Home Blog Page 814

Ucapan Selamat dan Apresiasi dari 56 Tokoh Publik ke Marsekal TNI DR.(HC) Hadi Tjahjanto SIP mewarnai Buku Panglima Zaman Now.

0

BISKOM – Ferdinand L Tobing selaku penulis menjelaskan bahwa  pemberian judul Panglima Zaman Now (PZN)  dikutip dari statement  Bambang Soesatyo SE.MBA (Bamsoet) saat masih menjabat Ketua DPR RI awal tahun 2018.

Bamsoet yang saat ini menjabat Ketua MPR,  termasuk salah satu Tokoh publik yang artikelnya mengisi buku PZN. Saat ditemui Ferdinand beberapa waktu lalu diacara Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019 dikawasan Fx Sudirman Senayan, Bamsoet turut memberikan ucapan selamat ulang tahun ke 56 kepada Marsekal TNI DR (HC) Hadi Tjahjanto SIP.

Penyusunan buku ini yang masuk katagori Ontologi dengan metode riset studi fenomologi dan reportase jurnalistik  dimana waktu penyusunannya memakan waktu hampir dua tahun karena melibatkan banyak pihak dilengkapi analisa riset media antara lain  hasil riset litbang Kompas tahun 2018 dan Oktober 2019 yang mengukur adanya peningkatan kinerja TNI berdasarkan persepsi masyarakat hasilnya citra TNI cenderung semakin baik semasa kepemimpinan Hadi Tjahjanto. (Litbang Kompas  7 Oktober 2019).

Ferdinand sebagai putra purnawirawan TNI AU yang saat masa remajanya sama dengan Hadi Tjahjanto berdomisili  di Lanud Abd. Saleh Malang  terpanggil menyusun buku PZN , untuk memotivasi pembacanya dari generasi milenial untuk selalu bekerja dan  berprestasi yang terbaik sesuai talenta yang dimiliki untuk menggapai cita-citanya.

Isi buku disamping pendapat dan apresiasi dari tokoh publik juga kutipan pidato penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dibidang Manajemen Sumber Daya Manusia yang disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret tanggal 20 September 2019 di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Ferdinand saat itu hadir penuh meliput sebagai jurnalis dengan izin khusus dari Korem Surakarta Kodam IV Diponegoro. Sehingga karya tulis buku ini murni karya jurnalistik. Demikian juga terdapat artikel dari Bamsoet saat menjabat ketua DPR yang menyatakan  brand statement “Panglima TNI Zaman Now” layak disandang Hadi Tjahjanto lengkap ulasan kriterianya.

Yang paling penting artikel hasil riset litbang kompas dimulai akhir tahun 2018 sampai dengan Oktober 2019 yang menyatakan citra TNI meningkat dimata masyarakat.

Adapun Tokoh Publik yang memberikan Apresiasi atas kepemimpinan maupun pribadi Hadi Tjahjanto antara lain:

  1. Jenderal TNI  (Purn) Agum Gumelar, Watimpres/Ketua Umum Pepabri
  2. Letjen TNI ( Purn) Agus Wijojo, Gubernur Lemhannas
  3. Prof.Dr. J Kristiadi, analis politik Direktur CSIS
  4. Prof.Dr. Bibid Samat Riyanto MM, Wakil Ketua
  5. Prof. Andi Widjajanto, Pakar Ilmu Pertahanan
  6. Zulkifli Hasan, Ketua MPR (2014-2019), Wakil Ketua MPR (2019 – 2024) dan tokoh lainnya yang akan diuraikan lebih lengkap detailnya dalam buku Panglima Zaman Now.

Disamping itu nama tokoh publik yang khusus memberikan Ucapan Selamat Ulang tahun (HBD) ke 56 pada tanggal 8 november 2019 kepada Hadi Tjahjanto yang dapat dihimpun Ferdinand antara lain:

  1. Bambang Soesatyo SE MBA, Ketua MPR
  2. Sukmawati Soekarno Putri, Putri Proklamator
  3. Yenny Wahid, Direktur wahid Institute
  4. Prof. dr. Effendi Gazali, Gurubesar Ilmu Komunikasi UI
  5. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Ketua MK 2003-2008 / Dewan pakar ICMI
  6. Dr. Andi Widjadjanto, Pakar ilmu pertahanan CSIS
  7. Romo Beni, Tokoh Rohaniawan Katolik
  8. Tri Rismaharini, Walikota Surabaya
  9. Sutiaji, Walikota Malang
  10. Rendra Kresna, BcKU, SH, MM, MPM., Bupati Malang
  11. Dr. M Mochtar Ngabalin, Stafsus Presiden
  12. Luhut Pangaribuan, Ketua Peradi
  13. Prof. Dr. Romly, Pakar hukum Pidana
  14. Tjandra Setiawan, Ketua Matakin Rohaniawan Khonghutju
  15. Suhadi, Senjaya Ketua Umum Parisada Hindu
  16. Prof.Dr. Azjumardi, Rektor UIN Jakarta
  17. Dr. Sri Adiningsih, Watimpres
  18. Abdul Manan, Ketua Umum AJI Indonesia (Aliansi Jurnalis Indonesia)
  19. Soegiharto Santoso, Ketua Umum DPP APTIKNAS
  20. seluruh anggota WAG Ex. Remaja Amarta Abdulrahman Saleh tahun 1960-1980 an dan warga Propau Lampung Utara dan lainnya.

Buku PZN rencananya akan diterbitkan (soft launching)  pada hari ulang tahun kabupaten Malang akhir November 2019 dan akan diluncurkan pada hari peringatan Bela negara tanggal 19 Desember 2019, mengingat peran pejuang TNI AU khususnya unit PHB sangat berkontribusi semasa PDRI 1948-1949 dimana orangtua Ferdinand, Alm. Nico. L. Tobing ikut bergerilya di Kutotinggi Sumatra Barat (tercatat dibuku Sewindu TNI AU terbitan Mabes TNIAU).

Buku ini tidak dijual komersil tetapi akan dibagikan secara terbatas kepada beberapa sekolah serta komunitas dilingkungan keluarga Angkatan Udara antara lain komunitas Ex. Remaja Amarta Lanud Abd. Saleh, SD-SMP-SMA Angkasa Abd. Saleh. SMPN 3 Pagas Singosari. SMAN1 Lawang. SMAN 3 Malang. SMA Pradipta Surakarta,  Sekolahan di Pemukiman Purnawirawan AU Propau Lampung dan Banjar Jabar, serta komunitas Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara P3AU di beberapa kota yang pernah dikunjungi Ferdinand saat menjabat Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana dan Kabid Infokom P3AU  antara lain di Lanud Adi Sucipto Yogya, Lanud Adi Sumarmo Solo, Lanud Suwondo Medan, Lanud Halim Jakarta, Lanud Manado, Lanud ATK Lampung dan lainnya.

Ferdinand sebagai penanggungjawab media Dirgantara Bela Negara juga Kepala Perwakilan Jawa Tengah dan DIY dari salah satu media online nasional.

Penerbitan buku ini yang juga merupakan karya jurnalistik bekerjasama dengan Yayasan Matra Dirgantara pimpinan pembina P3AU Ardy Suharnoko (Putra Pahlawan Nasional) serta didukung Ketum P3AU Pery Omardani.

Adapun penerbit dan distribusi adalah Swara Resi. Sedangkan ISBN nantinya didapatkan dari Perpusnas yang juga telah memfasilitasi Ferdinand melakukan penelitian dengan memberikan ruangan khusus peneliti lengkap dengan peralatan komputer canggih dan ruangan yang ekslusif dikawasan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. (bersambung)

Catatan: Ferdinand L Tobing adalah mantan Tenaga Ahli DPR RI, Mantan Pengurus Pusat Putra Veteran PPM, mantan Ketua Bidang Infokom P3AU, Senior Riset Lembaga RESI (Riset Ekonomi Sosial Indonesia), anggota aktif FKPPI, Pimpinan Media Dirgantara Bela Negara, Konsultan Senior SDM Swara Resi Konsulting, anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia, Koordinator PPSDM Dirgantara, Forum Alumni Pengurus P3AU dan pernah menjadi dosen SDM di Universita Petra Surabaya serta aktivitas lainnya diorganisasi rohaniawan seperti PIKI, API.

Email aktif: fortapal@gmail.com dan redaksi@swararesi.com.

 

 

PLN Disjaya Siap Hadapi Gangguan Kelistrikan Saat Musim Hujan

0

Jakarta, Biskom- PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya atau PLN Disjaya melakukan antisipasi gangguan listrik terhadap potensi banjir menjelang musim penghujan yang diperkirakan terjadi antara Desember 2019 ataupun Januari dan Februari 2020.

“Puncak musim hujan berpotensi banjir yang meluas. Maka kita antisipasi, termasuk kemungkinan terjadi pemadaman listrik,” ujar General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya M. Ikhsan Asaad, saat temu media di Stroom Coffee PLN Disjaya, Jakarta, Kamis, (7/11).

Kata Ikhsan, ada sekitar 14 ribu gardu PLN distribusi DKI Jakarta. Artinya, Hampir setiap sudut tempat di ibu kota pasti ada gardu distribusi listriknya. “Listrik dari pembangkit gardu ke rumah-rumah tersambung dengan kabel yang sangat banyak sekali. Ada sekitar 23.000 km sirkuit listrik di Jakarta,” jelasnya.

