Home Blog Page 934

Awas, 50% Remaja Akses Pornografi!

0

Hati-hati, kejahatan internet senantiasa mengintai. Bukan saja Anda para pebisnis dan pekerja kantoran, para remaja pun tak luput dari bidikan para penjahat di dunia online. Para remaja juga kerap  dan juga konten negatif

 

PornografiREMAJA Indonesia berusia 14-15 tahun, yang jumlahnya sekitar 8,9 juta jiwa termasuk sebagai kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan internet. Selain akses pornografi, mereka juga tidak menerapkan kehati-hatian dalam melindungi identitas pribadi, keluarga, dan lingkungan saat terhubung dengan internet. Karenanya, kelompok ini seringkali menjadi incaran para penjahat internet. Mereka juga dinilai sering melakukan komunikasi dengan orang asing, berbohong soal umur, serta menjadi kategori usia terbanyak pengakses konten yang mengandung pornografi.

Demikian hasil studi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo),  badan PBB United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan Berkman Center for Internet and Society, Harvard University, mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet.

Survei yang dilakukan terhadap responden berjumlah 400 orang ini menggunakan teknik sampel survei, berarti hasil dari responden tersebut bisa digeneralisasi untuk menyimpulkan kondisi anak-anak dan remaja seluruh Indonesia berusia 10-19 tahun yang berjumlah 43,5 juta jiwa. Sampel berasal dari daerah perkotaan ataupun pedesaan yang tersebar di 12 provinsi.

Studi ini juga menunjukkan, dalam kelompok anak usia 14-15 tahun, sekitar 6,3 persen dari mereka mencantumkan alamat rumah serta 9,4 persen mencantumkan informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah dan alamat sekolah di akun media sosial. Meski demikian, sebagian besar dari mereka menyadari akan pentingnya password untuk e-mail dan media sosial.

Sementara pada  anak-anak dan remaja usia 10-19 tahun  ditemukan bahwa lebih dari separuh responden (52 persen) mengatakan mengetahui konten pornografi melalui iklan atau situs yang tidak mencurigakan. Dari seluruh responden, hanya 14 persen persen mengakui telah mengakses situs porno secara sukarela atau atas keinginan sendiri.

“Paparan konten pornografi itu terutama ketika muncul secara tidak sengaja atau dalam bentuk iklan yang bernuansa vulgar ketika mereka membuka Internet,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Gatot S Dewa Broto di Jakarta (18/2).

Studi ini bertujuan untuk menyediakan informasi-informasi penting tentang cara-cara kelompok usia tersebut menggunakan media sosial dan teknologi digital, motivasi mereka menggunakan media komunikasi tersebut, dan potensi risiko yang mereka hadapi dalam dunia digital.

Peran Orang Tua

Dari studi diatas menemukan pula bahwa banyak anak-anak yang tidak terlindungi dari konten negatif yang ada di internet, sebagian besar sampai kepada mereka tanpa sengaja melalui pesan pop-up atau melalui link yang menyesatkan. “Pihak orangtua mungkin ketinggalan dari anak-anak mereka dalam hal menguasai dan menggunakan media digital, sedikit dari orangtua yang mengawasi anak-anak mereka ketika mengakses internet, dan sedikit yang menjadi ‘teman’ anaknya dalam jejaring sosial,” kata Gatot.

Yang melegakan, kendati banyak anak-anak dan remaja itu terkontaminasi pornografi dari Internet, namun mereka umumnya tak setuju dengan akses yang terbuka bagi mereka mengonsumsi konten tersebut. “Selain itu, hampir semua dari mereka tidak setuju terhadap isi pornografi di Internet,” katanya.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa orang tua dan guru semakin menyadari manfaat media digital untuk mendukung pendidikan dan pembelajaran anak. Misalnya, semakin banyak guru yang menugaskan siswa untuk mengumpulkan informasi dari internet untuk mengerjakan berbagai tugas. Hal itu dinilai sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan pemanfaatan Internet sebagai sarana pendidikan.

“Ketika penggunaan media sosial dan media digital berkembang dengan cepat di kalangan muda, dukungan orangtua dan integrasi media digital dalam pendidikan masih tertinggal. Sehingga saatnya untuk mengejar ketinggalan,” katanya.

Gati Gayatri, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi Kemkominfo mengatakan, kondisi yang meresahkan ini terjadi karena anak pada usia ini yang paling tinggi rasa ingin tahunya. Di samping itu, sifat mencoba-coba sesuatu pada anak sangat besar. Setengah dari 400 responden dalam penelitian mengaku telah melihat konten porno di internet.

“Sebagian besar anak mendapat informasi internet dari temannya. Karena itu, sudah waktunya orangtua untuk terbuka dan lebih terlibat dalam penggunaan internet anak-anaknya,” kata Gayatri.

Menurut Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Ni’am Sholeh, kemudahan akses informasi dan kurangnya pengawasan anak dalam dunia digital berdampak rentannya anak tereksploitasi. “Anak kadang tidak menganggap perilaku mereka di dunia digital memancing potensi eksploitasi terhadap mereka. Baik itu dari sesama remaja, orang lain ataupun mereka yang memang mencari korban baru di internet,” ujar Asrorun.

Langkah Pemblokiran

Perwakilan Unicef di Indonesia, Angela Kearney menyatakan, mereka mendukung survei tersebut untuk mencari data dasar mengenai karakteristik pengguna internet di Indonesia. Dengan demikian, pemerintah bisa merumuskan kebijakan ataupun intervensi dalam menangkal dampak buruk dari internet serta mendorong penggunaan internet yang bermanfaat.

Hasil survei akan dibawa ke konferensi di Boston, Amerika Serikat, untuk dibandingkan dengan hasil survei serupa di negara lain, seperti Vietnam, Ukraina, Rusia, dan Afrika Selatan.

Mengomentari hasil riset tersebut, Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan, lembaganya sudah memiliki program Internet Sehat untuk membendung pengaruh buruk dari internet seperti pornografi, intimidasi, atau cyberbullying, dan perjudian. Mereka melibatkan semua pihak mulai pengajar hingga pemuka agama.

Terkait kesenjangan digital yang masih terjadi di Tanah Air, Tifatul menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur internet di Indonesia belum merata. Kondisi tersebut diatasi sebisa mungkin melalui program internet untuk sekolah ataupun desa.

Sejauh ini, Kemkominfo juga sudah mem-block sejuta situs dengan konten negatif. Menurut Tifatul dibanding sebelum tahun 2010, saat ini pengawasan untuk pengakses internet jauh lebih baik. Sebanyak 70 persen anak-anak dan remaja mengakses internet melalui alat komunikasi bersifat mobile. Hal itulah yang menyebabkan Kemkominfo sulit untuk membendungnya.

Dengan upaya pemblokiran, pemerintah berharap dapat melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan informasi elektronik yang mengganggu ketertiban umum, serta melindungi industri nasional dan kreatifitas anak bangsa dari konten internet yang berpotensi memberikan dampak negatif dan atau merugikan.

Lingkup situs yang berpotensi untuk diblokir yaitu pornografi dan kegiatan ilegal lainnya seperti perjudian, kekerasan/sadisme, SARA, serta perdagangan ilegal (obat/makanan ilegal/bursa komoditi ilegal/investasi ilegal/jual beli saham ilegal), narkoba, musik ilegal/pelanggaran hak cipta.

Selain itu, Kemkominfo juga melakukan campaign ke sekolah-sekolah umum seperti ‘Kominfo Goes to School’ dan juga melakukan campaign di tempat umum seperti ‘Kominfo Goes to Mall’ dengan menyediakan akses internet cepat serta mengundang anak-anak dan remaja untuk datang ke sana. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan-penjelasan tentang internet sehat.

Kemkominfo pun mengingatkan, pada prinsipnya orang perorangan maupun instansi yang melanggar harus siap menerima sanksi hukum sesuai perundang-undangan. •

KURNIADI S. SANJAYA: CP Plus Berikan Servis Terbaik

0

BISKOM, Jakarta – Selama sebelas tahun berkarir di perusahaan perangkat teknologi informasi (TI) bernama Masterdata, telah banyak ilmu yang didapatkannya untuk mengembangkan diri menjadi seorang pebisnis. Lalu,  ia membangun usaha sendiri dengan membangun toko komputer di Mangga Dua Mall, ITC Cempaka Mas dan Bekasi Cyber Park. Setelah melihat potensi pasar yang begitu besar, Kemudian ia memilih CCTV CP Plus menjadi produk unggulan yang dijalankannya.

AWAL karirnya sebagai seorang sales notebook dan komputer membuatnya tertarik untuk menekuni dunia TI. TI langsung menjadi hobi barunya pada saat itu sehingga pemahamannya terhadap produk TI dengan mudah dan cepat ditelaahnya. Hanya dalam waktu 8 bulan saja, karirnya mulai meningkat karena performanya dianggap bagus. Diangkat sebagai Brand Manager, kemudian mulai dipercaya menjadi Regional Area Manager di Masterdata, sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun usaha sendiri.

Tidak berjalan mulus, usaha yang didirikannya pun mengalami kebangkrutan setelah 4 tahun berjalan. Diakuinya, 2 tahun pertama toko komputer yang dikelolanya berjalan baik namun setelah itu mengalami penurunan penjualan yang diakibatkan persaingan yang semakin ketat, baik dari sisi pemainnya maupun dari harga.

Sebelum usahanya bangkrut ia pun mulai mencari alternatif bisnis yang menguntungkan. Secara tidak sengaja produk CCTV atau kamera pemantau pun menjadi perhatiannya dan mulai menggelutinya sambil berjalan toko komputernya. Dimulai dengan main CCTV untuk rumahan, kemudian mendapatkan proyek-proyek kecil dan berlanjut menjadi besar.

Toko komputernya pun ditutup pada tahun 2012 dan mulai serius menjalankan bisnis barunya meskipun untuk awal dijalankan dari rumah. Usahanya semakin berkembang dan mulai fokus menjalankan satu brand bernama CP Plus, produk security equipment dari Jerman.

Kurniadi S. Sanjaya, nama pria penuh optimisme tersebut, dianggap mampu mengangkat brand CP Plus di pasar Indonesia karena penjualan yang dilakukannya terus meningkat. Akhirnya sekitar setahun lalu Channel Works selaku pemegang brand CP Plus menunjuknya menjadi Country Manager untuk Indonesia.

Channel Works sendiri merupakan perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Singapura dengan memilki cabang di 5 negara, yaitu Sri Lanka, India, Vietnam, Philipina dan kini terrmasuk Indonesia. Sesuai namanya, Channel Works fokus pada channel retail development untuk distribusi produk-produk security system dengan menawarkan brand-brand ternama, seperti CP Plus, Maximus, Oxxon dan Flir.

“Saat ini di pasar Indonesia yang kami tawarkan adalah CP Plus dan Maximus. Untuk CP Plus sendiri sementara ini difokuskan pada pada product Surveillance System-nya saja, yaitu CCTV Camera analog, DVR, dan IP Camera berikut kelengkapan NVR-nya,” terang kelahiran Jakarta, 22 Desember 1981 ini.

Simak penjelasan lebih lanjut mengenai CP Plus dan Channel Works saat BISKOM berbincang dengan bapak dari dua putra yang memiliki hobi bernyanyi ini, di kantor barunya Jalan Peta Barat, Rukan Puri Gardena, Jakarta Barat.

Apa saja tugas-tugas Anda sebagai Country Manager?
Saya mengemban tugas menjalankan visi dan misi perusahaan terutama bisnis di Indonesia, baik itu penetrasi produk ke market, memastikan produk-produk yang dipasarkan bisa diterima dengan baik dan brandingnya juga cukup baik agar bisa lebih dikenal, serta mengembangkan dan mendevelop channel partner atau jaringan. Tapi, sebenarnya ujung-ujungnya, saya bertanggung jawab pada target achievement.

Kurniadi-2Produk jenis apa saja yang disediakan CP Plus?
Kelengkapan produk CP Plus meliputi Video Door Phone (analog dan IP Based) untuk Villa, Multi-Villa, Apartment dan Multi-Apartment, serta Home / Office Automation solution system.

Sedangkan di DVR analog dilengkapi Mobile DVR (untuk kendaraan) dengan option GPS System dan realtime video streaming, two way communication, ATM DVR (untuk mesin ATM), hingga mensuport POS integration (untuk retail yang mau terhubung dengan mesin kasir / POS system ), Combo DVR (LCD Monitor 10 inci yang sudah embeded DVR seperti All in One PC), HD CVI Camera. Tidak ketinggalan, Video Analytic Software seperti People Counting, Object Missing, Flame Detection, Smoke Detection, TresPassing, dan Face Detection / Recognition.

Meskipun fokus di surveillence system, kami tetap melayani permintaan lainnya, seperti finger print, accest control maupun video door phone. Begitu lengkap produk-produknya, sehingga CP Plus bisa dibilang onestop solution.

Seperti apa bentuk kemitraan yang dibentuk oleh Channel Works?
Secara global sebenarnya Channel Works berdiri hanya sebagai principle atau pemegang merek. Bisa dibilang untuk saat ini kami adalah franchise license holder untuk CP Plus di seluruh Asia. Jadi kalau bicara CP Plus pastinya berhubungan dengan Channel Works. Oleh sebab itu CP Plus di Indonesia lebih di fokuskan, karena Maximus sendiri produknya hanya analog camera system untuk entry level. Makanya untuk partner-partner yang direkrut selama ini kami guarantee kalau produk-produk Channel Works tidak akan ada yang bisa sembarang impor dari luar negeri agar tidak terjadi price war.

Selain itu, sebagai principle, kami ada dibeberapa negara, seperti Colombo dan Indonesia yang juga berperan sebagai distributor sementara. Hal itu disebabkan belum ditemukannya partner yang qualified untuk bisa pegang satu negara sebagai distributor. Jadi untuk sementara ini kami juga merangkap untuk di Indonesia.

Konsep kerjasama apa yang Anda tawarkan kepada partner?
Dalam merekrut partner selama ini kami menawarkan konsep bisnis end to end solution. Bukan hanya produknya yang end to end solution tetapi juga sistem bisnisnya. Jadi mulai pra-sales sudah mulai disupport, seperti misalnya partner minta didampingi untuk demo unit atau presentasi ke proyek mereka. Bahkan sampai melakukan cost estimater maupun mendesain sistemnya.

Kami juga bantu supervisi di lapangan untuk memastikan semua instalasi berjalan sesuai SOP dan sesuai sistem yang dibuat. Selain itu, kami juga memberikan trainning yang berkesinambungan. Mulai dari skill, technical support, product knowledge cara setting dan instalasi.

Ada juga product knowledge cara untuk menjual dari sisi marketingnya. Jadi dari sisi apapun akan kami dukung penuh. Sedangkan untuk purna jualnya, baik itu CP Plus maupun Maximus diberikan garansi 2 tahun part replace. Kalau ada kerusakan yang bukan disebabkan human error maka garansi sparepart 2 tahun. Makanya, sesuai SOP bila ada barang rusak akan selesai dalam waktu 2 hari karena kami mengganti sparepart baru dan bukan diservis.

Bagaimana perkembangan CP Plus sejauh ini?
CP Plus merupakan produk branded dari Jerman yang sudah berdiri sekitar 9 tahun lalu. Meskipun baru seumur jagung namun penjualan di pasar cepat sekali pertumbuhannya. Terutama di India yang selama 5 tahun berturut-turut menjadi market leader di India dengan 24% market share dengan revenue hampir US$ 50 juta dengan hanya satu distributor saja, yaitu Aditya Infotech. Di negara-negara Asia Selatan, CP Plus juga sudah menjadi Top 3.

Kurniadi-3Apa keunggulan yang ditawarkan CP Plus dibandingkan kompetitor?
Ada beberapa poin yang ditekankan. Pertama ini merupakan branded dari Jerman. Bukan rahasia lagi kalau teknologi Jerman dikenal dengan quality control dan durability-nya. Dibandingkan negara-negara lain jauh lebih advanced, lebih baik dan lebih berkembang.

Kedua, range produk CP Plus sangat lengkap, dan ketiga, garansinya 2 tahun. Mungkin banyak brand lain yang menjanjikan garansi 2 tahun bahkan sampai 3 tahun. Tapi perlu diperhatikan masalah penggantian dan sistem purna jualnya. Kalau kami benar-benar murni replace spare parts. Jadi mengganti bukan memperbaiki. Keempat, kami punya lokal distributor sendiri sehingga ketersedian sparepart ataupun stock bisa dijamin. Dan terakhir masalah pricing. Berhubung pabrik kami sudah ada di Hongkong menjadikan harganya kompetitif bahkan bisa bersaing dengan produk Taiwan bahkan China sekalipun.

Produk dan teknologi terbaru yang akan diperkenalkan tahun ini?
Perlu diketahui kalau di dunia surveillence itu chipset kamera didominasi oleh merk Sony. Nah, disini kami mempunyai teknologi High Quality Image Sensor (HQIS) sendiri yang merupakan chipset  ekonomis untuk entry level produk yang di-develop oleh tim R&D dari CP Plus sendiri. Jadi untuk seluruh fitur kamera, DVR, DVI dan seluruh device maupun software dikembangkan oleh CP Plus Teknologix Labs.

Kebetulan tanggal 15 April ini akan ada launching yang memperkenalkan HD CVI yang merupakan kamera basic analog tetapi sudah memiliki range solusi recording megapiksel seperti IP Camera yang harganya jauh lebih mahal. Kamera ini juga bisa dikombinasi dengan audio, kontrol dan video dalam satu kabel. Selain itu ada beberapa model IP Camera dengan teknologi terbaru CP Plus APEX Series yang low bandwidth.

