Home Blog Page 915

Onno Ajarkan Buat Video Selfie Streaming

0

SONY DSCTIDAK ingin ketinggalan ikutan meramaikan tren selfie, aktivis open source dan pakar internet, Onno W. Purbo membawakan seminar bertemakan “Fun Multimedia: Yuk bikin Video Selfie”, yang merupakan hasil kerjasama Onno Center International bersama Radio 99ERS 100FM Bandung.

Dalam seminar yang berlangsung 6 Oktober 2014, di Antropark, Dago, Bandung, ikon Onno Center International ini memaparkan bagaimana video selfie yang dibuat tidak hanya dapat uploud ke Youtube tetapi juga disiarkan secara live streaming, layaknya siaran langsung di televisi-televisi.

Dengan cara yang menyenangkan, dipraktekkannya kepada puluhan peserta yang hadir bagaimana cara membuat Youtube versi sendiri dan membuat TV Internet. “Ada dua jenis streaming video, yaitu, Live Streaming dan Video on Demand. Pada Live Streaming, kita dapat melakukan siaran langsung di Internet, sedangkan untuk Video on Demand kita dapat menonton banyak film di TV LCD tanpa perlu mempunyai VCD/DVD Player,” papar Onno.

SONY DSCPerlengkapan yang dibutuhkan pun cukup sederhana agar video selfie dapat dibroadcast. Hanya bermodalkan ponsel Android yang terkoneksi dengan internet untuk video streaming, lalu dikoneksikan dengan laptop dimana video yang berasal dari ponsel tadi oleh laptop disalurkan lagi ke server dan server itu menyiarkan ke jaringan Internet agar bisa d tonton banyak orang.

Dijelaskannya, untuk live streaming dapat menggunakan Android yang diinstalasi aplikasi seperti sistem operasi Broadcaster yang tersedia gratis ke server streaming, misalnya menggunakan Linux sendiri yang dibangun dari Nginx dan RTMP yang juga gratis. “Sedangkan untuk Video On Demand kita dapat menggunakan UPnP server. UPnP Server dapat dibuat dari server Linux atau kita beli harddisk NAS yang sudah jadi. Sementara di sisi TV atau client-nya, dapat menggunakan aplikasi gratis seperti UPnP,” lanjutnya.

Onno berharap, acara ini bisa memotivasi banyak anak muda untuk menciptakan hal-hal baru yang bisa bermanfaat bagi semua orang. •

Belajar TI Dari Kanada

0

DI PENGHUJUNG September lalu, Kedutaan Besar Kanada di Indonesia mengundang Sir Terry Matthews, CEO dan Pendiri Wesley Clover International Group of Companies, untuk mengunjungi tanah air.

Sir Terry adalah wirausahawan Kanada yang sukses mendirikan dan mendanai lebih dari 80 perusahaan sejak tahun 1972, termasuk Newbridge Networks, Mitel, Dragonwave, Magor dan Solace System.

Dalam kunjungannya di Indonesia, Sir Terry berkesempatan menjadi pembicara pada acara makan siang bisnis Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kanada dan menyampaikan kuliah tamu di Universitas Bina Nusantara.

Saat breakfast meeting, Senin, 30 September 2014, Sir Terry melakukan diskusi hangat dengan Pakar Internet Indonesia, Onno W. Purbo dan pengurus Onno Center International. Onno Center International adalah pusat kegiatan pengembangan riset dan teknologi, dimana Onno W. Purbo menjadi icon.

Kegiatan Onno Center International berupa seminar dan workshop teknologi informasi (TI), ujicoba produk, memfasilitasi inkubasi startup,  roadshow ke daerah-daerah untuk mewujudkan internet masuk desa (#internetrakyat), serta menjalin hubungan baik dengan pemerintah, industri, asosiasi, media dan institusi pendidikan untuk mengadakan kegiatan lain yang tujuannya mencerdaskan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Sir Terry juga mengungkapkan ketertarikannya untuk mendirikan kantor resmi Wesley Clover di Jakarta. •

Biskom-Kanada

Biskom-Kanada-a

Biskom-Kanada-Onno Center International

Yuk Bikin Video Selfie!

0

Seminar multimedia onno center

FOTO selfie memang sedang trend, namun bagi anak-anak muda sekarang, kurang gaul rasanya jika belum membuat video selfie.

Bukan hanya sekedar dibuat dan disimpan menjadi koleksi pribadi, karya video tersebut juga bisa diupload di stasiun TV atau channel TV kita sendiri, untuk dibagi kepada pengguna internet lainnya.

Pertanyaannya, apakah sulit membuat video selfie? Tentu saja tidak. Lalu, apakah sulit membuat stasiun TV sendiri? Jawabannya: Tidak. Sebaliknya justru mudah.

Kemudahan ini bisa Anda buktikan sendiri  jika mengikuti Fun Multimedia Seminar dengan Tema “Yuk bikin Video Selfie” yang akan diselenggarakan Onno Center dan Radio 99ERS 100FM Bandung, yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Tepatnya, acara yang dibawakan oleh Onno W. Purbo (Pakar Internet & Multimedia) ini akan diselenggarakan pada Senin, 6 Oktober 2014, Pukul 14:00 – 17:00 di  ANTROPARK, Jl. Dago 152, Bandung, Jawa Barat.

