Home Blog Page 813

JAPNAS Dorong Tiap Wilayah Miliki Database

0

Jakarta, Biskom- Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) terhitung sejak  13 November 2019 resmi mulai bergerak di Provinsi Jambi. Hal ini ditandai dengan berdirinya Pengurus Wilayah JAPNAS Provinsi Jambi yang dikomandoi oleh Hendrianto Gunawan. JAPNAS asosiasi pengusaha yang mengedepankan penciptaan sinergitas bisnis ini mencoba merangkai sinergitas bisnis di Provinsi Jambi.

“ Kami hadir sebagai action group. Jambi memiliki potensi alam yang berlimpah dari pertambangan, perkebunan, dan hasil kehutanan. Seharusnya potensi yang berbasis alam ini bisa disokong dengan industri yang berbasis kreatif. Ini yang akan menjadi nilai tambah bagi perkembangan bisnis di Jambi,” ungkapnya.

Perkembangan industri 4.0 menuntut dunia usaha bukan hanya berbasis pada kekayaan alam ansikh. Pemanfaatan teknologi dan informatika menjadi key point untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Oleh karenanya dibutuhkan organisasi modern yang mampu membangun networking di seluruh Indonesia. “ Networking ini sangat dibutuhkan. Jika JAPNAS mampu menciptakan sinergitas bisnis di Jambi, maka ke depan kami yakin Jambi Makmur bukanlah sebuah uthopia,” lanjutnya.

Sebagai salah satu langkah memasuki industri 4.0 adalah ketersediaan data yang reliable. Oleh karenanya JAPNAS dalam kurun lima tahun berdiri sangat concern tentang pendataan anggota. “ JAPNAS selalu mendorong tiap wilayah untuk mempunyai data base anggota yang akurat. Sehingga kami bisa memetakan serta meng-clusterkan sektor bisnis anggota. Data inilah yang akan menjadi modal kami dalam melakukan sinergi usaha antar anggota JAPNAS, maupun dengan pengusaha dari dalam dan luar negeri,” papar Bung Reza.

Senada dengan pernyataan Bung Reza, Ketua Umum PW JAPNAS Provinsi Jambi Hendrianto Gunawan mengungkapkan bahwa JAPNAS Jambi akan menawarkan program-program yang mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya. “ Terutama nilai tambah networking. Kami akan merumuskan program-program business Maping hingga Business Matching. Business Maping sebagai modal kami melaksanakan cluster industri di Jambi, sedangkan Business Matching untuk mensinergikan potensi usaha Jambi dengan pengusaha maupun investor luar,” ungkap Hendri.

Dengan platform JAPNAS sebagai action group, maka program-program yang menjual dan mampu memberikan efek konkrit bagi bisnis para anggota, merupakan kebutuhan organisasi yang mendasar. “ Khitah kami bukan mengkritisi pemerintah atau merengek-rengek tentang kondisi ekonomi. Kami lebih concern pada apa yang bisa kami lakukan untuk mewujudkan Jambi makmur. Program-program riil inilah yang kami harap dapat membesarkan JAPNAS di masa mendatang,” pungkasnya. (red)

Riset dan Inovasi Kunci perekonomian era Industri 4.0

0

Jakarta, Biskom- Kemenristek/BRIN dan Renesans bekerjasama dengan MVB Indonesia, Business Nordic, Kedutaan Finlandia untuk Indonesia, NOKIA dan NODEFLUX, menyelenggarakan seminar inovasi untuk bisnis Indonesia di Sari Pacific Jakarta, Rabu (13/11). Tujuan dari seminar tersebut untuk menjembatani informasi dan pengembangan inovasi antara Indonesia dan negara-negara Nordic.

Dalam sambutannya,  Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, negara-negara Nordik seperti Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia tidak hanya terkenal dalam penguasaan teknologi, tetapi juga berhasil menumbuhkan budaya inovasi. Mereka sudah menerapkan konsep triple helix dengan inovasi yang levelnya mendunia.

Dia berharap  melalui seminar ini  pihaknya ingin mempelajari, tepatnya budaya inovasi yang sudah muncul di negara-negara Nordic. Jadi ternyata negara Nordic itu, tidak hanya bicara mengenai penguasaan teknologi, tapi sudah lebih dari itu, mereka sudah menerapkan konsep kerjasama pemerintah, dunia usaha, dengan penelitian atau triple-helix dengan inovasi yang levelnya sudah mendunia.

“Produk-produk yang akan dikembangkan melalui inovasi  haruslaglah dikenal dunia, dan kompetitif. Dan ternyata munculnya tidak hanya dari sisi hardware penelitian inovasi, tapi  menumbuhkan budaya inovasi. ini yang kemudian tentunya menjadi referensi, dan pelajaran buat kita Indonesia. Kementerian  ingin mendorong inovasi menjadi bagian kehidupan atau budaya  dari masyarakat Indonesia,” kata Menteri Bambang.

Hal itu, tentunya membutuhkan waktu yang panjang, dan pasti banyak tantangannya. “Tapi kami yakin bahwa banyak putra-putri Indonesia sebenarnya punya bakat inovasi, tidak hanya ada diperguruan tinggi, lembaga penelitian, tapi juga di kalangan masyarakat secara umum,” terang Bambang.

Lebih lanjut Bambang  menambahkan, BRIN  akan menjadi konsulidator dan platform dari kegiatan riset dan inovasi di Indonesia, sehingga bisa mengakomodir semua kegiatan riset dan inovasi yang tidak hanya di pemerintah, perguruan tinggi atau lembaga penelitian tertentu, tapi semua, termasuk di masyarakat.

“BRIN  menjadi lembaga yang melakukan kegiatan riset dan inovasi secara terintegrasi. Supaya kita mengurangi duplikasi dan mengurangi inefisiensi anggaran riset yang saat ini banyak terjadi,” ujarnya.

Dan yang paling penting dari Nordic tersebut adalah bagaimana menerapkan triple-helix tadi. “Triple-helix itu kunci kesuksesan di negara-negara Nordic, dan ditunjang juga budaya inovasi di masyarakatnya. Jadi pelajaran pentingnya adalah triple-helix itu harus  dkembangkan untuk semua kegiatan riset dan inovasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Jumain Appe, Deputi Kepala BRIN Bidang Penguatan Inovasi menambahkan, pihaknya mendorong inovasi dan pengembangan bisnis kedepan. “Kita bekerjasama dengan Nordic, Finlandia, karena Finlandia itu negara yang inovatif, bagaimana pemerintahnya mendorong inovasi-inovasi di Finlandia, terutama pada perusahaan-perusahaan utamanya, untuk berkembang menjadikan produk riset dan inovasi menjadi bisnis, berkembang dan berkelanjutan

“Untuk itu, kita mencoba melakukan satu pertemuan ini dengan mengundang berbagai stakehorkder, akademisi, pengusaha dan pemerintah, untuk bisa membicarakan bagaimana model Indonesia inovasi kedepannya,” tuturnya.

“Jadi kita ingin belajar disitu, walaupun nanti tidak 100 persen kita adopsi, tapi yang cocok itu kira-kira yang mana kita lakukan. Misalnya untuk sektor-sektor, kita mendorong sumber daya alam kita memiliki nilai tambah, dan masuk dalam marketplace itu bagaimana. Kemudian bagaimana manufakturing kita supaya hudup kembali, dan industri nasional itu, kira-kira kita harus bagaimana,” ujarnya.

Misalnya manfaatkan model Korea yang tadi disebut Menristek/Kepala BRIN dari imitasi ke inovasi, atau kita menggunakan konsep negara Finladia itu. “Pokoknya R&D nya diperkuat, pendidikannya diperkuat, sehingga melahirkan orang-orang yang inovatif, melahirkan produk-produk inovatif yang menghasilkan produk dan bisnis yang bisa mengglobal. Contoh inilah yang akan kita bicarakan, nanti Pak Menteri minta rekomendasinya apa, yang akan kita jalankan kedepan,” ungkapnya.

Pegadaian Bersinergi dengan 27 Perusahaan di Jawa Tengah

0
Penandatanganan Kerjasama oleh Pegadaian dengan berbagai instansi di Jawa Tengah

Semarang, BISKOM – Setelah PT Pegadaian (Persero) berhasil menjalin sinergi dengan 144 perusahaan yang terdiri dari 60 BUMN, 4 BUMD, 56 Swasta, 9 Asosiasi, dan 15 Instansi. Kini Pegadaian berkesempatan menjalin sinergi dengan 27 perusahaan dan 13 instansi pendidikan yang tersebar di Jawa Tengah, ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam pemanfaatan produk dan layanan Perseroan.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengataka kerja sama ini merupakan pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran dengan kompetensi, fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.

“Pegadaian yang sudah menginjak usia ke 118 tahun ini, telah berhasil melakukan kolaborasi dengan 184 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, Swasta, Asosiasi, dan Instansi di Indonesia. Adanya penandatanganan kerja sama ini dapat mengoptimalkan distribusi bagi semua pihak, sehingga dapat saling menguntungkan satu sama lain,” kata Kuswiyoto di Pesonna Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/11).

