Home Blog Page 914

KAFI KURNIA: Imajinasi Picu Naluri Bisnis

0

Rasa ingin tahu manusia berkembang dari waktu kewaktu. Rasa ingin tahu yang besar, yang bisa disebut sebagai penasaran selalu bertambah sehingga terjadi timbunan pengetahuan. Dengan pengetahuan, manusia bisa memenuhi tujuan dan cita-cita, sekaligus mencapai kepuasan hidup.

biskom-okt14.inddPENASARAN atau keingintahuan adalah bagian dari sifat manusia sebagai makhluk hidup yang berakal dan mempunyai kemampuan berfikir dan berimajinasi. Tetapi tidak banyak orang yang memanfaatkan rasa penasaran atau keingintahuannya tersebut sebagai pendorong untuk berkreasi dan mencapai tujuannya hidupnya.

Kafi Kurnia, paham betul bagaimana menikmati rasa penasarannya untuk  meningkatkan produktifitas, skill, pengetahuan, dan kreatifitasnya sebagai individu yang unik. Bahkan predikat “Biang Penasaran” disandangnya karena pemikiran-pemikirannya yang tajam, lugas dan imajinatif, yang kemudian dituangkannya dalam sebuah buku, tulisan maupun seminar-seminar motivatornya.

Penasaran bagi tokoh marketing ini merupakan biang kehidupan yang sesungguhnya. Berkat rasa penasaran, pria kelahiran tahun 1960 ini sukses membangun sendiri bisnisnya dengan mendirikan perusahaan Peka Consult Inc dan menjabat sebagai President and CEO di Akoer Group. Di samping bergelut dalam perusahaan, dirinya kerap dinantikan untuk memberikan kuliah tamu di berbagai perguruan tinggi dan perusahaan Indonesia maupun luar negeri.

“Sejak saya belajar di bangku sekolah sudah merasakan sebuah penasaran yang berkelanjutan. Secara sistematis mulai merasakan dahaga yang semakin besar, sebuah kegelisahan ingin belajar lebih banyak dan ingin tahu lebih banyak,” ujar lulusan University of Technology, Sydney ini.

Perasaan a renewable curiosity yang telah melekat sangat inten pada dirinya. Membuatnya bercita-cita ingin menjadi Biang Penasaran. “Ini yang selalu menjadi sumber energi saya untuk berkreasi,” sambungnya.

Sebagai Biang Penasaran, ia pun berhasil membuat penasaran dunia pemasaran di Indonesia dengan diterbitkannya buku yang berjudul “Anti Marketing” di tahun 2004. Banyak orang berhasil dibuat penasaran hingga karyanya tersebut laku terjual melebihi 35.000 buku. Tidak berhenti berkarya, pemikiran-pemikirannya selama dua puluh tahun lebih pun dirangkumnya kedalam sebuah buku berjudul “Biang Penasaran: Sebuah Rahasia Kehidupan”.

Bukunya ini tidak saja berbicara tentang pemasaran, tetapi juga berbagai masalah, mulai dari entrepreneur, filosofi bisnis, etik, moral, hingga kepemimpinan. Hasil pemikirannya ini diakui sebagai buku bisnis yang komplit mengupas bisnis dari berbagai sudut pandang dengan pembahasan unik yang mirip dengan sebuah rahasia kehidupan berbisnis.

cover-story-biskom-okt14-2Dengan beragam tulisan dan buku yang telah diterbitkannya, Kafi tidak sekedar mahir berteori saja. Tapi ia seorang praktisi tulen yang terbukti sukses berjualan dan memasarkan aneka jenis produk, mulai dari sirup, kecap, jeans, sepatu, pasar swalayan, buah segar, produk perbankan, real estate, produk teknologi informasi (TI), mie, hingga film. Solusi dan gaya manajemennya dikenal cerdas dan lugas. Hingga tidak sedikit melahirkan sejumlah merek besar di Indonesia, seperti Pertamax, Esia, dan Fastron.

“Kesuksesan hanya bisa diraih dengan menggali potensi diri dan kreativitas yang dimiliki secara optimal. Bila ingin maju dan sukses dalam menjalankan bisnis harus memulainya dari sesuatu aktifitas yang menjadi hobi atau kita sukai,” papar Kafi yang sejak 1988 aktif menulis tentang pemasaran karir, retail, komunikasi, perilaku bisnis, promosi dan agrobisnis.

Mengawali karir di Hero Group pada tahun 1986 sebagai trainee management dan kemudian menjabat Corporate Marketing Services, di akhir karirnya setelah empat tahun bekerja, dirinya mengaku merasa sudah cukup menimba ilmu serta kiat mengembangkan bisnis. Untuk selanjutnya ia mampu menciptakan bisnis sendiri.

Namun demikian, perjalanan bisnisnya tidak serta merta berjalan mulus, tetapi dihadapi dengan kegagalan, seperti juga yang dialami oleh pengusaha lainnya. “Namun, karena berangkat dari hobi, kegagalan tersebut saya anggap sebagai kerikil yang tidak dapat menghentikan perjalanan,” katanya sambil menambahkan bahwa kiat lain agar sukses dalam berbisnis adalah inovatif. Dengan inovasi, saat ada orang lain yang meniru bisnis yang sedang kita tekuni, kita tidak mudah putus asa karena justru hal itu mendorong kita untuk membuat sesuatu yang lebih baru.”

Selanjutnya, Majalah BISKOM berkesempatan menanyakan berbagai pandangan Kafi Kurnia terkait dunia marketing di Indonesia. Berikut ini petikan wawancaranya.

Dunia marketing begitu dinamis, bidang apapun membutuhkan seorang marketer. Melihat faktanya di Indonesia, bagaimana kesiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang marketing saat ini, terutama dari sisi jumlah?
Pengalaman saya dilapangan lebih menunjukan bahwa kita tidak harus melulu mencetak SDM lulusan Marketing secara akademis. Yang lebih penting adalah memotivasi anak-anak muda agar menggunakan imajinasinya untuk berani menggagas ide baru yang kreatif, lalu mendorong mereka agar menjadi entrepeneur muda yang tahan banting. Sekolah dan universitas bisa menyiapkan diri sebagai fasilitas inkubator untuk memberikan tempat berlatih.

cover-story-biskom-okt14-3Hal apa yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang marketer yang handal? Apa saja pendidikan yang harus ditempuh?
Seorang marketer bisa datang dari semua jenis pendidikan. Marketing sebenarnya kombinasi dari gagasan dan strategi. Strategi datang dari kombinasi analisa, taktik dan manajemen. Kombinasi ini perlu percikan imajinasi. Percikan imajinasi inilah yang memicu naluri bisnis.

