Home Blog Page 996

Lokasari Digitalife Mall Adakan Sosialisasi Internet Sehat dan Aman

1

Sosialisasi Inet Sehat LDM 01L’Comdex (Lokasari Computer Dealers Expo) sebagai bagian dari rangkaian event perdana dari tiga event berbeda berkaitan dengan opening ceremony Lokasari Digitalife Mall (LDM) yang terletak di Jl. Raya Mangga Besar No. 81, Jakarta Barat, hari ini (24/11) mengadakan talkshow dan sosialisasi Internet Sehat bersama Acep Syarifudin dan tim dari ICT Watch.

Talkshow dan sosialisasi yang diselenggarakan di atrium Mal Lokasari Digitalife Mall ini, dihadiri oleh ratusan siswa dan guru dari SDN 01 dan SDN 03 Mangga Besar Jakarta. Talkshow ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai cara-cara berinternet yang sehat kepada generasi muda dan anak-anak sejak dini. Dalam talkshow tersebut, Acep menjelaskan pentingnya bagi anak-anak untuk memilih teman online dengan cermat dan jangan mengumbar data pribadi dan bila ingin bertemu dengan teman baru (kopdar) sebaiknya beritahu dan ajak orang tua, kakak atau teman untuk turut mendampingi.

“Saat ini internet telah menggeser cara orang berkomunikasi, terutama dalam bahasa, bila beberapa tahun silam, saat orang mengirimkan pesan melalui pesan singkat, email atau chatting, menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan formal. Sekarang ini terutama di kalangan generasi muda, penyingkatan kata-kata, bahkan penggunaan simbol tertentu menjadi bahasa tersendiri, dan ini menjadi sangat penting peran orang tua untuk turut juga memantau perkembangan bahasa pergaulan dari anak-anak, sehingga dapat tetap memonitor pergaulan anak, jangan sampai kita sebagai orang tua nggak nyambung dengan pembicaraan anak” papar Acep.

Sosialisasi Inet Sehat LDM 02Andi Tanudiredja
dari BISKOM, mengatakan bahwa Facebook sebagai salah satu tempat gaul online terbesar di dunia, ternyata memposisikan Indonesia sebagai pengguna nomor dua setelah Amerika. Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh anak-anak melalui facebook, bukan hanya sebagai tempat ajang unjuk diri saja. “Disinilah peran orang tua untuk dapat mengarahkan si anak untuk dapat berfacebook secara sehat dan tidak mengumbar data pribadi kepada orang yang tidak dikenal.” tegasnya.

Sementara itu Roby Guna, dari LDM Management mengatakan bahwa L’Comdex selain bertujuan untuk melakukan promo penjualan produk dengan harga yang sangat kompetitif sehingga menguntungkan konsumen, juga mengedepankan sejumlah seminar yang memberikan nilai tambah edukasi, diantaranya sosialisasi Internet Sehat yang diperuntukkan bagi pelajar dan generasi muda untuk membantu program sosialisasi dari pemerintah, terutama kepada masyarakat disekitar Lokasari.

Sekitar kawasan Lokasari Digitalife Mall saat ini telah dibangun distrik bisnis dengan segala fasilitas pendukung yang tersedia seperti bank swasta dan negara, serta pusat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA, Mandiri, BRI, CIMB Niaga, BNI46, Danamon dan ATM Bersama.

Rangkaian kegiatan L’Comdex, Gadget Bazaar Extraordinaire dan Festival Gamers Indonesia di Lokasari Digitalife Mall ini yang berlangsung dari tanggal 17 Nopember sampai dengan 19 Desember 2010, didukung oleh Kemkominfo RI, Harian Umum Seputar Indonesia, Majalah BISKOM, Bank Central Asia, J&W Main Board, AOC LCD Monitor, Mushkin Memory, Western Digital Hardrive, Power Logic Casing & Input device, Sonic Gear Sound system, AMD Processor, XFX Video Graphic, Dell Gaming Notebook, MSI Gaming Notebook, Lenovo All in One PC, PT. Coca Cola Indonesia, PT. Citoku Indonesia, Epson Projector, Samsung Laser Printer, Ben-Q LCD & Notebook, Toshiba Notebook, HP Notebook, Axioo Notebook, Meja Komputer Grace, Power Control Montero, Veneta System dan PT. Telkom Indonesia dengan jaringan Fiber Optic 60 MB dan dengan dukungan Media Partner diantaranya; RCTI, MNC TV, Global TV, Trijaya FM, Radio Global, Okezone.com, Game Station, Zigma, Kiddo, Omega, Gamezine, Video Game Indonesia, Liga Game, KotakGame.com serta mendapat dukungan dari berbagai komunitas IT antara lain IDS, ICT Watch, AWARI, One Life, Wave Game, Nintendo Wii, Krazymarket dan IAH Game

Jawara Antivirus Dunia ‘Kopi Darat’ di Bali

0

Avar2010 01Jika para pembuat virus berlomba-lomba meningkatkan eksistensi diri dengan memproduksi serangan yang makin hari semakin sulit ditangkal, para researcher antivirus juga tidak tinggal diam. Sejak Juni 1998, mereka memiliki wadah yang dinamakan Association of anti Virus Asia Researchers atau disingkat AVAR (http://www.aavar.org). Organisasi independen dan non-profit ini memfokuskan risetnya terutama di wilayah Asia Pasifik.

Organisasi yang menaungi para researcher anti virus  ini memiliki misi utama yakni menganalisa serangan terhadap keamanan komputer dan berbagi temuan teknologi untuk pengembangan riset serangan komputer dan internet di masa depan. Organisasi ini sendiri terdiri dari berbagai pakar antivirus di Asia Pasifik dan dunia, diantaranya  Australia, China, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Filipina, Singapura, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Di tahun ini, AVAR 2010 diadakan di Nusa Dua, Bali  pada tanggal 17-19 November 2010. Konferensi AVAR ke 13 ini juga dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, Jepang.

Avar 02Seiji Murakami, Pendiri AVAR mengatakan, “Makalah yang dibawakan pada AVAR 2010 membahas tentang perlunya kerjasama lintas batas untuk menyampaikan informasi tentang isu-isu keamanan termasuk malware.”

konferensi AVAR, tambahnya, selain sebagai media untuk sharing informasi, juga menjadi ajang untuk membangun kerjasama dengan para ahli malware dan antivirus di seluruh dunia dan dengan latar belakang yang berbeda.

“Penyebar luasan informasi dan jaringan di event AVAR tentu sangat bernilai bagi mereka yang menginginkan lingkungan perusahaannya terlindungi demikian juga bagi mereka calon-calon generasi baru keamanan komputer, serta bagi para profesional di bidang digital environment,” katanya.

Righard J. Zwienenberg, Conference Chairman AVAR 2010 mengatakan, konferensi AVAR menambah kesadaran untuk memerangi cybercrime. “AVAR2010 adalah tempat sempurna untuk bertemu para ahli industri dan profesional dari seluruh dunia untuk berbagi dan mempelajari informasi terbaru dan teknik dalam pertempuran melawan cybercrime. Cybercrime  adalah masalah yang terus berkembang, dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan pertempuran di masa depan.”

Avar Gala DinnerAlfons Tanujaya
selaku host AVAR 2010 mengatakan, “Konferensi ini membahas beberapa bentuk penyerangan baru, diantaranya yang memanfaatkan layanan jaringan sosial dan teknologi baru berbasis cloud dan juga Radio Frequency Indentification (RFID).”

Sementara itu Andi Tanudiredja, dari BISKOM sebagai Co-Organizer, mengatakan bahwa dengan penyelenggaraan AVAR2010 di Nusa Dua Bali ini, masyarakat TI Indonesia diharapkan akan mendapatkan support informasi yang benar berkaitan dengan produk antivirus.

Host untuk AVAR 2010 adalah Vaksin.com, reseller antivirus Norman untuk Indonesia, dibantu oleh perusahaan TI, BaliSoft dan WayangGolek.com sebagai Organizer, serta BISKOM sebagai Co-Organizer.

LOKASARI DIGITALIFE MALL ADAKAN ACARA 3 IN 1

0

01. Sosialisasi Internet SehatPara pebisnis teknologi informasi (TI) kini memiliki peluang untuk semakin melebarkan sayap di wilayah Jakarta. Pasalnya, Lokasari Digitalife Mall (LDM) yang terletak di Jl. Raya Mangga Besar No. 81, Jakarta Barat, hari ini (18/11) melakukan Opening Ceremony, tentu ini merupakan kabar gembira bagi pencinta dunia TI di Jakarta dan sekitarnya maupun di Indonesia.

Sesuai dengan agenda tahunan LDM untuk mempromosikan mall ini, maka mulai hari ini secara berkelanjutan LDM mengadakan Event Perdana dengan tiga acara berbeda yang digabungkan menjadi satu kesatuan yaitu L’Comdex (Lokasari Computer Dealers Expo), FGI (Festival Gamers Indonesia) dan GBE (Gadget Bazaar Extraordinaire).

FGI yang mengusung tema “The Biggest Gamer, Game and Community as Lifestyle Edutainment” diadakan pada 17 November – 1 Desember 2010. Dalam rangkaian acara  diadakan kompetisi game yang menargetkan perolehan rekor MURI untuk peserta terbanyak hingga 2.000 orang dari seluruh Indonesia dengan hadiah total mencapai Rp. 100 juta. Selain itu diadakan juga acara kompetisi Cosplay, Band dan Modern Dance.

02. 500 PC GameKemudian berlanjut dengan Gadget Bazaar Extraordinaire, hasil kolaborasi strategis dengan Harian Seputar Indonesia yang akan diadakan pada 6 – 19 Desember 2010, dimana Gadget Bazaar Extraordinaire ini merupakan wadah apresiatif dan komersial bagi perkembangan gadget di tanah air untuk produk-produk TI seperti handphone, produk telekomunikasi, personal computer (PC) ataupun notebook/netbook dan personal gadget lainnya.

Sementara L’Comdex yang mengusung tema “LDM Opening Ceremony Sale” dilaksanakan pada 17 November hingga 19 Desember 2010. Berbeda dengan FGI dan GBE, L’Comdex selain bertujuan untuk melakukan promo penjualan produk dengan harga yang sangat kompetitif sehingga menguntungkan konsumen, juga mengedepankan sejumlah seminar yang memberikan nilai tambah edukasi, diantaranya Seminar Internet Sehat yang diperuntukkan bagi pelajar dan generasi muda untuk membantu program sosialisasi dari pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu juga ada Seminar Usaha Game Center untuk para pengusaha komputer, pemilik game center dan anggota Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI).

03. Pememang Lomba CosplayDjoko Agung Harijadi, Sekretaris Ditjen Aptel Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mengatakan bahwa Kemkominfo mendukung kegiatan ini, khususnya Seminar Internet Sehat karena merupakan bentuk upaya sosialisasi secara langsung yang melibatkan pengusaha TI dan komunitas pengguna TI serta masyarakat umum sehingga dapat terus bergulir Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman yang telah dicanangkan Pemerintah pada tanggal 25 Okt 2010 yang lalu.

Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM menyatakan keyakinan bahwa kedepannya LDM akan menjadi salah satu lokasi usaha bisnis TI yang sangat menguntungkan, baik bagi pengusaha TI, komunitas TI dan pemerintah maupun konsumen, karena hanya di LDM inilah satu-satunya lokasi yang nantinya akan menjadi lokasi usaha yang dilengkapi pelatihan dunia TI baik untuk pelatihan produk-produk software proprietary maupun dari produk-produk Open Source. Pihak pengelola telah menyediakan ruang untuk pelatihannya.

“Saya pribadi merasa bersyukur dapat dipercaya untuk membantu menjembatani keberbagai pihak terkait, diantaranya kepada pihak pemerintah, komunitas Open Source, pihak Vendor TI dan juga operator jasa internet maupun operator telekomunikasi selular, semoga saja semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.

