Home Blog Page 815

Tarsus Indonesia Kembali Gelar Cyber Security Indonesia 2019

0
Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian saat memberika sambutan pada pembukaan CSI 2019

Jakarta, BISKOM – Rabu, 6 November 2019 diselenggarakan Cyber Security Indonesia (CSI) 2019 bersamaan dengan Indonesia Fintech Show (IFS) 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Acara yang akan berlangsung hingga tanggal 8 November 2019 ini menghadirkan lebih dari 100 perusahaan dalam dan luar negeri yang bergerak di bidang industri keamanan siber dan finansial teknologi. Setidaknya terdapat 8 negara yang berpartisipasi dalam CSI 2019 yakni Indonesia, Singapura, Polandia, Hungaria, Amerika Serikat, Rusia, Inggris dan Korea.

Cyber Security Indonesia (CSI) 2019 digelar oleh Tarsus Indonesia bekerjasama dengan  Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI)  dan didukung penuh oleh  Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Koordinator  Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan), dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim POLRI) serta didukung beberapa asosiasi dibidang TIK antara lain APTIKNAS, ACCI, FTII, ABDI dan APJII.

Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian bersama Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso di ajang CSI 2019.

Ajang ini secara resmi dibuka oleh Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian, didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Kemenkopolhukam RI, Marsekal Muda Rus Nurhadi Sutedjo. CSI 2019 Acara ini menampilkan beragam perkembangan industri dan teknologi terkini dari keamanan siber dan Fintech, sehingga diharapkan mampu menjadi solusi tepat bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan segala kebutuhan keamanan siber dan jasa layanan keuangan berbasis teknologi.

Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketum APTIKNAS, mengatakan; “Kami sangat mendukung event CSI 2019, sebab kemanan siber sangat penting dan tentu sangat sejalan dengan  program APTIKNAS yang memiliki 3 fokus utama, yaitu; Industry 4.0 & Smart City, lalu Marketplace dan Digital Talents.”

“Dengan jaringan APTIKNAS yang ada di 28 DPD dari Aceh hingga Papua, tentunya akan sangat bermanfaat jika dapat bersinergi dengan pihak BSSN, oleh karena itu saya menghimbau kepada para anggota APTIKNAS yang mempunyai produk dan layanan yang berkaitan dengan kemanan siber dapat saling berkolaborasi untuk nantinya melakukan MoU antara APTIKNAS dengan BSSN.” ungkap Hoky.

Niekke W Budiman selaku Product Director Tarsus Indonesia mengatakan bahwa, “perkembangan teknologi sangatlah pesat dan tanpa batas dari waktu ke waktu diseluruh dunia, hal ini mendorong kita untuk menggunakan teknologi sebagai pendukung beragam kegiatan sehari – hari. Penggunaan sumber data dan informasi menjadi instrument penting sehingga keamanan siber menjadi sangat diperlukan. Melalui acara ini kami ingin menghadirkan satu media komunikasi yang dapat mempertemukan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah selaku regulator, maupun pelaku usaha sebagai penyedia solusi keamanan cyber dan jasa keuangan berbasis teknologi  untuk bersama – sama  bertukar informasi mengenai teknologi, inovasi terbaru, membangun jaringan bisnis  dan membahas perkembangan industri keamanan siber serta  finansial teknologi guna menjawab segala tantangan dimasa depan,” ujarnya.

Mirza Fachys saat menjadi Moderator conference CSI 2019

Sementara itu, Mirza Fachys selaku Wakil Ketua Umum  Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan, “Indonesia merupakan salah satu target utama serangan siber, oleh karena itu melalui acara ini kami berharap dapat mempersembahkan platform yang tepat bagi para pemangku kepentingan baik pemeritah maupun pelaku usaha untuk bersama – sama menjawab masalah terpenting dengan prioritas regulasi dalam menjaga integritas keamanan data dan informasi di tanah air serta membuka wawasan akan pentingnya manajemen keamanan siber,” kata Mirza.

Dalam CSI 2019, Tarsus Indonesia juga menyelenggarakan Cyber Security Conference sebagai program edukasi kepada para pengunjung, acara ini diselenggarakan selama 3 hari dengan menghadirkan para pakar di bidang keamanan siber dan membahas beragam tema yang menarik.

Bersamaan dengan CSI 2019 digelar pula IFS 2019 yang menghadirkan beragam solusi finansial teknologi dan perkembangannya. IFS 2019 diselenggarakan bekerjasama dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Pada penyelenggaraan IFS 2019 ini mengajak para pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih mengenal apa itu Fintech Syariah, melalui Sharia Investment Forum.

“Acara ini menghadirkan para pakar keuangan dan teknologi dari pelaku usaha maupun pemerintah, forum ini akan membahas beragam inovasi dan perkembangan jasa keuangan berbasis teknologi di ekosistem ekonomi syariah,” papar Ronald Wijaya, Ketua Umum AFSI.

Selain Sharia Fintech Forum, IFS 2019 juga akan membahas beragam tema menarik lainnya seperti perkembangan industri fintech di Indonesia, bagaimana cara mendapatkan pendanaan untuk usaha startup dan masih banyak lagi.

Dalam ajang kegiatan tersebut Fanky Christian selaku Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta, mengambil kesempatan dengan rencana  akan menggelar Rapat kerja daerah (Annual Regional Summit) pada 08 November 2019, untuk membahas program kerja 2020, dengan didahului dengan agenda  Presentasi oleh pihak  PT Datacomm, Sutedjo Tjahjadi dengan materi Public Digital Identify as service, kemudian oleh pihak IBM, Christian Natasaputra Security Channel Manager, dilanjutkan oleh pihak Palo Alto, Gopesh Maindola. (red)

Perusahaan Berbasis Teknologi Tinggalkan Perusahaan Konvensional

0

Data Forbes 100 tidak memunculkan lagi perusahaan minyak pada posisi teratas sekarang, tapi perusahaan yang menggunakan teknologi yang mengesernya

Indonesia sedang memasuki era industri 4.0 seperti artificial intelligence/AI (kecerdasan buatan) dan internet of things (IoT). Implementasi ini diharapkan meningkatkan daya saing tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

“Apabila suatu perusahaan tidak menerapkan artificial intelligence sekarang, maka kemajuan perusahaan ini akan tertinggal dengan perusahaan lainnya,” kata Rudy Rusdiah, Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Big Data and AI (ABDI) dalam sambutan ‘Data Gov AI Summit, Expo, dan Award 2019’ pada Rabu (6/11/2019).

Keberadaan AI berdampak persaingan bisnis pada industri apapun seperti perbankan dengan perusahan teknologi finansial (tekfin), perusahaan transportasi publik dengan perusahaan aplikasi transportasi, dan perusahaan perjalanan wisata dengan perusahaan aplikasi perjalanan wisata.

“Perusahaan yang menjalankan bisnis secara konvensional akan terganggu dengan perusahaan baru yang menerapkan AI,” ujarnya.

Walaupun demikian, pekerja tidak perlu khawatir, papar Rudy, dengan perusahaan tempat bekerjanya yang menerapkan AI. Karena, implementasi ini akan memunculkan jenis dan jumlah pekerjaan baru.

“Bahkan, penerapan AI akan meningkatkan kemampuan pekerja suatu perusahaan,” jelasnya.

Dari peningkatan kemampuan pekerja akan mendorong kenaikan kinerja perusahaan. Kondisi ini juga menghasilkan perusahaan yang beroperasional secara efektif dan efisien.

“Data Forbes 100 tidak memunculkan lagi perusahaan minyak pada posisi teratas sekarang, tapi perusahaan yang menggunakan teknologi yang mengesernya,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut perusahaan berbasis teknologi sebagai perusahaan minyak selanjutnya atau perusahaan minyak baru. Perusahaan ini memperoleh pendapatan lebih besar dibandingkan perusahaan minyak konvensional.

Sugito, Direktur Utama (Dirut) PT BCA Finance, mengemukakan untuk menentukan target perusahaan tidak dapat dilakukan lagi dengan asumsi-asumsi saja pada saat sekarang. Begitupula guna memastikan teknologi yang mendukung bisnis tidak bisa dlakukan dengan langkah serupa. “Kami melakukan ini dengan ‘data driven’,” paparnya.

Dari data ini diketahui keberadaan cabang tetap disediakan perusahaan, meskipun sebagian besar masyarakat telah memiliki ponsel cerdas. Karena, tindakan bergerak baru dilakukan sebagian kecil masyarakat saja. “Sebagian besar nasabah di perkotaan sudah jarang datang ke cabang yang ada,” tuturnya.

BCA Finance terus mendorong nasabah menggunakan teknologi bergerak untuk memperoleh layanannya. Karena, langkah ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi nasabah meraih hal yang sama.

Untuk memanfaatkan data yang dipunyai BCA Finance secara maksimal, maka perusahaan ini menjalankan ekosistemnya berbagai industri dan sesama sister company dalam satu induk perusahaan.

Kebijakan tersebut ditempuh dengan Application Programming Interface (API) yang memudahkan sekaligus mempercepat pertukaran informasi dan proses bisnis antarperusahaan. “Dengan pemakaian API pengajuan kredit kendaraan bermotor hanya satu hari saja, bahkan satu jam,” jelas Sugito.

Penggunaan analisa data dari big data dapat mengetahui kebutuhan nasabah sekaligus kapan itu ditawarkan kepadanya. Begitupula apakah layanan yang diberikan telah memenuhi keinginan nasabah. “Jadi layanan yang diberikan ke nasabah semakin baik,” lanjutnya.

Daya Saing

Pada kesempatan yang sama Kaspal Situmorang, Executive Vice President (EVP) Digital Center of Excellent PT Bank Rakyat Indonesia/BRI (Persero) Tbk mengemukakan kepemilikan big data diklaim sebagai kelebihan bank ini dibandingkan perusahaan sejenis di Tanah Air.

Informasi ini diperoleh BRI dari riset intensif secara nasional pada 2017. “Jika kita mampu meng-organize data ini, Insya Allah bisa menjadi berkah dan rahmat bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dari keunggulan tadi diimplementasikan risk management big data tools oleh BRI, lanjut Kaspal, pada tahun yang sama. Hal ini menciptakan ‘Best Credit Scoring in Asean’, ‘fraud detection in Asean’, dan ‘Assessment Services in Asean’. “Kenapa Asean, karena sebesar 48% populasi Asean ada di Indonesia dan dari angka itu 60% berputar di BRI,” tuturnya.

Penerapan big data juga akan dimanfaatkan untuk masuk era ‘Open Banking’ yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Adopsi Open Banking memberikan pengaruh bagi berbagai industri di kedua negara tersebut.

“Khusus di Indonesia akan dapat memecahkan persoalan ultra mikro dan mikro,” jelas Kaspal.

Platform E-Sport

Kepemilikan big data juga diungkapkan Shinta Danu Wardoyo, Founder dan Chief Executive Office (CEO) PT Bubu Kreasi Perdana (BubuCom), oleh beberapa perusahaan rintisan yang tergolong unicorn seperti Gojek. Bahkan, perusahaan ini telah naik kelas menjadi decacorn. “Untuk mengelola data ini diperlukan suatu perangkat oleh perusahaan,” paparnya.

Untuk mengelola big data di Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti jumlah tenaga ahli yang terbatas yakni programmer, analis data, pengembang dan data scientist. Kondisi ini tidak hanya dari sisi jumlahnya, tetapi kemampuan yang tinggi.

Sekedar informasi, Bubu Kreasi Perdana merupakan perusahaan yang membina perusahaan perintis secara daring. Perusahaan ini juga mencarikan kebutuhan dana bagi perusahaan perintis. “Mereka meminta masukan apakah bisnis yang dijalankannya sudah sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Dengan begitu Bubu menghimpun data berbagai perusahaan perintis di Tanah Air. Kemudian, ini dipetakan sesuai kebutuhan mereka masing-masing dalam suatu platform yang bisa dihubungkan dengan pihak yang berkepentingan.

Platform khusus bagi electronics sport juga sedang dibangun Bubu lantaran bisnis ini sedang berkembang di Tanah Air yang dijalankan perusahaan perintis. Sebanyak delapan juta gamers di Indonesia yang terdiri dari 56% laki-laki dan sisanya perempuan.

“Ada gamers anak-anak yang spending uang sampai Rp10 untuk asesoris seperti baju dan permainan seperti senjata,” jelas Shinta.

Keamanan Data

Pada sisi lain BRI mengklaim telah mengamankan infrastrukur big data dengan meraih ISO 270001. Langkah ini dapat menjamin keamanan bagi nasabah.

Implementasi AI harus disertai dengan adopsi keamanan siber yang mumpuni guna menghindari pencurian data yang dipakai untuk penerapan AI. Jika pencurian data terjadi pada suatu perusahaan oleh pesaingnya, maka ini akan bisa menimbulkan rahasia keunggulannya.

Deputi III Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Yoseph Puguh Eka Setiawan hadir pada Pembukaan Data Gov AI Summit, Expo, dan Award 2019’.

Dia datang ke acara ini mewakili sekaligus membacakan sambutan Kepala BSSN Letjen TNI (Purna) Hinsa Subrian. Big data (data raksasa) disebutkannya sebagai salahsatu unsur yang dipakai dalam penerapan AI harus dikelola dengan baik dengan prinsip-prinsip oleh suatu organisasi pemerintah atau swasta.

“Tata kelola data penting dan strategis bagi suatu organisasi untuk mencegah kasus pencurian data yang dapat merugikan organisasi,” tegasnya.

Organisasi bisnis yang dinilai memunyai big data besar seperti perusahaan telekomunikasi, perusahaan perbankan, dan perusahaan asuransi.

Potensi ancaman keamanan data semakin besar dan tidak mengenal waktu dan batas negara. Jadi, adopsi keamanan data harus dipertimbangan suatu organisasi sejak awal dalam perencanaan dan pembangunan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Untuk menjamin keamanan siber nasional terhadap data dan informasi yang dipunyai organisasi pemerintah dan swasta nasional diimplementasikan oleh BSSN berupa sertifikat elektronik.

Aplikasi ini merupakan pengembangan teknologi kriptologi yang dipakai oleh Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sebagai cikal bakal BSSN. “Implementasi ini diiringi dengan pelaksanaan Kebijakan Keamanan Nasional 2020-2024,” tukas Hinsa.

Dengan perkembangan pemakain big data mendorong Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nabile Makarin merencanakan sistem pendidikan nasional akan memberikan peserta didiknya kepada tiga pelajaran utama. Pelajaran-pelajaran yang dimaksud adalah statistik, pemograman, dan bahasa Inggris. (moc)

 

 

 

 

ASN dan TNI/Polri Ikut Pilkada Tidak Perlu Mundur sebagai Abdi Negara

0
Ilustrasi Pilkada 2020 (Sumber: beritasatu.com)

Jakarta, BISKOM – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI kembali akan melakukan revisi Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Salah satu poin dalam dalam draft revisi UU itu menyebutkan jika Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri dan TNI tidak perlu lagi mundur dan meletakkan status ASN maupun jabatannya jika ikut mencalonkan diri jadi kepala daerah, baik gubernur maupun walikota atau bupati.

Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kementerian Dalam Negeri Budi Santosa, mengatakan bahwa calon kepala daerah dari unsur TNI/Polri dan ASN diwacanakan untuk hanya mengambil cuti di luar tanggungan negara. Bahkan jika kemudian terpilih, individu bersangkutan juga diusulkan untuk tidak perlu berhenti. Sedangkan bagi anggota DPR/DPD/DPRD diusulkan baru mengundurkan diri setelah terpilih dan diambil sumpahnya. Selanjutnya, anggota parlemen yang bersangkutan akan digantikan oleh anggota lain dalam partainya lewat mekanisme pergantian antar waktu.

Merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 33/PUU-XII/2015, calon kepala daerah dengan latar belakang ASN, TNI/Polri, dan DPR/DPD/DPRD diharuskan mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta pemilihan kepala daerah. Aturan ini tercantum dalam Pasal 7 Ayat 2 Huruf S dan T Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Budi menambahkan, salah satu alasan mengapa usulan tersebut akan didorong untuk dibahas adalah relatif rendahnya kualitas calon kepala daerah yang turut berkontestasi selama beberapa tahun terakhir. Bahkan ada kecenderungan lestarinya praktik dinasti politik di sejumlah daerah.

Mencermati wacana tersebut, pengamat hukum tata negara Universitas Kristen Satya Wacana, Dr. Umbu Rauta, SH., M.Hum., sependapat bahwa ASN, Anggota DPR/DPRD, TNI dan Polri tidak perlu mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah. “Mereka berhak mencalonkan diri sebagai perwujudan dari Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 28D ayat 3 UUD 1945. Tidak mengundurkan diri saat mencalonkan diri, tapi ketika terpilih maka harus mundur,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyambut positif kebijakan revisi UU Pilkada itu. Meski demikian, Gubernur berharap ASN yang ikut sebagai peserta Pilkada nantinya agar memiliki etika, dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pimpinannya sebelum maju bertarung di Pilkada. ”Jadi ini harus ada izin dari atasan,” pungkasnya. (Vincent)

Ikatan Hakim Indonesia Selenggarakan Munas ke XIX

0
Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H.

Bandung, BISKOM – Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) menyelenggarakan Munas ke XIX pada tanggal 5-7 November 2019 di Hotel Inter Continental Bandung. Munas ke XIX mengusung tema : “Dengan Semangat Munas ke-XIX, IKAHI Bertekad Mewujudkan Organisasi Modern Untuk Pelayanan Peradilan Berbasis Teknologi Informasi.”

Semangat modernisasi di tubuh IKAHI selain diwujudkan dalam bentuk reformasi organisasi dan program kerja juga diharapkan kedepannya IKAHI dapat menjadi wadah aspirasi kreatif dan inovatif bagi para hakim di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Pusat IKAHI, Pengurus Daerah, Peninjau dan mantan pimpinan/anggota IKAHI serta dihadiri oleh mitra dari BNI, BRI, Mandiri Taspen, BTN dan sejumlah pihak lainnya. Ketua Mahkamah Agung YM. Bapak Prof.Dr. M.Hatta Ali, S.H., M.H. membuka kegiatan Munas ke XIX secara resmi pada hari Selasa 5 November 2019, yang didahului oleh laporan penanggung jawab Munas YM. Bapak Dr. Sofyan Sitompul, S.H., M.H. dan sambutan Ketua Umum PP IKAHI YM. Bapak Dr. Suhadi, S.H., M.H.

Munas IKAHI dilakukan setiap 3 (tiga) tahun sekali dengan agenda :Laporan Pengurus Pusat IKAHI periode 2016-2019 oleh Ketua Umum, pemilihan Ketua Umum IKAHI periode 2019-2022, pembahasan program kerja PP IKAHI dan langkah-langkah strategis lainnya yang berkaitan dengan kepentingan hakim dan penegakan hukum di Indonesia.

Berkumpulnya para hakim yang mewakili seluruh wilayah di Indonesia menunjukkan organisasi profesi para hakim “lahir untuk hakim dan peradilan”.

Berikut ini adalah sambutannya, Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H.

Saya menyambut baik pemilihan tema Munas IKAHI tahun ini yaitu ” Dengan Semangat Munas XIX IKAHI Bertekad Mewujudkan Organisasi Modern Untuk Pelayanan Peradilan Berbasis Teknologi Informasi ” karena tema ini merupakan tema besar yang diusung Mahkamah Agung menuju perwujudan Visi Badan Peradilan Indonesia Yang Agung.

Tema ini juga selaras dengan berbagai upaya Mahkamah Agung dalam melakukan modernisasi lembaga peradilan karena dalam kurun waktu kurang lebih setahun, Mahkamah Agung telah meluncurkan 2 (dua) layanan berbasis teknologi informasi sebagai implementasi peradilan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Pada bulan Juli 2018, Mahkamah Agung meluncurkan aplikasi e-court dan dalam launching tersebut saya menyampaikan bahwa e-court merupakan lompatan besar dalam keseluruhan upaya melakukan perubahan administrasi lembaga peradilan. Setahun kemudian, tepatnya pada Ulang Tahun ke-74 Mahkamah Agung tanggal 19 Agustus 2019 yang lalu, kita melangkah lebih jauh lagi dengan meluncurkan aplikasi e-litigation yang telah meredesain praktek peradilan di Indonesia setara dengan praktek peradilan di negara-negara yang telah maju. Saat ini e-litigation telah secara bertahap diterapkan pada pengadilan-pengadilan percontohan dan pengadilan-pengadilan lainnya yang sudah siap dari sisi SDM dan infrastruktur pendukung.

Lembaga peradilan selama ini dipersepsikan sebagai lembaga yang tidak ramah terhadap publik karena birokrasi yang terkesan berbelit dan seringnya penundaan layanan peradilan secara berlarut. Hal ini tidak hanya menjadi sorotan para pemerhati penegakan hukum di dalam negeri namun juga mendapat sorotan dari pihak luar negeri khususnya Bank Dunia dan para calon investor. Terhadap berbagai masukan dan kritikan tersebut, Mahkamah Agung telah secara responsif mengadakan berbagai pembenahan dengan mengacu pada Cetak Biru pembaruan Peradilan khususnya pada lini-lini layanan yang mendapatkan sorotan dari masyarakat dan pengguna layanan peradilan.

Mahkamah Agung menyadari bahwa wibawa lembaga peradilan sangat dipengaruhi oleh kecepatan dalam memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat serta keterbukaan informasi yang diberikan oleh lembaga peradilan. Dalam konteks itulah, maka Mahkamah Agung terus mendorong optimalisasi penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan, transparansi, dan akuntabilitas. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, pilihan penyempurnaan cara kerja dan metode pemberian layanan secara praktis tidak lagi terbatas. Kreatifitas dan inovasi menjadi kata kunci untuk mengatasi segala hambatan termasuk hambatan regulasi yang sering tertatih di belakang dinamika masyarakat.

Terbitnya Perma Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik dan Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik merupakan inovasi Mahkamah Agung untuk mengatasi berbagai kendala adminsitratif dan teknis yudisial di lembaga peradilan. Inovasi ini telah mendapatkan apresiasi berbagai pihak bahkan dalam Laporan Doing Business 2020 untuk Indonesia yang diterbitkan oleh Grup Bank Dunia secara tegas disebutkan bahwa dalam hal penegakan kontrak, Indonesia telah melakukan perbaikan dengan memberikan kemudahan dalam penegakan kontrak melalui pengenalan sistem penanganan perkara secara elektronik bagi Hakim.

Mahkamah Agung tentunya tidak hanya berhenti dengan meluncurkan berbagai aplikasi yang memberi kemudahan kepada pencari keadilan dan masyarakat tersebut. Salah satu faktor penting yang akan mendukung keberhasilan program-program tersebut adalah kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan berbagai aplikasi tersebut. Hakim memiliki peran sentral dalam implementasi e-litigasi karena e-litigasi pada hakekatnya adalah proses persidangan namun dalam bentuk virtual. Dalam konteks demikian, dibutuhkan Sumber Daya Manusia Hakim yang siap beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini. Beberapa generasi Hakim yang ada saat ini tidaklah dilahirkan pada zaman dimana teknologi informasi menjadi sandaran utama dalam kehidupan bermasyarakat. Namun saya salut kepada Hakim dari generasi ini yang cepat belajar untuk ikut dalam perubahan yang ada terutama para pimpinan pengadilan yang menjadi percontohan penerapan aplikasi ini. Sebagian hakim lainnya merupakan generasi milenial termasuk para Calon Hakim yang saat ini sedang dalam proses untuk segera menjadi Hakim. Generasi inilah yang akan menjadi tulang punggung Mahkamah Agung di masa depan.

Saya mencermati bahwa komposisi Hakim Indonesia saat ini berada pada kombinasi antara generasi yang kaya dengan pengalaman dan generasi yang adaptif dengan teknologi dan informasi. Kombinasi ini merupakan potensi yang sangat ideal untuk dikelola sebagai kekuatan lembaga peradilan. IKAHI sebagai wadah profesi Hakim haruslah mampu menjembatani kedua kutub generasi ini sehingga keduanya dapat bersinergi secara positif untuk menampilkan wajah lembaga peradilan yang modern dan berwibawa. IKAHI harus mampu berkontribusi membentuk Hakim yang siap menjawab tantangan-tantangan lembaga peradilan di era yang terus berubah seiring cepatnya perkembangan teknologi dan informasi.

Kontribusi IKAHI dalam membentuk Hakim-hakim yang siap menjawab tantangan perkembangan masyarakat dan tuntutan publik bisa dilakukan dengan kolaborasi dengan entitas lainnya tanpa melupakan kedudukan para anggota IKAHI sebagai Hakim yang tetap menjaga independensinya. Kolaborasi tidak hanya sebagai sarana untuk bertukar ide dan belajar dari pengalaman terbaik, namun hal tersebut juga bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas organisasi melalui redesain organisasi yang bertujuan untuk mempersiapkan para anggota organisasi memasuki setiap bentuk perubahan.

Hakim merupakan profesi yang mulia dan ke-Mulia-an profesi ini tentunya tidak terlepas dari profesionalitas yang melekat pada jabatan Hakim. Profesionalitas ini dibangun dari pengetahuan dan pengalaman serta selalu butuh untuk di update sesuai dengan perkembangan masyarakat yang dilayani oleh profesi tersebut.

Profesionalitas tidak hanya dibangun secara mandiri oleh penyandang profesi namun juga secara ideal seyogyanya dibangun melalui jaringan kerjasama dengan profesi lainnya melalui wadah organisasi profesi.

IKAHI harus menjadi wadah bagi para Hakim untuk selalu meng-update profesionalitasnya. Peningkatan kemampuan dan ketrampilan Hakim di luar hal-hal yang bersifat teknis yustisial namun mempengaruhi perkembangan dalam bidang teknis yustisial seperti bidang teknologi informasi merupakan area yang bisa diwadahi oleh IKAHI untuk melayani para anggotanya. Dalam area-area seperti ini, IKAHI bisa bekerjasama dengan organisasi profesi lainnya atau entitas lainnya untuk meningkatkan kapasitas para anggota IKAHI. Selain itu bebrbagai area pendukung dalam menunjunag pelaksanaan tugas Hakim seperti bidang Kesehatan juga bisa menjadi area yang dijembati oleh IKAHI antara pemangku kepentingan di Mahkamah Agung serta di luar Mahkamah Agung. Kesemua usaha ini tentunya merupakan ikhtiar dari IKAHI dalam membangun Profesionalitas dan Kapasitas Hakim sebagai anggota IKAHI.

Pada kesempatan ini saya sampaikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh Pengurus Pusat IKAHI yang telah berusaha menjalankan amanah Munas IKAHI ke XVIII di Mataram tahun 2016 serta menggerakkan roda organisasi IKAHI selama 3 (tiga) tahun ini dengan segala keterbatasan yang ada. Semua kerja keras Pengurus Pusat IKAHI dalam mengelola organisasi yang penuh dinamika ini layak mendapatkan apresiasi. Saya yakin Pengurus Periode 2016-2019 yang akan segera demisioner ini telah berusaha maksimal untuk menampung dan mengimplementasikan gagasan dan pemikiran dari para anggota IKAHI walaupun pada akhirnya ada hal-hal yang mungkin masih perlu pembenahan-pembenahan lebih lanjut.

Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan kepada Panitia Pusat maupun Panitia Daerah serta semua pihak atas terselenggaranya Munas ini. Dan kepada seluruh peserta diucapkan selamat mengikuti Munas, laksanakan Munas ini secara demokratis, mudah-mudahan Allah SWT, Tuhan YME meridhoinya. (Hoky)

Sumber: Humas MA.

Beragam Fitur Baru Perkaya Aplikasi AXISnet

0

(Ki-ka) : Group Head Jabodetabek Region XL Axiata, Francky Rinaldo Pakpahan – Group Head Youth Segment XL Axiata, Alfons Eric Bosch Sansa – Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Oses – dan Head Youth Touchpoints Management XL Axiata, Fery Firman N. A, saat peluncuran aplikasi AXISnet di Jakarta, Senin (4/11). Foto : Dadang Subur

Jakarta, Biskom-  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui brand AXIS terus berupaya mempermudah pelanggan segmen anak muda untuk mendapatkan produk layanan melalui saluran digital yaitu aplikasi AXISnet. Sarana berbasis digital yang telah diluncurkan sejak tahun 2016 tersebut kini telah diperkaya dengan sejumlah fitur yang semakin mempermudah pelanggan mendapatkan berbagai informasi dan manfaat tentang berbagai layanan AXIS. Pelanggan sudah bisa memanfaatkan fitur-fitur yang dimaksud mulai 1 November 2019, melalui aplikasi AXISnet yang dapat diunduh melalui Playstore bagi pengguna Android dan menyusul dalam waktu dekat di Apple Store bagi pengguna iOS.

Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Oses mengatakan, “Kami terus berinovasi menghadirkan layanan yang lebih menyenangkan bagi pelanggan setia AXIS yang sebagian besar dari kalangan anak muda. Mereka butuh aplikasi AXISnet yang bisa mempermudah mendapatkan produk atau layanan AXIS, juga mendapatkan update informasi mengenai apa saja yang terkait dengan produk AXIS. Pelanggan AXIS adalah anak-anak muda yang dinamis, sehingga kami pun perlu menyesuaikan dengan karakter dan kebutuhan mereka.”

Menurut David, ada beberapa fitur baru yang menjadi highlight di aplikasi AXISnet. Pertama, fitur kunci pulsa (lock botton feature). Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia guna menghindarkan pelanggan dari kemungkinan pemotongan pulsa milik mereka secara otomatis karena terkena tarif dasar internet saat kuota habis atau hal tak terduga lainnya.

Kedua, fitur Special Offer Customized Product. Fitur ini secara otomatis akan mengindentifikasi karakter pelanggan dalam menggunakan layanan AXIS sehari-hari. Alhasil, pelanggan akan diberikan penawaran paket AXIS dengan harga/promo spesial sesuai kebutuhan pelanggan. Selain itu, pelanggan juga bisa memperoleh harga produk terbaik di AXISnet. Ketiga, layanan “Super Sureprize”, merupakan program undian yang hanya bisa diikuti oleh pelanggan AXIS.

