Home Blog Page 967

Gusti Muhammad Hatta Mobil Listrik Sambut Harteknas

0

Suatu penelitian akan menjadi sia-sia bila tidak dibangun industrinya dan didorong pengembangannya, sebab itu perlu dipertemukan antara peneliti dan pebisnis agar hasil inovasi yang ditemukan oleh peneliti bisa diproduksi.

Untuk mensinergikan antara peneliti dan pebisnis, diperlukan peran pemerintah untuk mencari alternatif pendekatan yang tepat agar pola hubungan ini bisa berjalan membangun industri lokal menghasilkan produk barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia, Gusti Muhammad Hatta, yakni mulai mengangkat Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dengan melihat potensi-potensi di daerah melalui pendekatan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) yang memiliki 22 kegiatan ekonomi utama, yaitu peralatan transportasi, telematika, perkapalan, tekstil, makanan minuman, besi baja, alutsista, kelapa sawit, karet, kakao, peternakan, perkayuan, minyak dan gas, batu bara, nikel, tembaga, bauksit, perikanan, pariwisata, pertanian pangan, Jabodetabek area, dan KSN Selat Sunda.

Menurut pria yang banyak berkiprah di dunia pendidikan ini, SIDa bisa dijadikan panggung atau wahana untuk mempertemukan peneliti dengan pebisnis. “Selama ini kan mereka berjalan sendiri-sendiri. Nah, dengan SIDa, kami mempertemukan mereka sehingga nanti potensi daerah bisa diproduksi dan ditingkatkan,” jelasnya.

Untuk itu, Hatta mulai mendorong Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang ada di daerah untuk menjadi vocal point di daerahnya. Balitbang ini berfungsi sebagai penggerak dan  inisiator untuk mempertemukan Perguruan Tinggi atau Litbang-litbang apa saja yang ada di daerah.

“Kami gerakan semua dan diketemukan dengan pebisnis, baik itu yang ada di daerah maupun pusat,” ujar penerima gelar Sutan Sampono Batuah atau Laki-laki yang sempurna dari Suku Panai Tanjung, Padang, belum lama ini.

“Itu yang kami lakukan sekarang, karena kami ingin daerah berkembang. Kalau secara nasional disebut Sistem Inovasi Nasional (SINas),” lanjut kelahiran Banjarmasin, 1 September 1952 yang sebelumnya sempat menjabat Menteri Lingkungan Hidup ini.

Guna mewujukan SIDa dan SINas yang tangguh untuk meningkatkan daya saing di era global, Menristek juga terus melakukan peningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Iptek  di daerah agar terus bisa mengembangkan inovasi-inovasi yang bisa memberikan kontribusi pembangunan perekonomian nasional. Sebab itu, Kementerian Negara Ristek akan menyediakan intensif secara kompetitif sebagai stimulan dan akan diberikan bagi yang terlibat dalam penguatan sistem inovasi yang digagas kementerian ini. Intensifnya berupa training dan program lanjutan ke S2 dan S3.

“Hal ini dilakukan, karena kami melihat daerah itu mempunyai potensi yang cukup besar untuk bisa digarap sumber alamnya. Bila tidak didukung SDM yang terampil maka bagaimana sumber alam yang ada bisa di olah secara cerdas. “Selama ini saja Indonesia banyak melakukan ekspor, tetapi barang mentah semua. Padahal kalau diolah dulu di dalam negeri bisa memberikan nilai tambah,” ucap Menristek.

Dicontohkannya, kelapa kalau dijual kelapa sawitnya hanya menghasilkan sekian rupiah. Tetapi kalau dibikin CPO (crude palm oil) bisa memberikan nilai tambah sebesar 35%. Apalagi kalau bisa di olah menjadi sabun atau barang lainnya, bisa mencapai 500% nilai tambahnya. Strategi inilah yang coba dijalankan oleh Ristek untuk melakukan penelitian terus guna meningkatkan komponen dalam negeri.

Secara nasional Ristek memfokuskan pada 7 bidang inovasi, yaitu pertanian dan ketahanan pangan, energi, kesehatan dan obat, management dan teknologi transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), material maju, serta industri pertahanan.

Menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke 17 pada bulan Agustus ini di Bandung, inovasi ketujuh bidang ini akan dimunculkan untuk diperkenalkan kepada dunia industri.

“Banyak inovasi yang sudah diciptakan oleh anak bangsa saat ini, antara lain vaksin flu burung, isotop untuk melacak kanker sejak dini, Roket dan masih banyak lagi. tetapi yang paling menonjol adalah mobil listrik,” ungkap lulusan Universitas Lambung Mangkurat ini.

Mobil listrik memang menjadi pusat perhatian publik saat ini, karena dianggap mampu mengatasi ketersediaan BBM dan pencemaran polusi udara. Disela kesibukannya di tempat kerjanya, Menteri yang juga dikenal sebagai Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat ini menyempatkan diri memberikan pandangannya terhadap inovasi teknologi saat ini kepada BISKOM. Berikut petikan wawancaranya.

Agustus ini merupakan puncak peringatan Harteknas, sejauh mana kesiapannya?

Angka 17 bisa dibilang sebagai angka keramat, karena kita merdeka tanggal 17 dan sholat juga berjumlah 17 rakaat. Jadi saya ingin peringatan Harteknas ke 17 ini meriah, dalam artian bisa menampilkan semua karya bangsa. Sebab itu, sejak bulan Januari lalu sudah dipersiapkan semuanya dengan menggerakan semua pihak-pihak yang terkait untuk mendukung hal ini, termasuk mengajak PTDI, BUMN, Industri Pertahanan dan Litbang-litbang lainnya.

Jadi tahun ini persipannya lebih baik di banding tahun sebelumnya, bahkan Pemerintah Daerah Bandung dan Institut Tehnik Bandung (ITB) juga turut membantu mempersiapkannya.

Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa menjadi tema Harteknas tahun 2012, apa indikator kemandirian bangsa dalam hal teknologi?

Indikatornya kita harus meningkatkan dan menguasai Iptek itu sendiri, paling tidak ketujuh bidang fokus, yaitu pertanian dan ketahanan pangan, energi, kesehatan dan obat, management dan teknologi transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), material maju, serta industri pertahanan. Kemudian harus diperkuat dengan SIDa dan SINas. Tanpa itu, saya kira tidak bisa. Keduanya harus jalan beriringan, jadi penelitian Iptek jalan terus kemudian SIDa dan SINas sebagai wahananya harus dijalankan agar bisa maju.

Contohnya, kita mampu membuat obat tetapi bahannya dari luar  negeri. Kalau suatu saat mereka tidak menjual ke kita, gimana? kita juga mampu membuat mobil tetapi bahannya dari luar, kalau mereka stop produksi suku cadang, maka kita tidak bisa apa-apa. Oleh sebab itu komponen lokalnya harus coba kita buat terus.

Sebenarnya tenaga ahli kita ada, hanya saja kurang dipertemukan. Karena itu SIDa dan SINas itu penting. Kita punya tenaga-tenaga ahli, sayang kalau tidak diberi kesempatan luas.

Pencapaian seperti apa yang Anda inginkan berkaitan dengan kemajuan teknologi?

Paling tidak kita tidak lagi tergantung pada luar negeri. Kalau diperhatikan, selama ini kita memproduksi produk bahannya masih impor dari luar negeri. Oleh karena itulah harus meningkatkan memproduksi sendiri bahan bakunya termasuk juga bidang-bidang lain, kalau tidak kita akan terus ketergantungan asing.

