Home Blog Page 1033

Kiskenda: Telkomsel Tambah BTS Untuk Tingkatkan Layanan

2

Sebagai salah satu operator seluler terkemuka di Indonesia, PT Telkomsel terus berupaya mengembangkan jaringan akses telekomunikasi, mulai dari kota hingga pelosok terpencil. Akses jaringan hingga daerah terpencil diharapkan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, salah satunya bidang pendidikan.

Dengan kelebihan TI yang mampu memupus ruang dan waktu, kesenjangan akses komunikasi pun sedikitnya bisa menipis. Dengan program Telkomsel Merah Putih, pemanfaatan TI untuk kebutuhan akses bagi sekolah di daerah terpencil pun kini mulai dirintis Telkomsel melalui jaringan 3G yang dimilikinya.

“Visi kami adalah pelayanan. Artinya, kami lahir dari perusahaan negara (BUMN) sehingga langkah awal kami adalah memberi pelayanan mulai dari kota hingga ke pelosok pedalaman,” kata Dirut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja.

Tak pelak, untuk mengembangkan jaringan hingga daerah terpencil, dibutuhkan menara base tranceiver station yang memadai. Hingga kini Telkomsel memiliki sekitar 2.000 Based Tranceiver Station (BTS), yang lebih banyak menggunakan tower bersama dengan operator seluler lainnya. Telkomsel sendiri menyambut baik himbauan pemerintah untuk menggunakan tower sharing. “Kami sadari, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta, tidak mungkin di-provide oleh jaringan Telkomsel semua,” ujar Kiskenda.

Berikut kutipan perbincangan singkat BISKOM dengan Kiskenda saat menghadiri launching Sekolah Terpencil Berbasis Mandiri di Kota Cimahi, Jawa Barat (27/10).

Mengapa program Sekolah Terpencil Berbasis TI baru digelar di Jawa Barat? Kapan digelar dalam skala nasional?

Sejauh ini memang baru di Jawa Barat, tapi nanti kita lihat kalau memang responnya positif, dampaknya terhadap masyarakat dan perekonomian juga meningkat, tentu saja kami akan kembangkan lagi di daerah-daerah lain.


Apa yang menggugah Telkomsel menggelar program ini?

Visi kami adalah pelayanan. Artinya, kami lahir dari perusahaan negara (BUMN) sehingga langkah awal kami adalah memberi pelayanan, selebihnya tentu saja kami berupaya agar perusahaan ini terus tumbuh. Selain itu program ini sesuai dengan corporate social responsibility (CSR) Telkomsel di bidang pendidikan yang kami kombinasi dengan kepentingan usaha sehingga menjadi sebuah sinergi yang baik. Sebab, jika  terus menerus berbentuk CSR murni, lama-lama terbatas juga dananya.

Selain pendidikan, CSR Telkomsel mengarah ke bidang lain apa saja?

Kalau dilihat dari stratanya, CSR kami lebih mengarah ke strata anak-anak, terutama anak yatim piatu. Kalau sudah bicara strata fungsional, kami lebih menjurus ke pendidikan.

Apa yang Telkomsel harapkan dari program Merah Putih ini?

Dengan program Telkomsel Merah Putih, kami ingin menggugah kembali semangat nasionalisme bangsa. Telkomsel Merah Putih artinya kami berupaya menjembatani kesenjangan akses komunikasi di daerah terpencil seperti di daerah-daerah yang terisolasi. Kami mengembangkan jaringan hingga ke pedalaman dimana tidak ada orang yang menggunakan ponsel di sana. Cara itu membutuhkan investasi miliaran dan entah kapan balik modalnya,  tapi semua itu demi memajukan bangsa ini.

Dengan Telkomsel Merah Putih pula, orang yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal-kapal Pelni kini sudah bisa berkomunikasi di tengah lautan. Telkomsel Merah Putih juga menjadi program andalan kami yang diharapkan bisa mengantisipasi problem ekonomi yang cukup berat akibat krisis finansial global.