Sebagai antisipasi, Ikhsan menjelaskan PLN Disjaya sudah meninggikan gardu listrik di lokasi-lokasi yang rawan banjir. Juga mengganti kabel dan instalasi listrik yang berpotensi terkelupas. “Ada 189 gardu listrik yang kita tinggikan. Ada yang ditinggikan 1,5 meter, ada juga yang 2 meter. Semua kita lihat catatan pengalaman banjir wilayahnya,” papar Ikhsan.

Ketika musim hujan, lanjut Ikhsan, hal yang penting diantisipasi minimal adalah gardunya. Sebab segala tragedi bisa terjadi, walaupun semua sudah dilengkapi dengan alat proteksi. “Kita tetap harus waspada. Sebab namanya alat bisa saja tak berfungsi, atau terjadi hal yang tak diinginkan. Yang pasti kita sudah lakukan inspeksi jaringan. Kalau ada potensi rusak, atau kabel terkelupas dan lainnya. Itu sudah kita ganti,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Basuki Rahmat, Kepala Seksi Pengendalian BPBD DKI Jakarta menjelaskan, puncak curah hujan diprediksi akan terjadi pada Januari dan Februari 2020. Bahkan dari ITB puncak curah hujan sudah mulai pada 11-20 Desember 2019. “Kemungkinan juga pada 11-20 Januari akan hujan lokal di Jakarta Pusat, Selatan, dan Timur,” jelasnya.

Ketika curah hujan lokal, lanjutnya, yang perlu diantisipasi juga adalah tumpukan sampah dan sumbatan saluran air. Maka drainase harus dicek. “Januari dan Februari puncak pasang laut. Sekitar pagi hari antara jam 7.00 sampai jam 11.00 WIB,” paparnya.

Ia menyebut ada 25 kelurahan yang sangat rawan banjir di DKI Jakarta. Meliputi 10 kelurahan di Jakarta Selatan, tujuh kelurahan di Jakarta Timur, lima kelurahan di Jakarta Barat, dan dua kelurahan di Jakarta Utara, dan satu kelurahan Jakarta Pusat. (red/ Foto: Dadang)

SMI Bermitra dengan Ultimaker Hadirkan 3D Printer

0

Jakarta, Biskom- PT Sentral Mitra Informatika Tbk (SMI) mengumumkan kemitraan strategis dengan Ultimaker, pemain penting 3D printing global. Kemitraan menunjukkan komitmen Ultimaker untuk berekspansi ke Indonesia, memberikan customer enterprise akses yang lebih cepat untuk solusi 3D printing.

Direktur Utama SMI Josephine Handayani Hidajat mengatakan, sebagai perusahaan TI yang terdepan selama satu dekade, kemitraan strategis dengan Ultimaker menambah misi untuk memperkuat customer enterprise dalam transformasi digital mereka.

“Ultimaker salah satu pemimpin 3D printing, produk, dan solusi yang superior. Kami melihat sinergi dalam kemitraan ini dengan saling mengisi keahlian masing-masing dan kemampuan untuk membangun diatas pengalaman masing masing,” ujar Josephine  di  CGV Pasific Place, Jakarta, Rabu (6/11).

Pada kesempatan ini, SMI meluncurkan dua produk 3D printer terbaru Ultimaker, yakni S5 dan S3. Kedua produk ini dirilis untuk menyongsong era industri 4.0 serta memenuhi kebutuhan para pelaku industri dan pengadopsi 3D printer pemula di Indonesia.

Vice President of Ultimaker Asia Pasific Benjamin Tan menerangkan, Indonesia merupakan pasar kunci perusahaan di Asia Pasifik. Perusahaan Indonesia bisa memanfaatkan kemajuan teknologi seperti 3D printing untuk merekayasa ulang model bisnis.

Dia menerangkan Ultimaker S3 dirancang untuk perusahaan pemula yang ingin memiliki printer 3D dengan pengaplikasian yang mudah. Sementara itu, Ultimaker S5 mengunggulkan aspek daya tahan. Tan mengklaim printer ini bisa beroperasi 26 hari berturut-turut tanpa henti.

“Dua printer ini memberdayakan perusahaan untuk mencetak aplikasi tanpa batas apakah itu alat produksi, suku cadang yang digunakan atau prototipe fungsional sesuai permintaan, kapan saja, di mana saja,” ujar Tan.

Untuk mencetak objek 3D, dia menerangkan, Ultimaker S5 mampu menampung hingga enam filamen dengan material beragam, mulai dari padat, seperti fiber, baja, kaca, dan sebagainya hingga fleksibel. Adapun Ultimaker S3 hanya bisa menampung dua filamen dan belum bisa memproses material berbahan super padat. Selain kapasitas dan filamen, dimensi kedua printer juga berbeda. Ultimaker S3 ukurannya lebih kecil dibandingkan S5, sehingga volume benda yang bisa dicetak pun lebih kecil.

