Home Blog Page 920

Apapun.Id Resmi Tersedia Untuk Siapapun

0

pandi-biskomBERTEPATAN dengan perayaan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, hari ini (17/8), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) secara resmi meluncurkan Domain Tingkat Tinggi (DTT) .id.

Selama ini, domain .id hanya bisa digunakan sebagai Domain Tingkat Dua (DTD) saja, seperti .co.id, .ac.id, .web.id, dan sebagainya. Kini, mulai 17 Agustus 2014, publik sudah bisa menggunakan langsung domain .id tanpa harus memberikan ekstensi di depannya.

“Ini adalah hadiah kami untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-69,” ujar Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah. Dengan diluncurkannya domain .id sebagai DTT, maka domain Apapun.id sudah dapat didaftarkan pada semua registrar Pandi dan para reseller-nya.

Pandi sendiri hingga saat ini telah memiliki 12 registrar yang siap menerima pendaftaran domain .ID. “Saat ini (domain .id) sudah masuk tahap general availability dan dapat didaftarkan dengan prinsip pendaftar pertama, atau first come first served,” terang Andi.

“Kami berharap dengan diresmikannya domain Apapun.id ini dapat meningkatkan penggunaan nama domain .id di Indonesia,” imbuhnya.

Adapun biaya penggunaan domain Apapun.id yang dipatok Pandi adalah Rp. 500 ribu per tahun. Selain menyediakan domain Apapun.id, Pandi juga tetap menyediakan beragam nama Domain Tingkat Dua (DTD) yang biaya tahunannya tergolong lebih murah.

Di kesempatan yang sama, Ketua PANDI bidang Sosialiasi dan Komunikasi, Sigit Widodo mengatakan, domain .id memiliki keunggulan dalam hal keamanan. Di domain ini, anonimitas sangat dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus penipuan lewat internet. “Dengan domain .id, maka pengunjung akan lebih aman. Contohnya untuk website-website e-commerce, pengunjung bisa memastikan itu adalah website asli,” jelas Sigit.

Meski begitu, Sigit mengakui bahwa popularitas domain .id  saat ini masih kalah dibanding .com. Karenanya PANDI akan semakin gencar mensosialisasikan .id. Salah satu caranya, papar Sigit, adalah dengan memberikan persyaratan yang lebih longgar lagi kepada calon penggunanya. •

Melompat Jauh Dengan TI

0

internet desaSEORANG instruktur kursus komputer dari Ende Flores NTT berkisah, di daerahnya keterampilan warga di sana dalam mengoperasikan komputer masih terbilang minim. Dari tuturannya itu tergambar betapa kesenjangan digital masih tampak. Di pulau kecil dan terpencil lainnya penetrasi digital harus digalakkan lagi, terlebih di pelosok perbatasan negara.

Seiring lahirnya Undang-undang Desa, maka makin menguatkan penekanan bahwa pembangunan harus bertumpu ke desa. Pembangunan dari desa, oleh desa, dan untuk desa telah dipayungi dengan regulasi dan dukungan anggaran. Pembangunan di bidang teknologi informasi (TI) di desa pun lebih digerakkan.

Warga desa tak perlu meninggalkan tradisi agrarisnya dan adat istiadat desanya untuk meraih jalan kesejahteraan. Namun mereka harus berani melompat ke fase post-industrial untuk mendayagunakan potensi desa secara maksimal.

“Untuk itu warga desa butuh teknologi, baik teknologi informasi ataupun nano teknologi, yang mandiri, seperti open source yang tidak membangun ketergantungan baru. Desa akan memenangkan persaingan berbekal kecepatan dan ketepatan dalam mengelola informasi,” kata anggota DPR RI, Budiman Sudjatmiko.

Sebab tak bisa dipungkiri di masa depan desa global makin nyata. Jika kita tidak melompat ke sana, hanya bakal tergerus arus informasi global. Karena itu kita menyambut baik berbagai gerakan yang mengarah pemberdayaan desa dengan mengoptimalkan TI. Karena itu pula pada edisi Agustus ini BISKOM menyajikan headline ‘Menggerakan TI Masuk Desa’ bertepatan dengan moment disahkannya UU No.6/2014 tentang Desa, terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang baru, serta HUT Kemerdekaan RI ke-69. Selain itu juga ditampilkan artikel lainnya dengan tema yang aktual dan telah menyita perhatian masyarakat dan komunitas TI.

Kami berupaya untuk terus meningkatkan kualitas sajian tulisan pada edisi-edisi mendatang agar BISKOM sebagai Mitra Komunitas Telematika menjadi referensi utama dan terpercaya bagi masyarakat TI, dengan menampilkan para narasumber yang kompeten, seperti Budiman Sudjatmiko yang kini aktif terjun ke dunia TI meski dari dulu dikenal sebagai politisi.