Teknologi yang menonjol saat ini Anda katakan adalah mobil listrik, sebenarnya seberapa penting keberadaan mobil listrik ini?

Mobil listrik ini penting juga, karena Presiden maunya kita ini tidak lagi tergantung dengan bahan bakar minyak (BBM). Bila kita ketergantungan terhadap BBM bisa berbahaya, karena di satu pihak BBM di Indonesia ini diperkirakan 20 tahun lagi akan habis, kecuali ditemukan sumur baru.

Di pihak lain, BBM akan naik terus harganya. Oleh karena itulah mobil listrik ini dianggap perlu dikembangkan agar tidak ketergantungan lagi kepada BBM. Karena dengan mobil listrik ini sumber charger bisa macam-macam, tidak hanya BBM tetapi juga batu bara, gas, PLTS, PLTA dan lainnya yang tidak menimbulkan pencemaran udara. Disamping itu, dengan mobil listrik ini bisa hemat, boleh dikatakan pemeliharaannya kecil dan tidak memakai oli.

Sejauh manakah persiapannya memproduksi mobil listrik saat ini, terutama berkaitan dengan regulasi?

Roadmap-nya sudah dibuat dan dipaparkan di hadapan Presiden. Rencananya tahun 2015 atau 2016 baru memproduksi beberapa buah untuk masing-masing tipe. Produksi massalnya baru akan dilakukan pada tahun 2018 dengan target 10 ribu unit mobil.

Sementara ini pada 2013 atau 2014, kita menghasilkan prototype terlebih dahulu. Kalau Kementerian Ristek mengistilahkannya prototype riset langkah berikutnya prototype produksi. Jika sudah berjalan, ini tinggal diperbanyak. Tapi saya optimis ini bisa dipercepat tanpa harus menunggu 2018. Buktinya LIPI saja sudah menghasilkan prototype riset bus listrik yang sudah melakukan uji jalan.

Maka itu, Presiden sangat serius sekali untuk mewujudkan ini. Oleh sebab itu, beliau memerintahkan menteri yang terkait untuk segera membuat kebijakan sesuai dengan bidangnya. Katakanlah, Menteri Keuangan untuk mendukung ini sukses mengurangi pajak bahan-bahan dari luar yang diperlukan, kemudian mobil listriknya sementara waktu tidak kena pajak atau STNK bisa murah. Begitu pula Menteri Perindustrian dan Menteri Perhubungan untuk mendukung mobil listrik ini.

Kalau boleh tahu, berapa muatan lokal yang terkandung dalam mobil listrik ini?

Mobil listrik ini mempunyai 5 teknologi kunci. Pertama, desain 100% buatan Indonesia. Kedua, control system electronic, dimana teknologinya ini 50% bisa diproduksi dalam negeri dan sebagian impor. Ketiga, soal transmisi propulsi masih impor. Ke-empat, baterenya kita betul-betul impor. Kelima, infrastruktur charging bisa 100 dilakukan di dalam negeri.

Kalau bicara kesiapan teknologinya sendiri, para ahli membaginya 9 tingkat. Berkaitan dengan mobil listrik Indonesia posisinya di 5, sedangkan sepeda motor listrik posisinya di 7 dari sembilan tingkat. Jadi kalau sepeda motor terus terang saja sudah siap diproduksi tahun ini atau tahun depan. Pengembangnya sendiri sudah siap dengan rancangan dan punya modal kalau mau membangun pabriknya. Yang dibutuhkan dari pemerintah adalah bisa tidak menyerap atau membeli dulu 6000-10.000 diproduksinya.

Industrinya sendiri, pihak mana saja yang mau memproduksinya?

Kami sepakat BUMN yang didorong, kalau Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN -red) katanya siap saja mengarahkan BUMN untuk itu. Kemudian dari Kementerian ESDM sendiri menjelaskan, bahwa untuk charging diperlukan energi nantinya, ternyata itu tidak masalah karena kita akan dapat lagi 10.000 megawatt yang kedua untuk memenuhi pasokan nanti.

Disebut-sebut harga mobil listrik ini mencapai 1,5 milyar rupiah, apakah ada upaya-upaya dari pemerintah untuk menurunkan harganya?

Harga yang dipatok itu merupakan harga penelitian, berbeda lah dengan harga bila nanti sudah diproduksi masal. Relatif, kalau sudah diproduksi massal akan turun 35% dibandingkan harga penelitian. Belum lagi pemerintah akan mengurangi pajak, tentunya akan lebih murah lagi.

Di Jepang, saya dengar STNK-nya gratis disubsidi oleh pemerintah, bahkan ada juga yang memberikan gratis untuk recharge-nya. Kalau recharge gratis itu mungkin berat buat kita, tetapi kalau STNK gratis masih reasonable. Walau itu perlu dibicarakan lagi dengan pemerintah daerah karena inikan berkaitan dengan pendapatan daerah. Saya itulah upaya-upaya agar mobil listrik ini bisa terjangkau.

Belum lama ini juga ada mobil Esemka, apa pandangan Anda terhadap karya anak bangsa ini?

Bagi saya apapun karya anak bangsa itu harus didukung. Memang Esemka inikan ibarat perakitan saja, sebetulnya bahannya dari mobil Timor yang dimanfaatkan kembali. Makanya waktu dites kemarin masih belum sempurna, misalnya pada gas CO2 dan emisinya masih dibawah standar. Apalagi persyaratan kendaraan ini sudah mau masuk standar Euro 3, dimana dituntut harus ramah lingkungan, lebih efektif dan efisien. Sebab itu, kami mengirimkan tim untuk memberikan masukan-masukan kepada mereka. Kami mendorong terus, jangan sampai dipatah semangatkan. Kalau nanti bisa besarkan bagus juga bisa buka kesempatan kerja.

Sebagai menteri yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, bagaimana Anda mendukung perkembangan teknologi hijau?

Ini lucu, seperti sudah ada yang mengatur saja. Dulu saya selalu mengkampanyekan teknologi ramah lingkungan. Malah, sekarang saya memasuki bidang teknologi. Ini merupakan kesempatan saya untuk mengarahkan teknologi yang ramah lingkungan, salah satunya adalah mobil listrik. Tidak hanya itu, di bidang-bidang lain juga akan mengarah ke sana, termasuk energi diupayakan yang ramah lingkungan.

Apakah ada kendala, bila biasanya Anda menangani masalah lingkungan kini di Ristek?

Mudah-mudahan tidak ada, kalau awal-awal mungkin hanya penyesuaian saja. Karena latar belakang saya itu pernah menjadi kepala lembaga penelitian di universitas saya dulu. Jadi sebelum memimpin ristek ini, saya sudah terbiasa mengkoordinir para peneliti dan menghasilkan suatu penelitian. Selian itu, pernah membantu Rektor I yang membidangi penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat. Itulah pengalaman yang saya punya yang membedakan hanya cakupannya yang luas sekarang, kalau kegiatannya saya kira hampir miriplah.

Baru-baru ini dikabarkan bahwa DPR telah menyetujui pemberian tunjangan kinerja di Kemenristek. Kalau boleh tahu berapakah APBN Kemenristek tahun 2012 dan di bidang apakah prioritas penggunaannya?

Rupanya begini, untuk meningkatkan kinerja para pegawai ada istilah remunerasi yang untuk mendapatkannya itu tidak mudah, ada persyaratan-persyaratan tertentu. Dan itu pun harus dinilai oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Keuangan. Kebetulan Kemenristek, LIPI, BPPT, dan Batan sudah memenuhi syarat, tinggal 4 anggota kita lainnya yang belum.