Dalam seminar ini, Onno akan memaparkan tentang cara membuat ‘Youtube’ dan TV Internet dengan murah dan mudah. “Ada dua jenis streaming video, yaitu, Live Streaming dan Video on Demand. Pada Live Streaming, kita dapat melakukan siaran langsung di Internet, sedangkan untuk Video on Demand kita dapat menonton banyak film di TV LCD tanpa perlu mempunyai VCD / DVD Player,” papar Onno.

Sebagai informasi, lanjut Onno, untuk live streaming kita dapat menggunakan Android yang diinstalasi aplikasi seperti sistemoperasi Broadcaster yang tersedia gratis ke server streaming, misalnya menggunakan Linux sendiri yang dibangun dari Nginx dan RTMP yang juga gratis.

“Sedangkan untuk Video on demand kita dapat menggunakan UPnP server. UPnP Server dapat kita buat dari server Linux atau kita beli harddisk NAS yang sudah jadi. Sementara di sisi TV / client-nya, dapat menggunakan aplikasi gratis seperti UPnP,” paparnya.

Tertarik mengikuti seminar ini? Ayo segera daftarkan diri Anda sekarang juga secara online via: http://999.fm/events/,
www.diradio.net atau langsung ke: Registrasi On Line

Peserta tidak dipungut biaya, namun diperlukan pendaftaran karena tempat terbatas.

Acara yang dipersembahkan oleh Onno Center dan Radio 99ERS 100FM Bandung ini didukung oleh Zamrud Technology, Nescafe, BISKOM dan Antropark. •

 

Printer POS Epson No 1 di Asia Tenggara

0

epsonEPSON, pemimpin dunia dalam bidang solusi cetak, mengumumkan prestasinya sebagai produsen printer Point-of-Sale (POS) no 1 di Asia Tenggara untuk yang kelima kalinya secara berturut-berturut. Hal ini berdasarkan hasil penelitian terkini yang dirilis oleh International Data Corporation (IDC), perusahaan riset di bidang pasar teknologi informasi, telekomunikasi, dan teknologi konsumen.

Sejak lebih dari 5 tahun terakhir, Epson telah mendominasi pasar, dimana perusahaan memiliki angka pangsa pasar yang tinggi yaitu 45% pada tahun 2013 untuk pemasaran printer POS di Asia Tenggara. Hal ini berarti bahwa sebagian besar printer POS yang dibeli tahun 2013 adalah printer Epson.

“Sistem POS adalah tulang punggung banyak bisnis mencakup F&B hingga ritel dan memiliki dampak yang besar terhadap banyak hal seperti produktivitas, efisiensi, dan biaya. Oleh karenanya kami berusaha yang terbaik untuk menciptakan sistem berdasarkan intuisi pengguna,“ jelas Koichi Endo, Managing Director Epson Southeast Asia.

“Menjadi produsen printer POS nomor 1 dalam 5 tahun terakhir, bukan berarti kami sudah merasa puas. Kami memiliki tanggung jawab kepada konsumen untuk memenuhi dan melampaui ekspektasi mereka. Adalah dedikasi terhadap inovasi yang telah mengarahkan Epson sebagai produsen printer POS nomor 1 di Asia Tenggara, dan terus menjadi kehormatan bagi kami.”

Kekuatan printer POS Epson terdapat pada keandalan sistem yang disertai dengan cakupan jaringan kerja yang luas serta servis dan dukungan yang terbaik kepada pelanggan. Pada saat Epson berjuang untuk memenuhi dan melampaui ekspektasi pelanggan, perusahaan juga memegang standar yang tinggi saat menangani pelanggan. Mencapai angka pangsa pasar tertinggi di Asia Tenggara adalah tanda komitmen Epson pada kepuasan pelanggan. •

Detiknas: IM2 Tidak Rugikan Negara

0

IndosatKASUS dugaan korupsi penggunaan jaringan frekuensi 2,1 GHz (3G) yang menimpa Indar Atmanto, tampaknya semakin menarik simpati berbagai kalangan telematika. Berbagai penyataan sikap yang menilai putusan Mahkamah Agung (MA) memvonis mantan Direktur Utama PT. Indosat Mega Media (IM2) tersebut dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp.1,3 triliun, merupakan suatu kesalahan terus bergulir.

Sebelumnya, Pakar Internet Onno W Purbo, dan sejumlah komunitas telematika yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyikapi putusan MA dengan membuat sebuah petisi online dan mengirimi surat kepada Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kemkominfo) dan Mahkamah  Agung (MA) mengenai kejelasan status hukum dalam berbisnis jasa ISP layaknya yang telah dilakukan  oleh IM2. Kini giliran Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas) memberikan tanggapannya.

Menurut Ketua Pelaksana Detiknas, Ilham Akbar Habibie, kasus yang menimpa Indar perlu dikaji ulang karena diduga terdapat kesalahpahaman tentang penyalahgunaan jaringan frekuensi 3G. Apalagi kerja sama antara Indosat sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan IM2 sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi merupakan hal yang biasa dijalankan. Pola bisnis inipun dilindungi UU Telekomunikasi, yaitu PP Nomor 52 tentang Penyelenggaraaan Telekomunikasi dan Keputusan Menteri Nomor 21 tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi.

“Definisi apa yang sesungguhnya dianggap merugikan negara harus diubah. Yang bersangkutan tidak memperkaya diri dan merugikan Negara,” ujar Ilham di Jakarta (2/10).

Ilham pun mengingatkan, saat ini ada sekitar tiga ratus penyedia layanan jasa internet di Indonesia yang menjalankan model bisnis layaknya IM2. Ia khawatir nasibnya akan sama dengan kasus IM2 tersebut bila model kerja sama yang dilakukan Indosat dan anak usahanya IM2 dianggap menyimpang dan diputuskan bersalah,

“Jadi, kasus IM2 ini perlu diluruskan! Bila tidak, bisa merugikan pelaku bisnis internet dan mengancam masa depan industri dan tata kelola sektor telekomunikasi,” tandasnya.

Perlu diketahui, kasus ini bermula saat Indosat mendapat jatah jaringan frekuensi 3G. Indosat memasarkan frekuensi itu melalui anak usahanya IM2. Lalu, Kejaksaan menganggap kerja sama Indosat dengan IM2 menyalahi aturan, meski selaku regulator yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring telah menyatakan bahwa kerjasama penyelenggaraan internet antara PT Indosat IM2 telah sesuai aturan.

Kejaksaan menilai, IM2 telah memanfaatkan jaringan frekuensi 3G tanpa izin resmi dari pemerintah karena IM2 dianggap tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan pada frekuensi tersebut. •

Digital Currency Bikin Heboh Lagi!

0

Membeli atau membayar sesuatu hanya dengan transfer angka secara digital, baik itu lewat ATM, SMS ataupun online, kini sudah tidak asing lagi. Tidak ada uang kertas yang terlibat dalam proses transaksi digital, dan tidak ada uang kertas yang berpindah dari bank yang satu ke bank yang lain. Hanya pengurangan dan penambahan angka secara digital. Itulah yang disebut dengan uang giral digital atau banking digital currency.

Digital CurrencySAAT ini banyak komunitas internasional di internet yang mulai menggunakan digital currency yang disebut-sebut sebagai salah satu langkah alternatif pembayaran maupun investasi. Sebenarnya digital currency sudah cukup lama berkembang, yang selama ini lebih dikenal dengan istilah payment processor. Karena memang fungsi utamanya untuk memproses pembayaran melalui internet menggunakan mata uang digital.

Data menyebutkan dari seluruh USD mata uang Amerika Serikat yang ada di peredaran, hanya sekitar 5% yang berbentuk uang kertas, sisanya yang 95% hanya ada di layar monitor. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi digital currency adalah jika ada suatu alternative currency yang berkembang dan semakin banyak penggunanya, maka hal ini akan dianggap ancaman bagi sistem keuangan yang berjalan saat ini bahkan dicap sebagai tindakan penipuan.

Bagi yang sering melakukan transaksi ataupun bermain dalam beberapa bisnis online, pastilah memiliki mata uang digital dan pasti familiar dengan bebeberapa payment processor yang ada dan pasti tahu kasus Liberty Reserve pada Maret 2013 atau e-Gold pada tahun 2000-an.

Jika digital currency berkembang dengan pesat dan banyak penggunanya, maka secara otomatis digital currency tersebut akan menjadi mata uang alternatif yang semakin dipercaya banyak orang, khususnya di dunia maya.

Sebenarnya yang membuat mata uang itu bernilai bukanlah mata uang itu sendiri, tetapi kepercayaan masyarakat pelaku pasar yang memberikan nilai kepada suatu mata uang. Kepercayaaan para pelaku pasar yang mau menggunakan mata uang tersebut sebagai alat tukar. Hal ini berlaku bagi semua mata uang, baik itu mata uang konvensional maupun digital. Biar bagaimana pun, banyak tudingan yang mengarah bahwa digital currency tersebut telah melakukan berbagai macam tindakan kriminal. Dan sebagian besar masyarakat mempercayainya tudingan itu.

Bahkan bukan hanya sekedar digital currency saja yang mereka anggap sebagai ancaman bagi sistem keuagan konvensional. Namun juga beberapa bisnis online yang berkembang pesat dan mempunyai jutaan investor pun akan mereka anggap sebagai ancaman. Dan melalui Securities and Exchange Comission (SEC), mereka akan berusaha menshutdown bisnis online tersebut, serta menuduhnya sebagai tindakan ilegal karena telah melakukan penipuan menggunakan skema ponzi (piramida).

Skema Ponzi atau piramida persis seperti skema dari beberapa HYIP yang ada di internet seperti halnya Stock Generation, Just Been Paid dan Zeekreward. Guna menghindari tindakan pihak berwenang karena dianggap ilegal, beberapa digital currency memanfaatkan sistem jaringan peer to peer dan desentralisasi cryptorcurrency yang tidak terpusat pada salah satu server saja. Hal ini dipelopori oleh Bitcoin, lalu diikuti oleh Digitalcoin, Digital Monetary Trust, dan melahirkan pula payment processor seperti Liberty Reserve, Perfect Money, Egopay, dan lain-lain. Mereka semua mendapat laba dari biaya transfer. Bahkan tidak ada biaya administrasi bulanan di payment processor tersebut.

Manusia Membantu Manusia

Di antara berbagai digital currency yang ada di dunia ini, ada satu digital currency yang masih berkembang hingga kini yaitu Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia disebut Manusia Membantu Manusia (MMM) yang mulai tumbuh di Rusia sejak tahun 1994. Mavro dikemas dalam sebuah web www.sergey-mavrodi.com yang dikenal dengan nama MMM. MMM mengklaim pihaknya bukanlah situs investasi, bukan perusahaan, bukan HYIP, bukan MLM, bukan pula payment processor.

MMM merupakan suatu perpaduan unik dari social networking, banking system dan digital currency, sehingga membentuk suatu mutual fund networking yang konon untuk membawa partisipannya untuk bisa keluar dari sistem keuangan global saat ini.

“MMM adalah suatu sistem revolusioner yang akan merubah sistem keuangan yang ada saat ini dengan suatu sistem keuangan baru yang fair dan adil. Dengan sistem tersebut diharapkan semua orang akan merasakan kesejahteraan dan persaudaraan dunia yang tanpa batas,” terang Heri Wiyono, seorang partisipan MMM Indonesia.

Mavro digital currency dirintis oleh Sergey Pantelevich Mavrodi, seorang berkebangsaan Rusia yang mempunyai visi dan misi untuk menghancurkan sistem keuangan global yang dianggapnya tidak fair, tidak adil, dan tidak manusiawi.

Perjuangannya bahkan telah difilmkan dengan judul “piraMMMida”. Film tersebut berdasarkan kisah nyata perjuangan Mavrodi dari tahun 1994 hingga 2007, perjuangan melawan sistem keuangan saat ini yang dianggapnya tidak adil. Namun dalam film tersebut, seluruh nama orang yang terlibat diganti dan alur ceritanya pun dibikin fiksi

Karena teknologi sudah semakin canggih, maka mata uang pun bisa diciptakan dalam bentuk digital. Ideology of MMM menawarkan suatu reformasi sistem keuangan yang menggabungkan berbagai konsep reformasi keuangan menjadi satu. Mulai dari self issued credit money, digital currency, konsep uang bantuan, dan jaringan perbankan digabungkan menjadi satu, kemudian dikelola secara langsung menggunakan “people power” melalui jaringan internet.

Berbuntut Penipuan

Sistem arisan berantai MMM kini tengah ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Indonesia. Sebab, arisan ini menjanjikan imbal hasil sebesar 30% per bulan dari dana yang ditempatkan. MMM tidak hanya booming di Indonesia. Di India, MMM pun dikenal sangat luas, khususnya di daerah-daerah rural alias pedesaan.

Namun demikian, arisan MMM di India menuai kasus kriminal yang menyeret pelakunya ke ranah hukum. Pada Juli tahun 2013 lalu, Badan Pelanggaran Ekonomi (EOW) kota Mumbai menangkap seorang pria asal Rusia bernama Michael Gulakhev dan Jennifer Menezes, istrinya yang berasal dari Goa, India. Pasangan tersebut ditangkap karena melalukan penipuan yang melibatkan MMM India.

“Pasangan ini mengendalikan publikasi dan koordinasi bisnis MMM melalui internet. Kami sudah menangkap mereka di Goa,” kata seorang perwira polisi setempat, dikutip dari The Times of India (8/8).

Gulakhev bekerja di MMM India sebagai penerjemah sekaligus motivator. “Dia (Gulakhev) telah menyelenggarakan beberapa kamp pelatihan dan memotivasi para investor. Setiap kali ada orang Rusia yang datang berkunjung dan menyampaikan materi, Gulakhev akan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris kemudian bahasa Hindi,” jelas polisi tersebut. Sebagai buntut kasus tersebut, otoritas setempat telah membekukan lebih dari 20 rekening bank milik tersangka.

Sebelumnya pada bulan Juni tahun yang sama, EOW telah menangkap lima orang termasuk dua orang warga negara Rusia untuk kasus penipuan dengan melalui MMM India. Diduga, pendiri MMM Sergei Mavrodi juga ikut mendalangi kasus penipuan tersebut.

OJK Nyatakan Arisan MMM Ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyatakan bahwa arisan Manusia Membantu Manusia (MMM) Indonesia atau Komunitas Mavrodian Indonesia dan Mavrodi Mondial Moneybox bukanlah produk investasi.

Sehubungan dengan itu, OJK menyebutkan telah menerima 28 laporan terkait dengan MMM serta 117 pertanyaan dari masyarakat. Adapun pertanyaan yang paling banyak disampaikan adalah mengenai aspek legalitasnya dan mekanisme pengawasan MMM.

“Dari hasil penelusuran kami, diperoleh informasi bahwa program MMM merupakan suatu social financial networking dan bukan termasuk cakupan investasi karena tidak ada underlying (dasar) investasinya,” tulis OJK dalam keterangan resminya (13/8).

OJK menyatakan MMM bukanlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang melakukan kegiatan usaha di sektor keuangan sebagaimana diatur dan diawasi oleh OJK, sehingga program MMM Indonesia tidak mendapatkan izin usaha dari OJK.

“Masyarakat harus waspada terhadap ciri-ciri tawaran investasi atau produk atau layanan jasa keuangan yang tidak jelas, seperti menjanjikan imbal hasil yang sangat tinggi, tidak jelas regulator atau pengawasnya, serta tidak jelas informasi izin usaha dan tanda terdaftar atas produk dan layanannya,” jelas OJK.

OJK juga meminta agar masyarakat dapat memeriksanya secara seksama tawaran investasi, termasuk aspek legalitas, manfaat, risiko, serta mekanismenya.

Namun seperti diungkapkan di muka, para partisipan MMM kerap menanggapi bahwa jika suatu digital currency berkembang dengan pesat dan banyak penggunanya, akan secara otomatis digital currency tersebut akan menjadi mata uang alternatif yang semakin dipercaya banyak orang, khususnya di dunia maya.