Kedua 3D printer, kata dia, sama-sama memiliki layar sentuh mungil di bagian depannya yang bisa dimanfaatkan untuk pengoperasian printer dah menampilkan durasi berikut status pencetakan. Soal harga, 3D printer Ultimaker S5 dijual dengan bundling bersama komponen pembuangan udara serta penampung filamen dan sudah bisa dibeli melalui SMI dengan harga Rp 175 juta.

Sementara itu, Ultimaker S3 dibanderol dengan harga Rp 81 juta. Adapun beragam bahan filamen bisa didapatkan secara terpisah di marketplace yang bisa diakses melalui software 3D printer itu sendiri, Ultimaker Cura. (red/ju)

SIDANG PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, Terdakwa Tak Mengira Komentarnya Berbuntut

0

YOGYA (MERAPI) – Terdakwa Ir FI asal Jakarta yang didakwa melakukan penghinaan terhadap Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ir Soegiharto Santoso alias Hoky tak pernah mengira komentar yang ditulis bakal mengantarkan dirinya duduk di kursi pesakitan. Karena terdakwa semula hanya ingin mengklarifikasi status facebook pelapor atau saksi korban yang ditulis di dinding facebook Apkomindo.

“Saya awalnya tak berpikir hal itu akan berbuntut pada laporan polisi sampai persidangan. Karena semula hanya mengomentari atas ungkapan yang ditulis pelapor,” ujar terdakwa Ir FI dalam keterangannya di hadapan majelis hakim diketuai Ida Ratnawati SH MH dengan anggota Bandung Suhermoyo SH MHum dan Suparman SH MH dengan jaksa Retna Wulaningsih SH MH dan penasihat hukum terdakwa Iwan Setiawan SH, Daniel Tatag SH dan Purwono SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Kamis (7/11).

Selain itu terdakwa menyatakan, tulisan yang diunggah oleh saksi korban di fabebook Apkomindo dinilai telah mendiskreditkan dirinya. Karena dalam tulisan tersebut termuat sebuah berita saat dirinya menjadi saksi atas persidangan saksi korban yang menjadi terdakwa perkara sengeketa logo Apkomindo di PN Bantul.

Dalam persidangan tersebut terdakwa sempat melontarkan kata-kata kutu kupret. Ucapan yang dinilai memiliki unsur penghinaan diucapkan berulang kali sehingga majelis hakim menegur terdakwa. Tetapi ternyata kesaksian terdakwa tersebut termuat dalam media online yang awalnya diupload saksi korban menimbulkan reaksi terdakwa untuk mengomentari dan menegaskan kalau Ir Soegiharto Santoso alias Hoky kutu kupret.

Diakuinya tulisan tersebut ditulis pada 24 Maret 2017 pukul 17.00 dalam kolom komentar postingan saksi korban yang ditulis di dinding facebook Apkomindo. “Saya hanya menulis di fabebook Apkomindo, kalau diakun pribadi pelapor tidak pernah,” kilah terdakwa.

Sehingga setelah adanya laporan pidana pencemaran nama baik melalui facebook tersebut, terdakwa mengaku meminta maaf dengan cara menulis di dinding facebook saksi korban. Tetapi permintaan maaf tersebut tidak diterima sehingga perkara ini terus berlanjut. “Saya pernah meminta penyidik untuk memfasilitasi mediasi. Tetapi pelapor meminta saya keluar dari kelompok saya dan diminta bergabung dengan kelompoknya. Karena saya menolak mediasi tidak berhasil,” imbuh terdakwa menjelaskan.

Selain itu terdakwa mempertanyakan mengapa dalam menulis komentar dalam facebook yang menggunakan laptop atau dekstop tetapi handphone miliknya Samsung S7 disita sebagai barang bukti.

Atas keterangan terdakwa tersebut, saksi korban Ir Soegiharto Santoso alias Hoky menilai banyak kebohongan yang disampaikan dalam persidangan. Menurutnya, terdakwa yang menyatakan hanya mengomentari di dinding facebook Apkomindo tak benar karena tulisan serupa juga ditulis fabebook pribadi saksi korban.

Selain itu keterangan terdakwa yang menyatakan dirinya sudah menang dalam sidang perkara lain di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan sudah membaca salinan putusan tidak benar. “Karena yang dibaca itu bukan salinan putusan, padahal itu hanya petitumnya saja,” tegas Hoky. (C-5)-d

Sumber: Koran Merapi, Terbit 08 November 2019

Lintasarta Sabet Dua Penghargaan Best IT & Data Tech Governance

0

Jakarta, Biskom- Lintasarta kembali meraih prestasi dengan mendapatkan dua penghargaan “Best IT & Data Tech Governance” untuk layanan Cloud dan Data Center, dalam ajang Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2019  di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (6/11)

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Corporate Secretary General Manager Lintasarta, Ade Kurniawan, dan Marketing General Manager Lintasarta, Bayu Adi Pramono.

