Home Blog Page 929

LEICA T, Kamera DSLM Bergaya Minimalis

0

LEICA-T-13PRODUSEN kamera legendaris asal Jerman, Leica, mulai meninggalkan desain retro yang biasa menjadi ciri khas kebanyakan kameranya. Terbukti, pada kamera Digital Single Lens Mirrorless (DSLM) pertamanya yang baru saja diperkenalkan, Leica memilih desain yang lebih modern dan minim akan tombol-tombol fisik. Seluruh navigasinya mengandalkan layar sentuh ekstra lebar berukuran 3,7 inci yang hadir di bagian belakang bodinya.

Tak tanggung-tanggung, Leica menggandeng rumah desain AUDI untuk merancang kemasan Leica T. Hasilnya, Leica T tampil sempurna dengan desain bodi alumunium bergaya minimalis modern yang mengusung konsep desain timeless sehingga tidak akan ketinggalan jaman.

Untuk menghasilkan foto, Leica T mengandalkan sensor APS-CMOS beresolusi 16 megapiksel. Sistem sensor APS-CMOS  sangat populer dan merupakan format yang sama dengan sebagian besar kamera DSLR yang tersedia saat ini. Pemilihan format APS-CMOS ini cukup mengejutkan mengingat Leica memiliki hubungan yang sangat baik dengan Panasonic dan merupakan anggota sistem four thirds.

LEICA T-2Sebelumnya, Leica memiliki kamera dengan format yang sama yaitu Leica X2 dan Leica X Vario, hanya saja, kedua kamera tidak bisa berganti lensa. Berbeda dengan sistem Leica T yang memungkinkan pengguna untuk berganti lensa.

Opsi pengaturan ISO yang disediakan hingga ISO 12.500 dan mampu memotret secara continuous dengan kecepatan hingga 5fps. Tidak ketinggalan, kamera juga dapat digunakan untuk menghasilkan video pada resolusi Full HD 1080p.

Leica T bertambah eksklusif karena kehadirannya dilengkapi  dengan mount lensa baru, yaitu T-mount. Untuk debut perdananya ini, Leica telah menyiapkan 2 lensa T-mount untuk Leica T, yaitu Leica Vario-Elmar-T 18-56 mm f/3.5-5.6 ASPH dan Leica Summicron-T 23mm F/2 ASPH. Jika ingin memasang lensa Leica M-Mount Anda harus memasang adaptor khusunya terlebih dahulu.

Sebagai kamera terkini, Leica T telah memiliki fitur WiFi untuk berbagi foto via email atau jejaring sosial lainnya, sekaligus menghubungkan kamera ke perangkat lain seperti smartphone dan tablet PC, atau dengan perangkat iOS dengan bantuan aplikasi khusus. Pengguna juga bisa memotret secara remote atau menjadikan smartphone sebagai electronic viewfinder.

Leica T tersedia dalam pilihan warna bodi silver dan hitam. Rencananya kamera ini akan dipasarkan di bulan Agustus dengan harga US$1.850 (bodi saja). Untuk lensa 18-56 f/3.5-5.6 ASPH dibanderol dengan harga US$1.750 dan US$1.950 untuk lensa 23mm F2. •

Gandeng FTII, TNI AD Perkuat Prajurit Paham TI

0

FTII-biskom-1PENGGUNA internet acap kali tidak berdaya menghadapi serangan peretas (hacker). Padahal baik pengguna pribadi,  perusahaan, perbankan hingga negara dipastikan memiliki data rahasia yang tersimpan dalam jaringan internet, dan  tidak boleh diakses pihak lain tanpa ijin. Yang menghawatirkan, para peretas terus bertambah hingga mencapai  jumlah yang mencengangkan.

Federasi Terknologi Informasi Indonesia (FTII) mencatat, ada sekitar 42.000 serangan cyber dalam jaringan internet Indonesia. “Kami mencatat adanya serangan cyber yang jumlahnya hingga 42.000 per hari.  Tanpa kita sadari, serangan tersebut bisa juga mengancam pertahanan dan keamanan negara, karena para hacker luar memang mengincar fasilitas vital di dalam negeri,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) FTII, Irwin Day.

Menurutnya, malware adalah jenis serangan cyber paling berbahaya dan paling banyak.  “Banyak  malware dan virus yang tanpa disadari kita unduh, kemudian  mencuri data kita lewat jaringan internet. Setiap hari menjadi bagian tugas kami untuk menangkalnya dengan anti virus dan anti malware yang anggota kami buat,” tambahnya.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Budiman mengakui, Indonesia memang masih rawan dengan serangan berbasis teknologi informasi (TI).  Ia mencontohkan, baru-baru ini isu penyadapan sempat jadi pembicaraan hangat di Indonesia. Bahkan ujicoba peralatan TNI Angkatan Darat (AD) juga pernah diretas oleh pihak lain.

FTII-biskom-2“TNI AD mulai mencoba agar jaringan negara tak bisa disadap. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan software dan perangkat lokal. Dengan produk buatan lokal, secara mandiri kita bisa mengenal produk itu sendiri untuk kemudian melakukan antisipasi sedini mungkin,” ujar Budiman.

TNI AD juga berusaha untuk tidak menjadi korban penyadapan. TNI AD akan semakin memperkuat keamanan dengan melatih sumber daya prajurit. Upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dengan para pakar teknologi informasi di FTII. Nantinya, FTII akan memberikan pelatihan hacking untuk para prajurit TNI AD.

Kerjasama tersebut tertuang dalam penandatangan nota kesepakatan atau MoU antara TNI AD dengan FTII pada hari ini di Mabes AD, Jakarta (16/5).