Indonesia sebentar lagi menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi era tersebut? Peluang-peluang apa yang bisa kita dapatkan dari era MEA 2015?
Siap atau tidak pertempuran sudah di depan mata. Siap atau tidak kita harus menghadapinya. Kesiapan kita tergantung Pemerintah. Mirip pelatih yang menyiapkan kesebelasannya untuk bertanding. MEA akan menjadi sebuah unifikasi pasar. Peluangnya sangat luas dan tidak terbatas.

Beberapa wilayah kita bisa menjadi hub atau pusat ekonomi regional. Kemudian, beberapa wilayah dan kota di Indonesia bisa menjadi hub perdagangan hasil bumi dan sumber daya manusia. Juga bisa menjadi kawasan industri regional. Atau hub energi kawasan yang vital. Pemerintah kita harus bergiat menyiapkan sebuah peta ekonomi yang memetakan peluang-peluang tersebut dan memasarkannya kepada para investor.

Baru-baru ini, Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan, bahwa beliau membutuhkan menteri yang mempunyai kemampuan marketing. Menurut Anda, tepatkah pernyataan tersebut, dan bagaimana sambutan Bapak sebagai seorang Pakar Marketing?
Saya pikir ini komentar yang sangat pragmatis. Tahun depan 2015 adalah tahun implementasi ASEAN free trade region yang secara kompetisi Indonesia harus siap bersaing. Bukan saja terhadap ASEAN dan Asia, tetapi juga secara global. Di dalam negeri sendiri kita perlu menciptakan ketahanan pasar domestik. Dua tujuan ini jelas butuh orang-orang marketing yang handal, yang siap tempur, yang siap bersaing. Dan yang paling penting bisa memenangkan pertempuran bisnis.

Bidang marketing tidak bisa terlepas dari dunia komunikasi. Sikap seperti apa yang Anda himbau harus dimiliki oleh para marketers?
Kemampuan berkomunikasi sebenarnya sebuah skills yang sangat mendasar. Misalnya guru dan orang tua harus cakap berkomunikasi kepada anak. Diplomat cakap berkomunikasi sehingga punya skills diplomasi. Pedagang cakap berkomunikasi sehingga punya skills negosiasi. Hanya saja untuk para marketers kemampuan berkomunikasi itu dinamakan promosi. Dasar komunikasi tetap sama. Seni dan variasinya yang berbeda-beda.

cover-story-biskom-okt14-5Bagaimana Anda melihat kaitan antara marketing dengan internet?
Internet membuat dunia kita tidak lagi memiliki batas geografis. Ini yang membuat masyarakat kita menjadi “borderless”. Indonesia membutuhkan sebuah infrastruktur internet yang baik. Pemerintah harus menderegulasi internet. Memprioritaskan pembangunan broadband di seluruh Indonesia secara cepat dan efektif.

Internet mirip jalan toll yang harus digratiskan. Lihat saja bagaimana internet mempengaruhi ekonomi di India, China, Taiwan dan Korea Selatan. Indonesia bisa menikmati pertumbuhan dan kemajuan ekonomi yang sama. Internet bukan masalah penjualan online saja. Kita harus melihat gambar besarnya, yaitu transaksi dagang bukan hanya jualan.

Adalah tugas pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menciptakan kawasan internet Indonesia yang cepat dan efektif serta aman. Infrastruktur e-payment lewat internet yang harus segera digagas pemerintah. Bukan seperti sekarang yang masih sangat primitif.

Bagaimana pandangan Anda tentang kondisi pendidikan nasional saat ini? Apakah lulusan kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain?
Sistem pendidikan kita sebenarnya sudah sangat maju. Hanya saja pendidikan yang berkualitas di Indonesia sangat mahal dan hanya bisa dinikmati oleh masyarakat atas. Pemerintah harus melakukan revolusi kurikulum. Lebih praktis dan jauh dari hafalan. Guru-guru harus dididik ulang dan ditingkatkan kesejahteraannya. Pendidikan dasar kita secara massal harus sangat berkualitas.

Bagaimana menurut Anda sosok menteri ideal yang mampu membawa perkembangan teknologi dan penelitian ke arah yang lebih baik di masa pemerintahan Joko Widodo?
Pengalaman saya, teknologi seringkali hanya diumbar sebagai teknologi yang ultra tinggi. Teknologi dan riset sederhana seringkali diabaikan karena dianggap tidak bermutu dan nilai ekonominya rendah. Saya kurang setuju. Indonesia membutuhkan riset dan tekhnologi di bidang pertanian dan perikanan yang bisa membantu kesejahteraan petani dan nelayan. Ini prioritasnya!

cover-biskom-okt14Kedua, Indonesia sedang tumbuh pesat, maka prioritas kedua harus di bidang infrastruktur dan energi. Indonesia saat ini terancam krisis energi. Prioritas ketiga adalah internet untuk memotivasi tumbuhnya banyak entrepeneur muda yang kaya ide dan berwawasan global.

Bagaimana wajah TI Indonesia kedepan menurut kaca mata Anda? Di bidang apakah teknologi akan mampu menopang perekonomian negara?
Indonesia sendiri secara pasar adalah pasar yang besar untuk TI industri. Tak heran apabila perusahaan besar dunia mengincar Indonesia. Kita harus memikirkan sebuah wacana pertambahan nilai atau added value. Karena untuk membangun industri dari nol, biayanya akan sangat mahal dan waktunya akan terlalu lama.