Kita berharap akan ada lebih banyak lagi figur-figur baru di dunia TI agar makin memperkuat penetrasi TI di berbagai bidang. Sebab bangsa Indonesia harus bisa membuat lompatan yang lebih jauh lagi demi meningkatkan kehidupan yang lebih baik.

Akhir kata kami ucapkan mohon maaf lahir dan bathin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah bagi yang merayakan, dan  Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69, semoga kita bisa terus mengisi kemerdekaan bersama pemerintahan yang baru, menjadi bangsa yang lebih maju dan berdaya saing tinggi. •

SONY HDR-AS20, Kamera Aksi Dengan Lensa Carl Zeiss

0

SONY  HDR-AS20-2PASAR kamera aksi saat ini masih dikuasi GoPro. Untuk memberikan pilihan lain kepada para pengguna kamera aksi, Sony merilis kamera baru, HDR-AS20.

Demi kemudahan merekam momen-momen cepat dan ekstrim, Sony merancang kamera mungil yang beratnya hanya 58 gram ini dengan lensa sudut lebar keluaran Carl Zeiss yang memiliki sudut pengambilan hingga 170 derajat.

Soal kualitas, tidak perlu diragukan. Sony HDR-AS20 mengandalkan sensor EXMOR R CMOS beresolusi 16 megapiksel. Sensornya tersebut dapat menghasilkan video pada resolusi Full HD 1080/60p, 1080/30p dan 720/30p. Sementara untuk memotret, kamera ini dapat menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 11.9 megapiksel.

Tak lupa, Sony membenamkan beberapa fitur baru. Diantaranya adalah, SteadyShot. Fitur ini mirip Image Stabilizer di beberapa kamera profesional yang fungsinya untuk mengurangi efek blur akibat getaran saat memotret.

Bagi yang suka berpetualang di bawah air, telah tersedia case tahan air untuk membuatnya dapat menemani Anda menyelam. Aksesori lainnya juga cukup lengkap, yaitu mulai dari dudukan untuk sepeda, dada, helm, surfboard, pergelangan tangan, hingga dudukan untuk meletakkan HDR-AS20 di punggung anjing teah disediakan oleh Sony.

SONY  HDR-AS20-1Bagi yang hobi bermain drone, tersedia  dudukan khusus untuk memasangnya di drone sehingga pengguna dapat mengambil foto atau merekam video dengan aman dari udara menggunakan drone.

Konektivitasnya didukung oleh port USB, HDMI, jack untuk mikrofon dan tersedia slot kartu memori. Selain itu juga hadir koneksi WiFi yang bisa digunakan untuk mengendalikan kamera lewat smartphone atau tablet. Jika memiliki Live View Remote yang dijual terpisah, Anda dapat mengendalikan 5 unit HDR-AS20 secara bersamaan. Pengendalian meliputi melihat proses perekaman, memulai dan menghentikan proses perekaman video, serta mengganti mode perekaman.

Rencananya Sony HDR-AS20 akan tersedia mulai bulan Agustus 2014 dengan harga US$ 200 atau sekitar Rp. 2.300.000. Harganya cukup terjangkau, tapi sayangnya hingga saat ini belum ada informasi resmi tentang ketersediaannya di Indonesia. •

ONNO W. PURBO: Cerdaskan Rakyat, Agar Merdeka di Bidang TI

0

SEPAK TERJANGNYA DALAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) YANG PRO RAKYAT TELAH KEMBALI MEMBAWANYA MASUK DALAM CALON MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (MENKOMINFO). SEJUMLAH SITUS POLLING SEPERTI KABINET ALTERNATIF USULAN RAKYAT (KAUR) DAN KABINET RAKYAT YANG DISELENGGARAKAN OLEH RELAWAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TERPILIH, JOKOWI-JUSUF KALLA, MEMPOSISIKAN PAKAR INTERNET DAN TI INI DI URUTAN PERTAMA, DENGAN PEROLEHAN  SUARA TERBANYAK DIBANDINGKAN CALON LAINNYA.

ONNO Widodo Purbo atau Onno W. Purbo yang dikenal sebagai sosok sederhana dan ceplas-ceplos ini telah mengembangkan  banyak solusi murah dan sederhana agar rakyat kecil bisa menikmati kecanggihan TI. Ia menggagas program RT/RW Net dan penerapan Open Base Transceiver Station (OpenBTS) serta membuat karya Wajanbolik yang saat ini sudah banyak digunakan di desa-desa dan daerah pelosok. Selain tiga inovasi tersebut, Onno juga terlibat sebagai aktivis yang menyebarkan kampanye opensource berupa operating sistem terbuka yang free.

Keberpihakannya kepada rakyat inilah yang telah memunculkan kembali namanya untuk menduduki posisi Menkominfo. Bebagai dukungan banyak diterimanya agar pria kelahiran Bandung, 17 Agustus 1962 ini menerima jabatan tersebut bila nanti diminta oleh negara. Banyak pihak yang percaya dirinya akan membawa ‘angin segar’ bagi pertumbuhan TI di tanah air menjadi lebih baik lagi.