Sebenarnya yang membuat mata uang itu bernilai bukanlah mata uang itu sendiri, tetapi kepercayaan masyarakat pelaku pasar lah yang memberikan nilai kepada suatu mata uang. Kepercayaaan para pelaku pasar yang mau menggunakan mata uang tersebut sebagai alat tukar. Hal ini berlaku bagi semua mata uang, baik itu mata uang konvensional maupun digital. Biar bagaimana pun, banyak tudingan yang mengarah bahwa digital currency tersebut telah melakukan berbagai macam tindakan kriminal. Dan sebagian besar masyarakat mempercayainya tudingan itu.

Bahkan bukan hanya sekedar digital currency saja yang mereka anggap sebagai ancaman bagi sistem keuangan konvensional. Namun juga beberapa bisnis online yang berkembang pesat dan mempunyai jutaan investor pun akan mereka anggap sebagai ancaman. Dan melalui Securities and Exchange Comission (SEC) mereka akan berusaha men-shutdown bisnis online tersebut, serta menuduhnya sebagai tindakan ilegal karena telah melakukan penipuan menggunakan skema piramida. •IWA

157 User Rasakan Blusukan Online Onno Center

0

SEJAK Onno Center diresmikan tepat sebulan lalu, telah banyak kegiatan yang digelar yayasan pendidikan ini dalam upaya mencerdaskan bangsa yang berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hari ini (29/9), Pakar Internet Onno W Purbo, Pendiri Onno Center memberikan pelatihan atau seminar gratis secara online: “Cara Membuat Operating System Android Sendiri”.

 

Bertempat di Gedung IDC 3D, Jakarta, selain bisa disaksikan secara langsung, para peserta seminar juga bisa mengikuti secara online, dengan cara joint ke Cyberlearning Webinar di situs www.cyberlearning.web.id.

 

Menurut salah satu Pengurus Onno Center sekaligus Pendiri Cyberpreneur Indonesia, Dedi Yudiant, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang uji coba kemampuan program Blusukan Online Cyberlearning yang dikembangkan Onno Center bersama Cyberpreneur Indonesia.

 

Program Blusukan Online versi Onno Center memungkinkan lebih dari 500 peserta ikut terlibat dalam seminar online. ‘Namun hari ini, baru 157 peserta yang melakukan login dan berinteraksi langsung secara online dengan Onno selaku pengajar,” ujar Dedi.

 

03. ONNO Center di IDCBlusukan Online ini, papar Dedi, mengkombinasikan tiga setingan, yaitu live streaming, webinar interaktif dan video streaming. Dengan tiga macam setting, masyarakat yang terkendala bandwidth rendah tetap bisa mendapatkan ilmu yang diberikan melalui download ataupun streaming di Youtube nantinya.

 

“Sebenarnya banyak di daerah yang ingin ikut berpatisispasi dalam Cyberlearning ini. Namun seperti diketahui, bandwidth internet di daerah masih rendah yaitu hanya sekitar 512 kbps, sedangkan untuk interaktif streaming ini dibutuhkan minimal 1 Mbps. Hal inilah yang tengah diperjuangkan Onno Center, yaitu menghadirkan internet yang baik dan murah di seluruh wilayah nusantara,” jelas Dedi.

 

Sedangkan dalam seminarnya kali ini, Onno memaparkan cara mengcompile operating system (OS) Android menggunakan CyanogenMod. “Sebenarnya banyak cara untuk membuat source Android yang terbuka, tapi kali ini saya akan melalui CyanogenMod yang tidak jauh berbeda dengan Android Open Source Project (AOSP) yang banyak digunakan smartphone di pasaran,” terang Onno.

 

Dalam pelatihan ini, diberikan pemahaman bagaimana mendownload OS Android, compile kernel Android, rooting, developing hingga instalasi OS tersebut ke perangkat smartphone.

 

Bagi Anda yang tidak berkesempatan mengikuti seminar ini, materi untuk membuat OS Android bisa diperoleh di situs CyberLearning.web.id/moodle. Disini berbagai teknik dijabarkan secara terbuka dan gratis.

 

Sementara Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Pemred Majalah dan Media Online BISKOM serta selaku salah satu pendiri Yayasan Onno Center International, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program Blusukan Online Cyberlearning yang dikembangkan Onno Center bersama Cyberpreneur Indonesia ini, sebab hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Yayasan Onno Center International yang fokus pada memberdayakan dunia pendidikan dan memungkinkan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas di bidang TIK, Mendorong akses yang setara terhadap informasi dan pengetahuan berbasis TIK, Memberdayakan masyarakat untuk mandiri dan menjalankan usaha kecil dan menengah, Meningkatkan pertumbuhan produk lokal dan penerapan TIK lokal.

 

“Semua hal tersebut akan tercapai bila kita bisa berkolaboarsi dan bersinergi dengan seluruh pihak dengan konsep pentahelix atau multipihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan usaha atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu.” Tutur Hoky.•

 

Artikel Terkait:

Jokowi Punya e-Blusukan, Onno Punya Blusukan Online

Onno Center dan Cyberpreneur Indonesia Kembangkan Blusukan Online

Onno W. Purbo: Blusukan Online, Blusukan Tanpa Becek-becekan

Blusukan Online Era Society 5.0 Sudah Digunakan Onno Sejak 2014

LG G3 STYLUS: Berteknologi Rubberdium, Pena Lebih Presisi

0

LG G3 STYLUS-2DIPREDIKSI bakal diluncurkan dalam acara IFA 2014 di Berlin pada September ini, ternyata LG memperkenalkan smartphone Android G3 Stylus secara resmi pada Agustus lalu.