04. Group Band ZaffaLucky Christian, dari LDM Management mengatakan,  “Para pengusaha TI tidak perlu berpromosi ekstra untuk mensosialisasikan keberadaan tokonya di Lokasari karena Lokasari merupakan salah satu mall yang pernah menjadi ikon IT mall di era 90-an. Dan saat ini telah dilakukan peremajaan dengan sangat serius dan terencana dengan baik, sehingga ini merupakan peluang emas dengan penawaran super fantastis yang layak untuk diraih”.

Sekitar kawasan Lokasari Digitalife Mall juga telah dibangun distrik bisnis dengan segala fasilitas pendukung yang tersedia seperti bank swasta dan negara, serta pusat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA, Mandiri, BRI, CIMB Niaga, BNI46, Danamon dan ATM Bersama.

Opening Ceremony LDM didukung oleh Kemkominfo RI, Harian Umum Seputar Indonesia, Majalah BISKOM, Bank Central Asia, J&W Main Board, AOC LCD Monitor, Mushkin Memory, Western Digital Hardrive, Power Logic Casing & Input device, Sonic Gear Sound system, AMD Processor, XFX Video Graphic, Dell Gaming Notebook, MSI Gaming Notebook, Lenovo All in One PC, PT. Coca Cola Indonesia, PT. Citoku Indonesia, Epson Projector, Samsung Laser Printer, Ben-Q LCD & Notebook, Toshiba Notebook, HP Notebook, Axioo Notebook, Meja Komputer Grace, Power Control Montero, Veneta System dan PT. Telkom Indonesia dengan jaringan Fiber Optic 60 MB dan dengan dukungan Media Partner diantaranya; RCTI, MNC TV, Global TV, Trijaya FM, Radio Global, Okezone.com, Game Station, Zigma, Kiddo, Omega, Gamezine, Video Game Indonesia, Liga Game, KotakGame.com serta mendapat dukungan dari berbagai komunitas IT antara lain IDS, ICT Watch, AWARI, One Life, Wave Game, Nintendo Wii, Krazymarket dan IAH Game

Wakil Ketua Pelaksana DetikNas, Zainal A. Hasibuan: Indonesia, Negara Tujuan Investasi

1

Zaenal Hasibuan 01DI negara maju maupun berkembang, sudah menjadi kepercayaan bahwa teknologi informasi (TI) bukan hanya sekedar faktor pendukung tetapi juga menjadi enabler, dimana pucuk pimpinan di sebuah negara wajib mengenal TI sehingga mampu menjawab ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain.

Di negara tetangga, peran perdana menteri seperti Lee Kuan Yew dan Mahathir Mohamad maupun Wakil Presiden Amerika Serikat, Al-Gore sangat vital, bahkan mereka secara langsung ikut memimpin rapat dalam pemanfaatan TI untuk bangsanya. “Bangsa Indonesia punya kelebihan yaitu masyarakat yang paternalistic. Saya rasa, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah cukup berupaya dalam memajukan TI, tetapi masih harus ditingkatkan lagi. Makanya ada yang namanya e-Leadership,” ujar Wakil Ketua Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DetikNas), Zainal A. Hasibuan, Phd.

Menurut dia, sosok pimpinan ideal adalah yang mampu membuka mata dan berpikir secara global dan mampu memanfaatkan TI seperti halnya negara Jepang, China, Singapura yang sudah sangat maju dalam hal pemanfaatan TI, yang dimulai dari pucuk pimpinannya. Bagaimana dengan upaya pemanfaatan TI di Indonesia? Presiden SBY sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk satu lembaga khusus dibawahnya, yaitu DetikNas yang tugasnya memikirkan cara-cara pemerintah Indonesia untuk menerapkan TI dan komputer khususnya teknologi internet. “Pemanfaatan TI sangat penting, karena nasib Indonesia di masa depan akan tergantung dari kemampuan masyarakatnya dalam menguasai dan menerapkan TI,” kata penyuka olahraga seperti tenis, jogging dan golf ini.

Zainal A. Hasibuan sendiri adalah salah seorang staf pengajar di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI). Berbagai penelitian terkait information retrieval, digital library, e-learning dan IT Strategic planning telah dilakukan dan dipublikasikannya di berbagai konferensi informatika nasional dan internasional. Berikut petikan wawancara BISKOM dengannya belum lama ini.

DetikNas didirikan langsung oleh Presiden SBY sebagai salah satu upaya memanjukan Ti di Indonesia. Apakah ini berarti bahwa Indonesia sudah berhasil dalam penerapan e-Leadership?
Pada prinsipnya, e-Leadership adalah segala hal yang menyangkut pengetahuan pimpinan mengenai peran TI dalam pengembangan sistem pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan transparan. Di tataran pemerintahan, e-Leadership biasanya dimulai pimpinan tertinggi negara. Di Indonesia, Presiden SBY sudah mulai menunjukkan e-Leadership-nya. Namun, e-Leadership dalam konteks e-Government bukan hanya proses sekali jadi. Ia membutuhkan perencanan, dedikasi, dan political will. Dalam hal ini e-Leadership tidak hanya harus dilakukan oleh Presiden, namun juga seluruh instansi pemerintahan yang mengarah kepada IT Governance.

Apa saja wewenang DetikNas dan target apa yang dicapai DetikNas di tahun ini dan tahun mendatang?
DetikNas dibentuk berdasarkan Keppress No. 20 Tahun 2006 yang mempunyai empat mandat. Pertama, menentukan arah strategis TI nasional. Kedua, koordinasi antar intansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, industri dan masyarakat dalam memanfaatkan TI. Ketiga, memecahkan berbagai macam permasalahan TI yang muncul di tingkat nasional, dan keempat, melakukan approval untuk investasi TI yang sifatnya lintas instansi pemerintah.

Ini merupakan empat mandat yang sangat powerful bahkan struktur organisasinya sangat powerful karena ketua tim pengarah langsung dipimpin Presiden SBY sebagai chief information officer (CIO) . Sementara ketua tim pelaksana hariannya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Dalam hal ini, kami berusaha seoptimal mungkin menjalankan keempat mandat tersebut.

Zaenal Hasibuan 02Apa saja kendalanya dalam pelaksanaan keempat mandat tersebut?
Memang ada beberapa kendala terutama dalam melakukan koordinasi, terutama karena latar belakang undang-undang suatu instansi yang mau dikoordinasikan belum selaras dengan apa yang dimandatkan DetikNas. Tapi kedepan, kami berusaha untuk terus melakukan penyelarasan, dan mengoptimalkan serta menutupi kelemahan dan dan kekurangan. Misalnya, melalui program flagship dari DetikNas yaitu National Single Window (NSW). Pada dasarnya program strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas eksport-import.

Namun, begitu sistem TI diperkenalkan dalam NSW, mau tak mau ada bisnis proses yang diselaraskan. Karena itu, perlu dikoordinasikan. Mungkin, ada proses bisnis yang hilang di suatu tempat, atau ada proses bisnis yang mesti dimodifikasi dan ada proses bisnis yang baru sama sekali. Nah, ini lah yang seringkali memerlukan aturan yang lebih kuat untuk melakukan penyelarasan.

Dari keempat mandat tersebut, apa saja yang sudah terealisasi dan apa target-target yang ingin dicapai?

Pertama, menentukan arah strategi TI nasional. Ini sudah dirumuskan yang pada intinya ada beberapa target yang ingin kami capai yakni peningkatan efesiensi dan efektivitas serta produktivitas intansi pemerintah. Tentunya, ukuran keberhasilannya bisa kita lihat pada e-Government yang secara kuantitas maupun kualitas terus meningkat.

Kedua, kami juga berharap semakin bertumbuhnya industri TI lokal dan ketiga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan mampu berkompetisi dengan negaranegara tetangga lainnya.

Saat ini bagaimana Anda melihat kemampuan SDM di bidang TI yang dimiliki Indonesia? Dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbayak SDM-SDM yang ahli dalam bidang ini?
Kita mempunyai comparative advantage dimana hampir sebanyak 950 perguruan tinggi dari 3150 perguruan tinggi sudah mempunyai program studi yang terkait TI. Setiap tahun, perguruan tinggi tersebut menghasilkan total lebih kurang 50-60 sarjana yang terkait dengan TI. Dari segi kuantitas, bangsa ini luar biasa, namun dari segi kualitas kita masih jauh dari harapan. Masih banyak lulusan yang belum memenuhi standar yang diharapkan, apalagi untuk bersaing di tingkat regional maupun internasional.

Bicara kualitas, apakah ini terkait dengan kurikulum TI? Dan perguruan tinggi manakah yang bisa dijadikan contoh ideal?
Bicara mengenai kualitas, memang ada beberapa faktor yang berpengaruh. Pertama, adalah terkait kurikulum yang sudah kita sempurnakan. Kemudian, masalah SDM termasuk dosen, peralatan laboratorium dan literature (perpustakaan). Dalam hal ini resources masih perlu terus ditingkatkan. Dan, yang menyedihkan adalah sangat bervariasi dari perguruan tinggi yang satu dengan yang lain dalam kapasitas penyediaan SDM yang berkualitas.

Di satu sisi, ada perguruan tinggi yang relatif mapan, dosennya bagus dan laboratorium penelitiannya lengkap. Namun di sisi lain, masih banyak perguruan tinggi lain yang dosen-nya masih di dominasi lulusan S1 dan laboratoriumnya masih sangat terbatas.

Salah satu contoh perguruan tinggi yang ideal saya kira Fasilkom-UI yang sudah relatif mapan dan Teknik Informatika IPB. Bagaimana menyelaraskan kualitas SDM adalah dengan upaya melakukan resource ring yaitu pemanfaatan bersama sumber daya pembelajaran. Nah, ini yang kita mulai dengan sebuah perpustakaan yang bisa di-share satu sama lain dan sudah dimotori oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)-Diknas dengan membangun sebuah sistem yang pada intinya suatu portal bisa mengintegrasikan ke semua perpustakaan digital di perguruan tinggi.

Zaenal Hasibuan 03Bagaimana Anda memandang peran perpustakaan digital?
Dengan perpustakaan digital, sumber daya di suatu perpustakaan bisa di-share ke perguruan tinggi lain, baik itu berupa karya-karya ilmiah dan lain sebagainya. Cara ini juga bisa menghindari halhal yang sifatnya plagiarism. Nah, dari situ nantinya kami harap akan marak bermunculan kolaborasikolaborasi
penelitian.

Dengan demikian, perpustakaan digital akan meningkatkan kualitas, tidak hanya kualitas SDMnya tapi juga kualitas hasil-hasil penelitian atau karya-karya ilmiah (research and development). Strategi lain untuk mengantispasi perubahan TI yang demikian cepat adalah jangan sampai sampai kita dikuasai oleh teknologi, tapi seharusnya kita yang mengontrol perubahaan tersebut. Ini yang kita sebut dengan relevansi.

Nah, untuk relevansi ini, kita harus membuka komunikasi seoptimal mungkin dengan industri lokal maupun internasional, sehingga nantinya di masing-masing perguruan tinggi itu bisa memilih spesifikasi dan spesialisasi yang bisa diunggulkan dan dibanggakan. Jadi, kesimpulannya adalah pertama resource ring, kedua relevasi dan ketiga accessesbility, yakni bagaimana suatu informasi bisa diakses oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

Pada kenyataannya, bagaimana dengan penerapan perpustakaan digital?
Pada umumnya, kemampuan orang untuk membeli koleksi buku terbatas dan kalaupun ada, harganya mahal. Kalau di UI, kami sudah menerapkan perpustakaan digital yang bisa didukung oleh aplikasi yang bisa berkomunikasi dengan sistem-sistem yang lain. Kalau di UI, kami memiliki portal Garuda (Garba Rujukan Digital) yang dibangun bersama Diknas (http://www.garuda.dikti.go.id). Di dalam portal ini tersedia e-Jurnal domestik dan karya-karya ilmiah seperti laporan penelitian, tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, dan disertasi), patent, prosiding, Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pidato pengukuhan guru besar para akademisi dan peneliti.

Tampilan portal Garuda didesain seperti Google, untuk mempermudah akses, dan yang membedakan adalah tampilan metadata. Tentunya saya berharap akan semakin banyak perpusatakaan digital yang bermunculan dari instansi pendidikan lainnya.

Bagaimana prospek e-Learning di dalam negeri?
Di dalam resource ring tadi, salah satu yang kita di-share disamping perpustakaan digital yakni sumber-sumber daya pembelajaran. Dengan demikian, mata pelajaran berkualitas yang diajarkan oleh dosen-dosen yang berkualitas juga bisa diajarkan oleh perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke. Ini yang namanya resource ring atau pembelajaran yang kita sebut dengan e-Learning.

Sistem ini juga sudah kami bangun di Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) namum masih belum diimplementasikan. Kami targetkan pada 2012 sudah bisa diimplementasikan. Kalau ini berhasil, bisa dimanfaatkan oleh bidang ilmu yang lain. Nama sistemnya National Education Exchange for Undergraduate Studies (Nexus).

Dengan program ini juga, semua lulusan lembaga tinggi bidang TI akan memiliki sertifikat berstandar internasional selain ijasah sarjana TI. Jadi, dengan Nexus misalnya, mahasiswa dari Bali bisa mengambil mata kuliah di UI. Nah, ini yang kita sebut dengan credit transfer. Ini semua bisa dilakukan dengan e-Learning. Cara ini juga sudah dilakukan Singapura dan Malaysia.

Bahkan Eropa dan Amerika Serikat sudah lebih dulu. Di samping men-share sumber daya yang berkualitas, juga bisa memberikan relaxation bagi mahasiswa karena dia bisa belajar kapan saja dan dimana saja tetapi tetap tunduk pada aturan-aturan yang ada dan mengerjakan tugas sesuai kurikulum dan silabus.

Apa kendala dalam penerapan e-Learning?

Bagi dosen, harus sering berada di depan komputer untuk melakukan posting dan kemudian secara berkala melakukan cek untuk melihat feedback. Sementara bagi mahasiswa, kendalanya adalah belum tumbuhnya budaya belajar mandiri.

Dengan e-Learning, ada perubahan metodologi pembelajaran atau pendidikan. Salah satunya, adalah bagaimana merubah paradigma yang selama ini teacher center menjadi student center. Dengan belajar mandiri, mahasiswa harus tunduk dan jujur melaksanakan kewajibannya tanpa harus memanfaatkan kelemahan dari sistem itu sendiri. e-Learning memerlukan collective effort atau upaya yang kolektif dari individu, yakni dosen dan mahasiswa serta pengambil kebijakan. Secara kolektif mereka harus percaya bahwa dengan e-Learning bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan akses ke pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, e-Learning bisa meningkatkan efesiensi dan efektifitas. Kepercayaan ini masih belum seragam. Kendala yang kedua, kebijakan harus diciptakan agar e-Learning bisa lebih kurang sama dengan yang konvensional learning. Di luar negeri, seorang mahasiswa bisa memilih, apakah akan belajar on campus atau off campus, dan tidak 100 persen menggunakan komputer, tetapi tetap ada tatap muka. Ini yang kita sebut dengan program dual mode. Dan, progam ini sudah diterapkan di Fasilkom-UI.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan TI dengan negara-negara lain?
Ketertinggalan Indonesia dalam hal TI bisa dilihat dari beberapa indikator. Pertama, publikasi ilmiah di bidang TI masih sangat terbatas dan tenaga-tenaga kerja TI yang vital di Indonesia juga masih terbatas bahkan masih ada beberapa yang dikuasai asing. Ketiga, karya-karya TI bangsa ini masih belum signifikan.

Dengan Singapura, dari segi competitive advantage. Kita masih tertinggal bahkan Malaysia pun lebih maju kualitas SDM-nya di bidang TI. Untuk mengejar ketertinggalan harus ada upaya yang sungguh-sungguh dari semua pihak Persoalan ketertinggalan TI bukan masalah pemerintah dan regulasi saja, namun juga tanggung jawab seluruh elemen baik di bidang pendidikan, industri, bisnis, media dan lain sebagainya.

Inovasi Taiwan Dukung Gaya Hidup Mobile Modern Konsumen Indonesia

0

01. Taiwan Excellence Nov 2010 - RTeknologi Taiwan telah menghasilkan merek-merek global Taiwan yang tersedia luas dan mudah didapatkan oleh konsumen Indonesia dalam menciptakan gaya hidup yang berkualitas, baik di rumah bersama keluarga maupun secara profesional. Merek dan produk Taiwan menawarkan hal-hal baru untuk perangkat hiburan, prduktivitas dan komunikasi bergerak.

Untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan merek-merek Taiwan tersebut, Biro Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Taiwan, Republik China dan Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA) kembali menggelar Taiwan Excellence Experiencing Zone di Mall Mangga Dua, Jakarta 12-14 Nopember 2010.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan produk-produk terbaik Taiwan seperti  Acer, Adata, Aiptek, Asus, AverMedia, Benq, D-Link, Edimax, Via Embedded, Genius, Hiti, Mio, MSI, Optoma, Transcend, Trend Micro, Thermal Take dan Zyxel.

Direktur TAITRA, James Chen, mengatakan bahwa konsumen masa kini menginginkan teknologi berkecepatan tinggi untuk mendukung mereka mengerjakan beberapa tugas, mendapatkan hiburan dan bersosialisasi dalam satu waktu sementara mereka tetap dapat berpindah-pindah tempat kapan saja dan di mana saja. “Sebuah kehormatan bagi kami dapat menyediakan produk berkualitas terbaik yang terjangkau dan dapat diandalkan dalam mendukung gaya hidup bermobilitas tinggi yang dijalani para konsumen di dunia dan khususnya di Indonesia,” ujar James.