Menanggapi hal ini, lulusan ITB Jurusan Tehnik Elektro dengan predikat terbaik ini mengaku belum siap menerima mandat tersebut, namun akan mendukung apapun putusan presiden baru nantinya. “Hati kecil saya bertanya, apakah saya siap? Sebab saya bisa, hanya bila semesta mendukung. Saya tentu bukan apa-apa, tanpa bantuan rakyat. Semoga Allah SWT bersama kita semua, Amin,” ucap bapak dari enam anak ini.

Lebih lanjut, berikut ini petikan wawancara BISKOM dengan pendidik dan guru yang kerap dianugerahi beragam penghargaan secara nasional maupun internasional ini.

Sejauh mana kesiapan Anda menerima mandat atau tanggung jawab sebagai Menkominfo?
Jujur saya masih bertanya, apakah saya pantas dan siap. Terutama kalau harus menghadapi sejumlah birokrat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Kalau rakyat, saya yakin banyak yang mendukung. Tetapi masalahnya kan bukan dukungan rakyat, namun mitra kerja saya yang mungkin saja berfikir saya hanya ingin memperkaya diri.

Jika Anda terpilih, apa yang akan membedakan Anda dengan Menkominfo sebelumnya dalam menentukan kebijakan-kebijakan nantinya?
Sebenarnya saya belum berfikir kesana. Tapi kalau dari cara saya bergerak selama ini, sebenarnya sederhana saja. Saya ingin mencerdaskan rakyat, dimana akhirnya rakyat bisa membangun infrastrukturnya sendiri yang menjadikan kita punya internet dan telekomunikasi murah. Semuanya berbasis pada Sumber Daya Manusia (SDM). Namun sekarang inikan banyak yang tidak suka dengan cara ini karena ada yang merasa dirugikan, termasuk pendapatan negara non-pajak yang bisa berkurang. Yang jadi pertanyaan sekarang ini adalah, apakah kabinet ini ikhlas jika rakyatnya maju tetapi pendapatan non-pajak turun?

Hal apa saja yang akan menjadi sorotan Anda untuk memajukan TI dalam negeri?
Ada 3 hal yang utama, yaitu internet (infrastruktur), konten (aplikasi) dan SDM yang menjadi kuncinya. Intinya saya masih bermimpi bangsa ini berdaulat di ketiganya, dan  jangan sampai kita dijajah oleh asing dengan banyak melakukan impor.

Tantangan apa saja yang akan dihadapi dalam mendorong kemajuan TI tersebut dan bagaimana cara Anda menghadapi tantangan atau kendala yang ada?
Tantangan utamanya adalah adanya masalah setoran. Dengan open source seharusnya setoran atau pungutan persenan yang kerap terjadi ini tidak akan ada lagi. Kedua, budaya instan yang membiasakan selalu membeli. Saya ingin rakyat nantinya bisa membuat internet dan konten sendiri sehingga tidak perlu lagi impor. Masalahnya ini butuh waktu dan tidak instan. Ketiga, adalah SDM. Seringkali birokrat berfikir kalau ada komputer atau internet semua akan bisa dengan sendirinya. Ini merupakan suatu kebohongan! Seharusnya kita mendidik orang Indonesia sejak SD, SMP, SMA agar bisa memaksimalkan manfaat teknologi. Tapi apa yang terjadi sekarang ini? TI malah dibuang dari kurikulum yang ada.

Sebagai pakar internet dan seorang pendidik, bagaimana pandangan Anda terhadap  pemanfaatan internet dilingkungan sekolah? Seperti apakah kurikulum yang tepat untuk memajukan TIK di tanah air?
Seperti saya sebutkan tadi, TI sekarang ini sudah tidak masuk dalam kurikulum sekolah dan saya jamin kita akan terpuruk bila hal ini dibiarkan. Kurikulum yang ada sekarang harus diubah habis-habisan dan kita harus membuat modul-modul yang mengintegrasikan TI di seluruh mata pelajaran dan sendi pendidikan.

Disamping itu, e-learning dan sharing kredit antar kampus harus mulai digalakkan agar bisa memaksimalkan sumber daya yang ada di internal republik.

Lalu, bagaimana dengan penyebaran internet di tanah air yang masih belum merata ke desa-desa. Apakah Anda mempunyai cara jitu mengatasi kesenjangan digital ini? Sebetulnya, apa yang menyebabkan kesenjangan ini bisa terjadi?
Sebetulnya kesenjangan ini bukan berarti desa tidak mampu beli internet dan bukan berarti desa tidak mampu membuat internet sendiri. Permasalahnya terletak pada regulasi atau aturan yang ada yang membatasi bahwa yang bisa membuat internet harus operator. Kendala ini sangat fatal, apalagi ada operator yang hanya mencari untung saja dan mengabaikan wilayah yang tidak menguntungkan bagi mereka. Akibatnya desa jadi tidak bisa melakukan akses ke internet.