Mendengar namanya,  banyak orang yang  langsung berasumsi bahwa ponsel pintar akan dilengkapi dengan sebuah stylus. Dan kenyataanya, seperti disebutkan dalam rilis resminya, pihak LG menyatakan bahwa LG G3 Stylus merupakan sebuah smartphone dengan pena yang ‘mengadopsi’ DNA dari LG G3. Pena stylus Rubberdium miliknya diklaim amat nyaman di tangan, mudah untuk menulis, corat-coret, atau membuat skema dengan presisi.

Disain LG G3 Sytlus mengadopsi tampilan smartphone G3 yang meluncur lebih dulu.  Hanya saja, meski sama-sama menggunakan layar berukuran 5,5 inci qHD,  layar G3 Stylus hanya dibekali resolusi 960 x 540 piksel. Jika dibandingkan dengan layar LG G3 yang memiliki resolusi 2.560 x 1.440 piksel, kualitas tampilan G3 Stylus akan berada jauh di bawah LG G3.

LG G3 STYLUS-1Begitu juga, performa LG G3 Stylus akan berada di bawah LG G3, karena menggunakan  prosesor Quad-core 1.3 GHz. Sementara LG G3 menggunakan prosesor Quad-core 2.5 GHz Krait 400 dari chipset Qualcomm MSM8975AC Snapdragon 801.

Ada beberapa fitur unik di LG G3 yang dapat ditemukan di G3 Stylus ini seperti Knock Code, Quick Memo yang menggabungkan kemampuan aplikasi memo dan pencatat, Dual Window untuk menjalankan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar, serta Smart Keyboard yang dapat diatur ketinggiannya sehingga mengurangi salah ketik.

LG G3 Stylus yang berjalan dengan sistem operasi Android 4.4.2 KitKat ini telah mengemas kamera utama 13 megapiksel dan kamera depan 2,1 megapiksel. Beberapa fitur yang dapat ditemukan di kamera G3 bisa ditemukan di sini seperti Touch To Shoot dan Gesture Shoot.

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa  LG G3 Stylus akan bersaing ketat dengan Samsung Galaxy Note 3 Neo yang unggul dalam hal kualitas layar tapi tertinggal untuk urusan kamera.

LG G3 Stylus yang diperkirakan berbandrol Rp. 4,5 juta akan dipasarkan mulai September ini, namun belum ada kabar mengenai jadwal penjualannya di Indonesia. •

 

Taiwan Perkenalkan Industri Fasteners, Health & Beauty

0

taitra-1Melihat potensi pasar Indonesia yang begitu besar, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) melalui program Taiwan Trade Mission-nya kembali mengirimkan delegasi perdagangannya ke tanah air. Lebih dari 30 perusahaan dihadirkan untuk dipertemukan dengan mitra potensial di Indonesia untuk bertukar keahlian dan mengembangkan peluang bisnis yang saling menguntungkan.

Dimulai empat tahun lalu dengan lebih dulu memperkenalkan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) lalu berlanjut ke machinery, electronic, fashion, home appliance hingga kesehatan, kali ini pada 25 September 2014, di Hotel Borobudur, Jakarta, TAITRA mulai mendatangkan delegasi perdagangan dari industri Fasteners, Health dan Beauty.

Menurut Project Manager, ISC for Consumer Goods Section Market Development Department, TAITRA, Claire Chen, delegasi fasteners yang tergabung dalam Taiwan Trade Mission mencapai 20 perusahaan. Masing-masing perusahaan mempunyai berbagai variasi baut maupun sekrup untuk memenuhi beragam kebutuhan, baik itu mesin, robot, mobil, perabotan, bangunan dan lainnya.

“Trade meeting ini dilakukan untuk mencari pabrik atau importir yang tertarik dengan produk Taiwan. Baru saja, ada lima pimpinan perusahaan Indonesia yang mulai tertarik untuk melakukan kerjasama dengan kami. Besok pun, kami sudah mempunyai schedule untuk mengunjungi salah satu manufaktur besar di daerah Bekasi,” ujar Claire.

Taiwan Trade Mission

Mencari peluang bisnis yang potensial, para delegasi merasa senang berada di Indonesia. Disebutkan, Indonesia sebagai negara yang memilki kekayaan alam yang berlimpah dengan luas wilayah yang besar merupakan pasar yang potensial bagi Taiwan untuk mengembangkan bisnisnya di sini.

“Sebagai negara berkembang, Indonesia akan banyak membutuhkan materi dalam jumlah yang sangat besar sekali untuk melakukan berbagai pembangunan. Kami sebagai perusahaan penyedia baut dan sekrup tentunya bisa melengkapi kebutuhan tersebut untuk meningkatkan pembangunan di Indonesia,” papar Cooper Sai, salah satu delegasi dari Kind-Auspice Industrial.

Sementara itu, 14 delegasi dari industri Health & Beauty memperkenalkan produk kesehatan dan kecantikan mulai dari kebutuhan untuk perawatan muka, rambut hingga tubuh. Jadi yang dihadirkan tidak hanya perlengkapan kosmetik rias wajah, sabun, cream untuk merawat bagian luar tubuh, tetapi juga ada suplemen untuk perawatan kesehatan dari dalam untuk tubuh.