Pertambahan nilai adalah kunci strategisnya. Misalnya saja industri animasi sangat besar potensinya dikembangkan di Indonesia. Industri film juga punya potensi yang luar biasa. Indonesia dari content punya kekayaan budaya yang sangat luar biasa. Content budaya ini bila dikemas ulang secara kreatif bisa menjadi nilai tambah yang mahal nilainya. Indonesia memiliki ribuan pengrajin tersebar diseluruh wilayah Nusantara. Skills mereka sudah teruji turun temurun. Hanya saja desain dan kemasan-nya harus mendapatkan sentuhan inovasi yang kreatif.

Bilamana keduanya disinergikan menjadi sebuah kemasan produk inovatif. Saya percaya sumbangannya bagi pembangunan ekonomi Indonesia menjadi sangat nyata dengan nilai tinggi.

Semoga dengan pemerintahan baru besok, perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, apalagi teknologi telah banyak banyak disebut-sebut oleh Presiden terpilih Jokowi untuk digunakan di berbagai bidang, seperti e- Procurement, e-Budgeting, e-Controlling, dan lain sebagainya. •ANDRI

Onno Ajak Mahasiswa UNJ Hadapi Serangan Cyber

0

01. Foto acara Seminar Cyber DefencePAKAR internet Onno W. Purbo memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang cyber defence kepada para peserta seminar “Cyber Defence Dalam Menuju Indonesia Baru” di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta (16/10).

Kegiatan tahunan yang diadakan oleh Resimen Mahasiswa UNJ dan dihadiri sekitar 250 peserta ini dibuka oleh Prof. Dr. Dja’ali yang juga selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta periode 2014-2018.

Dalam sambutannya, Dja’ali mengatakan, “Serangan yang datang ke Indonesia bukan hanya melalui serangan konvensional, melainkan serangan dari teknologi atau yang lebih dikenal sebagai cyber crime. Atas dasar itulah di erlukannya pemahaman mengenai cyber defence untuk menjaga data penting agar tidak tercuri oleh peretas.”

Pada kesempatan ini, Onno W. Purbo memberikan beberapa tips agar personal computer kita sulit untuk diretas oleh para hacker. Ia juga memberikan praktik cara mengenali serangan serta melakukan cyber defence.

02. Foto acara Seminar Cyber Defence“Saat ini, serangan cyber menjadi semakin merajalela, akibat dari semakin banyaknya para pengguna ponsel pintar serta meningkatnya aktivitas internet dari masyarakat luas,” katanya.

Onno juga mengatakan jumlah serangan yang terjadi di Indonesia setiap harinya menyentuh angka jutaan. “Dengan banyaknya serangan yang terjadi, turut mengakibatkan internet di Indonesia lambat,” paparnya.

Pada kesempatan ini, Onno Center International, yayasan teknologi informasi (TI) dimana Onno W. Purbo menjadi ikon, juga menyampaikan paparan. Pendiri Onno Center, Soegiharto Santoso menjelaskan mengenai kegiatan dan tujuan Onno Center kedepan dalam mencerdaskan bangsa yang berbasis pada ilmu pengetahuan.

Juga hadir sebagai pembicara Kol. Ir. Bagus A. Soewardi (Analis Madya Nirmiliter Kemhan). ARIE

Ketika TI Timbulkan Persoalan Hukum

0

Internet and lawAPAKAH hukum dengan teknologi informasi (TI) merupakan dua hal yang berseberangan sehingga kerap terjadi singgung-singgungan sampai menimbulkan persoalan hukum? Bagaimana tidak, TI yang sudah punya perangkat atau produk hukum sendiri seperti UU ITE dan UU Telekomunikasi, masih juga bisa dijerat dengan UU Pemberantasan Tipikor atau bahkan lebih parahnya lagi bisa memakai pasal KUHPidana.

Masalahnya terkadang, barang bukti dan fakta di persidangannya seringkali tidak benar. Ini lah yang terjadi pada kasus PT Indosat Mega Media (IM2), dimana mantan Presiden Direktur IM2, Indar Atmanto, yang menjadi korban.

Kita dapat melihat, apakah hukum positif tidak bisa harmonis dengan begitu dinamisnya perkembangan TI sampai melahirkan ‘revolusi’ TI? Seorang Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Prof. Dr. Ahmad M Ramli, SH.MH mengatakan, “Hukum yang bersifat sektoral semakin hari semakin menampakkan wujudnya dan semakin sukar untuk dihindari dan hal itu tampak pula dengan nyata pada bidang TI.”

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat terakhir ini, kata Ahmad, telah membawa dampak kepada tingkat peradaban manusia yang membawa suatu perubahan besar dalam membentuk pola dan perilaku masyarakat.

Kecenderungan terus berkembangnya teknologi tentunya membawa berbagai implikasi yang harus segera diantisipasi dan juga diwaspadai. Upaya itu sekarang telah melahirkan suatu produk hukum dalam bentuk Undang-undang No. 11 /2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun dengan lahirnya UU ITE atau bahkan UU Telekomunikasi, belum semua permasalahan menyangkut masalah ITE atau telekomunikasi dapat tertangani.

Persoalan tersebut antara lain dengan lahirnya UU No. 11/2008 tentang ITE, tidak semata-mata UU ini bisa diketahui oleh masyarakat pengguna TI dan praktisi hukum. Di sini salah satu masalahnya rupanya. Tak ayal jika antara praktisi hukum dengan praktisi TI pun berbeda pandangan, malah menimbulkan singung-singgungan sampai menimbulkan persoalan hukum.

Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi ke depannya, dan seperti dikatakan Indar Atmanto yang mengaku ada kesalahan penentuan dalam subjek hukum, “Saya tak ingin menyaksikan anak bangsa lainnya harus terseret kasus seperti yang saya alami karena kesalahan dalam memahami aturan telekomunikasi di Indonesia,” kata Indar.

Semoga harapannya terwujud, selamat membaca.

Channel Works Gelar Certification Training CP Plus

0

Channel Works selaku pemegang brand CP Plus yang memproduksi perlengkapan CCTV Surveillance System menggelar Certification Training yang ditujukan kepada para partnernya.

CERTIFICATION  Training berlangsung selama dua hari pada 13-14 Oktober 2014, di Swiss Belinn Airport Hotel, Jakarta ini dilakukan dalam rangka untuk memberikan pembekalan pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai produk-produk CP Plus.

