Home Blog Page 940

Neshama, Media Sosial Untuk Orang Mati

0

NeshamaJIKA Facebook sentantiasa ramai karena komunikasi yang terjalin antara orang-orang yang masih hidup, bagaimana jika ada jejaring sosial diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah meninggal?

Neshama, punya cerita tersendiri. Di situs yang didirikan oleh Shelly Furman Asa, seorang pengusaha asal Israel, pengguna bisa mengunggah foto nisan dan kuburan yang kemudian dapat dicari kembali dengan fitur search. Di laman memorial Neshama, pengguna juga bisa mengunggah foto, video, ataupun cerita-cerita tentang orang yang sudah meninggal untuk terus menghidupkan kenangannya.

Mengutip Buzzfeed, dengan mendirikan layanan ini, Asa berharap pengguna bisa terus mengingat kerabat mereka yang telah meninggal sehingga tak terlupakan. “Banyak yang telah dilakukan untuk mengingat tentara, korban holocaust, dan lain-lain. Tapi kita tak punya cara untuk mengabadikan kenangan tentang orang biasa,” ujar Asa, yang mengaku menghabiskan modal setidaknya Rp. 600 juta untuk membangun Neshama.

Pada awalnya situs tersebut memuat gambar-gambar kuburan dari enam pemakaman. Jumlah tersebut rencananya akan ditambah. Hingga kini, Neshama telah mengumpulkan 120.000 pengguna.

Untuk setahun pertama, Asa menggatiskan layanan Neshama. Setelah itu dia berencana menarik bayaran sebesar NIS 3 atau sekitar Rp 11.000 per bulan untuk menyewa tempat di situs itu bagi pengguna yang ingin mengunggah banyak konten. •

 

 

Big Data Bantu Industri Kembangkan Bisnis

0

Inovasi tidak lagi sekedar menjadi kata kunci di perekonomian saat ini. Ia merupakan prasyarat bukan hanya untuk sukses, tapi untuk bertahan hidup. Inovasi adalah mesin penting dari perubahan positif, dan informasi adalah bahan bakarnya. Oleh karena itu, kemampuan untuk menemukan, menganalisis dan menggunakan informasi secara akurat dan cepat sangat penting untuk keberhasilan bisnis. Hanya organisasi yang dapat beradaptasi yang akan bertahan dan berkembang.

big-data-2INFORMASI telah mengubah aturan inovasi. Dan big data telah mengubah aturan informasi itu sendiri. Pentingnya big data menjadi jelas ketika seseorang memahami definisi dari 3 V yaitu Volume (jumlah), Variation (variasi) dan Velocity (kecepatan). Big data pada akhirnya adalah sebuah transformasi cara perusahaan menghasilkan, menangkap, menyimpan, mengolah dan mendapatkan wawasan dari data.

Menurut laporan Economist Intelligence Unit  baru-baru ini, sektor jasa keuangan, perusahaan teknologi, dan perusahaan jasa profesional adalah yang paling siap untuk era data. Sebaliknya, strategi manajemen data paling sedikit ditemukan diantara manufaktur atau ritel.

Lembaga keuangan menggunakan data secara luas untuk menghitung risiko premium produk keuangan. Perusahaan farmasi menggunakan data DNA manusia untuk mendukung penemuan obat, sementara operator telekomunikasi menganalisis pola penggunaan untuk menawarkan jangkauan jaringan dan layanan yang lebih baik.
Pengelolaan dan pemanfaatan data dalam perencanaan dan operasi dapat memberikan manfaat bisnis potensial di hampir setiap industri saat ini, termasuk manufaktur, farmasi, telekomunikasi, pemerintahan, dan lainnya.

Farmasi

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kesehatan dan ilmu kehidupan (Health and Life Science) telah mengalami evolusi data yang telah terlihat di organisasi seperti rumah sakit, lembaga genomik dan perusahaan besar farmasi yang menghasilkan dan mengumpulkan data berukuran terabyte.

Rumah sakit telah beralih ke catatan kesehatan elektronik (EHRs) untuk memungkinkan catatan pasien disimpan, dikelola dan dicari diantara organisasi yang berbeda. Praktek baru ini memungkinkan penyimpanan dan pengambilan yang lebih efisien catatan pasien dan data yang relevan. Berbagai data medis seperti X-ray, Computed Tomography (CT), dan scan Magnetic  Resonance Imaging (MRI) diperoleh dan disajikan dalam format digital dan diproses melalui pengarsipan gambar dan sistem komunikasi (PACS). Sebuah catatan medis pasien dapat disimpan selama lebih dari 80 tahun, dan harus tersedia selama 24 jam dalam 7 hari.

Data yang besar, dengan volume terus meningkat ini harus dibuat digital, dibagi dan disimpan, menciptakan kebutuhan penting terhadap infrastruktur penyimpanan medis yang kuat, otomatis dan skalabilitas terus-menerus.