Tunjangan ini nantinya akan berguna untuk kesejahteraan peneliti, dan selain itu kita juga berupaya agar pensiunan peneliti bisa diambah. Kalau APBN sendiri kita masih kecil dapatnya, sekitar 650 milyar. Dan itu digunakan 30% nya untuk kegiatan administrasi, penunjang gaji pegawai dan segalanya yang berkaitan dengan kepegawaian. Sedangkan 60% lebih digunakan untuk penelitian.

Seperti diketahui, Kemenristek adalah salah satu kementerian yang menggagas penggunaan open source software (OSS) di lingkungan pemerintahan Indonesia. Sejauh manakah perkembangannya saat ini?

Pemanfaatan OSS ini akan terus kami dorong, karena kami merasakan bahwa dengan OSS ini dapat menghemat anggaran, efektif dan efisien. Apalagi kalau dilihat dari segi hukum kita jadi tidak bermasalah karena menggunakan produk yang legal.

Seharusnya 2011, seluruh Indonesia sudah menerapkan itu. Tapi kami memahami bahwa tidak semua daerah itu sama, ada daerah-daerah yang belum punya SDM nya. Saat ini, untuk mempercepat penerapannya di daerah-daerah yang tidak terjangkau dengan cara melatih SDM yang ada, dan nantinya mereka bisa mengajarkan itu di daerahnya.

Bagaimana pandangan Anda terhadap pemerintahan yang bersih?

Pemerintahan yang bersih adalah pemerintah yang transparasi. Karena itulah dari segi Ristek mendorong penerapan e-Government maupun e-Procurement. Dengan e-Procurement ini maka segala tender-tender itu dilakukan lewat website secara terbuka, siapun bisa ikut. Jadi tidak ada sembunyi-sembunyi maupun main belakang. Kalau perlu seharusnya juga ada e-Audit sehingga setiap orang bisa mengontrol kegiatan yang dilakukan pihak terkait.

Tentunya pemerintahan yang bersih adalah cita-cita semua orang agar pelayanan publik dapat tersedia dengan baik dan memadai serta semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (Hoky)

Bencana TI dan Kemandirian RI

0

Jika pada edisi Juli lalu, BISKOM menyajikan headline “Siaga Bencana dengan TI”, pada edisi Agustus ini kami menyuguhkan bagaimana jika kita mengalami Bencana Teknologi Informasi, seiring dengan hebohnya isu “Internet Doomsday”.

Memasuki awal tahun 2012 pun kita sempat digemparkan dengan isu Efek Badai Matahari terhadap dunia teknologi informasi (TI), tentang ramalan Suku Maya yang memprediksi kiamat terjadi tahun 2012. Wacana ini sudah disajikan pada BISKOM edisi Januari 2012.

Terlepas dari isu atau bukan, pada kenyataannya pada akhir Juli 2007 silam, kita dihadapkan pada bencana gempa berkekuatan 7,2 SR di Taiwan, yang sempat memporakporandakan kabel serat optik yang berada di bawah laut. Atau pada kejadian lain memasuki milenium tahun 2000 yang disebut dengan Year Two Kilo (Y2K).

Tanpa kita sadari, kehidupan modern kita makin tergantung dengan TI, baik sebagai konsumen maupun sebagai produsen. Sebagai konsumen, kita memanfaatkan TI untuk membantu kegiatan sehari-hari. Sebagai produsen kita memanfaatkan TI, terutama komputer, untuk menyimpan data-data yang kita kumpulkan.

Namun pernahkan kita mawas diri, menelaah, bahwa suatu saat data-data kita tidak dapat kita gunakan karena alat yang digunakan untuk mengolahnya tidak dapat bekerja? Contohnya saja pada Kiamat Internet. Sudah banyak peringatan jelang Kiamat Internet, Senin, 9 Juli 2012, bahkan peringatan sudah disebar sejak tahun lalu oleh media, pemerintah, Facebook, dan Google. Banyak cara untuk mendeteksi dan banyak cara pula untuk menanggulangi kiamat yang dibuat oleh Biro Federal Investigasi (FBI). Tapi, jika sudah diperingati belum juga membereskan peranti keras, maka ini kita pun akan menjadi korban.

Padahal, jika komputer itu sendiri tidak dibuat kiamat oleh kita sendiri, maka korban DNA Changer akan menjangkiti komputer lain. Jadi ancaman pencurian data semakin besar. Semua orang memang berhak mengakses Internet. Tapi, jika keberadaannya membahayakan orang lain, maka lisensi mereka tak ada salahnya untuk dicabut.

Pengalaman ini kita sadari, bahwa untuk berkomunikasi di dunia maya juga perlu memperhatikan komputer lain. Apalagi jika kondisi komputer mereka membahayakan. Kiamat Internet adalah wake-up call bagi pengguna Internet yang abai terhadap ancaman di dunia maya.

Hikmah yang dapat kita petik dari bencana atau musibah TI itu meski hanya isu atau menjadi kenyataan, bagaimana pun kita harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi terhadap dunia TI.

Alangkah indahnya jika momentum bencana atau musibah, atau Kiamat Internet sekali pun, bisa dijadikan batu loncatan bagi Indonesia untuk memposisikan diri menjadi negara yang berdiri di atas kaki sendiri tapa harus tergantung terhadap pihak luar dalam hal keamanan data.

Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat Islam, Dirgahayu Republik Indonesia ke-67, dan di bulan ini pula, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-17. Jayalah TI Indonesia!

 

TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2012

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta (Terima kasih kepada Kemenristek yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Agustus 2012 diantaranya:

• Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta: Mobil Listrik Sambut Harteknas

• HEADLINE:
–  Di Balik Isu Kiamat Internet
–  Kiamat Kecil Jaringan Internet

• FIGURE:
–  Direktur Pusat TIK Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),  Hammam Riza: Menuju Layanan Government Cloud
–  Chairman PT Sekarguna Medika Lukas Murdihardjo: Dengan Taiwan Excellence, Lebih Efektif

• FOCUS:
–  Mayer: Yahoo Tak Pernah Berhenti Bekerja
–  10 CEO Perempuan Bidang TI
–  Ramadhan, Sejuta Situs Porno dan Judi Diblokir
–  2015, Semua Daerah Terpencil Online

• REVIEW & CELLULAR:
–  Sony VAIO E Series 14P
–  Dell XPS 14
–  Acer Slime Aspire V5
–  Fujitsu Stylistic Q702
–  HTC One V
–  HP Elitebook 2170P
–  Kingston Datatraveler Locker+ G2
–  LG Optimus 4X
–  Smartfren Andromax
–  Canon Legria Cinema Style Camcorder

• SNAP:
–  Bhinneka.Com Luncurkan Fitur Tawar Online
–  Smartfren Luncurkan App Store
–  IT Camp 2012, Berkemah Sambil Belajar Open BTS
–  Philips Hadirkan Kesempurnaan Suara
–  Seagate Backup Plus Selamatkan Data di Sosial Media
–  TAITRA Persembahkan Pameran Lifestyle
–  ICT Road Show: Taiwan Jalin Kemitraan TIK Dengan Indonesia
–  TAITRA Meriahkan NICE 2012 di Bali

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksibiskom@gmail.com

 

ICT Road Show: Taiwan Jalin Kemitraan TIK Dengan Indonesia

0

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan bisnis dan industri di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. TIK akhirnya akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Terlebih, Indonesia dengan populasi penduduk yang mencapai 240 juta, dianggap sebagai negara yang potensial bagi negara-negara lain untuk melakukan investasi besar-besaran.

Sayangnya, di bidang TIK, selama ini Indonesia lebih banyak berperan sebagai negara konsumen dan pengguna saja. Kedepan, diharapkan Indonesia mampu menjadi negara produsen. Untuk mencapai itu, Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan TIK Taiwan untuk membantu mengembangkan industri TIK di Indonesia.

Di sela ICT Roadshow di Hotel Le Grandeur, Jakarta (24/7),   Sylvia W. Sumarlin, Ketua FTII mengatakan, “Kami berkeinginan ada perpindahan teknologi antara Indonesia dan negara lain. Agar tidak hanya menjadi konsumen saja, harus dicari jalan agar setiap produk bisa dibuat oleh kedua negara.”

Ketua delegasi perusahaan TIK Taiwan, Richard Tang mengatakan, industri TIK di Taiwan tumbuh pesat,  terutama di bidang konten, jaringan sosial, game, aplikasi mobile, dan musik digital. Industri kian berkembang ketika menemukan konsumen yang tepat untuk melakukan ekspansi pasar.

“Pertumbuhan industri TIK di Taiwan serupa pertumbuhan di China.  Industri aplikasi, misalnya, tumbuh pesat dengan nilai penjualan dari unduhan aplikasi mencapai US$ 60 juta per bulan. Indonesia dengan penduduk besar, sebenarnya bisa menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan lokalnya sendiri,” ungkap Tang.

Melihat jumlah penduduk yang besar, Taiwan tak lantas menganggap Indonesia sebagai konsumen semata.  Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) untuk Jakarta, Andrew Hsia mengatakan, perusahaan-perusahaan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis digital bagi penduduk Indonesia sendiri, bahkan juga bisa melakukan ekspansi pasar ke luar Indonesia. Sebagai bentuk kesiapan Taiwan untuk membuka peluang investasi di Indonesia, dalam kesempatan tersebut juga dibuka One on One Business Matching.

ICT Road Show merupakan pertemuan delegasi perusahaan TIK Taiwan dengan berbagai asosiasi TIK Indonesia. Tujuannya, untuk memperkenalkan perusahaan TIK kecil dan menengah di Indonesia, sekaligus melihat pasar investasi TIK di Indonesia dan akan dilanjutkan dengan kerjasama industri TIK di dua negara tersebut.

Ketua FTII, Sylvia mengatakan, pertemuan ini sebagai langkah untuk memberikan ruang bagi perangkat komponen Indonesia dalam sebuah produk teknologi asal Taiwan. Saat ini menurutnya konsep Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam sebuah produk teknologi hanya diterapkan dalam satu industri telekomunikasi saja, yakni pada produk-produk peralatan WiMax.

“Padahal pasar kita yang terbesar adalah perangkat yang berbasis 2G dan 3G, di sini belum ada TKDN,” ujarnya. Untuk itu ia berharap, nantinya perusahan Taiwan dapat berbagi dalam industri TIK.

Acara yang diselenggarakan oleh FTII bersama Taipei Computer Association (TCA) dan Kementerian Ekonomi bidang perdagangan Taiwan (ROC) ini selain dihadiri oleh 12 perusahaan Taiwan dan Indonesia, juga oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi dan industri TIK Indonesia. ICT Road Show didukung oleh BISKOM sebagai media partner.

TAITRA Meriahkan NICE 2012 di Bali

0

Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) membuka National Computer Expo (NICE) 2012 di Bali, Pameran tersebut digelar di Mall Bali Galeria, Kuta, 18-22 Juli 2012. Pameran komputer terbesar di Pulau Dewata ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pameran NICE 2012 yang telah diselenggarakan di 15 kota di Indonesia.

Sejumlah stand seperti Sony, Epson, Dell, Advan, Canon, Brother, ICA, Axioo, Hewlett Packard, Acer dan Asus, memamerkan produk unggulan dengan harga yang sangat kompetitif. Pengunjung pun dimanjakan dengan pelayanan terbaik yang mengundang minat pembeli. Selain itu, panitia menyediakan beragam hadiah bagi mereka yang beruntung dengan nilai nominal hingga jutaan rupiah.

Ketua Apkomindo Bali, I Komang Purnama mengatakan, Bali sebagai daerah tujuan wisata andalan Indonesia dan dunia, kerap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional dan internasional. Karenanya sangat tepat menjadikan Bali sebagai tempat distribusi produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berkualitas. “Melalui NICE 2012, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan update informasi mengenai TIK,” ujar Komang.

Saat pembukaan NICE 2012, I Made Sutama, Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Telematika Kabupaten Badung mewakili Bupati Badung menyampaikan, melihat potensi yang begitu besar, bukan rahasia bahwa banyak negara yang ingin melakukan investasi besar-besaran di Bali.

Hal itu terlihat dari negara Taiwan yang juga ikut meramaikan NICE 2012 di Bali. Melalui Biro Perdagangan Asing (BOFT) dari Kementerian Ekonomi Taiwan beserta Taiwan External Trade Development Council  (TAITRA), sebuah organisasi nirlaba yang bertugas untuk mempromosikan produk-produk berkualitas dari Taiwan, para pengusaha Taiwan sangat tertarik untuk memperluas perdagangannya di Bali, bahkan merencakan membuat pabrik elekronik sarana pendukung perangkat TIK di Indonesia.

Direkur TAITRA untuk Indonesia, Tony Lin Li Kai menyatakan,  “Banyak produk asal Taiwan yang mampu merajai pasar Indonesia. Karenanya, Indonesia menjadi pertimbangan terbesar bagi Taiwan untuk menanamkan investasi yang lebih besar lagi di masa mendatang.”

Namun sebelumnya, tambah Tony, pemerintah Taiwan kini tengah mempelajari peraturan-peraturan yang berlaku Indonesia. Jika rencana itu berjalan mulus, nantinya Taiwan akan menggandeng partner lokal untuk merealisasikan gagasan tersebut.

Berkaitan dengan hal ini, Soegiharto Santoso, pengusaha TIK yang juga menjadi mitra strategis TAITRA, menyambut positif rencana pemerintah Taiwan tersebut. “Taiwan adalah investor terbesar kesembilan di Indonesia dengan banyak area investasi termasuk TIK. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Indonesia untuk membuka peluang dan kemudahan bagi Taiwan untuk melakukan kerjasama sebesar-besarnya dengan pengusaha di Indonesia. Baik itu berupa kemudahan pengurusan ijin usaha dan ijin industi maupun regulasi yang menguntungkan kedua belah pihak,” tandas Soegiharto.

Melalui kampanye Taiwan Exellence yang sudah berlangsung lebih dari 3 tahun di Indonesia, paparnya, TAITRA memperkenalkan berbagai macam merek produk TIK yang beberapa diantaranya telah menjadi top brand di tanah air, seperti Acer, AData, Asus, Aver, AverMedia, BenQ, Cooler Master, D-Link, Edimax, Enermax, Genius, Gigabyte, MSI, Optoma, PQI, Silicon Power, Thermaltake dan Transcend.

“Mencontoh Taiwan, tentunya kedepan bukan mustahil jika produk Indonesia bisa diperkenalkan dan menjadi produk unggulan di negara-negara lain,” harap Soegiharto.

Sebagai informasi, NICE adalah event nasional yang merupakan lanjutan dari pameran National IT Expo (NIX). NICE yang dibentuk oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) ini diselenggarakan di 15 kota besar di Indonesia, yang terbagi dalam dua cluster.

NICE cluster pertama diadakan di Botani Square Bogor (25 April – 2 Mei 2012), Makassar di Celebes Convention Center (25-29 April 2012), Bandung di Landmark Convention Center (2-6 Mei 2012), Banjarmasin di Duta Mall (3-7 Mei 2012), Surabaya di JX International Convex (4-8 Mei 2012), Yogyakarta di Jogja Expo Center (5-9 Mei 2012), dan Semarang di Java Supermall (16-21 Mei 2012).

Kota lain yang masuk ke dalam cluster kedua penyelenggaraan NICE adalah Pontianak di Pontianak Convention Center (30 Mei – 4 Juni 2012), Banda Aceh di Gedung Cik Ditiro (1-5 Juni 2012), Malang di Graha Cakrawala UM (6-10 Juni 2012), Palembang  di Palembang Square (6-10 Juni 2012), Pekanbaru  di Mall SKA (6-10 Juni 2012), Solo di Diamond Solo Convention Center (13-17 Juni 2012), Jakarta di Arena Pekan Raya Jakarta (14 Juni – 15 Juli 2012), dan Bali di Mall Galleria (18-22 Juli 2012).

NICE 2012 didukung oleh BISKOM sebagai media partner.

TELAH TERBIT BISKOM EDISI JULI 2012

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan CEO PT. Marketbiz Media, Riyeke Ustadiyanto (Terima kasih kepada  Marketbiz Media yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juli 2012 diantaranya:

• COVER STORY: Riyeke Ustadiyanto, CEO PT. Marketbiz Media: Mulai Dari Nol, Marketbiz Kini Berkantor di 3 Kota

• HEADLINE:  Menyambut LTE di 2013

• FIGURE:
–       Hendrik Tio, Founder & CEO Bhinneka.Com: Bhinneka Aplikasikan Mobile e-Commerce Pertama di Indonesia
–       Raymond Firdauzi, Country Head, Platform Product, Fujitsu Indonesia: Laba Konsolidasi Fujitsu Lampaui Target Revisi
–       Arief Hidayat, Chairman Paseban: Paseban, Jejaring Sosial  Asli Indonesia

• FOCUS:
–       Selamat Tinggal Dot Com!
–       2016, Tablet Rajai Dunia
–       WiMax Indonesia Sekarat!

• REVIEW & CELLULAR:
–       LG HW300 & LG HW600
–       Acer Slim Family
–       Samsung Series 9
–       Sony Xperia Miro & Tipo
–       Dell Optiplex & Latitude
–       Tabulet Beat2, Troy2 & Sparta
–       Lenovo IdeaCentre A720
–       Axioo Neon RNA, Neon RNO & Pico CJM
–       Gigabyte X11
–       Lenovo Thinkpad X131E

• SNAP:
–        Sony Expo 2012 Hadirkan Hiburan Digital Terdepan
–       SAS dan EMC Greenplum Kelola Big Data
–       Kemenristek Targetkan Seluruh Pemda Gunakan OSS
–       Tokobagus.com Luncurkan TVC Piala Eropa 2012
–       IOSA 2012 Anugerahkan 7 Kategori Penghargaan
–       TAITRA Luncurkan SmarTEST! Berhadiah US$ 100 Ribu
–       Taiwan Perkuat Investasi di Indonesia
–       Kanada Jadi Tuan Rumah Kongres TI Dunia ke 18
–       23 Vendor Ramaikan NICE 2012 di Solo
–       Bersamaan Dengan PRJ, NICE 2012 Jakarta Diadakan Sebulan

LTE, Menunggu Regulasi

0

Barangkali banyak diantara konsumen telekomunikasi yang belum memahami manfaat dari teknologi 2G yang kemudian berkembang menjadi 2.5G dan 3G, sampai akhirnya kini muncul teknologi 4G beserta polemik yang mengikuti perkembangannya.

Teknologi generasi ketiga atau 3G sebenarnya sudah umum dipakai. Dengannya, kita dapat menyaksikan acara televisi di smartphone (TV over Internet Protocol), melakukan percakapan VoIP bahkan memanfaatkan video call, atau browsing dimana dan kapanpun dengan modem 3G. Tentunya aktifitas-aktifitas ini tidak bisa dilakukan jika menggunakan teknologi 2G yang hanya terbatas pada pertukaran komunikasi suara dan teks berupa pesan singkat SMS.

Menyusul kemudian pada awal 2000-an, kita mengenal teknologi-teknologi generasi 2.5  seperti General Packet Radio Service (GPRS) dan Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) yang mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat,  sehingga dapat digunakan untuk berkirim data dalam jumlah besar.

Jika Anda berfikir teknologi 3G sudah cepat, maka teknologi 4G yang ada saat ini seperti Wi-Fi dan WiMax, jauh lebih cepat dengan kemampuan mentransfer data hingga 100 megabit per detik. Dengan teknologi 4G, kita bisa mengunduh sebuah film berkualitas DVD hanya dalam waktu 6 menit saja. Hebat!

Meski 4G sudah mulai diterapkan di negara-negara luar, sayangnya di Indonesia, ekosistem frekuensi kanal 4G atau Long Term Evolution (LTE) dinilai masih belum siap. Artinya, pelaksanaan frekuensi 4G akan tersendat.

Penggagas IndoLTE Forum, Heru Sutadi kepada wartawan di Jakarta (26/6) menjelaskan, “Regulator harus segera menyiapkan frekuensi 4G, kecepatan data maksimal berapa, sekaligus regulasinya.”

Saat ini, pemerintah masih mempertimbangkan frekuensi yang memungkinkan untuk dipakai 4G. Ada empat skema yang telah disiapkan pemerintah terkait frekuensi kanal 4G. Pilihannya adalah, memakai frekuensi 700 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz atau 2300 MHz. Menurut Heru, frekuensi yang paling memungkinkan dipakai untuk kanal 4G adalah 2300 MHz. “Lebar frekuensi ini baru dimanfaatkan sekitar 30 Mhz dari total 90 MHz yang tersedia di frekuensi ini. Bila ingin cepat, bisa memanfaatkan pita frekuensi yang kosong,” tambahnya.

Selama ini frekuensi 2300 MHz dimanfaatkan untuk teknologi WiMax. Namun teknologi tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal. Adopsi WiMax di Indonesia dinilai harus memiliki investasi infrastruktur yang lebih besar. Sedangkan teknologi 4G, biaya investasi infrastruktur bisa ditekan karena operator sudah memiliki tower. “Jika mau memakai frekuensi 2300 MHz, kita harus belajar dari negara lain. Apakah banyak negara yang memakai 4G di frekuensi tersebut?” papar Heru.

Untuk gambaran, frekuensi 4G di Amerika Serikat di 700 MHz, sementara di Eropa rata-rata memakai frekuensi 4G di 2500 – 2600 MHz. Hanya Australia yang memakai frekuensi 4G di 2300 MHz, itupun dengan penataan ulang frekuensi (refarming). Bahkan di luar negeri malah jarang menggunakan frekuensi 2300 MHz untuk 4G. “Jika dipaksakan, sementara sisa lebar pita frekuensi sekitar 60 MHz di 2300 MHz hanya cukup diperebutkan oleh tiga operator saja,” tambahnya.

Sebenarnya masih ada opsi untuk memakai frekuensi di 700 MHz. Di sini, lebar peta frekuensinya mencapai 140 MHz, cukup longgar bila diperebutkan oleh 7 operator telekomunikasi di Indonesia. Namun implementasinya, frekuensi ini baru bisa dipakai pada 2018, setelah proses migrasi televisi analog ke digital rampung.