Perusahaan yang berbasis di Singapura dan sudah memiliki cabang di lima negara, yaitu Srilanka, India, Vietnam, Philipina dan Indonesia yang secara resmi baru masuk pada April 2014 lalu ini hanya membatasi 20 peserta meskipun peminat yang ingin mengikuti pelatihan lebih dari 40 orang.

Menurut Country Manager Channel Work Indonesia, Kurniadi Sanjaya, certification training ini sudah dilakukan di mancanegara dan baru sebulan lalu diadakan di Ho Chi Minh, Vietnam selama dua hari dengan biaya registrasi US$ 500 perorangnya. Tetapi sebagai perdana atau pertama kalinya di Indonesia maka peserta tidak dibebani biaya. “Ini merupakan salah satu bentuk support kami kepada para partner agar lebih mengenal produk-produk CP Plus sehingga dalam melayani pelanggannya dapat memberikan solusi yang terbaik,” ujar Kurniadi di Jakarta (14/10).

Materi yang diberikan meliputi, dasar-dasar pengetahuan IP Camera, Hybrid Camera, cara mensetup digital video recorder (DVR) dan network video recorder (NVR), lalu cara mendesain surveillance system. Tidak ketinggalan, teknologi terbaru berupa software Optimus pro, software NVR yang sudah embedded dengan video analytics function, seperti untuk object counting, people counting, object missing dan instrusion, serta software Cloud System terbaru dari CP Plus.

cp plus-biskom-2Setelah pelatihan juga diadakan ujian kelulusan untuk mendapatkan sertifikasi dan kartu ID. “Jadi mereka yang mengikuti pelatihan merupakan teknisi bersertifikasi dari CP Plus. Sertifikasi ini berguna sekali bagi mereka untuk digunakan di projek, baik untuk instalasi maupun maintenance,” tambah Kurniadi.

Dengan banyaknya minat dan semakin besarnya market CP Plus di Indonesia, certification training akan menjadi kegiatan rutin yang akan selalu diadakan. Apalagi dengan bertambahnya master dealer yang awalnya hanya dua   yang berpusat di Jakarta, kini hanya dalam hitungan bulan bertambah menjadi enam master dealer yang juga berada diluar kota Jakarta. “Kami menargetkan hingga akhir tahun ini akan mencapai 10 master dealer yang tersebar dibeberapa titik kota besar,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Sumir Bajaj, Technical Support Manager Channel Works Singapore mengatakan, Channel Works yang membawa merek CP Plus telah mencapai pertumbuhan yang menggembirakan. Pada 2013, lebih dari 200% untuk omset dalam setahun. Kami menargetkan untuk memiliki pertumbuhan yang sama untuk 2014 ini.

“Untuk mencapai target tersebut, di pasar berkembang seperti Indonesia, kami memperluas tim kami dengan lebih dari 100% pada tahun 2014. Kami juga menargetkan pengembangan di daerah secara langsung di sekitar 7 kota besar di Indonesia. Perluasan tim Indonesia saat ini untuk penjualan dan dukungan pra dan purna jual. Sedangkan dalam hal pengembangan jaringan, dealer telah mencapai dua kali lipat kapasitas jaringan dealer kami di seluruh Asia Selatan dan ASEAN,” paparnya.

Sumir menambahkan, Channel Works dengan penuh dedikasi bersama mitra dan end-user mendengarkan kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan. Solusi CP Plus sangat kuat, dapat diandalkan, bernilai estetis dan mudah digunakan. Selain itu, CP Plus juga menawarkan hasil investasi yang menguntungkan pada konsumen, dengan memberikan produk berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. •ANDRI

Artikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI APRIL 2014
– KURNIADI S. SANJAYA: CP Plus Berikan Servis Terbaik
– Channel Works Kenalkan CCTV Canggih Dari Jerman
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI MEI 2014
– RAMAN MADAN: Channel Works Tawarkan Solusi Surveillence Terlengkap
– Channel Works Gelar Certification Training CP Plus

Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan

0

1. Brigjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.KAPOLRI melakukan rotasi di tubuh kepolisian guna penyegaran tugas. Sebanyak sembilan jenderal menempati posisi yang baru, termasuk pergantian tiga Kapolda. Sementara dua jenderal persiapan masa pensiun.

Mutasi jabatan tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1956/X/2014 tertanggal 3 Oktober 2014. Mereka yang dimutasi ada
11 jenderal, diantaranya ada yang memasuki massa pensiun dan promosi jabatan.

Adapun mereka yang pensiun adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, Komjen Suparni Parto.
Posisi jenderal bintang tiga ini selanjutnya diisi oleh Irjen Djoko Mukti Haryono yang sebelumnya menempati Wakil Kepala Baintelkam.
Selanjutnya, Kapolda Bengkulu diisi oleh Brigjen Ghufron yang sebelumnya berada di kursi Kepala Biro Operasional Baharkam.

Sementara Brigjen Tatang Somantri yang menjabat Kapolda Bengkulu dalam massa persiapan pensiun. Selanjutnya, posisi Brigjen Ari Dono di Kapolda Sulawesi Tengah digantikan oleh Brigjen Idhan Aziz yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Bareskrim Polri.

2. Foto bersama Brigjen Pol. Rycko Amelza Dahniel dan Irjen Pol. Iza FadriPergantian jabatan juga ada di tubuh Asisten Sarana dan Prasarana (Assarpras) yang ditempati Irjen Tubagus Anis Angkawijaya. Kursi setingkat dirjen ini selanjutnya diisi oleh Irjen Erry Subagyo yang sebelumnya menjabat staf ahli manajemen Kapolri.

Selain itu, posisi Kapolda Sumsel yang ditempati Irjen Saud Usman Nasution diisi oleh Irjen Iza Fadri yang sebelumnya menjabat Ketua STIK-PTIK. Saud sendiri menempati pos baru sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sementara posisi Irjen Iza Fadri digantikan oleh Brigjen Rycko Amelza Dahniel yang sebelumnya menjabat Wakil Kapolda Jawa Barat. Posisi ini merupakan promosi bagi eks Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menempati posisi bintang dua. Rycko sendiri dianggap mumpuni berada di Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) dengan gelar doktor yang disandangnya.

3. Irjen Pol Prof. Dr. Iza Fadri, SIK, SH, MHAcara pisah sambut Gubernur PTIK dari Irjen Iza Fadri ke Brigjen Rycko Amelza diselenggarakan di Gedung Auditorium PTIK, Jakarta (14/10). Dalam sambutannya, Brigjen Rycko Amelza berharap agar seluruh pimpinan di STIK-PTIK, termasuk guru besar, dapat menempatkan ilmu kepolisian sebagai bidang ilmu pengetahuan yang memiliki paradigma sendiri.

“Ilmu kepolisian memiliki Epistemologi, Ontologi, Aksiologi serta Metodologi sendiri yang berbeda dengan ilmu pengetahuan lain sehingga harus benar-benar dikuasai dan diterapkan. STIK-PTIK harus mampu meluluskan perwira-perwira dengan kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia,” paparnya.

Soegiharto Santoso selaku pengurus APKOMINDO mengatakan, “Dengan kepemimpian Brigjen Rycko Amelza sebagai Ketua STIK-PTIK, maka kami yakin mampu meluluskan perwira-perwira Polri dengan kualitas terbaik, sehingga aparat Polri akan bekerja semakin profesional dan proporsional, transaparan serta akuntabel, dengan demikian kepercayaan dan legitimasi masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat. Karena komitmen Polri sebagai aparat negara adalah berorientasi pada kepentingan masyarakat. Selamat bertugas, semoga jaya Kepolisian Indonesia.” ujar Soegiharto. (R)

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

TELAH TERBIT BISKOM EDISI OKTOBER 2014

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Kafi Kurnia, Pakar dan Motivator Pemasaran.

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Oktober 2014 diantaranya:

• COVER STORY: Kafi Kurnia, Pakar dan Motivator Pemasaran: Imajinasi Picu Naluri Bisnis

• HEADLINE:
–    Kiamat Internet di Depan Mata

• FIGURE:
–    Akmadi Abbas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI): Inovasi dan Teknologi Indonesia Masih Rendah
–    Tarun Sareen, Head EMC IT Asia Pacific & Japan (APJ) and APJ Theater Lead EMC Corp: Mega Tren TI Jadi Pendorong Bisnis
–    Fetra Syahbana, Country Manager F5 Indonesia: F5 Optimalkan Aplikasi Perusahaan

• FOCUS:
–    Kerikil Tajam di Perjalanan IM2
–    Berharap Take and Give Dari Facebook
–    Menanti Implementasi Sistem Haji Elektronik
–    Mengenal Destika, Si Kembang Desa
–    Dicari, Ribuan Ahli Security!
–    Selamatkan Pendidikan Dari Ancaman Internet

• REVIEW & CELLULAR:
–    Lenovo Yoga 3 Pro
–    Lenovo N300
–    Canon Pixma iP110
–    Samsung NX1
–    Huawei Honor
–    Blackberry Passport
–    Advan Vanbook W100
–    Ricoh WG-30

• SNAP:
–    Belajar TI Dari Kanada
–    Gandeng Trend Micro, Mito Luncurkan Fantasy Selfie Generasi 2
–    Domain .id Paling “Cepat” se-Asia Pasifik
–    Printer POS Epson No 1 di Asia Tenggara
–    LIPI: Jelang MEA 2015, Indonesia Harus Berbenah
–    Dukung Penggiat Startup, Kemkominfo Luncurkan Hub.id
–    Veritrans Tingkatkan Kemampuan Payment Gateway
–    157 Users Rasakan Blusukan Online Onno Center
–    Onno Ajarkan Buat Video Selfie Streaming
–    Onno Ajak Mahasiswa UNJ Hadapi Serangan Cyber
–    Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
–    Taiwan Kenalkan Industri Fasteners, Health & Beauty
–    Channel Works Gelar Certification Training CP Plus

Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

 

Mengenal “Destika” Si Kembang Desa

0

Sudah dua tahun ini, Destika muncul jadi kembang desa. Ia jadi pembicaraan masyarakat desa dan para pemangku kepentingan di dalamnya. Semua mata tertuju padanya apalagi nama Destika masih kedengaran asing. Karena itulah digelar festival tahunan, agar masyarakat desa lebih mengenal Destika.

DestikaFESTIVAL Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi (DesTIKa) kembali digelar pada 26 – 27 September 2014 di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kali ini peserta datang dari beragam desa di 18 Propinsi, mulai dari Gampong Cot Baroh, Kabupaten Pidie, Aceh hingga Kampung Nurawi Miosindi, Kabupaten Yapen, Papua. Festival DesTIKa pertama berlangsung pada Agustus 2013 di Desa Melung, Banyumas, Jawa Tengah.

“Desa-desa perlu difasilitasi untuk menghasilkan sesuatu, menghasilkan rupiah. Timbul lah kebijakan untuk memberikan fasilitasi kepada desa. Perangkat komputer dan modem mulai ada pada 2010 bagi 323 desa, guna mempercepat komunikasi dalam roda pemerintahan desa,” ungkap Bupati Majalengka, Sutrisno, saat pembukaan Destika (26/9).

Dengan teknologi informasi (TI), imbuh Sutrisno, komunikasi antar pemangku kepentingan menjadi lebih mudah. Dn yang terpenting, dengan TI unggulan Majalengka akan mudah dikenal dunia. “Sekarang orang banyak berdatangan ke Lengkong Kulon dan hanya menikmati nasi uduk juga karena teknologi informasi. Mudah-mudahan nanti duren dan produk unggulan Majalengka lainnya bisa ikut terdongkrak juga,” ujar Sutrisno.

Bupati mengklaim, Pemkab Majalengka sudah memfasilitasi sejumlah desa dengan perangkat komputer dan modem. Perangkat itu kata dia bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat desa. “Tadinya ingin agar pelayanan PBB dilayani di desa, kemudian tagihan listrik, penjualan voucher ponsel, dan transfer keuangan sehingga masyarakat desa bisa lebih berdaya,” ucapnya.

Festival yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) ini bekerjasama dengan Gerakan Desa Membangun (GDM) dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Majalengka. Gelaran ini membahas sistem informasi pembangunan, sistem informasi desa dan optimasi web desa, open source (perangkat lunak sumber terbuka) untuk mendukung TI perdesaan, branding dan marketing produk desa, pemberdayaan 2.0, rencana aksi pelaksanaan Undang-undang Desa, dan berbagai pemanfaatan TI perdesaan.

Sebagai ajang teknologi akbar penggiat desa, Festival Destika memberikan apresiasi penghargaan Destika Desa.id. Penghargaan hasil kerjasama Kemkominfo dan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) ini diberikan kepada enam pemerintah daerah yang berhasil mendorong pemanfaatan TI di kawasan perdesaan.

Keenam pemerintah daerah ini dinilai berhasil dalam mengoptimalkan penggunaan domain desa.id untuk memajukan desa lewat website. Hadiah diberikan kepada perwakilan Gampong Cot Baroh, Kabupaten Pidie, Aceh; Desa Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat; Desa Bakbakan, Kabupaten Gianyar, Bali, Desa Batu Meranti, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan; Desa Lakawali, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan; Kampung Nurawi Miosindi, Kabupaten Yapen, Papua.

Penghargaan Desa.id diberikan juga kepada Dishubkominfo Kab. Majalengka Jawa Barat, Dishubkominfo Kab. Tanahbumbu Kalimantan Selatan, Dishubkominfo Provinsi Jawa Barat, dan Dishubkominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengukuhan Relawan TIK juga dilakukan dengan penyematan pin oleh Bupati Majalengka, Dirjen Aptika, dan Direktur Pemberdayaan Informatika. Para Relawan TIK bersama Lingkar Belajar Desa Membangun telah bergerak memanfaatkan TIK untuk mengangkat potensi desa. Dalam festival ini, para penggiat desa ini berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan TI dalam tata kelola pemerintah dan keterbukaan informasi publik desa. Relawan TIK siap mendampingi pemanfaat TI dalam pembangunan desa. Ada sekitar 6.000 relawan TIK yang siap mendampingi di seluruh Indonesia.

Bangun Jaringan Internet Desa Mandiri

Kendati membahas website, perwakilan desa masih mengeluhkan infrastruktur jaringan internet yang belum merata. Karenanya, Pakar Internet Onno W. Purbo, menawarkan solusi untuk mendukung TI Perdesaan 2.0.

Untuk Desa yang tidak memiliki sinyal ponsel, kata Onno, jaringan internet desa dibuat dengan menitip alat pemancar dari desa terdekat yang memiliki sinyal operator internet. Rangkaian modem dan router dipasang di rumah warga desa tetangga untuk menjaga keamanan alat.

Program Radio Mobile Wireless untuk merancang radio bisa diunduh gratis. Investasi alat yang digunakan untuk membuka akses internet, pemancar WiFi, atau TV serta radio desa berkisar di bawah Rp.2 juta. “Bikin server sendiri di masing-masing desa atau antardesa. Masing-masing desa bikin TV di internet. Tidak perlu izin kan? Bikin radio dan web di internet. Tapi, internet desa itu lokal. Tidak perlu pakai internet, tapi intranet,” usul Onno.

Onno pun memberikan ide untuk desa menghasilkan konten lokal yang khas. Masyarakat desa bisa memiliki pilihan konten di luar media massa nasional. “Akses internet bisa kita bikin sendiri. Tinggal gimana caranya supaya orang pintar hingga bisa bikin sendiri. Harga pengadaan internet kan seharga handphone biasa. Tidak perlu uang sampai miliaran. Kuncinya bukan di duit, tapi di ilmu,” cetus Onno.

Transparansi Lewat Website

Semua berawal dari gagasan Domain Tingkat Dua (DTD) baru “Desa.id oleh Kepala Desa dalam dalam acara Sarasehan #Juguran Blogger Banyumas 2012. Usulan domain khusus desa sudah pernah diutarakan oleh RPDN pada April 2012. Pembahasan berlanjut oleh penggiat Gerakan Desa Membangun (GDM) hingga usulan Desa.id diterima sebagai DTD dalam rapat Forum Nama Domain Indonesia. Pada 1 Mei 2013, domain Desa.id resmi diluncurkan. Sosialisasi Desa.id ini dibantu dengan dukungan dari PNPM Mandiri Banyumas pada Rapat Koordinasi PNPM Banyumas.

Program 1000 Web Desa Gratis pun menggebrak pada penutupan Festival DesTIKa pertama di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas. PANDI menggratiskan penggunaan domain Desa.id selama satu tahun. Penikmat layanan gratis ini pun harus berkomitmen untuk aktif mengisi konten website. Hingga pada Festival DesTIKa kedua, tercatat ada sekitar 1.300 website desa sudah aktif. Mulai 1 Oktober 2014, layanan ini sudah mulai berbayar untuk pendaftaran dan biaya hosting (tempat di internet untuk menyimpan data website).

Website dapat menyampaikan potensi dan sumber daya alam kepada masyarakat desa hingga dunia. Keberadaan website desa dan email bisa menggerakkan akses sumber daya desa untuk bisa diminati daerah lain. Jalur komunikasi pun meluas. Langkah ini bisa membuka akses perdagangan antardesa dan pengembangan kawasan perdesaan sesuai amanat Undang-undang Desa.

“Kebutuhan pemerintah daerah menyiapkan sistem informasi desa, jaringan, dan SDM-nya. Desa yang mau maju ada kebutuhan mencari informasi,” ujar Ketua Umum PANDI, Andi Budimansyah.

Andi menambahkan, teknologi website desa juga berperan penting dalam membuka data desa, pembangunan desa, kawasan perdesaan, dan sebagainya ke ranah publik. UU Desa juga sudah mengamanatkan sistem informasi pembangunan desa.

Sistem ini resmi dijalankan pemerintah desa untuk melindungi dari potensi penipuan dunia maya, akses pendaftaran domain Desa.id hanya untuk desa. Pengajuan pun harus persetujuan kepala atau sekretaris desa. “Yang paling penting dari penggunaan domain Desa.id adalah kejelasan identitas. Sudah diverifikasi PANDI. Tidak ada domain Desa.id palsu,” ujar Andi.