Perlu diketahui sebagai masukan saja, sebetulnya ada beberapa desa di Indonesia yang selama 18 bulan ini sudah mempunyai akses internet 24 jam dengan jalan OpenBTS sendiri yang hanya membayar akses satelitnya saja sebesar US$ 300 perbulan. Ini membuktikan mereka mampu membangun internet sendiri dan bahkan bisa mengembalikan modalnya. Desa ini merupakan desa yang paling lama menjalankan OpenBTS di dunia. Tapi desa-desa ini terpaksa dirahasiakan karena mereka melakukannya dengan ilegal.

Masyarakat TI Indonesia sering dikatakan jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Menurut bapak, cara apa yang paling efektif agar Indonesia dapat mengatasi ketertinggalan ini?  
Mungkin bangsa ini tertinggal dari tetangga kita. Mungkin bangsa ini lebih miskin dari tetangga kita. Namun, saya percaya bangsa ini bukan bangsa yang bodoh. Saya pribadi sering diundang untuk memberikan workshop TI untuk Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan lain-lain. Saya melihat bahwa bangsa kita sebenarnya bisa, kalau saja kita bisa melakukan manuver agar 240.000 sekolah melek TI dan 46,5 juta siswa kita melek TI agar menjadi pandai.

Saya yakin Singapura, Malaysia, dan Vietnam tak ada artinya apa-apa. Kuncinya ada di sistem pendidikan di Indonesia, bagaimana supaya 5 juta siswa masuk SD per tahun dan menghasilkan 5 juta sarjana setiap tahun. Jangan seperti sekarang, hanya 600.000 orang yang jadi sarjana per tahun. Kita harus merombak sistem pendidikan yang ada agar hak asasi manusia untuk menjadi pandai terpenuhi.

Pada pemerintahan sebelumnya Anda juga pernah diusulkan untuk menjabat di Menkominfo, namun menolaknya. Kali ini, apa yang membuat Anda ‘goyah’ untuk masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla?
Hal ini karena banyaknya dorongan dari berbagai pihak yang menginginkan saya untuk menjadi Menkominfo, termasuk BISKOM. Tapi jadi menteri ataupun tidak, pastinya saya akan tetap mendukung Pak Jokowi dan akan terus berjuang untuk rakyat.

Lingkungan seperti apakah yang nanti akan Anda bangun di Kemkominfo?
Ini yang sulit. Saya punya mimpi bangsa ini bisa berdaulat dan merdeka di bidang TI serta mampu membuat semua infrastruktur dan aplikasi sendiri. Saya bermimpi kita mandiri dan tidak tergantung pada luar negeri dan mempunyai banyak ahli TI yang disegani. Bahkan syukur-syukur bisa mengekspornya ke negara berkembang lain, baik itu di Afrika, Asia Selatan, atau Amerika Selatan. Saya bermimpi TI bisa memberikan devisa pada republik bukan menjadi beban APBN dan belanja rakyat. Semoga. (Hoky, Andri & M. Taufik foto)

Arikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2013
– ONNO W. PURBO: Lebih Baik Jadi Guru, Demi Cerdaskan Bangsa
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014
– JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara
– Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional Sepakati Roadmap dan Menteri TIK Kedepan
– Pegiat Internet Indonesia #AkhirnyaMilihJokowi
– Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif Padati Konser Salam Dua Jari
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JULI 2014
– FIRDAUS ALI: Ketahanan Air Lebih Krusial Dibanding Pangan dan Energi
– ROMI SATRIA WAHONO:  Indonesia Butuh Penguasaan Teknologi
– Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi
– Inilah 41 Calon Menteri Terpilih Versi Kabinet Rakyat
– Dicalonkan Jadi Menkominfo, Onno Raih Polling Tertinggi

17 Agustus 2014, PANDI Luncurkan Apapun.ID

0

domainBERTEPATAN dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2014, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan meluncurkan Domain Tingkat Tinggi (DTT) .ID, atau yang populer dengan sebutan Apapun.id.

Sebelum dirilis, PANDI telah mengenalkan DTT .ID ini sejak 20 Januari 2014 dengan membuka pendaftaran khusus melalui tiga tahapan periode prioritas. Pertama, periode Sunrise yang ditujukan bagi pemegang merek, dan tahapan kedua periode Grandfather yang ditujukan bagi pemilik Domain Tingkat Dua (DTD) .ID.

Tahapan ketiga, periode Landrush berjalan hingga 15 Agustus 2014 yang telah mendaftarkan lebih dari seribu nama domain. Domain yang didaftarkan lebih dari satu pihak dan masih dalam proses lelang adalah agenda.id, diskon.id, diving.id, forklift.id, lampu.id, potret.id, toko.id, safety.id, genset.id, media.id, bintang.id, bunga.id, software.id, triumphmotorcycles.id, magna.id, dan foto.id. Selain itu juga ada beberapa nama cantik yang hanya didaftarkan oleh satu pihak, seperti internet.id, multimedia.id, download.id, pasar.id, dan market.id.

Menurut Ketua PANDI bidang Sosialiasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, dengan segera berakhirnya periode Lundrush, maka setiap orang dapat langsung menggunakan .id tanpa tambahan ekstensi sebelumnya. “Ini hadiah kami untuk ulang tahun Republik Indonesia ke-69. Indonesia, selain akan punya presiden terpilih baru dan desain mata uang baru, juga akan punya nama domain internet baru dalam waktu dekat ini,” ujar Sigit di Jakarta (11/8).

Jadi, mulai 17 Agustus 2014, nama domain Apapun.id sudah dapat didaftarkan dengan cara biasa menggunakan prinsip pendaftar pertama atau first come first serve. “Siapa yang mendaftar maka dia berhak mendapatkan nama domain tersebut selama nama tersebut belum terdaftar di Pandi. Pendaftarannya langsung ke registrar-registrar PANDI,” ungkap Sigit.

Untuk Apapun.id, PANDI hanya menyediakan 100 ribu nama domain dengan biaya pertahun Rp. 500 ribu. Bila ini masih terasa mahal, masyarakat bisa menggunakan DTD yang sesuai peruntukannya masing-masing, yaitu co.id, web.id, or.id, sch.id, ac.id, net.id, biz.id, my.id, desa.id, go.id, dan mil.id. •

September 2014, IT Camp Kembali Digelar

0

Kegiatan belajar teknologi informasi (TI) bernuansakan rekreasi dan berkemah bernama IT Camp akan kembali digelar oleh ODC (One Destination Center) bersama KeRMIT (Kelompok Remaja Melek IT).  

SONY DSCIT CAMP yang pada tahun 2014 telah terselenggara untuk kelima kalinya ini akan dikemas dalam bentuk workshop dan pelatihan di alam terbuka agar pembicara dan peserta bisa menciptakan suasana yang lebih interaktif.

Mengangkat tema “Do It Yourself with Android”,  para peserta akan disuguhi bagaimana cara membuat sistem operasi Android sendiri untuk ponsel dan internet streaming.

IT Camp 2014 dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, pada 13-14 September 2014 mendatang di Bumi Perkemahan Cibubur dengan menghadirkan pembicara Onno W. Purbo,  pakar internet dan TI, sekaligus pembina dari ODC dan KeRMIT. Selain itu juga hadir Andri Johandri yang merupakan Streaming Specialist, Ian Keikai dari Usee TV, Anton Raharja dari ITMN dan tidak ketinggalan tim dari TNI AD yang akan membahas tentang pemanfaatan Open BTS di markas TNI AD.

Dikatakan Onno, materi dari IT Camp kali ini akan difokuskan pada cara pembuatan sistem operasi Android, TV Internet (streaming), Radio Internet, Streaming Server, dan VOIP dalam Android. TV Internet adalah salah satu media dimana kita dapat menikmati segala bentuk fitur media dengan satu alat seperti, menikmati musik, menonton koleksi film, atau mendengarkan radio hanya dengan mengakses melalui server, hardisk, ataupun internet.

“Seperti tahun sebelumnya kami selalu mengangkat materi yang sedang menjadi tren. Saat ini Android telah menjadi trending topik dan merupakan sistem operasi yang banyak digunakan pada perangkat mobile. Karenanya kami mengangkat Android sebagai materi pembelajaran yang diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang teknologi-teknologi baru tersebut, sehingga menjadikan peserta lebih kompetitif di dunia pendidikan maupun dunia bekerja.”

IT Camp 2014 yang menargetkan sekitar 200 peserta ini terbuka bagi mereka yang mempunyai keingin tahuan tinggi terhadap dunia TI, terutama pelajar dan mahasiswa.

IT Camp 2014 didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner. •

 

TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2014

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Budiman Sudjatmiko, Anggota DPR RI dan Pelopor Gerakan Desa Membangun (GDM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Agustus 2014 diantaranya:

• COVER STORY: Budiman Sudjatmiko, Anggota DPR RI dan Pelopor Gerakan Desa Membangun (GDM): UU Desa dan DeMIT,  Wujudkan Indonesia Nol Kemiskinan.

