Home Blog Page 921

Digipreneur Indonesia Unjuk Gigi di Crowdfunding Summit Asia 2014

0

crowdfundingCROWDFUNDING saat ini menjadi suatu alternatif pembiayaan yang efektif bagi para pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi informasi (TI). Crowdfunding menitikberatkan pada pengembangan industri kreatif yang kini makin banyak dilirik.

Crowdfunding Asia Summit yang diadakan pada 4-5 Agustus 2014 di Marina Bay Sand, Singapura menjadi ajang internasional yang melibatkan para pelaku mancanegara dari Amerika, Australia, Rusia, Perancis, Singapura, Jepang, Indonesia, dan Kamboja.

Direktur Kerjasama dan Fasiltas Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Lolly Amalia Abdullah, bersama delegasi Indonesia diantaranya adalah Mandy Maharimin (Wujudkan), Vikra Ijas (Kita Bisa), dan Ivan Chen (Anantarupa Studios) ikut unjuk gigi di ajang bergengsi ini. Kehadiran para digipreneur Indonesia tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta asing lainnya.

Kehadiran delegasi Indonesia juga mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ingin lebih mendorong para insan muda kreatif berbakat untuk lebih mengoptimalkan TI dengan metode crowdfunding di ajang internasional.

Para peserta banyak bertukar pikiran, sharing informasi, dan berbagai pengalaman maupun berkompetisi lewat sales pitching untuk mendapat para venture capital maupun angel investor serta rekanan bisnis.

“Keberadaan crowdfunding saat ini sedang dipertimbangkan di berbagai negara sebagai alternatif lain dari segi pendanaan disamping menggunakan modal sendiri maupun pinjaman dari bank. Kunci keberhasilan crowdfunding bukan terletak pada keinginan si pencetus ide melainkan pada kerjasama gotong royong dari masyarakat luas terhadap sebuah proyek. Keberhasilan suatu proyek akan mempunyai nilai tinggi jika menggunakan metode crowdfunding,” jelas Lolly.

Selain mengikuti ajang internasional ini, delegasi Indonesia juga berkunjung ke KBRI Singapura dan Kantor Bersama Business Indonesia Singapore Association (BISA, www.bisakita.com ) yang berlokasi di Orchard area. Para delegasi diterima oleh Stephanus Titus Widjaja, Founder BISA.

Stephanus menyatakan bahwa Kantor Bersama BISA saat ini memiliki fasiltas virtual office dan akses ke para venture capital dan angel investor yang banyak mencari para pelaku usaha di Indonesia untuk dijadikan partner bisnis, dengan memanfaatkan grant-grant dan akses pengembangan bisnis luar negeri seperti Singapura. •

Saatnya Terapkan Pembelajaran Digital

0

Pembelajaran abad 21 untuk generasi digital atau 21st Century Learning for Digital Native, sedang jadi ‘trending topic’ pada sektor pendidikan di dunia saat ini. Singapura sudah menjalankan sistem pembelajaran digital, bahkan Jepang sudah melakukan jauh sebelum Singapura.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAJOHN Palfrey (2010) dalam bukunya berjudul “Born Digital: Understanding the First Generation of Digital Natives”, menyebutkan orang yang lahir setelah tahun 1981, sebenarnya termasuk orang generasi pertama yang disebut sebagai Digital Native. Sebaliknya orang yang lahir sebelum tahun 1981 disebut sebagai Digital Imigran. Lantas pertanyaannya, pembelajaran digital seperti apa yang seharusnya diterapkan unuk peserta didik yang lahir di tahun 1990-an?

Menurut pakar komunikasi yang juga praktisi pendidikan dari Universitas Padjajaran, Jalaludin Rakhmat, Indonesia harus sudah menyelenggarakan sistem pembelajaran menggunakan teknologi informasi ini. Sebab saat ini manusia tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Anak-anak saat ini adalah digital native (penduduk asli digital) sementara orang dewasa hanya imigran.

Jalal menegaskan, banyak keunggulan yang diraih dengan menggunakan metode pembelajaran model ini. Apalagi keahlian dalam pembelajaran digital harus memadukan antara kreativitas, komunikasi, dan critical thinking.

“Karekteristik pembelajaran digital native adalah pertama mereka sering memegang kendali. Mereka tidak suka belajar di sekolah, tapi mereka lebih suka belajar di mana saja dengan menggunakan perangkat digital,” kata Jalal kepada BISKOM (27/6).

Karakteristik kedua adalah mereka senang pilihan. Misalnya mengerjakan tugas mereka lebih senang menggunakan teknologi. Ketiga, mereka bekerja secara sosial dan berorientasi pada kelompok. Rata-rata mereka bekerja dalam jejaring sosial dan mereka sangat berkolaboratif.

“Kebutuhan yang niscaya akan 21 st Century Learning, karena karakteristik yang sangat berbeda antara kita dengan mereka. Antara imigran dan penduduk asli digital. Maka terjadilah pergeseran pendidikan di dunia, begitu juga di Indonesia,” kata Jalal.

Menurutnya, beberapa hal yang harus dilakukan menuju pembelajaran digital. Pertama adalah metodologi, yakni guru harus berkomunikasi dan berinteraksi dengan murid. Kedua, kurikulum yang menggunakan legacy (membaca, menulis, arithmatika, berpikir logis) dan future (belajar kaitannya dengan teknologi). Ketiga adalah prasarana yang harus dilengkapi dengan TI.

Perkembangan demi perkembangan akan terlihat pada anak yang dididik dengan menggunakan pola digital learning. Apalagi karakteristik anak-anak sekarang mereka lebih senang mengerjakan tugas menggunakan perangkat teknologi.

“Ditambah mereka bekerja secara sosial dan berorientasi pada kelompok. Rata-rata mereka bekerja dalam jejaring sosial dan mereka sangat berkolaboratif,” paparnya. Dengan sistem pembelajaran digital ini, imbuh Jalal, mereka belajar bisa di mana saja dan kapan saja, tidak harus di kelas.

Direktur Pendidikan Muthahhari, Miftah Fauzi Rakhmat mengatakan, di sekolahnya sudah mengimplementasikan 21st Century Learning. “Secara bertahap sejak dari sekolah dasar kami gunakan e- Book, CD interaktif, ujian berbasis digital, disertai kurikulum yang menyenangkan membuat anak-anak lebih kreatif dan berkembang,” ungkap Miftah.

Perkembangan anak-anak zaman sekarang dikatakan Miftah sangat pintar dalam menyerap semua informasi dan teknologi. “Mereka sudah cukup mahir menggunakan perangkat digital. Dibandingkan orangtuanya sendiri, mereka lebih cepat menyerap. Penyerapan itulah kami arahkan ke sisi positif agar loncatan per kembangannya pun akan sangat terasa,” kata Miftah.

Di sekolah lainnya, Yayasan Pendidikan Al Ma’soem (YPAM)  juga mulai menerapkan inovasi baru pembelajaran berupa pengajaran Bahasa Inggris dengan memanfaatkan TI. Selain menggunakan sarana audio visual, sekolah ini juga mengimplementasikan TI berupa smart board touch screen yang dilengkapi dengan koneksi internet berkecepatan tinggi.

Direktur Pendidikan YPAM, Ganjar Kurnia mengatakan, saat ini baru dua smartboard yang digunakan yakni di kelas 1 SD Super dan laboratorium bahasa untuk siswa SMP dan SMA Al Masoem Bandung. Ganjar menjelaskan smartboard merupakan perangkat seperti papan tulis atau whiteboard, namun dengan kecanggihan TI, board tersebut didigitalisasi sehinga berfungsi sebagai layar sentuh (touch screen) seperti halnya menggunakan perangkat tablet.