Ketua Umum FTII, Sylvia W. Sumarlin mengatakan,  “Kami sudah melatih 30 prajurit untuk bisa paham hacking for forensic. Kerjasama ini sendiri sudah berjalan dua tahun. Target pelatihan diperuntukan bagi 100 prajurit.”

Melalui kerjasama ini pula, papar Budiman, TNI AD mencoba mengikuti pola riset teknologi yang dilakukan negara maju. “Di negara maju, ilmu maupun riset biasanya didapat oleh militer. Kemudian turunan risetnya diberikan ke pemerintahn. Setelah itu diberikan ke bisnis sebelum dijual ke negara berkembang,” katanya.

Kedepannya TNI AD dan para pakar TI berencana untuk mengembangkan robot yang bisa digunakan dalam kegiatan militer, dan dalam waktu dekat juga akan mengembangkan pesawat tanpa awak (UAV) untuk kegiatan pemetaan wilayah dan spionase. • M. TAUFIK

Berita terkait:
– Perkuat Sistem Pertahanan, TNI Luncurkan OpenBTS

Telkom Group Sabet Penghargaan TOP IT & TOP Telco 2014

0

Telkom ICTPERUSAHAAN telekomunikasi tanah air, Telkom, mendapatkan penghargaan sebagai TOP IT 2014, TOP Green IT 2014, TOP IT Solution dan TOP Telco 2014. Penghargaan diterima oleh Direktur Utama Telkom, Arief Yahya dalam rangkaian kegiatan ICT Expo di Jakarta (14/5).

“Penghargaan ini merupakan pengakuan bahwa Telkom Group telah berhasil menghadirkan layanan IT kelas dunia bagi masyarakat Indonesia dan dipercaya melayani lebih dari separuh jumlah populasi Indonesia,” kata Arief Yahya.

Ia mengungkapkan, masyarakat saat ini sangat pintar dalam memilih produk ICT terbaik yang memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan produktivitas mereka dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam event ini, untuk kategori TOP IT Telkom meraih TOP IT Transformation in Telco 2014 dan Top Green IT 2014. Untuk kategori TOP IT Solution 2014, Telkom meraih TOP Internet Service Provider 2014. Untuk kategori TOP Telco 2014, Telkom menyabet penghargaan TOP CDMA 2014 untuk layanan Flexi dan TOP Fixed Internet, Speedy.

“Penghargaan ini tentu menjadi tantangan kami untuk terus menghadirkan layanan IT terbaik bagi masyarakat hingga wilayah terpencil dan perbatasan negara. Hal ini sejalan dengan komitmen kami sebagai perusahaan milik bangsa Indonesia,” jelasnya.

Empat anak perusahaan Telkom seperti Telkomsel, TelkomSigma, Infomedia dan AdMedika juga memperoleh berbagai penghargaan khusus. •

RAMAN MADAN: Channel Works Tawarkan Solusi Surveillence Terlengkap

0

Pengalaman telah menjadi guru terbaik dalam mengembangkan diri dan membangun bisnis sendiri. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan yang baru dirintis sejak tiga tahun lalu itu sudah menjangkau 6 negara di seluruh Asia Selatan dan ASEAN yang jaringannya semakin terus dikembangkan.  Indonesia sebagai negara berkembang pun tidak luput dari perhatiannya dalam melebarkan brand yang dibawanya. Channel Works, adalah nama perusahaan tersebut.

SELAMA lebih dari dua dekade terjun di dunia teknologi informasi (TI) profesional pada perusahaan-perusahaan besar di Amerika, seperti SDRC (sekarang Siemen PLM Software), i-flex Solution (sekarang bagian dari Oracle), dan Autodesk & Technologies, menjadikannya memiliki segudang pengalaman yang mematangkannya untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya sendiri bernama Channel Works, yang berfokus pada penyediaan alat-alat CCTV Surveillance System, Video Analytic, Access Control, serta Automation System untuk rumah dan kantor.

Raman Madan, Managing Partner dan Co Founder dari Channel Work, memilih Singapura sebagai kantor pusatnya. Perusahaan yang masih terbilang seumur jagung ini kini sudah menghadirkan layanannya di Sri Lanka, India, Phillipina, Vietnam dan Indonesia dengan jangkauan partner lebih dari 250 dealer-dealer dan distributor yang terdaftar di seluruh Asia.

Diakuinya, Channnel Works merupakan perusahaan distribusi security system dengan jaringan terbaik dan terbesar di ASEAN dan Asia Selatan, dan memiliki beberapa merk-merk terpercaya dan ternama seperti CP Plus, Maximus, Oxxon dan Flir. Dimana saat ini, Channel Works merupakan franchise license holder untuk CP Plus di Asia, sehingga bila bicara CP Plus pastinya berhubungan dengan Channel Work.

“Produk kami sudah digunakan di ratusan ribu pemerintahan, proyek-proyek pengamanan kota, serta sistem keamanan untuk retail, bank, bandara internasional, pelabuhan, fasilitas manufaktur, perusahaan besar dan kecil, maupun rumahan,” ujar pria berkebangsaan Jerman ini.

Kelengkapan produk CP Plus sendiri meliputi Video Door Phone (analog dan IP Based) untuk Villa, Multi-Villa, Apartment dan Multi-Apartment, serta Home / Office Automation Solution System. Sedangkan di DVR analog dilengkapi Mobile DVR (untuk kendaraan) dengan option GPS System dan realtime video streaming, two way communication, ATM DVR (untuk mesin ATM), hingga mensuport POS integration (untuk retail yang mau terhubung dengan mesin kasir / POS system ), Combo DVR (LCD Monitor 10 inci yang sudah embeded DVR seperti All in One PC), HD CVI Camera. Tidak ketinggalan, Video Analytic Software seperti People Counting, Object Missing, Flame Detection, Smoke Detection, TresPassing, dan Face Detection / Recognition.

Prestasi yang dicapai Channel Works dalam membawa merk CP Plus dibuktikannya dengan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat sekali di pasar. Terutama di India yang selama beberapa tahun belakangan ini memimpin pasar hingga 24% dengan revenue US$ 50 juta dengan hanya satu distributor saja, yaitu Aditya Infotech.

Keberhasilannya di India tidak lepas dari pemahamannya atas pasar India yang didapatkan dari pengalaman sebelumnya selama 6 tahun berkarir pada industri Computer Aided Design (CAD) dan Computer Aided Manufacturing (CAM) di India.

“Saat itu saya ditugaskan untuk bertanggung jawab mengembangkan jaringan kerja profesional di India. Lalu, difokuskan pada pasar internasional sehingga diharuskan migrasi ke Eropa untuk memimpin pengembangan bisnis dan jaringan untuk Eropa Barat pada sebuah perusahaan software solusi perbankan.”

Raman Madan-Biskom-Mei 2014-4Kemudian, setelah menyelesaikan tugasnya di Eropa Barat, Raman pun mulai beralih kembali ke Asia dengan Autodesk. “Saya bekerja untuk Autodesk Singapore sebagai Kepala Divisi Media & Entertainment Software Business untuk area Asia Pasifik. Saya bekerja dalam industri M&E selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi pengusaha yang akhirnya terwujud kini,” paparnya.

Lebih lanjut, berikut petikan wawancara BISKOM dengan Raman Madan di sela-sela peluncuran CP Plus di Jakarta, medio April 2014 lalu.

Kenapa Channel Works memilih produk Surveillance System untuk dipasarkan?
Ada dua alasannya. Pertama, yaitu pola pertumbuhan. Sesuai IMS Report, pasar Surveillance Equipment di Asia itu bernilai lebih dari US$ 3,3 miliar dalam 2009 dan diperkirakan akan tumbuh dengan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 15,2% menjadi senilai lebih dari US$ 6,7 milyar pada 2014.

Jaringan Video Surveillance Equipment Market (produk IP) adalah pendorong pertumbuhan utama dan memperlihat pertumbuhan 32,8% di seluruh Asia. Hal ini membuat Surveillance menjadi salah satu segmen pasar yang berkembang pesat. Kedua, struktur jaringan dealer yang tidak terorganisir.  Struktur jaringan pemasaran segmen surveillance system di seluruh wilayah saat ini tidak terorganisir dengan baik, seperti struktur jaringan pemasaran TI di awal 90-an. Disinilah, kami merasa mempunyai kekuatan dalam pengembangan jaringan dan pengaturan terorganisir  yang akan memberi keunggulan dalam persaingan. Karena Channel Works hampir memiliki  lebih dari 140 tenaga pemasaran per tahun yang berpengalaman dalam jaringan pemasaran di  tim Asia.

Apa target Channel Works yang ingin dicapai pada tahun 2014 ini?
Dalam hal pertumbuhan, pada tahun 2013 Channel Works mencapai pertumbuhan lebih dari 200% untuk omset dalam setahun. Kami menargetkan untuk memiliki pertumbuhan yang sama untuk 2014.

Kami memiliki omset di kuartal 1 yang sangat baik dengan pertumbuhan kuartal lebih dari 250% dari tahun lalu dalam periode yang sama. Dalam hal pengembangan tim, kami memperluas jaringan lebih dari 60% untuk Asia. Di pasar berkembang seperti Indonesia, kami memperluas tim kami dengan lebih dari 100% pada tahun 2014.

Kami juga menargetkan pengembangan di daerah secara langsung di sekitar 7 kota besar di Indonesia. Perluasan tim Indonesia saat ini untuk penjualan dan dukungan pra dan purna jual. Sedangkan dalam hal pengembangan jaringan, dealer telah mencapai dua kali lipat kapasitas jaringan dealer kami di seluruh Asia Selatan dan ASEAN. Sampai 2013, fokus kami adalah ekspansi jaringan dealer di kota kelas A.

Pada tahun 2014 kami sudah mulai fokus di kota kelas B. Sebagai contoh di Indonesia, sebagian besar bisnis kami berasal dari Jakarta dan sekarang kami memperluas kehadiran kami di kota-kota seperti Surabaya, Makassar, Medan, Bandung, Yogyakarta, Bali dan lainnya melalui jaringan kemitraan.

Raman Madan-Biskom-Mei 2014-3Apa saja keunggulan dari produk CP Plus dibandingkan dengan produk-produk lainnya?
Merk CP Plus menawarkan varian produk yang lengkap. Jangkauan terluas produk CP Plus merupakan hasil dari proses pembelajaran berkelanjutan dari akumulasi masalah-masalah sebenarnya di lapangan dan karena itu menciptakan berbagai produk untuk jawaban kebutuhan semua orang.

CP Plus Teknologix Labs (CP Plus Research & Development Unit) bekerja dengan penuh dedikasi dengan mitra dan end-user untuk mendengarkan kebutuhan mereka saat ini dan masa depan yang kemudian dapat mengeluarkan produk terbaru. Solusi CP Plus sangat kuat, dapat diandalkan, bernilai estetis baik dan mudah digunakan. Selain itu, CP Plus juga menawarkan hasil investasi yang menguntungkan pada konsumen, dengan memberikan produk berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Teknologi terbaru apa yang dikeluarkan oleh CP Plus?   
Ada banyak hal-hal menarik yang ditawarkan CP Plus dengan mengusung teknologi terbaru CP Plus, seperti Teknologi High Definition (HD), bernama HDCVI yang terdapat pada CP Plus Coral Series terbaru. Teknologi Analog HD ini merupakan yang terdepan dan terbaik dengan performa mengagumkan.

Kecanggihan teknologi memudahkan proses penginstalasian dan penggunaan, dimana signal video bisa menjangkau hingga jarak 500 meter tanpa gangguan meskipun menggunakan kabel co-Axial biasa. Ini tentunya sebuah mimpi yang mejadi kenyataan bagi para pemain CCTV yang memang mencari solusi Survelillence HD yang terjangkau untuk menjawab kebutuhan konsumen mereka.

Selain itu, kami juga mempunyai teknologi Quadra yang menawarkan fitur-fitur seperti jangkauan voltasi yang luas (6V-24V), perlindungan tegangan tinggi, gambar yang jernih, desain anti panas dan anti IR Reflect pada kaca depan. Tersedia juga, IP Camera Apex Series dengan performa terdepan dan efisiens karena lebih hemat daya, hemat kapasitas penyimpanan, hemat bandwidth dan bekerja sempurna pada area kurang pencahayaan.

Apa alasan dari CP Plus menargetkan pasar pengguna di Indonesia, dan sejak kapan?
Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu kunci ekonomi pasar berkembang di dunia. Mengingat kondisinya saat ini dan potensi pertumbuhan masa depan, umumnya menjadi keharusan bagi setiap pemain utama pasar global untuk fokus pada Indonesia dan memenangkan hati para pelanggan di sini.

CP Plus telah mengembangkan rangkaian produk setelah mendapatkan pengalaman yang bervariasi dari negara-negara besar lainnya. CP Plus sudah menjadi perusahaan penyedia solusi produk surveillance  terbesar di India dengan pangsa pasar lebih dari 16% dengan pesaing terdekat kami memiliki pangsa pasar kurang dari 6%. Berkaitan dengan pasar surveillance kami melihat banyak kesamaan antara India dan Indonesia, sehingga kami pun bercita-cita untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia.

Bagaimana dengan penjualan CP Plus di Indonesia sejauh ini?
Channel Works dan CP Plus berkomitmen untuk visi jangka panjang di Indonesia. Saat ini kami berada pada posisi membangun dan yang kami lakukan saat ini adalah tim kami sedang bekerja keras untuk memperkuat hubungan dengan mitra, membangun layanan dan dukungan jaringan. Dalam melakukan penjualan, kami mengutamakan pelayanan yang prima, support dan kepuasan pelanggan. Responnya sanggat luar biasa. Kami optimis akan mencapai lebih dari tujuan kami.

Raman Madan-Biskom-Mei 2014-2Bagaimana dengan keunggulan serta keuntungan yang bisa didapatkan oleh pengguna produk-produk CP Plus?

Berbagai solusi CP Plus telah dikembangkan dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan kami yang berharga di seluruh dunia. Hari ini, CP Plus tidak hanya memiliki portofolio terluas untuk produk surveillance dan solusi dalam lini bisnisnya, tapi juga harga yang terjangkau dan komitmen pada kualitas layanan. Kepercayaan dan kepuasan pelanggan sangat penting bagi kami.

Apa saja target pasar dari CP Plus?
Pasar Indonesia merupakan pasar yang sedang berkembang dengan potensi yang sangat besar di setiap segmennya. Baik itu proyek Infrastruktur, pelayaran, pengawasan pesisir pantai (pelabuhan) atau solusi yang diperlukan untuk sektor keuangan, lembaga pendidikan, mall, kantor atau rumah.

Portofolio produk dan solusi dari CP Plus menyumbang persyaratan kritis atau solusi tepat yang dibutuhkan. Dengan basis yang lebih luas dan komprehensif para profesional di bidang sekuriti lebih memilih CP Plus di pasarnya.

Apa saja target Channel Work setelah peluncuran produk di Indonesia baru-baru ini?  
Kami sedang mengerjakan beberapa hal, seperti membangun kesadaran pasar dan image branding untuk CP Plus. Kami akan melakukan peluncuran produk di  tiga kota yaitu Surabaya, Makassar dan Bali di pertengahan bulan Mei 2014. Kami juga melakukan kampanye mailer dan beberapa iklan dan promosi di beberapa majalah security dan TI. Lalu, mengembangan jaringan dealer atau pemasaran yang menjadi fokus utama kami di 2014 untuk pasar Indonesia.

Kami memperluas jangkauan kami melalui mitra perusahaan sekuriti dan TI di seluruh kota di Indonesia. Kami mengundang mitra penyedia sekuriti dan TI yang tertarik untuk bergabung dengan Channel Works dan CP Plus. Selain itu, membangun dukungan layanan infrastruktur dan purna jual.

Saat ini kami sedang membangun tim yang berdedikasi tinggi dalam melakukan dukungan pra dan pasca penjualan. Tim ini juga akan mendukung mitra dengan konfigurasi sistem, desain sistem dan implementasi pada proyek-proyek pekerjaan yang dilakukan para mitra.

Bagaimana Anda membangun hubungan kerjasama yang baik dengan para distributor dan dealer di Indonesia?
Kami sedang membangun tim lokal di Indonesia untuk mendukung mitra kami. Setiap karyawan yang dipekerjakan dalam tim ini merupakan warga Indonesia sehingga ia memahami sistem nilai dan budaya Indonesia. 100% dari bisnis kami adalah melalui mitra, maka kami mendukung mitra kami dengan kegiatan pengembangan pasar dan memberikan program pimpinan dan bimbingan untuk membantu memperluas bisnis mereka.

Selain itu, kami juga mendukung mereka untuk memenangkan transaksi dengan pelanggan-pelanggan utama mereka, membangun kemitraan dengan berdasarkan kepercayaan dengan memberikan yang sesuai pada apa yang menjadi komitmen dan hanya melihat hubungan jangka panjang dengan mitra, serta melakukan program pelatihan bersertifikasi CP Plus pada pertengahan kuartal untuk membantu mitra bisa naik ke tingkat berikutnya.

Sekarang ini, kami juga sedang mengerjakan sebuah model jaringan distribusi yang akan memastikan bahwa mitra menghasilkan keuntungan usaha yang baik dalam jangka pendek dan jangka panjang sehingga nantinya tercipta sebuah jaringan kemitraan dengan keseimbangan antara pencapaian tujuan dan fokus.

Bagaimana menurut Anda tentang karakter orang Indonesia dalam hal penggunaan teknologi?
Saya pribadi merasa bahwa Indonesia sangat mirip dengan orang-orang di ekonomi berkembang Asia lainnya. Kami melakukan analisis biaya dan harga yang sangat signifikan sebelum mengadopsi teknologi baru.

Apa yang menjadi tujuan utama Anda pribadi dalam dunia bisnis?
Saya bercita-cita untuk membuat Channel Works sebagai perusahaan jaringan terbesar dan paling efisien di Asia, di mana setiap partner senantiasa merasa bangga bekerjasama dengan Channel Works. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Artikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI APRIL 2014
– KURNIADI S. SANJAYA: CP Plus Berikan Servis Terbaik
– Channel Works Kenalkan CCTV Canggih Dari Jerman
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI MEI 2014
– RAMAN MADAN: Channel Works Tawarkan Solusi Surveillence Terlengkap
– Channel Works Gelar Certification Training CP Plus

ICT Expo 2014 Berikan Penghargaan Bergengsi

0

ICT Expo-Biskom-3SETELAH ditunggu-tunggu, ICT Expo 2014 akhirnya dibuka hari ini (14/5). Pameran yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) hingga 16 Mei mendatang ini diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

ICT Expo 2014 yang mempertemukan komunitas bisnis dan teknologi informasi (TI) Indonesia ini selain menyajikan produk-produk terbaru di bidang TI, juga diisi dengan rangkaian seminar yang mengusung tema “Big Data, Big Solution, Big Business”.  Seminar lainnya mengangkat tema tentang keinginan Indonesia untuk membangun sebuah kota pintar atau “Smart City”.

Rangkaian kegiatan ini sesuai dengan harapan Tifatul, dimana ia menginginkan ICT Expo 2014 bukan hanya menjadi arena berdagang, tetapi bisa menginspirasi semua orang dan juga pelaku bisnis TI.

“Kondisi dunia 10 tahun ke depan harus bisa kita gambarkan. Harus bisa  diantisipasi. Tahun 2025, penduduk dunia menjadi 8,5 milar manusia. Sekarang sudah ada 7,7 miliar,” paparnya.

ICT Expo-Biskom-1Sehingga, populasi manusia yang besar di dunia ini bisa menjadi target pasar yang potensial untuk bisnis TI. “Jadi, 10 tahun ke depan akan lebih kompetitif, sehingga semua negara akan saling mempengaruhi secara global. Indonesia harus maju dalam industri TI, industi inovatif, dan industri otak (brain industry). Artinya, kita harus kreatif, produktif, mandiri, dan sejahtera,” terangnya.

ICT Expo 2014 juga  menggelar pertemuan B2B (Business-to-Business) yang menghadirkan pemain-pemain TI internasional untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui penggunaan TI sebagai solusi bisnis perusahaan besar.

Acara lain yang tak kalah menarik adalah pemberian Top IT dan Telco Award dalam rangkaian pembukaan ICT Expo 2014. M. Lutfi Handayani,  selaku Dewan Juri mengatakan, ajang penghargaan ini diikuti oleh 48 perusahaan yang telah disurvei,  kemudian dilakukan seleksi  penjurian dan wawancara. Pada akhirnya  ada 14 perusahaan yang berhasil menjadi pemenang yang dikelompokkan  dalam beberapa kategori.

Kategori Top IT 2014 dipersembahkan untuk Telkom, Pertamina, Semen Indonesia,  Telkomsel,  XL Axiata,  Bank BRI, Bank Mandiri, Garuda Indonesia, AdMedika, Rumah Sakit MMC, Grand Hyatt Hotel dan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Tifatul-Hoky

Sementara perusahaan  atau produk yang memperoleh pengharagaan untuk katagori Top Telco 2014 adalah,  KartuHalo, XL Pacabayar, Indosat Matrix, XL Prabayar, SimPati, Kartu As, Indosat Mentari, Telkom Flexi, FirstMedia, Speedy, XL HotRod 3G+ dan Telkomsel Flash.

Di kesempatan yang sama, Achmad Syaifun, Chairman ECMI Indonesia, penyelenggara ICT Expo 2014 mengatakan,  pameran ini hanya ditujukan untuk pengunjung yang memiliki tujuan bisnis dan tertarik dengan dunia TI. Pengunjung diharapkan bisa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari ICT Expo 2014.

ICT Expo 2014 didukung oleh BISKOM selaku media partner. •

Berita Terkait:

ICT Expo Kembali Diselenggarakan

NIKON COOLPIX S810C, Kamera Saku Android

0

Nikon CoolPix S810cSETELAH Nikon memperkenalkan CoolPix S810c, konsumen kini memiliki pilihan baru kamera saku Android selain Galaxy Camera dari Samsung yang populer di tanah air. Nikon CoolPix S810c sendiri sebenarnya merupakan kamera saku Android kedua yang pernah diproduksi Nikon. Sebelumnya, Nikon pernah merilis CoolPix S800c. Sebagai generasi terbaru, tentunya CoolPix S810c lebih canggih dibanding kamera S800c.

Nikon CoolPix S810c bekerja dengan sistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean. Dibanding dengan Nikon S800c yang mengusung OS Android 2.3.3 Gingerbread, versi Android pada Nikon CoolPix S810c jelas lebih baik. Sama seperti smartphone atau tablet PC, kehadiran sistem operasi Android di dalamnya memungkinkan penggunanya mendownload ribuan aplikasi lewat PlayStore.

Nikon S810c yang didesain dengan sedikit tombol fisik ini membawa layar sentuh berukuran 3,7 inci 1229k-dot dengan TFT LCD. Kamera ini menggunakan prosesor Cortex-A9 dan sensor BSI CMOS beresolusi 16 megapiksel untuk menghasilkan foto. Untuk membidik foto, kamera ini telah dilengkapi dengan Xenon flash, lensa 25mm berfitur 12x optical zoom (25-300mm) dan memiliki modul GPS terintegrasi untuk menandakan lokasi pengambilan foto di manapun Anda berada.

Nikon CoolPix S810c-1Nikon CoolPix S810c memiliki memori Internal 1.1 Gb dan juga mendukung microSDHC atau microSDXC untuk berekspansi.  Beberapa fitur canggih lain yang dimiliki diantaranya Dedicated Connect ke smartphone atau tablet untuk langsung share foto dan video yang terekam dengan Nikon S810c. Juga ada fitur Timeline View untuk mengedit gambar dan komentar di album kamera.

Sayangnya, Nikon S810c hanya mengandalkan koneksi WiFi untuk berbagi via email atau layanan penyimpanan berbasis komputasi awan. Koneksi WiFi ini mungkin membatasi pengguna untuk terhubung dengan internet karena harus bergantung pada hotspot WiFi. Namun sisi positifnya, pengguna bisa melakukan penghematan pada baterai.  Seandainya mendukung koneksi 3G, baterai tentu akan lebih cepat habis digunakan untuk akses paket data.

Hal menarik lainnya,  kamera ini juga telah dilengkapi dengan headphone jack sehingga Nikon S810c juga bisa digunakan sebagai media player.

Nikon CoolPix S810c kabarnya akan tersedia di bulan Mei dengan pilihan warna hitam dan putih. Harganya sekitar US$ 349.95 atau sekitar Rp.3.8 juta. Namun sejauh ini belum ada info apakah akan tersedia di Indonesia atau tidak. •

Apresiasi Penggiat TI, Depok Gelar ICT Award 2014

0

Depicta2014-2DEPOK ICT Award (Depicta) 2014, ajang apresiasi penggiat dan komunitas teknologi informasi (TI) di Kota Depok, Jawa Barat, resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring. Acara yang dilaksanakan di Margo City Depok ini berlangsung berkat kerjasama Cyber Community Depok dengan Diskominfo Kota Depok, Komunitas Depok Digital, Depok Mobi, Depok Creative, MIFTA, Kapuk Valley, STT NF, Penggiat TI Gunadarma dan Universitas Indonesia (UI), Code Margonda serta Depoklik.com.

Dalam sambutannya, Tifatul menyampaikan apresiasinya terhadap  kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan oleh Kota Depok. “Di tingkat daerah ini adalah acara yang pertama. Ajang kreatifitas seperti ini dapat  menampung banyak talenta dari anak Indonesia untuk membangkitkan inovasi dan kreasi yang bisa dikembangkan untuk hal yang bermanfaat,” ujar Tifatul (12/5).

DEPOK ICT Award-Biskom-2

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendukung lomba-lomba seperti ini agar nantinya dapat bersaing di tingkat internasional seperti misalnya ajang Asian Pasific Information and Communication Technology Award (APICTA). “Bukan itu saja, karya anak bangsa dalam bidang teknologi akan kami arahkan untuk bisa dikembangkan oleh perusahaan atau instansi lainnya agar berdaya guna bagi masyarakat,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Depok, Idris Abdul Somad mengatakan, “Melalui acara ini, semoga rencana Depok Digital Valley yang diusung komunitas TI segera terwujud, yang nantinya menjadi ruang ekspresi ide komunitas sekaligus laboratorium penghasil karya-karya inovasi TI.”

Ketua Panitia Depicta 2014, Rudi Malau mengatakan, Depicta 2014 dalam usianya yang ketiga  telah mengadakan bermacam-macam lomba dan pelatihan yang dipersembahkan oleh Depok Cyber Community. Ajang yang diselenggarakan dalam rangka Ulang Tahun Kota Depok yang ke 15 ini diharapkan dapat menyalurkan kreativitas siswa, guru, mahasiswa dan masyarakat Depok dalam hal pengembangan TI ditingkat wilayah Kota Depok.

DEPOK ICT Award-Biskom-1

Rangkaian  acara yang berlangsung  selama tujuh hari, dimulai tanggal 12-18 Mei 2014 ini, dirangkai dengan talkshow, sharing session, pentas seni, pameran komputer, lomba Komunikasi Informasi Masyarakat (KIM) antar Kelurahan dan Kecamatan, serta lomba inovasi teknologi informasi dan komunikasi di Margo City Depok yang dimulai dari  pukul 12.00-21.00 WIB.

Pada hari kedua pelaksanaan Depicta 2014 (13/5), Universitas Gunadarma membawakan presentasi Kemajuan TI di Kota Depok yang diwakili oleh  Astie Darmayantie, Jessica Permatasari dan Lulu Mawaddah. Acara juga dirangkai dengan seminar bertema pemanfaatan TI Dalam Dunia Pendidikan dengan nara sumber Onno W. Purbo (Pakar TI),  Winastwan Gora dan Syaiful (Telkomsel), dan dipandu oleh Wicak (Kompas.com).

SONY DSCSepanjang pagelaran, Depicta 2014 juga dimeriahkan oleh banyak kreativitas seni serta pameran produk TI terbaru, antara lain dari Acer, Asus, Toshiba, Lenovo, Samsung, Dell, Axioo, Advan, Samsung, BlackBerry, Sony, Genius, Logitec, Canon, Hewlett Packard dan Epson.

Bukan hanya masyarakat umum, Depicta 2014 berhasil mendatangkan ratusan pengunjung setiap harinya mulai dari mahasiswa hingga pakar dan praktisi TI, diantaranya I Made Wiryana, Ranu Arifudin dan Soegiharto Santoso.

Depicta 2014 juga memberikan penghargaan bagi karya inovasi TI dan blog terbaik di tingkat guru maupun Komunitas Informasi Masyarakat. Ada 3 kategori lomba yang digelar, yakni Blog untuk Guru, Blog untuk Kelompok Informasi Mayarakat (KIM) dan komunitas warga Depok lainnya, serta lomba Karya Inovasi TI untuk semua warga yang tinggal atau beraktivitas di Depok.

Depok ICT Award 2014 didukung oleh BISKOM selaku media partner•

Berita terkait:
– Red Hat Resmikan Kehadirannya di Indonesia
–  ICT Expo 2014 Berikan Penghargaan Bergengsi

Red Hat Resmikan Kehadirannya di Indonesia

0

SONY DSCMULAI dari Brisbane, Beijing, Seoul, Tokyo, Singapura sampai ke Auckland, Red Hat kini hadir di Jakarta. Membuktikan komitmennya di Indonesia, penyedia solusi open source ini meresmikan kantor PT Red Hat Indonesia yang berlokasi di lantai 28 Ciputra World One Kuningan, Jakarta Segitiga Emas.

Membuka peremian, Dirk-Peter van Leeuwen, Vice President and General Manager Red Hat Asia Pacific mengatakan (13/5), kehadiran Red Hat secara fisik di Indonesia adalah sebuah komitmen dalam mendukung pertumbuhan bisnis di wilayah Indonesia.

Mewakili sektor publik, Bambang Heru Tjahjono, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi Informatika menyampaikan pentingnya pemanfaatan solusi berbasis sumber terbuka. Untuk memastikan keamanan layanan masyarakat, maka software yang digunakan di sektor publik atau instansi pemerintah, nantinya harus disertakan bersama kode sumbernya yang telah diaudit oleh pihak ketiga. Pada kesempatan itu,  Bambang juga mengajak perusahan penyedia jasa audit untuk turut berperan aktif.

“Pelanggan-pelanggan Red Hat di Indonesia sangat mendukung solusi open source dan kami telah melihat peningkatan ketertarikan dari para pelanggan lokal,” ucap Senior Director and General Manager ASEAN Red Hat, Damien Wong.

SONY DSCWijayanti Sih Wening, Country Manager, PT. Red Hat Indonesia menambahkan, “Dengan ekspansi di Indonesia, Red Hat berharap dapat menghasilkan, mempertahankan dan mendukung local talent melalui penawaran pelatihan dari Red Hat, dan berencana untuk terlibat lebih jauh dengan kelompok pengguna lokal dan komunitas pengembang Open Stack dan open source.”

Dalam kesempatan ini, Red Hat juga mengumumkan kerjasama mereka dengan PT. Avnet Datamation Solution sebagai distributor kedua di Indonesia. PT.Avnet Datamation Solution akan mendukung upaya Red Hat dalam bekerjasama dengan pelanggan terkemuka di industri seperti, PT. XL Axiata.

Red Hat sendiri adalah penyedia solusi perangkat lunak open source terkemuka di dunia, yang menggunakan pendekatan komunitas untuk membangun produk yang handal dan Cloud berkinerja tinggi, disamping sistem operasi Linux skala perusahan, middleware, teknologi penyimpanan dan virtualisasi. Red Hat juga menawarkan jasa layanan dukungan, pelatihan dan konsultasi.

Berperan sebagai penghubung dalam jaringan global antara perusahaan, mitra, dan komunitas open source, Red Hat menjanjikan dukungannnya untuk menciptakan teknologi yang relevan dan inovatif dengan pembebasan sumber daya dalam mempersiapkan pertumbuhan TI pelanggan di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut Red Hat juga mengundang para pengguna setia software open source, diantaranya Onno W. Purbo (Pakar TI) dan Soegiharto Santoso (Pebisnis). •

Berita terkait:
– Apresiasi Penggiat TI, Depok Gelar ICT Award 2014

GamesCom 2014 Berlangsung Meriah di Surabaya

0

Setelah sukses di Yogyakarta, Games Computer Festival (GamesCom) 2014 kembali digelar di Pusat Teknologi Informasi (TI) terbesar di Surabaya.

SURABAYA GamesCom 2014

PAMERAN dan event kompetisi game, Surabaya GamesCom 2014, berlangsung pada 10 – 18 Mei 2014 di THR Hitech Mall Surabaya, Jawa Timur. Pada hari pertama pembukaannya, Surabaya GamesCom 2014 berlangsung meriah, sama seperti Yogyakarta GamesCom 2014 yang diadakan pada 30 April–4 Mei 2014 lalu.

Surabaya GamesCom 2014 yang dipersembahkan oleh PT. Digitalife Nusantara, event organizer di bidang TI ini memamerkan banyak produk, teknologi terbaru hingga aksesoris yang berkaitan dengan game dari sejumlah vendor terkemuka seperti Alienware, Dell, AMD,WD,Asus, LG Led IPS, VGen, Micropack, Delux dan Power Color.

Pengunjung bukan saja dapat mencoba produk-produk terbaru selama pameran, tetapi juga berkesempatan mendapatkan produk-produk gaming dengan harga khusus.

Surabaya GamesCom 2014 sekaligus menjadi ajang final musim ke-2 kompetisi game berskala nasional, yaitu Indonesia eSport Super League (IESL) – dengan materi game DOTA2. Kompetisi ini juga didukung eClub sebagai official publisher DOTA2 di Asia.

Para pemenang sebelumnya lolos dari babak kualifikasi di tiga wilayah, yaitu : kualifikasi wilayah barat (Jakarta, 10-11 Mei), kualifikasi wilayah tengah (Yogyakarta, 1-3 Mei) dan kualifikasi wilayah timur (Surabaya, 10-14 Mei), akan berlaga memperebutkan gelar terbaik di musim ini pada 17 Mei 2014 di “Laga Para Jagoan”.

SONY DSCKompetisi IESL yang memasuki musim kedua triwulan ini (Mei – Juli) menggandeng sponsor utama Alienware, pelopor spesialisasi sistem PC Gaming berkinerja tinggi. Tentu saja dalam acara ini, masyarakat dan pencinta bisa melihat dan menjajal langsung ketangguhan Alienware 14 dan Alienware 17. Kedua notebook Alienware ini memiliki desain baru yang sama sekali berbeda dari seri notebook Alienware sebelumnya, ditambah dengan kinerja luar biasa yang memberikan pengalaman bermain game terbaik.

Keduanya dilengkapi dengan fitur-fitur gaming tangguh seperti prosesor Quad-Core Intel Core i7 generasi ke-4, kartu grafis NVIDIA seri GeForce 700, memori DDR3L yang lebih hemat listrik, dan sistem kendali pencahayaan ekslusif AlienFX.

Fasilitas lain yang bisa didapatkan dari notebook canggih ini diantaranya alat otomatisasi game dan aplikasi yang bisa diatur sendiri yakni AlienAdrenaline, teknologi Ethernet dari seri KillerTM besutan Qualcomm, speaker Klipsch dan audio Dolby Home Theater v4.

Alienware 14 memungkinkan untuk bekerja dengan tiga hard disk sekaligus, sementara seri Alienware 17 hingga empat hard disk.

Primawan Badri, Country Manager dan Direktur divisi Consumer, Dell Indonesia mengatakan (10/5), “Notebook-notebook terbaru ini adalah hasil dari masukan dari konsumen sejak kami pertama kali meluncurkan sistem gaming ini di tahun 1996. Kami memikirkan dengan cermat setiap detail dari kedua produk ini guna memastikan keduanya adalah jajaran produk gaming terbaik yang pernah kami perkenalkan.”

Surabaya GamesCom 2014-1Sony Kuncoro, PIC PT Andalan Teguh Mandiri (ATM COM), selaku distributor Alienware di Indonesia mengatakan, “Animo masyarakat terhadap notebook Dell Alienware semakin tinggi. Ketangguhan, performa dan estetika yang memenuhi harapan para gamer adalah beberapa alasan mengapa penjualan Alienware dari waktu ke waktu semakin tumbuh secara signifikan.”

Selain pameran dan kompetisi game, dalam rangkaian Surabaya GamesCom 2014, pengunjung juga bisa mencoba turnamen mini seperti Heroes of Atarsia, Audition, Gundam, FIFA online, dan game lainnya dari penerbit game nasional, seperti Garena Indonesia dengan game League of Legends, Megaxus Infotech dengan Counter Strike Online, serta Qeon Interactive dengan game Clash Of Gods. Turnamen game ini berlangsung seru berkat dukungan jaringan internet super cepat dari Telkom Speedy.

Yang tak kalah menarik, di event ini AMD dan Western Digital membuka konsultasi spesifikasi komputer buat gaming. Sementara Telkomsel memperkenalkan cara transaksi yang lebih mudah dengan sejumlah merchant, hanya dengan mengisi pulsa telpon.

Surabaya GamesCom 2014 didukung oleh BISKOM selaku media partner. •

RAPOO D5, Hard Disk Portabel 3 Fungsi

0

Rapoo D5

PILIHAN warna yang fancy mungkin menjadi daya tarik produk dari Rapoo ini. Perangkat berdimensi 110 x 73 x 17 milimeter ini tersedia dalam pilihan warna silver, merah, kuning, dan biru. Tetapi sebenarnya, kemampuan 3 in 1-nya lah yang membuatnya unggul.

Rapoo D5 adalah sebuah hard disk portabel sendiri dengan tiga fungsi, yaitu sebagai hard disk, WiFi router, dan power bank. Sebagai hard disk, D5 menawarkan ruang penyimpanan berkapasitas 32Gb. Sementara fasilitas WiFi router pada perangkat ini dapat digunakan dengan cara menancapkan kabel ethernet ke Rapoo D5. Selanjutnya, perangkat akan bekerja layaknya sebuah hotspot yang dapat Anda gunakan untuk berbagi koneksi internet lewat jaringan WiFi.

Baterai internal berkapasitas 4.000mAh pada D5 ini juga dapat Anda manfaatkan sebagai power bank saat smartphone atau tablet Anda kehabisan baterai. Rapoo D5 juga tambah optimal dengan hadirnya layanan komputasi awan Rapoo Cloud dan dukungan aplikasi mobile untuk iOS dan Android yang memungkinkan Anda mengakses film, video, atau dokumen yang Anda miliki dari smartphone atau tablet PC ke hard disk portabel ini di mana saja.

Akan tetapi, belum ada informasi tentang harga dan jadwal pemasaran produk ini di Indonesia. •