Apa target Anda di tahun ini?
Targetnya di tahun ini bisa mencapai US$ 2,2 juta. Kami tidak muluk-muluk dahulu karena saya yakin akan bisa lebih dari apa yang ditargetkan. Kami inikan masih baru dan sebenarnya masih tahap-tahap pengenalan produk . Saya rasa 2-3 tahun adalah tahap-tahap branding dan pengenalan serta recruitment partner untuk penetrasi ke pasar. Selanjutnya, kami ingin menjadi No. 1 sebagai security distribution company di Indonesia dalam waktu 5 tahun kedepan. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Artikel Terkait:
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI APRIL 2014
– KURNIADI S. SANJAYA: CP Plus Berikan Servis Terbaik
– Channel Works Kenalkan CCTV Canggih Dari Jerman
– TELAH TERBIT BISKOM EDISI MEI 2014
– RAMAN MADAN: Channel Works Tawarkan Solusi Surveillence Terlengkap
– Channel Works Gelar Certification Training CP Plus

Perkuat Sistem Pertahanan, TNI AD Luncurkan OpenBTS

0

Kepala Staf TNI AD Jendreral BudimanSEBAGAI negara kepulauan dengan cakupan wilayah yang luas, Indonesia  memiliki potensi  besar terhadap ancaman keamanan nasional.  Contohnya pelanggaran wilayah perbatasan, gangguan keamanan wilayah yurisdiksi darat, dan upaya-upaya penguasaan wilayah Indonesia oleh negara lain.

Untuk meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia,  Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) meluncurkan sejumlah alat utama sistem pertahanan (Alutsista) terbaru di Mabes Angkatan Darat, Jakarta, hari ini (7/4).

Yang membanggakan,  teknologi yang digunakan untuk Alutsita tersebut dikembangkan oleh anak bangsa sendiri. Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah OpenBTS.

OpenBTS merupakan teknologi alternatif untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) sendiri dalam telekomunikasi GSM berbasis peranti lunak bersifat terbuka (open source). Pengembangan teknologi OpenBTS oleh TNI AD dilakukan bersama Universitas Surya, dengan motor penggeraknya adalah Onno W. Purbo, Praktisi TI yang sekaligus dosen Universitas Surya.

Menurut Onno, OpenBTS ini akan digunakan untuk operasi TNI di wilayah perbatasan atau di daerah yang terkena bencana alam. “Saat ini, kami terus memberi pelatihan selama 6 bulan untuk tim inti, selanjutnya mulai sosialisasi teknologi ini ke Komando Daerah Milter (Kodam),” katanya.

Perangkat dengan software OpenBTS ini memanfaatkan daya amplifier 1W dan 50W dengan jangkauan jaringan sekitar 10 sampai 15km. OpenBTS memungkinkan penggunanya untuk tidak bergantung pada operator selular yang jaringannya tidak merambah wilayah terpencil dan membantu telekomunikasi jika infrastruktur milik operator seluler mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf TNI AD, Jenderal Budiman mengatakan, kerjasama dengan Universitas Surya diharap mampu mendorong para prajurit untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghasilkan produk yang dapat mendukung tugas TNI AD, sehingga tidak harus membeli produk dari luar negeri.

“Jika membeli Alutsista dari luar negeri, maka negara produsen akan menyimpan alat terhebat untuk digunakan sendiri. Kemudian alat “layer kedua” akan diberikan kepada sekutunya, sementara “layer ketiga” akan dijual kepada negara lain yang membeli,” paparnya.

Selain itu, dengan memproduksi Alutsista sendiri dapat menghemat keuangan negara. Budiman mengatakan riset alat teknologi yang dipamerkan saat ini membutuhkan dana Rp. 31 miliar.

Selain OpenBTS, ada 15 alat hasil riset teknologi TNI AD yang sebagian besar merupakan hasil pengembangan dengan Universitas Surya dan beberapa diantaranya hasil rancang bangun yang dilaksanakan sendiri oleh TNI AD. Diantaranya adalah:

1. Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad): Gyrocopter.

2. Direktorat Perhubungan Angkatan Darat (Dithubad): Nano satelit, OpenBTS (base transceiver station), mesh networking communication system, radio VHF produk PT. CMI Teknologi, Battle Management System (BMS).

3. Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad): Konversi BBM ke BBG, simulasi modifikasi mobil tempur anti panas, simulasi senjata api anti panas.

4. Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad): Energi mandiri.

5. Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad): GPS (global positioning system) tracking system APRS (Automatic Package Reporting System), multirotor, flapping wing air vehicle.

6. Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad): UAV (unmanned aerial vehicles) Autopilot, simulasi menembak dengan laser gun, integrated optronics defence system.

7. Dinas Informasi dan Pengolahan Data (Disinfolahtad): migrasi jaringan IPV4 ke IPV6.

8. Direktorad Zeni Angkatan Darat (Dirziad): Jammer perusak sinyal, penyala ledakan fungsi ganda, alat koreksi perkenaan senapan lapangan, aplikasi garjas dan pola hidup sehat, alat pengendali senjata jarak jauh. •

Berita terkait:
– Gandeng FTII, TNI AD Perkuat Prajurit Paham TI
– Apresiasi Penggiat TI, Depok Gelar ICT Award 2014
– ONNO W. PURBO: Lebih Baik Jadi Guru, Demi Cerdaskan Bangsa

Mengapa Smart TV Jadi Tren 2014?

0

Seiring berjalannya waktu televisi terus mengalami perubahan dan perkembangan baik dari segi bentuk maupun teknologi yang ditawarkan, begitu pula dengan fungsinya.

SmartTvDI ERA digital ini, setiap orang dengan mudah terhubung dengan internet. Gaya hidup digital ini pun telah merubah peran televisi atau TV yang tadinya hanya menangkap siaran stasiun TV kini mulai terkoneksi internet. Sehingga, tidak hanya menampilkan siaran dari stasiun TV saja tetapi juga mengakses konten-konten yang ada di internet dan berbagai aplikasi layaknya sebuah komputer. Karenanya TV model ini pun disebut Smart TV.

