SELAMA lima hari penyelenggaraan, Computex Taipei 2014 telah menunjukkan pengaruhnya yang kuat dalam membentuk masa depan. Event ini adalah tempat di mana “ide” berubah menjadi produk yang siap untuk dipasarkan. Computex Taipei 2014 juga menjadi pilihan utama bagi pabrikan terkemuka untuk mengumumkan produk, teknologi dan tren terbarunya.
Computex Taipei 2014 telah menarik perhatian 38,662 pengunjung internasional dari 166 negara, dengan pertumbuhan secara keseluruhan sekitar 1%. Pengunjung terbesar datang dari China, Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Korea, Singapura, Thailand, Malaysia, Jerman, dan Rusia. Ada peningkatan pengunjung secara signifikan dari China (15% pertumbuhan dari tahun lalu), UEA (22% pertumbuhan) dan 19% pertumbuhan pengunjung dari Filipina. Secara total hal ini tergambar dalam jumlah total pengunjung selama lima hari yang mencapai 130.000 orang.
Selama pameran, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), sebagai penyelenggara pameran juga telah mengadakan 1.840 pertemuan 1-on-1 procurement meeting yang menghubungkan langsung antara para pembeli dengan para peserta pameran, yang juga diikuti oleh para pembeli terkemuka seperti Siemens AG, Hisense, Toshiba, MA Laboratorium dan Best Buy.
Ada lebih dari 45 pengumuman produk baru yang diadakan selama pameran, dan ribuan “ide” serta inovasi yang ditampilkan. Seolah menunjukkan bahwa Computex Taipei adalah tempat dimana ide-ide berkolaborasi dengan inovasi.
Selain itu, bersamaan dengan pameran juga diselenggarakan CPX Forum. Selama lima hari pameran telah digelar sekitar 120 pidato dan forum yang difokuskan pada setiap aspek dari teknologi Telematika. Dimana pada Summit Forum, Stan Shih, pendiri dan Presiden Acer dan M.K. Tsai, CEO MediaTek, bersama-sama mengumumkan upaya bersama mereka untuk mengeksplorasi prospek teknologi Cloud Computing dan aplikasi IoT.
Nick Parker, Vice President dari Microsoft Corporate, mengumumkan akan menggratiskan biaya lisensi Windows untuk perangkat yang lebih kecil daripada 9 inci saat ia berbicara di Microsoft Forum.
Sementara Renee James menekankan dalam keynote speech-nya pada e21Forum, “Teknologi adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan.” Industri komputer tidak akan menghilang namun akan terintegrasi ke dalam smartphone, tablet, notebook dan wearable devices. •SRIANTO HANDOKO
Jakarta, BISKOM – Cybercrime semakin memperlihatkan kekuatannya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah serangan cyber dari tahun ke tahun. Cara-cara yang dilakukan semakin canggih, dengan jenis serangan yang mulai menyentuh area-area vital di dalam negara yang tidak hanya bertujuan melumpuhkan infrastruktur yang kritikal, tetapi juga pencurian data-data penting yang mengancam kedaulatan negara.
BERDASARKAN data pengembang anti virus, Kaspersky Labs, disebutkan bahwa tingkat ancaman terhadap internet meningkat 6,9% di tahun 2013. Dimana setiap harinya terdeteksi 315.000 file berbahaya baru dari 4.659.200 serangan yang berhasil dihadangnya. Di Indonesia sendiri, Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) melaporkan, ada sekitar 42.000 serangan cyber dalam jaringan internet Indonesia perharinya. Tentunya, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan internet semakin beresiko dan tidak menutup kemungkinan serangan cyber akan mengancam pertahanan dan keamanan negara.
Beruntung, Indonesia sebagai pengguna internet terbesar di Asia Tenggara belum memperlihatkan adanya serangan serius terhadap kedaulatan negara ini melalui dunia maya dibandingkan negara lain, seperti negara Estonia yang mengalami kelumpuhan karena matinya pusat listrik nasional, akibat serangan hacker jahat.
Namun demikian, mencermati berbagai kasus cyber crime yang berkembang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) sebagai bagian integral dari TNI dan Sistem Pertahanan Negara, tidak bisa tinggal diam untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman serupa. TNI AD kini mulai mengembangkan modernisasi secara lengkap yang tidak hanya menyangkut pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista), tetapi juga menyiapkan kemampuan untuk menghadapi perang asimetris, termasuk perang informasi dan cyber warfare.
Diakui Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Budiman, Indonesia sangat rawan dengan serangan berbasis teknologi informasi (TI). Dicontohkannya, isu penyadapan yang sempat jadi pemberitaan hangat di dalam negeri, bahkan ujicoba peralatan TNI AD pernah diretas oleh pihak lain.
“Penanganan dan penanggulangan cyber attack perlu mendapat perhatian serius dengan menerapkan konsep pertahanan yang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia, yakni kekuatan Pertahanan Cyber Nasional (National Cyber Defence) yang melibatkan berbagai pemangku kewenangan,” papar Budiman, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal di Kemenhan.
Lanjutnya, diperlukan infrastruktur berupa fasilitas komputer super, media broadband dan sumber daya manusia yang mumpuni, jika tidak ingin sistem teknologi pertahanan nasional dikacaukan oleh pihak lain yang ingin menghancurkan kepentingan nasional.
Untuk mendorong hal tersebut, pria kelahiran Jakarta, 25 September 1956 ini mulai melakukan kerjasama dengan FTII agar penguasaan di bidang TI pada anggotanya benar-benar dapat dilakukan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pemberdayaan sumberdaya TI. Sehingga, nantinya Total Defence atau National Defence, termasuk di dalamnya National Cyber Defence yang sangat mengandalkan kamampuan TI akan dapat diwujudkan secara optimal dalam seluruh lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Kedepan, sistem pertahanan harus bersifat komprehensif dan integratif dengan melibatkan berbagai lembaga atau instansi terkait, dan memberikan kewenangan penuh kepada mereka yang telah dipercaya sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab institusi,” ungkap bapak dari tiga orang anak yang pernah menerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1978 ini.
Lebih jauh lagi untuk mengetahui penerapan teknologi yang akan dikembangnya, berikut ini petikan wawancara BISKOM dengan Jenderal bintang empat yang mengawali karirnya sebagai Danton Yonzipur-3 Kodam III/Siliwangi yang kemudian berbagai posisi strategis pernah diembannya, seperti menjabat Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Kompolnas Panglima TNI, Sekretaris Militer Kepresidenan, Pangdam IV/Diponegoro, Dankodiklat TNI AD, Wakasad hingga menjadi KASAD seperti sekarang ini.
Sejauh mana harapan Bapak terhadap penggunaan TI dalam tubuh TNI AD?
Harapannya, TI dapat diberdayakan dengan maksimal di dalam tubuh TNI pada umumnya dan khususnya di tubuh TNI AD disertai dengan kesiapan SDM dan infrastruktur yang memadai sehingga pada level tertentu dapat memeberikan deterrent effect terhadaap ancaman keamanan nasional, khususnya dalam hal cyber war ataupun information warfare.
TNI AD belum lama ini melakukan kerjasama dengan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi untuk pengembangan teknologi dibidang kemiliteran. Secara rinci, meliputi apa saja pengembangan teknologi tersebut ?
Betul, dan beberapa hasil program Penelitian dan Pengembangan bidang Pertahanan (Litbanghan) TNI AD tahun 2014 ini sebagian telah diujicobakan, baik yang bekerjasama dengan pihak lain maupun hasil rancang sendiri, diantaranya adalah Laser Gun, sebuah sistem laser yang dipasang pada senjata sebagai pengganti amunisi.
Kemampuan laser ini dapat mengirim koordinat dan data serta nomor senjata, dimana hasil tembakan dikalibrasi dengan balistik, kecepetan peluru, dan sebaran tembakan layaknya senjata asli. Lalu, Integrated Optronic Defence System yang merupakan sistem pertahanan dengan memanfaatkan sistem optik dan elektronik sehingga mampu mengukur jarak, kecepatan dan bentuk target, serta mengukur komposisi kimia.
Teknologi ini secara ofensif dapat menyerang dan bisa diintegrasikan dengan SMS pihak lain, misalnya penjaga pantai atau penembakan rudal. Sedangkan, teknologi yang dikembangkan untuk melakukan pemantauan dan pengintaian ada Rancang Bangun Multirotor dan Flapping Wing. Selain itu, ada pesawat tanpa awak bernama Superdrone dan Gyrocopter sebuah kendaraan praktis antar pulau yang memiliki kecepatan terbang 105 km/jam.
Kasad Jenderal TNI Budiman didampingi Kepala Dispenad Brigjen TNI Andika Perkasa saat proses wawancara dengan tim Biskom.
Kenapa dalam pengembangan teknologi yang ada TNI AD lebih mempercayakan hasil karya anak bangsa dibandingkan buatan luar negeri?
Siapa lagi yang bisa memberikan kepercayaan terhadap produk dalam negeri apabila tidak dimulai dari diri kita sendiri? Bahkan, setelah saya cermati rancang bangun yang dikembangkan oleh anak bangsa secara teknologi tidak ketinggalan dengan buatan luar. Lagi pula, saya merasa teknologi yang kita kembangkan sendiri akan mempunyai deterrent power yang lebih signifikan karena teknologi yang dikembangkan sendiri mempunyai karakteristik yang unik dan tidak dimiliki oleh negara lain walaupun dikembangkan dari platform yang sama.
Ini yang membuat saya yakin apabila teknologi pertahanan digarap dengan baik dan kita sebagai user mempunyai confidence yang tingggi, maka bukan hal yang tidak mungkin kedepannya teknologi pertahanan kita bisa menjadi leading sector dan market di sektor pertahanan, khususnya di wilayah Asia Tenggara yang masih terbuka lebar mengingat sampai saat ini teknologi pertahanan di wilayah Asia Tenggara masih sangat dominan dikuasai oleh Amerika, eropa dan China.
Saya juga menganggap, jika membeli Alutsista dari luar negeri, maka negara produsen akan menyimpan alat terhebat untuk digunakan sendiri. Alat “layer kedua” akan diberikan kepada sekutunya, sementara “layer ketiga” akan dijual kepada negara lain. Selain itu, dengan memproduksi Alutsista sendiri dapat menghemat keuangan negara.
TNI tidak bisa dipisahkan dari persoalan pertahanan negara. Berkaitan dengan TI, negara juga berkewajiban memiliki cyber army untuk menghadapi kemungkinan cyberwar. Sebenarnya bagaimana peta kekuatan Indonesia di bidang cyber army dibanding negara-negara lain?
Memang peta kekuatan TNI dalam hal penguasaan TI, saya akui masih tertinggal dengan negara-negara lain terutama negara-negara maju. Namun bukan berarti TNI sama sekali tidak mempunyai kemampuan dalam cyber war. Kemampuan cyber war TNI sudah digarap jauh-jauh hari sebelum isu cyber war berkembang, namun memang dalam prosesnya masih memerlukan banyak peningkatan.
TNI juga mempunyai cyber army dan sampai saat ini masih kami kembangkan lebih baik lagi dan lebih mempunyai daya tangkal terhadap kemungkinan serangan cyber kedepannya. Perlu saya tegaskan, bahwa pembangunan kemampuan untuk menghadapi ancaman cyber attack tetap akan kami lakukan berbanding paralel dengan modernisasi Alutsista di tubuh TNI AD. Modernisasi Alutsista dan National Cyber Defence yang sedang dikembangkan Kemenhan RI sudah dalam pembahasan perencanaan pembuatan Roadmap Cyber Security di TNI AD.
Seperti apa tahapan pembuatan Roadmap Cyber Security tersebut?
Pertama, tahun 2013-2015, melaksanakan kegiatan penataan regulasi, penataan tata kelola (Governance), penataan infrastruktur dan SDM. Kedua, tahun 2015-2017, Pilotting dengan melaksanakan kegiatan pembuatan Embrio Organisasi, melalui Validasi Orgas Disinfolahtad sebagai persiapan untuk pembentukan organisasi cyber dan memuat kerjasama dengan CERT (Computer Emergency Readiness Team) dan lembaga lain. Ketiga, tahun 2018 direncanakan cyber security ini sudah dapat dioperasikan.
Untuk menghadapi perang informasi global, TNI AD harus masuk lebih serius dalam jaringan informasi global yaitu internet. Dengan demikian, pengembangan kemampuan cyber defence ini merupakan tantangan bagi TNI AD untuk menguasai teknologi internet dengan segala resikonya. Hal ini diharapkan dapat menghindarkan berulangnya pengalaman pada saat jaringan ABRI-net dan saat departemen luar negeri dijebol oleh para hacker dan disisipi informasi yang sesuai dengan selera pihak-pihak yang berada dibelakang para hacker atau cracker.
Siapkah Indonesia menghadapi cyber war yang diisukan terjadi?
Negara dengan kemampuan cyber sekelas Amerika saja masih dapat diretas datanya oleh seorang hacker profesional seperti Edward Snowden. Artinya dalam cyber war yang merupakan sistem buatan manusia pasti akan ada saja kelemahannya. Namun, TNI telah mencoba membangun sistem yang sedemikian rupa sehingga kami prediksi dapat menghadapi cyber war. Tapi ini pun tentunya harus disertai dengan pengembangan sistem yang terus menerus dan peningkatan dalam bidang software dan hardware-nya.
Cyber army dalam dunia politik seringkali dikaitkan dengan kampanye hitam (black campaign), dimana kabarnya setiap partai dan calon pemimpin memilki cyber army sendiri-sendiri. Setujukah Bapak dengan cyber army yang seperti ini?
Pointnya jelas, yaitu black campaign yang menggunakan cyber army dari masing-masing Parpol yang tidak saya setuju. Tiap-tiap Parpol sah-sah saja memilki cyber army, tapi sebaiknya jangan digunakan sebagai media untuk black campaign.
KASAD Jenderal TNI Budiman bersama Pimpinan Umum Biskom Soegiharto Santoso dan Ranu Arifudin serta Ketum FTII Sylvia W. Sumarlin.
Penggunaan open BTS untuk operasional TNI AD adalah hal yang sangat menarik. Hal apa saja yang akan dilakukan TNI AD dengan open BTS ini?
Open BTS merupakan teknologi alternatif untuk membangun BTS sendiri dalam telekomunikasi GSM berbasis peranti lunak bersifat terbuka (open source). Pengembangan teknologi open BTS oleh TNI AD dilakukan bersama Universitas Surya untuk digunakan dalam operasi TNI di wilayah perbatasan atau di daerah yang terkena bencana alam.
Open BTS memungkinkan penggunanya tidak bergantung pada operator selular yang jaringannya tak merambah wilayah terpencil dan membantu telekomunikasi jika infrastruktur milik operator seluler mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Pengunaan teknologi telah memberikan dampak negatif terhadap anak-anak, dan mereka menjadi korban dari maraknya penggunaan social media. Apa himbauan Bapak untuk menekan resiko negatif dari TI?
Saya menghimbau agar para orang tua bisa memberikan pengertian kepada putra-putrinya akan dampak TI, baik yang positif maupun negatif. Pemahaman harus diberikan sedini mungkin dan jangan lupa hal yang paling penting yang sering para orang tua lalai yaitu pengawasan dan pembatasan, karena walaupun sudah diberikan pemahaman, namun pengawasan memegang peranan penting dalam mengeliminasi dampak negatif dari TI terhadap anak-anak.
Apa pula yang bapak lakukan untuk memantau langsung penggunaan TI yang efektif, berdaya manfaat dan berkelangsungan di tubuh TNI AD?
Tentunya dengan turun langsung dan ikut serta dari mulai proses pengembangan sampai dengan aplikasinya di satuan-satuan jajaran TNI AD. Berbagai dukungan juga kami berikan untuk mendukung berbagai pengembangan teknologi TI yang mempunyai nilai aplikasi tinggi.
Terakhir, berkaitan dengan pesta demokrasi tahun ini, apakah TNI AD telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan TI demi kelangsungan pemilu yang lancar dan tertib? Apa saja bentuk persipan tersebut?
Titik beratnya adalah TI kami berdayakan untuk mendukung tugas pokok TNI dalam menyukseskan dan mengamankan jalannya Pemilu, dan dalam penggunaannya TI tetap kami sesuaikan dengan koridor yang berlaku. Salah satu contohnya adalah menjaga sistem komunikasi yang baik dan tidak terputus agar memudahkan koordinasi selama pelaksanaan pengamanan Pemilu.
Kami juga melakukan broadcast serta membuat berbagai artikel dan informasi di seluruh website TNI yang memberikan edukasi terhadap para prajurit tentang netralitas TNI dalam Pemilu, juga hal-hal lainnya yang bisa kami lakukan untuk memberi sumbangsih postif terhadap jalannya pesta demokrasi yang aman dan lancar. •HOKY/ANDRI/M.TAUFIK(foto)
COMPUTEX 2014 yang diselenggarakan di Taipei, Taiwan, merupakan ajang terbaik untuk meluncurkan produk. Lebih dari 40 produk baru telah diumumkan sejak sebelum dan selama pameran berlangsung. Acer akan fokus pada layanan Build Your Own Cloud (BYOD), sementara Asus akan meluncurkan jajaran produk tablet dan smartphone yang luar biasa. Selain itu pimpinan baru dari Intel, Renee James, memberikan keynote speech saat peluncuran produknya.
Masa depan industri telematika akan dipetakan dalam Summit Forum yang juga diselenggarakan bersamaan dengan Pameran Computex 2014 yang dilaksanakan 3-7 Juni 2014 ini. Tokoh-tokoh seperti Simon Segars (CEO ARM), M.K. Tsai (CEO MediaTek), Stan Shih (Pendiri dan pimpinan Acer), dan Shane Owenby (Managing Director Asia Pasifik Amazon Web Service) berbagi mengenai social interacting tech, mobility, cloud, dan the shape of things terbaru.
Selain itu ada juga Industry Forum yang menyediakan kesempatan langka untuk berjumpa dengan petinggi dari Amazon Web Service, Cisco, Broadcom, IDC, NXP, STMicroelectronics, dan Salesforce dimana mereka akan bercerita tentang big data, internet of things dan banyak lagi.
Dalam Pameran Computex Taipei 2014 juga akan digelar Computex Taipei Design and Innovation Awards untuk yang ke-7 kali. Tahun ini ada 74 produk yang meraih penghargaan yang disaring dari 288 usulan produk. Para pemenangnya antara lain Qualcomm, Sandisk, Philips, Asus, Acer, HTC, dan banyak merek dunia lainnya. Produk-produk yang meraih penghargaan ini akan segera ditampilkan dalam pameran-pameran telematika berkelas di seluruh dunia.
Pameran Computex Taipei 2014 memberikan perhatian khusus bagi pengunjung internasional. Dimana untuk pertama kalinya para pengunjung internasional diberikan fasilitas gratis menggunakan MRT selama 4 hari pameran. Penyelenggara juga menyediakan aplikasi Computex Taipei App yang bisa diunduh di Android, iOS dan Windows Phone untuk memudahkan pengunjung dalam mengunjungi pameran.
Selain itu Exhibitor QR Codes juga ditampilkan di setiap booth peserta pameran untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi peserta pameran. Dan yang paling menarik adalah setiap pengunjung internasional dibekali dengan Meet Taiwan Card, dimana hanya dengan menunjukkan logo Meet Taiwan Card yang ada pada Visitor Bagde, para pengunjung internasional bisa mendapatkan berbagai diskon di lebih dari 3.000 lokasi belanja, kuliner, penginapan, transportasi dan hiburan. •SRIANTO HANDOKO
LENOVO secara resmi membuka Lenovo Authorized Service Center ketiganya di Indonesia. Berlokasi di Jl. Kartini No. 123A, Surabaya Jawa Timur, pusat layanan ini akan menyediakan layanan purna jual untuk berbagai produk Lenovo, baik laptop maupun tablet.
Dengan dibukanya Lenovo Service Center Surabaya ini, para konsumen dan pelanggan bisnis Lenovo di Surabaya dan daerah sekitar Jawa Timur akan memperoleh akses layanan dan dukungan yang lebih cepat dari sebelumnya.
Rajesh Thadani, Country General Manager, Lenovo Indonesia, mengatakan (4/6), “Kami bangga dengan pembukaan Lenovo Service Center Surabaya, kota kedua terbesar di Indonesia serta pintu gerbang bagi percepatan dan pertumbuhan wilayah Indonesia bagian timur. Hal ini merupakan satu lagi bukti komitmen Lenovo untuk selalu menyediakan layanan dan dukungan terbaik bagi para pelanggan Lenovo di Surabaya dan sekitarnya, serta menegaskan komitmen perusahaan terhadap para pelanggannya di kota-kota besar di luar Jakarta.”
Selama ini, dalam penyelenggaraan layanan purna jual untuk semua produknya, Lenovo bekerja sama dengan Authorized Service Provider (ASP) yang tersebar di 77 lokasi yang ada di 31 kota di Indonesia.
“Service center di Surabaya ini adalah yang ketiga yang kami miliki secara langsung,” ujarnya. Sebelumnya Lenovo juga sudah membuka service center sejenis di Yogyakarta dan Jakarta. “Ke depan, Lenovo akan membuka service center sejenis di Semarang, Medan, Makassar dan Bandung,” ujar Rajesh.
Lenovo Service Center Surabaya merupakan service center ketiga dari 7 Lenovo Service Center yang akan dibuka di 7 kota utama Indonesia tahun ini. Untuk waktu operasi, Lenovo Service Center akan buka pada hari Senin sampai Jumat, dari jam 8.30 hingga jam 17.00 WIB.
Untuk kenyamanan pelayanan servis, Lenovo berpesan agar pelanggan membawa kartu garansi dan bon pembelian sehingga dapat dilayani dengan lebih lancar. •
INDONESIA Cellular Show (ICS) ke 11 resmi dibuka. Pameran yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya ini cukup banyak menyita perhatian publik, khususnya bagi mereka yang tergolong gadget maniac.
Muhammad Budi Setiawan, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), bersama dengan Alexander Rusli, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). ICS 2014 akan berlangsung mulai dari tanggal 4 hingga 8 Juni 2014 yang mengambil lokasi Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Di sela-sela pembukaan ICS 2014, Muhammad Budi Setiawan mengatakan bahwa Kemkominfo menyambut baik pelaksanaan acara pameran gadget ini. Acara ini terus mengalami peningkatan dan pengembangan dari kegiatan serupa yang telah berlangsung sukses setiap tahunnya. Acara ini juga sejalan dengan program kerja pengembangan telekomunikasi dari Kemkominfo yang telah dan sedang berjalan.
Hal senada juga ditegaskan oleh Alexander Rusli. Ia mengatakan ICS 2014 juga sejalan dengan optimisme pemerintah Indonesia dalam membangun industri telekomunikasi di Tanah Air. Tidak hanya itu, acara seperti ini terbilang sangat penting untuk memperkuat daya saing para pelaku industri gadget di Indonesia.
“Seiring dimulainya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 mendatang, para pelaku industri TI di Indonesia harus terus berpacu untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.Para pemain di industri TI Indonesia harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing dengan memperdalam wawasan tentang konsumen di Indonesia serta meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusianya,” tambahnya.
ICS 2014 juga akan dimeriahkan dengan beberapa acara pendukung lainnya seperti Diskusi Panel ATSI yang kali ini mengangkat tema “Penyalahgunaan Penguat Sinyal Seluler, Dapatkah Ditertibkan?”. Ada pula workshop “Digital Creative Weekend”, Temu Pelanggan Seluler, Mobile Photography, Lelang Gadget, Fun Science for Kids dan Indonesia Cellular Award yang merupakan penghargaan bagi para industri telekomunikasi di Tanah Air.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik pada ICS kali ini adalah tampilnya komunitas Kartunet, yang merupakan komunitas bagi penyandang disabililitas serta masyarakat umum yang perduli terhadap isu disabilitas di Indonesia.
ICS kali ini juga berkolaborasi dengan FKI (Festival Komputer Indonesia) yang bertempat di Cendrawasih Hall dan Main Lobby Jakarta Convention Center. Dyandra Promosindo, selaku penyelenggara FKI dan Indonesia Cellular Show juga menyelenggarakan acara ini di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Makasar (4-8 Juni 2014) kemudian Yogyakarta (7-11 Juni 2014).
FKI 2014 juga dimeriahkan oleh berbegai acara pendukung lainnya, seperti Campus Creativity Day, yaitu sebuah program seminar dan workshop mengenai pengembangan aplikasi untuk pelajar dan Mahasiswa. Jika Anda tertarik untuk mengikuti lomba foto lewat smartphone, Anda bisa mengikuti kompetisi Phoneography dengan tema “Jakarta in One Day”. •
PAMERAN Computex Taipei 2014 digelar mulai hari ini (3/6). Selama lima hari, pameran yang diadakan di Tiawan ini akan menjadi inspirasi dalam upaya membentuk masa depan dengan mempertemukan telematika dengan teknologi, industri, pasar, dan media. Hal ini menunjukkan perkembangan tren, dalam smart tech, touch applications, wearable tech, mobile computing, serta cloud tech dan semua layanannya, dimana konektifitas menjadi inti dari Computex Taipei 2014.
Seluruh unsur dari industri telematika hadir di Pameran Computex Taipei 2014 yang dilangsungkan di empat hall expo terpisah ini. Gelaran ini menampilkan 1.710 peserta yang menggunakan 5.069 booth dimana perusahaan IC design kedua terbesar di dunia, Mediatek, hadir untuk pertama kalinya.
Pabrikan besar seperti Acer, Asus, Delta dan Transcend bersama AMD, Ford, Intel, Microsoft, Panasonic dan Supermicro pun turut bergabung menampilkan produk-produk terbarunya. Bahkan beberapa negara mengirimkan produsen telematika terbaiknya seperti terlihat di Paviliun Amerika Serikat, Paviliun Korea, Paviliun Hong Kong, dan Paviliun Israel.
Pada gelaran kali ini para pengunjung akan dimanjakan dengan area tematik baru seperti “Touch Applications & Display Products Area” dan “Smart Tech & Applications Area”. Expo ini akan menjadi semakin meriah dengan hadirnya lebih dari 130.000 pengunjung dari 170 negara. Banyak di antara mereka yang telah memiliki nama besar seperti Siemens AG, Hisense, Toshiba, MA Laboratories, dan Best Buy, sebuah retailer elektronik terkemuka di Amerika Serikat.
Seperti di tahun sebelumnya, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), sebagai penyelenggara pameran juga melangsungkan procurement meetings. Kali ini procurement meeting dibagi menjadi dua segmen, yaitu Emerging Markets Telecom Industry Procurement Meeting dan Government Procurement Sourcing Meeting for ICT, yang telah dirancang dengan baik untuk dihadirkan bersamaan dengan penyelenggaraan pameran. Sebagai penyelenggara ICT procurement terbaik di dunia TAITRA menggelar lebih dari 1.000 sesi 1-on-1 procurement meeting selama pameran berlangsung.• SRIANTO HANDOKO
BIROKRASI yang selama ini dirasakan kompleks dan tidak transparan dianggap menjadi salah satu hambatan negara berpenduduk 250 juta jiwa ini untuk mengalami kemajuan. Diperlukan Reformasi Birokrasi agar transparansi dan akuntabilitas menjadi dasar pemerintahan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Hal inilah yang diangkat dalam buku berjudul “Tantangan Berdemokrasi ke Depan: Membumikan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Sektor Publik” yang ditulis oleh Penny Kusumastuti Lukito yang sepanjang karirnya menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan, seperti menjabat Senior Development Policy Adviser di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan fungsional Perencana Utama, serta mewakili Bappenas dalam Komisi Nasional Perumusan Agenda Pembangunan Global Pasca 2015.
Dalam peluncurannya, 3 Juni 2014 di Auditorium Musium Nasional, Jakarta, buku ini mengangkat pentingnya transparansi dan akuntabilitas sebagai alat ampuh untuk pencegahan berbagai bentuk penyimpangan dalam penggunaan anggaran publik dan pemborosan sumber daya yang semakin terbatas. Sehingga tujuan penting kepemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan perubahan menuju kemakmuran hidup masyarakat sepenuhnya tercapai.
Menurut Penny, bangsa ini harus belajar dari negara-negara maju seperti Jepang maupun Singapura yang memiliki perangkat institusi birokrasi yang demokratis dan mengedepankan penghargaan terhadap kinerja telah dapat mensejahterahkan rakyat dan memajukan negaranya.
“Pemerintahan yang terbuka dan berpihak pada kepentingan publik akan akan mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama mencapai keberhasilan dari setiap program pembangunan,” ujar Penny.
Ia juga menyinggung penggunaan teknologi informasi (TI) untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keperintahan dengan menggunakan e-Procurement, e-Budgeting dan sebagainya.
Di kesempatan ini, Ketua MPR RI, Sidarto Danusubrato, menyambut baik peluncuran buku yang bisa memberikan masukan kepada pemerintahaan yang akan datang ini. “Reformasi birokrasi akan membangun birokrasi yang melayani. Untuk itu diperlukan orang yang bersih dan professional untuk dijadikan ketauladanan.
Peluncuran buku juga diramaikan dengan acara bedah pemikiran untuk reformasi birokrasi, bertemakan “Pelaksanaan Reformasi Birokrasi untuk Peningkatan Kinerja Pemerintah Menuju Indonesia Maju: Masukan untuk Pemerintahan yang akan datang. Hadir sebagai pembicara, Lukita D. Tuwo (Wakil Menteri PPN/Bappenas) dan Eko Prasodjo (Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi). Sedangkan pembahasnya adalah Andrinov Chaniago, Fadjroel Rachman, Jaleswari Pramodhawardani dan Penny Lukito, dengan moderator Sukardi Rinangkit. •
DIRILIS pertama kali pada April lalu, Lenovo A7-30 merupakan tablet Android yang ditawarkan dengan harga terjangkau, sekiar Rp 1 jutaan.
Meski terbilang murah, Lenovo A7-30 memiliki spesifikasi yang biasa dimiliki tablet kelas menengah, bahkan kelas atas. Lenovo A7-30 mengandalkan paduan prosesor quad-core 1,3GHz, RAM 1Gb dan slot SIM GSM seperti seri IdeaTab A1000 yang juga murah meriah. Dengan spesifikasi seperti itu, aplikasi apapun bisa dijalankan dengan baik di tablet ini, termasuk game 3D yang cukup berat seperti Dead Trigger atau Real Racing.
Lenovo A7-30 tampil minimalis dan bergaya. Memiliki layar 7 inci dengan panel TN beresolusi 1024 x 600 piksel jenis capacitive multitouch. Meskipun bukan jenis layar yang terbaik, namun tablet berwarna putih ini tampak cukup berkelas. Berdimensi 198 x 119.8 x 10.5 mm, dengan berat hanya 327 gram.
Fasilitas yang bisa didapatkan dari tablet ini diantaranya aplikasi untuk sosial media, Media player, FM radio, GPS with A-GPS support dan Document Viewer. Bagi penggemar film dan musik, Lenovo A7-30 telah dilengkapi dua speaker di bagian depan dengan teknologi Dolby. Fitur Dolby ini nyaris tidak ada di tablet Android di kelas harganya. Dengan bekal fitur ini, kualitas suara saat memutar video dan musik akan semakin memanjakan telinga Anda.
Koneksi data yang dimungkinkan dari tablet ini adalah GPRS, EDGE, WiFi 802.11 b/g/n, WiFi Bluetooth v3.0, dan microUSB v2.0. Lenovo Tab A7-30 juga dapat digunakan untuk menelpon.
Lenovo A7-30 dilengkapi dengan kamera utama beresolusi 2 megapiksel yang lengkap dengan fitur geo-tagging. Sedangkan kameranya yang sekundernya beresolusi VGA.
Untuk penyimpanan data, terdapat memori internal 8 Gb yang dapat ditingkatkan kapasitasnya hingga 64 Gb menggunakan slot microSD. Baterai juga tidak luput dari perhatian Lenovo. Lenovo A7-30 telah dilengkapi baterai berkapasitas 3500mAh yang dapat bertahan hingga 8 jam.
Kombinasi antara tampilan fisik, fitur dan performa yang handal, membut tablet Android ini akan menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin memiliki gadget dengan harga terjangkau, sekitar Rp. 1,5 juta. Relatif terjangkau kan? •
SAAT ini konsep alat utama sistem pertahanan (alutsista) tak hanya cukup diisi dengan perangkat keras senjata. Perangkat dan aplikasi teknologi informasi (TI) amat penting dibenamkan kedalammnya. Apalagi jika sistem pertahanan itu tak bisa dilakukan oleh manusia dengan senjatanya, tetapi hanya bisa dikerjakan dengan komputer maupun robot. Kepala Staf TNI AD, Jenderal Budiman mengakui, sistem pertahanan juga membutuhkan soft power.
Sudah jadi tuntutan jaman, kini saatnya TNI dan Kepolisian RI (Polri) multak menguasai TI di samping peralatan utama berupa senjata-senjata dan perlengkapan perang modern. Dengan menguasai TI, kita bukan hanya bisa mengindari perang fisik, tetapi juga melawan dalam perang cyber (cyberwar).
Di sisi lain, prajurit TNI dan Polri bukan hanya dituntut mampu menguasai dan menggunakan sistem persenjataan yang terkomputerisasi. Tapi juga memahami betul tentang regulasi di bidang TI sendiri seperti UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sehingga tidak salah kaprah dalam menerapkan pasal tentang tindak pidana yang berkaitan dengan TI. Ini sesuai dengan Ilmu Kepolisian yang mengidentifikasi kenyataan bahwa salah satu perkembangan kejahatan di masa depan akan mengarah ke dalam bentuk New Dimention Of Crime atau kejahatan dengan dimensi baru, yaitu kejahatan yang pada prosesnya menggunakan TI, khususnya internet.
Bersyukur, kalangan TNI sendiri kini tengah gencar berlatih TI seperti Cyber Defence, guna menangkal serangan dunia maya yang mengancam kedaulatan negara. Sementara kalangan Polri sudah memiliki Unit Cyber Crime. Meski demikian, menjaga kedaulatan negara bukan hanya tugas TNI dan Polri saja. Sudah sejak lama masyarakat sipil atau masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan ‘militer’ yang otoriter.
Dengan keterlibatan masyarakat sipil selama ini saja, seorang Jenderal purnawirawan Amerika Serikat bernama Mike Jackson dalam acara Talk Show di TV ABC 13 Texas mengakui bahwa doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika.
“Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia, karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang tetapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan,” kata Mike Jackson.
Dengan kekuatan masyarakat, TNI, Polri dan TI, semoga Indonesia selalu terjaga dari segala bentuk ancaman, dan semakin disegani oleh negara luar. •
MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf Angkatan Darat (Terima kasih kepada TNI AD yang turut mendukung Majalah BISKOM).
Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.
Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2014 diantaranya:
• COVER STORY: Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara
• HEADLINE:
– Benteng Pertahanan itu Bernama TI
• FIGURE:
– Dedi Yudianto, Pendiri Cyber Park Indonesia: Cyberpreneur, Berikan Pendidikan Jarak Jauh Bagi SMK
– Tirtasaputra Salim, Senior Sales Manager, Branded Products Western Digital Indonesia: WD Sediakan Storage Untuk Industri Kreatif
– Chu Chiu Nan, Manager Technical Support Seagate: Produk Seagate Tak Hanya Menyimpan, Tapi Menganalisa
• FOCUS:
– Serangan Udara Dari Dunia Maya
– Indonesia Peringkat 22 Pelaku Kejahatan Online
– Lindungi Negara, Presiden Diharapkan Pimpin Pasukan Cyber
– Hadapi Pergerakan Bisnis Dengan EPM
– Ketika TI Sentuh Dunia Fashion
– Tampil Beda, Gunakan 8 Aplikasi Selfie Ini!
• REVIEW & CELLULAR:
– Samsung Galaxy S5
– HTC Desire 210
– Lenovo A7-30
– Lenovo M30
– Adata Choice PC500
– Samsung Galaxy S4 Zoom
– LG L65
– Philips W6618
– Asus Zenfone 4
– Sony Cyber-Shot RX100 III
– Lenovo ThinkPad 10
– Microsoft Surface Pro 3
• SNAP:
– Sony Kenalkan Presdir Baru di Sony Conference 2014
– Cyberpreneur Tingkatkan Kompetensi SMK di Bidang TIK
– GamesCom 2014 Berlangsung Meriah di Surabaya
– Indosat Kenalkan Layanan Terbaru di ICT Expo 2014
– Epson Sediakan Aplikasi Cetak Mobile Untuk Android KitKat
– Lenovo Resmikan Service Center di Jakarta
– Gandeng FTII, TNI AD Perkuat Prajurit Paham TI
– Red Hat Resmikan Kehadirannya di Indonesia
– Peduli Kesehatan, TAITRA Gelar Happy Run
– Apresiasi Penggiat TI, Depok Gelar ICT Award 2014
– ICT Expo 2014 Persembahkan Penghargaan Bergengsi
Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •