PERIODE 2008-2011 DENGAN KEPENGURUSAN DPP HASIL MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) SOLO YANG BERUJUNG PADA PROSES HUKUM AKHIRNYA MULAI MEMASUKI TAHAP AKHIR PUTUSAN PENGADILAN. SETELAH PROSES PEGADILAN YANG CUKUP PANJANG, SELAMA LEBIH DARI SATU TAHUN, PIHAK PENGADILAN NEGERI JAKARTA TIMUR AKHIRNYA MEMUTUSKAN; DALAM PROVISI: MENYATAKAN TUNTUTAN PROVISI PARA PENGGUGAT TIDAK DAPAT DITERIMA, DALAM POKOK PERKARA: MENYATAKAN GUGATAN PENGGUGAT TIDAK DAPAT DITERIMA, DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI: MENGHUKUM PARA PENGGUGAT KONPENSI/ TERGUGAT REKONPENSI UNTUK MEMBAYAR BIAYA PERKARA SEBESAR RP 14.422.000,-

KISRUH di tubuh pengurus Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dipicu oleh ketidak puasan eks DPA terhadap keputusan Munas yang diselenggarakan oleh DPD-DPD pada tanggal 12-14 Januari 2012 silam. Mereka menilai keputusan tersebut ilegal, sehingga gugatan perkara pun diajukan pada 23 Desember 2013 ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan nomor perkara 479/PDT.G/2013/PN.JKT.TIM.

Adapun Pengurus pada Dewan Pertimbangan APKOMINDO Pusat disingkat “DPA Pusat” untuk masa bakti 2008-20011 seperti dikutip pada halaman 9 dari hasil putusan Sidang dengan total 90 halaman adalah; Sonny Franslay, Agus Setiawan, John Franco, Efendi Ruslim, Chris Irwan Japari, Wiriadi Tirtariyadi, Hidayat Tjokrodjojo, Iwan Idris, Kunarto Mintarno, Henky Gunawan, Rudi Rusdiah, Jackson Ong, Jimmy Suhalim, Nana Osay, Henky Tjokroadhiguno dimana dalam hal gugatan ini diwakili oleh Agus Setiawan dan Rudi Rusdiah BE, MBA, MA masing-masing dan berturut-turut bertindak dalam jabatannya selaku Ketua dan Sekretaris.

Sedangkan para tergugat seperti dikutip pada halaman 1 sampai dengan 4 adalah: Felix Lukas Lukmana, H.Hendra Widya,SE. MM. MBA, H.Ridwan, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, Suwato Komala, Suhanda Wijaya, Setyo Handoyo Singgih, Jhon Kurniawan, Sutiono Gunadi, Emilly Kie, Nur Suari Louis, Simon Robinson Purba, Paul Kuntadi, Frans Budiono, Tecki Tanardi, Willi Aprillianto, Ahmad Jazuli, Syamsul Qadar, Sandi Kusuma dan Nurul Larasti berturut-turut sebagai tergugat 1 sampai dengan tergugat 21.

Putusan - Demi Keadilan

Setelah sidang berjalan lebih dari setahun, pada 28 April 2015, pengadilan akhirnya memutuskan bahwa kepengurusan DPP hasil Munas Solo merupakan Kepengurusan Apkomindo yang syah. Hal ini didukung dalam resume putusan perkara yang membenarkan salah satu eksepsi tergugat  oleh Majelis Hakim sehingga menjadi alasan dikabulkannya jawaban tergugat.

Eksepsi yang dikabulkan tersebut adalah mengenai “eksepsi penggugat tidak memilki kapasitas sebagai penggugat” yang diuraikan dalam 7 eksepsi atau tangkisan.

Disampaikan pengacara dari pihak tergugat, Hotmaraja B. Nainggolan, SH, pihak penggugat yakni DPA tidak berwenang untuk bertindak mewakili Apkomindo dalam mengajukan gugatan  ke Pengadilan karena seharusnya adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Apkomindo, sesuai dengan Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga Apkomindo.

SONY DSCNamun yang jadi masalah, ternyata Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Apkomindo Pusat periode 2008-2011 telah dibekukan secara sepihak oleh Penggugat dan kemudian telah diangkat caretaker Apkomindo dengan SK No. 06/SK-DPA/10/2011 tanggal 22 Oktober 2011.