“Data Center Lintasarta dibangun berdasarkan standar dan sertifikasi internasional, begitu juga untuk sistem keamanan Cloud Services yang terus diperkuat. Hal ini sebagai bentuk keseriusan Lintasarta dalam mengembangkan bisnis dan layanan sebagai ICT solution company” ungkap Bayu, sesuai menerima penghargaan.

Menurutnya, dengan keberhasilan meraih dua penghargaan ini, menjadi bukti keandalan Lintasarta sebagai total ICT Solution, khususnya layanan Data Center dan Cloud services yang memliki standar kualitas layanan yang prima. “Penghargaan dalam kategori Best IT, Data Tech & AI Governance ini diraih didasarkan atas keberhasilan Lintasarta sebagai penyedia beragam produk solusi yang menerapkan teknologi perlindungan data pengguna untuk layanan Data Center dan Cloud,” ungkapnya.

Layanan Data Center Lintasarta memberikan kenyamanan dan keamanan dengan fitur Data Recovery Center (DRC) bagi perusahaan menjalankan kegiatan bisnisnya serta memudahkan dalam menentukan strategi deployment yang paling optimal. Solusi end to end juga diberikan mulai dari colocation, design & build data center, dan managed operation data center yang didukung oleh tenaga ahli tersertifikasi.

Lintasarta sebagai provider local Cloud di Indonesia turut mendukung industri nasional bertransformasi digital dengan layanan Lintasarta Cloud Total Solution mulai dari Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS). Layanan Lintasarta Cloud tersertifikasi Cisco Advanced Cloud & Managed Services Certified Partner juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi dengan memiliki fitur seperti load balancer, next generation firewall, web application firewall, dan fitur keamanan lainnya.

Ade Kurniawan menambahkan, Lintasarta telah memiliki pengalaman melayani pelanggan korporat selama lebih dari 31 tahun yang didukung oleh infrastruktur dan tenaga IT professional handal kepada para pelaku bisnis nasional. “Dengan adanya ajang penghargaan ini, memacu Lintasarta untuk terus melakukan inovasi dan melayani pelanggan dari berbagai sektor industry,” ujarnya.

Acara penghargaan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) ini merupakan yang kedua kali diadakan, bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga survey, acara ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kominfo, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Ristek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). red

Kemenristek/BRIN Nilai Adopsi Big Data Meningkat

0

Jakarta, Biskom- Masyarakat sudah menyadari tentang pentingnya pengusaan big data di era Revolusi Industri 4.0. Data itu ibarat komoditas yang lebih berharga daripada emas. Salah satu faktor yang yang harus diperhatikan dalam penggunaan ‘big data’ adalah sistem keamanan. Sebab, semakin berkembangnya bisnis, kemungkinan terjadi jual beli data dan penyalahgunaan data juga akan semakin meningkat.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan tentang penggunaan big data yang harus dibatasi dan levelnya diatur. Penggunaan big data dapat menjadi senjata ampuh bagi bisnis maupun pemerintah untuk mendapatkan prediksi yang akurat mengenai banyak hal, untuk mendukung program-program nasional.

“Namun, sebaliknya big data dapat menjadi sesuatu yang berbahaya, jika terjadi penyalahgunaan big data tersebut,” ujar Bambang Brodjonegoro saat Keynote Speech pada acara DataGovAI Summit and Award 2019 dengan tema “Managing the Next Big Data Technology Revolution Data Governance and Artificial Intelligence” di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, (7/11).

Menristek Bambang mengungkapkan saat ini penggunaan dan pemanfaatan big data semakin meningkat di Indonesia, baik oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya penggunaan dan pemanfaatan big data dalam perancangan kebijakan dan eksekusi program di berbagai sektor semakin tinggi.

Diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang unggul dalam memanfaatkan big data. Mengutif data dari Asosiasi Big Data dan Artificial Intelligent (ABDI), pertumbuhannya bahkan mencapai 19,7 % sejak 2018 yang digunakan di banyak sektor. Selanjutnya kata Bambang, urgensi penggunaan ‘big data’ harus didukung dengan pasokan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas, serta mampu mengolah maupun mengelola big data’tersebut. Sebab, masih belum banyak orang di dunia yang mampu menguasai kemampuan sebagai analis big data, sehingga big data tersebut dapat bermanfaat bagi program-program strategis selanjutnya.

“Dalam mengembangkan big data diperlukan sumber daya manusia berkualitas, yang bisa menyongsong era big data di tatanan pemerintahan. Jika data sudah terintegrasi dan dianalisis dengan benar, pemetaan masalah dan atau tantangan kedepan, bisa ditangani dengan menentukan program strategis yang tepat sasaran, sehingga menjadi efisien,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ABDI Rudi Rusdiah mengatakan Indonesia sedang memasuki era industri 4.0 seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Implementasi dari keduanya pada beberapa sector pembangunan, diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, guna meningkatkan daya saing nasional (national competitiveness), tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri. “Apabila suatu perusahaan tidak menerapkan teknologi AI’ sekarang, maka kemajuan perusahaan ini akan tertinggal dengan perusahaan lainnya,” ujar Rudi Rusdiah.