• HEADLINE:
–    Menggerakan TI Masuk Desa

• FIGURE:
–    Budhi Wibawa, CEO CBN Cloud: FastHelp Tingkatkan Kepuasan Pelanggan
–    Onno W. Purbo, Pakar Internet: Cerdaskan Rakyat Agar Merdeka Dibidang TI
–    Ashari Abidin, Direktur PT Quantum Business Internasional: Ahli TIK dan Pendidikan Cocok Untuk Menkominfo

• FOCUS:
–    Perusahaan Butuh Keamanan Intensif Untuk BYOID
–    Inovasi dan Kreativitas, Kunci Sukses Bisnis TI
–    Kembangkan Potensi Daerah Dengan SIDa
–    Ini 8 Roadmap TI Nasional Kedepan
–    Hindari Beda Hasil Quick Count Dengan E-Rekapitulasi

• REVIEW & CELLULAR:
–    Ricoh Pentax XG-1
–    Asus X550DP
–    Samsung UN105S9 UHD TV
–    LG 105UC9 TV
–    Nokia Lumia 530
–    Fujitsu Lifebook E Series
–    MSI WS60
–    Lenovo Vibe Z2 Pro

• SNAP:
–    IeSPA: Menuju Ekonomi Rakyat Berbasis Industri Kreatif
–    Gamer Village, Bangun Gamer Profesional dan Industri Kreatif
–    SpeedUp Luncurkan Tablet Lokal Bertenaga Intel
–    FTII Harap Cyber Army Terwujud di Bawah KASAD Baru
–    Intel Terus Dukung Implementasi IoT
–    September 2014, IT Camp Kembali Digelar
–    17 Agustus 2014, PANDI Luncurkan Apapun.ID
–    Hidup Sehat dan Berkualitas Dengan Produk Taiwan Excellence
–    Digipreneur Indonesia Unjuk Gigi di Crowdfunding Summit Asia 2014
–    Kemkominfo Gelar CXO Meeting dan Buka Bersama INAICTA 2014
–    Scanner Bisnis Epson Raih Penghargaan BLI 2014
–
Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

1000 Domain Didaftarkan Pada Periode Landrush Apapun.ID

0

pandiPERIODE Landrush, yang  merupakan periode prioritas terakhir sebelum domain Apapun.ID dirilis untuk publik, mendapat tanggapan positif dari pengguna internet di Indonesia. Dalam waktu kurang dari satu bulan, lebih dari seribu nama domain Apapun.ID didaftarkan.

Menurut data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), hingga 14 Juli 2014, sudah 1048 nama domain didaftarkan. Dari nama-nama domain tersebut, 334 di antaranya tidak memenuhi syarat, karena itu baru 714 nama domain yang disetujui untuk didaftarkan.

Ketua PANDI bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, mengungkapkan, sebelumnya sudah ada 815 nama domain yang didaftarkan pada Periode Sunrise dan 911 nama domain didaftarkan pada Periode Grandfather. “Jadi total dari dua periode prioritas sebelumnya sudah ada 1726 nama domain apapun.ID yang terdaftar,” ujar Sigit.

Sigit memperkirakan, akan ada lebih dari 3000 nama domain apapun.ID yang telah terdaftar sebelum domain ini dirilis resmi pada 17 Agustus 2014. “Banyak nama domain cantik yang didaftarkan pada Periode Landrush,” ungkapnya.

Periode Landrush merupakan periode prioritas yang paling bebas. Pada Periode Sunrise, pendaftar wajib memiliki merek yang terdaftar pada Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM RI. Pada Periode Grandfather, pendaftar harus memiliki nama Domain Tingkat Dua .ID sebelumnya, seperti: co.id, web.id, or.id, ac.id, desa.id, atau yang lainnya.

“Periode Landrush terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang memiliki identitas KTP, SIM, atau paspor,” ujar Sigit. “Namun untuk pendaftar domain personal, nama yang didaftarkan harus sesuai dengan nama yang tertera pada dokumen identitas. Bisa nama lengkap, bagian nama, atau singkatan nama. Ini kami lakukan untuk menghindari terjadinya cyber squatting,” jelas Sigit lagi. Masih menurut Sigit, aturan inilah yang membuat beberapa nama domain yang didaftarkan ditolak.

Jika ingin mendaftarkan nama yang berbeda dengan identitas, domain harus didaftarkan atas nama institusi. “Bisa didaftarkan atas nama perusahaan, perguruan tinggi, organisasi, atau institusi lainnya. Tapi tidak boleh atas nama personal,” kata Sigit.

Cukup banyak nama domain “cantik” yang didaftarkan selama Periode Landrush, semisal cash.id, cinta.di, code.id, dewi.id, discount.id, download.id, linux.id, toko.id, atau software.id. Periode ini dibuka sampai 15 Agustus lalu. Jika terjadi pendaftaran nama domain oleh dua pihak atau lebih, pemenangnya akan ditentukan dengan lelang.

Untuk mengikuti Periode Landrush, pendaftar harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 100 ribu dan biaya akuisisi minimal sebesar Rp. 1 juta. “Biaya administrasi dan biaya akuisisinya paling rendah dibandingkan Periode Sunrise dan Periode Grandfather,” kata Sigit. “Kalau masih dirasa mahal, silakan tunggu rilis pada 17 Agustus besok,” tambahnya lagi.