Media dan Hiburan

Industri media dan industri hiburan juga telah melihat perubahan fenomenal dalam cara mereka bekerja selama beberapa tahun terakhir. Di antara film, televisi, game, iklan dan desain grafis, permintaan untuk konten yang dibuat secara digital telah meningkat karena meningkatnya ketergantungan pada CGI, animasi 3-D, motion capture dan teknologi lainnya. Munculnya definisi tinggi (HD), UltraHD dan berkembangnya standar resolusi video seperti 4K berarti bahwa volume data akan terus meningkat.

Itu belum semua. Penciptaan efek-efek khusus film-film blockbuster membutuhkan sistem data yang kuat yang memungkinkan untuk pasca produksi yang lebih halus. Kemampuan ini dimungkinkan dengan memungkinkan I/O dan throughput yang lebih baik, rendering yang lebih cepat, download lebih cepat, berkurangnya kemacetan throughput, dan jendela waktu yang lebih kecil untuk transcoding.

Sarana Publik

Selain itu, sarana publik, menghasilkan sejumlah besar data yang dapat dianalisis untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan. Sebagai contoh, lembaga yang berwenang untuk pengairan di Australia yang mengalami 50% pertumbuhan data per tahun, memerlukan solusi data yang dapat ditingkatkan seiring data dikumpulkan dan disimpan. Lembaga tersebut juga telah memulai inisiatif untuk menganalisis konsumsi air dan mempersiapkan diri untuk kebutuhan pasokan tak terduga.

Industri Minyak dan Gas

Pentingnya industri minyak dan gas di dunia saat ini tidak perlu ditekankan lagi. Habisnya sumber daya, meningkatnya biaya dan banyak sekali faktor yang tak terduga membuatnya menjadi salah satu industri yang paling intensif dalam hal data. Pengumpulan dan analisis data dapat memiliki dampak pada setiap aspek bisnisnya. Misalnya, analisis canggih, seperti pengenalan pola, diterapkan pada seperangkat data seismik untuk mengidentifikasi tanda jejak seismik produktif yang masih potensial yang sebelumnya diabaikan. Data juga dapat berperan dalam peramalan kinerja, meningkatkan pemulihan dan prediksi pemeliharaan yang dapat memiliki pengaruh pada keselamatan, kesehatan dan dampak lingkungan.

Telekomunikasi

Industri lain yang dapat memperoleh manfaat besar dari big data adalah telekomunikasi. Ledakan pertumbuhan perangkat yang tersambung ke Internet telah memperlihatkan perusahaan telekomunikasi dibebani dengan sejumlah besar data.
Menurut TM Forum Report , data telah tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 29% selama 5 tahun terakhir, dan kemungkinan akan tumbuh pada tingkat dua digit di masa depan. Saat ini, ada hampir 6 miliar ponsel yang beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini harus menghadapi sejumlah besar data yang dihasilkan oleh, dan melewati, jaringan mereka.

Penyedia layanan komunikasi juga perlu menganalisis data pelanggan untuk mengumpulkan intelijen bisnis dalam rangka memperbaiki pengalaman pelanggan, merencanakan ekspansi jaringan mereka, dan kontrol biaya.

Big data memang telah siap untuk membuat dampak yang lebih besar pada bisnis di semua industri. Namun tantangan data saat ini melebihi tantangan di masa lalu. Aktivitas bisnis, data terstruktur -seperti OLTP dan database- telah dilampaui dalam hal volume  oleh data tidak terstruktur dari aktivitas manusia, seperti email dan media sosial. Namun, masa depan informasi benar-benar terletak pada data dari aktivitas mesin, seperti sensor dan satelit, yang akan menciptakan volume yang lebih besar secara luar biasa.

Organisasi harus paham bahwa dibutuhkan strategi yang kuat untuk manajemen informasi di semua tipe data untuk mengubah data yang tersedia menjadi lebih efektif, sesuai janji dari big data. •DJUANDA

BIG DATA: Janjikan Keuntungan Meski Adopsinya Lambat

0

Manajemen atau organisasi harus paham bahwa dibutuhkan strategi kuat  untuk mengubah data yang tersedia menjadi keuntungan bisnis. Penting bagi kalangan pebisnis untuk mengadopsi pendekatan baru tentang ‘data sebagai aset modal’ dan menentukan strategi menyeluruh terkait big data yang akan memberi  informasi bernilai.

big-dataPERUBAHAN fokus tentang big data memungkinkan organisasi untuk berinovasi dengan informasi dan menghasilkan pendapatan tambahan. Neville Vincent, Senior Vice President dan General Manager Hitachi Data Systems Corporation (HDS)  Asia Pasifik mengakui,  saat ini sebagian besar organisasi memiliki ‘dana’ terbatas terkait modal-data yang menghambat mereka untuk mewujudkan potensi dari informasi. Apalagi, anggota staf ingin lebih banyak informasi dan menyadari potensi pendapatannya. Sayangnya mereka tidak memiliki akses.

