Home Blog Page 836

Pertamina & ITB Terapkan Co-Processing Katalis Merah-Putih di Kilang Dumai

0

Dumai, Biskom – PT Pertamina (Persero) berhasil menerapkan  co-processing di Kilang Pertamina RU II Dumai untuk menciptakan bahan bakar nabati dengan jenis gasoil (minyak solar).

Co-processing atau pengolahan bahan bakar dengan penggabungan bahan baku minyak fosil dan bahan baku minyak nabati ini dilaksanakan dengan menggunakan katalis berteknologi tinggi hasil pengembangan yang dilaksanakan di Research and Technology Center Pertamina bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).

General Manager Pertamina RU (Refinery Unit) II, Nandang Kurnaedi mengatakan implementasi proses pengolahan BBM nabati di Kilang RU II Dumai merupakan batu loncatan besar dalam perkembangan teknologi di Indonesia sekaligus mendorong pengurangan impor minyak mentah.

“Kita perlu berbangga hati bahwa anak bangsa dapat menciptakan katalis yang selama ini didapatkan dari luar negeri. Setelah melalui beberapa tahun penelitian, katalis yang diberi nama Katalis Merah Putih ini telah siap digunakan,” ungkap Nandang di saat peninjauan Uji Komersialisasi Katalis “Merah-Putih” oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir di Kilang Pertamina Unit DHDT Kilang RU II Dumai, Riau pada Kamis (16/5).

Pengembangan katalis ini telah dilakukan sejak 2008 hingga terciptanya katalis generasi kedua yang telah secara optimal mejadi elemen pendukung co-processing di Kilang RU II Dumai. Seluruh proses pengembangan katalis, lanjutnya, dilaksanakan oleh putera puteri terbaik bangsa dan diujicoba di Kilang Pertamina.

Setelah berhasil menciptakan katalis, pengolahan CPO dilakukan di fasilitas Distillate Hydrotreating Unit (DHDT) yang berada di kilang Pertamina Dumai, berkapasitas 12.6 MBSD (Million Barel Steam Per Day). Penggantian katalis lama dengan versi baru ciptaan dalam negeri mulai dijalankan pada Februari 2019. Injeksi bahan baku minyak nabati mulai dilaksanakan pada Maret 2019.

“Dari hasil uji coba, pengolahan dengan sistem co-processing di unit DHDT ini dapat menyerap feed RBDPO hingga 12%. Pencampuran langsung RBDPO dengan bahan bakar fosil di kilang ini secara teknis lebih sempurna dengan proses kimia, sehingga menghasilkan komponen gasoil dengan kualitas lebih tinggi karena angka cetane mengalami peningkatan hingga 58 dengan kandungan sulphur lebih rendah,” ungkap Nandang.

Adapun CPO yang digunakan adalah jenis crude palm oil yang telah diolah dan dibersihkan getah serta baunya atau dikenal dengan nama RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil). RBDPO tersebut kemudian dicampur dengan sumber bahan bakar fosil di kilang dan diolah dengan proses kimia sehingga menghasilkan bahan bakar solar ramah lingkungan.

Sementara itu, Dirjen  Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe yang mendampingi Menrisekdikti mengatakan program uji komersial katalis merah-putih ini antara lain bertujuan untuk mengevaluasi kinerja katalis pada skala operasi komersial untuk menghasilkan green diesel. Menurutnya, katalis merah putih ini memiliki kualitas dan komponen lebih bagus dengan harga lebih murah dari katalis impor.

Katalis, terang Jumain, merupakan zat yang dapat mempercepat reaksi hingga miliaran bahkan triliunan kali lipat. Kemampuan katalis ini memberi peluang untuk menyelenggarakan reaksi pada kondisi yang lebih lunak (temperatur dan tekanan rendah) dengan laju dan selektivitas yang tinggi.

“Kemampuannya ini menyebabkan katalis menjadi kunci pengembangan dan penyelenggaraan industri kimia, perminyakan, polimer, oleokimia, dan pelestarian lingkungan,” lanjutnya.

Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK) ITB telah melakukan penelitian di bidang energi terbarukan sejak 1982. Saat ini TRKK-ITB berhasil mengembangkan beberapa katalis untuk pengolahan minyak mentah dan produksi bahan bakar nabati, dan proses produksi bahan bakar nabati dari minyak sawit. Beberapa katalis pengolahan minyak bumi yang dikembangkan bersama PT Pertamina telah dikomersialkan dan telah digunakan di berbagai kilang milik Pertamina.