“Smartboard ini merupakan inovasi kurikulum di YPAM yang baru kami mulai dan akan kami kembangkan. Kalau sekarang baru disediakan di dua kelas, rencananya ke depan mau dipasang di semua kelas atau 72  kelas,” kata Ganjar.

Menurutnya, dengan metode pembelajaran seperti ini siswa pun tampak lebih antusias mengikuti pelajaran Bahasa Inggris yang diajarkan native speakes yakni Mr Yusuf Fish dan George Fish asal California, Amerika Serikat sebagai guru Bahasa Inggris mereka.

“Siswa lebih antusias belajar di kelas karena metode pengajarannya menyenangkan dan tidak membosankan. Apalagi dengan menerapkan smartboard karena siswa Al Masoem pada umumnya sangat cepat daya serapnya terhadap teknologi,” kata Ganjar.

Guru Bahasa Inggris YPAM, Yusuf Fish menambahkan, meski masih agak membingungkan dalam penerapan smartboard, namun siswanya begitu antusias mengikuti pelajaran dan cara ini terbukti efektif meningkatkan minat siswa dalam belajar.

“Yang diutamakan dalam proses belajar mengajar itu harus interaktif sehingga siswa tidak jenuh dengan hanya membaca buku paket atau hanya mendengarkan gurunya berbicara. Dengan penerapan smartboard ini antara siswa dan gurunya bisa makin interaktif sebab didukung dengan perangkat multimedia termasuk smarboard. Siswa pun bisa belajar dengan semangat dan have fun, mereka lebih aktif belajar di kelas” kata Yusuf.

Pada intinya, proses pembelajaran pun kini dapat mengadofsi perangkat digital, agar proses transfer ilmu pengetahuan menyenangkan dan terjalin emosi kreatif antara pengajar dan yang diajar (siswa). Dengan  partisipasi guru kepada murid lewat fasilitas digital, itu bisa membawa dampak besar dalam menyampaikan pengajarannya.

Sebut saja beberapa instrumen teknologi pembelajaran digital yang sering digunakan guru ketika proses pembelajaran berlangsung, seperti: notebook, gadget, display, interactive media, digital library, digital lab, internet dan masih banyak lagi. Penggunaan perangkat teknologi ini dapat melahirkan budaya “digital creative” dan “cyber atractive” di dunia pendidikan. Kongkritnya perkembangan ini menjadi salah satu pendorong penggunaan konten digital di sekolah.

Pembelajaran digital lahir untuk meneruskan cara belajar konvensional, dimana proses pembelajaran masih menggunakan alat-alat tradisional semisal papan tulis hitam, kapur, dan lain-lain. Seiring perkembangannya, proses pembelajaran seperti tadi kian hari kian berubah, dari papan tulis hitam menjadi papan tulis putih dan menggunakan spidol. Bahkan ada sebagian yang mengunakan Over Head Projector (OHP), dan menggunakan proyektor atau yang lebih dikenal dengan nama infocus. Bahkan kini sudah mulai menerapkan perangkat smart board seperti yang dilakukan di SMP/SMA Al Masoem Bandung.

Persoalan bahan ajar pun, kini sudah ada buku sekolah elektronik yang digagas pemerintah guna meminimalisasi biaya, tentunya lebih mudah didapatkan oleh siswa. Media belajar yang digunakan seperti media elektronik atau digital, salah satunya termasuk internet, intranet, satelit, cloud computing, audio/video tape, TV interaktif, dan CD-Rom. Aktivitas e-learning ini, memang tidak bisa dipisahkan dengan infrastruktur yang mempuni.

Pembelajaran digital di sekolah tentunya dapat menekan mahalnya biaya menggandakan dokumen pendukung proses belajar mengajar. Aktivitas belajar pun menjadi menyenangkan, karena siswa dan mahasiswa di negeri ini lahir pada tahun 1990-an dan 2000-an, yang otomatis merupakan generasi digital native yang telah berubah menjadi peserta didik yang kreatif. •IWA

LG G3, Smartphone Android KitKat

0

LG G3-1LG G3 pertama kali diperkenalkan secara global pada 27 Mei di London, Inggris. Sehari setelahnya, LG G3 mulai dipasarkan di Korea Selatan. Mengusung konsep “Simple is The New Smart”, penjualan LG G3 ini mencapai 100 ribu unit di Korea Selatan hanya dalam lima hari pertama peluncurannya.

Pada Juni lalu, LG G3 akhirnya hadir untuk pengguna di tanah air. Tagline “Simple is The New Smart” terlihat dalam menu Quick Circle. Fitur ini akan menampilkan 6 aplikasi atau tombol yang paling sering digunakan tanpa harus membuka cover. Untuk itu, LG telah merancang sebuah smart cover yang juga bermanfaat melindungi tepian perangkat.

Secara default, Quick Circle akan memperlihatkan penunjuk waktu dalam bentuk konvensional atau digital. Untuk menemukan keenam aplikasi atau tombol yang dihadirkan oleh LG di dalam Quick Circle, pengguna perlu menggeser layar ke kiri.

LG G3 menggunakan Procesor Snapdragon 805, yang memiliki kecepatan 2,3 GHz, yang dipadukan dengan RAM berkapasitas 3Gb. Selain itu ponsel ini juga akan memiliki memori internal berukuran 32Gb dengan OS Android KitKat di dalamnya.

LG G3-2Berbekal layar 5,5 inci yang mengusung Quad HD IPS, ponsel ini memiliki resolusi 2K atau 2.560 x 1.440. Untuk menunjang kinerjanya, LG G3 telah menggunakan prosesor quad-core Snapdragon 2,5 GHz dari Qualcomm.

Layar Quad HD mampu menampilkan gambar dengan jelas dan tajam, begitu juga dengan warnanya yang terlihat lebih natural.  Kamera utamanya beresolusi 13 megapiksel, yang mampu bekerja dengan optimal. Hal ini wajar karena LG telah memanfaatkan teknologi Optical Image Stabilizer Plus (OIS+). Dengan teknologi tersebut, LG G3 mampu mengurangi gambar yang terlihat kabur dan goncangan.

Masih terkait dengan kamera, berkat sokongan Laser Auto Focus, LG G3 juga mampu secara otomatis mengukur jarak ke objek yang dibidik secara instan. Tentunya, hal ini sangat membantu pengguna untuk memotret sebuah momen yang diinginkan dengan lebih cepat. Tidak hanya itu, fitur dual LED flash juga sangat membantu saat memotret dalam kondisi lingkungan kurang cahaya.

Fitur lain yang tak kalah menarik dan terbilang pintar adalah Quick Selfie. Dengan isyarat satu tangan, LG G3 akan menampilkan timer guna memberikan waktu kepada pengguna untuk berpose selfie tanpa perlu lagi menekan tombol di smartphone.

Berbeda dengan Samsung Galaxy S5 dan iPhone 5S yang menggunakan pemindai sidik jari sebagai fitur keamanan, LG memperkenalkan apa yang mereka sebut sebagai KnockCode. LG mengklaim, sistem ini lebih aman dibanding pemindai sidik jari. Cara kerjanya, pengguna harus mengetuk layar dalam pola tertentu.

Sebelum menggunakannya, Anda perlu terlebih dahulu mengatur lewat menu Setting mengenai pola ketukan yang diinginkan. Pihak LG mengatakan, lebih dari 80 ribu kombinasi pola ketukan tersedia di ponsel ini.