“Berarti inikan kewenangan untuk mengisi kekosongan kepengurusan telah dilimpahkan ke caretaker Apkomindo. Jadi sudah seharusnya yang berhak dan berwenang untuk mengajukan Gugatan a quo adalah Caretaker dan bukannya Penggugat selaku DPA,” ujar Hotman.

 

Dengan demikian menurut Hotman, nampak nyata dan jelas Penggugat selaku DPA sama sekali tidak memiliki kapasitas sebagai Penggugat atau setidak-tidaknya Penggugat telah mendelegasikan kewenangannya kepada Caretaker Apkomindo. Sehingga gugatan Penggugat harus dinyatakan ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima.

Apa yang disampaikan Hotman ini masuk dalam eksepsi atau tangkisan yang dijawab oleh Tergugat dan dikabulkannya jawaban tersebut oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Pandu Budiono, SH., MH dengan Hakim Anggota, Abdul Hutapea SH., MH dan Eris Sudjarwanto, SH., MH, serta Panitera Pengganti Dra. Hj. Haridah Sulkam, MH.

1. Sidang Apkomindo di PN Jaktim - 19 Jan 2015 (2)Dalam Eksepsi ini, Majelis Hakim juga memberikan tambahan pertimbangan yang sebagian dikutip baik dari posita (dalil) gugatan penggugat maupun jawaban tergugat untuk memperkuat dalil dari eksepsi tergugat, yakni:

  1. Bahwa dalam Posita angka 22 Gugatan a quo, Penggugat menyatakan telah terjadi rekonsiliasi, selengkapnya sebagai berikut: “Penggugat dengan Para Tergugat khususnya Pengurus DPP Apkomindo yang terpilih dalam Musyawarah Nasional Apkomindo pada tanggal 12-14 Januari 2012 di Solo, pernah mengadakan rekonsiliasi yang menghasilkan keputusan mengangkat Tergugat IV, V dan VI menjadi Pejabat Sementara Dewan Pengurus Pusat Apkomindo dengan jabatan masing-masing sebagai Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara DPP Apkomindo, yang tertuang dalam Surat Keputusan Caretaker Apkomindo Nomor SKP-0017-CTA- 04-12 tertanggal 23 April 2012, Tentang Penugasan sebagai Pejabat Sementara Dewan Pengurus Pusat Apkomindo”.

Soegiharto Santoso - Hotmaraja B. Nainggolan - Barmendo Siagian dan Andri Irawan

  1. Bahwa selanjutnya jika diperhatikan dalam Posita maupun Petitum Gugatan a quo, sama sekali tidak terdapat uraian maupun tuntutan yang menunjukkan jika Surat Keputusan Caretaker Apkomindo Nomor SKP-0017-CTA- 04-12 tertanggal 23 April 2012, Tentang Penugasan sebagai Pejabat Sementara Dewan Pengurus Pusat Apkomindo Telah dicabut, dianulir atau dibatalkan oleh Penggugat.
  2. Bahwa karena terbukti Caretaker dari Penggugat telah menunjuk dan mengangkat Caretaker dari Tergugat dalam suatu rekonsiliasi, maka yang berhak untuk mencabut kembali seharusnya Caretaker dari tergugat tersebut adalah Caretaker dari Penggugat.
  3. Bahwa dengan demikian yang berwenang mengajukan Gugatan seharusnya adalah Caretaker dari Penggugat, bukan Penggugat selaku Dewan Pertimbangan Asosiasi.

Soegiharto Santoso selaku Ketum terpilih Pada Munas Apkomindo 2015 menyampaikan harapannya “Dengan keputusan ini, semua pihak pun berharap Apkomindo sebagai asosiasi tertua dan terbesar yang menggabungkan pengusaha komputer di seluruh Indonesia ini segera berdamai dan kembali berkiprah memajukan dunia teknologi informasi tanah air”. •

Arikel terkait:
BISNIS INDONESIA:
Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
Apkomindo Yang Tak Pernah Lepas Dari Kekisruhan
DPP Apkomindo desak percepat Munaslub
Kemelut Di Apkomindo, Salah Siapa?
Asosiasi Pengusaha Komputer Akhirnya Pecah
Apa Kata Mereka Soal Perpecahan Apkomindo
Apkomindo Dapat Nahkoda Baru
KEMELUT APKOMINDO : Caretaker tuding Munas Solo ilegal

BISKOM:
APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama
Hakim Sarankan Jalan Damai Untuk Perselisihan Apkomindo
Munas Apkomindo Resmi Digelar
Apkomindo Pilih Soegiharto Sebagai Ketum Baru
Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018
Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem

Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan Lirik e-Commerce

Apkomindo Dukung Pemerintah Bangun Iklim Usaha Yang Sehat

INDOTELKO:
Apkomindo Gandeng Dyandra untuk Bazaar 2016

DETIK:
3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

APKOMINDO:
KILAS BALIK SINGKAT TENTANG SEJARAH INDOCOMTECH
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, SAKSI PENGGUGAT TIDAK MAMPU BERIKAN PENJELASAN
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, Hoky Yakin Kebenaran Akan Terungkap

Video terkait:
Video-video Munas Apkomindo 2015 dan Pelantikan Pengurus DPP Apkomindo

 

Dorong Pelayanan BPJS, Rumah Sakit Perlu TI Andal

0

C942M5 Writing a prescription or medical examination notesSEJAK digulirkan pada awal Januari 2014, program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) menuai banyak pro dan kontra. Program yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat Indonesia ini dinilai belum memberikan hasil yang diharapkan. Masih banyak muncul keluhan di masyarakat terutama terkait pelayanan yang masih belum optimal.

“Sebenarnya dengan BPJS semua pihak yang terlibat akan sangat diuntungkan. Namun sayangnya manajemen di rumah sakit masih banyak yang belum didukung oleh sistem teknologi informasi (TI) yang baik, andal, dan terhubung dengan sistem di BPJS Kesehatan. Masih banyak rumah sakit yang melakukan proses administrasi secara manual sehingga memakan waktu pada saat berhubungan dengan BPJS,” jelas Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan Arsada, dr. Nur Abadi,MM.Msi.

Selama ini, kendala yang banyak dikeluhkan para peserta BPJS Kesehatan adalah masalah pelayanan, iuran, dan mekanisme pendaftaran. Sepanjang tahun 2014 tercatat lebih dari 100 ribu keluhan terkait BPJS.

Ia menyatakan bahwa sistem TI yang diimplementasikan dengan baik akan sangat membantu rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Sistem yang baik, terang Nur Abadi, bisa memberikan data yang akurat mengenai perawatan pasien, obat dan biaya pelayanan, pendaftaran rawat jalan dan rawat inap, serta membantu dokter dalam memberikan pelayanan yang sesuai standar yang berlaku. “Dengan adanya sistem TI yang bagus di rumah sakit, dokter tidak bisa memberikan sembarang obat yang tidak tercantum di dalam formularium,” imbuh Nur Abadi.

Dengan sistem TI yang reliabel, dokter bisa melakukan pencatatan kegiatan pelayanan melalui sistem. Dengan demikian, dokter tersebut bisa langsung mengetahui berapa pasien yang dilayani dalam satu hari dan apa saja obat atau pelayanan yang diberikan kepada pasien. Informasi yang sama juga bisa langsung diketahui oleh manajemen rumah sakit melalui sistem yang ada. Jika seluruh sistem teknologi informasi dijalankan dengan benar, rumah sakit bisa menghindari kasus penipuan atau fraud dan ini akan sangat menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat.

Salah satu aspek penting penerapan sistem teknologi informasi andal di rumah sakit adalah kemampuan untuk membuat clinical pathway. Clinical pathway adalah alur yang menggambarkan kegiatan pelayanan kepada pasien untuk suatu layanan medis atau tindakan tertentu. Alur ini secara detail menjelaskan tahapan-tahapan mulai dari saat pasien masuk hingga pasien pulang. Dengan melihat clinical pathway, rumah sakit bisa memprediksi berapa lama pasien perlu dirawat dan berapa biaya yang diperlukan. Dengan penerapan yang tepat, clinical pathway ini akan sangat membantu dalam menjaga mutu, efisiensi, dan efektivitas pelayanan rumah sakit. “Dengan melihat clinical pathway, dokter bisa mengetahui riwayat klinis pasien dan kalau ini bisa diterapkan dengan baik, pelayanan kepada pasien bisa dilakukan secara lebih maksimal dan akuntabel,” jelas Nur Abadi.

TI Andal Perlu SDM Andal

Penerapan sistem teknologi informasi yang andal membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang baik dan kompeten dalam menjalankan dan mengelola sistem tersebut. “Teknologi informasi hanyalah tools. Kunci utama agar sistem TI bisa efektif tetap berada di tangan manusia yang menjalankan sistem tersebut,” jelas Ronggo Wisnu, Direktur PT Caraka Global Informasi. Ia menambahkan bahwa teknologi merupakan alat yang membantu mempermudah proses, baik itu proses bisnis maupun proses yang lain.