Danny J.S. Liao, Manager Strategic Marketing Departement TAITRA, mengatakan saat ini perusahaan IT Taiwan menghasilkan 95% dari produk PC dunia, 72% produksi LCD dunia, seperempat produksi semikonduktor dunia dan seperlima produksi telepon genggam dunia. “Kualitas yang sama saat ini digunakan untuk mengembangkan merek global Taiwan yang akan memberikan perangkat dan produk gaya hidup terbaik untuk konsumen di Indonesia,” tutur Danny.

Sementara itu Direktur Masterdata, Soegiharto Santoso, mengatakan bahwa produk IT buatan Taiwan memang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau dan terus berinovasi serta mendukung gaya hidup mobile modern konsumen Indonesia, selain dari itu selalu aktif dengan berbagai rangkaian aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan citra serta mendekatkan diri kepada konsumen diantaranya melakukan pameran.

Menurut IDC, untuk Q2 tahun 2010, pasar Indonesia mengalami perkembangan lebih dari 40% dibanding periode yang sama tahun lalu untuk penjualan laptop. Diprediksi dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan menjadi pangsa pasar netbook dan laptop terbesar di Asia Tenggara.

Telah Terbit BISKOM Edisi November 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Wakil Ketua Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DetikNas), Zainal A. Hasibuan (Terima kasih kepada DetikNas yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2010 diantaranya:

• COVER STORY: Wakil Ketua Pelaksana DetikNas, Zainal A. Hasibuan: E-Learning Tingkatkan Kualitas Pendidikan

• FIGURE:
– Direktur Pemasaran Channel APAC NVidia, Paulus Lui: Industri Grafis Mengarah ke 3D
– Komisaris Utama TRG Investama, Sakti Wahyu Trenggono : TRG Usung Indonesian Cloud

• HEADLINE:
– Waspada Virus di Era Web 2.0!
– Para Jawara Virus 2010

• FOCUS:
– Kembali Sehat Dengan Telemedika
– Pendaftaran SNMPTN Online Dilanjutkan Implementasi Menara Bersama di Jabar Lamban
– Komunitas TI Belasungkawa Untuk Negara
– Waspadai Polusi Rokok di Game Online Centre

• BROWSING:
– Jerman Kecam Google Street View
– Sony Tunda Peluncuran Piranti Bantu PS3
– Office 2011 Untuk Mac
– Jual Beli Data Ancam Facebooker
– Android, Posisi 2 di Pasar Smartphone

• INSPIRATION:
– Muhamad Jafar Elly: Mengungkap Rahasia Laut Dengan TI
– Prakoso Bhairawa Putera: TI dan Sektor UKM Manufaktur
– Sutiono Gunadi: Green IT: Siapa Yang Harus Peduli?

• REVIEW & CELLULAR:
– Sanyo Xacti VPC-PD1
– Acer Aspire One Happy
– MSI CX620
– MSI GT663
– Epson EB-S9/X9
– HP Photosmart E-ALL IN ONE B110A
– Canon Legria HF M32
– Transcend 600X

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

 

AVAR 2010 di Bali, Ajang Kumpul Pakar Sekuriti Internet Dunia

0

AVAR 2010 BaliJika Eopa memiliki EICAR atau European Institute for Computer Antivirus Research (www.eicar.org),  maka Asia memiliki AVAR atau Association of antiVirus Asia Researchers (www.aavar.org).

AVAR  yang merupakan organisasi nirlaba dan beranggotakan para pakar malware dan antivirus dunia ini didirikan di Hongkong pada tahun 1998 untuk mengakomodir kebutuhan komunikasi para pemerhati sekuriti khususnya antivirus di Asia.

Lalu apa manfaat AVAR maupun EICAR? Dapat dikatakan, posisi AVAR mirip seperti Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) yang menjadi tempat berkumpulnya para pengusaha komputer Indonesia. Bedanya,  AVAR merupakan asosiasi tempat berkumpulnya para pengusaha Antivirus dari Asia Pasifik, walaupun pada kenyataannya para aktivis AVAR kini  tidak terbatas secara geografis pada perusahaan antivirus di Asia Pasifik saja, namun juga di seluruh dunia. Hal ini terbukti, salah satu Vice President AVAR, Righard Zwienenberg, merupakan perwakilan dari Norman di Eropa.

Selain itu, dalam konferensi yang diadakan oleh AVAR seperti AVAR 2010 yang akan diadakan pada 17-19 November 2010 di Nusa Dua, Bali mendatang, pembicara yang hadir merupakan ahli-ahli sekuriti dari seluruh dunia seperti Symantec, F-Secure, Mc Afee, Kaspersky, Trend Micro, Sophos, Bitdefender, K7, Westcoast Labs, Netwitness, Ahn Labs dan Quick Heal.

Secara organisasi, AVAR yang tadinya hanya digagas oleh beberapa negara di Asia Timur ini berkembang menjadi organisasi global AVAR mengadakan konferensi secara konsisten setiap tahun di negara-negara Asia Pasifik seperti China, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru dan India (http://www.aavar.org/en/conference/index.html).

Alfons Tanudjaya dari Vaksin.com sebagai tuan rumah AVAR 2010, mengatakan konferensi AVAR yang ke 13 untuk pertama kalinya diadakan di negara ASEAN dan kali ini yang mendapatkan kehormatan menyelenggarakan AVAR adalah Indonesia. “Pada awalnya, materi konferensi ini hanya direncanakan untuk diadakan dalam satu sesi saja mengingat temanya yang khusus membahas masalah sekuriti dan diperkirakan tidak akan banyak paper yang masuk dibandingkan tahun lalu di Kyoto. Tetapi diluar perkiraan, tahun ini banyak pembicara dari anggota AVAR yang berminat membawakan materi pada AVAR 2010 dimana paper yang masuk lebih dari 50 dan setelah melalui penyaringan ketat, paper yang dianggap bagus dan dapat diterima oleh komite AVAR sebanyak 35 buah dengan cakupan tema seputar ancaman keamanan pada jaringan korporat, social networking dan mobile,” tutur Alfons.

Panitia AVAR 2010 memperkirakan bahwa akan banyak pembawa materi yang berhalangan sehingga meloloskan 35 paper dengan perkiraan sekitar 25 pembawa paper yang akan memiliki waktu yang cocok dengan penyelenggaraan AVAR 2010. Tetapi sekali lagi, rupanya Bali merupakan tempat favorit pembicara sehingga 30 pembicara telah  menyatakan kesediaannya untuk hadir membawakan materi pada AVAR 2010.

Satu catatan menarik dari konferensi ini adalah seluruh pembawa materi dari AVAR ini walaupun hadir dari luar negeri dan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk transportasi ke AVAR 2010 serta tidak mendapatkan penggantian dari panitia AVAR 2010, tetapi animo mengikuti AVAR sangat tinggi. Hal ini dapat terjadi karena komunitas AVAR adalah suatu komunitas non profit yang memiliki idealisme yang tinggi dan tidak mendasarkan diri pada profit motif.

Sebagai Host dari AVAR 2010 di Indonesia adalah Vaksin.com, di-Organized oleh WayangGolek.com dibantu oleh BISKOM sebagai Co-Organizer dan didukung penuh oleh Balisoft. Untuk informasi lebih lengkap mengenai detail program AVAR 2010 dan abstraknya, silahkan lihat di http://www.aavar.org/avar2010/program.html.

Pameran INDOCOMTECH 2010 Targetkan 200 Ribu Pengunjung

13

03. Indocomtech 2010Pameran komputer terbesar di Indonesia, INDOCOMTECH, hari ini (3/11) resmi dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar. Pameran yang diselenggarakan oleh Yayasan Apkomindo Indonesia bekerja sama dengan Dyandra Promosindo ini digelar di Jakarta Convention Center pada 3-7 November 2010.

Ketua penyelenggara pameran INDOCOMTECH 2010, Chris Irwan Japari mengatakan, pihaknya menargetkan 200.000 pengunjung pada tahun ini. Chris berharap, acara ini dapat berguna bagi para pelaku industri teknologi industri, masyarakat, dan pemerintah.

“Kami berharap pameran ini dapat menjadi sarana dan solusi terbaik untuk mengembangkan industri TI dan menciptakan peluang baru secara berkesinambungan bagi pengusaha TI besar dan kecil. Bagi masyarakat, semoga pameran ini dapat menambah pengetahuan dan kedekatan dengan produk TI. Sementara itu, bagi negara, kami berharap pameran ini dapat menjadi benchmark pameran industri TI,” kata Chris.

01. Indocomtech 2010Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar dalam sambutannya, mengajak para pengusaha komputer untuk merealisasikan pembuatan komputer anti pornografi. “Paling tidak setiap komputer yang dijual di Indonesia sudah dibundling dengan software anti pornografi,” ujar Basuki di hadapan para pengusaha komputer ketika meresmikan pameran Indocomtech 2010.

Pameran INDOCOMTECH 2010 yang menempati area seluas 25 ribu meter persegi dan diikuti oleh sekitar 300 peserta dari industri TI ini (software, hardware, gadget, aksesoris, sound system dan lainnya) memanjakan pengunjung dengan berbagai promo menarik seperti diskon, cashback, lelang, door prize dan lain-lain.

Para pengunjung juga berkesempatan untuk meraih door prize lima unit motor, lima buah iPad dan puluhan hadiah menarik lainnya dengan menukarkan struk belanja di pameran INDOCOMTECH 2010 kelipatan 500 ribu rupiah dengan kupon undian.

02. Indocomtech 2010Pameran INDOCOMTECH 2010 ini juga dimeriahkan dengan beragam acara menarik, yaitu NVIDIA Game Competition, DJ Competition “SE7ENTUNE DJ CONTEST in search of future DJ”, Game Online “Speedy Sport Championship”, Over Clocking contest dan lain-lain.

Juga terdapat berbagai workshop menarik, seperti Workshop – Computer Music Production, yaitu Digital Recording and Dance Music Production for beginner oleh Agus Hardiman dari Musiktek, Seminar dan Workshop “The Basic Principles of Animation” oleh Wahyu Aditya dari Hellomotion. Sementara itu terdapat pula beberapa peluncuran produk-produk TI terbaru seperti Livescribe Echo Smart Pen, Vimeo, Speedy Flash dan CHIP Online.

Hadir dalam pembukaan INDOCOMTECH 2010 jajaran pengurus Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) antara lain: Agus Setiawan Lie, Chris Irwan Japari, Efendi Ruslim, Hidayat Tjokrodjojo, Iwan Idris, John Franko, Kie Emilly, Kunarto Mintarno, Nana Osay, Rudi Rusdiah dan Suharto Juwono serta Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) Suhanda Wijaya.

SCOMDEX-20, Mendekatkan Dunia TI ke Masyarakat Jawa Timur

0

Scomdex 01Tak bisa dipungkiri, bahwa dalam beberapa tahun terakhir SCOMDEX telah menjadi rujukan utama bagi Masyarakat TI di Surabaya dan Jawa Timur, karena dua puluh tahun masa perjalanannya, SCOMDEX telah membangun citra sebagai event ICONIC dan terbesar yang senantiasa menyajikan berbagai perkembangan teknologi terbaru dari tahun ke tahun, sejalan dengan tujuan dari SCOMDEX, yaitu mendekatkan dunia TI ke masyarakat.

Ketua Apkomindo Jatim, Chandra Prayogo mengatakan salah satu pemikiran diadakannya Pameran SCOMDEX adalah karena rendahnya tingkat penetrasi TI di Indonesia, terutama di daerah-daerah. Sedangkan Pameran SCOMDEX (Surabaya Computer Trade and Dealer Exhibition) adalah pameran komputer yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Timur, karena  pameran SCOMDEX ini sudah digelar ke 20 kalinya berturut-turut selama 20 tahun tanpa henti, dan tetap digelar pada saat krisis moneter 1998 sampai sekarang. “Ini adalah suatu prestasi yang membanggakan kita semua, dan data menunjukkan bahwa Pameran SCOMDEX adalah pameran komputer pertama di Indonesia,”  ujar Chandra.