Maka dari itu kami sangat menyambut baik ketika Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, mengajak Telkomsel untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan bidang pendidikan. Di sini, kami yang menyediakan akses jaringan untuk sekolah di daerah terpencil yang berbasis TI.

Untuk mengembangkan akses jaringan tentu dibutuhkan banyak tower base tranceiver station (BTS) yang memadai, sudah berapa banyak tower yang dimiliki Telkomsel hingga saat ini? Apa tanggapan Anda soal himbauan pemerintah untuk menggunakan menara gabungan?

Di Indonesia, Telkomsel memiliki 27 ribu BTS, sedangkan di Jawa Barat sendiri kurang lebih mencapai 2.000 BTS. Kebetulan sejak awal pun Telkomsel sudah melakukan sharing tower, jadi sudah tidak masalah lagi karena memang kami banyak bergabung dengan operator lain dalam menggunakan tower bersama. Apalagi prinsip Telkomsel dari dulu adalah bersaing tapi tetap bersanding, jadi kami menyadari  dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta, tidak mungkin di-provide oleh jaringan Telkomsel semua. Karena itu dengan adanya kompetitor, kami malah senang. Buktinya kami bisa berbagi bersama memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang telekomunikasi.

Apa yang mesti diperhatikan bagi para operator dalam penggunaan tower bersama?

Yang harus diperhatikan dalam penggunaan tower bersama antara lain secara teknis harus ada penyesuaian transmisi dan frekuensi, akselerasi dan konfigurasi, apalagi kalau dalam satu tower itu dipakai bersama baik operator GSM maupun CDMA. Itu semua penting diperhatikan agar frekuensinya tidak saling bersinggungan dan kualitas frekuensi pun tetap terjaga.

Tentu saja semua tower Telkomsel berizin meski beberapa diantaranya ada juga yang masih dalam proses. Yang jelas, kami membangun tower untuk kemaslahatan bersama, bukan membawa mudharat. Kini kami lebih banyak bekerjasama dengan mitra. Mereka yang membangun tower lengkap dengan perizinannya, kemudian kami bayar.

Kami juga mendukung rencana pemerintah melakukan penertiban tower tak berizin karena memang mestinya harus begitu, kita harus patuh dengan regulasi. Kalau kita patuh pada regulasi, menjalankan bisnis pun bisa tenang.

The World Summit Youth Award Dukung MDGs

0

The World Summit Youth Award kembali digelar untuk berikan kontribusi dalam pencapaian MDGs (Millenium Developmant Goals) yang bertujuan merubah dunia menjadi lebih baik. Bekerja sama dengan Bubu.com, ajang ini akan mengundang web designer dan e-content creator muda untuk ikut berkompetisi sekaligus berpartisipasi dalam membangun kesadaran masyarakat internasional tentang MDGs melalui hasil karya digitalnya, baik internet maupun mobile phone.

Selama ini MDGs bergerak berkat komitmen bersama dari negara-negara anggota PBB yang memfokuskan untuk mengurangi kelaparan dan kemiskinan, ketidak adilan gender,  masalah kesehatan dan pendidikan  serta lingkungan dan air bersih. Hal ini jugalah mendasari The World Summit Youth Award 2009 untuk mengangkat tema dari pergerakan MDGs untuk dilombakan yang terdiri lima kategori, yaitu Fight Poverty, Hunger and Disease, Education for All, Power 2 Women, Create Your Culture serta Go Green.

Rencananya pengumpulan aplikasi untuk World Summit Youth Award kedua ini akan berakhir pada 31 Desember 2008. Pendaftaran masih terbuka dan dapat diakses secara online di website www.youthaward.org/apply.

Nantinya kompetisi ini akan dinilai oleh 12 juri internasional yang akan menentukan 3 pemenang pada setiap kategori. Pemenang akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan platform mereka dihadapan pebisnis internasional, pemimpin negara, dan masyarakat internasional di World Summit Award (WSA) Gala and Winners Conference pada Juni 2009 di Monterrey, Mexico.

Lagu Obama Jadi Hits di YouTube

1

Menjadi presiden Ameria Serikat pertama yang berkulit hitam dan memiliki darah campuran Afrika-Amerika, adalah hal paling menarik dari Barrack Obama. Sebuah lagu yang mengisahkan tentang Obama yang keturunan Irlandia, akhir-akhir ini bersliweran dan bahkan menjadi hits di situs YouTube.

Berikut sepenggal lirik dalam nyanyian tersebut:
O’Leary, O’Reilly, O’Hare and O’Hara, There’s no one as Irish as Barack O’Bama. You don’t believe me, I hear you say. But Barack’s as Irish, as was JFK. His granddaddy’s daddy came from Moneygall, a small Irish village, well known to you all.

O’Leary, O’Reilly, O’Hare dan O’Hara, Tidak ada satupun yang benar-benar Irlandia seperti Barack Obama. Saya dengar, kamu tidak mempercayai kata-kata saya. Tapi Barack memang keturunan Irlandia, sama seperti JFK. Kakek dari ayahnya merupakan peduduk asli Moneygall, sebuah desa kecil di Irlandia yang pasti kami tahu.

Moneygall adalah  sebuah desa kecil yang terletak di perbatasan Irlandia. Di wilayah ini,  kakek dari ayah Obama bertempat tinggal. Wikinews mencatat, hingga hari ini (11/11), sekitar 600.000 pengunjung telah berkunjung ke YouTube untuk melihat video nyanyian tersebut.

Sejak menjadi presiden Amerika Serikat pada 4 November lalu, kisah seputar Obama memang paling ditunggu-tunggu.  Obama menang telak atas pesaingnya dari partai Republik, John McCain, dengan jumlah suara 80 persen.

Perekonomian Dunia, Global Warming dan Penyelundupan

5

Memasuki bulan November ini kita dikejutkan oleh banyak hal yang menyenangkan. Di samping berakhirnya musim panas, perekonomian yang sebelumnya diperkirakan akan mengalami gonjang-ganjing akibat dari krisis ekonomi di Amerika Serikat, kini menjanjikan angin segar setelah Barrack Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat pada Rabu (5/10).

Obama yang ‘dekat’ dengan masyarakat Indonesia pada awal pemerintahannya nanti akan fokus pada pembenahan ekonomi dan politik dalam negeri Amerika Serikat sehingga tentunya kita berharap akan ada perubahan berarti yang akan berimbas pada perekonomian Indonesia. Sebab seperti kita rasakan, meski baru sebentar saja ekonomi dunia memburuk, dunia bisnis dan investasi sudah ketar ketir menghadapinya. Tak terkecuali dalam dunia teknologi informasi (TI) dan komunikasi.

Kembali menyinggung masalah berakhirnya musim panas, kita berharap panasnya bumi sedikit mereda. Tapi perlu diingat, musim hujan bukan berarti masalah global warming telah usai. Setiap usaha agar dunia selamat dari kemusnahan tetap harus kita kerjakan. Apa yang dilakukan vendor-vendor TI dalam mengatasi masalah global warming, misalnya dengan mengurangi emisi, mengurangi penggunaan energi listrik yang berlebihan ataupun menggunakan materi yang dapat didaur ulang, merupakan usaha yang patut diacungi jempol. Sabagai orang yang berkecimpung dalam dunia TI, sudah selayaknya kita mendukung kampanye tersebut dengan langkah nyata yang kongrit.

Indonesia juga diterpa kabar yang menyenangkan. Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Budi Darmadi, yang kami temui belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya sedang gencar-gencarnya memberantas masalah penyundupan. Penghapusan pajak barang mewah pada beberapa produk TI adalah salah satu langkah awal, berlanjut nantinya adalah keseriusan pemerintah dan aparat kepolisian dalam menegakkan hukum. Mengenai masalah regulasi, pemerintah sendiri sebenarnya telah memiliki sejumlah peraturan yang menguntungkan banyak pihak. Namun ibarat menyediakan tong sampah, jika mental dan attitude masyarakatnya buruk, maka tetap saja sampah akan berserakan dimana-mana. Itu pula yang terjadi dalam menanggulangi masalah pembajakan. Jika mental korupsi, kolusi dan nepotisme tidak dihapuskan, maka pembajakan yang kerap ditunding sering ‘dipermulus’ berkat bantuan oknum bea dan cukai, akan tetap terjadi.

Masalah perekonomian dunia, global warming dan penyelundupan adalah tiga hal menarik yang terjadi pada bulan ini. Itu sebabnya kami mengetengahkan topik-topik tersebut pada edisi ini. Akhirnya, apalah yang bisa kami lakukan, selain hanya bisa menularkan semangat dalam membangun bangsa. Semoga sukses!

Majalah BISKOM Edisi November 2008

0

Cover Majalah BISKOM kali ini menampilkan Dirjen IATT Departemen Perindustrian, Budi Darmadi (Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2008 diantaranya:

• COVER STORY: Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian, “Penghapusan Pajak Barang Mewah Kurangi Penyelundupan.”

• FIGURE:
– Marketing Director Pasadena Residence, Antonius Wijaya, “Miliki Apartemen Pertama Berbasis Internet”
– Pendiri AOSI, Harry Sufehmi, “Kegiatan AOSI Bersifat Strategis”
– General Manager Supermicro, Dr. Tau Leng, “Selamatkan Bumi Dengan Menciptakan Hutan Maya”
– Direktur Utama PT Lyto Datarindo Fortuna, Andi Suryanto, “Industri Games Indonesia Baru Lahir”
– Kuasa Hukum Indovision, Andi F. Simangunsong, SH, “Indovision Keberatan Atas Putusan KPPU”

• HEADLINE:
Berantas Penyelundupan!

• FOCUS:

– Penyelundupan Barang Elektronik dalam Perspektif Hukum
– Menghemat Investasi DengaN Teknologi Hijau
– Selamat Tinggal Astro TV
– Mengelola Manajemen Bencana Dengan TI
– Kluster Bisnis Berbasis TI
– Tarif Murah Stimulus Kartu Hangus

• SNAP:
– Sejumlah Perusahaan Gunakan Aplikasi Berbasis Oracle
– XL Targetkan 16 Ribu BTS Hingga Akhir Tahun
– Andal Luncurkan Software Payroll Yang Handal
– Norton Tawarkan Kecepatan Kinerja
– Rambah Pasar Indonesia, Cyberoam Tunjuk PT. Raditya Mulia Lestari
– AXIS Dukung JISF 2008
– Blogger Bentuk Kebebasan Berekspresi
– Samsung Gelar Most Valuable Player Award
– Indosat Adakan IWIIC 2008
– Sekolah Terpencil Berbasis TI Diluncurkan
– Produk Toshiba Ramah Lingkungan
– CAM’s Award, Membangun Karakter Bangsa
– Metrodata Realisasikan Konvergensi TIME
– 10 Ponsel Tiphone Hadir di Pasaran
– Sun dan Seamolec Resmikan Jeni ASEAN
– Layanan Max3 Capai 15 Mbps
– Bank Ekonomi Manfaatkan SAP
– Tekan Pembajakan, Microsoft Gelar Fair Play Campaign
– APJII Anggap Syarat Tender USO Tidak Adil
– Menristek Serahkan Buku Pelajaran TIK ke Mendiknas
– 2010, Supermicro Targetkan 50% Penghematan Listrik
– JEC 2008 Ciptakan Industri Kreatif

• INSPIRATION:
– Prakoso Bhairawa Putera S.: Penerimaan CPNS Berbasis Web Online
– Bob Julius Onggo: Para Penjaja Domain
– Bambang Dwi Anggono: Para Trendsetter e-Government Indonesia
– Cicilia Lusiani: Kapan Perijinan di Pemda Bisa Online?
– Dirgayuza Setiawan: State of the Mac, Kenapa Microsoft Kembali Beriklan?
– Muhamad Jafar Elly: Menggunakan Jaringan Data Spasial Untuk Pembangunan Bangsa
– Oliver Samuel Simanjuntak: Menuju Masyarakat Informasi Melalui MCAP
– Ronny Wuisan: Perlindungan Hukum Bagi Blogger

• REVIEW & CELLULAR:
– Hasee WQ251
– Canon EOS 5D Mark II
– Speaker GigaWorks T3
– Canon HV30
– Sony Cybershot T77
– Fujitsu L1010
– Axioo Pico
– Genius GHP-04NC
– Toshiba Regza Realism
– Kingston Data Traveler 150
– Seagate FreeAgent
– Samsung M3510 Live Loud
– Hitech H52
– Samsung i7110

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

200 Komputer Untuk Kepulauan Seribu

0

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, hari ini (10/11) Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek), Yayasan Danamon Peduli, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan PT. Telkom menandatangani Kesepakatan Bersama untuk meningkatkan kemampuan teknologi informasi di sekolah tertinggal.

Sebagai langkah awal, sebanyak 200 komputer layak pakai eks Bank Danamon diserahkan kepada lima sekolah di wilayah selatan Kepulan Seribu yakni SMP Negeri 241 dan SMK Kelautan di Pulau Tidung, SMK Negeri 241 KJ di Pulau Lancang, SMP Negeri 285 di Pulau Untung Jawa dan SMP Negeri Satu Atap 01 di Pulau Pari. Masing-masing sekolah mendapatkan 40 buah komputer dengan spesifikasi IBM Pentium 3, bersistem operasi Linux, Aplikasi Open Source, dan akses internet Speedy beserta satu server.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Risa Bhinekawati (Ketua Umum Yayasan Danaon Peduli) kepada Wakil Sekolah SMP Negeri 285 dan disaksikan oleh Kusmayanto Kadiman (Menristek), Asep Syarifudin (Wakil Bupati Kepulauan Seribu), Betti Alisjahbana (Ketua Umum AOSI), Mas’ud Kamid (GM Divre II PT. Telkom) dan Ronny Tejasukmana (Sekretaris Yayasan Danamon Peduli).

Mengapa komputer-komputer tersebut disumbangkan kepada sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu? Ronny mengatakan, “Meski letaknya berdekatan dengan ibukota, namun fasilitas teknologi informasi di Kepulauan Seribu sangat tidak memadai. Padahal penguasaan teknologi merupakan kunci untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan antar kabupaten, provinsi, bahkan negara”.

Pada kesempatan yang sama, Kemenristek dan AOSI mengadakan pelatihan Open Source untuk guru dan siswa demi mengantisipasi kebutuhan SDM yang ahli dalam bidang Open Source di masa depan.

Menristek Kusmayanto mengatakan, program kerjasama ini merupakan kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, swasta, BUMN dan masyarakat. Kedepan, diharapkan kerjasama seperti ini berlanjut di daerah-daerah lain, sehingga nantinya siswa-siswa di seluruh Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang kompeten, berwawasan luas dan dapat mengikuti perkembangan jaman.

Dalam rombongan yang berjumlah 40 orang tersebut, hadir pula Engkos Koswara, Kemal Prihatman dan Wawan Bayu dari Kementerian Ristek, Sumitro Rustam (AOSI), Dadang Arkuni (Kepala Badan Search and Rescue Nasional) dan Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM sekaligus pengurus AOSI) yang bersama-sama memperingati Hari Pahlawan dengan menabur bunga ke lepas pantai.

Kinerja Bagus, XL Kembali Raih Award

0

Entah berapa banyak penghargaan yang sudah dan akan didapatkan PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) sepanjang tahun 2008 ini. Yang terbaru, operator tersebut meraih penghargaan 2008 Frost & Sullivan Indonesia Telecoms Awards  untuk dua kategori, yaitu Mobile Service Provider of the Year dan Market Challenger of the Year. Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, menerima penghargaan tersebut di Jakarta, kemarin (4/11).

Penyelenggara event ini adalah Frost & Sullivan, sebuah serikat konsultan yang mempunyai perhatian khusus pada bidang telekomunikasi. Menurut dewan juri, XL pantas mendapatkan penghargaan kategori Mobile Service of the Year karena memiliki kinerja finansial dan operasional yang sangat bagus sepanjang 2007/2008, dimana secara jelas menunjukkan pertumbuhan yang positif hingga Juni 2008. XL menunjukkan peningkatan pertumbuhan jumlah pendapatan 59% sedangkan pertumbuhan EBITDA adalah 68% per Juni 2008 dibandingkan dengan tahun lalu untuk periode yang sama. Sementara itu jumlah pelanggan meningkat menjadi 22,9 juta pelanggan per Juni 2008 dari sebelumnya 10,2 juta per Juni 2007.

Selain itu, sebagai hasil dari penerapan strategi tarif murah, pemakaian layanan XL pun meningkat sehingga Total Outgoing Minutes of Usage naik secara signifikan, yaitu lebih dari 10 kali lipat antara Juni 2007 (1,7 milyar menit) – Juni 2008 (19,3 milyar menit).

Sementara itu, penghargaan Market Challenger of the Year diberikan kepada XL atas pertimbangan agresifitas XL dalam menerapkan strategi tarif, yang menjadikannya sebagai market challenger di tengah persaingan sengit para operator selular Indonesia. Apa yang dilakukan XL kemudian diikuti oleh pasar, bukan hanya dalam menurunkan tarif voice dan SMS, tetapi juga pada penerapan strategi inovatifnya.

Menurut Anda, para pelanggan, bagaimana kualitas jaringan XL?

Tarif Murah Stimulus Kartu Hangus

0

Tarif pulsa dan kartu perdana yang makin murah menyebabkan tingkat kartu hangus (churn rate) ikut meningkat. Chrun rate pengguna ponsel di Jawa Barat saat ini bisa mencapai 40% dari total penjualan operator.

Executive General Manager Divisi Regional III Jabar Banten PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Walden R.  Bakara mengatakan, churn rate pengguna kartu Flexi di wilayahnya mencapai 30-40%, “Kami terus berupaya memperbaiki kualitas jaringan agar tingkat pergantian kartu tidak setinggi sekarang. Setidaknya bulan ini jangan sampai lebih dari 29%,” kata Walden.

Bukan saja di Jawa Barat, churn sendiri sebenarnya sudah lama terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Walder, ada dua hal yang menyebabkan pengguna ponsel berganti kartu. Pertama,  akibat banyaknya jasa penyedia telekomunikasi seluler. Selain itu, setiap operator kerap memberikan tarif kartu perdana yang murah. “Daripada membeli pulsa, orang sekarang lebih memilih untuk beli kartu perdana yang harganya lebih murah. Risikonya paling hanya repot berganti-ganti nomer saja,” ujarnya.

Tingkat churn yang tinggi, kata Walden, mengakibatkan loyalitas pelanggan tidak dapat dijamin. Selain itu, penggunaan macam-macam kartu tersebut mengakibatkan Average Revenue per User (ARPU atau rata-rata pendapatan operator dari tiap pelanggan) rendah, karena pelanggan membagi pemakaian ponselnya ke beberapa nomor tadi. Padahal dalam kompetisi yang semakin ketat ini, perusahaan membutuhkan loyalitas pelanggan yang kuat untuk tetap bertahan apalagi saat ini banyak pelanggan yang hanya loyal terhadap harga.

“ARPU pelanggan Flexi saat ini berkisar Rp 30.000/bulan. Jumlah pelanggan Flexi di Jawa Barat sekarang pun berkisar 870.000 orang,” tambah Walden.

Walden menargetkan pihaknya mampu meningkatkan hingga 1,15 juta pelanggan sampai 2009. Namun melihat kecenderungan churn rate yang tinggi dan jumlah pengguna ponsel yang tidak sedikit, pihaknya lebih membidik strategi akuisisi. “Setidaknya pengguna ponsel yang sudah eksisting juga menggunaka kartu Flexi. Kami lebih memilih cara ini sembari meningkatkan kualitas jaringan Flexi yang masih memiliki banyak kekurangan,” jelasnya.

Salah satu kendala yang masih dihadapi Telkom antara lain tingginya tingkat drop call terutama di kawasan padat pengguna Flexi. Telkom sendiri berusaha menambah jumlah base transceiver station (BTS) dan memperbaiki kualitas jaringan. “Kalau dua hal ini sudah dilakukan, drop call bisa turun sampai 50%,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Marketing PT Excelcomindo (XL) Central Region, Nurul Nurnasari berpendapat, pelanggan ponsel di Indonesia masih sensitif dengan masalah tarif. Ketika ada operator yang menawarkan tarif lebih murah, pelanggan langsung berpindah operator.

Perpindahan pelanggan dari operator yang satu ke operator lainnya inilah yang memicu tingginya churn. Pelanggan secara otomatis menghanguskan kartu ponsel yang lama pindah ke operator lainnya.

Setelah memberlakukan tarif murah, tingkat churn di XL mencapai 40%. Padahal sebelum terjadi perang tarif antar sesama operator, churn tak lebih dari 30%. Menurut Nurul, tarif murah memang efektif untuk menjaring pelanggan baru namun tidak untuk mencari pelanggan loyal.

Pertanyaannya, bagaimana membangun pelanggan yang loyal? Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam berpendapat, pelanggan seluler yang tergabung dalam kalangan komunitas lebih loyal pada suatu produk. Dengan membidik kalangan komunitas, Indosat yakin dapat menekan tingkat churn akibat perpindahan layanan. Langkah yang sama pun juga telah dilakukan Telkomsel. Jika Indosat mendekati komunitas koperasi, maka Telkomsel membidik komunitas pelajar.

Pasar dari kedua komunitas tersebut memang tidak bisa dibilang kecil. Telkomsel berharap sedikitnya bisa menarik perhatian 10 juta pelajar dari kisaran 40-50 juta pelajar sekolah yang ada di Indonesia. Sementara, Indosat mengincar sedikitnya satu juta dari lebih 30 juta anggota koperasi yang tergabung dalam wadah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

“Komunitas loyalitasnya cukup terjaga sehingga tingkat churn juga rendah. Kisarannya tak sampai dua digit di bawah churn industri,” jelas Johnny. Tingkat churn industri diperkirakan menyentuh persentase 15-20 persen. Sementara churn di kalangan komunitas diperkirakan tak sampai 10 persen.

Saat ini jumlah pelanggan Kartu As telah mencapai 22 juta dari 53 juta pelanggan yang menggunakan layanan Telkomsel. Sedangkan IM3 telah mencapai 20 juta dari 30 juta total pelanggan seluler Indosat.

Si Tangguh Dari Sonim

3

Bagi Anda yang bekerja di medan berat, XP1 dari Sonim cocok bagi Anda. Dirancang kokoh dengan lapisan plastik bercampur karet pada sekeliling bodinya, XP1 tampak seperti memiliki ‘bumper’ layaknya’ mobil. Ericsson sebenarnya sering merancang ponsel-ponsel outdoor seperti ini dan beberapa seri termasuk sukses di pasaran, namun untuk kategori ponsel tangguh, Sonim XP1 terbilang mungil. dimensinya hanya 113 x 50 x 22 mm dengan bobot sekitar 129 gram. Kendati begitu, rupanya ponsel berkapasitas memori 10 Mb ini cukup nyaman digunakan, terlebih pengoperasiannya juga mudah.

Tentu saja rancangan seperti ini bukan hanya dimaksudkan agar XP1 tahan terhadap guncangan dan goresan saja. Kabarnya, ponsel ini tetap dapat digunakan dengan baik meski Anda menjatuhkannya dari ketinggian lebih dari dua meter. Bahkan Sonim mengklaim, XP1 akan tetap berfungsi dengan baik meski telah dilindas roda mobil. Hanya saja untuk digunakan pada kedalaman air, rupanya Sonim tidak terlalu merekomendasi seri ini.

Di luar fisiknya yang tangguh, ponsel dengan layar TFT 128 x 160 piksel berukuran 1.77 inches ini hanya mengakomodir semua fungsi mendasar dari sebuah telepon genggam. Jadi jangan berharap Anda dapat melakukan akses internet dengan ponsel ini, kecuali pada baterai yang sanggup bertahan selama berhari-hari sehingga Anda bisa mengandalkan XP1 saat melakukan perjalanan di pedalaman yang tidak ada sambungan listrik. Untuk sementara, XP1 hanya dipasarkan di negara-negara Eropa dengan harga jual 225 Poundsterling.

Sekolah Terpencil Berbasis TI Diluncurkan

0

Film Laskar Pelangi dipercaya telah membawa angin segar untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan akses dan fasilitas serba terbatas, anak-anak di tanah air kini dapat menikmati haknya dalam pendidikan. Hal ini telah diperlihatkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, saat meluncurkan sekolah terpencil berbasis teknologi informasi (TI) di SDN Cipageran Mandiri 1, Kota Cimahi, Jawa Barat menjelang akhir bulan lalu.

Dede mengakui, diluncurkannya SD terpencil berbasis TI lantaran terpengaruh dengan film Laskar Pelangi dimana TI mampu berperan menipiskan kesenjangan informasi dan komunikasi (digital divide).  “Di Jawa Barat pun masih ada siswa yang harus menempuh perjalanan melintasi pegunungan dan menyeberang sungai untuk tiba di sekolah mereka. Maka, dengan implementasi TI inilah kita bisa melakukan percepatan pendidikan,” ungkap Dede.

Namun dari belasan ribu sekolah yang ada di Jawa Barat, Pemprov Jabar sendiri mengalami kendala untuk bisa menembus lokasi terpencil tersebut seperti belum adanya akses jalan. Sementara proses pembangunan jalan tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Dengan TI pula, kata Dede, sebenarnya bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghemat biaya pengadaan infrastruktur hingga ke pelosok daerah terpencil. Demikian juga dengan penyediaan e-book yang digelar Departemen Pendidikan Nasional, bisa lebih menghemat biaya membeli buku bagi anak sekolah.

“Ke depan dan mulai saat ini, tidak ada lagi alasan anak dari keluarga tidak mampu tak bisa mendapatkan pendidikan hanya karena masalah biaya sekolah. Semua anak, hingga pelosok pedesaan mendapatkan hak yang sama untuk bisa menikmati pendidikan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja mengatakan, pihaknya memberi dukungan akses komunikasi dengan layanan 3G dalam program tersebut sebagai wujud dari corporate  social responsibility (CSR).

Menurut Kiskenda, program sekolah terpencil berbasis TI ini untuk sementara dilakukan di Jawa Barat, namun jika memang bermanfaat, maka program tersebut akan dikembangkan secara nasional. “Kalau responnya positif, manfaatnya terhadap masyarakat bisa dirasakan secara langsung, tentu saja kami akan lebih mengembangkannya lagi sesuai visi kami untuk membeikan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab kami di sini hanya selaku penyedia aksesnya,” jelas Kiskenda.

Dalam acara launching tersebut, Dede juga menggelar teleconference dengan Wakil Bupati Ciamis, Dedi Sobandi yang tengah berada di sebuah SD terpencil di Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Ciamis. Dengan diluncurkannya SD terpencil berbasis TI di SDN Cipageran Mandiri 1 Cimahi ini, Kota Cimahi akan menjadi prototipe dari program gerakan masyarakat peduli pendidikan untuk bisa dikembangkan lebih jauh ke pelosok daerah lainnya di Jawa Barat. Kapankah daerah terpencil lainnya bisa menyusul?