Home Blog Page 1017

Asus T1 Series-Hiburan Ganda, Satu Layar

0

Asus Monitor_1Asus memperkenalkan Monitor Seri T1 yang menggabungkan monitor desktop terbaik dan teknologi LCD TV untuk menghadirkan siaran HD TV dan memutar keping Full HD Blu-ray untuk hiburan dan pengalaman kerja yang terbaik.

Monitor yang tersedia dalam ukuran 22”, 24” dan 27” ini memiliki fitur TV tuner built-in, memungkinkan pengguna untuk menonton saluran digital (DVB-T) dan analog (PAL/SECAM) dan menikmati semua fungsi standar TV di Eropa.

Seri T1 juga mengunggulkan surround sounf dengan sepasang speaker 7-watt, tambahan beragam untuk port I/O memenuhi bermacam kebutuhan konektivitas dan teknologi eksklusif Asus, Splendid Video Intelligence untuk reproduksi warna yang spektakuler.

Seri T1 mendukung Full HD 1080p (1920×1080) dan menyediakan sepasang input HDMI, memungkinkan perpindahan konten kualitas tertingi dari pemutar Keping Blu-ray lewat sebuah kabel tunggal. Dengan port I/O yang berlimpah, termasuk HDMIx2, SCARTx2, D-Sub, Composite, Component, S-Video, audio-in jack, S/PDIF out, audio out, earphone out dan slot CI memungkinkan keneksi secara simultan ke berbagai macam jenis perangkat pemutar video seperti pemutar DVD dan kotak set-top.

Sebagai tambahan, seri T1 memperkenalkan teknologi Asus Smart Contrast Ratio (ACSR) yang meningkatkan mampu kontras tampilan menjadi 20000:1 untuk gambar yang lebih jernih dan lebih realistis selama permainan atau menonton film.

TV Monitor T1 juga hadir dengan remote control pintar yang memungkinkan pengguna untuk mengubah pengaturan dengan cepat dan mudah.

Kedua speaker stereo 7W Seri T1, diletakan tersembunyi dibalik rangka speaker, tetapi mampu memberikan suara virtual sinematis secara surround. Pengguna dapat mengatur lebih jauh audio untuk dicocokan dengan keadaan hiburan saat itu dengan memilih salah satu pengaturan suara. Mode Vocal, Rock, Soft, dan Boom masing-masing dibuat untuk konten yang sarat dengan dialog, musik rock, musik pelan, an game aksi. Dengan input HDMI dan port komponen, pengguna akan menikmati konektivitas yang

Mode Splendid Game-nya meningkatkan tingkat keterangan dan kontras untuk area yang remang-remang atau sukar dilihat. Seri T1 juga menawarkan aspect ratio layar lebar 16:9yang luas, sehingga sempurna untuk menjelajah web, membuat e-mail, menyunting dokumen dan pekerjaan kreatif.

Sosialisasi TIK, Gunadarma Gelar UG ICT Award

0

gunadarmaPemanfaatan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) saat ini makin meluas. Bukan saja digunakan oleh para ilmuwan ataupun perusahaan besar, TIK juga  sudah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang pendidikan dan ekonomi.

Meski begitu, TIK, sebagaimana halnya artefak yang bersifat sosio-teknis, tidak bebas nilai dan tidak hanya memiliki manfaat tetapi juga memiliki resiko akan munculnya dampak negatif. Pemanfaatan TIK secara terencana dan baik akan memberikan manfaat sebesar-besarnya serta mengurangi dampak negatifnya.

Untuk memasyarakatkan pemanfaatan TIK secara luas sesuai  program pemerintah,  Universitas Gunadarma kembali menggelar kegiatan UG ICT Award.

UG ICT Award merupakan agenda tahunan Universitas Gunadarma yang tujuannya memberikan apresiasi kepada para penggiat dan pihak yang memanfaatkan dan menerapkan TIK di Indonesia. Khusus untuk UG ICT Award 2009, Universitas Gunadarma memberikan penghargaan untuk empat kategori, yaitu Website SLTA Terbaik, Usaha Kecil Terbaik Dalam Menerapkan TIK,  Website Pemda Terbaik dan Lomba Apresiasi Khusus untuk dosen serta mahasiswa Universitas Gunadarma.

Semangat pemanfaatan TIK juga digambarkan dalam UG ICT Award. Pada Maret 2009 lalu telah dimulai tahapan sosialisasi dengan diluncurkan situs UG ICT Award [htpp://www.gunadarma.ac.id/ictaward], yang telah mengundang antusias peserta.

Panitia UG ICT Award, Eri Prasetyo Wibowo mengatakan,  “Jumlah peserta terdaftar untuk tingkat SMA/SMK sederajat sekitar 151 website yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, usaha kecil menengah (UKM) sekitar 62 website, dan pemerintah daerah (pemda) berjumlah 150 website yang berhasil dijaring oleh tim UG-ICT award.”

Setelah melalui tahapan penilaian yang melibatkan para juri yang kompeten di bidangnya dan terdiri dari berbagai pihak, maka pengumuman pemenang akan dilakukan di Seminar dan Pameran Teknologi Informasi pada 24 Juli 2009 dalam rangkaian acara UG Fiesta yang berlangsung dari 21 – 24 Juli 2009 di Kampus Gunadarma, Depok.

Di samping pengumuman pemenang, pada rangkaian acara UG Fiesta ini juga diselenggarakan berbagai seminar, lokakarya, workshop dan pelatihan, Job Fair, serta Pameran Produksi TIK yang ditujukan juga bagi berbagai peminat terutamanya UKM, pembina website SMA/SMK, mahasiswa dosen dan khalayak umum.

Hadapi Hukum, Apkomindo DIY dan PBKH Atma Jaya Sepakati MoU

0

DIYPermasalahan yang terjadi dalam dunia teknologi informasi (TI) seringkali berujung pada permasalahan hukum. Kehadiran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) dimaksudkan untuk melindungi semua pihak, namun beberapa kasus yang pernah terjadi justru memperlihatkan adanya kekurang pahaman kita terhadap undang-undang tersebut, sehingga perlu orang-orang hukum yang ahli dan mampu melindungi aktifitas bisnis para pengusaha TI.

Berkaitan dengan hal ini, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DPD DIY melakukan kerjasama dengan Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PBKH) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) untuk membentuk Pelayanan Hukum yang diberikan oleh PBKH UAJY kepada Apkomindo DPD DIY dan anggotanya.

Penandangan kerjasama (MoU) dilakukan di Restoran Silla (17/7),  Apkomindo DPD DIY diwakili oleh Hadi Santono (Ketua Apkomindo DPD DIY) dan Anita Suryantini (Kabid. Hukum, Pemerintahan dan Antar Asosiasi/Eksternal), sedangkan pihak PBKH UAJY diwakili Chandera Halim (Ketua PBKH UAJY), dan anggota PBKH UAJY, Bambang Riyanto dan Y. Triyana.

MoU tersebut berisi jenis pelayanan-pelayanam hukum, diantaranya PBKH UAJY menjadi narasumber pada pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh Apkomindo DPD DIY, dan memberikan konsultasi hukum kepada anngota Apkomindo DPD DIY.

PBKH UAJY juga menyediakan layanan hukum dalam pembuatan Legal Audit dan Legal Opinion apabila Apkomindo DPD DIY memerlukan Legal Audit dan Legal Opinion.

Disebutkan juga, PBKH UAJY menyediakan pelayanan hukum untuk mewakili dan atau mendampingi Apkomindo DPD DIY atas kasus hukum yang sedang dihadapi.

Hadi Santono mengatakan, “Melalui  MuU ini, Apkomindo DPD DIY berharap PBKH UAJY akan membantu kami yang menghadapi permasalahan hukum.  Meskipun demikian, MoU ini tidak menjamin bahwa anggota Apkomindo DPD DIY menjadi ”kebal hukum”. Justru dengan pemahaman terhadap hukum yang lebih baik, anggota Apkomindo DPD DIY dapat tenang menjalankan bisnisnya sesuai dengan hukum yang berlaku.”

Untuk info lebih lanjut mengenai pemanfaatan MOU ini untuk anggota Apkomindo  DPD DIY, silahkan menghubungi hukum@apkomindo-diy.org

INAICTA 2009, Industri Kreatif Untuk Membangun Bangsa

1

inaictanewsPuncak acara ajang kompetisi Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2009, akan segera digelar. Tepatnya pada 28-29 Juli mendatang, INAICTA 2009 yang mengangkat tema Digital Creative for Nation Building tersebut akan menganugerai penghargaan kepada para pemenang.