Smartphone premium LG G3 sudah dapat dibeli di Indonesia dengan harga yang dipatok per unit adalah Rp. 6,999 juta. •ARIE

Dicalonkan Jadi Menkominfo, Onno Raih Polling Tertinggi

2

Onno BiskomONNO Widodo Purbo atau Onno W. Purbo yang dikenal sebagai pengajar sekaligus pakar internet dan teknologi informasi (TI), makin gencar dicalonkan menjadi calon menteri  Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) oleh masyarakat.

Belakangan ini memang muncul sejumlah website yang berisi polling, dimana masyarakat bisa memilih langsung calon menteri yang diidamkannya. Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi dan Jusuf Kalla sendiri secara terbuka berharap masyarakat dapat turut serta memberi masukan calon menteri untuk kabinet tahun 2014-2019 yang akan dipimpinnya.

Dalam website Polling untuk “”, misalnya, nama Onno W. Purbo bersaing dengan Ferry Mursyidan Baldan (Anggota Komisi II DPR RI untuk periode 2004-2009 sekaligus Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu), dan Nezar Patria (Anggota Dewan Pers dari unsur wartawan).

Sementara dalam website Kabinet Rakyat, Onno sampai siang hari ini (4/8), meraih polling 1101 suara, bersaing dengan Fadjroel Rachman (Direktur Soegeng Sarjadi School of Governtmen (SSSG)) yang meraih 199 suara dan Putra Nababan (Dosen dan Pemimpin Redaksi Metro TV) yang meraih 141 dukungan.

Onno Biskom-2Dalam rilis Masyarakat Profesional (MasPro) yang diterima BISKOM (3/8), para praktisi profesional dalam berbagai bidang juga mengusulkan nama Onno W. Purbo menjadi calon Menkominfo.  MasPro yang mengaku telah mengadakan survei  masyarakat ini merangkum nama-nama yang dipilih masyarakat dalam “Kabinet Indonesia Merdeka V2.0”, dan akan mengusulkan langsung  kepada Jokowi-Jusuf Kalla dalam waktu dekat.

Dukungan lain juga terus berdatangan untuk Onno, antara lain dalam bentuk petisi online. Petisi itu diposting di website change.org, dengan judul ‘Dukung Onno W Purbo Turun Tangan menjadi Menteri Informasi dan Teknologi’. Petisi online tersebut saat ini sudah mengumpulkan 958 pendukung.

Lalu bagaimana komentar Onno? Sebelumnya kepada sejumlah media dan follower di akun Twitter-nya yang beralamat di @onnowpurbo, ia mengaku ‘pening’ saat ditanyai pendapatnya mengenai pencalonan dirinya karena tidak ingin terlibat dalam urusan birokrasi. Namun melihat besarnya dukungan yang berkembang, kepada BISKOM akhirnya Onno mengatakan, “Hati kecil saya bertanya, apakah saya siap? Sebab saya  bisa, hanya bila semesta mendukung. Saya tentu bukan apa-apa, tanpa bantuan rakyat. Semoga Allah SWT bersama kita semua, Amin.”

Onno Biskom-3Sekilas mengenai Onno W. Purbo, kelahiran Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 1962 ini memulai pendidikan akademis di ITB pada jurusan Teknik Elektro pada tahun 1981 dan lulus dengan predikat wisudawan terbaik, kemudian melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAUME.

Onno kemudian aktif sebagai aktivis open source dan Wajanbolic. Wajanbolic sendiri adalah antena penangkap sinyal WiFi yang terbuat dari wajan dengan memanfaatkan USB WiFi. Onno juga menjadi otak di balik pengembangan program RT/RW-Net, yaitu jaringan komputer swadaya masyarakat agar masyarakat dapat menikmati internet murah.

Karya inovatif Onno yang lainnya adalah OpenBTS. OpenBTS merupakan teknologi alternatif untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) sendiri dalam telekomunikasi GSM berbasis peranti lunak bersifat terbuka. Mabes TNI AD adalah salah satu lembaga yang telah menggunakan teknologi OpenBTS yang dikembangkan bersama Universitas Surya. Onno yang sekaligus dosen Universitas Surya, terlibat dalam penelitian dan pengembangan tersebut. •

Arikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2013
– ONNO W. PURBO: Lebih Baik Jadi Guru, Demi Cerdaskan Bangsa
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014
– JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara
– Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional Sepakati Roadmap dan Menteri TIK Kedepan
– Pegiat Internet Indonesia #AkhirnyaMilihJokowi
– Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif Padati Konser Salam Dua Jari
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JULI 2014
– FIRDAUS ALI: Ketahanan Air Lebih Krusial Dibanding Pangan dan Energi
– ROMI SATRIA WAHONO:  Indonesia Butuh Penguasaan Teknologi
– Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi
– Inilah 41 Calon Menteri Terpilih Versi Kabinet Rakyat
– ONNO W. PURBO: Cerdaskan Rakyat, Agar Merdeka di Bidang TI

Inilah 41 Calon Menteri Terpilih Versi Kabinet Rakyat

0

Masyarakat menyambut antusias terhadap kabinet usulan rakyat pemerintahan presiden terpilih: Jokowi-Jusuf Kalla. Saat ini beredar dua website yang menggelar polling online mengenai kabinet Jokowi yang baru: Jokowi Center dan Kabinet Rakyat.

kabinet rakyat biskomKEDUA website, Jokowi Center dan Kabinet Rakyat, dibuat oleh relawan. Keduanya juga mengklaim bahwa mereka telah berkonsultasi dengan berbagai golongan masyarakat seperti jurnalis, aktivis, politisi, tokoh agama, praktisi teknologi informasi (TI), dan mahasiswa untuk memperoleh nama-nama kandidat menteri. Rakyat Indonesia memberikan sambutan hangat untuk inisiatif ini.

Melalui dua website ini, masyarakat tak hanya bisa memberikan komentar tetapi juga memilih dan mengusulkan nama calon menteri lain yang diharapkan.  Pada website  www.kabinetrakyat.org misalnya, saat ini sudah muncul sejumlah nama yang menempati peringkat atas dalam penilaian masyarakat, antara lain: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, untuk posisi menteri dalam negeri, Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk posisi Menkokesra.

Nama-nama aktivis LSM seperti direktur Migran Care Anis Hidayah juga masuk dalam bursa urutan tinggi sebagai kepala BNP2TKI atau aktivis dari Konsorsium Pembaruan Agraria seperti Usep Setiawan dan aktivis Walhi Erwin Usman. Sejumlah pengamat dan dosen seperti Zainal Arifin Muchtar, Hikmawanto Juwana dan  Anis Baswedan juga masuk dalam bursa dengan tingkat persetujuan yang tinggi dari masyarakat.

kabinet rakyat

Berikut adalah nama yang terjaring yang mendapatkan suara tertinggi dari masing-masing posisi menteri hingga hari ini (3/8/2014):

1. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan: Luhut Binsar Panjaitan/ Mantan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan RI Pada Kabinet Persatuan Indonesia (855 setuju)
2. Menkokesra: Tri Rismaharini / Walikota Surabaya (993 setuju)
3. Menteri Koordinator Perekonomian: Faisal Basri/ Ekonom UI (765 setuju)
4. Menteri Dalam Negeri: Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok/ Wakil Gubernur DKI Jakarta (962 setuju)
5. Menteri Luar Negeri : Hikmawanto Juwana/ Pengamat Luar Negeri (985 Suara)
6. Menteri Sekretaris Negara: Maruar Sirait/ Ketua DPP PDIP/ Anggota DPR-RI (850 setuju)
7. Menteri Pertahanan : TB. Hasanuddin/ Anggota DPR-RI PDIP Perjuangan (851 setuju)
8. Menteri Hukum dan HAM: Zainal Muchtar/ Dosen dan Direktur Pusat Anti Korupsi (Pukat UGM): (827 setuju)
9. Menteri Keuangan: Hendrawan Supratikno/ Anggota DPR-RI PDIP Perjuangan (763  setuju)
10. Menteri Energi dan SDM: Poltak Sitanggang/ Asosiasi Pengusaha Tambang Mineral (615 setuju)
11. Menteri Agama: Komaruddin Hidayat/ Rektor UIN Jakarta (1001  setuju)
12. Menteri Perindustrian: Dahlan Iskan/ Meneg BUMN (1123 setuju)
13. Menteri Perdagangan: Marie Elka Pangestu/ Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (886 setuju)
14. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Najwa Shihab/ Wartawan Metro tv (1047 setuju)
15. Menteri Pekerjaan Umum: Marwan Jafar/ Anggota DPR-RI PKB (822 setuju)
16. Menteri Tenaga Kerja: Rieke Dyah Pitaloka/ Anggota DPR-RI PDIP (1008  setuju)
17. Menteri Kehutanan: Chalid Muhammad/ Mantan Direktur Walhi (665 setuju)
18. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan/ Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (877 setuju)
19. Menteri Pendidikan: Anies Baswedan/ Rektor Universitas Paramadina (1207 setuju)
20. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa/ Mantan Anggota DPR-RI PKB dan Bekas Meneg Pemberdayaan Perempuan (981 setuju)
21. Menteri Kesehatan: Ribka Tjiptaning/ Anggota DPR-RI PDI Perjuangan (721 setuju)
22. Menkominfo: Onno W. Purbo/ Pakar teknologi Informasi (947 setuju)
23. Menristek: Yohanes Surya/ Rektor Universitas Surya (994 setuju)
24. Menteri Koperasi dan UKM: Budiman Soedjatmiko/ Anggota DPR 2009 – 2014 dari Partai PDI Perjuangan (905 setuju)
25. Menteri Perikanan dan Kelautan: Hugua/ Bupati Wakatobi (638 setuju)
26. Menteri Lingkungan Hidup: Erwin Usman/ Wakil Direktur Walhi (865 setuju)
27. Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak: Wanda Hamidah/ Bekas Anggota DPRD DKI Jakarta Partai Amanat Nasional (664  setuju)
28. Menteri Aparatur Negara: Komaruddin Watubun/ Ketua DPD PDIP Papua (602 setuju)
29. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Indra J. Pilliang/ pengurus DPP Partai Golkar (868 setuju)
30. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Agus Suhartono/ pengusaha (849 setuju)
31. Menteri Negara BUMN: Edwin Sukowati/ Bekas Anggota DPR RI PDI (741 setuju)
32. Menteri Perumahan Rakyat: Mohammad Jehansyah/ Pengajar ITB (1058 setuju)
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Adian Napitupulu/ Anggota DPR RI PDIP (786  setuju)
34. Menteri Pertanian: Dwi Andreas Santoso/ Guru besar IPB (892 setuju)
35. Kepala BIN: As’ad Said Ali/ Bekas Wakil Kepala BIN dan Wakil Ketua Umum PBNU (887 setuju)
36. Jaksa Agung: Abraham Samad/ Ketua KPK (1091 setuju)
37. Kepala BNP2TKI: Anis Hidayah/ Direktur Migran Care (1040 setuju)
38. Kepala BKPM: Lin Che Wei/ CEO Sampoerna Foundation (403 setuju)
39. Kepala BPN: Usep Setiawan/ Konsorsium Pembaruan Agraria dan Bekas Anggota Komnas HAM (978 setuju)
40. Ketua UKP4: Adrinof Chaniago/ Dosen Fisip UI (135  setuju)
41. Sekretaris Kabinet: Akbar Faisal/ Ketua DPW Partai Nasdem (98 setuju) •
Arikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2013
– ONNO W. PURBO: Lebih Baik Jadi Guru, Demi Cerdaskan Bangsa
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014
– JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara
– Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional Sepakati Roadmap dan Menteri TIK Kedepan
– Pegiat Internet Indonesia #AkhirnyaMilihJokowi
– Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif Padati Konser Salam Dua Jari
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JULI 2014
– FIRDAUS ALI: Ketahanan Air Lebih Krusial Dibanding Pangan dan Energi
– ROMI SATRIA WAHONO:  Indonesia Butuh Penguasaan Teknologi
– Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi
– Dicalonkan Jadi Menkominfo, Onno Raih Polling Tertinggi
– ONNO W. PURBO: Cerdaskan Rakyat, Agar Merdeka di Bidang TI

 

FTII Harap Cyber Army Terwujud di Bawah KASAD Baru

0
Foto bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Jenderal Budiman serta Letnan Jenderal Gatot Nurmantyo.

Jakarta, BISKOM – Memasuki masa pensiun, Jenderal Budiman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah  digantikan oleh Letnan Jenderal Gatot Nurmantyo, yang sebelumnya menjabat Pangkostrad.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Jenderal TNI Budiman kepada Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah dilakukan dan dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Moeldoko (25/7).

Seperti diketahui,  TNI AD merupakan salah satu lembaga yang lekat dengan perkembangan teknologi informasi (TI). Sebelumnya,  Budiman sempat mengundang asosiasi dan penggiat TI, Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), Federasai Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Industri Pertahanan, Peneliti dan Wartawan untuk berbuka puasa bersama di Markas Besar TNI AD, Jakarta (21/7).

KASAD Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat diwawancari media.

Dalam sambutannya, jenderal bintang empat ini mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para undangan yang selama ini telah ikut berperan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap bersatu, berdaulat, adil dan makmur, serta mendorong TNI AD menjadi lebih kuat.

“Perananan yang dirasakan selama ini, peneliti membantu menghasilkan suatu penelitian yang nantinya bisa dibuat oleh industri pertahanan dalam mempersenjatai TNI AD dengan teknologi terdepan. Begitu pula asosiasi maupun penggiat TI yang dinaungi FTII telah banyak melakukan pembelaan-pembelaan terhadap negara melalui perjuangan dibidang TI,” paparnya.

Ketua Umum FTII, Sylvia W Sumarlin mengakui, selama dua tahun belakangan ini telah mendampingi anggota TNI AD dalam memberikan training di bidang cyber, seperti hacking, penetrasi, defence, maupun forensik yang semuanya ini sebenarnya bertujuan untuk mempersiapkan cyber army di Indonesia, dimana negara lainnya seperti China dan Korea sudah memilikinya.

“Para prajurit kini memiliki kemampuan untuk terjun langsung melihat virus, botnet dan bagaimana menutup firewall,” papar Sylvia.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjend TNI Andika Perkasa bersama Pimpinan Umum Biskom Soegiharto Santoso.

Sekarang ini FTII menyiapkan perangkat yang available yang bisa digunakan TNI AD, seperti aplikasi untuk menghadapi serangan cyber yang bisa kapan saja terjadi. Karenanya, di kesempatan terpisah belum lama ini, Sylvia berharap kerjasama FTII dengan TNI AD ini bisa terus berlanjut dibawah kepemimpinan Letjen Gatot Nurmantyo.

Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Media Biskom dan Pengusaha TI, yang hadir dalam acara buka puasa bersama dan acara Sertijab mengatakan, “Ketahanan cyber bukan hanya tugas TNI semata, namun juga tanggung jawab bersama. Sebagai pengusaha, saya menyambut baik tawaran TNI AD untuk terlibat aktif menjaga kedaulatan negara dari cyber attack. Tentunya kedepan dibawah kepemimpinan Letjen Gatot Nurmantyo, para pengusaha berharap akan tetap terbuka untuk kerjasama-kerjasama yang menguntungkan bangsa.”

Foto bersama Jenderal BudimanDi kesempatan yang sama, juga hadir Pakar Internet, Onno W. Purbo. Ia bersama  TNI AD dan Universitas Surya memang tengah mengembangkan teknologi Open BTS. OpenBTS ini akan digunakan untuk operasi TNI di wilayah perbatasan atau di daerah yang terkena bencana alam.  “Saat ini kami komit memberi pelatihan untuk TNI-AD, selanjutnya akan sosialisasi teknologi ini ke Komando Daerah Milter (Kodam). Semoga pelatihan ini akan tetap berlanjut ke depannya,” kata Onno.

KASAD Letjen Gatot Nurmantyo sendiri saat sertijab mengatakan, setelah dilantik menjadi KASAD, dirinya ingin melanjutkan apa yang telah dilakukan Jenderal Budiman, terutama pembinaan prajurit TNI AD.

Simak komitmen Letjen Gatot  Nurmantyo selengkapnya di http://www.youtube.com/watch?v=pN6v2UgCHfI. •HOKY/ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Artikel Terkait:

– JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara

– DISRUPTO : The Movement to Disrupt & Transform The Nation

– Moeldoko: Wilayah Perbatasan Perlu Penanganan Khusus

– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014

– FTII Harap Cyber Army Terwujud di Bawah KASAD Baru
– Gandeng FTII, TNI AD Perkuat Prajurit Paham TI
– Perkuat Sistem Pertahanan, TNI AD Luncurkan OpenBTS
– Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi

KURNIADIH SUTANTO, Logitech Hadapi Tren Wireless Device

0

Perkembangan industri teknologi informasi (TI) memang sangat cepat. Terbukti dengan banyaknya pertumbuhan smartphone serta wearable gadget yang semakin menjamur dari hari ke hari. Hal tersebut senada dengan produk-produk aksesoris pendukung perangkat tersebut, seperti mouse, keyboard yang terus tumbuh. Perangkat yang juga tidak kalah booming adalah speaker.

KURNIADIH SUTANTO biskomPROSES peralihan dari penggunaan kabel menjadi wirelesss mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika di beberapa tahun lalu kita mengenal banyak mouse wireless kemudian keyboard wireless, saat ini cukup banyak juga speaker yang mendukung kinerja smartphone dan komputer yang menggunakan teknologi wireless.

Perubahan gaya hidup yang serba wireless ini dipahami betul oleh Kurniadih Sutanto, Country Manager dari PT. Logitech Indonesia. Kurniadih menjelaskan, awal mula Logitech memasarkan produk wireless ke pasaran adalah dengan control device berupa mouse dan keyboard untuk menunjang akes kontrol pada komputer ataupun notebook.

Pada saat itu, yakni sekitar 3 tahun yang lalu, sekitar 92%  para pengguna komputer di Indonesia masih menggunakan kabel pada Control Device mereka. Sementara saat ini, sudah sekitar 75% pengguna yang masih menggunakan kabel. Dengan data ini terjadi sebuah penurunan pengguna kabel yang akhirnya beralih kearah wireless untuk aksesoris mereka. Ia yakin pada tahun ini para pengguna wireless akan bertambah hingga 30%.

Sebelum bergabung dengan Logitech, Kurniadih memulai karir profesionalnya sebagai seorang jurnalis di salah satu majalah TI di Indonesia. Pada saat itu dia memiliki tugas untuk mereview produk-produk seperti komputer dan aksessoris pendukung lainnya. Karena sering berurusan dengan perangkat TI selama menjadi jurnalis, Kuriadih pun akhirnya bergabung dengan brand motherboard ternama yaitu Asus.

Selama di Asus, Kurniadih belajar banyak mengenai produk marketing dan sales marketing. Pria yang hobi berolah raga dan berselancar di dunia maya ini juga pernah menjadi karyawan Samsung sebelum akhirnya pindah ke Logitech sampai saat ini.
Pada saat ini, Kurniadih melihat perkembangan yang sangat menonjol dari device wireless berasal dari wireless speaker. Logitech sebagai salah satu pemegang brand speaker ternama juga mengeluarkan beberapa wireless speaker yang salah satunya adalah UE Mini Boom.
UE Mini Boom sendiri adalah produk wireless speaker terbaru dari Logitech. Dengan bobot yang cukup mungil dan desain yang sangat elegan, wireless speaker ini diyakini akan laku di pasaran.

Speaker Logitech terbaru ini memiliki ketahanan batre hingga 10 jam dan bisa di-charge ulang ketika habis. Dengan jangkauan Bluetooth hingga 15 meter akan sangat memudahkan para pengguna untuk memutar musik mereka dari jara jauh sekalipun. UE Mini Boom juga bisa pairing berbarengan hingga tiga device smartphone sekaligus.
Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Kurniadih di kantor  Logitech di Wisma BNI 46, Jakarta, belum lama ini.

Sebagai Country Manager dari Logitech, apa saja tugas dan tanggung jawab Anda saat ini?
Pada prinsipnya, kami harus menjual produk-produk Logitech sebanyak-banyaknya. Kemudian mempromosikan produk-produk terbaru dari Logitech dan juga yang sedang kami lakukan saat ini adalah mengarahkan market yang tadinya menjadi pengguna kabel menjadi beralih menggunakan produk-produk wireless dari Logitech.

Seperti kita ketahui, pertumbuhan teknologi wireless memang cukup signifikan. Sementara  kontribusi market wireless di Indonesia pun juga cukup besar komposisinya. Terhitung dari Maret 2013 lalu, permintaan akan produk wireless semakin meningkat hingga saat ini. Dan Indonesia sendiri pun akan menjadi salah satu pasar yang akan menjadi bagian dari pasar wireless tersebut.

Apa saja produk terbaru dari Logitech?
Mengenai produk, kami concern pada produk-produk aksesoris pendukung dari komputer ataupun gadget, seperti mouse, keyboard, dan juga tentunya speaker. Selain itu, kami juga menyediakan produk-produk pendukung untuk gaming.
Ragam produk wireless milik Logitech yang terbaru diantaranya Logitech X100 Mobile Speaker, UE Mini BOOM, Logitech Ultrathin Keyboard Folio untuk Samsung Galaxy Tab 4 10.1, Logitech Bluetooth Audio Adapter, serta Logitech M235 2014 Color Collection.

Bisa dijelaskan mengenai speaker terbaru dari Logitech yaitu UE Mini Boom?
UE Mini Boom adalah speaker wireless keluaran dari Logitech yang bisa terkoneksi dengan tiga device sekaligus. Desainnya juga bagus dan sangat portable. Dengan daya tahan batrai hingga 10 jam dan jangkauan Bluetooth hingga 15 meter.