Scomdex 02“Saat ini penetrasi TI masih berkisar 4%, artinya kita sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga, tapi ini justru menjadi tantangan dan peluang buat kita semua. Data dalam dua tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa pertumbuhan TI di Indonesia sudah bergeser dari Jakarta sentris, kini sudah menjadi Non Jakarta sentris atau kota-kota diluar Jakarta, dan beberapa vendor menggunakan istilah Geo Expansion Cities/kota ekspansi berdasarkan geografis. Surabaya adalah salah satu kota besar yang termasuk dalam Geo Expansion Cities, karena pangsa pasar dari kota-kota diluar Jakarta terus berkembang pesat, sementara Jakarta sendiri relatif dianggap stagnan.” tambah Chandra.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Syaifullah Yusuf, mengatakan dengan pesatnya pertumbuhan pasar TI di Indonesia, dan khususnya di daerah-daerah,  pemerintah daerah akan memberikan dalam bentuk regulasi-regulasi yang kondusif serta perlunya membangun equal playing field bagi para pengusaha di daerah agar dapat tercipta business environment yang fair serta kondusif bagi semua pihak.

SCOMDEX-20 yang dilaksanakan di Jatim International Expo Surabaya, pada tanggal 29 Oktober sampai dengan 2 Nopember 2010. Apkomindo Jatim selaku penyelenggara membawa tagline “Rame-Rame Beli Murah – Murah Untung,” yang mengandung makna dalam SCOMDEX-20 banyak pilihan untuk membeli.  Ketua Bidang Pameran Apkomindo Jatim, Kurniawan Putra, mengatakan pembeli akan dimanja dengan berbagai program-program menarik, seperti promo-promo spektakuler, potongan harga, cash back, serta program-program yang menjanjikan kemudahan belanja dan kesempatan mendapatkan berbagai hadiah.

Scomdex 03“Kami juga mengadakan berbagai acara selama pameran SCOMDEX-20 seperti, aneka lomba game online, seminar dan workshop dan launching produk baru,” tutur Kurniawan.

Sementara itu, Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM yang berkesempatan hadir di acara pembukaan mengatakan, bahwa Pameran SCOMDEX-20 di Surabaya kali ini, terasa lain dari tahun-tahun sebelumnya, sebab selain menggabungkan berbagai aspek seperti Show, Selling, Entertainment & Education, masih ada acara Reenactment Show ‘Heroisme Perjuangan Arek-Arek Suroboyo’  ditambah dengan kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur yang memang sangat mendukung Pameran SCOMDEX-20 ini dan berkenan berkeliling ke stand pameran serta berbincang-bincang dengan para peserta maupun para pengunjung pameran, “ini tentu merupakan suatu hal yang sangat positif dan layak untuk menjadi contoh yang baik bagi kita semua”, ujar Soegiharto.

Pada pameran SCOMDEX-20 kali ini dimeriahkan juga oleh berbagai lomba game online seperti Point Blank National Championship, Photo Rally Competition, berbagai Seminar dan Workshop. Pameran SCOMDEX-20 ini didukung juga oleh Majalah BISKOM sebagai Media Partner.

Pameran SCOMDEX (Surabaya Computer Trade and Dealer Exhibition) adalah pameran komputer sudah sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Timur, karena  pameran SCOMDEX ini sudah digelar ke 20 kalinya berturut2 selama 20 th tanpa henti, dan tetap digelar pada saat krisis moneter 1998 sampai sekarang, ini adalah suatu prestasi yang membanggakan kita semua, dan data menunjukkan bahwa Pameran SCOMDEX adalah pameran komputer pertama di Indonesia

BISKOM Adakan Workshop Fotografi Interior

0

Seminar FotoSALAH satu dampak positif dari perkembangan teknologi informasi (TI) adalah ketertarikan orang terhadap dunia fotografi. Terkait dengan pertumbuhan hunian dalam dunia properti, maka peran fotografi interior dirasakan penting, mulai dari sekedar untuk koleksi pribadi desainer interior, si empunya rumah, hingga untuk portfolio, iklan dan media.

Arjon, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) mengatakan, “Bagi seorang desainer interior, sebuah foto bukan hanya digunakan sebagai dokumentasi semata, tapi lebih dari itu adalah sebagai pendukung portfolio desainer dan perusahaan yang
menaunginya.”

Hanya saja, seperi dikatakan desainer interior profesional, Roland Adam, dari pengalamannya bekerja dengan fotografer interior selama puluhan tahun, ternyata membuat sebuah foto interior berkualitas tidak lah mudah. “Dengan beberapa tips dan kebiasaan mencoba memotret berbagai gaya interior, maka akan tercipta sebuah foto yang ideal dan mewujudkan keindahan seperti apa yang bisa kita lihat pada karya interior seorang desainer,” katanya.

Sementara fotografer interior, Ibham Jasin mengatakan, kendati peluang pekerjaan yang mengakomodir informasi mengenai interior semakin luas, namun tak banyak fotografer yang berkeinginan untuk mengaktualisasikan dirinya pada bidang ini.

Ibham yang juga menjadi kontributor di beberapa media ini menambahkan, “Ada beberapa persyaratan dalam menghasilkan foto interior, diantaranya berpikir simpel meski pada prakteknya lebih sulit dibanding membuat foto model atau produk.”

Semua tips bagaimana menghasilkan foto interior yang ideal telah dibahas dalam Seminar dan Workshop “Berpikir Simpel Untuk Menghasilkan Foto Interior Terbaik” di Jakarta Desain Center (JDC) Lantai 6, Jakarta (28/10). Dalam acara yang dihadiri oleh 120 peserta ini juga terdapat lomba foto “Model dan Interior”.

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama BISKOM, Sony Alpha dan HDII, dan didukung oleh mitra sponsor seperti Kingston, Gigabyte, Genius, MSI, Whiz Hotel, Alam Sutera, Wardhana dan Golden Eagle. Media partner untuk acara ini adalah Living Etc, Tabloid Rumah, Techlife, dan Radio LiteFM