Website desa juga memudahkan masyarakat untuk mengakses data publik. Praktik baik inovasi desa bisa dilihat dari contoh aplikasi interaksi dengan kepala desa. Dengan membuka akses data ke publik, website dapat mengajak masyarakat untuk aktif mengoreksi data desa.

“Salah satu asas dalam pembuatan UU Desa adalah partisipasi. Kepala desa harus melibatkan partisipasi publik. Peraturan Desa harus dibicarakan di Badan Musyawarah Desa. Bikin peraturan itu perlu koordinasi dengan masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Bambang Heru Tjahjono.

Bambang menjelaskan program Indonesia Melek TI (peningkatan literasi TI), Indonesia Informatif (sadar dan berbagi informasi), dan Indonesia Broadband (seluruh wilayah tersambung jaringan Broadband Palapa Ring Project) siap mendukung desa memanfaatkan TI. Pemanfaatan TI ini sudah memasuki ranah hak masyarakat mendapatkan informasi dan kewajibannya.

“Masyarakat memperoleh hak kekayaan dan kewajiban, bisa memanfaatkan kualitas sistem, kualitas hidup, serta melakukan kontrol penggunaan teknologi informasi ke arah yang lebih baik,” ujar Bambang.

Ia mengatakan, Indonesia menuju era broadband sehingga diharapkan semua berpartisipasi dengan menyukseskan desa berbasis TI. “Kami telah membangun beberapa infrastruktur guna mewujudkan itu, seperti Desa Berdering, pusat layanan internet kecamatan, dan mobile pusat layanan internet kecamatan,” kata Bambang.

Membangun Gampong dengan TI Terintegrasi

Adalah dua pemuda, Safwaturrahman dan Muhammad Dahlan Gantoe, dari Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, yang peduli dengan kemajuan Gampong terutama dalam bidang pemanfaatan TI. Mereka berdua mendapat undangan resmi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk menghadiri Festival Destika di Majalengka , Jawa Barat.Gampong Cot Baroh merupakan sebuah Gampong di Kemukiman Aron, Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie yang telah lama memiliki website www.gampongcotbaroh.desa.id menggunakan domain desa.id domain khusus yang diperuntukan untuk website Desa/Gampong.

Keduanya sangat mengharapkan agar semua walikota/bupati di Aceh bisa meniru apa yang dilakukan Bupati Majalengka yang membuat daerahnya menjadi tuan rumah tempat diadakan Festival Destika. “Kami sangat mengharapkan kepada walikota/bupati di Aceh untuk lebih memperhatikan gampong-gampong di Aceh yang telah aktif di bidang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mempromosikan potensi gampong secara online,” ucap Safwaturrahman.

Dari Festival Destika kedua ini, Gampong Cot Baroh berhasil mendapatkan Desa.id DesTIKa Awards 2014 sebagai penghargaan atas inisiatif dan kreativitas Cot Baroh dalam pemanfaatan TI dan penggunaan domain “ Desa.id” yang diberikan oleh Kemenkominfo bersama Pandi.

“Ini menjadi sejarah baru dalam bidang kemajuan TI perdesaan Internet Gampong di Kabupaten Pidie dan Gampong Cot Baroh pada khususnya dan Aceh pada umumnya,” kata Safwat.

Untuk mendapatkan penghargaan ini, terang Safwat, tidak terlepas dari beberapa kriteria penilaian yaitu mengunakan domain Desa.id, website selalu terupdate, mengangkat isu gampong/perdesan dan informasi berguna bagi masyarakat. •IWA

LIPI: Jelang MEA 2015, Indonesia Harus Berbenah

0

LIPI-biskomPASAR Bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera diberlakukan pada tahun depan. Sayangnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai bahwa kondisi Indonesia saat ini cukup mengkawatirkan karena kapasitas inovasi, kapabilitas teknologi dan kemampuan industri masih terkategori rendah.

Akmadi Abbas, Plt. Kepala LIPI mengatakan bahwa inovasi berbasis IPTEK dan produktivitas merupakan kunci untuk memenangkan persaingan dalam era perdagangan bebas ASEAN. “Perdagangan bebas dapat dianggap sebagai suatu hal positif jika pemain yang berperan di dalamnya memiliki berbagai kompetensi dan kemampuan yang mumpuni, salah satunya bidang inovasi dan teknologi,” ungkapnya di Jakarta (9/10).

Sementara Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) LIPI, Trina Fizzanty menambahkan, Indonesia sebaiknya segera melakukan perbaikan mendasar bila ingin menjadi pemenang dan negara termaju di kawasan ASEAN dengan ekonomi nomor tujuh terbesar di dunia. “Sektor yang perlu dibenahi adalah kapasitas inovasi, kapabilitas teknologi dan kemampuan industri yang masih rendah. Indikator ini ditunjukkan dari jumlah paten Indonesia yang relatif rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya,” jelas Trina.

LIPI-biskom-2Berdasarkan hasil riset Pappiptek pada tahun lalu, lanjutnya, hanya segelintir industri nasional yang bisa menembus pasar ASEAN bahkan global. Itu pun baru pada tataran ekspor atau maksimum baru pada investasi fasilitas produksi dan belum ditemukan industri yang berinvestasi pada litbang di negara lain seperti Tiongkok.

Berkaca dari hal itu, negeri ini tentu perlu segera berbenah diri jika tidak ingin terlindas dalam persaingan global. Untuk mencari solusi tentang persoalan tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengupasnya dalam Forum Tahunan Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (IPTEKIN) Nasional IV pada Kamis, 9 Oktober 2014.

Forum IPTEKIN Nasional IV bisa menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa persaingan dalam era keterbukaan perdagangan ini tidak bisa bertumpu pada strategi ekonomi maupun perdagangan semata, tapi juga dalam investasi penelitian dan pengembangan (litbang) inovasi maupun teknologi.

Acara yang menginjak tahun ke-4 penyelenggaraan tersebut menghadirkan tiga pembicara utama yang handal di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Sarah Cheah dari National University of Singapore (NUS) dan pernah menjabat sebagai Vice Chairman AStar ETPL, Ilham Habibie ilmuwan dan pengusaha yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia, dan LT Handoko, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI. •ARIE

RICOH PENTAX K-S1: DSLR Dengan Lampu LED

0

Pentax K-S1-2RICOH secara resmi memperkenalkan kamera DSLR terbarunya yang bernama Pentax K-S1. Berbeda dari kamera kebanyakan, Pentax K-S1 tampak unik karena hadir dengan rangkaian LED warna-warni pada tombol power, OK, tombol putar, serta grip. LED yang disebut ‘llumination interface system’ ini bukan hanya berfungsi sebagai hiasan saja. Lampu LED akan berkedip ketika mode pengambilan gambar berubah. Misalnya, lampu warna hijau menandakan Anda sedang memotret, sedangkan lampu warna merah menandakan sedang merekam video. Saat fungsi Face Detection diaktifkan, jumlah lampu LED yang menyala di grip juga sama dengan jumlah wajah yang dideteksi

Tampilan Pentax K-S1 tambah unik dengan posisi tombol putar pemilih mode pemotretan yang tidak lazim. Tombol putar tersebut kini diletakkan di belakang kamera. Posisinya ada di dekat tombol navigasi yang biasa digunakan untuk mengakses menu di samping layar LCD 3 inci miliknya. Menu dan antarmukanya juga dirancang ulang oleh Ricoh sehingga lebih minimalis dan mudah digunakan.

Pentax K-S1-1Kamera DSLR ini dilengkapi dengan sensor CMOS APS-C beresolusi 20.1 megapiksel ditambah dengan prosesor gambar PRIME MII. Berkat sensor dan prosesornya ini, kamera mampu memotret tanpa henti dengan kecepatan 5.4 fps dengan opsi pengaturan ISO hingga ISO 51.200. Bukan itu saja, Pentax K-S1 ini telah mendukung kecepatan rana super cepat hingga 1/6000 detik.

Pentax K-S1 juga hadir dengan dukungan fitur AA filter simulator, kecepatan shutter mencapai 1/6000 (dengan burst rate mencapai 5.4 frame perdetik). Tertanam pula fitur in-body shake reduction dan kemampuan mengatasi debu yang masuk ke dalam kamera. Selain itu, kamera ini juga memiliki kemampuan merekam video full HD dengan format H.264.

Pentax K-S1 yang hadir dalam 9 pilihan warna bodi ini telah tersedia sejak bulan September 2014. Harganya US$ 799.95 atau sekitar 9,6 juta rupiah, lengkap dengan lensa 18-55mm. •

Gandeng Trend Micro, Mito Luncurkan Fantasy Selfie Generasi 2

0

Mito-Biskom-1SETELAH sukses dengan A77 Fantasy Selfie yang diluncurkan ke pasar pada Mei 2014 lalu, Mito kembali meluncurkan dua smartphone terbaru mereka: A18 dan A330.

Smartphone generasi Fantasy Selfie 2 ini sesuai namanya, dipersembahkan bagi mereka yang hobi memotret diri sendiri, alias selfie. Karenanya, A18 dan A330 masih mengadopsi sensasi kamera putar di bagian atas yang mudah disesuaikan untuk membidik ke depan atau ke belakang.

“Ponsel selfie kini tengah tren, peminatnya sedang meningkat. Kami mencoba menangkap gerak pasar itu,” kata Manajer Pemasaran Mito Mobile, Joshua Wisnu Wardhana, saat peluncuran smartphone tersebut di Jakarta (7/10).

Mito A18 dibekali dengan Twist Camera beresolusi 12 megapiksel, lengkap dengan lampu flash yang akan sangat memanjakan pengguna untuk mengabadikan setiap moment berharga.

Mito-Biskom-2Fitur Voice Capture juga tersemat di dalam ponsel canggih ini, sehingga para pecinta selfie bisa mengucapkan perintah suara “Capture” atau “Cheese”, maka smartphone akan langsung melakukan pemotretan, sehingga pengguna tidak perlu menekan menu kamera untuk memotret.

Dengan dukungan penuh prosesor Quad-Core 1,3 Ghz besutan MediaTek, dan RAM sebesar 1 Gb, para pengguna akan terasa dimudahkan saat membuka berbagai aplikasi berat di A18.

Sementara smartphone Mito A330 didukung oleh Twist Camera beresolusi 8 megapiksel, serta scene mode yang cukup komplit seperti Auto, Normal, Night, Sunset, Potrait, Landscape, dan Sports. Pengguna bisa memanfaatkan color effect yang dapat disetting sendiri dengan efek Mono, Sepia, Negative, dan juga Sepia Blue, sehingga hasil foto bisa didapatkan dengan nuansa yang berbeda-beda sesuai keinginan.

Mito-Biskom-3Yang menarik dari kedua ponsel pintar ini adalah telah disematkannya antivirus dari Trend Micro yang sudah terintegrasi dengan sistem Cloud. Menurut Joshua, banyaknya pengguna ponsel pintar saat ini, memberikan sebuah kesempatan baru bagi para hacker untuk meretas atau melakukan aksi phising ketika pengguna sedang berselancar di dunia maya.

“Hal tersebut tentunya akan sangat merugikan bagi para pengguna smartphone khususnya Android. Karenanya, Mito menggandeng Trend Micro untuk mengantisipasi serangan ini,” jelasnya.

Mengenai harga juga menjadi daya tarik tersendiri dari kedua smartphone ini. Dengan spesifikasi yang cukup mumpuni, Mito A18 dan A330 dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp .1.399.000 untuk Mito A18, serta Rp.899.000 untuk Mito A330.

Untuk urusan target penjualan, Mito sangat yakin Fantasy Selfie 2 akan mengikuti kesuksesan pendahulu mereka, karena melihat segmentasi kalangan muda yang terus tumbuh.

Joshua mengatakan, “Kami menargetkan Fantasy Selfie 2 akan terjual 100 ribu unit per tipe dalam setiap bulannya.”

Selain kedua ponsel pintar tersebut, sebuah tablet baru juga mengisi jajaran Fantasy Selfie 2, yakni Mito T777. Akan tetapi, tablet berlayar 7.0 inci dengan kemampuan prosesor, partisi serta banderol harga setara A18 tersebut, baru akan meluncur di pasar pada November 2014 mendatang. •ARIE/M.TAUFIK (foto)