Adapun, di frekuensi 2100 MHz, penerapan 4G terbentur pada kondisi belum bersebelahannya blok-blok tiap operator. Sehingga frekuensinya harus ditata ulang karena sekarang kondisinya tidak seimbang antar operator, ada yang lebar frekuensinya 10 MHz dan ada yang 15 MHz. Padahal, untuk teknologi 4G minimal perlu 20 MHz agar optimal.

Dengan segala permasalahannya, apakah mustahil teknologi 4G diimplementasikan di Indonesia? Tentunya tidak. Jika permasalahan regulasi selesai, kita tinggal menunggu waktu saja untuk benar-benar merasakan teknologi ini muncul di tengah-tengah kita.

CEO PT. Marketbiz Media, Riyeke Ustadiyanto, Mulai Dari Nol, Marketbiz Kini Berkantor di 3 Kota

0

Bila dulu komunikasi via telepon menjadi andalan untuk mencari informasi, saat ini seiring dengan berberkembangnya teknologi informasi (TI) dan internet, search engine menjadi pilihan utama.

Search engine adalah sebuah database elektronis yang berisi sejumlah alamat situs yang ada di jagad internet. Menggunakannya sangat mudah. Hanya dengan mengetikkan kata kunci (keyword) yang hendak dicari, setelah itu akan tampil sejumlah link yang akan mengarahkan pengguna kepada situs atau informasi yang ada relevansinya dengan keyword yang dimasukkan.

Mengingat perannya yang penting, para pelaku bisnis pun memanfaatkan search engine sebagai media promosi. Dari sekian banyak pilihan, Yahoo, Google, Bing dan MSN adalah search engine yang paling populer di internet. Namun di Indonesia, search engine yang paling banyak digunakan adalah Google. Karena itu Google dijadikan sebagai patokan bagi pelaku bisnis online untuk berusaha agar websitenya bisa bertengger di halaman pertama atau berada di daftar teratas Google.

Tidak mudah memang. Karena itu diperlukan Search Engine Optimization (SEO) agar situs web  lebih mudah untuk ditemukan diantara ribuan bahkan jutaan hasil pencarian sebuah keyword pada halaman robot pencari ini.

“Tak dapat dipungkiri bahwa SEO bekerja lebih baik untuk meraih peringkat yang lebih baik di mesin pencari. Bila website berada di halaman pertama, maka peluang website tersebut dikunjungi orang akan semakin besar,” ujar Riyeke Ustadiyanto, CEO PT. Marketbiz Media.

Sebagai salah satu digital consultant terkenal, Marketbiz Media yang berdiri sejak 1998 oleh Marketbiz.net menawarkan solusi SEO pertama di Indonesia. Target dan goal-nya adalah melakukan percepatan dunia cyber di bidang pembangunan digital economic Indonesia melalui kekuatan marketing search engine. Perusahaan yang juga berfokus pada Social Media Booster ini kini terus berkembang dan telah melayani lebih dari 20.000 customer dari domestik maupun internasional.

Riyeke yang akrab disapa Keke pun telah lama menekuni dunia SEO.  tepatnya sejak lulus kuliah Akuntansi di Universitas Gadjah Mada. Pria kelahiran Yogyakarta pada 1972 ini memulai usaha tanpa mempunyai komputer maupun notebook. Karena tekadnya, ia pun rela menjadi penjaga warung internet (warnet) untuk mendapatkan akses internet gratis.

“Waktu itu saya tidak mampu membeli komputer karena mahal, sehingga rela menjaga warnet agar bisa lebih lama menghabiskan waktu di depan komputer,” ucap pakar SEO ini.

Setelah lulus kuliah tahun 1998, ia mulai mendapatkan klien pertamanya melalui email dari luar negeri. Peluang ini pun menjadikannya berfikir bahwa internet bisa menjadi sumber pendapatan untuk hidup. Beberapa tahun kemudian akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Bali, tepatnya usai peristiwa bom Bali I,  yang ternyata perjalanan ini tidak sia-sia karena mendapatkan banyak pekerjaan di pulau Dewata ini.  “Disinilah saya mulai berfikir menjadikan Marketbiz sebuah company,” terangnya.

Semakin berkembangnya internet, Marketbiz tidak hanya berfokus pada SEO saja, tetapi juga website development. “Selama masih bisnis digital yang menyangkut promosi dan development, maka bisa menjadi fokus kami,” lanjutnya.

Kesuksesan Marketbiz juga tampak pada tiga kantor yang dibangunnya. Tidak hanya berfokus di Bali, Marketbiz juga berkantor di Jakarta dan Bandung. Kantor Bali menjadi workshop untuk web development dan SEO, Bandung menjadi workshop pengerjaan sosial media, dan Jakarta sebagai kantor representative.

Saat BISKOM berkunjung ke kantornya di daerah Jakarta Selatan, lelaki yang hobi menulis ini memaparkan lebih jauh bagaimana SEO bisa menjadi sumber kreatifnya. Berikut petikan wawancara dengan Riyeke Ustadiyanto yang kerap tampil dengan pakaian kasual ini.

Apa alasan Anda berkecimpung di dunia internet? Bisa dijelaskan perjalanan karir Anda di bidang ini?

Sebetulnya setelah lulus kuliah, saya sulit sekali mendapatkan pekerjaan. Entah kenapa, sudah mencari kesana-sini tetap saja tidak ada perusahaan yang mau menerima saya. Karena pada dasarnya ketertarikan saya pada internet, maka sambil jalan untuk mencoba mengembangkan SEO ini yang memang sudah saya tekuni sebelumnya.

Dengan keterbatasan yang saya miliki yaitu tidak mempunyai komputer, akhirnya saya memutuskan bekerja sebagai penjaga warnet agar bisa memanfaatkan komputer dan akses internetnya. Syukur Alhamdulillah, tidak lama kemudian saya mendapatkan proyek yang bisa dikerjakan sendiri. Mulai dari sanalah saya berkomitmen untuk terus mengembangkan SEO.

Seberapa pentingkah SEO bagi bisnis online?

Menemukan bisnis online kita di search engine itu penting sekali. Bila website kita tidak terdaftar pada halaman depan search engine, maka kecil kemungkinan website kita di kunjungi orang. Kalau sudah begitu, bagaimana bisnis mau jalan, karena orang tidak banyak yang tahu tentang keberadaan usaha yang kita miliki. Misalkan, biasanya wisatawan internasional itu kalau berkunjung ke Indonesia tidak tahu harus mencari apa dan bagaimana caranya. Mereka pasti mencari informasi yang diperlukan dari search engine. Bila bisnis online kita tidak terdaftar di halaman pertama, maka kesempatan wisatawan menggunakan jasa atau produk kita kecil kemungkinannya. Karena mereka pasti mengklik terlebih dahulu yang ada di daftar teratas atau halaman pertama.

Anda juga fokus di sosial media sebagai media promosi. Lebih besar manakah peluang bisnis yang didapat, apakah dari search engine atau sosial media?

Sebenarnya begini, sosial media itu cenderung untuk meng-influent market untuk membeli sesuatu ke seller atau merchant. Kalau search engine, basic need-nya jelas. Selama orang terpenuhi kebutuhannya, pasti akan langsung membeli dari sana.

Untuk memperkenalkan produk baru kepada calon pelanggan, yang tepat melalui sosial media. Tetapi kalau misalkan produk tersebut sudah dikenal orang, maka lebih tepat menggunakan startegi memperkuat ranking di search engine. Jadi semuanya itu penting, harus ada kolaborasi antara sosial media dengan search engine biar income dari klien akan lebih baik.

Di Marketbiz, kami menawarkan paket Layanan Social Media yang merupakan kombinasi dari Facebook, Twitter, blog dan situs sosial media lain sehingga mampu menjangkau langsung jutaan pelanggan potensial. Dengan manajemen sosial media, target market akan tercapai setiap harinya karena kita dapat mengetahui siapa sebenarnya yang melihat dan mendengarkan iklan kita.

Sejauh mana perkembangan SEO di tanah air?

SEO itu mulai diminati orang sekitar 2 atau 3 tahun belakangan ini. Sebelumnya mereka masih tidak percaya dengan yang namanya sukses bisnis di internet melalui Google atau search engine lainnya. Tapi sekarang ini semua menyatakan SEO itu penting sekali dan mereka rela untuk training dan belajar SEO, termasuk perusahaan-perusahaan besar yang kami tangani.

Sebelumnya mereka tidak memperhatikan pentingnya mesin pencari, tahunya mereka hanya membayar Google Adwork atau lainnya. Kini mereka berlomba-lomba untuk menempati top ranking.

Bagaimana SEO mampu menjadikan suatu situs berada di halaman search engine?

Tidak ada manipulasi di search engine. Kami melihat biasanya orang membuat website itu seperti meng-online-kan sebuah brosur yang penuh image atau dengan tata letak yang kurang bagus.

Dengan SEO, kita memiliki banyak aturan yang digunakan untuk memudahkan Google atau search engine membaca website kita. Kebanyakan memang dari sisi websitenya yang akan menjadi konsen kami untuk melakukan perbaikan. Dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang disukai search engine seperti teks dan link, maka website itu harus banyak teksnya. Selanjutnya link teks tersebut harus disajikan dengan baik dan menarik agar bisa langsung dibaca search engine.

Apa yang Anda suka dengan berkecimpung di dalam dunia SEO?

Di SEO itu update algoritma 3 hingga 4 kali setiap tahunnya. Berarti kita selalu ditantang Google untuk menaklukkan algoritma baru itu. Tantangan dan hal-hal baru inilah yang membuat kami suka.

Kedua, dengan update seperti itu otomatis selalu mempengaruhi update search engine termasuk sosial media. Artinya dalam usaha SEO itu selalu ada algoritma. Kita tidak boleh curang dan untuk mendapatkan best list harus secara natural. Kalau natural berarti kita menjadi orang bersih, harus menjadi orang benar baru orang bisa mengupdate link ke kita.

Kalau boleh saya bahasakan, SEO itu salah satu implementasi dari “hablumminannas” yang mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada banyak orang. Jadi Google mengajarkan kita berbaik dengan orang lain, maka kita akan berada pada ranking atas.

Berapa anggaran yang diperlukan untuk menggunakan jasa SEO ini?

Kami men-create harga mulai dari yang termurah Rp. 100 ribu  dengan hanya menyediakan tools-nya saja, selanjutnya mereka bisa maintenance dan menentukan sendiri SEO-nya. Harganya juga bisa disesuaikan dengan budget klien kami. Sementara itu, untuk market khusus dengan penanganan yang lebih komplit, budget-nya bisa sampai Rp. 40 juta per tahun.

Berkaitan dengan promosi, marketing atau sales seringkali dianggap sebagai profesi yang kurang bergengsi. Apa pendapat Anda mengenai hal ini?

Sales memegang peranan yang penting, karena kalau tidak ada mereka maka tidak ada kegiatan jual beli. Jujur, saya termasuk orang yang tidak terbiasa melakukan penjualan, tapi saya bisa membuat cara bagaimana melakukan target penjualan yang bagus. Saya berfikirnya begini, ini bukan masalah orang bisa ngomong untuk jualan, tapi talking about system.

Selama produknya bagus, memenuhi kebutuhan dan bermanfaat, maka produk kita pasti dibeli orang tanpa kita harus melakukan usaha yang berlebihan. Jadi ketika men-SEO, yang saya riset bukan produknya, itu tetapi pasar yang sesuai dengan produk yang dijual.

Bagaimana dunia dotcom bisa dijadikan peluang bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia?

Sebenarnya banyak profesi baru dengan tumbuhnya internet, seperti web developer dan mobile developer. SEO sendiri sebenarnya peluang baru yang tidak semua orang bisa melakukannya secara tepat, kalau berlebihan malah bisa kena finalti. Artinya, SEO engineer itu tidak secara teknis saja tetapi juga melakukan strategi. Lalu juga ada social media activation yang merupakan profesi baru bagi marketer-marketer. Dan ada juga profesi lain yang namanya internet marketer yang luas sekali deskjob-nya, bisa melalui sosial media maupun direct email.

E-commerce dan e-money kini tengah populer. Apakah bidang ini siap diterapkan di Indonesia, dimana akses internet di daerah masih terbatas?

Memang jaman sekarang ini lebih enak kalau mau usaha atau bisnis online, karena internet sudah murah, komputer bisa dikredit dengan murah, sistem payment sudah tersedia, begitu pula dengan shipping-nya. Tinggal menumbuhkan produk dengan tata cara menjual yang baik.

Jadi saya tidak setuju kalau ada yang bilang Indonesia itu ekonominya susah dan lain sebagainya. Karena rata-rata yang mereka yang hidup dengan internet itu tidak pernah susah, artinya mereka selalu menemukan jalan untuk melakukan penetrasi market. Bukan berarti uangnya banyak, tetapi selalu bisa menemukan peluang apa yang harus dilakukan.

Kalau boleh tahu, siapa saja klien besar Marketbiz? Apa saja kontribusi Anda terhadap dunia pendidikan?

Setelah 11 tahun mengoptimasi dan menjalankan strategi online marketing, beberapa brand internasional telah menggunakan jasa layanan kami, diantaranya Mercedes Benz, Toyota, Acer, ZTE, Honda, Adira, XL dan Telkomsel.

Sebagai sumbangsih terhadap dunia pendidikan, kami aktif di komunitas dan memberikan training-training secara gratis, seperti membangun gerakan UKM Goes Online sejak 2008 untuk membangkitkan industri di tanah air.

Apa manfaat yang diperoleh UKM dari gerakan UKM Goes Online?

UKM Goes Online berusaha mengajak komponen bangsa untuk membangkitkan industri Indonesia dengan membuatkan online store gratis bagi usaha kecil menengah (UKM) dengan nama Lakubgt.com. Itu platformnya Facebook store, bisa di SEO, dan sudah ada online payment-nya.

Bila selama ini UKM kesulitan mendapatkan layanan bank seperti online payment, kini dengan tergabung bersama kami sudah bisa punya online payment yang sudah terkoneksi dengan 132 bank.

Kesenjangan digital adalah satu masalah di tanah air yang sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Untuk menyelesaikan masalah ini, menurut Anda, apa langkah strategis yang harus dilakukan?

Kesenjangan terjadi karena daerah yang terlalu besar. Karenanya infrastruktur teknologi harus segera dilakukan, baik itu dari pemerintah ataupun melibatkan swasta. Dan harus ada peraturan yang jelas, jangan sampai terjadi tumpang tindih, dalam artian jangan sampai peraturan atau kebijakan itu berbeda-beda di tiap wilayah dalam memberikan izin pembangunan infrastruktur jaringan.  Contohnya, pada saat Biznet membangun jaringan fiber optic di Bali, menemui hambatan karena saat memasuki wilayah yang berbeda, peraturannya juga sudah berbeda. Sehingga akses internet yang bagus tidak bisa dinikmati masyarakat Bali seluruhnya.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia saat ini? Apakah TI Indonesia sudah cukup ideal?

Kemajuan TI kita lebih bagus dari Singapura, saya melihat ini karena sering melakukan conference di sana. Ternyata perkembangan digital promotion kita lebih baik. Dan perkembangan TI kita ini sudah cukup ideal. Karena kita negara besar dengan jumlah penduduk yang besar, maka hanya teknologi lah yang bisa menjangkau informasi secara efisien.

Adakah hal baru yang akan Anda lakukan di sepanjang 2012?

Saya mempunyai rencana di bidang perbankan. Seperti kita tahu, apabila UKM ingin besar maka membutuhkan pinjaman modal dari sebuah bank. Namun dalam memberikan pinjaman, bank harus melihat catatan transaksi UKM tersebut. Kendalanya, bagaimana UKM tersebut memiliki itu bila alat pembayaran saja tidak punya? Berangkat dari sini, kami berencana untuk meluncurkan iPayMu yang terintegrasi di perangkat mobile berbasis Android.

Aplikasi iPayMu bisa di-download untuk mendukung UKM melakukan transaksi secara online dengan hanya memiliki satu account bank tetapi bisa terhubung dengan banyak bank. Dengan iPayMu, kita dapat melakukan pembayaran, belanja online, donasi, dan produk berlangganan, serta pengiriman uang dan penarikan uang dengan mudah, cepat dan aman. Saya berharap rencana ini bisa terwujud dalam waktu dekat. (HK)

Sony Expo 2012 Hadirkan Hiburan Digital Terdepan

0

Sony yang dikenal sebagai penyedia teknologi terdepan asal Jepang, kembali memperkenalkan rangkaian produknya dalam event Sony Expo 2012 yang bertemakan Journey to an Extraordinary Life di Mall Taman Anggrek, Jakarta, 4-8 Juli 2012.

Tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara rutin yang digelar setiap tahun ini mencoba memberikan experience lebih kepada pelanggan dengan meng-update produk-produk terbarunya.

“Ini bukan sekedar expo, tetapi disini pengunjung dapat melihat dan merasakan langsung berbagai macam teknologi terbaru dan terdepan yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup masa kini,” ujar Satoru Arai, Presiden Direktur Sony Indonesia, saat pembukaan expo (5/7).

Melalui kegiatan ini Sony juga ingin menunjukkan komitmennya untuk terus mengeluarkan inovasi-inovasi terkini di dunia digital dan menawarkan solusi hiburan digital dengan kualitas yang tidak tertandingi. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan rangkaian produk Handycam Sony yang terintegrasi dengan proyektor yang mampu menghadirkan tampilan layar hingga 100 inci.

Rangkaian produk lain yang dihadirkan diantaranya kamera Cybershoot terbaru yang tipis dan ringan tetapi mempunyai optik terbaik beresolusi tinggi hingga 18,2 megapiksel. Juga ada kamera NEX-F3 terbaru dengan layar LCD yang dapat dimiringkan hingga 180 derajat, sehingga dapat mempermudah pengambilan gambar diri sendiri.

Sony juga menawarkan pengalaman yang luar biasa dengan dihadirkannya tema-tema khusus dalam expo ini, yaitu Extraordinary Audio Visual Experience melalui jajaran produk BRAVIA dan HomeTheater, Extraordinary Gaming Experience melalui konsol game  andalan Sony yaitu PlayStation Vita dan PlayStation 3. Sementara Extraordinary Android Experience didominasi oleh Xperia dan Sony Tablet, serta Extraordinary Entertainment yang berupa live performing grup musik Ecoutez dan penyanyi Afgan.

Di kesempatan ini pula, Sony meluncurkan Ultrabook VAIO terbarunya, seri Z yang dimotori Intel Core i7 quad core  dan berlayar 13,1 inci Full HD. Selain ultrabook ini, juga ada pilihan VAIO terbaru lainnya yang bisa dimiliki, seperti seri S, seri T dan seri E dengan berbagai ukuran layar 11 inci, 14 inci dan 17 inci.

Untuk VAIO seri E, Sony mengumumkan Gita Gutawa, penyanyi populer Indonesia  sebagai brand endorse-nya. Sony juga akan melakukan campaign berupa roadshow ke beberapa daerah mulai 16 Juli-16 Oktober 2012 untuk memperkenalkan jajaran VAIO terbarunya ini.

IOSA 2012 Anugerahkan 7 Kategori Penghargaan

0

Rangkaian kegiatan Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 telah berakhir, ditandai dengan penyerahan anugrah kepada 21 finalis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel Bidakara Jakarta (4/7).

IOSA 2012 merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software (OSS) di instansinya masing-masing.

“OSS merupakan solusi bagi kita untuk menurunkan angka pembajakan dan penggunaan software ilegal,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

Dewan juri IOSA 2012 terdiri atas beberapa juri dari komunitas dan pemerintah yang telah dikenal masyarakat, diantaranya Onno W. Purbo, Kalamullah Ramli, I Wayan Simri Wicaksana, Rusmanto Maryanto, dan lain-lain.

Pemenang kategori kompetisi pemerintah pusat, diraih Badan Pengelola Minyak Bumi dan Gas (BP MIGAS) sebagai juara pertama, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) juara kedua, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sebagai juara ketiga.

Kemudian kategori pemerintah provinsi, kabupaten, dan kabupaten, dimenangkan Pemerintah Kota Pekalongan Jawa Tengah sebagai juara pertama, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan juara kedua, dan Pemerintah Kabupaten Batang Jawa Tengah sebagai juara tiga.

Pada kategori sekolah tingkat atas, SMA IT Ummul Quro Bogor memenangkan juara pertama, diikuti SMA Muhammadiyah 1 Weleri Jawa Tengah, dan SMKIT Smart Informatika Surakarta Jawa Tengah sebagai juara tiga.

Sementara untuk kategori mahasiswa, Adityo Baharnoko dari Universitas Negeri Semarang merebut juara pertama, Fauzan Helmi dengan karya Kamus Nusantara juara kedua, dan Andre Pratama dengan karya alat prediksi banjir berbasis mikrokontroler dan website menempati juara tiga.

Berbeda dengan IOSA 2010 dan 2011 yang hanya memberikan penghargaan kepada institusi pemerintahan dan pendidikan menengah atas, IOSA 2012 menambah penghargaan untuk kategori baru www.atoledo.com kepada tokoh, komunitas dan wartawan, sehingga ada tujuh jenis penghargaan.

Menurut Ketua panitia IOSA 2012, I Made Wiryana, kategori baru ini merupakan pihak yang sangat penting di dalam perkembangan OSS. IOSA 2012 sendiri tidak hanya terfokus pada pencapaian teknis, tapi yang lebih penting adalah bagaimana cara mencapainya. “Apakah secara legal atau ilegal, secara cerdik atau tidak cerdik, dan apakah mandiri atau bergantung,” paparnya.

Di sela penganugerahan IOSA 2012 juga digelar talkshow bertema Synergy and Opportunity yang terbagi dalam dua sesi.  Sesi pertama membahas peran Free Open Source Software (FOSS) dalam membuka peluang usaha bagi enerpreneur Indonesia dengan narasumber Betti Alisjahbana,  (Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia) dan Anton Raharja (Pendiri dan Pengembang VoIP Rakyat). Sedangkan talkshow kedua membahas peran FOSS dalam pengembangan industri kreatif, dengan narasumber Hizkia Subiyantoro (Founder Blender Indonesia ORG) dan Harry Sufehmi  (Konsultan TI bidang OSS, Virtualisasi, HA HP (high availability high performance systems)).

IOSA 2012 didukung oleh BISKOM sebagai media partner.