INAICTA 2009 yang pada tahun ini memasuki tahun ketiga, dibagi dalam 3 kategori yaitu kelompok Profesional, Student dan Education.  Kegiatan utama penyelenggaraan INAICTA 2009 meliputi karya cipta inovasi di bidang teknologi informasi dan teknologi (TIK), selain seminar, workshop, dan eksibisi yang lebih ditekankan pada kegiatan kreatif.

INAICTA 2009  yang diinisiasi oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bertujuan untuk mendorong munculnya karya-karya telematika lokal yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, serta menjadi pemain di industri global. Panitia INAICTA 2009 akan menghadirkan 5 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan juga para pihak terkait sebagai narasumber.

Menurut jadwal, pada puncak acara mendatang di Assembly 3, Jakarta Convention Center – JCC, Senayan, Jakarta,  INAICTA 2009 menggelar seminar “Creative Strategies of Digital Mobile  to Win The Emerging Market”, “Optimizing Creativity on the top of Convergence technology”, dan ”Creating Digital Creative Entrepreneurs” dengan narasumber antara lain Mohammad Nuh (Menteri Komunikasi dan informatika), Aburizal Bakrie (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat), Mari E. Pangestu (Menteri Perdagangan), Sofyan Djalil (Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara), Fahmi Idris (Menteri Perindustrian), Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aptel Depkominfo), Indra Utoyo (Ketua MIKTI), Guntur  S. Siboro (Direktur Permasaran PT Indosat), Budi Rahardjo (Ahli Keamanan Internet) dan Hasnul Suhaimi (Presdir Excelcomindo).

Pada sesi ini tampil sebagai moderator antara lain Richard Kartawijaya, Andreas Pardyanto dan Marlin Sugama.

INAICTA 2009 juga menjadi kesempatan melibatkan beragam lapisan dalam komunitas TIK di Indonesia. Pengunjung dan komunitas TI tanah air dapat mengikuti berbagai seminar mengenai animasi, e-business, juga game dan mobile.

Jajaran workshop dapat menambah pengetahuan insan TI dalam animasi dan pengembangan game, Robot for Kids, Blog dan Wikipedia. Ajang ini juga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat showcase dari talenta TIK nasional, produk dan layanan dari sponsor, kompetisi game, dan kompetisi robot yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pengunjung INAICTA 2009.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, INAICTA 2009 juga menggelar program bussiness matching, dimana para pemenang akan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang TIK.

INAICTA 2009 menggandeng  asosiasi di bidang TIK seperti MIKTI, ASPILUKI, APMI, IMOCA, AINAKI, ROCI, ANGELS, IGDA dan HRCC.

Lebih lanjut mengenai INAICTA 2009 klik  http://www.inaicta.web.id

Bersahabat Dengan Si Hebring

0

hebringSetelah berhasil menyabet penghargaan pada Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2007, Si Hebring kembali muncul pada INAICTA 2009.

Pada ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) ini Si Hebring tampil dengan cerita baru. Sang tokoh super hero lokal ini  diceritakan tengah menikmati makan siang dengan menu favoritnya “Bakso Hoky, Bikin Hepy”.  Tak lama kemudian seorang nenek yang sebelumnya pernah diselamatkan Hebring dari sebuah bus, lewat di hadapan Hebring dan Bang Hoky, si penjual bakso.

Ternyata kelakuan Si Nenek belum berubah, tetap trendy dengan iPod dan tas cantik. Hebring hanya tersenyum melihat hal ini.  Namun tiba-tiba, tasnya dijambret oleh seseorang yang langsung melesat melarikan diri.  Dengan sigap Hebring bangun untuk mengejar si Penjambret.

Menurut Marlin Sugama dan Andi Martin (Main Motion Games) sebagai pembuat karakter Hebring, animasi dikembangkan full 3D, yang tokohnya berasal dari Tasikmalaya-Jawa Barat dengan nama asli Heru (yang merupakan plesetan dari Hero). Sementara karakter Bang Hoky terinspirasi dari Soegiharto Santoso atau yang lebih dikenal dengan Hoky, pengusaha komputer dan notebook serta Majalah TI di Indonesia.

bang hoky 2“Karakter Hoky dalam dunia nyata sangat unik. Dia bukan sekedar pengusaha komputer biasa, namun juga peduli pada perkembangan teknologi informasi (TI) Indonesia yang diwujudkan melalui banyak aktifitas TI yang melibatkan sektor pemerintah, kepolisian, pendidikan, komunitas TI, perusahaan dan lain sebagainya menjadi sebuah sinergi yang baik. Secara keseluruhan bagi kami,  Hoky adalah tokoh mentor yang mampu membangkitkan inspirasi, karena itu kami jadikan guru si Hebring,” tambah Marlin.