Stephanie Yen, ISC for Consumer Goods Section Market Development Department, TAITRA, menyebutkan, produk kecantikan dan kesehatan yang perkenalkan tidak hanya terbatas pada perawatan tubuh tetapi juga ada produk untuk kekebalan tubuh dan penyakit kanker, hingga untuk kebutuhan hewan. “Suplemen kesehatan tidak hanya dibutuhkan oleh manusia saja tetapi hewan peliharaan juga membutuhkan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuhnya,” lanjutnya.

Dengan beragam produk Health and Beauty yang diperkenalkan, Stephanie mengharapkan produk-produk ini bisa lebih dulu mendapatkan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar bisa masuk ke Indonesia dan melakukan kerjasama dengan Indonesia.

“Pada dasarnya produk-produk kesehatan dan kecantikan yang diperkenalkan sudah dipercaya di Taiwan, dan beberapa sudah lebih dari 10 tahun berproduksi. Melalui Trade Mission ini, kami berharap BPOM meringankan persyaratannya agar produk ini bisa segera masuk ke Indonesia,” tandas Stephanie.

Para delegasi yang ikut serta dalam Trade Mission kali ini adalah, Advanced Global sourcing, A Jate Steel, Al-Pro Metals, Avious Enterprise, Boss Precision Works, Broaden Worldwide, Chite Enterpriese, Gem International, Kay Tai Fasteners Industrial, Kind-Auspice Industrial, Maudle Industrial, Panther T&H Industry, Ray Fu Enterprise, SG Carbide Die, Shuenn Chang Fa Enterprise, Wei In Enterprise, Yoang Ming Industrial, Your Choice Fasteners & Tools, Super Nut Industrial. Sementara untuk Health & Beauty ada, ATP, Acai Enterprise, Colame Cosmetics, Fortune Collection Incorporation, Fu-E Lifesciences, Greengo Biomedical International, Herdsman Enterprise, Hi-Q Marine Biotech International, Kao-Yu Biotech, Kenrey, La Powder, Magnoli Cosmetics, Timing Pharmaceutical dan Wel-Bloom Bio-Tech Corporation. •ANDRI

AGUS TJANDRA: E-commerce Indonesia Perlu Belajar dari Taiwan

0

Perkembangnya internet di tanah air yang semakin pesat telah berdampak pada tumbuhnya transaksi secara online. Dengan total nilai transaksi e-commerce di tahun 2013 mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 94 triliun dan diprediksi akan meningkat hingga mencapai US$ 24 miliar atau sekitar Rp 283 triliun pada 2016, menjadikan bisnis online atau yang biasa disebut e-commerce menjadi bagian penting bagi pertumbuhan perekonomian negara.

Agus Tjandra-1AGUS Tjandra, Vice Chairman & Foreign Relation Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), melihat potensi e-commerce di Indonesia memang sangat menjanjikan, namun pencapaian yang selama ini dirasakan belum memberikan hasil yang diinginkan.

“Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa dan besarnya pengguna internet yang mencapai 74 juta, ternyata hanya mencatatkan 4,6 juta yang melakukan transaksi online di tahun 2013. Hal ini tentunya belum merupakan angka yang besar dan menjadikan tantangan pertama dari perkembangan bisnis online di Indonesia,” ujar Agus, disela-sela penyelenggaraan Taiwan-Indonesia ICT Roadshow 2014 yang bertemakan “Taiwan E-commerce; Success Story”, di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta (2/9).

Hal lain yang harus dihadapi adalah metode pembayaran bisnis online yang masih menggunakan metode konvensional, yaitu transfer tunai dan bahkan cash on delivery (COD) yang merupakan pertanda masih belum tingginya kepercayaan pengguna internet terhadap metode pembayaran via kartu kredit maupun metoda e-payment lainnya. Pengguna layanan e-commerce juga masih terbatas pada para profesional yang merupakan pekerja kantoran dan belum merata pada berbagai kalangan pengguna internet lainnya. Belum lagi, pasar e-commerce Indonesia masih didominasi pengaruh pihak asing sehingga perlu dibuat langkah-langkah agar pelaku bisnis online Indonesia menjadi semakin kuat daya saingnya dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

idEA sebagai wadah pelaku industri e-commerce di Indonesia mengambil langkah dengan menjalin kerjasama dengan pihak Taiwan, yaitu Taipei Computer Association (TCA). Disebutkan Agus, kerjasama ini akan  menjadi sarana edukasi dan membuka peluang investasi potensial yang ada di Indonesia. “E-commerce di Taiwan 10 tahun lebih dulu maju dari Indonesia sehingga kita perlu banyak informasi dari Taiwan untuk membangun e-commerce di dalam negeri dan menjadikan kerjasama ini kedepannya lebih konkrit lagi.”

Lebih lanjut, berikut ini wawancara BISKOM dengan pria kelahiran Palembang, 22 Agustus 1974  yang juga pendiri dan CEO Lojai.com, salah satu situs e-commerce terbesar di Indonesia ini.

idEA dan TCA telah melakukan penandatanganan MoU, apa saja bentuk kerjasama yang akan dilakukan?
Rencananya, kami akan melalui serangkaian program interaktif, diantara kunjungan perusahaan, presentasi bisnis, pertemuan bisnis, dan workshop. Kerjasama yang idEA lakukan tidak hanya terbatas dengan Taiwan, kedepannya kami akan banyak melakukan kerjasama dengan pihak lain dan akan banyak program yang dijalankan.

Dengan semakin banyak menjalin hubungan dengan pihak luar, maka akan semakin banyak informasi, pembelajaran dan pemberdayaan yang didapatkan. Dari sisi strategi akan semakin tahu apa saja yang negara lain lakukan.

Berapa nilai bisnis dari kerjasama yang dijalin ini?
Kalau kami konteknya sebagai asosiasi tidak merambah area komersil. Jadi kerjasamanya lebih kepada edukasi dan berbagi informasi. Edukasinya kita perlu belajar ke Taiwan, bertemu dengan dengan asosiasi-asosiasi di sana untuk belajar dan mengetahui langkah-langkah yang mereka lakukan untuk memajukan industri dinegaranya. Ini tentunya menjadi kesempatan yang bagus sekali untuk Indonesia.

Mengapa kerjasama ini lebih mengarah ke edukasi?
E-commerce di Indonesia terbilang industri baru yang tentunya edukasi  dan belajar dari negara lain yang lebih dulu maju menjadi hal yang utama sekali. Dari sisi Taiwan sendiri dengan kerjasama ini mereka akan terhubung dengan pelaku industri e-commerce di Indonesia agar lebih naik industrinya. Selain itu, asosiasi kami kan terdiri atas 76 perusahaan yang juga butuh networking untuk mengembangkan bisnis. Jadinya kerjasama ini akan saling mengisi dan menguntungkan.

Mengapa e-commerce di Indonesia bisa tertinggal dari Taiwan?
Boleh dikatakan kematangan ekonomi Taiwan lebih dulu dan di atas kita. Di sana infrastrukturnya sudah ada semua, size negaranya juga lebih kecil dibandingkan Indonesia dan e-commerce sudah menjadi lifestyle.
Tetapi saya melihat e-commerce akan sukses sekali di negara-negara yang mempunyai penduduk yang besar dan memiliki spending yang besar juga. Jadi bisa dibilang potensi e-commerce Taiwan tidak sebesar Indonesia. Pastinya kita akan bisa mengejar ketertinggalan yang ada. Indonesia dengan pangsa pasar yang besar harus dijaga dengan cara memajukan industri lokal khususnya e-commerce. Jangan sampai nantinya negara asing yang membentuk asosiasi di Indonesia dan menguasai pasar.

Lalu, kapan e-commerce Indonesia bisa seperti Taiwan yang sudah advance teknologinya?
Kita lihat 3 tahun kedepan, karena e-commerce itu yang terpenting adalah infrastrukturnya. Nah, infrastruktur inikan tugasnya pemerintah untuk membangun, seperti membuat jalan yang dapat mempercepat transportasi pengiriman barang dan jangan sampai ada kemacetan yang berlarut-larut. Memang, sampai hari ini pemerintah sudah cukup support dan diharapkan dengan pemerintahan yang baru akan lebih support lagi. Inginnya ada regulasi yang mengatur percepatan infrastruktur. Itu yang terpenting.

Dari pelaku e-commerce sendiri apa yang akan dilakukan untuk mengejar ketertinggalan?
Industri akan mengikuti situasi. Infrastruktur bagus, semuanya bagus maka otomatis e-commerce akan naik. Bisa dibayangkan dengan situasi seperti sekarang ini saja percepatan pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari negara-negara Asean lainnya. Orang Indonesia itu kreatif dengan kondisi ini bisa tumbuh lebih cepat, tentunya bila infrastrukturnya semakin bagus maka akan lebih cepat lagi pertumbuhannya.

Kepercayaan terhadap e-commerce masih menjadi suatu kendala. Bagaimana asosiasi menyikapi hal ini?
Dari kami sudah mengeluarkan yang namanya trust mark. Jadi bila masyarakat belanja di salah satu e-commerce seperti Lojai.com, maka akan terlihat tanda trust mark di kanan atas yang memverifikasi bahwa belanja disana aman dan merupakan anggota idEA. Untuk menjadi anggota, tentunya ada beberapa kriteria yang harus penuhi pelaku e-commerce. Jadi tidak sembarangan perusahaan bisa masuk menjadi bagian dari asosiasi kam, diperlukan legalitas.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi bahwa yang menjadi member idEA merupakan perusahaan yang identitasnya jelas dan bisa diketahui pemiliknya. Jadi bila ada masalah bisa diketahui harus melaporkan kemana.

Adakah teknologi yang digunakan untuk menjamin keamanan transaksi yang masih menjadi momok bagi pembelanja online?
Faktor secure memang harus diperkuat karena konsumen online selalu memperhatikan faktor keamanan. DI Lojai.com misalnya, telah dilengkapi dengan 3D secure system serta secure socket layer(SSL). Saat hendak masuk ke proses pembayaran, otomatis link akan berubah menjadi https (hypertext transfer protocol secure). Https merupakan kombinasi antara http da SSL/TLS. Jadi, lalu lintas data telah terenkripsi.

Kedepannya, trend e-commerce di Indonesia akan seperti apa?
Trendnya akan sangat pesat. Sekali. Saya pernah mengatakan di beberapa kesempatan, jika kita tidak terjun ke e-commerce 5 tahun lalu, itu tak masalah. Namun jika tak melakukan ini 5 tahun ke depan, maka akan menyesal.  Dimana nilai belanja retail telah mencapai US$ 100 miliar, sementara penetrasi secara online baru 0,1% nya. Sisanya merupakan potensial dan itu masih sangat besar sekali sehingga e-commerce menjadi keharusan untuk berkembang. •ANDRI/M.TAUFIK (foto)