Setelah rilis pada 17 Agustus 2014, pendaftar nama domain tidak dikenakan biaya admistrasi dan biaya akuisisi. Registran hanya akan dikenakan biaya tahunan sebesar Rp 500 ribu. “Tapi mungkin kebanyakan nama-nama cantik sudah didaftarkan di Periode Landrush,” imbuh Sigit. •

RICOH PENTAX Q-S1, Mirrorless Dengan 40 Kombinasi Warna

0

RICOH PENTAX Q-S1-1BANYAK orang yang menginginkan hasil foto yang sempurna dari kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR). Namun karena bentuknya yang cukup besar, terkadang orang, terutama para wanita, enggan membawa kamera DSLR kemana-mana.  Mencoba menjawab permasalahan ini, Ricoh baru saja meluncurkan kamera barunya, Pentax Q-S1.

Pentax Q-S1 diklaim sebagai kamera DSLR termungil dan teringan di dunia saat ini dengan dimensi 105 x 58 x 34 mm dan bobot 203 gram sudah termasuk baterai. Kamera ini tampil dengan gaya retro yang elegan dan didesain dengan pilihan warna-warna yang ceria. Total ada 40 kombinasi warna dengan 5 pilihan warna bodi dan 8 pilihan warna untuk bagian grip. Untuk warna bodinya, ada warna hitam, gunmetal, putih, emas dan silver. Sementara hand grip akan tersedia dalam pilihan warna hitam, cream, merah, kuning, hijau, biru, burgundy, dan pink. Dengan pilihan warna seperti ini pengguna bisa memiliki kamera yang beda dengan kamera pengguna lain.

Secara spesifikasi, Pentax Q-S1 menggunakan sensor BSI-CMOS 12 megapiksel berukuran 1/1.7-inci seperti yang digunakan pada kamera seri Pentax Q7. Bedanya, sensor Pentax Q-S1 telah mendapat tambahan mekanisme DR II (Dust Removal II) untuk membersihkan debu di area sensor. Selain itu juga terdapat dukungan SR (Shake Reduction) dengan sensor Gyro untuk memerangi efek guncangan tangan yang membuat hasil foto kurang tajam.

RICOH PENTAX Q-S1-2Ricoh melakukan peningkatan prosesor gambar pada seri ini untuk menghasilkan foto yang lebih baik. Dengan prosesor Q Engine terbaru, Pentax Q-S1 diklaim mampu menekan noise di ISO tinggi dengan lebih baik. Pilihan ISO yang tersedia pun masih sama dengan Pentax Q7 yaitu antara ISO 100 hingga ISO 12800.

Selain pilihan ISO, ukuran layarnya sama dengan dengan Q7, yaitu 3 inci. Pengguna dapat membidik objek melalui layar LCD  atau menggunakannya untuk merekam video. Kemampuan kamera ini dalam merekam video menghasilkan output hingga kualitas Full HD 1080p.

Ada beberapa fitur lain yang bisa diandalkan, diantaranya mode Smart Effect yang menawarkan pilihan ragam efek filter di kamera. Yang paling menarik adalah fitur Bokeh Control. Sesuai namanya, fitur ini akan membantu Anda untuk menghasilkan foto dengan efek bokeh menggunakan lensa apapun. Q-S1 juga telah dilengkapi 21 scene mode untuk berbagai kondisi pemotretan dan mode HDR.

Pentax Q-S1 tersedia di bulan September 2014 dan dibanderol dengan harga US$ 499.95. •

Gamer Village, Bangun Gamer Profesional dan Industri Kreatif

0

Untuk menghadirkan suasana baru yang nyaman dan menyenangkan untuk para gamer, PT Digitalife Nusantara akhirnya meresmikan Gamer Village yang berlokasi di lantai 2 Hall A, Mangga Dua Square, Jakarta.

Gamer Village

DI LAHAN seluas 600m2 kini telah dibangun Gamer Village. Di tempat ini, para gamer disajikan 100 PC Gaming yang telah didukung teknologi terkini dari CPU besutan AMD yaitu APU dan FX, serta diperkuat teknologi Radeon terbaru seperti AMD Radeon R9-280X yang disiapkan oleh Asus sebagai manufaktur mainboard dan graphic card No.1 di dunia.

Dalam PC Gaming tersebur juga tertanam teknologi dari Visipro untuk RAM, PSU Pure Power dari Raidmax, dan UPS dari APC untuk mengamankan jaringan listriknya. Sedangkan kelengkapan mulai keyboard, mouse dan casing PC disediakan Armageddon dan monitor oleh LG dengan teknologi LED IPS.

“Monitor LG telah dibekali banyak teknologi yang memastikan seluruh gambar tampil dengan tingkat kecerahan yang dapat beradaptasi dengan mata. Kecepatan respon yang mencapai 5ms memastikan monitor LG sigap melayani game yang menuntut kecepatan tinggi,” kata Product Manager IT Product LG Electronics Indonesia, Susanto.