Pemahaman akan pentingnya TI, menurut Ronggo, harus dimulai dari tingkat manajemen. Manajemen harus memiliki kemampuan merancang dukungan TI seperti apa yang dibutuhkan dan hasil yang ingin dicapai. Dengan master plan yang baik, sistem TI akan bisa dibangun secara maksimal dan komprehensif dan mampu mendukung proses layanan rumah sakit, termasuk mendukung proses bisnis secara keseluruhan.

“Kami memiliki produk dan solusi komprehensif untuk membantu rumah sakit mengoptimalkan sistem teknologi informasi agar berjalan secara efektif, efisien dan tepat guna dalam mendukung proses kerja dan bisnis, serta terintegrasi dengan sistem BPJS untuk memudahkan konsolidasi data dan klaim biaya ke BPJS Kesehatan”, terang Ronggo.

PT Caraka Global Informasi sebagai penyedia jasa dan solusi sistem TIK bersama dengan PT Data Global Komukatama sebagai penyedia solusi jaringan kelas enterprise terdepan di Indonesia, memiliki dukungan dari beberapa brand ternama di dunia seperti Allied Telesis, TE Connectivity, Alcatel-Lucent, CCSI, WatchGuard, Peplink, Wallix untuk membantu mewujudkan sistem teknologi informasi andal di rumah sakit di seluruh Indonesia. •

TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2015

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Rosan P. Roeslani, Wakil Ketua Umum, Bidang Perbankan dan Keuangan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2015 diantaranya:

• COVER STORY: Rosan P. Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin: Modal Ventura Alternatif Untuk Industri Kreatif

• HEADLINE:
– Maju Mundur Berlakunya TKDN
– Antusias Sambut TKDN

• FIGURE:
– Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia: Acer One 10 Gairahkan Pasar Notebook di Indonesia
– Hunter Chen, Director OBM Sales Division, Edimax Technology: Edimax Tonjolkan Estetika Setiap Produk
– Khoirul Anwar, Penemu Teknologi 4G: Implementasi 5G Diprediksi Mulai 2020

• FOCUS:
– Jurus Pukul Rata Blokir Radikalisme
– Kupinang Kau Secara Online
– WiFi, Pendorong Layanan Mobile Internet
– Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima
– Ketika TI Terobos Belantara

• REVIEW & CELLULAR:

– EPSON L455
– EPSON L850
– EPSON PERFECTION V800 & WORKFORCE DS-520
– LENOVO IDEAPAD 100
– SONY XPERIA E4
– OLYMPUS STYLUS SH-2
– ASUS ZENFONE SELFIE
– HP ELITEBOOK 1020
– APPLE MACBOOK 12 INCI

• SNAP:

– Epson SureColor SC-F7170, Printer Dye-Sub Untuk Kain
– Geeks Store, Toko Gadget Berkonsep Kafe
– Bidik Korporat, Edimax Luncurkan Edimax Pro
– Icon Smart City, Bogor Gelar Pameran NIX 2015
– Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018
– Icon Smart City, Bogor Gelar Pameran NIX 2015
– Depok IT Expo 2015 Dorong Terwujudnya Depok Cyber City
– Jawab Kebutuhan Game, Advan Luncurkan Barca Tab Pro 7
– Arsada Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
– Kecantikan Medis Masuki Ranah Ekonomi Kreatif
– Canon EOS 5DS & EOS 5DSR Meluncur di Indonesia

Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

Artikel Terkait:

ROSAN P. ROESLANI: Modal Ventura Alternatif Untuk Industri Kreatif

Rosan Roeslani Terpilih Jadi Ketua Kadin 2015-2020

PT Tigaraksa Satria Sukses Implementasikan SAP HANA

0

SAP3UNTUK mendukung laju bisnisnya yang beragam diperlukan sebuah sistem yang terintegrasi agar menghasilkan wawasan secara realtime dalam mengambil keputusan yang lebih baik. Hal inilah yang membuat PT. Tigaraksa Satria (TRS) mulai mengupgrade sistem bisnisnya ke sistem yang lebih maju.

Di kesempatan ini TRS mengumumkan keberhasilannya go live implementasi SAP Enterprise Central Component 6.0 (SAP ECC 6.0) yang berjalan di platform SAP HANA. Dengan SAP ECC 6.0 on SAP HANA, pelacakan penjualan dan transaksi keuangan, dan pengelolaan pelayanan pelanggan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Meski baru sebulan system ini berjalan, pihak TRS sudah merasakan perbedaan dan manfaat-manfaat dari penerapan ke sistem yang baru ini, seperti proses execute report lebih cepat. Disampaikan IT Director PT Tigaraksa Satria, Eddy Sutisna, bila selama ini mengakses informasi untuk mengetahui penjualan dari berbagai daerah membutuhkan waktu 2-3 jam, kini prosesnya hanya memakan waktu 2 menit saja sudah diketahui reportnya.

“SAP ECC 6.0 on SAP HANA ini terbukti mampu memberikan kemudahan proses bisnis terintegrasi dan realtime yang dapat menghasilkan proses kerja yang lebih mudah, teratur dan cepat. Sehingga perusahaan dapat menjamin ketersediaan produk dan layanan di titik-titik penjualan, yang pada gilirannya akan meningkatkan loyalitas pelanggan,” ujar Eddy, di Jakarta (15/6).

SAP1Dalam mengimplementasikan perangkat lunak ini, SAP bekerjasama dengan PT Soltius Indonesia dengan memanfaatkan model Partner Managed Cloud (PMC) yang mencakup seluruh layanan mulai dari perangkat lunak, deployment dan aplikasi layanan manajemen sampai pada pusat data dan layanan terkait.

Dikatakan Presiden Direktur, PT Soltius Indonesia, Ketut S. Kamayana, SAP ECC 6.0 merupakan solusi perangkat lunak end-to-end perusahaan yang dibangun pada SAP HANA, sebuah platform database dan aplikasi in-memory yang canggih, yang mentransformasikan kalkulasi bisnis jangka panjang menjadi proses yang real-time. “Percepatan pemrosesan jauh lebih cepat berkat data aplikasinya berada di in-memory sehingga pengelohan datanya lebih cepat puluhan ribu kali dari yang konvensional di harddisk,” ujar Ketut.

Dijelaskannya juga, projek yang dikerjakannya ini merupakan projek bisnis untuk membantu dan mengimprove kemajuan dari bisnis TRS. Pihaknya berhasil membantu TRS Go Live lebih awal satu bulan dari target yang direncanakan 6 bulan ternyata diselesaikan hanya dalam waktu 5 bulan. Tentunya ini suatu benefit juga bagi TRS bisa memanfaatkan layanan ini lebih awal,” papar Ketut.

Bagi TRS, penggunaan SAP ECC 6.0 on SAP HANA merupakan prestasi tersendiri karena perusahaan yang sudah berdiri sejak 1919 ini karena perusahaannya adalah yang pertama di kawasan Asia Pacifik dan Jepang yang menggunakan sistem ini. •ANDRI

UBL Gelar MOS 2015 Tingkat Nasional

0

UBL3Di tahun 2015 ini, Certiport dan Microsoft kembali mengundang para pengguna Microsoft Office untuk mengikuti pagelaran World Championship Microsoft Office Specialist 2015, yang akan dilaksanakan di Dallas – Texas, USA pada 9 – 12 Agustus 2015.

Di ajang ini, Certiport dan Microsoft mencari peserta terbaik dari seluruh negara untuk diberikan apresiasi dan pengalaman kepada peserta untuk memberikan yang terbaik dari kemampuan, kapasitas dan keahliannya dalam berkompetisi.

Sebelum melaju ke kancah internasional ini, pihak Universitas Budi Luhur (UBL) mendapatkan kepercayaan dari Certiport dan Microsoft untuk melakukan seleksi di tingkat nasional terlebih dahulu. Bukan tanpa alasan, pasalnya UBL terpilih  karena sebelumnya di tahun 2014 telah mengirimkan peserta dari Indonesia untuk pertamakalinya untuk ajang tersebut.

Menurut Hendri Irawan, Kaprodi Sistem Informasi FTI UBL sekaligus sebagai Ketua  Panitia, ini adalah kompetisi nasional yang pertama dilaksanakan oleh Certiport di Indonesia yang diwakili oleh PT. Infosis-BLU bekerjasama dengan Universitas Budi Luhur yang merupakan salah satu dari Certiport Autorized Testing Centre di Indonesia. “Ya, sebelumnya tidak ada seleksi untuk mencari tim terbaik dari Indonesia, tetapi kami mencari siapa yang bisa memberangkatkan tim Indonesia sesuai dengan persyaratan untuk ajang World Championship Microsoft Office Specialist (MOS) ini. Berbekal prestasi tersebut maka UBL dipercaya untuk menyelenggarakan kompetisi Nasional Pertama di Indonesia,” ujar Hendri, di Jakarta (13/6).

Hendri menambahkan persyaratan ikut ajang kompetisi ini, peserta wajib lulus ujian MOS 2010/2013 dari 1 November 2014 hingga 10 Juni 2015, berusia 13-21 tahun, memiliki nilai ujian minimal 800, dan melaksanakan waktu ujian maksimal 45 menit.

UBL1

Sedangkan Ismail Syah, Direktur Infosis-BLU menjelaskan, Infosis sebagai penyedia dan distributor resmi untuk produk Certiport di Indonesia dengan sangat bersyukur bisa menyelenggarakan kegiatan seleksi Nasional untuk peserta MOS pertama di Indonesia yang berlangsung di Universitas Budi Luhur. “Pada tahun ini terdapat 400 lebih siswa Indonesia yang masuk proses seleksi di tingkat nasional tetapi baru 69 siswa yang register untuk ikut seleksi tersebut. Pemenang tingkat nasional ini nantinya akan mewakili Indonesia dalam ajang International MOS World Championship di Dallas,” terang Ismail.

Berikut ini para pemenang dari seleksi MOS 2015 yang berlangsung di UBL, untuk kategori Microsoft Office Word 2013 dimenangkan oleh Ursula Rosyana Garini dari Universitas Budi Luhur, Microsoft Office Excel 2013 dimenangkan Karmilah Nur Karomah dari STMIK LPKIA Bandung, Microsoft Office Power Point 2013 dimenangkan Safirah Nuranti dari Universitas Budi Luhur, Microsoft Office Word 2010 dimenangkan Andrew Julian dari Universitas Budi Luhur, Microsoft Office Excel 2010 dimenangkan Siti Holipah dari Poltek Tri Mitra Karya Mandiri Tangerang, dan Microsoft Office Power Point 2010 dimenangkan Nadia Intan Pratiwi dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Di kesempatan ini, para pemenang tidak hanya berkesempatan mengikuti World Championship di Dallas, tetapi juga mendapatkan Medali, Sertifikat Penghargaan dan Sovenir Microsoft. Bagi pemenang yang berasal dari setingkat SMA akan mendapatkan bea siswa dari UBL. •ANDRI

Indonesian Cellular Show dan Gadget Show Kembali Hadir

0

ICSSEPERTI pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesian Cellular Show (ICS) yang dirankai bersamaan dengan Gadget Show, kembali hadir untuk memperkenalkan berbagai gadget terbaru serta discount besar dari para vendor serta distributor.

Mengangkat tema Digitalize Your Life, diharapkan suatu masa nanti sebagian besar masyarakat menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-harinya. Pada ICS kali ini penyelenggara menghadirkan 20 exibitor yang terdiri dari 4 operator, 10 vendor selular serta 6 perusahaan pendukung dan aksesoris.

Berbeda dari tahun lalu yang menghadirkan 21 exhibitor, tahun ini Dyandra selaku penyelenggara event menargetkan total transaksi sebesar Rp. 650.000.000.000, angka tersebut jelas jauh lebih besar daripada tahun lalu yang hanya sekitar Rp. 418 miliar.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam sambutannya mengungkapkan, “Kami berharap pameran ini dapat membuka cakrawala tentang pentingnya jaringan 4G LTE serta menjadi tulang punggung ketersediaan inftastruktur untuk kepentingan pembangunan secara menyeluruh,” tuturnya.

Ia juga menyambut baik penyelenggaraan ICS ke-12 yang  menurutnya sejalan dengan sasaran Kementerian Komunikasi dan Informatika yaitu percepatan implementasi broadband 4G. Menkominfo juga menargetkan bahwa akhir tahun 2015, jaringan 4G LTE dapat dinikmati secara merata di Indonesia

Untuk harga tiket, tahun ini pihak Dyandra Promosindo mematok harga Rp 15.000 untuk para pengunjung dan tidak ada perubahan harga pada hari libur. Untuk pameran ini sendiri dibuka mulai dari pukul 10 pagi hingga 9 malam, mulai tanggal 10-14 Juni 2015. •ARIE