Kemenristekdikti, terang Jumain, telah mendukung inovasi dari ITB melalui program Inovasi Perguruan Tinggi di Industri (IPTI) sejak 2017. Program uji komersial katalis merah-putih, terang Jumain, merupakan salah satu tonggak (milestone) program IPTI: Penguatan Inovasi dan Pengembangan Produksi Katalis “Merah-Putih” yang didukung oleh Direktorat Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

Untuk itu, telah disusun roadmap teaching industry Pabrik-katalis pendidikan untuk jangka pendek (2017-2019), jangka menengah (2020-2022), dan jangka panjang (2024-2026) dengan memperhatikan aspek pendidikan, inovasi, dan implementasi industri. Untuk menghasilkan teknologi proses pada jangka panjang dan pabrik katalis nasional pada jangka menengah, kegiatan jangka pendek berfokus pada pembangunan pabrik-katalis pendidikan dan percepatan formulasi katalis.

Fokus pada tahun pertama adalah pembangunan pabrik-katalis untuk pendidikan (Teaching Industry/Factory) di Laboratorium TRKK ITB yang diresmikan pada 11 Oktober 2018. Pabrik-katalis untuk pendidikan ini memiliki kedudukan yang strategis dalam menyelaraskan usaha-usaha komersialisasi hasil-hasil penelitian dalam bidang teknik reaksi kimia dan katalisis.

“Setelah ujicoba katalis ini, industri katalis akan dibangun. Rencananya tahun ini peletakan batu pertama di Purwakarta, Jawa Barat,” pungkasnya. (red/ju)

Pertamina Implementasi Katalis Merah Putih ITB

0

Dumai, Biskom – PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil memproduksi green diesel atau solar nabati D-10 dengan kandungan 87,5 persen solar minyak bumi dan 12,5 persen minyak sawit. Keberhasilan ini berkat Katalis Merah Putih yang dikembangkan Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis Institut Teknologi Bandung (TRKK ITB) dan diproduksi oleh PT Pupuk Kujang.

Percepatan inovasi dan pengembangan katalis merah-putih ini mendapat dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui program Inovasi Perguruan Tinggi di Industri (IPTI) tahun 2017, 2018, dan 2019.

“Ternyata kita mampu (produksi green diesel). Kualitasnya juga jauh lebih baik. Pertamina baru mampu menghasilkan dua belas ribu barel per hari. Kalau sepuluh persennya dari sawit, kita hemat seribu dua ratus barel per hari. Sekarang (komposisi sawitnya) di angka 12,5 persen. Ini harus kita tingkatkan terus supaya menjadi lebih baik di angka 20 persen atau 30 persen,” ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir saat mengunjungi Pengolahan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) Menjadi Green Diesel atau Diesel Nabati Dengan Teknologi Co-Processing di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai, Riau pada Kamis (16/5).

Dalam kesempatan ini Menristekdikti menyatakan Indonesia dapat menghemat solar dari minyak bumi yang mayoritas diimpor. Minyak bumi tersebut digantikan dengan minyak sawit yang sudah diolah hingga mencapai RBDPO atau minyak sawit tersuling, cerah, dan tak berbau.

“Misal kandungan sawitnya itu 10 persen, dalam satu tahun Indonesia bisa kurangi 10 persen dari total impor (minyak bumi) yang habiskan 17,6 miliar Dollar per tahun, bisa menghemat sepuluh persen atau 1,6 miliar Dollar per tahun atau 25 triliun Rupiah,” ungkap Menristekdikti.

Saat ini green diesel atau solar nabati yang diproduksi Pertamina sudah memiliki 12,5 persen kandungan minyak sawit, sehingga penghematan impor bahan bakar fosil yang digunakan untuk solar dapat dikurangi. Jumlah impor yang mencapai ratusan triliun Rupiah membuat Indonesia harus mencari sumber energi nabati.

“Kalau kita naikan sawitnya menjadi 12,5 persen, kita hemat di angka 31,25 triliun Rupiah. Impor kita mencapai 250 Triliun per tahun. Ini harus kita hemat. Ini yang harus kita tingkatkan kapasitas sawitnya,” harap Nasir.

Green diesel atau solar nabati yang diproduksi Pertamina dengan Katalis Merah Putih dari ITB ini tidak hanya menghemat anggaran impor bahan bakar dari fosil, tetapi juga memiliki cetane atau tingkat pembakaran diesel yang lebih bersih dengan emisi atau polusi udara yang lebih sedikit.

“Hasilnya juga dari kualitas. Kalau dengan fosil murni, cetane number-nya 51 persen. Kalau dari hasil Katalis Merah Putih ini, cetane-nya 58 persen, jauh lebih baik dan lebih bersih. Nanti pembakarannya lebih sempurna. Ini yang belum pernah ada di Indonesia, bahkan di dunia,” ungkap Nasir.

General Manager Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai Nandang Kurnaedi mengungkapkan Pertamina sedang mempertimbangkan untuk memproduksi lebih banyak greed diesel D-10.

“Ke depannya untuk swasembada energi, ini akan jadi prospek yang lebih bagus lagi. Untuk target, saya belum bisa tentukan, perlu koordinasi dengan Jakarta, tapi dengan hasil ini kemungkinan pada 2020 engineering-nya mulai,” ungkap Nandang Kurnaedi.

Katalis Merah Putih yang berhasil dimanfaatkan di Pertamina Refinery Unit II Dumai ini adalah hasil kerja sama ITB dengan Research Technology Center (RTC) Pertamina. Pertamina mendukung Katalis Merah Putih melalui pengujian Katalis Merah Putih dengan reaktor yang dimiliki RTC Pertamina selama lebih dari 10 bulan.

Kemenristekdikti telah mendukung inovasi dari ITB ini sejak 2017 melalui program Inovasi Perguruan Tinggi di Industri (IPTI). Salah satunya melalui peresmian Industri Katalis Pendidikan di Laboratorium TRKK ITB pada 11 Oktober 2018. (red/ju)

KAMI dan SAI Bersama Kak Seto Ajak Masyarakat Jadi Sahabat Anak Yatim

0

 

Jakarta, BISKOM – Dalam rangka Ramadhan, Yayasan Koalisi Anak Madani Indonesia (KAMI) dan Sahabat Anak Indonesia (SAI) bersama Kak Seto menghibur riang gembira ke sekolah-sekolah dan Bukber Roadshow kebeberapa sekolah dan akan dilakukan  di kediaman Kak Seto, pada hari Minggu, 26 Mei 2019 bersama ratusan anak Yatim, kegiatan ini akan ditutup dengan acara Shopping Bareng untuk anak Yatim, hari Senin 27 Mei 2019.

Ramadhan menjadi moment dekatkan ketauladanan dan panutan Kak Seto ke dunia anak agar Orang Tua bisa menjadi Role Model anak terbaik.

Rangkaian Roadshow acara :

  1. Senin, 13 Mei 2019 Pk 15.30-18.00, di SDN Pondok Kelapa 05, JakTim, bersama dgn 400 anak & Orang Tua.
  1. Selasa, 14 Mei 2019 Pk 15.30-18.00, di SDN Gunung Sahari Utara 01, JakPus, bersama dgn 300 anak.
  1. Jumat, 17 Mei 2019 Pk 15.30-18.00, di SDN Kenari 7 & 8 Salemba, JakPus, bersama dgn 400 anak.
  1. Selasa, 21 Mei 2019 Pk 15.30-18.00, di MI Mazroa’tul Ulum, Cileduk – Tangerang Selatan, bersama dgn 400 anak.
  1. Minggu, 26 Mei 2019, Pk 15.30-18.00, di Kediaman Kak Seto, di Taman Cirendeu Permai Ciputat, bersama Sahabat Anak Indonesia (SAI).
  1. Senin, 27 Mei 2019 Pk 16.00-18.00, Shopping Bersama Anak Yatim – Lebaran Bersama JAGAT, dengan target 500 Anak Yatim Sayati dan DKI di Matahari Dept Store, Mal Atrium Senen, JakPus, bersama Kak Seto, Jefri Nichol, Syifa Hadju, Yoriko, bersama Artis Cilik lainnya.

Soegiharto Santoso atau Kak Hoky selaku Sekjen KAMI mengatakan; “Sesungguhnya kita semua wajib menjadi Sahabat Yatim dengan cara memberikan donasi uang belanja secara langsung Rp 350.000,- per-anak Yatim, karena mereka juga berhak Lebaran dengan baju, celana dan sepatu baru, dalam kegiatan ini Bapak/ Ibu selaku pihak yang memberikan donasi, langsung hadir mendampingi anak-anak Yatim belanja dan memilih sendiri, uang bukan diberikan kepada panitia, tetapi langsung untuk belanja bersama-sama anak-anak yatim yang telah terdata dan akan hadir di Matahari Dept Store Mall Atrium Senen, pada hari Senin, 27 Mei 2019 mendatang, oleh karena itu jangan sampai Bapak/ Ibu serta teman-teman melewatkan kesempatan ini.”

Kak Hoky juga menyampaikan bahwa kepedulian dan kegiatan membantu anak-anak Yatim ini selalu didukung oleh Bang Johanis Tanak yang merupakan sahabat sekaligus kerabat dari keluarganya, dimana disampaikan oleh beliau bahwa ‘kita harus peduli dengan anak-anak yatim, karena menyantuni anak yatim adalah wujud kasih kepada Tuhan dan kepada sesama, kata Bang Tanak.’

Jika Bapak/ Ibu  serta teman-teman berhalangan hadir, namun tetap ingin berpatispasi dapat menghubungi Kak Vincent via WA: +62 818-0595-6677 agar donasi dapat tetap disalurkan kepada anak-anak yatim atau langsung transfer ke Rekening Yayasan Koalisi Anak Madani Indonesia di Bank DKI Cabang Juanda Nomor Rekening: 10111093972 dengan mengirimkan informasi nama Bapak/ Ibu  serta teman-teman ke Kak Vincent.

Bahwa sebelumnya, yaitu pada awal tahun Yayasan Koalisi Anak Madani Indonesia (KAMI),  juga turut bersama tidak kurang dari 15-an lebih organisasi madani dan perlindungan anak yang ada di SAI- Sahabat Anak Indonesia seperti Klinik Digital Vokasi Komunikasi UI, LPAI, Jefri Nichol Fans Club, Sahabat Yatim Indonesia, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Alumni SMA 35 Jakarta, Alumni SMAN 35 Jakarta, Paud Igra, Forum Paud sampai pihak Mayora dan CT ARSA ikut berpartisipasi mensukseskan gagasan donasi Gerakan Nasional 1 Juta Boneka untuk Senyum Anak Indonesia dan diserahkan kepada anak korban bencana di Banten.

Selengkapnya dapat membaca melalui media Biskom pada artikel: Mendikbud Muhadjir Pimpin Pencanangan Gerakan Nasional 1 Juta Boneka; Awesome ! (Red)

Artikel Terkait:

Johanis Tanak Raih Gelar Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

KAMI Sambangi Panti Asuhan Anak-Anak Yatim Kencana Bejana Rohani (KBR) / ST. Teresa Of Calcutta di Depok.

KAMI Bersama Anak Panti Asuhan Pancasila Theresa Calcutta Melakukan Audiensi Dengan Menteri PPPA

KAMI: Mendikbud Muhadjir Pimpin Pencanangan Gerakan Nasional 1 Juta Boneka; Awesome !

KAMI Selenggarakan Ramadhan Bincang Anak 1437H: Ayo Jadi Sahabat Anak!

KAMI Anugerahkan “Untuk Angeline Award 2016” Kepada Penggiat Anak

 

 

 

 

Kidventure Academy Bawa Pendidikan Finlandia-Asia ke Jakarta

0

Jakarta, Biskom – Kidventure Academy dan ACE Edventure Group dari Malaysia mengumumkan kolaborasinya di Indonesia yang akan dimulai dengan Kidventure Academy Preschool di Kensington Royal Suites, Kelapa Gading. Program ini merupakan pendidikan perpaduan Finlandia-Asia non-konvensional yang berbasis kewirausahaan untuk anak-anak usia 2-6 tahun.

ACE EdVenture didirikan pada tahun 1955 oleh seorang guru, CEO, dan edupreneur, Anne Tham yang hingga saat ini masih mengelola beberapa pusat bahasa dan dua sekolah internasional, Sri Emas International School dan Dwi Emas International School (Malaysia’s first ever entrepreneurial school). Pendidikan entrepreneurial, yang diajarkan kepada anak-anak melalui Program Powerpreneur, merupakan keistimewaan dari gerakan pendidikan ini dengan keyakinan bahwa keterampilan entrepreneurial adalah yang dibutuhkan untuk kemajuan anak-anak di masa depan.

Yulianti Gunawan, ibu dari 4 anak dan juga CEO Kidventure Academy menambahkan, “Entrepreneurship adalah sebuah keahlian dan cara berpikir. Kami sangat bersemangat dalam memberdayakan anak-anak untuk berinovasi, berkreasi dan menggali potensi mereka.”

Dengan 25 tahun rekam jejak yang sukses, ACE EdVenture merupakan pelopor dalam pendidikan non-konvensional yang mengutamakan kegembiraan dan keterlibatan siswanya sekaligus menyiapkan mereka untuk menghadapi ujian yang ketat, sebuah elemen yang masih penting dalam pendidikan di Asia.

Anne mengatakan,  pendidikan di Finlandia yang melibatkan banyak permainan diakui sebagai yang terbaik di dunia, namun konsep ini masih begitu asing untuk orang tua di Asia.  Dan, ACE EdVenture) memiliki keahlian dalam pendekatan yang menyenangkan dan holistik untuk pelajaran-pelajaran akademik yang serius tanpa melupakan nilai-nilai Asia.

“Kami merasa kolaborasi ini akan dapat diterima dengan baik oleh keluarga Asia yang mencari pendidikan berkualitas yang dapat memperlengkapi anak-anak mereka untuk menyongsong masa depan.” “Melalui sekolah ini diharapkan banyak orang tua mengerti bahwa entrepreneurship mindset dan teknologi bisa diajarkan sejak dini,” tambah Yulianti yang biasa disapa Iyoel.

Komponen-komponen Finlandia yang dapat diharapkan orang tua dari Kidventure Academy adalah pedagogi inti TinyApp (yang dikembangkan oleh Taina Mikkola dan Rintakorpi Kati) dan asisten pedagogis pintar mereka yang membantu guru dan orang tua untuk memvisualisasi pembelajaran dan perkembangan anak mereka. Selain itu, ada juga Kide Science, sebuah program yang mengajarkan sains melalui permainan untuk anak-anak usia 3 hingga 8 tahun.

Kidventure Academy Preschool merupakan yang pertama dalam melakukan gerakan kolaborasi ini sebagai suatu bentuk reinvent education di Jakarta. Orangtua dapat menantikan Kidventure Academy untuk SD dan SMP dengan program Finlandia-Asia berbasis entrepreneurial dalam tiga tahun ke depan. (red)

Ayo Mainkan Game Hago Lipstick Challenge

0

Jakarta, Biskom- Siapa yang tidak kenal dengan Hago? Ada yang seru dan unik dari Hago, platform casual game yang telah diunduh oleh puluhan juta orang di Indonesia dan menguasai top ranks di Google Playstore, hari ini meluncurkan game “Lipstick Challenge”. Game ini hadir dengan keseruan dan tantangan tersendiri karena mampukah Anda mendapatkan hadiah HP Honor, AXIS Hyphone, voucher pulsa, dan yang uniik adalah branded lipstick sebagai hadiah lainnya yakni MAC dan MAKEOVER.

Lipstick Challenge dapat dimainkan di platform Hago mulai 10 – 20 Mei 2019 yang didukung oleh AXIS dan Honor. Ini akan menjadi casual game yang paling menantang, karena kelihatannya mudah dimainkan tapi Anda akan dituntut kejelian untuk memenangkan hadiahnya secara langsung.

“Kami sangat senang mengumumkan bahwa game inovatif ini diluncurkan secara resmi di Indonesia dengan hadiah menarik. Kami ingin memberi tahu jutaan pengguna di Indonesia dan mengundang mereka untuk memainkan gamenya. Setelah beberapa game di platform Hago menjadi favorit jutaan pengguna, kami percaya Lipstick Challenge akan menjadi game yang populer di bulan ini, “kata Valen, Country Manager Hago Indonesia.

Inilah cara memainkan game ini. Untuk pengguna Hago, Anda dapat segera menemukan ini dalam pemilihan game. Sedangkan untuk pengguna baru, Hago tersedia di Android dan iOS sehingga Anda harus segera mengunduh Hago di Google Playstore dan Apple Store.

“Lipstick Challenge” adalah gim seru yang mengambil tema dart. Untuk memulai, Anda akan diberikan 5 tiket yang digunakan untuk target hadiah yang dipilih. Setelah itu, Anda dapat membuang lipstik langsung ke roda berputar sesuai dengan kuota yang diberikan di setiap levelnya. Jika Anda dapat lulus pada tiga level, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang telah Anda pilih. (red)

Uniview hadirkan CCTV berteknologi Pixel Sense

0

Jakarta, Biskom – Uniview (UNV), memperkenalkan produk lineup terbarunya yang  diklaim  memiliki teknologi teranyar yaitu Pixel Sense.  teknologi Pixel Sense ini dapat mendeteksi perubahan siang dan malan (terang dan gelap) berbasis pengolahan Citra perangkat lunas cerdas. Dengan cara ini kamera bisa lebih akurat dalam memicu IR Cut.

Vice President International Business Department of Uniview, Mr Janson mengatakan.  UNV juga menghadirkan barisan lengkap produk IP video surveillance yaitu IP, NVR, encoder, decoder, penyimpanan perangkat lunak dan aplikasi klien.

Dibawah pemasaran PT. Pasifik Teknologi Indonesia (PTI), Uniview menyasar beragam pasar vertikal termasuk bangunan, ritel, industri, pengawasan kota, pendidikan dan komersial.

“Berdasarkan lembaga survei, IHS Reserach, Uniview menduduki posisi ketiga di Cina dan nomor enam untuk Global Marketing Share di dunia serta pemain terbesar kedua di segmen high-end video surveilance di Cina,” ujar Mr Janson di Jakarta, Jumat (10/5).

Sementara itu, Nicko Christian, Presiden Direktur  PT. Pasifik Teknologi Indonesia (PTI) mengatakan, untuk memperkuat strategi pemasaran produk-produk Uniview di Indonesia, PTI memastikan pihaknya akan memberikan layanan purna jual maksimal.

Pasifik Teknologi Indonesia selaku National Distributor untuk merek ternama perangkat kamera closed circiut television camera (CCTV) di pasar dunia.

Sementara UNV Director of Asia Pacific Department Zion Wan, dipilihnya PTI sebagai mitra distributor, Uniview memilih PTI sebagai distributor resmi di Indonesia karena pihaknya menilai PTI tumbuh berkembang secara signifikan dan kosisten untuk menjadi distributor terdepan.

Pertimbangan lainnya ialah ekosistem yang luas yang dimiliki PTI. Saat ini PTI memiliki lebih dari 1.000 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Diterangkan Yeremia Sunardi, Product Manager of PTI, “Produk UNV menyasar tiga segmen, yakni project, korporat, dan ritel. Untuk produk baru ini, kami menyasar pasar ritel. Harapannya, dengan produk baru ini, UNV akan memperoleh market share 10-20% hingga akhir tahun 2019 ini,” patoknya. (red)

 

Gojek Perkenalkan Go-Give

0

GOJEK meluncurkan GO-GIVE sebagai inovasi terbaru untuk para pelanggan melakukan donasi, Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS), berkolaborasi dengan situs penggalangan dana terkemuka di Indonesia, Kitabisa.com.

Melalui penggunaan GO-PAY, GO-GIVE menjanjikan para penggunanya akan transaksi yang lebih aman, transparan, mudah, dan efisien, hanya dalam satu aplikasi GOJEK.

GO-GIVE dapat diakses sebagai layanan utama GOJEK mulai pertengahan Mei 2019, setelah sebelumnya tersedia dalam bentuk shuffle card sejak November 2018 .

Dalam waktu enam bulan sebagai shuffle card, GO-GIVE telah memfasilitasi 343 kampanye kebaikan dan mengumpulkan dana sejumlah Rp2,3 miliar dari 75.000 donatur.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Chief Corporate Affairs GOJEK Nila Marita mengatakan, inovasi ini sejalan dengan misi GOJEK untuk menggunakan teknologi dalam memudahkan kehidupan dan memberikan dampak sosial kepada masyarakat luas.

“Kami percaya posisi kami sebagai aplikasi on-demand dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia akan memperluas jangkauan GO-GIVE sehingga dapat menginspirasi semakin banyak lagi masyarakat Indonesia untuk berbagi kebaikan dan memberikan dampak sosial,” katanya di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Head of Third Party Platform GOJEK Sony Radhityo menambahkan layanan GO-GIVE yang ada dalam aplikasi GOJEK melengkapi 22 layanan dan lima fitur yang kini ada dalam ekosistem GOJEK.

Melalui layanan GO-GIVE, pengguna bisa memilih untuk berdonasi, bersedekah, berzakat, bahkan menghitung zakatnya. “Sekarang jika mau berdonasi, bersedekah hingga berzakat, ya bisa ‘GOJEK’in aja.”

Berkembangnya GO-GIVE menjadi salah satu layanan utama dalam ekosistem GOJEK menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan dan kenyamanan dalam berdonasi.

Di Indonesia, tren donasi online meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2017-2018.

“Ramadan tahun lalu, jumlah donasi digital yang terhimpun dengan memanfaatkan aplikasi GOJEK juga secara signifikan meningkat, yaitu 12 kali dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya,” ujarnya.

CEO Kitabisa.com Alfatih Timur yang turut hadir dalam konferensi pers menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara pihaknya dengan GOJEK.

Dia yakin ekosistem GOJEK dapat mendukung pencapaian tujuan ini. Apalagi dengan GO-PAY, transaksi donasi, sedekah dan zakat menjadi sangat mudah dan sederhana.

GO-GIVE merupakan wujud nyata dari kolaborasi GOJEK dan Kitabisa.com ke tahap selanjutnya.

“Kami berharap seamless experience yang ditawarkan oleh kolaborasi GOJEK dengan Kitabisa.com akan mendorong lebih banyak lagi orang baik untuk berdonasi kapan saja, di mana saja,” jelasnya. (moc)

 

Hakim Kena OTT KPK di Balikpapan Diberhentikan Sementara Oleh MA.

0
Presscon dilakukan oleh Juru bicara Mahkamah Agung RI, Yang Mulia Dr. H. Andi Samsan Nganro, SH. didampingi Kabiro Hukum & Humas Mahkamah Agung RI, Dr. Abdullah SH MS.

Jakarta, BISKOM – Mahkamah Agung (MA) secara resmi memutuskan untuk melakukan pemberhentian sementara terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kayat yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat, Sudarman.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara MA, Andi Samsan Nganro saat acara Presscon di Media Center MA RI di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (6/5/2019). Andi melanjutkan, sanksi yang dijatuhkan terhadap Kayat tersebut sudah mulai berjalan sejak hari Jumat (3/5/2019) lalu dan diberlakukan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 78/MA/SK/V/2019 yang ditetapkan hari ini atas nama Wakil Ketua MA Non-Yudisial, Hakim Agung Sunarto.