Lalu mengapa memilih profesi tukang bakso? Marlin mengatakan, dengan tokoh baru ini, kami mengajak semua orang untuk menghargai profesi apapun. “Mereka ini adalah target yang juga harus ‘melek TI’ di masa mendatang.”

Saat dimintai keterangan, Hoky membenarkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh Main Motion Games, bahkan ikut terlibat dalam proses pembuatan animasi ini. “Dukungan pihak swasta terhadap kemajuan animasi tidak bisa hanya sekedar diucapkan saja, namun juga harus diwujudkan dengan keterlibatan langsung. Saya berharap, kedepannya akan semakin banyak tokoh TI yang bersedia dijadikan tokoh animasi. Misalnya menjadi karakter tukang bajaj, supir angkot dan lain-lainnya dengan tujuan semua lapisan masyarakat nantinya bisa memanfaatkan TI,” katanya.

“Selain itu, diharapkan Bang Hoky akan memiliki lebih banyak background story dalam mengajari Hebring menjadi super hero sesungguhnya,” ujar Hoky yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Harco RoxySquare Computer Center (HRCC).

tikus gotDi sisi lain, melalui tokoh super hero yang asli Indonesia, Marlin berharap masyarakat dapat mengambil sifat positif dari orang asli Indonesia kebanyakan, yakni suka menolong dan peduli terhadap sesama.

Sementara keikutsertaan Main Motion Studio sebagai studio pengembang Hebring  pada INAICTA 2009 bertujuan agar  industri kreatif di Indonesia makin berkembang, dan makin banyak pihak swasta  maupun pemerintah yang mau memberikan support agar animasi-animasi Indonesia tumbuh dan berkembang sehingga dapat membuka lapangan usaha lain, misalnya pembuatan berbagai produk turunan seperti komik dan berbagai merchandise mulai dari boneka hingga collectible items serta kedepannya mampu tampil hingga ke layar lebar dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Pada awalnya kami tidak menyangka akan mendapatkan begitu banyak tanggapan positif untuk Hebring  baik secara online (lebih dari 8000 viewed di Youtube untuk Hebring I saja),  maupun tanggapan langsung di berbagai pameran nasional. Melihat hal itu, jika Hebring II berhasil menang di INAICTA 2009, Main Motion Studio berniat untuk mengembangkan komik Hebring, namun hingga saat ini masih mencari rekanan untuk percetakan dan pendistribusiannya,” ujar Andi Martin.

Berbeda dengan Hebring I, pada sesi II ini Hebring terlibat perkelahian yang seru dengan lawannya.  Apakah Hebring akan menang? Bagaimana reaksi Si Nenek saat menerima tas nya kembali? Apa hubungan antara si Hebring, Bang Hoky si juragan Bakso dan Si Nenek? Saksikan jawabannya di Hebring II dan klik via Youtube  atau ikuti online vote Kaskus: http://inaicta.kaskus.us/vote/1 serta anda juga bisa berteman dengan Hebring di Facebook Hebring Fanpage

Dengan Kualitas dan Inovasi, Asus Pimpin Industri Motherboard

0

image003Dengan pengalaman selama lebih dari dua dekade, Asus  terus mengembangkan berbagai inovasi di bidang motherboard. Tidak hanya di Taiwan, motherboard Asus juga diakui di seluruh dunia.

Tak heran jika Asus hingga saat ini telah memenangkan berbagai penghargaan dari media di seluruh dunia. Baru-baru ini, Asus berhasil masuk dalam jajaran 10 besar  perusahan TI di BusinessWeek 2009 “InfoTech 100”. Penghargaan ini dipertahankan Asus selama 12 tahun berturut-turut.

Sebelumnya, di awal tahun 2009, PC Asus juga dinobatkan sebagai No. 1 in Reliability oleh Rescuecom, dengan mencatat skor 972 point, meninggalkan kompetitor terdekatnya 600 point di belakang (skor 348 point).