Hasil survei  oleh  HDS  bertajuk “The Hype and the Hope: The Road to Big Data Adoption in Asia Pacific”  terungkap,  hampir setengah dari perusahaan di Asia Pasifik  percaya bahwa big data dapat meningkatkan pendapatan sebesar 25%, dengan HDS  proyeksi  US$ 250 miliar kenaikan pendapatan potensial. Namun, lebih dari separuh perusahaan  tidak ada kemajuan dalam strategi big data.

“Mengambil keuntungan dari big data bukan semata tentang teknologi informasi (TI)  tetapi merupakan praktek bisnis yang sehat. Keberhasilan masa depan organisasi akan tergantung pada pemilik bisnis yang mampu menentukan strategi big data dan divisi TI yang menyediakan informasi bernilai,” papar Vincent.

Selain itu, survei tersebut  juga  menunjukkan bahwa perusahaan di Asia Pasifik  telah mengalami kesuksesan yang terbatas dalam menerapkan strategi big data. Sementara sepertiga mengatakan lebih maju dengan baik, lebih dari setengah  telah membuat kemajuan yang terbatas. 80% karyawan line-depan percaya memperbaiki akses ke data adalah  penting, hanya 19% dapat mengakses data diperlukan.

Meskipun kurang berkembang, responden percaya pada kemampuan big data untuk meningkatkan bisnis mereka: lebih dari 70% mengatakan  big data itu dapat memberikan keuntungan dalam produktivitas, profitabilitas, dan inovasi. Alasan lambat adopsi strategi big data sangat beragam. Responden mengatakan komunikasi internal dan pembagian informasi yang lemah dan juga kurangnya in-house skills dan software. Hampir dua-perlima mengatakan, strategi big data perusahaan  tidak dikomunikasikan dengan baik. Keterbatasan untuk mengangkat big data  juga ada, di samping luasnya kepercayaan tentang penggunaan secara efektif data; lebih dari tiga-perempat percaya bahwa big data sangat penting untuk sukses.

Industri telekomunikasi (67%), consumer goods (57%) dan jasa keuangan (52%) merupakan pemimpin yang memahami bahwa big data sangat mampu meningkatkan pemahaman mereka atas apa yang dibutuhkan pelanggan. Meski demikian, lebih dari 60% dari perusahaan di bidang jasa keuangan dan industri consumer goods belum memulai program big data. Healthcare dan life science masih tertinggal jauh di belakang; karena 72% dari mereka belum menjalankan program big data.

Di HDS, organisasi harus mengatasi masalah-masalah ini dan memaksimalkan nilai big data dengan mengubahnya menjadi intelijen bisnis:

Memastikan ‘penyesuaian’ budaya di seluruh organisasi: Para eksekutif level-C harus menyadari dampak signifikan dari big data pada pendapatan dan daya saing, serta mengambil peran untuk mendefinisikan strategi big data. Organisasi harus mengadopsi kebijakan yang membantu memecah silo, meningkatkan komunikasi internal, dan membangun platform teknologi canggih yang dapat mendukung manajemen informasi dan analisis.

Integrasi TI Lebih Awal:  Departemen TI harus dilibatkan dalam siklus perencanaan bisnis lebih awal and lebih terintegrasi erat dengan bisnis dengan tujuan untuk menterjemahkan data menjadi informasi bernilai, dan meningkatkan keuntungan dari aset modal data. Kontribusi TI dapat dihitung dan memiliki dampak nyata pada meningkatnya hasil pendapatan. Memahami kebutuhan bisnis yang nyata dan menghantarkan informasi bernilai dengan menggunakan teknologi yang tepat dan mitra teknologi yang tidak hanya memberikan analisis canggih, tapi juga menghantarkan otomatisasi tingkat tinggi yang dapat menghilangkan beban operasional harian. •

Charger Universal, Satu Bisa Untuk Semua Notebook

0

charger, ilustrasiPERANGKAT boleh makin tipis dan ringan. Tapi apa daya, jika membawa banyak charger untuk banyak perangkat yang berbeda-beda, akhirnya toh bawaan kita sehari-hari menjadi berat juga.

Kabar gembira bagi mereka sering membawa beberapa notebook sekaligus, karena pada masa depan nanti, semua kerepotan itu mungkin tak akan terjadi lagi karena semua notebook bakal menggunakan standar charger yang sama (universal), mirip dengan smartphone masa kini yang kebanyakan memakai port untuk micro-USB.

Sebagaimana dilaporkan oleh ArsTechnica, spesifikasi charger tersebut sedang disiapkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), lembaga internasional yang bertanggung jawab menetapkan standar dunia atas berbagai peralatan elektronik. IEC sebelumnya juga telah menerapkan standardisasi charger ponsel universal berbasis micro-USB.

Spesifikasi charger universal notebook tersebut bakal dipublikasikan pada awal 2014. Di dalamnya, IEC mengatur semua aspek kritis yang berkenaan dengan notebook, seperti jenis konektor, keamanan, kinerja, dan pertimbangan lingkungan.
Dengan diberlakukannya standar baru ini, diharapkan jumlah sampah elektronik akan berkurang. Membeli charger baru untuk notebook juga bakal dibuat lebih mudah.

Standar charger universal semacam ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Apple yang memakai charger MagSafe untuk seluruh lini produk notebook MacBook miliknya. Produsen lain seperti HP, Lenovo, dan Acer diperkirakan bakal mengadopsi standar baru dari IEC ini. •

Thinkpad 8, Tablet 8 Inci dari Lenovo

0

Thinkpad-8IPAD Mini dari Apple yang mendunia itu kini mempunyai pesaing baru. Adalah perusahaan teknologi asal China, Lenovo,  yang memperkenalkan sebuah  tablet berukuran 8 inci  berbasis Windows 8.1. Tablet terbaru yang diperlihatkan pada ajang  Consumer Electronics Show 2014 di Las Vegas, Amerika Serikat pada  7 hingga 10 Januari 2014 itu diberi nama ThinkPad 8.

ThinkPad 8 memiliki ukuran layar IPS 8,3 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel yang mampu mereproduksi warna dengan baik. Dari sisi fisik, ThinkPad 8 tampak menyerupai  Apple iPad Mini.

Ukuran ThinkPad 8 cukup ideal untuk mendukung mobilitas pengguna. Karena mengusung merek dagang ThinkPad, tablet ini pun menargetkan segmen pasar pekerja profesional.

Prosesor yang digunakan adalah Intel Atom 2,4GHz jenis quad-core. Ia juga dilengkapi dengan port micro HDMI, Micro USB 3.0, serta pena stylus.

ThinkPad 8 juga dapat ditambah aksesori pelindung layar yang diberi nama Quickshot Cover. Cover ini dapat ditempel secara magnetis di sisi kiri tablet. Jika cover ini dibuka, secara otomatis itu akan mengaktifkan layar. Selain itu, ia juga bisa dimanfaatkan untuk menopang tablet dalam posisi tegak.

Kamera belakangnya menggunakan sensor 8 megapiksel dan lampu kilat LED. Kamera depan juga tersedia. Tablet yang mendukung jaringan 3G dan 4G LTE ini tersedia dalam pilihan memori internal 32 Gb, 64 Gb, dan 128 Gb, serta dibanderol mulai US$ 399.

Pada Oktober 2013 lalu, Lenovo sudah meluncurkan tablet 8 inci pertamanya yang berbasis Windows. Produk yang diberi nama Miix 2 ini menggunakan prosesor Intel Atom 1,8 GHz jenis quad-core. Layarnya dibekali resolusi yang lebih kecil, yakni 1.280 x 800 piksel. Artinya ThinkPad 8  adalah tablet berukuran 8 inci kedua dari Lenovo. •

NVidia Gelar Gaming Day

0

SONY DSCNVIDIA menggelar sebuah acara bertajuk ‘Pixel View – NVidia Gaming Day’ di Bandung (4/1), yang diperuntukkan sebagai ajang sosialisasi teknologi graphic cards terbaru ke seluruh fans gamer pecinta produk NVidia di Indonesia.

Kris Ardianto, NVidia Field Support Representative Indonesia menerangkan, NVidia GeForce Experience mampu mengoptimalkan PC Game. Seperti diketahui bersama PC merupakan sistem yang paling beragam. Dari prosesor, kartu grafis, memori, motherboard dan lain sebagainya, sehingga konfigurasi visual grafis game akan berbeda antara PC satu dengan PC yang lain.

“Konfigurasi game pada PC menjadi hal yang rumit dan membingungkan, tidak hanya orang awam saja, orang yang sudah terbiasa mengatur konfigurasipun akan kerepotan karena begitu detail opsi yang tersedia pada game. Tidak mudah mendapatkan konfigurasi seimbang antara visual dan gameplay yang dirasakan. Karenanya,  NVidia merilis sebuah aplikasi penting untuk mengoptimalkan game Anda hanya dengan 1 klik saja,” lanjutnya. SONY DSCTerdapat banyak opsi Graphics untuk menentukan kenyamanan dalam bermain game, mulai dari texture, lighting, shadows, phsyx, terrain, effects, dan masih lainnya. “Mana yang perlu kita naikan dan mana yang perlu kita turunkan untuk mendapatkan gameplay yang baik? Ada sekitar 1 milyar kombinasi yang harus anda coba. Dengan NVidia GeForce Experience (GFE), bermain game di PC semudah bermain konsol. Cukup dengan 1 klik, maka game akan langsung terkonfigurasi tepat dan pintar menyesuaikan dengan PC atau kartu grafis,” papar Kris.

Selain itu, GFE ini dapat menginfokan pengguna ketika ada driver terbaru. Pengguna bisa mengunduhnya langsung dan menginstalnya, sehingga PC tetap menggunakan driver terbaru yang tersedia. GFE ini pun memiliki Auto-Optimize, sehingga game-game secara otomatis berada pada konfigurasi terbaik.  Aplikasi ini dapat didownload di www.geforce.com/drivers/geforce-experience.

Dalam acara ini NVidia kembali mendukung Digitalife dalam rangkaian penyelengaraan kompetisi game profesional dari Digitalife yaitu Indonesia Esport Super League (IESL). Kick Off IESL 2014 dengan game Dota2 sebagai turnamen utama. IESL 2014 Dota2 didukung oleh ID PrimeGames dan eClub Malaysia sebagai pemegang lisensi dari game Valve di Asia.

Setelah menyambangi kota Bandung, acara serupa juga akan berlangsung di Surabaya, 25 Januari 2014 mendatang. •

AlaCards, Aplikasi Dompet Elektronik

0

alacard-1MENJAWAB kebutuhan masyarakat modern akan layanan transaksi yang praktis, inTouch Innovate Indonesia menghadirkan solusi alaCards,  yang merupakan aplikasi ‘dompet’ yang berwujud elektronik.

“Mungkin saat ini Anda merasa ribet dengan dompet Anda karena terlalu banyak kartu di dalamnya. Kini dengan solusi alaCards, pengguna smartphone bisa benar-benar meninggalkan dompet di rumah,” ujar Kendro Hendra, CEO inTouch Innovate Indonesia di Jakarta (19/12/2013).

AlaCards menjanjikan banyak keuntungan bagi penggunanya, dimana mereka bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan kartu loyalty, kartu diskon, dan kartu anggota hanya dengan satu klik. Identifikasi kartu dapat dilakukan secara visual dengan melihat gambar kartu dalam layar ponsel, melalui barcode atau QR Code yang dapat dibaca oleh scanner.

Kendro menjelaskan bahwa setiap pemegang kartu merchant  di dalam alaCards dapat melihat saldo reward points dari masing-masing kartunya langsung di ponsel dan bisa tukarkan menjadi voucher elektronik atau eVoucher, di mana juga bisa diperoleh perusahaan-perusahaan yang ingin memberikan hadiah ke pelanggannya atau karyawannya sebagai eGift.

eVouchers  yang didapatkan melalui alaCards ini  dapat ditukarkan dengan barang di gerai merchant melalui otentikasi secara online. EVoucher yang sudah terpakai akan menjadi berstatus ‘used‘ dan yang sudah kadaluarsa menjadi tidak bisa digunakan lagi.

Satu hal yang menarik dari solusi elektronik ini yaitu alaCards sendiri memanfaatkan teknologi GPS/AGPS dalam  smartphone untuk memberikan informasi yang tepat kepada pemakai. Misalnya, saat pengguna ingin mencari gerai terdekat dari suatu merchant, alaCards akan memberikan daftar gerai berdasarkan jarak, dari yang terdekat dengan lokasi pengguna, bahkan bisa juga menampilkan lokasi masing-masing gerai di peta.

Kendro juga menambahkan, bahwa AlaCards sendiri juga  memanfaatkan penuh kemampuan sosial media, mulai dari mendukung Facebook dan Twitter melalui login yang memudahkan pemakai tanpa harus menghafalkan user ID dan password baru alaCards, sampai opsi melakukan posting setiap mendapatkan reward atau eVoucher gratis. Pemakai juga dapat menyebarkan aplikasi alaCards ke teman-teman di sosial media melalui menu Share.

“AlaCards merupakan layanan cross-platform,  saat ini tersedia dalam versi Android yang akan disusul versi iOS sebelum akhir Januari diikuti versi BlackBerry namun hanya pada Blackberry Z10. Kemudian setelah itu barulah WindowsPhone,” tandasnya.

Saat peluncuran, alaCards didukung oleh beberapa perusahaan  yang tergabung sebagai issuer (penerbit eCards/eVoucher) maupun sebagai merchants (penerima eVoucher) alaCards, seperti Aerowisata Hotels &Resorts, The Body Shop, Books & Beyond, Burger King, Dapur Cokelat, Discover Jakarta, Disc Tarra, Inul Vista, Kalbe Farma, PHD, Pizza Hut, Ranch Market, Samsung, dan Trikomsel (OkeShop dan Global Teleshop).

Para pengguna smartphone Android yang ingin menggunakan alaCards, dapat mendownload aplikasinya secara gratis di http://gets.alacards.net. •

HP ELITEBOOK 820, Daya Tahan Baterai Hingga 33 Jam

0

HEWLETT Packard (HP) pada tahun ini cukup gencar menghadirkan notebook tercanggihnya ke Indonesia.  Belum lama ini, HP  kembali memperkenalkan dua notebook terbaru mereka yakni EliteBook 820 G1 dan EliteBook 840 G1. Dua notebook HP ini diperuntukkan bagi para pebisnis yang membutuhkan notebook dengan performa dan desain handal.

Untuk produk terbarunya ini, HP mengusung konsep desain yang mengutamakan mobilitas, tahan banting, sekaligus memiliki keamanan yang tinggi.  Karenanya, HP EliteBook dirancang dengan rangka dari bahan magnesium yang kuat sekaligus ringan. Untuk lebih meyakinkan hal ini, HP Elitebook telah diuji ketahanannya dan meraih sertifikasi uji MIL-STD 810 yang menjamin kekuatan dan ketangguhannya.