“Kedua, kepadanya diberikan uang pemberhentian sementara sebesar 50 persen dari penghasilan jabatan yang diterimanya terakhir terhitung mulai tanggal 1 Juni 2019 berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Andi saat membacakan surat keputusan.

“Ketiga, apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jubir MA menyebutkan bahwa adanya segelintir pihak yang meminta KMA Hatta Ali mundur adalah sesuatu yang sangat berlebihan karena jika dihitung jumlah Hakim yang jumlahnya 4000 lebih dibanding hanya 20 orang hakim saja yang bermasalah hukum, maka sangat berlebihan nyinyir nya segelintir pihak yang mendesak Hatta Ali mundur dari jabatannya.

Diketahui, KPK menetapkan Kayat sebagai tersangka setelah diduga menerima suap untuk membebaskan Sudarman (SDM) dalam kasus pemalsuan surat. Kayat meminta fee Rp 500 juta untuk membebaskan Sudarman, terdakwa pidana yang mana Kayat sebagai ketua majelis hakim dalam persidangannya. Lebih dari itu Kayat yang diketahui pernah menjadi Ketua Pengadilan Negeri Barru Sulsel itu sudah mendapat promosi ke PN Klas 1 A Sidoarjo.

Awak media yang hadir dan meliput Presscon di Media Center MA RI, dengan agenda penyampaian Keputusam MA terkait OTT Hakim PN Balikpapan.

Secara terpisah disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, bahwa kronologi OTT ini terjadi pada Jumat (3/5/2019) sekitar pukul 17.00 Wita di halaman parkir depan PN Balikpapan, Rosa terlihat berjalan ke arah mobil Kayat yang diparkir di depan PN Balipapan membawa sebuah kantong kresek plastik hitam (dua lapis) berisikan uang Rp 100 juta. “Saat RIS sampai di mobil berwarna silver yang diduga merupakan mobil KYT dan ingin meletakkan uang tersebut mobil dalam keadaan terkunci. Kemudian RIS menghubungi KYT agar membuka kunci mobil,” ungkapnya.

Kayat diduga membuka kunci mobil dari kejauhan menggunakan “remote control”. “Setelah mobil terbuka, JHS mendatangi RIS dan meletakkan uang dalam plastik kresek tersebut di kursi mobil silver dan kemudian satu lapis kresek hitam lainnya digunakan untuk membawa botol minuman bekas sambil berjalan menjauhi mobil tersebut. Diduga hal ini dilakukan agar seolah-olah tetap terlihat membawa kantong kresek hitam meskipun uang telah ditinggalkan di mobil KYT,” kata Laode.

Tidak lama berselang, kata Syarif, setelah Rosa dan Jhonson pergi, Kayat datang ke mobil silver tersebut kemudian tim segera menciduk Kayat dan barang bukti uang Rp 100 juta di dalam tas kresek hitam yang ada di mobil tersebut serta uang Rp 28,5 juta yang ada di tas Kayat.

Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di situs KPK, Kayat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 2017. Total hartanya saat itu Rp 960 juta. Kepemilkan hartanya didominasi oleh tanah dan bangunan berjumlah 6 bidang yang tersebar di Balikpapan, Batam dan Jakarta dengan nilai Rp 750 juta. Selain itu, ia memiliki mobil Toyota Avanza dan motor Honda Vario dengan nilai Rp 110 juta dan uang kas berjumlah Rp 100 juta.

Selain Kayat, KPK juga menetapkan Sudarman beserta sang kuasa hukum, Jhonson Siburian sebagai tersangka. Atas perbuatannya, Kayat dinilai telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Sudarman dan Johnson disangkakan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Hoky & Vincent)

SDM Tantangan Penerapan Kecerdasan Buatan

0

Jakarta, Biskom – Organisasi bisnis di manapun tidak bisa menghindar dari keberadaan industri 4.0 termasuk pemerintahan. Era ini menggabungkan informasi digital dari berbagai sumber dan lokasi fisik dan digital, termasuk Internet of Things (IoT) dan analitik, manufaktur aditif, robot, komputasi kinerja tinggi, kecerdasan buatan, dan teknologi kognitif.

Belum lama ini Tokopedia bekerjasama dengan Fakultas Komputer Universitas Indonesia (UI) membangun ‘Tokopedia-UI AI Center of Excellence’. Fasilitas ini diharapkan bisa menjawab persoalan kelangkaan sumber daya manusia (SDM).

Dari survei yang bertajuk ‘Future Ready Business: Assessing Asia Pacific’s Growth Potential Through AI’ disebutkan SDM sebagai salahsatu tantangan bagi suatu organisasi menerapkan kecerdasan buatan.