Berdasarkan informasi dari Digitimes Finance , motherboard Asus  menempati peringkat teratas dari segi revenue/market share di tahun 2008. Dan hingga sekarang, Asus tetap memimpin industri ini.

Luncurkan motherboard baru
Asus dengan inovasi baru di setiap produknya, kini menghadirkan motherboard yang disempurnakan melalui DNA “Xtreme Design”. Genetik DNA motherboard memberikan kinerja terbaik  saat ini.

Fitur Xtreme Phase yang dimiliki menjamin penyaluran listrik yang paling stabil dan optimal, sementara Turbo V mampu meningkatkan kinerja proses secara real-time. Kedua fitur memungkinkan penggemar motherboard untuk merasakan power yang optimal dalam berbagai kondisi loading dan juga peningkatan yang luar biasa sampai 51% dalam output proses.

Standar keamanan juga telah diterapkan pada motherboard seri Xtreme Design untuk pengoperasian yang lebih aman. Melalui tes Electromagnetic Interference (EMI) yang 30% lebih akurat dari benchmark industri, motherboard terbaru ini mempunyai emisi EMI yang sangat rendah.

Dikombinasikan bersama sebuah Electrostatic Discharge (ESD) yang rendah dan sebuah plat pelindung I/O bernama Q-Shield, fitur – fitur ini secara signifikan mengurangi berbagai efek negatif pada kesehatan dan potensi kerusakan pada komponen.

Menggunakan 2 onz lapisan PCB tembaga saja tidak cukup untuk pendinginan. Diperlukan desain sirkuit yang baik, penempatan komponen yang tepat, dan desain thermal yang tepat untuk penghantaran panas. Untuk itu Asus menyempurnakannya dengan teknologi StackCool3+, dimana selain memasukkan 2 onz lapisan PCB tembaga, Asus juga menambah 2 extra PCB layer (dari 6 layer menjadi 8 layer). Ini akan menghasilkan penurunan panas motherboard sampai 17% lebih rendah dibanding desain biasa yang tidak memiliki teknologi StackCool3+.

Selain itu Asus juga memakai Xtreme Durable Solid Capacitor yang menggunakan standar JIS (Japanese Industrial Standard), yang merupakan komponen terbaik saat ini.

Asus akan segera meluncurkan motherboard seri Xtreme Design, diantaranya adalah P6TD Deluxe, sebuah versi peningkatan dari motherboard P6T Deluxe yang berbasis X58 dan berkinerja tinggi.

Pilpres 2009 Andalkan Open Source

1

IlustrasiTeknologi open source terus menunjukkan kelihaiannya di Indonesia. Salah satu buktinya, pada 8 Juli lalu, sistem perhitungan pemilu presiden (Pilpres) 2009 mengandalkan penggunakan SMS yang dipadukan dengan 100 persen software open source.

Sistem yang digunakan bernama SERIS. SERIS memungkinkan tabulasi pemilu menjadi cepat, akurat dan aman. Arsitek SERIS, Harry Sufehmi mengatakan, SERIS mampu mempercepat proses perhitungan suara karena menggunakan SMS yang didukung oleh jaringan operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel.

“Kerjasama dengan Telkomsel memungkinkan SERIS menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Lagipula SMS merupakan teknologi mudah yang dapat digunakan untuk menopang proyek dengan profil pengguna yang variasinya cukup ekstrim,” ujar Harry Sufehmi.

Dari sisi keamanan, tambahnya, sistem SERIS di desain untuk semaksimal mungkin mendekati tingkat keamanan 100 persen. Infrastruktur SERIS terisolir dari Internet dan jaringan publik. Tayangan data di push dari jaringan internal secara rutin sehingga jika di-deface, maka akan cepat kembali seperti semula. Aliran SMS terisolir hanya pada jaringan internal provider Telkomsel dan SERIS, serta berbagai metode keamanan lainnya.

Sedangkan dari sisi biaya, Harry mengungkapkan, sistem SERIS ini cukup murah. Bahkan mereka hanya membutuhkan total tujuh buah server, beberapa switch, hub dan firewall.

“Open source membantu pencapaian ini secara signifikan. Engine Database SERIS misalnya, walaupun hanya menggunakan satu buah server fisik, namun performanya mampu mengatasi 23.000 transaksi per detik. Teknologi open source kini sudah sangat mature, dan memungkinkan kami untuk memanfaatkan potensi sistem dengan sangat maksimal,” papar Wakil Ketua II Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) ini.

Lalu bagaimana hasilnya? “Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkesan dengan hasilnya dan berharap di masa depan bisa terus melanjutkan kerjasama dengan komunitas open source,” tandas Harry.

Gigabyte, Perusahaan Motherboard No 1

2

gigabytePerusahaan perangkat keras dan motherboard, Gigabyte, terus melakukan inovasi. Pada tahun 2006, misalnya, Gigabyte menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kapasitor solid buatan Jepang pada produknya dan menamakannya The Ultra Durable motherboard series.

Di tahun 2007, Gigabyte meluncurkan seri motherboard The Ultra Durable 2 yang memperkenalkan penggunaan Ferrite core chokes dan Low RDS (on) Mosfet sebagai tambahan dari kapasitor solid dari Jepang, yang menghasilkan stabilitas sistem yang tak tertandingi, ketahanan, dan kinerja overclocking. Kemudian pada 2008, perusahaan tersebut meluncurkan teknologi yang paling banyak menghemat energi, yaitu teknologi Dynamic Energy Saver dan Ultra Durable 3 (desain motherboard untuk consumer desktop pertama yang memiliki 2 ons lapisan PCB tembaga), yang secara dramatis menurunkan temperatur sistem, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat stabilitas pada overclocking.

Tahun ini, tepatnya pada Juni lalu di acara Computex Trade Show, Gigabyte memperlihatkan desain 24-phase power VRM, serta teknologi Smart 6 yang menyederhanakan banyak fitur-fitur Windows Vista dan Windows 7, Smart Dual LAN dan Smart TPM. Semua inovasi ini akan menjadi standard industri motherboard di masa depan.

Bukan itu saja, Gigabyte juga mengumumkan bahwa 100% dari motherboard yang pada waktu dekat telah dikapalkan, memiliki teknologi Dual BIOS dan kapasitor solid buatan Jepang pada CPU VRM. Dua fitur yang apda umumnya ditemukan hanya pada produk-produk high-end ini kini telah tersedia secara luas bahkan pada motherboard terbaru dari Gigabyte. Dengan demikian motherboard ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan yang berkesinambungan meskipun terjadi krisis finansial.

Berkat teknologi baru ini, majalah Business Next di Taiwan menempatkan Gigabyte sebagai perusahaan motherboard peringkat teratas pada “2009 Info Tech 100 Taiwan”, dan secara keseluruhan menduduki peringkat 19. Majalah Business Next melakukan evaluasi terhadap 515 perusahaan TI Taiwan dan mengevaluasinya berdasarkan empat kriteria: pendapatan, pertumbuhan pendapatan, rasio pendapatan terhadap aset (ROE), dan pendapatan total.

Henry Kao, VP Worldwide Sales and Marketing Gigabyte mengatakan, “Kami mempersilakan perusahaan perangkat keras lain untuk mengikuti langkah inovasi teknologi Gigabyte seperti pada PCB tembaga 2 ons, kapasitor solid buatan Jepang dan penghemat energi multi-phase untuk mengembangkan pasar komputer ke tingkat yang lebih tinggi.”

Penghargaan ini sekaligus memperlihatkan strategi Gigabyte untuk melakukan inovasi pada saat krisis ekonomi.

Edmon Makarim: Hukum Harus Lindungi Kepentingan Umum

2

foto 2Dunia teknologi informasi (TI) yang begitu dinamis membutuhkan peran para ahli yang mampu mengantisipasi sekaligus memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang bisa ditimbulkan dari sisi negatif TI. Salah satu ahli yang dimiliki Indonesia adalah  Edmon Makarim, S.H., S.Kom., LL.

Staf Ahli Hukum Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) tersebut pada hari ini (11/7) berhasil  meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Depok, dengan yudisium sangat memuaskan.

Edmon mempertahankan disertasinya yang berjudul “Tanggung Jawab Hukum Penyelenggara Terhadap Tata Kelola Yang Baik Dalam Penyelenggaraan Sistem Informasi Elektronik (Good Electronic Government) dihadapan sidang terbuka dengan promotor Prof. Safri Nugaraha,SH, LLM, Ph.D,  ko-promotor Prof. Dr. Ahmad Ramli dan Prof. Dr Aniati Murni.