Bisa disebutkan mengenai target penjualan dari UE Mini Boom ini?
Kami melihat saat ini wireless itu akan adalah sebuah terobosan yang akan menjadi tren kedepannya, selama ini kita menjadi market leader untuk speaker kabel  dan untuk mendrive market kita harus memiliki pilihan yang banyak dan kami optimis produk ini akan laku di pasaran

Adakah trik khusus dalam hal penjualan dan pemasaran dari produk ini?
Kami harus punya coverage atau jalur distribusi yang cukup luas, karena ini adalah produk aksesoris dan orang butuh produk ini dengan cepat tanpa harus menunggu lama dan mereka bisa mendapatkannya di toko-toko ataupun mall. Yang membedakan produk speaker kami dengan merek lain adalah kami menghadirkan produk dengan suara yang bagus serta jernih, bukan hanya itu, dari desain pun juga bagus serta kami memberikan garansi 1 hingga 2 tahun untuk produk speaker.

Apa kelebihan perangkat wireless Logitech dibanding merek lain?
Produk wireless dianggap sebagai salah satu produk yang menjadi kunci utama dalam produktivitas pengguna PC. Selain lebih ringkas dengan mobilitas tinggi karena tak lagi menggunakan kabel, desain dan warna yang ditawarkan juga menjadi salah satu keunggulan yang menarik dimiliki oleh produk-produk Logitech saat ini, dimana hal ini dapat mendukung sebagai penegasan gaya hidup dan karakterisasi penggunanya.

Logitech sendiri cukup berbangga karena mayoritas pengguna komputer di Indonesia telah memilih Logitech sebagai brand produk wireless mereka.

Bisa dijelaskan mengenai segmentasi pasar dari UE Mini Boom?
Pastinya anak muda, social person, dan mereka yang memang mau menshare musik bareng teman-teman dan bisa juga untuk orang yang punya mobilitas tinggi dan suka menghabiskan waktu bersama teman-teman. •ARIE

Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi

9

Sejarah baru telah dimulai. Ini adalah pertama kali terjadi di Indonesia, dimana masyarakat dilibatkan secara langsung dalam memilih seorang menteri.

Calon MenteriPRESIDEN RI terpilih, Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), kini telah memulai menyusun kabinetnya untuk masa pemerintahan 2014-2019. Ia meminta pandangan masyarakat terkait kabinet yang akan disusunnya.

Dalam akun resmi Jokowi-JK di Facebook dengan nama Jokowi Center, diunggah lembaran yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR). Dikatakan, meskipun pemilihan menteri adalah hak prerogatif Presiden, Jokowi-JK berkeinginan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif memilih calon menteri yang diharapkannya.

“Di dalam memilih daftar nama calon-calon menteri ini, kami melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan dan juga para politikus. Nama-nama ini kami hadirkan, dan Anda kami persilakan untuk memilihnya sebagai bagian dari laku politik. Selamat memilih, tetap tersenyum dan tetap mendukung Jokowi-Jusuf Kalla, untuk Indonesia yang lebih hebat, mandiri, dan bermartabat,” sebut Jokowi dalam akunnya.

Masyarakat tinggal mengklik tiga nama yang telah disediakan, atau mengisi nama lain yang  berpotensi dicalonkan masyarakat di kolom tambahan (Other). Nama-nama dan jabatan selengkapnya bisa diperoleh klik di SINI!

Di samping kalangan aktivis, intelektual, wartawan, politikus dan bahkan seniman, yang menarik, beberapa tokoh yang terkenal di dunia teknologi informasi (TI) juga ikut tercantum dalam bursa calon menteri ini.

Onno W Purbo-BiskomOnno W. Purbo adalah salah satu calon Menteri Komunikasi dan Informatika. Onno dikenal sebagai Pakar Internet Indonesia. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 1962 ini juga menjadi penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Sebagai aktivis, Onno dikenal dalam upayanya memperjuangkan internet murah. Karya inovatifnya diantaranya adalah Wajanbolic, untuk koneksi internet murah tanpa kabel dan RT/RW-Net sebagai jaringan komputer swadaya masyarakat untuk menyebarkan internet murah, serta penerapan Open BTS.

Selengkapnya mengenai Onno W. Purbo, klik di SINI!

 

Romi Satria WahonoSelain itu ada nama Romi Satria Wahono dalam jajaran calon Menteri Riset dan Teknologi.  Kelahiran 2 Oktober 1974 ini adalah tokoh pendidik di dunia TI. Aktif sebagai peneliti dan dosen, dimana ratusan publikasi penelitian dalam bentuk scientific paper, artikel, dan tutorial telah diterbitkan dalam berbagai proceedings conference, jurnal ilmiah, majalah, koran dan portal, bertaraf nasional maupun internasional. Romi memulai karir sebagai software tester, programmer dan system analyst di beberapa software house dan game developer company di Jepang. Memiliki pengalaman sebagai engineer, konsultan, lecturer dan pembicara seminar, workshop, serta conference baik di Indonesia maupun luar negeri.

Selengkapnya mengenai Romi Satria Wahono, klik di SINI!
Jenderal TNI Budiman-Biskom

Nama Jenderal TNI Budiman masuk dalam jajaran calon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Kelahiran Jakarta, 25 September 1956 ini sebelumnya adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) ke-29, dan belum lama ini memasuki masa pensiun dini. Meski berkiprah di bidang militer, Budiman juga terlibat aktif di dunia TI. Bersama Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Budiman melakukan reformasi prajurit Indonesia yang melek TI.

Selengkapnya mengenai Jenderal TNI Budiman, klik di SINI!

 

Selain tiga nama tersebut, tentunya masih banyak tokoh nasional lain yang kiprahnya di dunia TI tidak perlu diragukan lagi. Kendati belum masuk dalam bursa calon menteri, nama-nama tersebut layak jadi pilihan lain Anda.
Firdaus Ali-Biskom

Misalnya saja Firdaus Ali. Pakar Air dan Sumber Daya Air Indonesia kelahiran Riau pada 21 April 1962 ini banyak terlibat dalam penanganan masalah air dan banjir dengan Pemprov DKI Jakarta dan banyak daerah lain di Indonesia. Dalam mengatasi krisis air, Doctor dari Department of Civil and Enviromental Engineering, University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat ini banyak mengandalkan terobosan teknologi yang paling efektif dan inovatif yang diakui oleh negara lain. Melihat kiprahnya, Firdaus Ali layak dicalonkan menjadi Calon Menteri Kependudukan dan lingkungan Hidup ataupun Menteri Pekerjaan Umum (PU) atau kementerian baru pengganti Kementerian PU yaitu Kementerian Sumber Daya Air dan Tata Ruang atau Kementerian Infrastruktur dan Sumber Daya Air yang akan dimaksudkan untuk menjawab tantangan pembangunan yang sedang dan akan dihadapi oleh Indonesia kedepan. Selain dari itu, Firdaus Ali yang merupakan Pendidik dan Peneliti Teknik Lingkungan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini bukanlah sosok yang asing bagi Jokowi, Presiden Terpilih 2014-2019, karena selama ini yang bersangkutan sudah aktif membantu Jokowi dalam urusan sumber daya air di Ibukota.

Selengkapnya mengenai Firdaus Ali, klik di SINI!

 

Budiman Sudjatmiko-Biskom

Nama hebat lain yang belum masuk dalam calon menteri misalnya Budiman Sudjatmiko. Aktivis kelahiran Cilacap, 10 Maret 1970 dan anggota DPR RI ini belakangan terlibat aktif dalam pembangunan Desa dan ekonomi kreatif.  Perhatiannya yang besar di kedua bidang ini layak menempatkannya di posisi calon Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selengkapnya mengenai Budiman Sudjatmiko, klik di SINI!

Bagaimana menurut Anda? •

Arikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2013
– ONNO W. PURBO: Lebih Baik Jadi Guru, Demi Cerdaskan Bangsa
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014
– JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara
– Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional Sepakati Roadmap dan Menteri TIK Kedepan
– Pegiat Internet Indonesia #AkhirnyaMilihJokowi
– Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif Padati Konser Salam Dua Jari
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI JULI 2014
– FIRDAUS ALI: Ketahanan Air Lebih Krusial Dibanding Pangan dan Energi
– ROMI SATRIA WAHONO:  Indonesia Butuh Penguasaan Teknologi
– Inilah 41 Calon Menteri Terpilih Versi Kabinet Rakyat
– Dicalonkan Jadi Menkominfo, Onno Raih Polling Tertinggi
– ONNO W. PURBO: Cerdaskan Rakyat, Agar Merdeka di Bidang TI

SAMSUNG GALAXY S5 ACTIVE, Andalkan Bodi Standar Militer

0

Galaxy-S5-Active-2SMARTPHONE dari Samsung yang satu ini cocok bagi pria yang ingin tampil gagah, atau siapapun yang mengidamkan gadget yang tahan banting. Samsung Galaxy S5 Active memang merupakan smartphone versi tangguh dari Samsung Galaxy S5.

Dari desainnya, Samsung Galaxy S5 Active  memiliki tampilan yang sangat kokoh, pas bagi mereka yang gemar beraktivitas di luar ruangan. Dari segi dimensi, dibandingan dengan Samsung Galaxy S5, smartphone ini tampak lebih besar dengan casing yang lebih tangguh dan telah mengantongi sertifikasi IP67 dan MIL-spec 810Gr dengan fitur anti benturan, tahan air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit, dan anti debu.  Smartphone ini telah dilapisi frame berupa karet yang berfungsi untuk menahan benturan atau saat terjatuh dan meminimalisir kerusakan pada hardware.

Perbedaan lainnya, tidak ada sensor sidik jari online slots pada Samsung Galaxy S5. Sebagai gantinya, Samsung menghadirkan tombol fisik yang ditempatkan persis di bawah layarnya.

Dari segi spesifikasi, Samsung Galayx S5 dengan Samsung Galaxy S5 Active sangat identik. Masih menggunakan layar 5.1 inch beresolusi Full HD 1920 x 1080 piksel, berteknologi Super AMOLED serta dilapisi juga dengan antigores dari Corning Gorilla Glass 3. Sistem operasi yang digunakannya adalah Android 4.4.2 KitKat dengan sentuhan TouchWiz versi terbarunya.

Galaxy-S5-Active-1Sementara untuk menunjang kinerjanya, Samsung mengandalkan kemampuan chipset Qualcomm Snapdragon 801 dan menggunakan prosesor quad core Krait 400 berkecepatan 2,5GHz yang diduetkan dengan RAM 2Gb dan GPU dari Adreno 330.

Untuk urusan kameranya, Samsung Galaxy S5 Active menawarkan kamera utama 16 megapiksel bersensor ISOCell lengkap dengan aitofocus dan LED Flash dan juga dapat merekam video dengan kualitas 4K@30fps.

Samsung Galaxy S5 Active tersedia dalam pilihan warna Camo Green, Titanium Gray dan Ruby Red. Harganya sekitar US$ 715 atau sekitar Rp. 8,5 juta. Samsung menunjuk operator seluler AT&T yang didaulat menjadi yang pertama memasarkannya.

Namun belum ada informasi resmi dari Samsung kapan S5 Active akan ada di Indonesia. •

ROMI SATRIA WAHONO: Indonesia Butuh Penguasaan Teknologi

0

Kondisi Indonesia saat ini sangat lemah dalam kontribusi pengembangan sains dan teknologi di dunia. Tertinggal dari negara-negara tetangga, dan hampir setara dengan Vietnam.

Romi Satria Wahono-BiskomMENURUT data statistik dari Scimago Journal Rank yang didukung oleh SCOPUS, dari aspek jumlah  publikasi penelitian, Indonesia yang 20 tahun yang lalu setara dengan Malaysia dan tidak terlalu jauh dibandingkan dengan Singapura, saat ini jauh tertinggal dibanding keduanya. Malaysia bahkan sejak tahun 2010, sudah mulai akselerasi cepat meninggalkan Singapura.
Yang lebih menyeramkan, Vietnam yang 20 tahun lalu kondisinya di bawah kita, sekarang secara jumlah publikasi ilmiah sudah mendekati Indonesia.

Menurut Romi Satria Wahono, peneliti dan tokoh pendidik di dunia teknologi informasi (TI), dilihat dari aspek total rangking negara, posisi Indonesia terpuruk di urutan 61, sedangkan Singapura stabil di posisi 32, dan Malaysia terus bergerak naik ke posisi 40. “Kualitas jurnal ilmiah di Indonesia di mata International juga buruk. Indonesia hanya memiliki 11 jurnal ilmiah yang terindeks oleh SCOPUS, dimana dari 11 jurnal itu, hanya 7 yang memiliki nilai Scimago Journal Rank (SJR),” papar Romi yang banyak melakukan penelitian di bidang Software Engineering dan  Machine Learning ini.

Romi yang memiliki pengalaman sebagai engineer, konsultan, lecturer dan pembicara seminar, workshop, serta conference baik di Indonesia maupun Jepang ini berpendapat, Indonesia memerlukan penguasaan terhadap teknologi. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintahan dan komunitas.

Lalu langkah apa yang perlu kita tempuh?  Simak petikan wawancara BISKOM dengan Romi Satria Wahono, belum lama ini.

Mengapa penelitian dan penguasaan teknologi kita lemah?
Yang pertama, saat ini budaya kegiatan penelitian di lembaga penelitian di Indonesia baru mulai untuk kegiatan formalitas dan pengumpulan angka kredit (kum) untuk jabatan fungsional. Asal jadi paper, kemudian diterbitkan di jurnal lokal yang sebenarnya tidak layak juga dilakukan, karena toh hanya untuk pengumpulan angka kredit jabatan fungsional.

Di universitas, konsentrasi kegiatan juga pada belajar mengajar, dan bukan untuk melakukan penelitian. Faktor berikutnya adalah rendahnya minat peneliti dan dosen dalam melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitian.

Ditunjang oleh kurangnya penghargaan dan insentif dari universitas dan lembaga penelitian terhadap publikasi ilmiah dari para penelitinya. Faktor yang terakhir adalah, dari pengalaman mengajar program pasca sarjana di beberapa universitas di Indonesia, banyak mahasiswa dan dosen yang kurang memahami bagaimana melakukan penelitian yang baik, dan juga lemah dalam teknik penulisan paper ilmiah untuk jurnal termasuk prosedur pengirimannya.

Sebenarnya apa kunci penguasaan teknologi?
Saya yakin, kunci dari kebangkitan suatu bangsa di penguasaan teknologi adalah sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintahan dan komunitas. Konsep ini sering disebut dengan Quadruple Helix Model.

Inilah yang selama ini, dalam perjalanan perjuangan hidup saya, saya lakukan secara bertahap. Saya belajar bagaimana menggerakan komunitas, saya belajar bagaimana saya bisa memulai masuk ke industri dari teknologi yang saya kuasai, saya belajar dari bagaimana mendidik mahasiswa supaya bisa melakukan penelitian yang berkualitas, dan saya juga belajar bagaimana birokrasi di pemerintahan harusnya bisa diarahkan untuk mendukung pergerakan dari dunia akademisi, bisnis dan komunitas.

Saya memulai usaha pelan-pelan untuk mewarnai dunia akademik di Indonesia ketika saya menempuh studi saya di Jepang dengan membangun IlmuKomputer.Com di tahun 2003.

Romi Satria Wahono-Biskom2Bisa diceritakan apa saja isi dari IlmuKomputer.Com?
IlmuKomputer.Com membagi literatur yang ditulis secara crowd sourcing dan oleh siapapun yang memiliki pengetahuan dan mau membaginya untuk teman-teman yang lain. Alhamdulillah pergerakan ini mendapat sambutan yang hangat oleh teman-teman di tanah air, dan menginspirasi teman-teman untuk membangun hal serupa di berbagai bidang.

Pengalaman ini membawa impact besar dalam kehidupan saya. Saya semakin yakin bahwa suatu perjuangan untuk kebaikan bisa dilakukan dengan gerilya dari komunitas. Dan Indonesia termasuk yang memiliki kekuatan besar di komunitas. Kita bisa lihat bahwa pengguna Facebook dan Twitter dari Indonesia yang di posisi tinggi secara internasional.

Anda dikenal sebagai seorang peneliti dan pernah bekerja di lembaga formil seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Setelah keluar dari LIPI, apakah kegiatan penelitian Anda tetap berlanjut?
Setelah memutuskan mundur sebagai peneliti LIPI, saya ingin terus membuktikan bahwa kreatifitas maya seperti IlmuKomputer.Com bisa dibawa ke wilayah yang lebih profesional dan produktif, yang ujungnya adalah entrepreneurship di bidang teknologi atau technopreneurship.

Saya membangun perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan software dan training center, bernama Brainmatics. Saya menggunakan resource yang sebelumnya sudah terbentuk di komunitas IlmuKomputer.Com, baik untuk instruktur maupun partner pengembang software. Untuk rekrutmen staff, saya menggunakan cara yang tidak biasa.

Saya tidak merekrut lulusan D3, S1 atau S2, tapi saya rekrut dari siswa SMK yang berprestasi dan memiliki semangat belajar dan bekerja, meskipun mereka memiliki kendala di ekonomi untuk melanjutkan sekolah. Pagi sampai sore bekerja di Brainmatics, dan mulai sore semua staf saya biayai untuk melanjutkan kuliah sesuai dengan job description di kantor.

Untuk SDM developer saya ambil dari SMK jurusan rekayasa perangkat lunak, dan saya beri beasiswa untuk program S1 di jurusan teknik informatika. Untuk SDM marketing, saya beri beasiswa untuk melanjutkan studi di jurusan komunikasi atau broadcasting. Sedangkan untuk SDM di bagian finance, saya biayai untuk mengambil program S1 di jurusan akuntansi.

Staf saya didik pelan-pelan, saya anggap anak sendiri, khususnya harus memiliki keseimbangan karakter, kognitif dan psikomotorik. Alhamdulillah rekrutmen dari usia muda ini berhasil meningkatkan omzet perusahaan, dan mulai stabil setelah 3 tahun. Total sampai tahun 2014 sudah ada sekitar 20 orang, dimana angkatan pertama sudah mulai  melanjutkan studi ke program S2 dengan tetap mendapatkan beasiswa dari Brainmatics.

Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada manusia yang bodoh, asal dididik dengan benar, diberi kesempatan, InsyaAllah semua orang bisa menunjukkan hasil yang signifikan. Tidak peduli inputnya adalah bahkan teman-teman siswa SMK kurang mampu secara ekonomi.

Menurut Anda, apakah mahasiswa dari universitas kecil juga bisa berkontribusi besar di penelitian?
Jujur saja, banyak tawaran mengajar di kampus negeri dan terkenal, namun saya mencoba strategi lain. Saya lebih memilih mengajar di tiga program pasca sarjana ilmu komputer di Indonesia yang relatif kecil dan termasuk kelas gurem.

Saya didik mahasiswa saya pelan-pelan, saya tangani dengan disiplin tinggi dan semangat untuk mengajarkan ke mahasiswa penelitian yang berkualitas. Saya ingatkan bahwa sekolah itu untuk mengubah hidup dan bukan mencari gelar. Saya juga menulis dengan detail di blog saya (http://romisatriawahono.net), apa yang harus dilakukan untuk memulai penelitian, tips dan trik supaya bisa menjadi expert di suatu bidang penelitian.

Saya yakin bahwa hukum apprentice itu benar, “It takes 5000 hours to turn a novice into an expert”. Bahwa hanya perlu 1-2 tahun untuk mendidik mahasiswa dari universitas kecil untuk bisa menjadi peneliti yang baik.

Apa yang selalu Anda tekankan kepada anak didik supaya selalu memiliki semangat?
Saya selalu yakinkan ke temen-temen mahasiswa bahwa saya juga bukan terlahir sebagai orang pintar atau jenius. Saya yakin saya bisa menempuh pendidikan ke luar negeri adalah karena ada faktor keberuntungan. Beruntung mendapatkan informasi beasiswa, beruntung masih memiliki biaya transportasi ke Jakarta untuk ikut ujian beasiswa Pak Habibie.

Siapapun asal mendapatkan kesempatan dan keberuntungan yang sama, asal tetap punya motivasi tinggi saya yakin bisa. Roh ini yang saya bawa untuk mendidik teman-teman mahasiswa di universitas gurem. Adam Khoo pernah menulis buku menarik bagaimana perjuangan dia untuk menjadi cerdas, dia mengatakan “I am gifted and so are you …”.

Alhamdulillah ratusan mahasiswa program pasca sarjana, meskipun awalnya ngos-ngosan dan harus kerja keras, bisa saya bimbing untuk melakukan penelitian berkualitas, mampu menulis publikasi paper di jurnal berimpact factor. Daftar penelitian yang sudah kita lakukan ada di: http://romisatriawahono.net/research/

Diantara kesuksesan Anda dalam bisnis, mengapa Anda memilih perjuangan hidup seperti ini?
Saya punya hutang besar ke rakyat Indonesia. Sejak menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, saya sudah dibiayai rakyat. Seluruh pendidikan saya dibiayai rakyat Indonesia. Saya ingin mengembalikan hutang-hutang saya, dalam bentuk memberi beasiswa ke teman-teman yang tidak mampu, membuka lapangan kerja baru, dan mendidik teman-teman mahasiswa dari universitas yang terpinggirkan untuk bisa melakukan penelitian yang berkualitas.

Perusahaan bisa tumbuh karena SDM yang sudah matang itu biasa, yang luar biasa adalah apabila perusahaan bisa tumbuh pesat dari SDM yang dianggap tidak berkualitas. Penelitian tumbuh dari universitas atau lembaga penelitian besar itu juga biasa, tapi yang luar biasa adalah apabila muncul penelitian berkualitas dari mahasiswa-mahasiswa universitas gurem.

Saya bawa nafas perjuangan ini lewat workshop dan seminar di ratusan kampus dan organisasi yang saya kunjungi. Saya ingin berjuang bersama-sama untuk kebangkitan Indonesia dalam penguasaan sains dan teknologi. Saya yakin bahwa yang saya lakukan belum membayar, bahkan sekedar 10% dari hutang-hutang saya ke rakyat. Tapi mudah-mudahan Allah terus memberi saya kekuatan dan kesabaran untuk selalu tetap melakukan perjuangan membangun bangsa. •

Arikel terkait:
Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi