Home Blog Page 898

Pemerintah Harap Communicasia Tumbuhkan Industri TIK Indonesia

0

Comunicasia 2015-1PAMERAN Communicasia yang telah berevolusi dan berkonvergensi dengan sangat luas selama lebih dari 25 tahun memberikan pengaruh yang sangat positif dalam mendukung pertumbuhan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK)di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, I Gusti Putu Suryawirawan saat meninjau Paviliun Indonesia di Communicasia 2015 mengatakan (2/6), “Pemerintah memiliki harapan yang sangat tinggi agar pameran internasional semacam Communicasia dapat menumbuhkan industri dan mengembangkan produk TIK karya anak bangsa, dan pada kesempatan-kesempatan berikutnya diharapkan lebih banyak lagi industri dari Indonesia yang dapat memanfaatkan forum internasional seperti ini.”

Comunicasia 2015-2Dalam kunjungan yang didampingi oleh Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenprin RI, Ignatius Warsito, dan Zakiah Hanim dari Direktorat Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag RI, Putu menambahkan, Indonesia merupakan sebuah pasar besar  yang dapat dimanfaatkan dengan lebih bijaksana. Jangan hanya mengajak orang-orang dari luar memanfaatkan pasar itu namun juga harus mendorong industri lokal untuk tumbuh di pasar itu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Pameran Communicasia 2015 diadakan di Marina Bay Sands Singapore, pada 2-5 Juni yang menampilkan tema-tema dan inovasi di bidang TIK seperti teknologi 5G, Big Data, teknologi Cloud, Smart Devices, teknologi nirkabel, dan Over The Top (OTT), dengan jumlah peserta lebih dari 1.800 perusahaan dari 56 negara. Secara bersamaan di tempat yang sama juga digelar Pameran BroadcastAsia 2015 dan EnterpriseIT 2015.

Comunicasia 2015-3Pada pameran Communicasia kali ini untuk pertama kalinya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian bekerjasama dalam menampilkan Paviliun Indonesia. Sebanyak 18 perusahaan berhasil diseleksi dan difasilitasi untuk tampil di forum bergengsi ini, mulai dari pengembang data center, pengembang aplikasi, hingga kreator animasi. Perusahaan dan pengembang teknologi yang menjadi peserta antara lain Bandung Techno Park, BIAF, Teknoasia, Tarie Animation Studio, Ayena Animation Studio, Anantarupa Studios, Kumata Animation Studios, Indonesia In Your Hand Augmented Reality Cities, Giant Leap Studio, Cakrawala Creative, Gamatechno, Panggung Electric Citrabuana, SML Technologies, Solusi247, Sinergi Art Studio, ITSDCUK, dan Prasimax serta Ufoakses Indonesia dengan menampilkan produk Brikerbox Merek lokal Indonesia dengan pasar Global.

Dalam pameran kali ini Paviliun Indonesia mendapat kunjungan kehormatan dari Menkominfo Singapura, DR Yaacob Ibrahim, yang hadir setelah acara Opening Ceremony bersama Menkominfo RI, Rudiantara. Kedua Menkominfo ini sempat berbincang sejenak dan mendapatkan penjelasan singkat mengenai Paviliun Indonesia dari Dirjen ILMATE Kemendag RI, I Gusti Putu Suryawirawan. •SRIANTO HANDOKO

Berita Terkait:

Perusahaan TI Ikuti Pameran P3DN di Surabaya

Indonesia-Thailand Bangun Kemitraan Bisnis TI

Antisipasi Cybercrime, Kodam Jaya Gelar Pencerahan TI

ITMN Kenalkan Brikerbox Segmen SOHO

50 Negara Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2014

Pemerintah Harap Communicasia Tumbuhkan Industri TIK Indonesia

Arsada Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

0

ArsadaASOSIASI Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada) secara resmi membuka rangkaian acara rapat kerja nasional (Rakernas) Arsada yang digelar pada 2 – 5 Juni 2015 di Novotel Hotel, Manado. Pembukaan dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Djouhari Kansil. Ia menyatakan bahwa rumah sakit harus mulai mengubah paradigma pelayanan dari pemberi pelayanan (provider oriented) menjadi berorientasi pada pelanggan (customer oriented).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari seluruh Indonesia ini digelar dengan tujuan untuk membahas berbagai isu terkini di industri rumah sakit, khususnya yang dihadapi oleh rumah sakit daerah di seluruh Indonesia serta solusi yang tepat untuk menjawab isu dan tantangan yang dihadapi.

Secara garis besar kegiatan ini akan membahas tiga isu utama yang dihadapi oleh rumah sakit daerah yaitu pertama, pemberlakuan UU No. 23/2014 tentang pemerintah daerah dan kaitannya dengan pelaksana urusan kesehatan di daerah; kedua, Jaminan Kesehatan Nasional yang masih memerlukan penyesuaian di berbagai sisi; dan ketiga, revolusi karakter bangsa, utamanya di bidang kesehatan.

Ketua Umum Arsada, Kuntjoro Adi Purjanto mengatakan (3/5), “Revolusi mental di Indonesia salah satunya dimulai dari revolusi kesehatan.”  Ia juga mengatakan sesuai dengan UU No 23/2014 di atas, rumah sakit daerah akan terdorong untuk menjalankan perubahan pola pikir dalam memberikan pelayanan sehingga pelayanan di era Jaminana Kesehatan Nasional akan semakin mantap serta menghindarkan rumah sakit dari risiko hukum, fraud dan moral hazards.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan Arsada, Nur Abadi menyatakan,  “Salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai badan penyelenggara. BPJS sendiri dibagi menjadi dua yaitu BPJS Kesehatan (sebelumnya PT Askes) dan BPJS Ketenagakerjaan (sebelumnya Jamsostek).

“Dengan BPJS Kesehatan, masyarakat tidak perlu lagi membayar ketika berobat atau memeriksakan kesehatan mereka, tentu dengan kriteria yang telah ditentukan. Semua pengobatan bisa didapatkan secara cuma-cuma karena telah ditanggung oleh pemerintah. Rumah sakit lah nanti yang akan klaim biaya tersebut kepada pemerintah,” jelas Nur Abadi.

Ia mengatakan bahwa program ini memiliki nilai positif bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia namun program ini memerlukan sistem, terutama sistem teknologi informasi (TI), yang bisa mengkonsolidasikan dan mengoordinasikan seluruh sistem di rumah sakit di seluruh Indonesia, misalnya untuk urusan klaim seperti disebutkan di atas. Dari sekitar 1700 rumah sakit di Indonesia, baru sekitar 10% yang memiliki sistem yang bagus.

Tanpa sistem TI yang baik, proses klaim dilakukan secara manual dan ini tentu akan memakan waktu lama. Akibatnya, ada keterlambatan pembayaran dari pemerintah ke rumah sakit. Apabila ini berlanjut, dampaknya bisa merugikan rumah sakit. “Inilah salah satu alasan mengapa rumah sakit perlu memiliki sistem TI yang baik dan juga terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Selain diisi dengan kegiatan seminar dan workshop, Rakernas Arsada kali ini juga dimeriahkan dengan pameran alat kesehatan, farmasi serta teknologi jaringan teknologi informasi dan komunikasi serta solusi penunjang kesehatan. Pameran ini juga akan diisi dengan live demo solusi Management Information System (MIS) untuk rumah sakit yang dihadirkan oleh PT Data Global Komukatama dan PT Caraka Global Informasi.

PT Data Global Komukatama merupakan value-added distributor beberapa brand ternama di dunia seperti Allied Telesis, TE Connectivity, Alcatel-Lucent, CCSI, WatchGuard, Peplink, Wallix, dan penyedia solusi jaringan kelas enterprise terdepan di Indonesia sementara PT Caraka Global Informasi merupakan penyedia jasa dan solusi sistem TI yang telah lama berkecimpung di dunia TI di Indonesia.

“Live demo yang kami hadirkan kali ini bisa memberikan gambaran secara lebih jelas mengenai manfaat sistem TI yang baik bagi operasional sebuah rumah sakit. Dengan sistem yang baik rumah sakit bisa memberikan layanan secara lebih cepat, tepat, dan efisien. Sistem tersebut juga bisa diupgrade agar bisa terintegrasi dengan sistem yang ada di BPJS,” jelas Ronggo Wisnu, Direktur PT Caraka Global Informasi. •YULIA CH

Sharp Aquos Crystal, Smartphone Frameless Dengan RAM 1.5 GB

0

JpegSHARP, perusahaan yang selama ini berkonsentrasi pada produk seperti Lemari Es, TV, serta AC akhirnya menghadirkan smartphone buatan mereka ke pasar Indonesia. Inovasi baru pun di hadirkan pada smartphone ini yaitu dengan menanggalkan tiga sisi frame dalam bodi smartphone ini.

Mengusung desain yang frameless, Sharp Aquos Crystal hadir dengan bentang layar berukuran 5 inchi serta resolusi layar sebesar 720 x1280 piksel.Smartphone ini terlihat cukup tebal dengan ketebalan sekitar 10 mm.

Fumihiro Irie, Presiden Direktur PT. Sharp Indonesia mengungkapkan, “Tidak seperti ponsel pada umumnya, layar kristal yang tanpa bingkai ini membuatnya memiliki layar yang lebih lebar dengan gambar yabg lebih tajam.” Ia juga mengungkapkan, mereka sangat yakin dan percaya bahwa smartphone ini akan menjadi pilihan bagi penggemar ponsel layar lebar di Indonesia.

Sebagai informasi, layar LCD dari smartphone ini menggabungkan dua inovasi terbaru Sharp yaitu, papan panel LCD yang tipis dan teknologi yang menggunakan efek lensa optikal pada panel depan perangkat ponsel yang bertujuan untuk menyingkirkan batasan bingkai pada telepon genggam biasa.

Fitur Direct Wave Receiver  yang hadir pada smartphone ini juga cukup unik, dimana pada seluruh permukaan layar digunakan untuk menghasilkan suara, aehingga pengguna bebas untuk menggunakan telepon sesuai posisi yang diinginkan.

Sharp Aquos Crystal membenamkan prosesor quadcore Quallcomm Snapdragon 400 dengan kecepatan 1.2 Ghz serta dukungan RAM yang terkesan tanggung, yakni hanya 1.5 GB.

Mengenai pemasaran dan channel distribusi, Sharp mempercayakannya kepada Surya Citra Multimedia sebagai jalur distribusi offline. Mereka juga mencoba menggandeng situs belanja online Blibli.com dan tentu nya juga sudah tersedia di tradisional market di 20 kota besar Indonesia.

Sampai dengan saat ini, Sharp juga masih belum akan membuka pabrik di Indonesia, mengingat diwajibkan nya TKDN 35% yang dibebankan kepada smartphone 4G di Indonesia. Mengenai service center, Sharp juga sudah mempercayakan nya kepada mitra distribusi mereka dan juga mereka mengklaim sudah menyediakan spare part dan bahan pendukung untuk layanan purna jual.

Mengenai target, pihak Sharp juga menyebutkan mereka sudah menyediakan sebanyak 20 ribu unit di Indonesia dan mereka menargetkan 100 ribu unit terjual dalam jangka waktu 6 bulan setelah launching. Sharp Aqous Crystal di banderol dengan harga Rp. 3.999.000,- dan disertakan juga paket bundling dari XL yakni gratis 3.6GB selama 3 bulan setiap isi ulang 100.000/bulan. •ARIE

Canon EOS 5DS & EOS 5DSR Meluncur di Indonesia

0

JpegSETELAH Februari lalu  Canon EOS 5DS dan 5DSR diperkenalkan di negara asalnya, Jepang, akhir Mei ini  Canon meluncurkan keduanya di Indonesia.

Canon melalui PT. Datascrip selaku distributor tunggal di Indonesia mengatakan, Canon EOS 5DS dan 5DSR  tidak hanya dilengkapi dengan teknologi mutakhir, tapi juga mengusung sensor dengan resolusi gambar terbesar yang pernah dihadirkan sejarah kamera DSLR.

Sintra Wong, Division Manager of Canon Image Communciation Product Div pt.Datacrip mengatakan, dengan segala beragam kelebihan dan keunggulannya, kedua kamera ini cocok untuk digunakan mulai dari para penggiat fotografi landscape, foto studio hingga kebutuhan fotografi komersial memerlukan resolusi tinggi.

“EOS 5DS dan EOS 5DSR ini terlihat memang mirip, tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan keunggulan. 5DS dibekali dengan teknologi Optical Pass Filter yang mampu meminimalisir tampilan distoris, sedangkan EOS 5DSR dilengkapi LPF Effect Cancellation yang mampu menjaga detail foto tetap apik dan menjaga kemampuan kamera tetap optimal,” jelas Sintra Wong, dalam keterangannya di Jakarta (30/5).

Sementara Merry Harun, Canon Division Director PT. Datascrip menyampaikan, dengan kemampuannya yang memiliki resolusi yang sangat tinggi yakni 50,6 megapiksel, dua kamera terbaru Canon ini mampu menghasilkan kualitas foto yang mendekati kamera medium format, dengan berbagai keunggulan yang lebih menonjol dibandingkan dengan medium format.