Untuk mengikuti program “Super Sureprize” ini, pelanggan hanya cukup membeli paket internet bulanan yang dapat dibeli melalui aplikasi AXISnet atau voucher AIGO di toko pulsa. Jika dengan voucher AIGO, pelanggan hanya perlu scan kode AIGO di aplikasi AXISnet. Setelahnya, secara otomatis pelanggan akan terdaftar dalam program dan memiliki kesempatan memenangkan hadiah utama sepeda motor, smartphone, laptop dan hadiah menarik lainnya.

Selanjutnya akan menyusul di bulan November ini, fitur multipayment. Fitur ini memberikan kemudahaan pelanggan saat melakukan pembelian paket AXIS, selain membayar dengan pulsa, mereka juga bisa melakukan pembayaran melalui beragam platform digital yang tersedia.

Brand AXIS merupakan bagian dari XL Axiata yang ditujukan untuk pelanggan segmen anak-anak muda, termasuk mahasiswa. Saat ini AXIS memiliki produk unggulan yaitu paket OWSEM dan paket Boostr, yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Pada produk OWSEM, pelanggan bisa mendapatkan manfaat berupa unlimited gaming dengan kuota utama, kuota sosial media, kuota malam dan kuota musik. Sementara itu pada produk Boostr pelanggan bisa mendapatkan manfaat berupa paket internet untuk aplikasi, yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan mereka, kedua paket ini pun bisa pelanggan dapatkan melalui aplikasi AXISnet.

Layanan AXIS didukung oleh jaringan infrastruktur XL Axiata yang tersebar hingga pelosok-pelosok Indonesia, dengan lebih dari 129.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 39.000 BTS 4G. Saat ini layanan 4G XL Axiata sudah hadir di 410 kota/kabupaten di berbagai hampir semua provinsi. Melalui perluasan jaringan data berkualitas yang terus diperluas sampai saat ini, semakin luas pula layanan AXIS bisa didapatkan oleh anak-anak muda Indonesia di berbagai daerah, guna memfasilitasi kreativitas serta produktivitas mereka. (red/ Foto Dadang Subur)

Menristek: Inovasi Pertanian Dukung Ketahanan Pangan

0

Jakarta, Biskom- Penguasaan riset, teknologi dan inovasi dalam bidang pertanian, merupakan kunci keberhasilan bangsa Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pangan, dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Demikian diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam Rakornas KADIN) bertema “Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan” di Jakarta, (5/11).

Menristek melanjutkan, ” Kami sangat mendorong kerja sama Triple Helix antara peneliti baik yang berasal dari lembaga pemerintah maupun perguruan tinggi (Academicians), dunia usaha (Business), maupun pemerintah (Government) untuk mengembangkan produktivitas pertanian, baik dari hulunya maupun industri yang mengolah di hilirnya.”

Selain program-program riset, teknologi dan inovasi dari lembaga riset pemerintah dan perguruan tinggi, Menteri Bambang mendorong pihak swasta turut terlibat aktif dalam penguasaan riset, teknologi dan inovasi di sektor pertanian. Penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (research, development, engineering and operational/implementation) harus dilakukan mulai dari hulu hingga industri pengolahan hasil pertanian, sehingga produk pertanian Indonesia semakin berkualitas, dan dapat bersaing di tingkat global.

“Sudah cukup banyak perusahaan di Indonesia mempunyai unit R&D yang cukup bagus dan memperkuat daya saing nasional (national competitiveness) sehingga apa yang dikembangkan para peneliti dan atau innovator bisa langsung berjalan sesuai kebutuhan market,” ujar Bambang.

Menristek/ Kepala BRIN juga mendorong agar petani dan masyarakat Indonesia merubah pola pikir terkait dengan profesi petani. Ia mengatakan yang dimaksud dengan petani itu adalah pengusaha di bidang pertanian. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dikotomi antara pengusaha dan petani. Dikotomi ini telah membuat petani seolah tidak bisa melakukan usaha, padahal kesempatan petani untuk menjadi pengusaha pertanian saat ini adalah sangat besar, karena kesempatan ada dimana-mana.

“Solusinya adalah kita harus angkat petani untuk bisa melakukan usaha (business process). Petani harus merubah mindset-nya untuk tidak hanya menjadi produksi hasil pertanian dan bekerja dilapangan, tetapi para petani dapat bertindak sekaligus menjadi Pengusaha di bidang Pertanian”, jelasnya.

Selanjutnya, Bambang Brojonegoro juga berharap hubungan kemitraan antara anggota KADIN baik pusat maupun daerah dengan para petani dapat ditingkatkan. Kemitraan ini dilakukan untuk menstimulus para petani daerah dalam berusaha. Sehingga manfaatnya pun bisa dirasakan bersama.

“Saya juga menemukan bahwa kesejahteraan petani bisa meningkat dengan cepat, jika terjalin kemitraan antara (a) petani yang skala kecil dengan (b) pengusaha pertanian yang lebih besar. Dengan kemitraan berdasarkan mutual benefit, kesejahteraan petani akan meningkat lebih baik lagi, karena selain harganya baik, konsumen juga tidak terkena margin tinggi sehingga inflasi dapat dikendalikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan, tahun 2045, jumlah populasi dunia diperkirakan akan menembus 9 miliar jiwa. Sementara itu, populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa. Artinya, kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Peningkatan produksi pangan tersebut memerlukan bibit tanaman pangan yang unggul dan berproduksi tinggi. Namun, kondisi perbibitan dan perbenihan komoditas pangan saat ini masih belum terkoordinasikan secara baik, walaupun telah banyak penelitian dan pengembangan bibit tanaman pangan dilakukan di lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan maupun dari perguruan tinggi di Indonesia.

” Sehari-harinya, bibit dan benih yang beredar sangat beragam, banyak yang belum terstandarisasi dan kadang-kadang bibit dan benih unggul tersebut hilang dari pasaran. Bibit dan benih bersertifikat, jumlahnya masih sangat terbatas, sehingga mengakibatkan harga jual yang cukup mahal, dan banyaknya impor bibit dari luar negeri, untuk memenuhi kekurangan pasokan. Padahal, banyak bibit tanaman impor saat ini, yang tidak sesuai dengan kebutuhan para petani,” tuturnya.

Menurut dia, pemerintah perlu mengeluarkan payung kebijakan yang mengatur tentang perbibitan dan perbenihan komoditas pangan secara nasional, agar dapat terkoordinasi mulai dari pengadaan, pendistribusian, penyimpanan hingga cara menanamnya. Pemerintah juga dirasa perlu menumbuh kembangkan industri pembibitan dan perbenihan dengan memberikan insentif khusus. (red/ju)

Rapat Pleno Kamar MA 2019, Hatta Ali: Jaga Konsistensi dalam Penerapan Hukum

0
Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung 2019 di Bandung

Bandung, BISKOM – Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. DR. H. M. Hatta Ali, membuka secara resmi Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung RI pada Minggu 3 November 2019 yang bertempat di Hotel Intercontinental Dago Pakar,Bandung. Acara ini akanberlangsung hingga 5 November 2019 dan diikuti seluruh Ketua Kamar, para Hakim Agung, para Hakim Ad Hoc, Pejabat Eselon I dan II, para Panmud Perkara, para Panmud Kamar, para Hakim Yustisial di lingkungan Mahkamah Agung RI.

Acara diawali dengan penyampaian Laporan Pelaksanaan Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2019 oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial, DR. H.M. Syarifuddin, SH., MH. yang sekaligus merupakan Ketua Panitia Rapat Pleno Kamar 2019.

Dalam laporannya disampaikan kegiatan Rapat Pleno kali ini diikuti oleh 202 peserta, dengan rincian 195 peserta yang hadir dan 7 peserta yang berhalangan hadir. Lebih lanjut, Syarifuddin mengatakan Rapat Pleno Kamar akan membahas mengenai persoalan-persoalan yang terjadi pada masing-masing kamar dan mencari pemecahan solusi dari persoalan-persoalan tersebut.

Pada kesempatan yang sama Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. DR. H.M. Hatta Ali, menyampaikan arahannya kepada para peserta Rapat Pleno Kamar 2019 tentang tujuan dan esensi pleno kamar, selain itu Hatta Ali juga membahas mengenai pentingnya peran dan profesionalitas Hakim Agung dalam memutus perkara.

Rapat Pleno Mahkamah Agung kali ini merupakan yang ke-8 sejak pertama kali diadakan pada tahun 2012 menyusul pemberlakuan sistem kamar di Mahkamah Agung. Ketua Mahkamah Agung, Prof DR. H. M. Hatta Ali, menekankan kepada seluruh Hakim Agung dan Pejabat di MA agar meningkatkan Profesionalitas dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada Masyarakat, yang salah satunya dengan mempercepat proses penyelesaian perkara serta menjaga kesatuan penerapan hukum dan konsistensi Putusan Mahkamah Agung.

Seperti diketahui bahwa salah satu fungsi Mahkamah Agung yakni sebagai lembaga kasasi. Oleh karena itu, Hakim Agung sebagai pihak yang memegang peran sentral dalam pelaksanaan fungsi kasasi ini harus menyadari fungsi utama Mahkamah Agung tersebut dengan menghindari berbagai bentuk inkonsistensi khususnya inkonsistensi putusan yang akan mengacaukan sasaran yang hendak dicapai oleh lembaga Kasasi untuk menjaga kesatuan hukum.

Inkonsistensi Putusan Mahkamah Agung akan mengakibatkan timbulnya ketidakpastian hukum karena hakim-hakim pada pengadilan-pengadilan di bawah Mahkamah Agung tidak memiliki  panduan dalam menafsirkan dan menyelsaikan permasalahan hukum tertentu. Dalam kondisi demikian, pencari keadilan pun akan merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan putusan yang sesuai dengan preferensi dan ekspektasinya sehingga terus berupaya dan mencoba semua upaya hukum yang tersedia, dan pada pada gilirannya akan menambah jumlah perkara yang masuk ke Mahkamah Agung.

“Olehnya, saya berharap bahwa para Hakim Agung harus memastikan pendapat yang diberikan pada setiap perkara yang ditanganinya diarahkan untuk menjaga kesatuan penerapan hukum secara nasional demi meningkatkan kepastian dan keadilan bagi orang banyak, karena esensi dasar dari penerapan sistem Kamar adalah bagaimana Mahkamah Agung dapat melaksanakan fungsi menjaga kesatuan penerapan hukum,” terang Hatta Ali.

Di satu sisi, Hatta Ali juga menyampaikan bahwa telah banyak perubahan dan pembaharuan yang di lakukan Oleh Mahkamah Agung baik di bidang Teknis Yudisial maupun Non Teknis Yudisial, misalkan seperti E-court/E-litigasi. Perubahan ini tidak hanya menjadi konsumsi di kalangan internal MA namun harus di ketahui dan dirasakan oleh masyarakat pencari keadilan. Oleh karena itu keterbukaan informasi dan distribusi informasi harus terus dimaksimalkan baik menggunakan link internal ataupun dengan rekan-rekan media.

Dalam penyampaiannya, Hatta Ali mengatakan Rapat Pleno kali ini menjadi kesan yang mendalam baginya karena menjadi Rapat Pleno terakhir di masa kepemimpinannya. “Semoga RPK ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang dapat menjadi legacy untuk generasi selanjutnya,” pungkasnya. (Vincent)

Adhyaksa 4×4 Challenge 2019 Berlangsung Dengan Sukses

0
Dr. Arminsyah, S.H., M.Si. Wakil Jaksa Agung RI saat memberikan kata sambutan di kegiatan Adhyaksa 4×4 Challenge 2019.

Tangerang, BISKOM – Adhyaksa Jip Club (AJC) didukung oleh Gazzpoll Racing Team dan Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Adhyaksa 4X4 Challange di Sirkuit Pagedangan BSD City, Kabupaten Tangerang, pada tanggal 1 – 3 Nopember 2019.

Ajang lomba bagi penggemar kendaraan offroad yang bertema Safety No Compromise ini melombakan empat (4) kelas bagi off roader, yaitu meliputi kelas Under 2500 cc (Whinch Electric), kelas Upper 2500 cc (Whinch Electric) dan kelas FFA (Whinch Bebas), serta kelas Legend (Non Whinch), plus kelas khusus para Jaksa dengan total peserta 160 starter dengan total hadiah Rp 107,5 juta serta hadiah satu unit motor Honda CRF untuk juara umum, dengan biaya pendaftaran Rp 1,5 juta per mobil.

Tantangan di Track Offroad Pagedangan, BSD ini sangat unik. Para offroader diharuskan menyelesaikan seluruh SCS dengan waktu tercepat.

Dalam kegiatan ajang Adhyaksa 4X4 Challange di Sirkuit Pagedangan BSD City juga diselenggarakan lomba foto untuk para fotografer otomotif dengan total hadiah sebesar Rp 7,5 juta.

Sebagai informasi bahwa Adhyaksa Jip Club (AJC) adalah komunitas para jaksa yang memiliki hobi yang sama yakni kendaraan 4X4 atau klub offroad para insan kejaksaan dan telah terbentuk sejak dua tahun silam.

Kegiatan AJC untuk penyaluran hobi berkendara di jalur offroad dan olahraga otomotif yang rencananya akan terus dikembangkan menjadi ajang prestasi di dunia otomotif, selain dari itu AJC juga aktif dalam kegiatan bhakti sosial.

Wakil Jaksa Agung RI, Dr. Arminsyah, S.H., M.Si. dalam sambutannya mengatakan; “Adhyaksa 4×4 Challenge 2019 menjadi ajang perkenalan bagi Adhyaksa Jip Club (AJC) dan terbukti telah berhasil menarik animo serta tentunya perhatian dunia otomotif Indonesia, kegiatan kejuaraan ini bukan hanya memperebutkan gelar juara, bukan hanya mengadu strategi dan keahlian para offroader tetapi juga ada nilai ‘Charity’ sebagai bentuk kepedulian pada pondok pesantren dan masjid wilayah kabupaten Tangerang.” ungkap Armin.

Sementara Ketua Panitia Adhyaksa 4X4 Challange, Jaya Kusuma memaparkan; “Adhyaksa 4X4 Challange ini merupakan event offroad pertama kita, karena kita memiliki misi untuk memperkenalkan komunitas kita. Dan kita kerjasama dengan Gazpoll dan Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar event ini. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Jaksa bukan hanya penegak hukum saja tetapi mampu berkontribusi melalui olahraga otomotif,” kata Jaya

“Profesi penegak hukum yang eksis di otomotif itu juga bukan hal mudah. Jadi dengan event ini kita juga minta dukungan dari tokoh-tokoh senior di otomotif. Tujuannya kita melaunching ke temen-teman otomotif baik di IMI ataupun IOF kalau Adhayksia punya klub Jip, AJC sendiri sudah berdiri sejak 2 tahun lalu, komunitas ini berisikan mayoritas mereka yang berprofesi sebagai Jaksa se-Jabodetabek. “Di AJC ini 70 persen isinya Jaksa se-Jabodetabek, ada juga yang di Lampung, Palembang, dan Sumut,” lanjut Jaya.

Jaya menambahkan, “Kami ucapkan banyak syukur atas keberhasilan dalam penyelenggaraan ajang ‘Adhyaksa 4×4 Challenge 2019, ini kerjasama antar seluruh bagian. Walau memang banyak kekurangan sebagai event pertama tetapi akan ada evaluasi agar lebih baik pada penyelenggaraan selanjutnya, rencananya akan ada event serupa pada tahun depan, paling tidak ada satu kali untuk setiap tahunnya, saat ini beberapa member AJC sudah ada yang tampil di Kejurnas Offroad, kita sekarang sudah ada beberapa bibit baru, mungkin kita akan dapat mengirimkan kurang lebih 5 perwakilan lagi dari Adhyaksa (AJC) untuk ikut kejurnas,” tutur Jaya.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, B.Bus. yang hadir dan sempat mencicipi obstacle di Track Offroad Pagedangan – BSD, Tangerang ini mengatakan; “Alhamdulillah ajang Adhyaksa 4×4 Challenge 2019 telah sukses digelar, harapan saya kegiatan ini dapat digelar kembali di Tangerang. Kami dari pemerintahan kabupaten Tangerang selalu mendukung beragam kegiatan otomotif di daerah kami. Perlu diinformasikan bahwa di kabupaten Tangerang merupakan salah satu kabupaten yang kerap dijadikan tuan rumah dalam berbagai kegiatan otomotif, mulai dari kontes hingga balapan. Semoga kegiatan otomotif di Indonesia semakin berkembang.” Tutur Pak Bupati.

Soegiharto Santoso alias Hoky, pemimpin umum Media Biskom yang juga hadir atas udangan Johanis Tanak selaku Ketua Adhyaksa Jip Club, mengatakan; “Ajang kegiatan Adhyaksa 4×4 Challenge 2019 yang digelar di Sirkuit Pagedangan BSD City sangat menarik untuk dihadiri, sebab bisa langsung melihat dan bisa langsung menikmaiti termasuk bisa langsung mencoba secara nyata, bahkan saya dan Bang Tanak bersama rekan-rekan dari Kejagung RI sempat naik mobil Jip roda 6 (enam) yang dikemudikan oleh Bapak Arminsyah, dilintasan sekitar Sirkuit Pagedangan BSD City, Wah lumayan memacu adrenalin, karena pada saat itu saya bersama Yokshan Tanak (putera Bang Tanak) berdiri dibagian belakang mobil Jip-nya.”

Hoky menambahkan, “Kegiatan Adhyaksa 4×4 Challenge 2019 ini benar seperti yang dikatakan oleh Bapak Arminsyah, bukan hanya memperebutkan gelar juara, melainkan ada nilai ‘Charity’ serta dapat pula membuktikan eksistensi, komitmen, serta passion Tim Adhyaksa dalam memajukan olahraga offroad di Indonesia, termasuk kekompakan dan sportivitas serta saling tolong menolong, sehingga meningkatkan sikap gotong royong bagi Tim Adhyaksa maupun masyarakat yang terlibat, sekaligus sebagai wadah saling bersilaturahmi antar penggiat otomotif, semoga kegiatan Adhyaksa 4×4 Challenge tahun depan semakin sukses.” Kata Hoky.

Terlampir dibagian bawah artikel ini, sebagian foto-foto dari dokumentasi kegiatan Adhyaksa 4×4 Challenge 2019 yang sempat diabadikan oleh Tim Biskom dan juga dokumentasi hasil lengkap Adhyaksa 4×4 Challenge:

Artikel Johanis Tanak:

Johanis Tanak Lulus Uji Kompetensi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V

 

Johanis Tanak Raih Gelar Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

Foto-foto dokumentasi kegiatan Adhyaksa 4×4 Challenge 2019:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGAIMANA AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) MENGUBAH SMART CITY

0

By Karim Taslim – Director of PT. Skymind Technology Indonesia (www.skymind.id)

MASA DEPAN YANG DIJANJIKAN OLEH A I

Pada awalnya, Artificial Intelligence (AI) adalah sebuah konsep yang hanya berada di novel dan film dan ini membuat orang-orang terpesona dengannya. Ketika teknologi membuat sebuah pintu yang lebih utama, sektor industri adalah yang pertama mendapatkan banyak maanfaat dari fitur fitur tersebut, termasuk mengurangi beban kerja pekerja dan menurunkan biaya. Namun  kemudian, sejauh mana dampak AI belum sepenuhnya diukur.

Hari ini, Artificial Intelligence (AI) sudah membuat jalannya sendiri, masuk hingga ke dalam rumah kita dan menggabungkan dirinya dengan keseharian kita. Dengan dimasukkannya AI, berpotensi untuk mengubah cara kita menjalani hidup. Para pebinsis meperkirakan bahwa di tahun 2020, 85% interaksi dengan customer akan dilakukan tanpa manusia.

KEKUATAN EKONOMI DITENTUKAN OLEH ZAMAN TEKNOLOGI

Para pemimpin dunia melihat bahwa Artificial Intelligence sangat membantu untuk perkembangan ekspansi besar dan menyebar di seluruh dunia. Banyak negara mengembangkan strategi Artificial Intelligence untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui investasi, insentif, perkembangan talent dan manejemen resiko. Artificial Intelligence sangat penting untuk generasi selanjutnya dalam perkembangan teknologi, para pemimpin merasa khawatir bahwa mereka akan tertinggal di belakang dan tidak menerima keuntungan.

VISI DARI SMART CITY

“AI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP”

Dalam perubahan dengan program dengan Smart City, Skymind Smart City dikembangan untuk meningkatkan upaya untuk mempromosikan dan menerapkan insiatif dari kota pintar ini, termasuk warga, mobilitas, standard hidup, lingkungan dan pemerintah. Menanamkan teknologi Artificial Intelligence untuk membuat infrastruktur yang cerdas dan mandiri tidak hanya akan mengaktifkan materialisasi dari kata “Cerdas” ini tetapi juga mengakselerisasi proses, membuat lingkungan langsung untuk IoT (Internet Of Things).

SKYMIND SMART CITY

Konsep Skymind Smart City terdiri dari 4 Layer:

  1. Layer Pertama, yaitu Pondasi TIK (Teknologi Informasi & Telekomunikasi) serta Infrastruktur. Pondasi ini sangat penting dan memegang peranan vital bagi pengembangan sebuah Smart City. Jaringan kabel optik (kabel data), telephone, listrik, tv cable, telah dirancang dengan jelas penempatannya. Yang paling ideal adalah ditempatkan di bawah tanah (under ground), di dalam saluran-saluran pipa yang kedap air, tahan korosi, tahan goncangan dan juga tahan terhadap suhu tinggi. Perancangan cabling under ground ini harus dilengkapi dengan titik-titik akses untuk pemeliharaan ataun perbaikan. Yang tidak kalah penting adalah, adanya kontigensi plan untuk meng-antisipasi factor force majeur (bencana alam, huru hara, peperangan, dll). Tentu saja kontigensi plan ini akan diprioritaskan pada titik-titik yang merupkan simpul penghubung ke pusat-pusat pelayanan public dan asset vital negara.
  1.  Layer Kedua, perancangan system pengawasan / pengamatan, sensor (deteksi) dan keamanan (Sensor & Surveillance System). Termasuk di dalamnya, titik-titik penempatan kamera CCTV (area public, area vital, tapal batas kota, dll), sensor kecepatan kendaraan, sensor deteksi gempa, sensor suhu / cuaca / udara, sensor deteksi banjir (ketinggian permukaan air). Keseluruhan sensor dan system surveillance ini, terhubung/terkoneksi melalui jaringan infrastruktur (layer pertama).
  1. Layer Ketiga, perancangan system digitalisasi industri. Yang dimaksud dengan digitalisasi industri, yaitu mengubah komunikasi, interaksi, dan fungsi industri menjadi digital. Pada penerapan bisnis, digitalisasi melakukan transformasi proses bisnis, fungsi dan model bisnis diaplikasikan pada teknologi digital. Sederhananya digitalisasi bisnis merupakan proses transformasi bisnis dari konsep konvensional menjadi virtual, meliputi proses transaksi dan penerapan sistem perusahaan. Tujuannya mempercepat efisiensi kerja, mengurangi penggunaan manusia dan untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak serta mencakup secara global. Termasuk di dalamnya: penggunaan Cash Register (POS – Point Of Sales) Machine yang terhubung secara online ke Dipenda / Bapenda / Dinas Pajak, Platform Marketplace untuk para UMKM, Platform pemesanan transportasi online, Instrument e-wallet atau e-money untuk menggantikan system transaksi konvensional, hingga penerapan system aplikasi ePayroll di dalam perusahaan, dsb.

  1. Layer Keempat, perancangan system analytic dan data processing (Master Brain of AI). Setelah Layer Ketiga dijalankan, dan data-data digital mulai terkumpul, maka Layer berikutnya adalah tahapan untuk mendayagunakan data-data yang telah terkumpul tersebut, untuk dianalisa, dipetakan serta dirangkai dengan menggunakan teknik AI. Dengan teknik AI yang tepat, dapat diketahui berbagai pola, karakteristik dan kecenderungan konsumen / warga / komunitas tertentu di dalam keseharian mereka. Bagi Pemerintah, data-data ini dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha di dalam membayar pajak. Bagi Badan Keamanan Negara, data-data yang terkumpul melalui system surveillance akan sangat bermanfaat untuk mendeteksi secara dini potensi-potensi gangguan keamanan, semisal ketika ada demonstrasi (unjuk rasa) yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa tertentu, dengan bantuan teknik AI, system dapat mengenali wajah-wajah pendemo, mana yang betul-betul merupakan mahasiswa dan mana yang bukan (penyusup). Bagi UMKM, data-data transaksi pelanggan dapat membantu mereka di dalam berinovasi dan pengembangan produk-produk baru yang sesuai dengan Trend dan kebutuhan pasar.

SKYMIND MEMBANGUN PRASARANA AI

UNTUK PERUSAHAAN, INDUSTRI DAN PEMERINTAH

Skymind menawarkan Platform yang memungkinkan Data Scientist dan Team IT membuat prototype dengan cepat, menyebarkan, memelihara, menjaga dan melatih ulang alur kerja Machine Learning  yang mempercepat waktu untuk menilai dan mengevaluasi.

Skymind juga membangun infrastruktur AI untuk model operasi di dalam skala produksi. Skymind menciptakan framework Deeplearning4j (DL4J), open-source AI yang paling banyak digunakan, untuk memaksimalkan pemanfaatan AI bagi korporasi besar secara global, dari banking hingga e-commerce.

Ada Lebih dari 350 perusahaan di antara 500 perusahaan yang berada di dalam daftar Fortune 500 Companies, yang telah menggunakan Skymind.

PT Skymind Technology Indonesia menjadi salah satu sponsor dalam kegiatan Closing 100 Kota Smart City Indonesia pada 4-6 November 2019 di Balai Sudirman Jakarta. Kunjungi booth dan ikuti sessi khusus membahas hal tersebut pada tanggal 5 Nov 2019.

PT Skymind Technology Indonesia merupakan anggota dari Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) DPD DKI Jakarta.

Philips Tetapkan Standar LED EyeComfort

0

Jakarta, Biskom- Peringati World Sight Day yang jatuh pada 10 Oktober tahun ini, Philips LED menetapkan kriteria EyeComfort untuk lampu LED-nya. Langkah ini diambil Signify  yang menekankan pentingnya pencahayaan berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan produktivitas manusia tanpa membuat mata lelah.

Selain itu, Signify Indonesia  juga berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) untuk mendukung visi pemerintah dalam mengembangkan SDM  yang lebih kuat dan lebih kompetitif melalui kampanye pentingnya merawat mata.

“Terkait dengan peringatan World Sight Day “Vision First”, kami ingin menekankan kembali pentingnya memiliki pencahayaan yang nyaman di mata, yang  mendukung kesehatan mata dalam jangka panjang,” kata Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia di Jakarta, (30/10).

Pada acara ini, Signify  mengadakan diskusi seputar “Mata Sehat Mendukung SDM Hebat,” dengan nara sumber  Tri Rahayu dari Perdami, Rita Ramayulis, nutrisionis, dan Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia, dengan moderator  Lea Indra, Head of Integrated Communications Signify Indonesia.

Talkshow ini  membahas bagaimana penglihatan seringkali terabaikan di samping peran vitalnya dalam membantu mewujudkan cita-cita dan menjadi saksi banyak peristiwa berharga dalam hidup kita.

Lebih lanjut  dijelaskan Rami  mengenai penelitian Signify di Indonesia yang menyebutkan  bahwa 74% masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 8  jam sehari di area dengan pencahayaan buatan. Jumlah yang lebih tinggi, 80% (dibandingkan 77% konsumen secara global), bahkan menyetujui bahwa pencahayaan yang baik di rumah meningkatkan produktivitas harian mereka.

Masalahnya, pencahayaan buruk dalam ruangan dapat mempengaruhi penglihatan mereka. Setengah dari konsumen Indonesia mengakui mengalami mata lelah dan hampir setengah (45%) mengalami penglihatan kabur atau sakit kepala.

Sedangkan  untuk melihat perilaku orang terhadap pencahayaan,  hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 50% responden di Indonesia khawatir kehilangan penglihatan mereka, yang berada di posisi kedua setelah rasa takut akan kehilangan ingatan mereka (52%) saat menua. Selain itu ditemukan bahwa 68% lebih suka kehilangan pendengaran daripada penglihatan mereka (32%).

Meskipun 83% setuju bahwa pencahayaan yang baik bermanfaat bagi kesehatan mata, 34% responden mengakui bahwa pencahayaan di rumah mereka tidak nyaman bagi mata mereka. Terkait hal ini, sebagian besar responden Indonesia (90%) tertarik untuk membeli bohlam yang dapat menghasilkan cahaya yang nyaman bagi mata mereka.

Di tingkat dunia, penelitian Signify menyoroti fakta bahwa 86% responden percaya jika pencahayaan yang baik bermanfaat bagi kesehatan mata; namun, dalam hal menjaga kesehatan pribadi, 66,6% dari mereka tidak merawat mata mereka seperti seharusnya, bahkan untuk hal semudah melakukan pemeriksaan mata rutin.

Diketahui, pada  tahun lalu, perusahaan hadirkan  bohlam Philips LED MyCare yang dilengkapi dengan paten teknologi Interlaced Optics untuk meningkatkan kenyamanan mata. Desainnya terinspirasi oleh pola biji bunga matahari yang memantulkan cahaya yang  luas dan merata.

“Sejak 2011, kami telah berhasil mendorong konsumen untuk menggunakan pencahayaan LED. Selain mendapatkan semua manfaat lampu LED, konsumen kini sekaligus dapat menikmati inovasi ramah di mata Philips pada bohlam yang sama,” tambah Rami.

Dalam kesempatan ini, Signify juga memamerkan rangkaian baru produk Philips LED EyeComfort. Selain bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics yang diluncurkan sebelumnya, kini ada Philips MyCare LEDstick.

Philips LED downlight Meson hadir dalam bentuk bundar dan persegi, sedangkan varian yang dipasang di permukaan tersedia dalam bentuk bundar dan bingkai ramping yang dirancang khusus dengan penyebar sangat besar menghasilkan cahaya terang dengan distribusi seragam untuk ruangan yang ada. (red/ju)