Majalah Biskom kembali menyapa pembaca dengan menurunkan ‘Rubrik Headline’ pada April 2019 dengan judul ‘Kesiapan SDM Tantangan Adopsi Kecerdasan Buatan’. Dari tulisan ini terungkap tidak hanya sebagian karyawan yang belum menyadari kegunaan dari adopsi kecerdasan buatan.

Namun, ternyata sebagian perusahaan juga merasa penerapan ini tidak berguna baginya, bahkan ini dianggap merugikan perusahaan. Lho?

Pemahaman keperluan implementasi tanda tangan digital guna meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan juga masih terjadi di Indonesia. Padahal, ini juga merupakan langkah menaati Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 11 Ayat 1.

Bukan hanya swasta yang belum menyadari ini, tetapi pemerintah juga belum mengetahuinya. Bahkan, pemerintah sebagai salah satu pihak pembuat UU kurang melakukan sosialisasi ini.

Ulasan ini bisa Anda temukan dalam ‘Rubrik Profil’ berjudul ‘Tanda Tangan Digital Kurangi Pemalsuan Jati Diri’.

Pembaca yang budiman, masih banyak artikel-artikel lain yang patut Anda simak dalam edisi kali seperti “Ganjalan Transaksi Dompet Digital’ dan Adopsi ERP Kunci Masuk Industri 4.0/

Pada saat Majalah Biskom menyiapkan tulisan ini, kami bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (Aptiknas) menggelar rapat penjurian para pemenang ‘Innovation Award 2019’. Kami berharap salahsatu pemenangnya adalah perusahaan Anda.

Dari ‘Innovation Award 2019’diharapkan meningkatkan perusahaan-perusahaan di Indonesia meningkatkan inovasi tidak hanya memenuhi kebutuhan industri, tetapi ini juga bagi masyarakat. Acara ini didukung oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Selamat Membaca

Salam Redaksi,

Screen Reader Bantu Disabilitas ikut Ujian Komputer

0

Jakarta, Biskom – Pengunaan metode screen reader akan diimplementasikan  untuk membantu peserta dísabilitas tunanetra saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019. Melalui perangkat lunak tersebut peserta UTBK yang mengalami disabilitas tunanetra dapat membaca tulisan di layar komputer.

Metode screen reader merupakan perangkat lunak yang diadopsi oleh Tim Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk memberikan aksesibilitas bagi peserta tunanetra. Tim LTMPT telah menyediakan infrastruktur untuk penggunaan metode screen reader tersebut dan telah dilakukan uji coba serta siap untuk digunakan bagi peserta disabilitas tunanetra.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan semua siswa di seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang sama masuk perguruan tinggi negeri. Karena itu, LTMPT mengembangkan metode screen reader untuk memberikan aksesibilitas bagi peserta disabilitas tunanetra agar dapat membaca tulisan di layar komputer.

“Ini kebijakan yang sangat ramah pada difabel yang kali ini kita lakukan sehingga semua orang mempunyai kesempatan sama masuk perguruan tinggi,” ucap Menristekdikti pada peluncuran Screen Reader UTBK 2019, di Jakarta pada Jumat (3/5/2019).

Menristekdikti mengungkapkan untuk peserta tunanetra semua materi UTBK akan dinarasikan dalam bentuk audio berupa bahasa. Menteri Nasir menilai cara ini lebih efektif dibandingkan dengan metode Braille.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengungkapkan untuk peserta tunanetra, peserta tes akan menggunakan tanda arah pada komputer dan komputer akan membacakan soal berupa pilihan ganda. Setiap item soal telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tunanetra.

Menurutnya isi/materi tes dan waktu UTBK untuk peserta tunanetra setara dengan peserta yang dapat melihat, tetapi jumlah soal dikurangi 20%. Selain itu, teks bacaan tidak lebih dari 3 praragraf dan menghindari kata-kata visual. Selain itu, gambar/tabel/ grafik dinarasikan atau dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard, tanpa mouse.

Jumlah peserta UTBK 2019 yang terdaftar sebagai peserta disabilitas tunanetra sebanyak 70 peserta yang terbagi dalam dua gelombang. Pada UTBK gelombang I terdapat 38 peserta yang akan mengikuti ujian pada 4 Mei 2019. UTBK gelombang II terdapat 32 peserta yang akan mengikuti ujian pada 25 Mel 2019. Lokasi ujian para disabilítas tunanetra tersebar di 18 Pusat UTBK.

Peserta disabilitas tunanetra terbanyak akan melaksanakan ujian di Pusat UTBK Universitas Negeri Yogyakarta yaitu 16 peserta dan Pusat UTBK Universitas Pendidikan Indonesia yaitu 12 peserta. Berdasarkan kelompok ujiannya, peserta disabilitas tunanetra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak 7 peserta. (red/ju)