Kedua kamera ini, sambung Merry, memiliki kemampuan serbaguna, khususnya dengan kehadiran AF yang superior dan kemampuan memotret secara kontinu, dan mampu beradapatasi dengan objek bergerak.

“Sehingga dapat dikatakan, kedua kamera ini sangat tepat digunakan untuk fotografi yang mengidamkan kamera dengan resolusi tinggi setara medium format dalam fleksibilitas dan kecepatan AF DSLR,” ujar Merry. Serta masih banyak lagi fitur-fitur canggih dan terbaru yang dihadirkan dari dua kamera seri terbaru Canon tersebut, seperti kinerja tinggi dan dapat diandalkan, mudah digunakan, serta sensor terbesar dalam sejarah DSLR.

Datascrip selaku distributor Canon di Indonesia mematok harga untuk EOS 5DS Rp. 55 Juta, sedangkan EOS 5DSR Rp. 58 Juta. •

Depok IT Expo 2015 Dorong Terwujudnya Depok Cyber City

0

SONY DSCASOSIASI Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Kota Depok secara resmi menggelar Depok IT Expo di Depok Town Square. Pameran yang memamerkan beragam produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini berlangsung mulai 28 Mei – 7 Juni 2015 dengan menghadirkan beberapa brand terkenal seperti Acer, Asus, Axioo, Dell, Epson, HP, Lenovo, Logitech, Oppo, Pixcom, Prolink, Samsung, Sandisk, Vivo, WKK dan lain-lain.

Pameran yang digelar kali ini, menurut Sekjen DPP Apkomindo, Muzakkir, merupakan rangkaian kegiatan yang dibuat secara serial ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia. “Bila sebelumnya Bogor, kini giliran kota Depok yang memperkenalkan produk-produk TIK terkini yang  dapat membantu kehidupan digital masyarakat Depok dan sekitarnya,” ujar Muzakkir di Depok (29/5).

Muzakkir pun menyampaikan, Depok IT Expo ini berbeda dengan pameran-pameran komputer lainnya karena pameran ini memberikan harga yang jauh lebih murah dibanding harga di toko komputer pada umumnya. Hal ini karena semua barang disokong langsung dari vendor yang merupakan anggota Apkomindo.

Selaku Ketua DPD Apkomindo Depok, I Made Robet Arsana menargetkan, pameran ini tidak hanya menyasar pada penjualan tetapi lebih untuk memberikan pencerahan dan mendukung kota Depok menjadi kota Cyber City. Oleh sebab itu dirinya mengajak principal, distributor, dan tenant untuk saling mendukung agar tercapainya niatan tersebut.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan semakin melek internet dengan penggunaan yang meluas pada berbagai bidang,” imbuh Made.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkomindo, Soegiharto Santoso mengatakan, Apkomindo telah 24 tahun lebih terjun di dunia TIK yang kepengurusannya telah tersebar secara nasional di 22 DPD dan memiliki anggota yang bervariasi mulai dari pedagang eceran hingga pengusaha besar, termasuk para vendor. Dengan pengalaman ini, Apkomindo telah menjadi wadah dan menjembati berbagai pihak untuk bekerjasama, baik dengan vendor, pemerintah maupun perguruan tinggi untuk memajukan dunia TIK dalam negeri.

3. Soegiharto Santoso - Hoky

“Menjadikan Depok sebagai Kota Cyber tentunya akan meningkatkan pemanfaatan produk TIK di kota tersebut. DPD Apkomindo Depok dengan kedekatan vendor bisa berperan menyediakan atau memfasilitasi berbagai produk yang dibutuhkan tersebut. Dengan demikian tentunya DPD Apkomindo Depok dapat memajukan daerahnya untuk pemanfaatan TIK, baik dari sisi hardware maupun software,” papar Soegiharto.

Sedangkan Ketua Panitia Depok IT Expo 2015, Sukadi menyebutkan, perhelatan tahunan kali ini tampak lebih padat dari sisi peserta pameran. “Pesertanya makin ramai karena teman-teman pengusaha TIK optismis bahwa penjualan makin baik dengan pameran ini meskipun perekonomian sedang lesu,” kata Sukadi.

Dirinya pun menyampaikan, Depok IT Expo 2015 bukan sekadar mengukur keberhasilan lewat transaksi yang terjadi selama pameran. Lebih jauh, membuka mata warga Depok bahwa untuk mencari kebutuhan teknologi informasi, mereka tidak perlu membelinya hingga ke Jakarta. Karena di Depok sendiri sudah banyak toko yang menjual kebutuhan produk-produk TIK dengan harga lebih kompetitif. Namun sambutnya, kalau mau harga lebih spektakuler dan diskon luar biasa, tentunya Depok IT Expo 2015 tempatnya.

Turut mendukung kemajuan TIK di kota Depok, pagelaran yang bertujuan untuk memajukan TIK secara lokal maupun secara nasional, juga dihadiri Wing Iskandar selaku Ketua Kadin Depok dan Anton Cahyo Raharjo selaku Komite Tetap Indag KUKM KADIN Depok, serta Herry R. Gumelar selaku Kabid Informasi Publik Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Depok.

SONY DSC

Menyambut baik Depok IT Expo ini, Wing Iskandar mengharapkan para pengusaha yang tergabung di Apkomindo bisa turut menaikkan perekonomian daerah dan melalui pameran ini juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai gadget electronic.

Hal senada juga disampaikan Herry R. Gumelar, yang mengharapkan melalui pameran ini juga dapat mendorong terwujudnya Depok Cyber City. “Melalui pemanfaatan TIK yang tepat di masyarakat  tentunya dapat meningkatkan kualitas kehidupan warga kota Depok. Oleh sebab itu kami selalu mendukung berbagai kegiatan yang mendorong kemajuan kota Depok melalui TIK,” papar Herry.

Sementara itu Sutikno Pariyoto selaku Direktur Mall Depok Town Square menyampaikan bahwa pihak pengelola sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Apkomindo karena kegiatan tersebut sangat positif baik dari sisi bisnis maupun dari sisi pendidikan TIK, sehingga kedepan akan terus menjalin kerjasama yang lebih baik dan lebih intensif untuk kebaikan banyak pihak.

Pagelaran yang berlangsung hampir dua pekan ini ditargetkan pihak penyelenggara dapat menarik 150 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp.10 miliar. Selain pameran, digelar juga acara lain di antaranya Debat IT, presentasi dengan multimedia, serta foto berbasis Android. Lomba tersebut khusus diikuti oleh pelajar tingkat SMA, SMK, dan sederajat.

Di kesempatan ini, Apkomindo juga turut mengadakan Gelar Bakat se-Kota Depok yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua. •ANDRI

Arikel Terkait:
Jadi Icon Smart City, Bogor Gelar Pameran NIX 2015

Kecantikan Medis Masuki Ranah Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

0

Beauty Professional Indonesia 2015-Biskom2TEKNOLOGI dan industri kecantikan kini berkembang pesat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini mendorong berbagai perusahaan kecantikan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara prioritas dalam hal pengembangan pasar baru.

Melihat potensi yang baik ini, PT Indonesia Trade Exposition (ITE) akan menyelenggarakan trade exhibition berskala internasional yang melibatkan perusahaan-perusahaan di dalam industri kecantikan dari Indonesia dan mancanegara seperti Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Thailand dengan tajuk Beauty Professional Indonesia 2015 (BPI 2015).

Diselenggarakan pada tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), BPI 2015 tidak hanya akan menghadirkan exhibitor dengan rentang jenis perawatan dan produk yang berinovasi teknologi tinggi, namun juga akan memberikan platform bagi produk-produk dan tata cara perawatan kecantikan tradisional Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Etno Welness. Ditargetkan lebih dari 130 Exhibiting Companies, 250 merek produk kecantikan dari 15 negara akan menjumpai 5000 pengunjung selama tiga hari pameran tersebut.

Kecantikan menjadi salah satu tuntutan manusia yang solusinya semakin banyak dapat kita temui melalui berbagai inovasi teknologi. Tak hanya cara perawatan dan produknya yang semakin berkembang, namun sejalan dengan itu, orang-orang yang ahli dalam bidang ini pun memiliki tuntutan yang semakin tinggi untuk memiliki kemampuan yang mumpuni.

Beauty Professional Indonesia 2015-Biskom

BPI 2015 sekaligus akan mempertemukan tenaga ahli kecantikan, manufaktur produk kecantikan, pemegang lisensi produk dan bisnis kecantikan dengan target marketnya, yaitu pihak-pihak yang juga memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha kecantikan profesional baik taraf besar, menengah, maupun rumahan.

Patricia M. Priyatna, Project Director BPI 2015 mengatakan (28/5),  “Tujuan utama BPI 2015 sebagai sebuah trade exhibition adalah untuk memberikan tempat bagi para pelaku bisnis agar dapat menemukan mitra bisnis baru dan mendapatkan informasi mengenai tren terbaru di industri kecantikan, mulai dari yang tradisional sampai  Hi-Tech.”

Menurut perkembangan dunia kecantikan dari berbagai sudut pandang, maka dapat kita lihat bahwa bisnis kecantikan profesional tidak hanya bisa berkembang dalam lingkungan kesehatan, namun dapat lebih luas lagi melangkah ke dalam ranah pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saat ini industri kecantikan kita sedang mempersiapkan diri memasuki ranah health tourism ataupun estetic tourism, dimana kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif memberikan segenap dukungan untuk berbagai aktivitas yang bergerak di dalamnya,” ujar Achyaruddin dari Kementerian Pariwisata.

Riset dari Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian, bahwa omzet industri kosmetik diprediksi naik mencapai Rp 11,2 triliun atau tumbuh 15 persen dari 2012 yang sebesar Rp. 9,7 triliun, di mana nilai ekspor melonjak tajam dari Rp. 3 triliun menjadi Rp. 9 triliun. Dari data ini dan pengalaman ATE selama lima tahun menyelenggarakan Beauty Profesional Malaysia dan berhasil berkembang menjadi pameran terbesar ke dua di Asia tenggara memberikan keyakinan bagi ITE maupun ATE bahwa Indonesia memiliki potensi yang tidak dapat diremehkan dalam bisnis kecantikan. •YULIA CH

FireEye Deteksi Spionase Cyber ke Indonesia

0

FireEye3SEBUAH perusahaan pencipta dan pengembang platform keamanan berbasis mesin virtual mengumumkan keberhasilannya mengungkap sebuah operasi spionase cyber yang kemungkinan menyerang Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, FireEye sebagai perusahaan yang memfokuskan pelayanan untuk memberikan perlindungan serangan cyber ini mendeteksi serangan sudah terjadi sejak 10 tahun lalu dengan menargetkan negara-negara di Asia Tenggara dan India, termasuk Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Menurut Chief Technology Officer FireEye, Bryce Boland, temuan ini berawal saat FireEye memeriksa malware yang ditujukan kepada badan-badan di Asia Tenggara dan India. Ternyata terdeteksi sebuah operasi intelijen cyber bernama APT 30, yang menggunakan teknik Advanced Persistent Threat (APT) yang kemungkinan besar disponsori oleh pemerintah China.

“Pemerintahan dan bisnis di Indonesia menghadapi kelompok intelijen cyber yang melakukan operasinya secara terus-menerus serta memiliki sumber daya manusia dan dana yang besar. Kelompok ini menerapkan alat, taktik dan prosedur penyerangan APT 30 secara konsisten sejak operasinya berlangsung,” ujar Boland, di Jakarta (28/5).

Penyerangannya sendiri, disebutkan Boland, menargetkan utuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan pemerintah China untuk intelijen mereka, yaitu isu politik, ekonomi, dan militer, wilayah sengketa, dan diskusi yang berhubungan dengan legitimasi Partai Komunis China.

Dengan adanya penemuan ini, Boland berharap organisasi-organisasi di Indonesia untuk mulai mendeteksi, mencegah, menganalisis dan merespon dengan cepat kepada ancaman yang terus berkembang ini. Pihaknya, FireEye siap membantu menyediakan perlindungan dari berbagai ancaman tersebut.

Dirinya pun memperkenalkan FireEye Threat Prevention Platform yang mampu memberikan perlindungan secara real-time terhadap serangan yang dinamis tanpa menggunakan signature untuk melindungi sebuah organisasi dari berbagai vektor ancaman yang ada, dan mendeteksi semua tahap dari sebuah siklus serangan. “Inti dari platform FireEye ini adalah mesin eksekusi virtual yang dilengkapi dengan alat pendeteksi ancaman yang dinamis, untuk mengidentifikasi dan memblokir serangan cyber secara real time,” tutup Boland. •ANDRI

Perluas Pasar di Indonesia, BenQ Tunjuk Mitra Bisnis Baru

0

JpegBENQ sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang produk teknologi kembali membuat inovasi baru pada pada jajaran produk monitor mereka yang meliputi monitor Game, monitor percetakan tersertifikasi serta flat panel interaktif. Sebelumnya BenQ juga sudah memperkenalkan smartphone pertama mereka di Indonesia pada bulan lalu.

Melihat dari data IDC, Indonesia di prediksikan akan menjadi pasar teknologi informasi (TI)  dengan pertumbuhan paling cepat di Asia Tenggara dengan belanja TI yang mencapai US$ 15.5 Miliar. Hal tersebut yang juga menjadikan alasan dari BenQ untuk serius menyasar dan melebarkan sayap di Indonesia.

Untuk mencapai hal tersebut, BenQ menggandeng beberapa mitra distributor baru yang cukup besar di Indonesia yatu, PT. Datascrip, PT. XDC Indonesia dan PT. Mata Faces Integra.

Eko Handoko, Country Manager BenQ Indonesia mengungkapkan. “BenQ telah menjadi brand DLP projector No.1 di Dunia dan saat ini menjadi perusahaan projector no.1 di Indonesia dan kami memperluas penawaran kami di segmen B2B dengan menawarkan 4K interactive flat panel dan signage dari yang berukuran 79 inci hingga 46 inci” tuturnya.

Ia juga menambahkan, “BenQ juga menghadirkan monitor management warna profesional yang ukurannya dari 32 inci hingga 24 inci untuk memenuhi kebutuhan spesifikasi warna Adobe RGB dan sRGB oleh pre press/printing house dan CAD serta para desainer animasi,” tambahnya.

Dari sektor games, BenQ juga akan memperkuat market untuk pasar ini, melihat dari pesat nya pertumbuhan gaming di Indonesia. Hal tersebut juga terlihat dari sangat populer nya game seperti DOTA 2 serta Counter Strike. BenQ XL2430T adalah solusi untuk game yang di rancang untuk menghadirkan visual yang terbaik bagi para gamers.

Mengenai kerjasama mereka dengan beberapa mitra baru ini, Eko menambahkan BenQ sangat senang sekali dapat bermitra dengan 3 mitra lokal yang memiliki reputasi tinggi, memiliki pengalaman pasar yang handal serta saluran distribusi yang kuat di Tanah Air. Eko Handoko mengungkapkan, “Mudah mudahan dengan kerjasama ini, kita bisa tumbuh bersama sama dan memiliki benefit secara bersama.”

Mary Oetomo, Division Director PT. Datascrip mengungkapkan, “Kami senang sekali berkesempatan bekerja sama dengan BenQ yang merupakan salah satu perusahaan elektronik terbesar di dunia dan tentunya kami percaya produk yang dipasarkan akan memiliki kualitas yang bagus dan bisa bersinergi dengan solusi yang dipasarkan oleh PT. Datascrip,” tuturnya. •ARIE

Wajah Baru, Biznet Hadirkan Layanan IaaS Murah

0

JpegBIZNET mengumumkan penggatian logo baru untuk seluruh unit bisnis mereka seperti Enterprise, SMB, Home, serta Personal. Logo baru Biznet ini mewakili semangat baru Biznet untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.

Adi Kusuma, Presiden Direktur Biznet Network mengungkapkan (26/5), “Biznet kini tampil dengan logo baru yang sesuai dengan visi dan misi serta semangat kami di 2015. Hal ini juga menjadi tujuan kami untuk menjadi penyedia telekomunikasi dan multimedia terbaik tidak hanya bagi pelanggan korporat, melainkan juga pada pengguna individu.”

Sejak tahun 2000 Biznet Network telah dikenal sebagai penyedia layanan Internet broadband bagi perusahaan skala besar, UKM, serta pengguna rumahan di Jakarta. Bukan hanya itu, pada pertengahan Februari lalu, Biznet juga sudah memperkenalkan Biznet WiFi yang memiliki kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga yang terjangkau.

Adi kusuma menambahkan, dengan jaminan infrastruktur yang terus diperbarui mereka mampu menyediakan solusi terbaik bagi pelanggan mereka di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Biznet GIO,  sebuah joint venture antara Biznet Network dan IIJ dari Jepang mengumumkan dua solusi baru mereka yaitu GIO Cloud dan GIO Enterprise Cloud. IIJ sendiri adalah perusahaan asal Jepang dalam layanan Cloud.

Saat ini di Indonesia pengguna Cloud Computing semakin bertambah, melihat dari banyaknya pengguna smartphone dewasa ini. Namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan ketersediaan layanan dan juga infrastrukutur yang masih kurang memadai.

Layanan GIO Cloud sendiri adalah sebuah layanan Public Cloud berjenis Infrastructure as a service (IaaS) yang elastis yang menawarkan skema bayar perjam penggunaan. Para pengguna juga mendapatkan keleluasaan untuk menyesuaikan kebutuhan dan kapasitas layanan komputasi dengan aset yang ada.

Sementara layanan GIO Enterprise Cloud adalah layanan yang dirancang khusus untuk korpora yang tentu nya menawarkan tingkat keamanan, keandalan serta harga yang cukup terjangkau

Untuk kedua layanan ini , Biznet memberikan gratis untuk akses 1 Terabyte pertama baik untuk koneksi inbound maupun outbound.

Andre Jenie, Wakil Presiden Divisi Penjualan dan Operasional Biznet GIO menyebutkan, “Dengan kombinasi infrastrukur berkualitas milik Biznet dan IIJ, Biznet GIO Cloud menghadirkan layanan-layanan Cloud Computing dengan harga rendah dan dapat diandalkan. •ARIE

Dahua Luncurkan Teknologi Smart Security di Indonesia

0

Dahua2BEBERAPA kota besar di Indonesia yang mulai menggaungkan pembangunan smart city di kotanya, tampaknya telah mengundang berbagai perusahaan penyedia perangkat teknologi informasi (TI) global untuk memasarkannya di Indonesia. Salah satunya, Dahua Technology yang menyediakan berbagai kebutuhan CCTV dan perangkat keamanan mulai meluncurkan solusi Smart Security Technology terbarunya yang terdiri dari produk-produk keamanan kelas high-end, seperti CCTV High-End, Access Control, Intrusion Alarm, Smart Lock, dan Video Intercom.

Menurut Sales Manager Indonesia, Dahua Technology, Debbie Du, untuk mewujudkan smart city tentunya diperlukan juga membangun sistem pengawasan video yang lengkap untuk keamanan publik dan transportasi. Dahua telah mempunyai solusi tersebut, yakni Solusi Smart City yang telah dimanfaatkan di beberapa negara.

Dicontohkannya, kota Hangzhou, Tiongkok yang telah mengamankan lebih dari 70% sistem lalu lintasnya menggunakan kamera Dahua yang mencangkup area lebih dari 15.596 km2. Sistem video terhubung dan data video ditransmisikan dengan menggunakan Fiber Optic ke stasiun polisi setempat, dan dari pusat manajemen kota ke pusat manajemen provinsi. Mengumpulkan video lebih dari 3.000 kamera yang dipasang di persimpangan jalan, terowongan, pintu masuk metro, gerbang sekolah dan lokasi publik lainnya yang memiliki intensitas tinggi.

“Kamera yang digunakan adalah kamera megapiksel dan 7/24 non-stop. Tujuannya untuk pengawasan yang berkelanjutan sehingga dapat lebih mengoptimalkan tenaga kerja polisi, memungkinkan sistem lalu lintas yang lebih efisien dan penanganan lebih cepat saat terjadi insiden,” ujar Debbie, di Jakarta (22/5).

Disebutkan, kota lainnya yang menggunakan Solusi Smart City Dahua adalah Brazil, Ventanilla di Peru dan kota besar lainnya. Dan diharapkan kota-kota besar di Indonesia juga bisa memanfaatkan teknologi yang ditawarkan Dahua.

Sementara itu, Sutanto, General Manager Sales PT Pacifik Teknologi Indonesia, selaku distributor dari Dahua, menyebutkan Smart Security Technology yang dibawa Dahua tidak hanya untuk proyek smart city tetapi juga diperuntukkan bagi proyek HRB (High Rise Building), termasuk Banking, Mining, Transportation dan proyek lainnya, yang membutuhkan produk dengan ketahanan terhadap cuaca ekstrim, benturan keras, dan fitur-fitur yang mendukung proyek tersebut.

“Kebutuhan keamanan semakin tinggi dari waktu ke waktu. Untuk itu Smart Security Technology dihadirkan tidak hanya mengandalkan teknologi tinggi tetapi juga solusi keamanan yang komprehensif, meliputi fasilitas CCTV, ATM DVR dengan fitur Text Inserter, Smart Lock, Access Control dan Intrusion Alarm yang terintegrasi dengan software CMS (Central Management System),” papar Sutanto.

Perlu diketahui, di Tiongkok, Dahua Technology merupakan merek yang direkomendasikan dan menjadi salah satu perusahaan keamanan yang paling berpengaruh. Berdasarkan hasil laporan Global IHS dan data ASMAG, Dahua menempati posisi nomor 2 di dunia dan mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 60 persen pada tahun 2009-2014. Saat ini Dahua telah memilki lebih dari 1.000 mitra global, dan telaah mengekspor produnya ke 180 negra dan daerah di dunia. •ANDRI