Kuswiyoto menjelaskan pada kerja sama ini, produk syariah yang dimiliki Pegadaian akan ditawarkan, yaitu Arrum, Amanah, Rahn, dan Mulia. Tercatat Hingga Juli 2019 Arrum realisasi Rp1.418 miliar dari target Rp1.067 miliar, Amanah realisasi Rp2.217 miliar dari target Rp1.943, Mulia realisasi Rp347 miliar dari target Rp509 miliar, dan Rahn realisasi Rp4.588 miliar dari target Rp4.503 miliar.

Perusahaan dan instansi yang menjalin kerja sama dengan Pegadaian yaitu PTPN IX (Persero), Perum BULOG Jateng, Perum BULOG Yogyakarta, PT KAI (Persero), PT PNM (Persero) Semarang, PT Telkom Regional IV Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, Danar Hadi Group, PT Batik Semar Solo, Sidoagung Group, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, RSUD K.R.MT Wongsonegoro, PT Manajemen CBT Nusantara, PT RedDoorz Indonesia Area Central Java, Mitsubishi Borobudur Oto Mobil Semarang + Nasmoco, PT. Gunanusa Eramandiri (JF Nut), Ayo Semarang, PT. Putera Griya Sentosa, PT Pan Brothers, PT. Samudra Perkasa Kharisma, Sampokong, PT  Sentosa  (Sentosa  Stable),  Universitas  Gadjah  Mada,  Universitas  Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muria Kudus, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Persatuan Guru Republik Indonesia Purwokerto, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Bina Sarana Informatika, IAIN Surakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Politeknik Harapan Bersama Tegal, Kadin Provinsi Jawa Tengah, Metta Media Group, BPN Kanwil DIY Yogyakarta, PMI Semarang, Koperasi Konsumen Insan OJK KR 3, dan Puskud Jawa Tengah.

“Penandatanganan kerja sama juga ini dilakukan untuk menciptakan bisnis yang saling menguntungkan antar perusahaan, serta meningkatkan bidang pendidikan, penelitian dan inklusi keuangan,” imbuhnya.

Kuswiyoto menambahkan bahwa pemanfaatan dari kerja sama tersebut juga meliputi sumber daya, produk, layanan, dan pengembangan jaringan untuk jasa serta produk unggulan. Sehingga sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh semua pihak dan mewujudkan One Family, One Nation, and One Vision to Excellence.

“Penandatanganan kerja sama tersebut juga bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing- masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha, sesuai bidang masing-masing BUMN tersebut,” ujarnya.

Tercatat Pegadaian memiliki 12.543 karyawan tetap dengan 15.655 karyawan outsourcing. Nasabah juga terhitung dari 12,6 juta jiwa. Sedangkan, Outstanding Loan tercatat menunjukkan peningkatan sebesar 17%, total aset sebesar 14% , dan laba bersih sebesar 19%.

Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp 59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp 9,8 triliun dan laba bersih Rp 2,35 triliun. Bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 % dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53% dari Rp 435,72 triliun menjadi Rp 451,11 triliun. (red)

Urgensi Haluan Negara, Ahmad Basarah: Sudah Hampir Menjadi Kesepakatan Bersama Fraksi di MPR

0
Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah saat menjadi Keynote Speaker di UKSW Salatiga

Salatiga, BISKOM – Beberapa waktu belakangan ini, muncul gagasan untuk kembali menghidupkan haluan negara. Hal ini menjadi suatu diskusi menarik perihal urgensi hadirnya kembali haluan negara. Mencermati hal tersebut, Pusat Studi Hukum dan Teori Konstitusi (PSHTK) Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bekerjasama dengan Center for Regulation Reform for Development (CORRDev) menggelar seminar nasional bertajuk ‘Menimbang Urgensi Haluan Negara Dalam Sistem Ketatanegaraan’ di Balairung UKSW Senin (11/11/2019).

Dalam seminar nasional ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah sebagai keynote speaker. Selain itu terdapat 3 narasumber lain yakni Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW Prof. Daniel D. Kameo, Deputi Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Prof. FX Adji Samekto, dan Direktur Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi Universitas Jember Dr. Bayu Dwi Anggono.

Ahmad Basarah menuturkan, gagasan Haluan Negara bermula sebagai salah satu rekomendasi MPR periode 2009 – 2014, yang selanjutnya pada MPR periode 2014 – 2019 melakukan kajian dan sosialisasi serta masukan dari berbagai kelompok masyarakat termasuk perguruan tinggi. “Saat ini sudah hampir menjadi kesepakatan bersama fraksi di MPR. Perbedaan fraksi hanya soal pengaturan Haluan Negara pada tataran konstitusi atau UU saja. Sebagian besar fraksi mengusulkan pengaturan pada tataran konstitusi,” ungkap Ahmad Basarah.

Hal senada diungkapkan oleh Bayu Dwi Anggono. Dirinya menjelaskan bahwa berdasarkan perbandingan beberapa negara haluan negara ditempatkan di dalam Konstitusi, contohnya Irlandia dan Filipina yang menempatkan Directive Principle of State Policy (DPSP) atau haluan negara dalam konstitusi. Haluan negara haruslah sesuai dengan perkembangan jaman dan dapat menjadi cermin dari aliran-aliran serta kekuatan nyata di tengah masyarakat (de reele machtfactoren).

“Oleh karenanya, akan menjadi menyulitkan ketika setiap rentang waktu akan mengevaluasi haluan negara yang berarti harus mengamandemen UUD. Untuk itu sebaiknya UUD hanya mengatur eksistensi adanya haluan negara dalam arti pengakuan adanya haluan negara di suatu negara, serta UUD menegaskan lembaga negara mana yang berwenang menyusun dan menetapkannya dan dengan produk hukum apa penetapan dilakukan,” terang Bayu Dwi Anggono.

Sementara itu Prof. Adji Samekto menerangkan alur pikir Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila. Ia mengungkapkan pembangunan nasional sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila. “Pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila memiliki tujuan membangun masyarakat yang adil dan makmur menurut Pancasila. Syarat mutlak pembangunan nasional adalah Memperluas pasar dalam negeri dengan menaikan daya beli rakyat dan tercukupinya bahan baku industri nasional yang digali dari Bumi Republik Indonesia,”jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Daniel Kameo memaparkan sistem perencanaan pembangunan nasional yang ideal bagi Indonesia. Menurutnya, perlu ada visi dana rah pembangunan nasional yang jelas. “Perencanaan harus bersifat komprehensif (holistic), integrative, berkelanjutan, inklusif, sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan (Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi, Media). Ini adalah tugas Bappenas,” kata Prof. Daniel Kameo.

Para narasumber dan panitia foto bersama usai seminar

Usai seminar berlangsung, Dr. Umbu Rauta SH., M.Hum. selaku Direktur PSHTK mengatakan sejauh Haluan Negara yang dimaksudkan sebagai dasar dan arah pembangunan nasional Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945, maka tidaklah bermasalah. “Selama ini, dokumen perencanaan pembangunan masih parsial, tidak integratif maupun terkesan hanya domain lembaga pemerintah/eksekutif. Saya usulkan agar nama haluan negara tidak disamakan dengan GBHN masa orde baru, saya usulkan nama Haluan Indonesia Raya atau Haluan Bangsa Indonesia,” pungkas Umbu Rauta.

Selain dihadiri ratusan mahasiswa, seminar nasional kali ini diadakan dalam rangka peringatan dies natalis dua fakultas, yaitu Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan Fakultas Hukum UKSW. (Vincent)

Kuartal III-2019, Shopee Sumbang Kenaikan Belanja Iklan TV

0

Jakarta, Biskom- Pesta Diskon 11.11 (11 November) sudah menjadi salah satu agenda rutin tahunan untuk industri ritel dan platform perdagangan yang berbasis elektronik (e-commerce) sejumlah negara di dunia, seperti Tiongkok, Taiwan dan Singapura.

Agenda yang juga kerap dikenal dengan nama Singles Day ini turut menjadi agenda tahunan para pebisnis e-commerce di Indonesia sejak tiga-empat tahun belakangan. Mereka saling berlomba memberikan penawaran harga dan layanan terbaik kepada konsumen juga berupaya maksimal untuk menarik perhatian masyarakat untuk berbelanja secara masif lewat transaksi daring (online).

Hasil monitoring riset iklan tv Adstensity menunjukkan belanja iklan tv industri e-commerce pada Januari-September 2019 mengalami kenaikan belanja iklan yang mencapai Rp 3,96 triliun, atau meningkat 11,54% year on year (yoy) dibandingkan Januari-September 2018 yang mencapai Rp 3,55 triliun.