Dalam ringkasan disertasinya  Edmon   membahas bagaimana tanggung jawab hukum penyelenggara sistem elektronik terhadap penerapan prinsip tata kelola yang baik dalam pemanfaatan  TI menjadi suatu sistem elektronik. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan tata kelola yang baik yang didasarkan atas prinsip  best practices  atau good practices dalam pemanfaatan TI adalah suatu kebutuhan dan keniscayaan. Hal tersebut menjadi ukuran untuk menentukan bagaimana pertanggung jawaban hukum penyelenggaraan terhadap kerugian yang diderita oleh pihak lain.

Menurut dia,  meskipun  prinsip pertanggung jawaban hukum yang berlaku terhadap penyelenggaraan sistem elektronik  menganut  prinsip praduga tak bersalah  (presumed liability)  atau  prinsip  berdasarkan atas kelalaian (negligence), namun  tidak tertutup kemungkinan menerapkan  prinsip pertanggung jawaban yang bersifat ketat (strict liability), demi keadilan untuk melindungi kepentingan umum. Karena itu,  diusulkan suatu formulasi standar  pemeriksaan hukum untuk memeriksa penerapan tata kelola yang baik, kemudian diuji coba penerapannya melalui pengembangan National Single Windows (NSW).

Selain itu, penelitian ini juga menyarankan perbaikan  peraturan menteri  tentang pedoman tata kelola TI nasional yang belum memuat aspek kepatuhan hukum (legal compliance). “Di negara maju yang mewarisi tradisi common law, khususnya Amerika Serikat, sudah menerapkan  sistem  pertanggung jawaban yang bersifat ketat. “Dalam sistem hukum nasional (pasal 15 UU-ITE), pertanggung jawaban hukum penyelenggara menganut sistem presumed liability  karena penyelenggara di posisikan dalam keadaan bersalah yang dibebankan kewajiban untuk selalu bertanggung jawab, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa kesalahan atas sistem elektronik bukan merupakan kesalahannya,” ujarnya.

Selenggarakan Pameran Terlama, Apkomindo Raih Muri

0

DSCN3707Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori sebagai Penyelenggara Pameran Terlama. Penghargaan MURI tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum Muri, Jaya Suprana dalam acara Business Forum 2009 di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), (10/7).

Pameran National IT Expo (NIX) yang diselenggarakan oleh Apkomindo digelar selama satu bulan penuh di PRJ. Yang menarik, penjualannya per tanggal 5 Juli 2009 sudah mencapai Rp. 85 milyar dari target awal Rp. 50 milyar.

Dalam Business Forum 2009, Rene Pattiradjawane, Wartawan Senior yang bertindak sebagai salah satu pembicara  mengatakan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat.

1 Stand NIX di PRJHal ini, katanya, dapat mengubah cara kita menerima informasi, karena dengan berkembangnya TIK, informasi menjadi terdigitalisasi. Kemudian media-media baru dan gadget ada dimana-mana, internet menjadi sentra utama dan suatu yang interaktif dalam memenuhi kebutuhan masing-masing penggunanya, serta komputasi komunikasi dan penyimpanan (storage) menjadi lebih murah.

Dampak yang ditimbulkan adalah akan mengubah hubungan kita terhadap informasi dan media pengantarnya, mengubah hubungan sesama, dan apapun teknologi yang tersedia maka cara orang menggunakan teknologi akan berbeda-beda.

2 Stand NIX di PRJ“Belum ada sektor industri yang pertumbuhannya secepat TIK. Bahkan di Indonesia, pertumbuhan social networking lebih cepat dibandingkan Eropa. Tak heran jika Jakarta mempunyai akses internet terbesar dari 30 kota di dunia,” jelasnya.

Sedangkan dari faktor ekonomi, menurut Komisaris BII Maybank, Umar Juwono, kecenderungan ekonomi Indonesia cukup bagus jika dilihat dari krisis ekonomi global dengan inflasi rendah yang diikuti penurunan bunga.

“Prospek perekonomian Indonesia akan baik pada tahun 2010 dan bisa bertahan sampai 5 tahun kedepan asalkan juga ekonomi Indonesia ditopang pada sektor rillnya. Jika belanja TI dunia turun pada 2009, kemungkinan pada 2010 akan mengalami peningkatan,” ujar Umar.