Home Blog Page 924

Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional Sepakati Roadmap dan Menteri TIK Kedepan

0

Menyambut pemilihan presiden RI yang akan berlangsung 9 Juli 2014 nanti, MIFTA (Muslim Information Technology Association) bersama beberapa asosiasi dan penggerak teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Nasional yaitu APTIKOM, ASPILUKI, AOSI, FTII, IPKIN, IKTII, MASTEL, MIKTI, APKOMINDO dan lainnya, membuat kesepakatan bersama untuk membuat pernyataan bersama mengenai Usulan Komitmen terhadap Roadmap TIK dan Kriteria Menteri TIK sebagai usaha membangun Kemandirian Bangsa.  

1. Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng. dlm Pembahasan Roadmap TIK Nasional & Kriteria Menteri TIKDENGAN pernyataan bersama ini, asosiasi dan penggerak TIK di Indonesia akan membantu memberikan arahan pada pemerintah terpilih berikutnya untuk dapat memberikan keberpihakan lebih baik kepada Implementasi TIK maupun kepada pengembangan Industri TIK di tanah air.

Beberapa hal yang melatar belakangi dibuatnya pernyataan bersama ini, didasari pandangan bahwa bidang TIK merupakan alat strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa. Apalagi bangsa ini didukung potensi SDM Indonesia yang besar  sebagai modal dasar untuk membangun kekuatan TIK nasional.

Menurut Ketua Bidang Technopreneur MIFTA, Deddy Rahman, sudah saatnya Indonesia dipandang terhormat oleh bangsa lain melalui bidang TIK. Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangat memerlukan TIK yang handal serta terencana baik. Disamping itu, Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, merupakan pasar TIK yang besar pula. “Oleh karenanya, kami memandang  kriteria pemilihan Menteri TIK yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan zamannya, akan menjadi faktor dalam mempercepat pencapaian solusi TIK Nasional,” ujar Deddy di Jakarta (2/7)

Dipaparkannya, beberapa unsur dalam Roadmap TIK nasional yang harus diwujudkan terutama adalah menjadikan TIK sebagai alat daya ungkit bangsa, serta keberpihakan dan perhatian pemerintah untuk bidang TIK yang efektif menjadi prioritas utama. Disisi lain, posisi Menteri TIK wajib diisi oleh figur yang visioner dan berpengalaman. Sehingga diperlukan Roadmap bersama yang dapat menjembatani tercapainya tujuan Kemandirian TIK Nasional.

“Saat ini,  arah perkembangan TIK Indonesia sangat bergantung, didominasi dan banyak ditentukan oleh vendor asing, prioritas atas isu-isu TIK nasional yang berkembang saat ini menjadi kurang relevan dengan tujuan membangun kemampuan dan kemandirian bangsa,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah diharapkan dapat memberikan komitmen kepada unsur-unsur dalam Roadmap TIK nasional yaitu:

  1. Meningkatkan kompetensi dan keprofesian SDM di bidang TIK sesuai dengan standar (akademik/industri) yang diakui secara global.
  2. Membangun kerangka peraturan (legal/regulatory framework) yang menaungi dan melindungi tercapainya tujuan diatas.
  3. Meningkatkan kerjasama lintas sektoral (wilayah) dalam rangka integrasi sistem informasi layanan publik.
  4. Mempercepat pembangunan infra dan supra struktur TIK negara secara proporsional.
  5. Memperlancar proses pembangunan TIK.
  6. Mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya industri TIK dalam negeri agar mampu bersaing di tingkat global.
  7. Mendukung berkembangnya pemanfaatan infrastruktur TIK sebagai media komunikasi yang bebas, berakhlak luhur, bertanggung jawab, dan tidak memihak pada kepentingan tertentu serta menjunjung keluhuran budaya bangsa. Indonesia harus mempunyai kedaulatan atas TIK termasuk industrinya, dan membangun kekuatan TIK bangsa yang meliputi Infrastruktur (hardware) dan Perangkat Lunak (software).

2. Onno Widodo Purbo dlm Pembahasan Roadmap TIK Nasional & Kriteria Menteri TIKSuhono H Supangkat, Ketua Umum e-Indonesia Initiative (eII), menyambut baik kerangka pemikiran yang akan disampaikan kepada pemerintahan online casino yang terpilih nanti. Namun ia menyoroti masih belum ada kejelasan dari prioritas TIK di Indonesia. Masing-masing menteri menjalankan pembangunan TIK sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi, dimana TIK untuk mempertahankan kedaulatan dibawah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, lalu TIK untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi dibawah Menteri Perekonomian, dan TIK untuk meningkatkan daya saing atau kesejahteraan dibawah Menkokesra.

“Kedepannya kepemimpinan TIK di kementerian harus berada dibawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Menkominfo sebagai CIO (Chief Information Officer) harus bisa mengkoordinir hal ini,” sambung Suhono.

Sedangkan dari sisi pengusaha, Soegiharto Santoso yang mewakili APKOMINDO, merasa kondisi bisnis TIK sedang mengalami kemerosotan. Perlu diperhatikan tidak hanya dari hardware ataupun software saja, tetapi harus dibangun sistemnya. “Kami mempunyai kendala pada perizinan dimana sekarang ini untuk mengurus sesuatunya ada semacam “barrier to entry” yang menghambat percepatan pengurusannya, sehingga membuka peluang pihak ketiga menjadi “biro jasa”. Hal tersebut turut  menghambat percepatan bisnis TIK. Kedepan tentu kami mengharapkan Kemkominfo dapat memberikan dukungan yang lebih komprehensif lagi terhadap APKOMINDO,” ujar Soegiharto.

Pakar Internet Onno W. Purbo, pada kesempatan yang sama menyoroti tentang kemampuan TIK Indonesia saat ini berkaitan dengan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, konsumsi TIK Indonesia saat ini sangat besar, contohnya untuk belanja ponsel bernilai 2 triliun pertahun. “Ini merupakan bentuk penjajahan hari ini, yaitu penjajahan lewat ekonomi,” paparnya.

Sementara masalah kekurangan SDM TIK, menurut Onno,  juga sangat kritis. Dimana hari ini jumlah mahasiswa seluruh Indonesia adalah 2,5 juta, sedangkan yang jurusan teknik adalah 9%. “Jadi masih sangat sulit untuk membuat riset center dan lain sebagainya. Dipastikan tidak akan jalan, karena tidak ada SDM-nya. Jadi harus diadakan dulu orangnya, baru bicara mengenai riset center,” tambah Onno.

3. Foto bersama Tim Pembahasan Roadmap TIK Nasional & Kriteria Menteri TIK

Kriteria Menkominfo

Diharapkan, kedepannya kewenangan Menteri TIK sebagai CIO bangsa mampu menetapkan kebijakan strategis nasional dan melakukan koordinasi lintas organisasi, mewujudkan IT Governance dan memastikan agar instansi pemerintah lainnya tidak secara langsung mengurusi TIK. Namun melalui koordinasi dengan Menteri TIK, dalam hal ini Menteri Kominfo.

Selanjutnya, konsekuensi yang harus dijalankan adalah membangun industri TIK Nasional, penamaan dan fokus Kominfo yang selama ini lebih cenderung ke fungsi Menteri Penerangan harus diubah sehingga fokus pada TIK.

Terkait tujuan di atas, asosiasi dan penggerak TIK Nasional mengusulkan kriteria menteri TIK yang seharusnya dipilih yaitu, harus profesional, mempunyai kemampuan melakukan koordinasi dan pengawasan TIK untuk lintas sektoral, dapat menanggulangi konflik kepentingan di tingkat strategis, memahami perkembangan dan kondisi TIK Indonesia terkini dan tren global, memiliki kemampuan negosiasi di tingkat nasional maupun internasional, serta mampu berpikir strategis dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat.

Menurut Deddy dari MIFTA, kriteria-kriteria ini terdapat pada sosok Onno W Purbo dan Suhono H Supangkat.  “Jika ingin mendapatkan dukungan dari komunitas penggiat TIK, maka hal-hal yang disebut diatas perlu dipertimbangkan dengan serius oleh siapapun Presiden/Wapres terpilih nantinya. Dan komunitas serta penggiat TIK Nasional, siap bekerjasama dengan siapapun Presiden/Wapres yang terpilih, demi kemajuan TIK Nasional,” tegas Deddy.

Dalam diskusi yang berlangsung di wilayah Cikini, Jakarta ini diprakarsai oleh Prihantoosa (Presiden MIFTA), Asih Subagyo (Sekjend MIFTA), Bayu Waspodo, Bayu Widyasanyata, Noval Ramsis, Muhammad Sutiyadi (Humas MIFTA), Andi Ho, Mariman Muhardi dan Charlie M. Sianipar (APKOMINDO), Irwin Day (Sekjend FTII), Ashari Abidin (AOSI & QB), Nurlina W. Purbo, Ranu Arifudin, Srianto Handoko dan Andi Tanudiredja (Pebisnis TIK dan Media).

Direncanakan draft ini akan disampaikan kepada Capres/Cawapres yang ada sebelum pencoblosan 9 Juli nanti. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Berita terkait:

– SUHONO H. SUPANGKAT: Smart City Terkendala Regulasi
– Pemkot Makassar Gandeng ITB Kelola Smart City
– Konferensi TI 2014: Membangun Sistem Cerdas Untuk Kota
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI AGUSTUS 2013
– ONNO W. PURBO: Lebih Baik Jadi Guru, Demi Cerdaskan Bangsa
– Pegiat Internet Indonesia #AkhirnyaMilihJokowi
– Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif Padati Konser Salam Dua Jari

 

Xenom Luncurkan Notebook Gaming Siren SR14i

0

xenom1XENOM, produsen notebook gaming merek lokal pertama di Indonesia, kembali menambah varian notebook seri terbarunya Xenom Siren SR14i yang dikhusukan untuk para gamer dan professional yang membutuhkan kinerja dan performa tinggi. Notebook ini memiliki performa dua kali lebih cepat dibandingkan dari generasi terbaru GPU lainnya karena mengadopsi GPU Integrated terkuat Intel Iris Pro Graphic 5200 dengan memori eDRAM berkapasitas 128 MB dan Intel Dynamic Video Memory Technology, dan didukung Intel Quick Sync Video, serta decode dan transcoding JPEG/MPEG yang lebih mulus.

Tidak ketinggalan,  Xenom mengkombinasikan GPU terintegrasi Intel Iris Pro Graphics 5200 dan prosesor Intel Core i7 4750HQ untuk meningkatkan kemampuan grafis hingga 75 persen lebih tajam dan cepat dibandingkan Intel Graphic versi sebelumnya.

Dari sisi desain, Xenom Siren SR14i mengusung form factor ultrabook yang tipis, ramping, dan tetap menawan. Sesuai karakter Siren yang mengedepankan mobilitas tinggi dan powerful, Siren SR14i pun memiliki product yang asthetic di antara semua SKU Xenom, yakni dengan tebal 2,1 centimeter dan berat 1,6 kilogram.

Kualitas layar Xenom Siren SR14i pun sangat mumpuni berbekal teknologi IPS Panel 16:9 Wide screen beresolusi HD+ (1600×900) dengan LED-Backlit Display dan layar Full-HD (1920×1080) untuk model yang lebih tinggi (Advance spec). Walhasil, layar super jernih, true, dan tajam dengan anti glare. Warna yang ditampilkan pun seperti gambar aslinya.

xenom2“Kekuatan grafis yang tajam dan jernih membuat Siren SR14i cocok bagi gamer freak ataupun pekerja kreatif seperti desainer grafis, video editor, animator 3D hingga arsitek. Ketahanan baterai juga ditambah hingga lima jam aktif, di atas rata-rata notebook yang hanya bertahan hingga 3-4 jam,” tutur Rolly Edward, General Manager PT Xenom Indonesia.

Selain memori DDR3 SDRAM 1600MHz berkapasitas 8 Gb untuk menangani berbagai proses, Xenom juga membenamkan SSD mSATA sebesar 128 Gb sehingga processing lebih cepat dan lebih ringan untuk menunjang mobilitas. Pengguna juga dapat menambah ekstra HDD jika merasa perlu.

Berbicara tentang konektivitas, pengguna dapat memanfaatkan akses nirkabel WiFi 802.11 b/g/n dan Bluetooth Combo Module. Di samping itu, terdapat 1 port HDMI (with HDCP), 1 Mini Display Port 1.2 output, 3 port USB 3.0, 1 audio jack 3,5 mm serta 1 port LAN RJ-45 (10/100/1000 Mbps). Sedangkan untuk keperluan video chatting, terdapat kamera built-in berkualitas HD, lengkap dengan 1 built-in microphone dan 2 built-in speaker.

Xenom Siren SR14i telah tersedia di pasar Indonesia sejak 26 Juni 2014 melalui Paziashop.com dan Pemmz.com. Segera menyusul di beberapa modern channel lain, seperti Lazada.co.id, Bhinneka.com, dan Blibli.com. Harga resmi Siren SR14i mulai dari Rp15,49 juta untuk model Basic Spec dan Rp.16,49 juta untuk model Advance Spec. •ANDRI

SONY CYBERSHOT RX100 III, Kamera Saku Canggih 9 Jutaan

0

Sony Cyber-Shot RX100 III-1NAMA besar Cybershot membuat Sony dengan percaya diri terus mengembangkan kamera saku dengan nama ini. Belum lama ini Sony mengungkap generasi ketiga dari kamera Cybershot RX series yang populer, yakni RX100 III.

Kamera Cybershot RX100 III ini menawarkan desain compact seperti pendahulunya,  Sony RX100 MkII, tapi dengan sejumlah peningkatan fitur di dalamnya. Perubahan yang jelas terlihat terletak pada layar belakangnya yang kini bisa dilipat 180 derajat, sehingga mereka yang gemar berfoto selfie dipastikan akan menyukai kamera ini.

Sony teleh memperbaharui penggunaan lensa pada Sony Cyber-Shot RX100 III.  Seri ini menggunakan Carl Zeiss Vario-Sonnar T* 24-70mm f/1.8-2.8. Dengan spesifikasi barunya ini, lensa RX100 III akan lebih terang di ujung zoom dibandingkan RX100 II.

Sony tetap menggunakan sensor BSI-CMOS Exmor R berukuran 1-inci beresolusi 20.1 megapixel, seperti yang digunakan RX100 II. Untuk pemrosesan gambar dan video, RX100 III kini menggunakan prosesor BIONZ X yang juga diandalkan Sony untuk beberapa kamera DSLM atau DSLT terbarunya seperti Sony a7, a7r dan Alpha A77 II.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADengan BIONZ X, kemampuan rekam videonya juga ikut meningkat. Apalagi Sony juga  menggunakan codec XAVC-S yang lebih minim kompresi. Ini menjadikan hasil rekaman video Full HD kamera ini lebih baik. Sony Cyber-Shot RX100 III juga menjadi kamera Cyber-shot RX-series pertama yang mendapat dukungan Intelligent Active Mode untuk mengurangi efek guncangan dari gerakan tangan atau gerakan tubuh saat merekam video dengannya.

Didukung EVF OLED Tru-Finder, Sony Cybershot RX100 III juga menggunakan sebuah sensor mata yang bisa secara otomatis menampilkan antara display dan viewfinder.  Namun Sony tidak menyertai  hotshoe flash untuk menambah aksesoris flash eksternal.

Seperti kamera modern lainnya, juga tersedia fitur WiFi dan NFC. Dipadukan dengan aplikasi Sony PlayMemories, Anda bisa menjadikan perangkat tablet atau smartphone Android menjadi remote shutter atau memindahkan hasil foto ke tablet atau smartphone.

Sony Cyber-Shot RX100 III  tersedia di bulan Juni 2014 dengan bandrol harga US$ 800 atau sekitar Rp. 9 juta.•

Peran Komputer Desain Bagi Perancang Busana

0

batik-2MEMASUKI awal tahun 1990-an, dari tahun ke tahun semakin banyak industri garmen yang memanfaatkan teknologi informasi (TI) pada proses perancangan busananya. Dengan TI, seorang desainer dengan bebas dapat bereksplorasi dan bereksperimen dalam menciptakan desain-desain busana yang inovatif dan dapat mengakomodasi permintaan pasar.

Komputer desain adalah suatu jaringan perangkat teknologi yang berkemampuan tinggi dan serba bisa, sehingga seorang desainer yang telah menguasai TI dalam proses pendesainan busana, pada umumnya akan mampu menghasilkan dan mewujudkan ide-ide secara lebih cepat dibandingkan bila dikerjakan dengan cara yang lainnya. Hal ini sangat mendukung dalam mewujudkan target produksi dan efisiensi yang harus dipenuhi oleh suatu industri garmen.

Seorang desainer yang pada awal abad ke–20 masih harus menggunakan cara-cara konvensional dalam mendesain, kini semakin banyak yang menggantikannya dengan komputer. Melalui TI seorang desainer dapat dengan leluasa mengekspresikan diri dengan berbagai tugasnya dalam memecahkan masalah perhitungan kompleks yang ditangani oleh mesin-mesin canggih.

Logika digital kerap kali dinilai lebih kaya karena berisi program-program perangkat lunak dari “perpustakaan” pemikir kelas dunia. Sebagai contoh ketika seorang desainer akan mendesain sejenis busana tertentu, maka kumpulan clipart atau art work seperti fasilitas jenis serat, tekstur, motif, warna, garis model serta detail model bagian-bagian busana dapat dimanfaatkan. Desainer tinggal membuat beberapa variasi, modifikasi dan membuat berbagai kreasi dari desain yang telah dibuat lebih dulu sesuai dengan yang dikehendaki.

Kehadiran komputer desain dengan berbagai kelengkapannya lambat laun jadi makin digemari oleh banyak perancang karena berbagai kemudahan yang ditawarkan melalui perangkat lunaknya yang dapat membantu para desainer dalam menyelesaikan proses perancangan dengan lebih cepat dan hasil yang optimal.

Dengan keahlian para pembuatnya, komputer desain telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk membantu para desainer dalam menghasilkan suatu gagasan perancangan yang lebih kompleks dan dapat diformulasi ulang (edit), sehingga desainer tidak perlu mengulang dari awal bila gambar yang dibuat tidak bagus.

Para perancang menyukai fasilitas mudah tersebut karena memberinya berbagai hal yang bersifat eksperimental, dengan berbagai hubungan antara warna dan efek-efek ruang yang luas, dan secara umum memungkinkan desainer untuk bermain dengan semua jenis struktur tersebut.

Sangat disadari bahwa teknologi komputer merupakan sebuah perangkat yang sangat mendukung bagi jenis aktivitas di industri garmen, karena kecepatan dan keakurasian yang dapat dijalankan pada proses pendesainan tersebut.

Begitu pentingnya arti TI dalam menunjang mekanisme kerja di industri garmen, hingga seorang ahli mengungkapkannya secara hiperbolik: “For the artist who operates commercially, the computer is a God send, but for the serious artist it is a mixed blessing” (Patrick Taylor: Computers in the Fashion Industry). •

CHU CHIU NAN: Produk Seagate Tak Hanya Menyimpan, Tapi Menganalisa

0

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat telah memunculkan berbagai teknologi terbaru yang dapat memberikan solusi secara optimal. Tak terkecuali untuk teknologi penyimpanan data yang tidak hanya meningkat dari sisi kapasitas penyimpanannya tetapi juga fungsi, performance dan durability-nya.

CHU CHIU NAN-2SEAGATE, sebagai perusahaan yang bergerak pada penyediaan solusi penyimpanan telah melihat perkembangan teknologi surveillance tidak lagi hanya sebagai pengawasan tetapi juga untuk kebutuhan analisis. Untuk mendukung hal tersebut, belum lama ini perusahaan tersebut mengeluarkan solusi penyimpanan HDD Surveillence terbaru yang merupakan hard disk drive (HDD) generasi ketujuh yang dirancang secara khusus untuk menyimpan serta mengakses video analitik

Menurut Manager Technical Support Seagate, Chu Chiu Nan, bila berbicara surveillance, yang pertama terpikirkan adalah untuk memastikan keselamatan dan keamanan. Maka, keberadaan sistem surveillance yang bisa diandalkan akan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi konsumen. Tapi di balik itu semua, data pengawasan bisa digunakan untuk keperluan business intelligence. Dicontohkannya, saat seorang pengunjung hotel masuk ke dalam gedung dan kedatangannya direkam oleh kamera pengawas, hasil surveillance ini akan masuk ke dalam data base perusahaan. Business intelligence akan menganalisa hal-hal tersebut, seperti area mana saja dalam gedung yang paling ramai, jam berapa, dan lain sebagainya.

“Seiring berkembangnya zaman, hasil rekaman surveillance bukan hanya sebagai bukti pengawasan, tetapi juga bisa diolah untuk berbagai kebutuhan analisis sehingga di perlukan penyimpanan data yang spesifik seperti Seagate Surveillence HDD sebagai bagian penting dari pengelohan data,” papar Chu Chiu Nan, saat kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu mampu.

Dikemukakannya, Surveillence HDD yang memiliki ukuran fisik 3,5 inci ini tersedia dalam kapasitas hingga 4Tb dengan kemampuan menyimpan konten beresolusi High Definition (HD) hingga 480 jam. Dirancang secara skalabel, drive ini dilengkapi dengan sensor RV (rotational vibration) sehingga mampu bekerja dengan baik meskipun dalam sistem yang diisi hingga 16 drive. “Perangkat ini sangat ideal untuk bisnis skala kecil hingga menengah, dimana kegunaan video HD serta video analitik sangat diperlukan,” ujarnya.

Chu juga mengungkapkan bahwa perangkat ini bisa digunakan sebagai penyimpanan data dari banyak kamera sekaligus dan mendukung hingga 32 kanal sehingga bisa menangani beban kerja tinggi yang menjadi syarat utama sistem pengawasan berbasis video. HDD ini juga bisa mendukung kamera video berjenis motion-activated sehingga pemasang bisa menyesuaikan pengaturan daya dan memastikan tidak akan kehilangan satu frame gambar pun.

Keunggulan lainnya, Surveillence HDD memilki rentan MTBF (mean time between failures) 1 juta jam, sehingga produk ini bertahan lebih lama, mengurangi kebutuhan pengiriman staf dukungan ke lapangan dan menjaga retensi pelanggan. Selain itu, memiliki konsumsi daya sedikit serta menghasilkan emisi panas yang minim, memberikan fleksibilatas desain untuk penyedia solusi.

Berikut ini petikan wawancara BISKOM dengan Chu Chui Nan mengenai HDD yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan HDD biasanya.

CHU CHIU NAN-1Apakah kapasitas penyimpanan harddisk ini yang terbesar?
Surveillance HDD memiliki kapasitas simpan terbesar yang dioptimalkan untuk sistem pengawasan video 24×7. Kami melihat perkembangan surveillance sudah sangat pesat dan masif.

Saat ini ada tiga fitur utama dalam sektor surveillance, yaitu video capture, video record dan penyimpanan, serta elemen IT convergence atau penggabungan/peleburan TI. Dalam feature video capture, saat ini teknologi high definition atau HD sudah umum digunakan. Dengan berkembangnya teknologi, data yang dihasilkan otomatis semakin besar, dan harus diimbangi dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar pula. Jika dulu teknologi DVR sudah cukup, kini yang paling sering digunakan adalah NVR atau VMS.

Mengapa Seagate mengeluarkan drive yang dikhususkan untuk kebutuhan surveillance. Bukankah semua HDD itu sama?
Setiap perusahan atau individu mempunyai kebutuhan dan keperluan yang berbeda-berbeda sehingga dalam memilih solusi penyimpanan juga disesuaikan dengan kebutuhannya. Tidak disarankan HDD untuk desktop dijadikan keperluan surveillance karena kapisitasnya yang rendah dan tidak didesain secara spesifik untuk keperluan surveillance.

Apalagi fakta yang terjadi dunia surveillance adalah, jika terjadi masalah seperti kehilangan data, tidak merekam, drop frame, data security, atau data recovery, pasti hal pertama yang langsung disimpulkan sebagai penyebabnya adalah HDD. Padahal ada beberapa faktor di luar HDD yang ikut menentukan, seperti networking bandwidth dan camera performance. Faktor lainnya yang mempengaruhi masalah tersebut adalah daya yang kurang dari devicenya atau chip yang memiliki kinerja kurang baik.

Hal seperti ini juga bisa mengakibatkan gagalnya penyimpanan data dari kamera ke HDD. Jadi dibutuhkan jenis surveillance tertentu yang tentunya kompatibel dengan kebutuhan konsumen.

Berarti HDD yang biasa digunakan untuk desktop berbeda dengan surveillance?
Banyak orang menganggap setiap HDD itu sama, padahal berbeda. Ada empat faktor kunci yang menjadi pertimbangan dalam memilih surveillance HDD. Pertama, Retention yaitu, berapa lama data tersebut akan tersimpan dan dalam lingkungan seperti apa data itu akan tersimpan. Kedua, Requirement, yaitu tingkat kepentingan datanya tersebut, data redundancy, data integrity, data security, dan video analytic atau bagaimana video itu bukan hanya sekadar data tapi bisa menjadi bahan analisa.

Ketiga, Recording. Mode perekamannya apakah berkelanjutan atau berdasarkan gerakan, resolusi kameranya, dan berapa banyak HDD yang digunakan. Dan keempat, Reliability, kemampuan bisa merekam 24 jam dan apakah bisa meredam getaran yang akan dihasilkan HDD dalam jumlah banyak.

Lalu, bagaimana cara memilih HDD surveillance yang tepat?
Di sini, perlu menekankan pentingnya pemilihan media penyimpanan yang tepat melalui device, portfolio dan strateginya. Faktor terpenting bukanlah harga, tetapi kesesuaian produk yang dipilih dengan kebutuhan konsumen. Jadi yang perlu diperhatikan adalah, HDD tersebut bisa mengurangi biaya penyimpanan, mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan data, mengurangi biaya tersembunyi yang akan muncul dan menjaga kepuasan konsumen. Dengan meningkatnya resiko kehilangan atau kerusakan data, berarti nilai data tersebut dianggap lebih bernilai, dan pemilihan media penyimpanan pun menjadi krusial demi kelangsungan bisnis.

Mengapa Surveillance menjadi penting dalam kelangsungan bisnis?
Tentunya untuk menjaga kepercayaan dan rasa aman yang dimiliki konsumen dan menghindari terciptanya reputasi buruk. Selain itu, untuk menghindarinya adanya beban kerja terlalu banyak yang terjadi jika ada masalah dan menghindari adanya tuntutan hukum yang disebabkan ketidakpuasan konsumen. Ini masih berkaitan dengan reputasi perusahaan.

Sejauhmana Seagate memenuhi kebutuhan solusi surveillance yang berbeda?
Sebenarnya selain Surveillance HDD, Seagate juga mempunyai solusi surveillance lainnya sebagai upaya memenuhi kebutuhan konsumen, seperti Seagate Video 3.5 inci dan 2.5 inci. Produk yang sudah ada cukup lama ini ditujukan untuk pemakaian di rumah dan usaha kecil. Produk ini memiliki keunggulan tidak cepat panas, tidak berisik, hemat listrik, dan video performance yang baik. Kapasitasnya tersedia dari 250Gb hingga 4Tb.

Selain itu, adalah Enterprise Capacity. Produk ini adalah yang paling canggih dalam kategori surveillance HDD dan ditujukan untuk perusahaan besar, yang memiliki banyak kamera pengawas. Kapasitas yang ditawarkan mencapai 6Tb. Fitur unik yang ditawarkan adalah SED atau device yang mendukung enkripsi data. Masing-masing produk ini kompatibel untuk device yang berbeda. •ANDRI

Konferensi TI 2014: Membangun Sistem Cerdas Untuk Kota

0

Konferensi TI 2014BERHARAP menemukan konsep-konsep pengembangan serta penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan menggunakannya untuk membangun platform dengan skala nasional, Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke-10 kembali digelar pada 23-25 Juni 2014 di Aula Barat ITB. Sesuai dengan tujuan tersebut, konferensi yang diselenggarakan oleh e-Indonesia Initiatives (eII) dan Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI) ITB mengangkat tema “Smart System Platform for The Nation”.

Konfrensi TI  ini bertujuan menjadi forum komunikasi antara peneliti, penggiat, birokrat, pemerintah, pengembang sistem, kalangan industri dan seluruh komunitas TI Indonesia maupun luar negeri. Hasil konferensi ini telah menjadi penerapan TI nasional antara lain Dasa Sila TI Bandung dan masukan bagi program-program TI nasional seperti Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Detiknas).

Pada hari pertama kegiatan ini diselenggarakan sesi paralel di mana peserta konferensi dari berbagai instansi mempresentasikan berbagai penelitian yang dibagi menjadi beberapa topik utama yang meliputi Konsep dan Pengembangan Smart City, Infrastruktur untuk Smart City, Tata kelola untuk Smart City, Desain dan Perancangan untuk Smart City, serta Aplikasi dan layanan untuk Smart City.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan masukan bagi stakeholder TIK di Indonesia menjadi semakin efisien dan sesuai dengan visi misi bangsa Indonesia. Forum ini juga diharapkan akan terus dilaksanakan secara kontinyu dan periodik sehingga kontribusinya semakin nyata terlihat dan langsung berdampak bagi pertumbuhan pembangunan nasional,” harap Suhono Harso Supangkat, Ketua Umum eII, dalam sambutannya.

Pada hari kedua dihadirkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI sebagai  keynote speaker yang membahas “Infrastruktur untuk Kota yang Cerdas”. Kemudian dilanjutkan dengan sesi “Strategi Menuju Smart City” yang dibawakan Wali Kota Bandung, Moch. Ridwan Kamil dan perwakilan Wali Kota Banda Aceh yang memaparkan strategi kota masing-masing untuk menjadi kota yang cerdas. Perwakilan PT Telekomunikasi Indonesia dan Kementrian Bappenas turut menjadi pembicara pada sesi ini.

Pada sesi selanjutnya dihadirkan Bima Arya (Walikota Bogor), Ramadhan Pomanto (Walikota Makassar), Roos Akbar (Guru Besar SAPPK ITB) dan Ivan C Permana (Direktur Head of Technology and System PT. Telkomsel) yang membahas mengenai “Kesiapan Pemangku Kepentingan Menuju Smart City”.

Pada sesi terakhir dihadirkan pembicara di bidang bisnis yang membahas “Peranan Industri TIK dalam Persoalan Kota” oleh perwakilan dari PT. XL Axiata, PT. Indosat, PT. Q-Free, dan Guru Besar SBM ITB, Utomo Sarjono Putro.

Perwakilan dari Kementrian Komunikasi dan Informasi RI beserta Guru Besar Universitas Indonesia, Sudarsono Hardjosukarto, menjadi keynote speakers pada hari terakhir. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu pembahasan mengenai “Kebijakan Regulasi dan Standardisasi” oleh BPPT, Dirjen Aplikasi dan Informatika, Badan Litbang Kemenhub RI, Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi (Mastel), dan Detiknas. •IWA

Berita terkait:

– Pemkot Makassar Gandeng ITB Kelola Smart City
– Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional Sepakati Roadmap dan Menteri TIK Kedepan
– SUHONO H. SUPANGKAT: Smart City Terkendala Regulasi

SAMSUNG GALAXY K ZOOM, Smartphone Android Berkamera 20,7 MP

0

Samsung Galaxy K Zoom-3SUKSES dengan Galaxy S4 Zoom, Samsung kembali memperkenalkan smartphone dari keluarga yang sama, yakni Galaxy K Zoom. Sesuai namanya, seri ini mengedepankan kemampuan kamera untuk ditwarkan kepada konsumen.

Sedikit berbeda dengan Galaxy S4 Zoom yang lebih berbentuk kamera dibanding smartphone, Galaxy K Zoom masih kental dengan desain sebuah smartphone, namun lensanya akan menonjol keluar di bagian belakang ketika kameranya diaktifkan. Kecuali lansanya tersebut, desain Galaxy K Zoom secara keseluruhan mengingatkan kita pada seri Samsung Galaxy S5.

Samsung telah membekali modul kamera utama Galaxy K Zoom dengan sensor BSI-CMOS berukuran 1/2.3 dengan resolusi 20,7 megapixel di bagian belakang dan modul kamera 2 megapixel di bagian depan. Sesuai nama yang disandangnya Galaxy K Zoom dibekali pula dengan lensa 24-240mm f/3.1-6.3 lengkap dengan kemampuan perbesaran optik (optical zoom) hingga 10x dan lampu kilat LED dari Xenon serta Optical Image Stabilization (OIS) untuk mengurangi gambar kabur akibat guncangan saat memotret.

Samsung Galaxy K Zoom-2Dengan kemampuan kameranya yang canggih, ponsel ini tentunya membutuhkan memori yang memadai untuk penyimpanan foto. Samsung melengkapi Galaxy K Zoom dengan memori internal berkapasitas 8 Gb yang dapat ditambah dengan kartu memori microSD hingga 64Gb.

Samsung Galaxy K Zoom yang bersistem operasi Android KitKat ini mengusung SoC Exynos 5 Hexa-Core (enam inti) yang dipadukan dengan RAM 2GB. Urusan pengelolaan grafisnya diserahkan pada GPU Mali-T624. Meski tidak setinggi Galaxy S5, spesifikasi yang dimiliki Galaxy K Zoom cukup kencang dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti chatting, browsing, main game dengan grafis cukup berat, dan tentunya dapat diandalkan untuk memotret.

Pengguna bisa membagikan hasil tangkapan kamera Galaxy K Zoom pada rekan atau kolega, karenanya Samsung menyediakan opsi konektivitas 4G LTE, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 4.0 dan NFC. Tentu saja pengguna juga dapat menggunakan K Zoom untuk melakukan panggilan. Fitur lain yang diadopsinya dari Samsung GALAXY S5 adalah S Health dan Ultra Power Saving.

Seluruh kegiatan yang Anda lakukan pada Galaxy K Zoom menggunakan media sentuh pada layar berukuran 4,8 inci dengan resolusi HD 720p yang menjalankan sistem operasi Android 4.4 KitKat. Urusan suplai daya, Samsung mengandalkan baterai berkapasitas 2430mAh.

Galaxy K Zoom dipasarkan mulai Mei 2014, berada di angka penjualan sekitar Rp. 7 jutaan. •

Taiwan Excellence Close To You, Berikan Energi Positif di Jakarta Fair 2014

2

Taiwan Excellence Close To You-Biskom-1

BERBAGAI kegiatan yang dilakukan Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) dan Taiwan External Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dalam mengkampanyekan merek-merek Taiwan Excellence  semakin imajinatif saja. Kampanye ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan yang digelar agar lebih mengenal lagi merek-merek yang tergabung dalam Taiwan Excellence.

Kali ini, Taiwan Excellence tidak mau ketinggalan meramaikan euforia Piala Dunia 2014 dan ulang tahun kota Jakarta ke-487 dengan mengadakan Taiwan Excellence World Cup Booth di Jakarta Fair 2014 yang merupakan rangkaian tour kegiatan Taiwan Excellence Close To You yang diadakan secara global di 15 negara.  Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi.

Dikatakan Direktur TAITRA, Tony Lin, Taiwan Excellence Close To You merupakan cross-media digital campaign yang menggunakan ide menendang bola untuk menyampaikan pesan energi positif kepada masyarakat agar dunia menjadi lebih baik lagi melalui game sepakbola yang bisa dimainkan melalui situs www.taiwanexcellenceclosetoyou.tw secara online.

Taiwan Excellence Close To You-Biskom-2“Kami percaya dengan membuat hidup konsumen lebih baik lagi, maka akan semakin mempererat hubungan Taiwan Excellence dengan masyarakat Indonesia,” ujar Tony di Jakarta (19/6).

Sedangkan Taiwan Excellence World Cup Booth yang berlangsung mulai 16-22 Juni 2014 di Jakarta Fair, tepatnya di Gedung Pusat Niaga Lantai 1, JIEXPO lobi Pintu Selatan ini memberikan kesempatan pada masyarakat ataupun pengunjung festival terbesar di Jakarta ini untuk merasakan game Taiwan Excellence Close To You secara interactive physical dan menyenangkan.

“Pengunjung dapat berbagai energi positifnya ketika mereka motion control Taiwan Excellence Robot yang sudah didesain khusus untuk acara ini. Tokoh Robot ini sendiri terbuat dari kombinasi berbagai produk Taiwan Excellence yang bisa dipilih oleh pemain,” papar Tony.

Peserta yang bergabung dengan on-site event akan mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam bonus raffle untuk memenangkan bola resmi World Cup 2014 atau kamera digital BenQ G1. Pemenang harian juga bisa mendapatkan topi resmi World Cup Brazil atau bola futsal resmi World Cup 2014.

Taiwan Excellence Close To You-Biskom-3Di booth ini juga akan diramaikan dengan pemutaran video dari pertandingan sebelumnya, berita dan skor resmi terbaru Piala Dunia 2014.  Selain itu, Taiwan Excellence juga akan merayakan Piala Dunia di Mangga Dua Mall Lt.2 No. 38 dan Ambassador Mall Lt. 3 No.62 dengan mengadakan “World Cup Sales” untuk produk-produk Taiwan Excellence, dari 21 Juni hingga 31 Juli 2014.

Perlu diketahui, Kampanye Taiwan Excellence di tahun pertamanya telah mengenalkan 25 merek yang terdiri dari produk teknologi informasi (TI) yang kemudian tiap tahunnya produk ataupun merek yang diperkenalkan semakin bertambah dan berkembang dengan menghadirkan peralatan olahraga, medis, home furnishing dan lainnya.

Memasuki tahun kelima ini, sudah mencampai 54 merek bergabung dalam Kampanye Taiwan Excellence di Indonesia, diantaranya Acer, Asus, BenQ, dan HTC untuk produk TI. Lalu, Merida, Strida dan Tern untuk sepeda. Sedangkan Havital, Karma dan Microlife untuk produk kesehatan dan produk medis, sementara Inadays, Sakura, dan Shutter adalah merek produk rumah tangga.

Menurut Tony, tidak semua produk ataupun merek bisa bergabung dalam kampanye Taiwan Excellence, karena “Produk terlebih dahulu harus melewati ujian dari pemerintah Taiwan dan beberapa asosiasi untuk mendapatkan pengakuan agar bisa masuk ke Indonesia, baik itu dari sisi inovasi, desain, sales, capability, R&D dan lainnnya.”

Dengan kata lain, produk-produk Taiwan yang hadir di Indonesia dipastikan terjamin kualitasnya. •

50 Negara Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2014

2

CommunicAsia 2014 menghadirkan terobosan-terobosan mobilitas dan konektivitas, terutama untuk industri telematika dan penyiaran. 12 perusahaan Indonesia juga turut serta dalam pameran yang diselenggarakan di Singapura ini.

Comunicasia Biskom-1

AJANG pameran telematika terkemuka di Asia, CommunicAsia 2014, digelar di Marina Bay Sands, Singapura, 17-20 Juni 2014. Acara yang digelar bersamaan dengan pameran EnterpriseIT dan BroadcastAsia2014 ini diikuti oleh hampir 2.000 peserta dari lebih 50 negara dan kawasan, menampilkan berbagai teknologi, inovasi, dan produk-produk yang dapat mendorong terciptanya ekosistem yang cerdas dan terkoneksi.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini menempati semua area dari lima lantai yang ada di convention center dan diperkirakan dihadiri oleh sekitar 50.000 pengunjung dari seluruh dunia untuk mengikuti pameran, konferensi dan pertemuan-pertemuan bisnis lainnya.

Stephen Tan, Chief Executive Singapore Exhibition Services di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu mengatakan (18/6), “Ada banyak diskusi tentang bagaimana meningkatkan ekonomi warga dan menjadi bangsa pintar di era digital dan ini tidak dapat dicapai tanpa teknologi yang inovatif dan kolaborasi di berbagai industri.”

Pada ajang CommunicAsia dan EnterpriseIT kali ini diperkenalkan tiga klaster tematik terbaru, yaitu NXT Cities, NXT Enterprise, dan NXT Connected Services. Klaster NXT Cities yang meliputi antara lain big data and analytics software, cloud services, Internet of Things (IoT), machine-to-machine (M2M), sensor networks/sensing technology, security and ID recognition technology, dan wireless network.

SONY DSCAgilent, AppearTV, BIMAR, CDNetworks, Ericsson, EXSET, KaonMedia, Iridium, KORE Wireless, Leyard, PCCW Global, Sennheiser Electronic Asia, ST Electronics, Telefonica Global Solutions, Toshiba, Verimatrix dan Viaccess-Orca hanya beberapa dari banyak pemimpin pasar utama yang berpartisipasi tahun ini. Peserta pameran independen lainnya termasuk Airwatch, Dell, Eltek, FiberHome, GlobeCast, Huawei, Irdeto, Panasonic Toughbook, SingTel satelit, Tata Communications, Technicolor, Tektronix dan banyak lagi.

Peserta pameran dari Indonesia juga turut meramaikan ajang pameran telematika bergengsi se-Asia ini. Para peserta yang mendapat subsidi dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan ini berjumlah 12 perusahaan yang menempati lahan seluas 120 meter persegi dengan nama Indonesia Pavillion.

Perusahaan-perusaaan tersebut antara lain PT Dimata Sora Jayate, SML Technologies, PT Winning Soft, PT Mobile Gateway Indonesia, PT Aldea Kreasi Utama, PT Micronics Internusa, PT Mitratata Citragraha, PT Halilintar Lintas Semesta, PT Sucaco Tbk, PT KNT Group, dan PT Bolt! Internux serta Ufoakses Indonesia Group yang menampilkan produk Brikerbox Merek lokal Indonesia dengan pasar Global.

Tb. A. Machrodja, Kasubid Promosi dan Branding  dari Dirjen Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan mengatakan, Kementerian Perdagangan memiliki program untuk mencapai target ekspor nasional  dengan  membuka akses pasar ke negara-negara global dan Internasional. “Secara konsisten kami berupaya meningkatkan ekspor produk bernilai tambah untuk membangun citra Indonesia sebagai negara produsen yang handal,” ujar Machrodja.

Fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan pada pameran luar negeri antara lain menyiapkan tempat pameran dan membangun Paviliun Indonesia, serta membantu pengiriman barang peserta pameran.

Comunicasia Biskom-3

CommunicAsia 2014 di Singapura juga dihadiri oleh para pengusaha dan praktisi teknologi informasi (TI) Indonesia, diantaranya Sammy Pangerapan (Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Soegiharto Santoso (Pengusaha TI dan Pendiri Majalah BISKOM), M Ranu Arifudin (Dirut PT Ufoakses) Noval Jamalullail (Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia),  Hendri Bunardy Foe (Indonesia Representative Communic Asia – PT Surya Media Muliatama) dan Stephanus Titus Widjaja (Pendiri Asosiasi Bisnis Indonesia-Singapura).

Stephanus mengatakan, pihaknya telah lama menjalin kerjasama dengan pemerintah dan pebisnis Indonesia untuk mendukung kesiapan para pelaku bisnis, terutama UMKM,  dalam menghadapi era ekonomi pasar bebas di tahun 2015. Dukungan ini diwujudkan dengan melibatkan pengusaha Indonesia dalam seminar, pelatihan dan juga pameran-pameran di Singapura.

Dengan pengakuan dan dukungan dari masyarakat terkemuka dan organisasi swasta di seluruh dunia, tidak ada keraguan bahwa CommunicAsia, EnterpriseIT dan BroadcastAsia bersama-sama akan terus menyediakan platform jaringan internasional yang efektif bagi para profesional industri di Asia untuk tumbuh dan mengikuti perkembangan industri terbaru. •SRIANTO HANDOKO

Berita Terkait:

Perusahaan TI Ikuti Pameran P3DN di Surabaya

Indonesia-Thailand Bangun Kemitraan Bisnis TI

Antisipasi Cybercrime, Kodam Jaya Gelar Pencerahan TI

ITMN Kenalkan Brikerbox Segmen SOHO

50 Negara Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2014

Pemerintah Harap Communicasia Tumbuhkan Industri TIK Indonesia

TIRTASAPUTRA SALIM: WD Sediakan Storage Untuk Industri Kreatif

0

Industri kreatif  seakan tidak ada habisnya. Produksi-produksi kreatif seperti film, musik, bahkan iklan-iklan kreatif telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat umum. Tidak mengherankan jika industri inipun membutuhkan storage yang mumpuni untuk menampung segala bentuk hasil kreatifitas mereka.

 

TIRTASAPUTRA SALIM biskomDI INDONESIA, saat ini industri kreatif tumbuh dengan subur. Terlihat dari semakin banyaknya Production House (PH) yang biasa memproduksi film-film layar lebar, FTV, sinetron hingga iklan. Bukan itu saja, para pelajar dan mahasiswa pun gandrung dengan karya kreatif. Mereka membuat film-film fiksi ataupun dokumenter baik untukkoleksi pribadi maupun untuk kegiatan perkuliahan dan ekstrakulikuler.

Kemajuan ini berbanding lurus dengan kemajuan Teknologi Informasi (TI), baik secara global maupun di dalam negeri. Tidak sedikit pula peralatan-peralatan dari industri kreatif yang memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti kamera, peralatan editing video, lighting artistik, serta peralatan studio, bahkan juga storage.

Western Digital (WD) melihat hal ini sebagai sebuah peluang baru dalam bisnis mereka. Perusahaan ang berkonsentrasi pada industri penyimpanan ini memang dikenal memiliki kualitas produk yang tidak diragukan lagi.  WD juga memberikan inovasi pada device mereka seperti WD My Cloud.

Tirtasaputra Salim, Senior Sales Manager, Branded Products dari WD Indonesia menjelaskan solusi terbaru dari WD untuk penyimpanan file-file besar yang biasa dihasilkan oleh industri kreatif, diantaranya WD My Passport  Pro.  “My Passport Pro memiliki fungsi RAID yang bisa dipilih pengguna, yang memungkinkan pengguna memilih data stripping (RAID 0) untuk memberikan kinerja dan kecepatan luar biasa atau mirroring (RAID 1) untuk redudansi data, serta bisa digunakan tanpa perlu menggunakan power adapter dan kabel tambahan, tetapi bisa langsung colok ke nontebook,” jelas lulusan Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta ini saat media briefing My Passport Pro di  Jakarta (23/5).

Ingin tahu lebih lanjut mengenai produk dan fitur-fitur baru yang disediakan WD? Simak wawancara BISKOM dengan Tirtasaputra Salim, pria yang hobi badminton,  kelahiran 23 Juni 1983 ini.

Sejak kapan Anda bekerja di WD? Dan bagaimana awal mulanya Anda berkecimpung di dunia TI?
Saya bekerja di WD itu sejak Agustus  2011, tepatnya pada bulan agustus 2011. Awal mula karir saya di TI adalah dengan bekerja di Asus sebagai Product Manager, setelah itu saya pindah ke Samsung Electronic Indonesia sebagai Sales Manager untuk produk notebook. Melihat ada peluang yang cukup menjanjikan di WD akhirnya saya pindah dan sampai saat ini bertahan di Western Digital.

Bisa dijelaskan mengenai tanggung jawab Anda sebagai Sales Manager?
Saya benar-benar end-to-end. Saya yang handle pasar Indonesia, jadi saya harus mengurus seluruhnya, mulai dari program, channel program atau reseller, program user, hingga aktifitas marketing untuk satu kuartal. Saya juga me-manage distributor dan melakukan koordinasi dengan perusahaan pusat regional yang berada di Singapura.

Apa tantangan yang dihadapi dalam memasarkan WD?
Terus terang, kalau di Indonesia itu setiap kuartal, penjualan bisa naik bisa turun. Banyak pengaruhnya seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar, juga tren yang berkembang. Oleh karenanya WD terus melakukan inovasi dan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai segmentasinya.

Bicara mengenai segmentasi, WD belum lama ini menyasar industri kreatif. Produk seperti apa yang diperkenalkan WD?
Para pekerja di sektor industri kreatif saat ini tentunya membutuhkan kecepatan dalam menggunakan komputer. WD sendiri seringkali meluncurkan produk untuk industri ini.Misalnya pada 2012 lalu kami memperkenalkan harddisk berkecepatan tinggi, 10 ribu RPM yang mungkin berkapasitas tercepat saat itu di pasaran.

Hardisk WD 1 Tb Velociraptor itu memiliki kapasitas 1 terabit, dan menggunakan mekanisme kelas enterprise untuk ketahanan kerja terus-menerus, alias 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan. WD Velociraptor sangat cocok untuk industri kreatif yang sangat membutuhkan kecepatan dalam kerja mereka.

Di 2014 ini, WD kemudian juga memperkenalkan My Passport  Pro. Apa itu?
My Passport Pro terbaru yang merupakan media penyimpanan yang ditujukan untuk para fotografer profesional. Ini adalah bagian dari workstation portable yang tak hanya ringkas, namun juga cepat.

Di dalam media penyimpanan ini, disematkan dua drive yang terdiri dari Harddisk Drive (HDD) dan Solid Drive Date (SSD) dalam satu kotak kecil dengan sentuhan bentuk yang menarik. Ini yang paling menarik, My Passport Pro ini menjadi dual-drive portable pertama yang mendapat dukungan Thunderbolt untuk Bus. Tak hanya itu, solusi penyimpanan untuk sistem Mac ini memiliki fungsi RAID yang dapat dibutuhkan untuk kinerja tanpa power adapter tambahan.

Dengan kehadiran fungsi RAID ini, tentu saja pengguna WD My Passport untuk Mac dapat memilih antara menggunakan data striping (RAID 0) untuk mentransfer data kecepatan tinggi atau mirroring (RAID 1) ketika menginginkan redundansi data.

Ketika pengguna memilih untuk mentransfer file seperti video high definition (HD), pengguna bisa saja memilih antara menggunakan RAID 0 atau RAID 1. Sebagai contoh, dengan file besar menggunakan RAID 0 pengguna dapat meningkatkan kinerja kecepatan dalam mentransfer file hingga 200MB/s. Sedangkan RAID 1 mampu meredundansi data namun dengan kecapatan 100MB/S. Produk ini terdiri dari dua hard drive 2,5 inci yang ditempatkan di sebuah penutup aluminium yang ramping, sehingga dijamin akan terlindung dengan maksimal.

Apa perbedaan dari WD My Passport Pro dengan produk terdahulu yang berukuran 3,5 inci?
Bedanya, ketika akan memindahkan file, dulu harus dihubungkan dengan sumber listrik melalui kabel power. Sementara WD My Passport Pro tidak memerlukan hal itu. Cukup terkoneksi dengan Macbook saja, maka alat ini langsung bisa digunakan untuk menyimpan file-file “stock shoot” ketika sesi syuting berlangsung.

Sesi editing memang menjadi sebuah kendala tersendiri dalam proses pembuatan sebuah film, karena ketika memasuki meja editing biasanya memang memerlukan media penyimpanan yang besar disamping spesifikasi komputer yang mumpuni. Apalagi untuk sinetron-sinetron kejar tayang, biasanya proses editing dilakukan juga di lokasi syuting berlangsung.

My Passport  Pro memberikan solusi untuk menghadapi hal tersebut. Hal ini karena kecepatan writing dan reading yang tinggi hingga 200 mbps, padahal internal hardisk yang ada pada Macbook hanya memiliki kecepatan 100 mbps. Jadi dengan hal ini akan mempercepat proses editing serta rendering.

Berapa harga WD My Passport Pro?
My Passport Pro yang ditujukan bagi pengguna Macbook Pro ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga US$ 325 untuk kapasitas 2Tb dan US$479 untuk kapasitas 4Tb. Keduanya mendapatkan garansi selama 3 tahun. •ARIE