Dari sisi jumlah iklan, periode Januari–September 2019 tercatat mencapai 111.480 iklan, atau naik 3,76% pada periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 107.443 iklan. Hal ini menjadi catatan positif tersendiri, mengingat tahun ini relatif sepi agenda besar nasional (diluar Pemilu 2019) apabila dibandingkan tahun lalu dengan agenda Pilkada Serentak 2018, Asian Games 2018, Asian Para Games 2018 dan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada sektor ritel. Belanja Iklan Televisi Sektor Ritel menurun agak drastis, yakni sebesar 35,94% dibandingkan Januari sampai September tahun 2018. Hasil monitoring Adstensity menunjukan bahwa pada periode Januari – September tahun 2019 total belanja iklan industri ritel mencapai Rp 286,16 miliar, atau turun sebesar 35,94% year on year (yoy) dibandingkan dengan Januari-September tahun 2018 yang mencapai Rp 446,69 miliar. Sedangkan, jumlah iklan selama Januari-September 2019 terdapat 9.399 iklan, atau turun 32,77% dari periode yang sama tahun tahun 2018 yang mencapai 13.981 iklan.

Dari sisi brand, Shopee menjadi brand e-commerce yang paling besar mengeluarkan belanja iklan televisi selama periode Januari-September tahun 2019, yaitu sebesar Rp 776,96 miliar. Posisi kedua terdapat Blibli.com dengan belanja iklan Rp 527,68 miliar. Traveloka berada di posisi ketiga dengan belanja iklan sebesar Rp 406,47 miliar.

Untuk Sektor Ritel, brand terbanyak mengeluarkan belanja iklan televisi selama periode Januari-September 2019 adalah Ikea Alam Sutera dengan belanja mencapai Rp 87,90 miliar. Posisi kedua terdapat Transmart dengan belanja iklan Rp 82,20 miliar. Matahari berada di posisi ketiga dengan belanja iklan sebesar Rp 61,89 miliar. (red)

MediaTek Produksi 112G Long Range SerDes

0

Jakarta, Biskom- MediaTek baru-baru ini  melakukan  perluasan layanan-layanan ASIC dengan chip 112G Long Range (LR) SerDes (serializer/deserializer). Tersedia dengan teknologi proses 7nm FinFet silicon-proven, MediaTek 112G LR SerDes memampukan data center untuk dengan cepat dan efisien memproses berbagai macam data volume tinggi, mempercepat kerja komputasi.

Dengan chip ini, jaringan enterprise dan data center hyper scale akan mampu menciptakan berbagai aplikasi konektivitas generasi berikut secara efisien dan dibuat sesuai dengan kebutuhan spesifik. Pengumuman ini memperluas layanan rancangan ASIC MediaTek dan semakin mengokohkan posisi yang terkemuka di industri dalam menawarkan portofolio SerDes yang paling lengkap.

MediaTek 112G LR SerDes merupakan solusi kinerja tinggi berbasis DSP dengan pensinyalan PAM4 dan NRZ, dan dirancang untuk lingkungan keras dan aplikasi SoC bising. Bisa digunakan untuk aplikasi LR, MR dan VSR, chip ini memiliki optimalisasi daya untuk masing-masing skenario, dan karena menggunakan proses produksi 7nm termutakhir, IP ini sangat kompetitif dalam efisiensi daya dan ukuran chip.

Selain itu, 112G LR SerDes mendukung berbagai kecepatan standar IEEE termasuk 1/10/25/50/100G dan FC16/FC32/FC64. MediaTek 112G LR SerDes menyediakan rangkaian kokoh fitur-fitur diagnosa dan debugging, termasuk pengawasan data-mata terintegrasi yang tidak mengganggu alur data utama, sekaligus dukungan untuk BIST internal dan loopback.

“Perluasan solusi-solusi ASIC kami memperkokoh komitmen kami dalam menyediakan layanan-layanan rancangan ASIC terkemuka bagi para pelanggan kami di pasar-pasar komputasi, komunikasi dan konsumen,” kata Jerry Yu, Corporate Vice President, MediaTek. “Dengan meluncurkan chip 112G LR SerDes IP, kami terus memampukan para pelanggan dalam mengembangkan berbagai solusi untuk aplikasi-aplikasi di berbagai industri.”

MediaTek menyadari peluang-peluang pertumbuhan di industri ASIC dan terus berinvestasi dalam menghasilkan layanan-layanan rancangan ASIC premier bagi para pelanggannya. Dengan kenaikan permintaan dari pelanggan jenjang pertama untuk menghasilkan solusi-solusi yang unik bagi sistem mereka, MediaTek telah berevolusi dengan kebutuhan-kebutuhan industri untuk memberdayakan perangkat-perangkat di berbagai bidang komunikasi dan konsumen.

MediaTek menawarkan portofolio SerDes terlengkap di industri untuk berbagai rancangan ASIC mulai dari 10G, 28G, 56G dan 112G. Layanan-layanan ASIC dan portofolio IPnya mencakup berbagai macam aplikasi seperti data center enterprise dan hyper scale, switch jaringan, router atau aplikasi komputasi berkinerja ultra-tinggi, infrastruktur gNB (5G), aplikasi AI/DL dan aplikasi komputasi baru yang membutuhkan bandwidth yang sangat tinggi lewat interkoneksi jarak-jauh.

Layanan-layanan ASIC dari MediaTek menawarkan peluang bisnis lengkap bagi para pelanggan yang ingin membangun solusi-solusi silikon yang dirancang sangat baik untuk berbagai macam aplikasi; dari komunikasi kabel dan nirkabel, komputasi kinerja ultra-tinggi hingga IoT yang berfokus di batere, konektivitas lokal, multimedia pribadi, serta sensor dan RF tingkat lanjut. Pelanggan-pelanggan ASIC bisa memanfaatkan keahlian MediaTek dalam berbagai tahap layanan melalui rancangan sistem/platform, rancangan SoC, sintesa, tata letak fisik, dukungan manufaktur, dan implementasi produk. (red/ju)

 

880 Perusahaan Siap Ramaikan SIAL Interfood 2019

0
Press Conference SIAL Interfood 2019 di Kantor Kementerian Perindustrian RI, Senin (11/11/2019)

Jakarta, BISKOM – Krista Exhibition kembali menggelar pameran internasional tahunan terbesar makanan, minuman, horeka, jasa boga dan bakery yaitu SIAL (Salon International de I’alimentation) Interfood 2019 yang ke 20. SIAL Interfood 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 13-16 November 2019 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta. Ditargetkan 82.000 pengunjung hadir dalam pameran ini baik dari dalam dan luar negeri dengan menampilkan lebih dari 28 sektor.

Para peserta pameran berjumlah 880 perusahaan yang berasal dari 30 negara antara lain Australia, Argentina, Belanda, Belgium, China, Dubai , Ekuador, India, Italia, Indonesia, Jepang , Jerman, Korea Selatan, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Perancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan , Turki, Timor Leste, Thailand, USA, Vietnam Dan Yunani.

Produk-produk yang akan ditampilkan dalam SIAL Interfood 2019 antara lain produk susu, telur, keju, daging, ikan, dan produk hasil laut, buah dan sayuran, produk makanan sehari-hari, produk bakery, ingredient cokelat, kopi, dan teh, gelato dan es krim, minuman beralkohol dan non alkohol, produk makanan sehat, produk makanan kalengan, produk makanan organik, produk makanan beku, peralatan horeka dan katering, perlengkapan memasak serta peralatan memasak, pengemasan kue, mesin pendingin, mesin kasir, acessories dan mesin bakery, mesin kopi, mesin pengolah makanan dan minuman dengan teknologi terbaru.

Industri makanan dan minuman merupakan industri strategis dan salah satu industri prioritas dalam percepatan implementasi makin indonesia 4.0. Hal tersebut dapat terlihat pada kontribusi industri makanan dan minuman yang mencapai 6.25% terhadap PDB nasional dan 37% terhadap PDB industri pengolahan non migas pada triwulan III tahun 2019 dengan laju pertumbuhan sebesar 7.73% (C to C).

SIAL Interfood 2019 merupakan platform B2B yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta pameran untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama, juga merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman.

Dalam pameran ini akan diselenggarakan pula Trademark SIAL interfood 2019 yang kegiatannya meliputi:

  1. SIAL innovations: program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya seperti pengemasan dan kontainer;
  2. La cuisine competition: kompetisi memasak para koki profesional dari berbagai negara yang akan menghadirkan juri dari lokal dan internasional;
  3. Berbagai kompetisi dan perlombaan

-International Pastry Aliance (IPA) championship: berbagai perlombaan dalam bidang pastry yang meliputi  pembuatan hingga menghias kue;

-The 2nd Indonesia Tea Brewing Competition, bekerjasama dengan Association of Indonesia Specialy Tea (Aistea) yang berhadiah uang tunai;

-The 5th Indonesian food and beverage Executive (IFBEC) service Competition: kompetisi service rally, juggling dan bar speed hadiah bernilai lebih dari 100 juta rupiah;

-3rd SIAL Interfood Roasting Competition (SIROC) bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Kopi Indonesia, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (PPKI AEKI).

Keberhasilan SIAL interfood 2019 tak lupa atas peran serta dan dukungan dari Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta kolaborasi dari berbagai organisasi dan asosiasi, para pakar, chef, praktisi di bidang kuliner dan gastronomi bertaraf nasional dan internasional. (red)

Icon Mini, Speaker Imut dengan Fitur TWS

0

Jakarta, Biskom- Speaker besutan Soundcore yaitu Icon Mini yang didesain khusus untuk kebutuhan luar ruang. Bentuknya yang kecil dengan dua pilhan warna oranye dan hitam menjadikan speaker ini tampak gaul. Dimensinya pun didesain agak menyerupai persegi panjang namun dengan simpul sudut yang tumpul, sehingga menambah kesan mungil dan non-formal.

Menurut Sandra Nova Tiurma, Country Manager Soundcore Indonesia, Icon Mini merupakan salah satu dari produk Soundcore yang ramah terhadap air. Namun ada fitur yang menjadikan produk ini sedikit memiliki perbedaan dari produk yang lainnya terutama dikelas speaker dengan ukuran mungil yaitu fitur TWS yang dimilikinya.

Sandra menjelaskan fitur tersebut mampu terhubung dengan speaker Icon Mini lainnya dengan sambungan nirkabel atau bluetooth. Sehingga dua speaker akan menyala secara bersamaan yang terhubung pada pemutar musik. Efek stereo yang dihasilkannya pun juga tidak main-main namun dapat dirasakan efek suara stereo dengan keseimbangan suara antara kanan dan kiri.

“Icon Mini memang speaker mini outdoor yang mempunyai fitur istimewa, walaupun namanya mini namun speaker ini mempunyai beberapa fitur besar di dalamnya. Icon Mini sudah tahan air secara total lho, speaker ini juga telah mempunyai sertifikat IP67 gak main-main kan. Ada lagi yang membuatnya istimewa, speaker ini juga mempunyai kemampuan TWS. Jadi bisa dinyalakan secara bersamaan sehingga bisa mengeluarkan suara yang stereo. Ya, bisa seperti earphone lah.” Terang Sandra.

True Wireless Stereo (TWS) merupakan sebutan untuk speaker atau earphone yang mempunyai fitur stereo yang terhubung dengan perangkat pemutar musik melalui jaringan nirkabel.Bisa dikatakan TWS merupakan efek suara stereo yang mampu dihasilkan oleh sebuah speaker dengan koneksi nirkabel (dalam hal ini bluetooth).-red/ju

Disrupto 2019 Bertema The Future of Humanity

0

Jakarta, Biskom- Tahun 2019 ini, Grup WIR, perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pemanfaatan teknologi digital reality kembali menyelenggarakan Disrupto di Plaza Indonesia  pada tanggal 22-24 November mendatang. Tahun ini  mengangkat  tema The Future of Humanity yang akan mengeksplorasi tantangan yang akan dihadapi manusia di masa yang akan datang.

Beberapa tantangan yang akan dieksplorasi di antaranya kota-kota yang hilang karena adanya perubahan iklim, dominasi Artificial Intelligence dalam kehidupan, jumlah penduduk lansia yang membengkak, dan evolusi media sosial yang menyebabkan permasalahan di dunia maya seperti hoax hingga cyber bullying.

Ajang ini tidak hanya bertujuan sebagai gerakan untuk menginspirasi masyarakat, juga akan mempertemukan para pelaku ekonomi seperti startup, korporasi, modal ventura dan institusi keuangan lokal maupun global untuk saling berkolaborasi.

Yasha Chatab, Project Director Disrupto 2019, menjelaskan alasan pemilihan tema ini, bahwa di masa yang akan datang, manusia akan sangat terbantu dengan kehadiran teknologi, seperti kecerdasan buatan dan bahan baku yang berkelanjutan.

“Untuk membuktikan bahwa beberapa tantangan tersebut bisa diatasi oleh manusia, kami akan menghadirkan beberapa pembicara yang ahli di bidangnya seperti Tilly Lockey dan Cyberdyne,” ujar Yasha, di Jakarta, (6/11).

Tilly Lockey adalah seorang disabilitas yang terbantu aktivitasnya berkat adanya inovasi teknologi. Selain itu, ada juga Cyberdyne, yang merupakan perusahaan robot asal Jepang yang membuat robot untuk membantu para kaum lansia dan disabilitas dalam mobilitasnya.

Para inovator yang akan hadir juga seperti Furhat Robotics (robot sosial yang bisa berkomunikasi dan menunjukkan emosi layaknya manusia) dan Liam Nikuro (influencer virtual buatan 1sec Inc dari Jepang yang diproyeksikan untuk menjadi solusi bagi para pelaku industri ritel dalam mempromosikan produknya).

Selain itu, ada MinuteVideos (platform yang memproduksi dan menyebarkan konten konten positif terkait isu sosial, lingkungan dan kesehatan di dunia) dan New StoryCharity (NGO yang bergerak dibidang isu tuna wisma, yang berinovasi dalam pembangunan perumahan yang lebih baik, mudah dan cepat bagi para tuna wisma).

Daniel Surya, Co-founder Disrupto dan Executive Chairman Grup WIR , mengatakan, tujuan dan harapan dari Disrupto 2019 ini ialah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bagaimana teknologi berkembang begitu cepat dan akan berdampak pada kehidupan manusia di masa depan. Sehingga masyarakat dapat menjadi adaptif akan perubahan yang terjadi,

“Dalam ajang ini kami menggabungkan empat pilar, diantaranya adalah start-up, fundamental bisnis, pemerintah, dan generasi penerus Indonesia. Ekosistem ini dibangun agar mereka tidak berjalan sendiri-sendiri, justru harus bersama-sama membangun Indonesia,” imbuh Daniel.

Di tahun ini, Disrupto akan diramaikan oleh sekitar 200 pembicara, baik skala nasional dan global yang merupakan pakar di bidangnya dan akan memamerkan beberapa inovasi teknologi terbaiknya saat ini.

Lebih dari sekedar event, Disrupto merupakan movement yang bersifat inklusif, merangkul semua pelaku ekonomi yang percaya bahwa inovasi teknologi berperan besar dalam pertumbuhan. Hadirnya Disrupto yang menampilkan berbagai inovasi teknologi dan paparan terkait disrupsi, dapat turut mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui kolaborasi antar pelaku ekonomi yang siap bertransformasi di era disrupsi ini. (red/ju)

 

Samba Wirahma Tekuni Tugas Menuai Hujan

0

Jakarta, Biskom- Bidang Meteorologi menjadi bekal Samba Wirahma menekuni TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca). Pria kelahiran Cianjur, 6 Mei 1984 ini tercatat lulusan Ilmu Meteorologi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kini menjejakkan karir sebagai Perekayasa Ahli Muda di Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) bidang Penerapan Teknologi.

Tugas di BBTMC-BPPT membawa Samba Wirahma merambah berbagai wilayah untuk penerapan TMC diantaranya penyemaian awan. Tak ayal, Samba menempuh berbagai kondisi di lapangan. “Pernah terjebak masuk ke dalam awan Cumulonimbus di daerah Lampung pada saat penerbangan penyemaian awan TMC untuk mengatasi banjir DKI Jakarta pada 2014,” ujarnya.

Pengalaman lain, tatkala harus dihadapkan tuntutan putri semata wayangnya. “Saya berjanji akan pulang jika sudah turun hujan. Masalahnya, perjalanan tugas menuntut waktu lama di suatu wilayah. Bahkan bisa berminggu-minggu he.he,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Samba rutin melaksanakan tugas sebagai koordinator lapangan kegiatan TMC di wilayah-wilayah yang dilanda karhutla (kebakaran hutan dan lahan). “Karhutla terjadi tiap tahun, dan saya bergantian menjadi korlap dengan rekan kerja lain untuk penerapan TMC penanggulangan karhutla. Dalam satu tahun bisa ditugaskan di dua tempat yang dilanda karhutla,” ujarnya.

Pengalaman lain, juga ditugaskan menjadi Korlap untuk kegiatan penambahan air di Danau Toba kerjasama BBTMC dan PT Inalum (2016). Juga pengisian DAS Larona, Sorrowako Sulawesi Selatan yang dikelola PT Vale Indonesia.

Samba juga giat menempa kemampuannya dengan mengikuti “Training Course on Weather Radar Data Utilization for Meteorological Services di Korea tahun lalu (2018) selama lebih dari 2 minggu.

Kemampuan lain yang dimilikinya yaitu menulis jurnal ilmiah. Beberapa karya tulis bersama timnya, diantaranya Tropical Cyclones Characteristic in Southern Indonesia and the Impact on Extreme Rainfall Event yang dimuat di MATEC Web Conferences Vol 229. Juga karya tulis Analisis Hujan Lebat Tanggal 27 September 2017 di DKI Jakarta yang dimuat di Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi CuacaVol.18, No.2, Desember 2017.

Tulisan lain membahas mengenai “Analisis Parameter Radar Dual Polarisasi Pada Kejadian Hujan Tanggal 14 Februari 2016 di Wilayah DKI Jakarta yang dimuat di Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi CuacaVol.17, No.1, Juni 2016. Serta tulisan berjudul “Perbandingan Prediksi Curah Hujan GFS Meteorogram dengan Curah Hujan TRMM di DAS Riam Kanan Kalimantan Selatan yang dimuat di Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 16, No 2, Desember 2015. Bahkan, kini Samba Wirahma menjabat sebagai pengelola Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca (JSTMC) disela-sela tugas rutinnya. (red)