“Keberadaan AI berdampak persaingan bisnis pada industri apapun, antara lain seperti (i) perbankan dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin), (ii) perusahaan transportasi publik dengan perusahaan aplikasi transportasi, (iii) perusahaan perjalanan wisata dengan perusahaan aplikasi perjalanan wisata, dan bidang lainnya. Selain itu, penggunaan AI dan big data’ akan membuat perusahaan dapat beroperasi secara efektif dan efisien. “Perusahaan yang akan menjalankan bisnis secara konvensional akan terganggu dan kalah bersaing dengan perusahaan baru yang menerapkan AI,” pungkas Rudi Rusdiah. (red)

Delameta Bilano Siap Tembus Pasar Global

0

Jakarta, Biskom- Delameta Bilano Group perusahaan nasional yang bergerak di bidang produsen & integrator control system membuat kejutan dengan mempamerkan produk IOT (Internet of Things) karya dalam negeri di acara Indonesia Infrastructure Week 2019 Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di JIExpo Kemayoran

Delameta yang akan berusia 30 tahun menjadi sponsor utama kegiatan tersebut dan menampilkan produk inovasi unggulan IOT dalam negeri di bidang Transportasi & Fintech seperti Automatic Lane Barrier (Palang Lajur Otomatis) tercepat di dunia dengan kecepatan 0,28 detik, E-Payment & QR Reader Enco, People Gate untuk MRT, Sistem Pembacaan Plat Nomor Otomatis (ALPR), Wush! Free Flow Transaction, Maritime Survaillance, Intelligent Traffic Command Center, Intelligent Parking System yang siap ekspor di awal tahun 2020 untuk kawasan Asia Tenggara khususnya Thailand, Malaysia, & Timor Leste.

Delameta yang juga berijin Payment Gateway dari Bank Indonesia saat ini mengelola transaksi cashless di 19 ruas tol di Indonesia termasuk mendukung ruas Tol di Ibukota baru Balikpapan-Samarinda, & juga lintas ekosistem transportasi seperti Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Transjakarta, Kargo Bandara Soekarno-Hatta Int Airport.

Direktur Delameta, Ir. T Bayu mengucapkan terima kasih telah diberikan kesempatan untuk mendukung acara Kementerian PUPR dan juga dukungan Bapak Presiden Joko Widodo kepada industri dalam negeri dengan kebijakan insentif pajak perusahaan riset serta mempermudah akses ekspor untuk menambah devisa negara. Delameta juga tengah membangun kawasan manufaktur teknologi terintegrasi di kawasan Industri Sadang Purwakarta

Salah satu contoh inovasi yang dapat bersaing di pasar global adalah kami membuat sistem Wifi Emergency Access per 500 meter di jalan tol pertama di dunia di tol Medan-Kuala Namu, sehingga pengemudi dapat melakukan panggilan emergency melalui aplikasi di saat terkendala jaringan seluler maupun kehabisan pulsa ujar Reza RH selaku Direktur Bisnis & Teknologi Delameta.

Kami juga akan membuat kejutan kolaborasi riset strategis dengan perusahaan BUMN & swasta nasional yang akan kami umumkan di awal tahun 2020, serta kami berencana menunjukkan produk unggulan kami di acara tahunan Intelligent Transportation System (ITS) World Congress di Los Angeles Amerika Oktober 2020. (red)

Indonesia Belum Maju Akibat Kurang Inovasi

0

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) harus melakukan transformasi bisnis guna bisa mengikuti selera pasar melalui pemanfaatan teknologi dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan status negara maju akan diraih Indonesia pada 2040. Waktu ini lebih panjang dibandingkan Korea Selatan (Korsel) hanya selama 10 tahun yakni pada 1990.

“Karena industri di Indonesia baru puas menjadi pembuat produk saja di dalam negeri, mereka belum menjadi inovator industry, jadi inovasi merupakan kata kunci. Apalagi, kalau kita hanya konsumtif saja, maka tidak akan menjadi negara maju selamanya,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Kemenristek) sekaligus Ketua Badan dan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sesaat sebelum memberikan penghargaan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang terpilih dalam Business News Award 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Korsel memiliki perusahaan teknologi yang tidak hanya puas dengan pembuatan produk saja seperti elektronik. Hal ini membuat produknya bisa bersaing dengan produksi Jepang, tapi juga dunia.

Bahkan, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah dapat mengalahkan Jepang dan Amerika Serikat (AS). Perusahaan yang dimaksud adalah Samsung. “Industri pemenang adalah industri yang berbasis inovasi,” jelasnya.