Gamer Village-3Tidak ketinggalan, jaringan internetnya menggunakan fiber optic dari Telkom dengan kecepatan 20 Mbps untuk lokal dan internasional 15 Mbps. “Selain jaringan akses dengan kecepatan high speed, Telkom juga menyediakan tempat yang disebut Wifi.id Corner untuk memberikan layanan akses internet kecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan menggunakan Kartu Speedy Instan atau dengan mengirim SMS ke 8108. Wifi.id Corner dibangun Telkom untuk dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat luas khususnya para gamer dan pelaku industri kreatif, akan akses internet kecepatan tinggi,” ujar Mustakim Wahyudi, Assistant Vice President Communication and Activation PT Telkom Indonesia.

Sementara, Dell juga ikut ambil bagian dalam pengembangan Gamer Village. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif didirikannya Gamer Village ini. Inisiatif ini menjadi suatu langkah signifikan untuk menjadi nbso wadah bagi para pencinta game dan gamer profesional di Indonesia. Kami harap Gamer Village ini juga dapat membantu memperkaya pengetahuan mereka dengan pilihan perangkat game berkualitas tinggi seperti notebook Alienware yang kami miliki,” ucap Primawan Badri, Country Manager and Director, Consumer Dell Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Sony Kuncoro, PIC PT Andalan Teguh Mandiri (ATM COM), selaku distributor Dell Alienware di Indonesia mengatakan, “Permintaan masyarakat terhadap notebook Dell Alienware terus meningkat. Ketangguhan, performa dan estetika Dell Alienware telah memenuhi kebutuhan para gamer, karenanya notebook ini menjadi andalan para gamer profesional yang mobile.”

6. Grand Opening Gamer VillageMenurut Marketing Director PT Digitalife Nusantara, Hendri Andrigo, Gamer Village akan meningkatkan kualitas gamer ke level profesional sehingga dapat berkompetisi di dunia internasional. “Sebagai langkah awal membangun komunitas gaming terlebih dahulu, dan kemudian melanjutkannya dengan membangun tim eSport profesional sehingga Gamer Village bisa menjadi premier gaming community di Indonesia,” ujar Hendri, di Jakarta (9/8).

Hendri juga menyebutkan, Gamer Village tidak hanya sekedar game center tetapi akan menjadi wadah untuk memfasilitasi dunia kreatif maupun edukasi karena multimedianya sudah tersedia. Untuk membangun komunitas tersebut, Gamer Village menggandeng Pakar Internet Indonesia, Onno W Purbo, Pakar Internet Indonesia  yang terkenal akan karyanya yang berupa Wajan Bolik dan OpenBTS.

“Tempat seperti ini kami harapkan bukan hanya ada di Jakarta saja, tetapi harus ditularkan ke kota-kota lain di Indonesia agar terbangun komunitas yang lebih luas lagi,” ucap Onno, yang mengharapkan dari tempat seperti Gamer Village ini bisa mengeluarkan usulan agar kurikulum di sekolah maupun perguruan tinggi mempunyai jurusan game. “Kita harus mengubah kurikulum di sekolah dan perguruan tinggi agar Indonesia bisa jadi negara pembuat dan menguasai pasar game dan animasi dalam negeri sendiri,” papar Onno.

Gamer Village-2

Hal senada juga disampaikan pendiri Cyberpreneur, Dedi Yudiant, yang menginginkan generasi muda mulai membuat konten-konten lokal yang berdaya saing. “Konten dan aplikasi merupakan peluang untuk menciptakan potensi industri kreatif di tanah air. Mungkin dibidang hardware kita kesulitan mengejar teknologi asing sehingga harus impor, tetapi jangan sampai konten games ini juga impor,” ungkapnya.

Sedangkan Pengusaha Teknologi Informasi (TI), Soegiharto Santoso, yang mendukung pengembangan Gamer Village mengatakan, Gamer Village bukan hanya menjadi tempat untuk para gamer untuk melakukan kompetisi game, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi para pelaku industri TI dan kreatif, termasuk game dan animasi, untuk melakukan aktifitas edukasi, pengenalan produk, seminar, jumpa media dan lain sebagainya.

“Gamer Village telah menjadwalkan banyak kegiatan edukasi dan kompetisi yang berkaitan dengan industri kreatif yang akan diadakan secara kontinyu di masa mendatang,” jelas Soegiharto.

Gamer Village-1

Gamer Village yang terletak di dalam pusat perbelanjaan dengan segala fasilitas kenyamanan dan keamanan mall, terbuka 24 jam untuk Open Tournament. Diruang depan game center ini juga dipamerkan beragam produk-produk pendukung dari Gamer Village, seperti AMD, Leapfrog, Asus, Dell Alienware, Armageddon dan LG.

Gamer Village juga didukung oleh BISKOM selaku media partner. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)