Dimensi yang lebih tipis dan lebih ringan membuat perangkat komputasi yang ditawarkan dalam pilihan sistem operasi Windows ini nyaman saat mendampingi pemiliknya berpergian. EliteBook terbaru ini 28 persen lebih ringan dan dimensinya lebih tipis 40 persen. Seri 820 yang berlayar 12 inci tebalnya hanya 0,83 inci dan berbobot 1,33 kg. Sementara EliteBook 840 G1 sudah tampak selevel ultrabook dengan bobot sekitar 1,58 kg.

Perbedaan antara EliteBook 820 G1 dan 840 G1 hanya terletak di ukuran layar dan ketersediaan layar sentuh saja. EliteBook 820 G1 memiliki layar berukuran 12,5 inci sedangkan EliteBook 840 G1 dibekali layar sentuh berukuran 14 inci. Kedua notebook ini memiliki beberapa konfigurasi dengan pilihan prosesor, mulai dari Intel Core i3, Core i5 atau Core i7, yang kesemuanya termasuk dalam prosesor Intel Core generasi ke-4 atau Haswell.

HP melengkapi notebook ini dengan fitur Sure Start. Dengannya, notebook akan dapat mendeteksi adanya serangan dari virus ataupun malware, dan secara otomatis memindahkan data ke area penyimpanan yang aman. Jadi pengguna tak perlu takut kehilangan data akibat virus.

Daya tahan baterai cukup impresif. HP mengklaim baterai dua EliteBook baru ini sanggup mencapai 33 jam. Kedua notebook ini akan tersedia di pasaran mulai bulan Januari 2014 dan rencananya akan dipasarkan dengan harga mulai dari Rp. 18 juta. •

JOHANNES CHANG: LivingSocial Tawarkan Deal Terkeren

0

Berkembangnya teknologi informasi (TI) dan semakin meningkatnya penggunaan perangkat mobile yang terhubung ke internet di tanah air telah menumbuhkan bisnis e-commerce yang menawarkan beragam produk dan kebutuhan yang dapat dibeli secara online. Dari sekian banyak e-commerce yang ada, LivingSocial (www.livingsocial.co.id) mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik.

AWAL berdiri dengan nama DealKeren pada tahun 2010 dan kemudian diakuisisi LivingSocial, sebuah e-commerce berbasiskan di Washingtown D.C pada pertengahan 2011, telah merubah DealKeren menjadi LivingSocial Indonesia. Mengusung konsep daily deal, LivingSocial menawarkan beragam produk dengan deal-deal yang menarik berupa diskon mencapai lebih dari 50% mulai dari restoran lokal, kesehatan dan layanan kecantikan, produk terkini, hingga lokasi perjalanan eksotis, semuanya tersedia.

Menurut Director Escapes & Head of Operations, LivingSocial Indonesia, Johannes Chang, beragam produk yang ditawarkan tidak hanya menginspirasi pelanggannya untuk menemukan segala hal yang tidak terpikirkan sebelumnya tetapi juga ingin membantu bisnis setempat untuk tumbuh dengan cara memperkenalkan barang dagangannya pada konsumen yang berkualitas tinggi dan memberi para pemilik usaha perangkat untuk menjadikan pelanggan LivingSocial sebagai pelanggannya.

“Member kami sekarang ini mencapai 1,5 juta orang yang tiap harinya kami ‘goda’ dengan deal-deal menarik dari merchant yang ada. Tugas kami mengingatkan kepada member bahwa ada hal menarik yang patut dicoba di tengah kesibukan mereka bekerja atau hal lainnya, seperti merasakan makan siang di restoran atau tempat rekreasi dengan potongan harga yang besar dari merchant,” ujar lulusan Public Relations and Corporate Communications ini.

Lanjutnya, model seperti ini akan menguntungkan pelanggan an merchant kami yang hingga kini telah berjumlah lebih dari 500. Konsumen akan dipuaskan mendapatkan deal yang keren, sedangkan merchant mendapatkan pelanggan baru dan promosi tanpa biaya. “Kami yakin pelanggan akan datang kembali bila merchant tersebut memberikan layanan super seperti yang seharusnya,” terang pria yang sebelumnya banyak berkarir di bidang travel ini.

LivingSocial dalam perjalanan tiga tahunnya tidak hanya menambah jumlah merchant-merchant yang menarik tetapi juga tidak lupa meningkatkan pelayananan dan kenyamanan dalam memudahkan pelanggan setia maupun pelanggan barunya dalam melakukan transaksi, seperti cara pembayaran dan pertengahan September lalu meresmikan redemption counter, serta di awal Oktober tersedianya fitur baru Tracking Order untuk melacak status pengiriman pesanan.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan lelaki yang akrab disapa Joe yang juga memiliki aktifitas sebagai pengajar dan pelatih, pembicara maupun penulis ini.

Siapa saja target market dari LivingSocial?
Sebagian besar adalah anak-anak muda, dimana 44% berumur dibawah 24 tahun. Tetapi yang menarik adalah lebih dari 30% lainnya itu di usia 25-35 tahun, yang kita melihatnya sebagai market yang sudah lebih matang dari tingkat kebutuhan dan daya belinya. Kalau dari gender, perempuan masih mendominasi 56% yang angkanya terus bergerak.

Dikategori apa saja kebanyakan pelanggan yang melakukan pembelian?
Inilah menariknya, bahwa kami mempunyai different audience sangat beragam yang terkadang sulit untuk dilihat karena hari ini membeli restaurant deal, besok beli spa deal, lalu besoknya beli product deal, bahkan lanjut beli travel deal. Memang bagian dari deal-deal kami adalah untuk menginspirasi customer untuk mencoba something new, mulai dari restoran baru, spa baru, treatment baru, destination baru maupun produk baru dengan fungsi yang unik.

Apa keuntungan yang didapat merchant dengan bergabung di LivingSocial?
Pastinya adalah akses kepada seluruh member LivingSocial Indonesia. Kami belum bicara mengenai travel yang bahkan sampai close country dan sharing dengan negara-negara lainnya. Artinya, ada satu hotel atau suatu atraksi yang mungkin selama ini informasinya terbatas dalam ruang lingkup khusus, tetapi dengan bergabung di LivingSocial bisa mencapai audience yang lebih besar dalam waktu singkat.

Jadi yang kami lakukan adalah membantu mereka dengan merubah tantangan mereka menjadi peluang. Misalnya, mereka ingin mengembangkan bisnis barunya dengan tantangan untuk mendapatkan customer baru yang kemudian bisa mereka rubah menjadi repeat customer bahkan sampai loyal customer. Nah, yang kami lakukan untuk membantu mereka adalah dengan membawa produk dan servisnya agar bisa dicoba oleh member kami. Setelah mencoba, lalu kami bekerjasama dengan merchant agar bisa mengkonsesi customer baru tersebut menjadi loyal customer.

Apakah layanannya sudah tersebar keseluruh daerah?
Konsep daily deal adalah memperkenalkan sesuatu yang ada di sekitar kita. Jadi fokusnya sebagian besar masih ada di Jakarta. Tapi kalu produk sudah nasional karena kami bekerjasama dengan jasa logistik. Sedangkan untuk travel sudah sampai ke luar negeri. Bali telah menjadi tujuan wisata utama untuk domestik mupun internasional, lalu bahkan kami sudah mencapai ke Hongkong, Singapura dan Korea.

LivingSocial baru saja membangun Redemption Counter di Plaza Semanggi, Jakarta. Apakah alasannya dan di daerah mana lagi akan dibangun?

Ini adalah salah satu usaha kami untuk membawa kenyamanan bagi pelanggan, karena online inikan sesuatu yang baru dan customer kami juga baru. Jadi, bisa menjadi bagian dari edukasi juga dimana masih banyak orang yang belum percaya dengan online sehingga ingin melihat secara fisiknya. Dan ini juga merupakan suatu peluang untuk melakukan pendekatan lebih jauh dengan customer. Bahkan kalau kami lihat sangat menarik, orang-orang yang datang mengambil produk ternyata juga melakukan transaksi lagi, lalu memberikan feedback. Bahkan ada juga yang ingin bekerjasama dengan LivingSocial dan memberikan input. Jadi ini sesuatu titik interaksi.

Sedangkan, Redemption Counter untuk saat ini belum bisa mengambil keputusan untuk pengembangan lebih jauh lagi ke daerah lainnya. Kami lihat dulu feedbacknya seperti apa dan tidak menutup kemungkinan membuka redemption counter lainnya.

Bagaimana pandangan Anda terhadap transaksi online kedepannya?
Menarik, bahwa awalnya kami berpikir industri online Indonesia semuanya akan tergantung oleh pembayaran lewat credit card, ternyata tidak. Indonesia sempat melalui suatu masa dimana pembayaran manual lebih banyak dibandingkan yang sudah automatic. Jadi suatu kawasan yang menarik bahwa orang belanja online tetapi bayarnya tetap bawa cash datang ke cashier offline. Tapi seiring waktu mulai berubah, saya melihat 70% lebih sudah mulai melakukan real transaction online dan 20% lebih masih melakukan transaksi manual yang mungkin ini masih menjadi tantangan banyak pihak dan juga teman-teman di online.

Kedepannya saya melihat mobile payment akan menjadi suatu solusi  yang baru. Ini bisa dilihat terjadinya peningkatan akses masuk ke website melalui mobile. Kami sendiri disini untuk pembayaran menyediakan beragam cara, mulai KlikPay, KlikBCA, kartu kredit samapi pembayaran di tempat. Sekarng ini kerjasama dengan BCA, MAndiri dna Visa Master.

Apa yang dibutuhkan untuk terjun di bisnis ini?
Komitmen dan kerja keras, karena ini adalah bisnis baru dimana banyak kontradiksi yang terjadi di luar sana. Dimana saat bisnis ini berkembang, proses edukasinya juga berjalan pada saat yang bersamaan. Makanya, saya bilang komitmen dan kerja keras menjadi kunci utama. Tentunya tidak lupa, ada tim yang kredibel dan solid.

Lalu, apa rencana LivingSocial kedepannya ?
Tentunya kami akan terus berkembang. Sekarang ini dan kedepannya akan berkonsentrasi dengan pengembangan servis. Mulai dari improvement bagaimana memberikan pelayanan lebih baik lagi ke customer dan ingin ada engagement lebih dalam lagi. Selain itu, akan meningkatkan jumlah penawaran yang ada. Jadi variasi penawaran mulai dari lokasi, tipe deal, destiny juga untuk travel. Pastinya kita ingin menjadi lebih baik lagi. •ANDRI

Venera Kenalkan 2 Smartphone Dengan Harga Terjangkau

1

JELANG akhir tahun ini, Venera mengumumkan dua seri smartphone Android terbaru mereka, Volt V5 dan Volt V3. Venera adalah salah satu produsen lokal yang dinaungi oleh PT Teletama Artha Mandiri atan lebih dikenal dengan PT. TAM. Hadirnya Volt V5 dan Volt V3 menunjukkan keseriusan Venera untuk menggarap pasar smartphone dengan harga terjangkau.

Venera menggandeng Erajaya selaku pemilik 400 outlet Erafone di seluruh indonesia dan juga berkerja sama dengan Telkomsel untuk pemasarannya. Venera  dengan tagline “spirit of innovation” ini akan terus menghadirkan berbagai perangkat smartphone dan tablet yang akan diperkenalkan di kuartal ke-1 tahun 2014 dan untuk nantinya pada kuartal ke-2 tahun 2014 akan segera menghadirkan smartphone yang menggunakan LTE.

Untuk pembelian saat ini, Venera menawarkan paket bonus berupa flip lether case, power bank, anti gores premium, Gear mobile skin, MicroSD 4Gb dan paket berlangganan data 6Gb dari Telkomsel dengan total bonus sebesar Rp. 600.000 selama persediaan masih ada.

Venera Volt V5

Venera Volt V5 memiliki layar berukuran 5 inci dengan resolusi  540 x 960 QHD. Ukuran layarnya yang tergolong besar membuat pengguna nyaman saat menggunakannya. Dimensi 132.7 x 66.1x 9.9mm juga tergolong ideal utuk digenggam.

Dapur pacu  Volt V5 menggunakan SoC Snapdragon yang mempunyai empat inti prosesor dan berjalan pada kecepatan 1,2Ghz dan ditunjang dengan memori RAM sebesar 512Mb serta kapasitas ROM sebesar 4Gb. Venera  Volt V5 menyediakan slot MicroSD bila pengguna ingin menambahkan kapasitas penyimpanan. Sementara untuk sistem operasi, Venera Volt V5 telah menggunakan Android Jelly Bean.

Smartphone ini menggunakan kamera beresolusi 8 megapiksel pada bagian belakang dan dilengkapi dengan  flash. Kamera depannya beresolusi 2 megapiksel dengan auto focus. Volt V5 menyediakan  dual slot SIM card GSM dan juga dilengkapi dengan A-GPS, WiFi, serta Bluetooth. Untuk pilihan warna, Venera menawarkan warna putih dan hitam. Sebagai tambahan, venera memberikan 5 game dari Gameloft , Blackberry Messager dan aplikasi Picmix. Daya baterai sebesar 2000mAh telah tertanam di smartphone ini.

Venera Volt V5 ini akan dibandrol seharga Rp. 1.799.000.

Venera Volt V3

Selain Volt V5, Venera juga memperkenalkan varian lainnya, yaitu Venera Volt V3 dengan layar yang lebih kecil, 4 inci. Layarnya beresolusi 480 x 800 dengan panel IPS EVGA. Volt V3 berdimensi 123 x 63.2 x 9.9mm dan ditawarkan dengan dua warna, hitam dan putih dengan list metal di pinggirnya.

Venera menggunakan SoC  MTK yang mempunyai dua inti prosesor dengan kecepatan 1,2Ghz dan ditunjang dengan RAM 512Mb serta ROM sebesar 4Gb. Daya baterai yang digunakan sebesar 1000mAh.

Smartphone ini memiliki kamera 2 megapiksel pada bagian belakang dan dilengkapi dengan flash, sementara bagian depan menggunakan kamera resolusi VGA. Untuk sistem operasi, Venera Volt V3 telah menggunakan Android Jelly Bean.

Seperti pada Volt V5, V3 dilengkapi dengan dua slot GSM, A-GPS, WiFi dan Bluetooth. Venera juga telah memberikan aplikasi  4 game dari Gameloft, Blackberry Messager serta Picmix. Untuk harganya, Venera Volt V3 dipasarkan dengan harga Rp. 999.000. •ARIE/TAUFIK (foto)