Sekedar informasi, Bambang merupakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) merangkap Kepala Bappenas periode 2015-2019.

Produk yang berinovasi lahir dari riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan perusahaan. Langkah ini telah didorong pemerintah dengan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 45 tahun 2019 tentang Perubahan atas PP 94/2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak dalam Tahun Berjalan.

PP ini akan diturunkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) yang berisi pengurangan pajak super sampai 300% dari investasi yang dilakukan suatu perusahaan.

Pernyataan ini bisa menjawab secara tidak langsung pernyataan Irnanda Laksanawan, Chief Executive Officer (CEO) PT Media Madani Utama (MMU) sebagai perusahaan yang menaungi Majalah Business News. Dia bilang apa yang dilakukan Kemenristek mendorong perkembangan BUMN dan BUMS.

Selain itu pertanyaan bagaimana Kemenristek membantu memenuhi kebutuhan investasi BUMN dan BUMS untuk menjalankan bisnis. Langkah ini tidak dapat dilakukan sendiri olehnya persaingan ketat dari investasi besar yang dilakukan oleh perusahaan global.

“BUMN dan BUMS memerlukan saran Kemenristek bagaimana mereka melakukan inovasi,” ucapnya.

Langkah lain yang dilakukan pemerintah adalah pembangunan peta infrastruktur dalam Peta Jalan Industri. Peta ini juga dilengkapi Pembentukan Ekosisten Inovasi. “Dari inovasi ini mendorong industri yang berdaya saing.

Selera Pasar

Menanggapi permintaan bagaimana BUMN dan BUMS mengadopsi teknologi disarankan Bambang perusahaan harus bisa memilih teknologi sesuai kebutuhan produk dan jasa yang akan disediakan bagi konsumen.

“Perusahaan yang Bapak dan Ibu pimpin harus berubah mengikuti selera pasar melalui pemanfaatan teknologi dan kompetensi sumber daya manusia,” paparnya.

Contohnya, perusahaan perbankan tidak bisa hanya menyediakan cabang saja bagi nasabahnya untuk melakukan transaksi. Namun, perusahaan ini mesti memberikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dapat dipakai untuk berbagai transaksi yang dibutuhkan nasabah.

Bahkan, perusahaan perbankan tidak dapat menolak keperluan nasabah dapat melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja tanpa harus menemukan ATM. Langkah in dapat dilakukan denngan pemberian fasilitas mobile banking dan internet banking yang dapat diakses nasabah melalui telepon selular (ponsel) pintar secara aman dan mudah.

Begitupula transportasi publik bukan cuma menawarkan produk dan layanan bagus dan SDM yang cakap saja. Namun, kebutuhan ini dapat dipenuhi dari ponsel cerdas lewat suatu aplikasi.

Apabila suatu teknologi tidak diadopsi BUMN dan BUMS, maka perusahaan ini tidak bisa menghasilkan produk berinovasi yang berujung menunjang kemajuan negara.

Namun, ini guna menarik konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama. “Kemampuan inovasi untuk menjaga daya saing,” papar Bambang.

Tambah Pekerjaan

Teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sekarang adalah teknologi yang tergolong Revolusi Industri 4.0, seperti  artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), Advanced robotic, augmented reality dan virtual reality, serta third (3D) Printing. “Dari hal ini pemimpin perusahaan harus melakukan model bisnis baru,” tegasnya.

Itu merupakan tantangan bisnis pertama bagi mereka yang dibarengi dengan tantangan kedua apakah itu bisa diterapkan oleh manajemen dan staf perusahaan.

“Adopsi revolusi industri keempat memuculkan banyak pekerjaan dan pekerjaan baru bagi manusiua bukan membuat pengangguran dan orang susah cari kerja,” pungkasnya. (moc)

2 Startup Unicorn Baru Bakal Lahir Sepanjang 2020

0

Jakarta, Biskom- Menristek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyampaikan rasa optimisnya Indonesia mampu melahirkan 2 startup Unicorn baru pada awal tahun mendatang. Penambahan 2 startup unicorn tersebut akan melengkapi 5 startup unicorn yang telah ada saat ini, yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Bahkan salah satu diantaranya, yakni Gojek memiliki nilai valuasi diatas USD 10 miliar dan berstatus sebagai decacorn.

“Melihat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia naik signifikan, saya optimis ekonomi digital Indonesia semakin baik. Ekonomi digital kita ini perubahannya luar biasa pesat. Saat ini ‘officially’ unicorn-nya 5, berpotensi nambah 2 lagi. Akhir tahun ini. Jadi mudah-mudahan memasuki tahun baru 2020 nanti, unicorn kita bisa 7,” ujar Menteri Bambang saat memberikan Keynote Speech pada acara ”Indonesia BusinessNews Award (IBA) 2019” di Jakarta, (6/11).

Bambang mengatakan, dengan memiliki 5 startup unicorn Indonesia telah masuk menjadi negara dengan startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masuk menjadi 10 negara dengan startup unicorn terbanyak di Dunia. “Dengan 5 saja kita sudah menjadi negara dengan unicorn terbanyak di Asia Tenggara dan masuk top 10 di dunia. Jadi kalau 7, barangkali rangking di dunia juga naik,” jelasnya.

Bambang menambahkan fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal di dalam dunia usaha. Teknologi digital hendaknya dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industri, sehingga melahirkan business process baru berbasis digital untuk menghasilkan produk berkualitas, serta mencapai produktivitas yang tinggi. Tantangan bagi setiap Pemimpin Perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik di level manajerial maupun operasional untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital maupun teknologi maju lainnya. Jangan sampai suatu Perusahaan sudah memutuskan untuk Go Digital tetapi karyawan nya masih belum bisa beradaptasi.

Menteri Bambang mengungkapkan perusahaan saat ini dituntut berubah melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia berharap inovasi yg dihasilkan memberikan dampak yang lebih besar ke masyarakat dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Ia mengapresiasi ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Majalah Indonesia BusinessesNews dalam mendukung terciptanya iklim usaha, kerja dan inovasi yang kondusif di Indonesia.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi awarding ini dengan Tema Business Transformation for Excellence Performance, yang diikuti oleh puluhan perusahaan BUMN dan swasta. Karena program seperti ini dapat mendorong dan memotivasi perusahaan di Indonesia yang berpartisipasi pada penghargaan ini dan juga yang belum berpartisipasi, untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menjalankan businessnya”, ucapnya.

CEO Indonesia BusinessNews Award (IBA) 2019 Irnanda Laksanawan mengatakan penyelenggaraan IBA merupakan respons atas perubahan lanskap bisnis di tingkat global. Khususnya disebabkan ‘disruption technology’ yang kemudian mendorong disruption economy. “Untuk profiling perusahaan-perusahaan Indonesia seberapa siap menghadapi perubahan tren bisnis global tersebut. Serta melihat tantangan dan peluang yang muncul maka kami mengadakan IBA 2019,” katanya dalam sambutan IBA 2019.

Ia menyebut ada enam kategori penghargaan dalam IBA 2019. Yaitu the Best Vision and Mission, the Best Growth Strategy, the Best Human Capital, the Best Innovation and Business Transformation, the Best Corporate Performance dan the Best CEO. Sebanyak 37 perusahaan, satu kementerian dan satu lembaga pemerintah mendapat penghargaan ajang IBA 2019. (red)

Dr. Suhadi SH., MH. Kembali Pimpin IKAHI

0
Ketua MA, Prof. Hatta Ali, SH., MH. saat memberikan hak suaranya dalam Munas IKAHI ke XIX di Bandung

Bandung, BISKOM – Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) melaksanakan Munas ke XIX di Bandung sejak tanggal 5-7 November 2019. Salah satu agenda besar dalam munas adalah pemilihan ketua umum IKAHI periode 2019-2022. Pemilihan ini bersifat langsung, bebas dan terbuka. Seluruh peserta (kecuali peninjau) memiliki hak untuk memilih calon Ketua Umum IKAHI.

Pada proses pemilihan, Rabu (6/11/2019) terdapat 13 nama yang terpilih. 5 besarnya adalah Dr. Suhadi, SH., MH mendapat 114 suara, Syamsul Maarif mendapat 17 suara, Dr. Amran Suadi, SH., M.Hum mendapat 9 suara, Dr. Purwosusilo mendapat 7 suara, Dr. Sofyan Sitompul mendapat 6 suara.

Dari jumlah keseluruhan, Munas mengukuhkan Dr. Suhadi, SH., MH, sebagai ketua Umum IKAHI periode 2019 – 2022, sedangkan empat terbesar lainnya menjadi formatur.

Dr. Suhadi SH., MH., Ketua PP IKAHI 2019-2022

Munas yang dihadiri oleh pengurus IKAHI se-Indonesia tersebut membahas hal-hal yang berkenaan dengan pembenahan organisasi serta yang berkaitan dengan kedudukan hakim dalam bernegara, di antaranya para peserta mendorong kepemimpinan PP IKAHI untuk penguatan kelembagaan dan pengolahan website IKAHI secara maksimal sehingga dapat menjadi media informasi yang signifikan bagi lembaga. “Kami juga mendorong pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Jabatan Hakim sehingga jelas kedudukan hakim dalam sistem ketatanegaraan kita,” ujar Sofyan Sitompul yang merupakan ketua panitia Munas IKAHI.

Dalam Munas ini juga meluncurkan kartu angota baru IKAHI dengan nomor registrasi 001 atas nama Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH. (Vincent/Hoky)