Sejak diperkenalkan 2011 lalu, Smart TV diprediksi akan menjadi salah satu trend teknologi di 2014. Berdasarkan keterangan DisplaySearch, diperkirakan tahun ini akan terjadi pengapalan lebih dari 123 juta unit Smart TV di pasar global. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang eksplosif dalam industri ini, dimana tahun 2012 hanya berjumlah 84 juta yang dikapalkan.

Di tengah pertumbuhan ini, Head of TV, Opera Software, Aneesh Rajaram mengatakan, TV masa kini sudah menjadi ‘lebih pintar’ seiring dengan semakin diliriknya Smart TV di berbagai belahan dunia. Dengan terhubungnya TV ke internet, seluruh kebutuhan hiburan pun terpenuhi hanya dalam satu layar, baik untuk mengakses aplikasi favorit, surfing halaman internet, atau sekedar menikmati video dan musik teranyar.

“Saat ini, penikmat TV dapat mengakses seluruh hal tersebut hanya dengan remote control, dan bukan tidak mungkin apabila di masa depan akses ke halaman internet maupun interaksi melalui Smart TV akan semakin meningkat,” ujar Rajaram, melalui rilisnya.

Rajaram memprediksi ada 5 hal yang membuat Smart TV akan menjadi tren tahun ini, yaitu, pertama terjadinya ledakan video internet ke ranah TV.

1. Ledakan video internet ke ranah TV

Menurut Rajaram, semakin banyaknya pemilik Smart TV yang menghubungkan TV mereka ke internet akan mempengaruhi melonjaknya permintaan konten, khususnya permintaan video.

“Prediksi pertama untuk Smart TV di 2014 ini adalah aspek yang paling praktis. Waktu luang akan semakin banyak digunakan untuk menyaksikan video-video melalui aplikasi-aplikasi TV, dan tidak lagi hanya sebatas melalui siaran TV semata,” ungkapnya.

Video online terbukti sebagai konten ter-populer di kalangan penikmat TV Internet. Begitu pula musik, games, dan aplikasi media sosial menjadi populer di Smart TV. Namun, di tahun ini diharapkan adanya peningkatan signifikan dalam penawaran film-film on-demand, serial, klip, maupun video yang dibuat sendiri oleh para pengguna.

Sedangkan bagi yang gemar streaming video melalui ponsel atau tablet akan beralih ke  TV mereka di rumah untuk menikmati video yang sama namun dengan layar yang lebih besar. Hal ini berarti akan ada lebih banyak orang menghabiskan waktu mereka di depan TV. Dengan semakin banyak sifat dan jenis konten halaman internet yang mendorong pengakses untuk menghubungkan Smart TV ke internet, provider akan semakin terpacu untuk memberikan konten yang lebih mudah ditemukan maupun dinavigasikan.

2. Applikasi TV menjadi lebih relevan, dan akan mulai dilirik oleh masyarakat

Telah banyak perbincangan baik dari second-screen maupun companion apps, yang mengatakan bahwa pengguna tablet dan smartphone memanfaatkan perangkat mereka untuk mengakses program-program yang sebenarnya relevan dengan layar TV mereka. Namun demikian, riset pada penikmat TV menemukan bahwa ketika konsumen menggunakan perangkat selularnya saat tengah menonton acara favorit, yang dilakukannya adalah melihat email ataupun media sosial dan bukan dengan memanfaatkan aplikasi yang ada di Smart TV mereka.

“Kebanyakan Smart TV sudah menghadirkan aplikasi-aplikasi tersebut secara terpisah, tapi di 2014 kita akan melihat bagaimana aplikasi-aplikasi tersebut menjadi bagian dari siaran TV dan ‘context sensitive’, demi mendapatkan perhatian dari para penikmat,” katanya.

Rajaram memprediksi, “Pengalaman yang didapatkan dapat bersifat seamless dan intuitif. Acara reality TV dapat menghadirkan pilihan voting pemilihan kontestan favorit hanya melalui layar TV. Selain itu dapat melihat aktor dan biografinya sambil menikmati film yang ditayangkan hanya dengan menekan satu tombol remote tanpa harus mengalihkan pandangan ke layar selular.”

3. Iklan TV menjadi interaktif

Opera Software percaya, dengan TV-Internet di 2014 akan membawa lebih banyak inter-aktivitas akan program-program favorit penikmatnya, periklanan pun akan semakin responsif berkat peningkatan koneksi internet dan pengadopsian HTML 5. Misalnya, sebuah iklan dalam konser yang akan diselenggarakan dapat menampilkan beragam informasi real-time seperti berapa banyak tiket yang masih tersedia, atau pesan komersial penjualan makanan lokal yang memberikan pilihan pesan antar, semua hanya dalam satu layar TV. Hal ini dapat membuat iklan-iklan yang ada menjadi lebih relevan dan mempermudah penonton untuk mendapatkan informasi produk-produk yang memang menarik minat mereka, hanya dengan bersantai di tempat duduk, tanpa harus beralih ke perangkat elektronik lainnya.

4. Lebih banyak pilihan, lebih banyak konten

Sejauh ini, penikmat Smart TV atau perangkat streaming lainnyalah yang menyajikan halaman internet ke dalam ruang keluarga. Di tahun 2014, operator TV berbayar, penyiar dan jaringan TV akan memilih untuk menggabungkan kekuatan. Orang-orang akan dimanjakan dengan banyaknya pilihan melalui konten internet yang dapat diakses melalui TV, begitu pula dengan jenis konten yang didapatkan.

Seiring masyarakat semakin didorong untuk membeli dan menghubungkan berbagai perangkat yang berada di ruang berbeda dalam satu rumah, masyarakat pun pada akhirnya membutuhkan konsistensi akan perangkat-perangkat tersebut dengan tujuan memperoleh kemudahan dalam mengakses konten favorit mereka di perangkat mana pun dan kapan pun.

5. Smart TV menjadi lebih terjangkau

Ini merupakan berita baik bagi penikmat TV yang merasa Smart TV terbaru dan terbaik akan menguras terlalu banyak uang dari dompet mereka. Di 2014, akan muncul semakin banyak Smart TV untuk jangkauan middle sampai dengan low, yang juga akan semakin memperbanyak konten Smart TV.

“Ruang bagi Smart TV akan mengalami evolusi yang mirip dengan pasar telepon selular, dimana permintaan masyarakat, bahkan terhadap jangkauan yang paling low sudah dilengkapi dengan kemampuan ‘smart’,” ucap Rajaram.
“Peningkatan pasar akan penjualan Smart TV, jumlah penonton, dan jumlah kawasan yang bergabung, akan mendorong semakin munculnya konten-konten relevan yang sesuai permintaan penonton. Pihak penyiar dan penyedia konten akan mengambil langkat cepat untuk membawa lebih banyak hiburan yang bersifat online seiring dengan peningkatan jumlah penonton dari Smart TV.”

Lalu apakah prediksi ini akan terwujud? Kemungkinan besar iya,mengingat saat ini saja, bisa kita lihat  persaingan yang cukup sengit antara pemain besar Smart TV seperti Samsung, Panasonic, LG dan juga Apple lewat iTV-nya. Bukan itu saja, teknologi pada Smart TV juga tampak semakin berkembang seperti kemampuan untuk menggunakan Netflix, Hulu, Amazon Instan Video dan web browser mereka melalui TV mereka. •ANDRI

 

SpeedUp Luncurkan SmartWatch Android Kitkat

0

SpeedUpPRODUSEN teknologi lokal, SpeedUp, memamerkan produk terbarunya yang berupa jam tangan pintar di pameran Mega Bazaar Consumer Show 2014 di Jakarta beberapa waktu lalu. Jam tangan SpeedUp SmartWatch ini sebelumnya juga dipamerkan di gelaran Mobile World Congress (MWC) di Barcelona pada Februari 2014.

Jam tangan yang kompatibel dengan semua perangkat Android dan iOS 7 ke atas ini mengunggulkan baterainya yang diklaim mampu bertahan selama dua hari. Prosesor yang digunakan adalah MIPS yang mampu mereduksi pemakaian daya, sedangkan sistem operasi yang dibenamkan adalah Android 4.4 atau KitKat.

Layar SpeedUp SmartWatch berukuran 1,54 inci dengan teknologi IP57 yang sifatnya anti air. Fitur yang ada di jam tangan ini diantaranya notifikasi penanda pesan dan telepon yang masuk ke sabak digital dan ponsel pintar, alarm, kalender, serta informasi cuaca. Ada juga fitur pengukur aktivitas olahraga yang mengukur jumlah langkah dan kalori yang terbakar.

SpeedUp BiskomDirektur Pemasaran dan Produk, Rahmad Widjaja Sakti mengatakan (5/4),  potensi pasar perangkat siap pakai di Indonesia cukup tinggi di tahun ini. “SpeedUp SmartWatch ditargetkan bagi pengguna berusia muda. “Produk ini untuk konsumen kelas menengah ke atas,” ucap dia. SpeedUp bahkan berambisi menandingi jam pintar Samsung Galaxy Gear.

SpeedUp SmartWatch sendiri sudah dipasarkan melalui sistem pre-order di Barcelona, bersamaan dengan ajang MWC. Mereka berhasil menjual sebanyak 300 produk. Satu unit jam tangan tersebut dibanderol US$ 99 atau Rp 1.249 juta.

Di Indonesia, pemesanan SpeedUp SmartWatch akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Rahmad belum bisa menyebutkan tanggal pasti dan juga harga per unitnya. •ARIE/M. TAUFIK (foto)

LENOVO VIBE Z, Android Quad Core Layar 5 Inci

0

Vibe z-1DUA bulan setelah pertama kali diperkenalkan di ajang Consumer Electronics Show 2014 Januari lalu, smartphone model teratas dari Lenovo, Vibe Z, kini telah resmi diluncurkan di Indonesia.  Berbeda dengan Lenovo Vibe X yang diluncurkan sebelumnya, smartphone berdesain elegan ini memiliki banyak kelebihan. Dengan menyelipkan prosesor Quadcore besutan Quallcom Snapdragon 800 Quad-core 2.2GHz, Vibe Z menghantarkan performa yang ekstrim untuk menonton film, memotret dan menyunting foto, bahkan multitasking dengan berbagai aplikasi, serta memainkan game dan video chatting.

Agus Sugiharto, MIDH Bussiness Head Lenovo Indonesia mengatakan, “Kami menciptakana Vibe Z dengan desain elegan, performa tinggi dan software khusus untuk membuat para pengguna dapat merasakan pengalaman terbaik dengan smartphone mereka.” Ia menambahkan, “Peluncuran Lenovo Vibe Z terbaru ini menegaskan komitmen kami untuk menawarkan lebih banyak pilihan Lenovo smartphone yang sesuai dengan gaya hidup dan budget konsumen Indonesia.”

Vibe zSmartphone ini menggunakan sistem operasi Android Jelly Bean 4.3 yang bisa diupgrade ke Android KitKat. Lenovo Vibe Z memiliki memori RAM sebesar 2 Gb dan juga penyimpanan internal hingga 16 Gb. Dengan total memori internal sebesar itu maka para pengguna akan lebih leluasa menyimpan banyak momen dalam bentuk foto dan video dan juga tentunya menyimpan banyak aplikasi disana.

Dengan bobot seberat 147 gram dan ketebalan hanya 7.9 mm membuat smartphone elegan ini pas di genggaman. Pengguna akan menyukai tekstur kain pada cover belakang yang dipahat dengan laser, sehingga memberikan rasa nyaman ketika dipegang.

Lebar layar 5.5 inchi yang sudah full HD akan memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam menyaksikan video dan juga bermain game HD. Dengan dukungan teknologi IPS dan sudut pandang yang lebar. Gambar-gambar yang muncul tersemat dengan tajam berkat teknologi 20/20 Vision pada layar Vibe Z dengan kedalaman piksel sampai 400 piksel per inci. Lenovo Vibe Z dapat juga dikategorikan sebagai phablet karena ukuran layarnya ini.

Para pengguna juga akan dimanjakan dengan kamera yang super tajam, rear kamera di Lenovo Vibe Z ini adalah 13 megapiksel dengan bukaan diafragma hingga f1.8 serta kamera depan dengan 5 megapiksel dengan lensa 84° untuk pengambilan dengan wide angle.

Aplikasi Super Camera dan Super Gallery dari Lenovo akan memungkinkan pengguna menambahkan efek-efek yang menyenangkan pada foto-fotonya secara mudah. Sebagai tambahan, Vibe Z menawarkan software khas dari Lenovo yang mendukung gerakan dan gestur untuk penggunaan satu tangan yang lebih baik pada perangkat berlayar lebar.

Salah satu fitur yang juga diunggulkan oleh Lenovo pada  Vibe Z adalah ponsel pintar ini diklaim bisa bertahan 278 jam (lebih kurang 11 hari) dalam mode standby.

Teknologi canggih lainnya di Lenovo Vibe Z adalah dengan disematkannya jaringan Long Term Evolution atau LTE. Seperti kita tahu, teknologi LTE saat ini sedang banyak diperbincangakan di Indonesia, walaupun kapan bisa terealisasinya masih belum bisa dipastikan. Dengan teknologi canggih semacam itu, pihak Lenovo percaya diri akan kesuksesan dari produk terbarunya ini.

Saat ini Lenovo Vibe Z sudah tersedia di pasaran dengan harga Rp 5.999.000. Harga tersebut terbilang lebih rendah dibandingkan model kelas atas dari produsen lain yang rata-rata berada pada kisaran Rp 8 juta. •ARIE

Gara-gara Selfie, Remaja Hampir Bunuh Diri

0

Gara-gara SelfieBANYAKNYA kasus negatif di kalangan remaja akibat selfie semakin menghawatirkan. Kegiatan mengambil potret diri ini memang bisa membuat ketagihan, bahkan membawa akibat fatal. Itulah yang nyaris terjadi pada pemuda 19 tahun asal Inggris, Danny Bowman.

Bowman menderita body dysmorphic disorder, yaitu kecemasan berlebihan terhadap tampilan fisik. Remaja pria ini bisa menghabiskan waktu 10 jam sehari untuk mengambil ratusan selfie.

Sebagaimana dikisahkan dalam artikel The Mirror, semuanya berawal ketika Bowman mulai mengunggah foto selfie-nya ke Facebook saat berumur 15 tahun. Merasa ketagihan dengan komentar yang diberikan teman-temannya, Bowman pun terobsesi ingin mengambil potret diri yang sempurna.

Dia lalu mulai menghabiskan banyak dengan ponselnya untuk melakukan selfie, termasuk dengan membolos dari kelas sekolah sehingga akhirnya drop-out. Keadaan bertambah parah ketika Bowman yang ingin menjadi model ditolak oleh sebuah agency yang mengatakan bahwa penampilan fisiknya kurang cocok untuk seorang foto model.

“Mereka bilang bentuk tubuh dan kulit saya tidak sesuai,” ujar Bowman. Kecanduannya bertambah parah dan berlangsung selama dua tahun. Puncaknya, pada Desember 2012, Bowman mengambil lebih dari 200 selfie dalam sehari dan mencermati tiap foto berulang-ulang. “Saya tak menemukan satu pun yang saya suka. Saya merasa tak tahan lagi dan mulai menelan banyak obat untuk bunuh diri,” katanya.

Beruntung, orangtua Bowman mengetahui upaya bunuh diri itu dan melarikannya ke rumah sakit. Bowman bisa selamat dan segera diajak berkonsultasi dengan seorang psikiater di London Hospital. Di rumah sakit tersebut, dia dijauhkan dari gadget miliknya yang biasa dipakai untuk mengambil selfie. Dengan pengawasan ketat, Bowman pun kini menyadari bahwa ia tak perlu memeriksa penampilannya setiap saat.

Kini, Bowman hidup normal dan berhasil menahan diri untuk tidak mengambil selfie lagi selama tujuh bulan. “(Selfie) kedengarannya sangat sepele dan tidak mengancam, tetapi justru itulah yang membuatnya jadi sangat berbahaya. Saya hampir kehilangan nyawa karena hal tersebut, tetapi saya selamat dan tak akan pernah melakukan itu lagi,” ujarnya. •

FUJIFILM INSTAX SHARE SP-1, Printer Foto Super Mungil

0

Fujifilm Instax Share SP-1ADA fenomena baru akibat dari maraknya peredaran smartphone dan banyaknya pengguna sosial media, yakni orang kini tidak lagi merasa perlu untuk mencetak foto. Pada umumnya setelah mengabadikan suatu momen, mereka langsung meng-upload-nya di media sosial. Padahal, dengan bentuk lembaran, foto bisa diaplikasikan di mana saja. Misalnya di dalam dompet.

Menawarkan pencetakan foto yang mudah langsung dari sebuah smartphone, Fujifilm belum lama ini merilis printer Instax Share SP-1.   Printer portable yang dapat terkoneksi dengan internet ini bisa mencetak foto apapun dari smartphone Anda menjadi sebuah foto seukuran kartu kredit atau ukuran 2 x 3 cm menggunakan kertas foto Instax Film, sama seperti yang digunakan dalam Fujifilm Instax Mini 90.

Yang dibutuhkan Instax Share hanyalah koneksi WiFi dan film 2.13 x 3.4 inch yang sama dengan lini Instax Mini. Printer ini juga dilengkapi tombol built-in print untuk mencetak ulang foto yang sama.

Agar dapat menggunakan printer ini, pengguna terlebih dahulu harus mengunduh aplikasi pendukungnya, Instax Share, yang tersedia untuk OS Android dan iOS. Melalui aplikasi ini pengguna bisa mencetak foto yang diinginkan. Pengguna juga dapat memilih foto dari Library smartphone, Facebook atau bahkan Instagram untuk dicetak.

Untuk membuat hasil cetakan foto lebih menarik, aplikasi Instax Share menyediakan opsi penyuntingan foto sederhana dan menyediakan beragam template untuk hasil cetakan yang lebih kreatif. Anda juga bisa menambahkan informasi tambahan seperti tanggal, waktu, lokasi hingga info kondisi cuaca saat foto diambil.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASelain berguna untuk mencetak foto dari smartphone, Instax Share SP-1 memiliki fitur built-in radio WiFi dan dapat berubah fungsi menjadi sebuah hotspot.

Instax Share SP-1 memiliki ukuran yang pas di kantong serta menggunakan tenaga dua baterai CR2 Lithium, sehingga sangat mudah untuk dibawa ke sebuah acara atau pesta, dan bahkan kapanpun dibutuhkan.

Baterai ini diklaim dapat bertahan hingga 100 print foto, dengan setiap foto membutuhkan waktu sekitar 16 detik untuk dicetak. Instax Share SP-1 dilengkapi opsi real-time template untuk menyertakan geo-location, waktu, tanggal dan cuaca.

Instax Share akan tersedia mulai bulan April dengan harga US$ 200. Memang tidak bisa disebut murah, tetapi hampir pasti benar-benar menyenangkan saat digunakan. Sayangnya, belum ada informasi kapan produk ini akan hadir di Indonesia. •

Lenovo Luncurkan ThinkPad X1 Carbon

0

Lenovo1DUA bulan pasca diperkenalkannya ThinkPad X1 Carbon pada ajang CES 2014, Lenovo secara resmi meluncurkan notebook tersebut ke Indonesia. Lenovo telah melakukan banyak perubahan untuk seri ini, dibanding keluarga ThinkPad sebelumnya.

“Lenovo terus meningkatkan desain dan teknologi pada perangkat-perangkat buatannya guna menghadirkan produk terbaik di pasaran. Komitmen kami untuk selalu mengejar kesempurnaan terlihat dari perangkat pintar yang akan meningkatkan produktivitas dan cara orang berinteraksi di kantor dan juga di rumah,” ungkap Chief Operating Officer Lenovo Indonesia, Sandy Lumy, saat peluncuran ultrabook ini di Jakarta (20/3).

Ini terlihat dari desain ThinkPad X1 Carbon yang sangat tipis. Lenovo bahkan mengklaimnya sebagai ultrabook berlayar 14 inci yang paling ringan di dunia. Meski berdesain tipis dan enteng, Lenovo menjamin bahwa  penerus pertama yang hadir di tahun 2012 ini memiliki bodi yang kuat dan tahan terhadap guncangan. Sebab sesuai namanya, X1 Carbon menggunakan bahan serat karbon dengan karakteristik yang lebih ringan daripada magnesium dan aluminium, tetapi lebih kuat dari keduanya. Material ini sama seperti yang digunakan pada pesawat terbang dan mobil balap Formula 1.

LENOVO THINKPAD X1 CARBON-1Dengan bobot yang ringan, yaitu 2,8 pon, dan dikombinasikan dengan daya tahan baterai, yang diklaim Lenovo sampai 9 jam, ultrabook ini tetap menyajikan nilai portabilitas yang tinggi. Selain itu X1 Carbon juga dilengkapi dengan teknologi Rapid Charge, yang mempercepat proses charging baterai yaitu mencapai level pengisian 80% dengan waktu kurang dari satu jam.

Lenovo membekali ThinkPad 8 dengan SoC Multi-Core terbaru dari keluarga Intel Bay Trail yakni Intel Atom Z3000. Dengan penggunaan SoC terbaru Intel ini, Lenovo ThinkPad 8 akan dapat menghadirkan keseimbangan antara performa dan kemampuan mengolah grafis yang baik, serta tentunya daya tahan baterai yang bagus.

Beberapa keunggulan lain yang dimiliki ThinkPad X1 Carbon adalah Adaptive Keyboard yaitu sederet tombol pada keyboard yang berubah fungsi sesuai dengan aplikasi yang dijalankan. Sehingga fitur ini mempermudah pengoperasian aplikasi yang sedang dijalankan. Selain itu ultrabook ini juga dapat dioperasikan melalui suara dan gesture.

LENOVO THINKPAD X1 CARBON-2Teknologi ColorBurst Display diterapkan pada layar sentuhnya sehingga menurut Lenovo, menyajikan tampilan layar yang lebih tajam dan cerah pada gambar atau video resolusi tinggi dengan view angle yang lebar.

X1 Carbon juga disertai dengan konektor OneLink yang dapat disambungkan ke Pro Dock untuk koneksi ke power, jaringan Gigabit Ethernet, dan layar kedua, sehingga menghindarkan keruwetan kabel. Pada OneLink Pro Dock juga terdapat slot USB, port audio, DisplayPort dan DVI. Di dalamnya juga terintegrasi dengan adapter 90W AC untuk sumber power ultrabook yang mendukung rapid charge dan juga dapat untuk mengisi ulang baterai peranti lain seperti smartphone.

ThinkPad X1 Carbon mulai dipasarkan pada April 2014 dengan haga mulai dari US$ 1299. •

Bitcoin, Akankah Booming?

0

Perkembangan teknologi informasi yang semakin maju telah merubah gaya hidup masyarakat, termasuk dalam aktifitas online seperti melakukan transaksi jual beli melalui internet. Proses transaksi yang beragam, kini ditambah lagi dengan kemunculan mata uang virtual bernama Bitcoin. Apa itu Bitcoin?

bitcoin-1SATOSHI Nakamoto, merupakan seorang ahli komputer yang disebut-sebut sebagai pencetus Bitcoin pada tahun 2009. Meskipun keberadaannya masih misteri, keberadaan sosok pria asal Jepang ini dipercaya telah mengembangkan Bitcoin sejak 2007 sebagai sistem terdesentralisasi. Saat itu tak ada satu lembaga  pun yang bisa melakukan kebijakan yang berdampak pada nilai mata uang ini.

Bentuknya mata uang ini tentu saja bukan seperti mata uang fisik yang dikeluarkan oleh sebuah bank, dan bukan pula mata uang dari sebuah Negara, uang kertas, perak apalagi emas. Bitcoin merupakan mata uang virtual yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara online dengan menggunakan jaringan pembayaran peer-to-peer (P2P) yang bersifat terbuka (open source).

Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan  dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa Bitcoin-Bitcoin hanya dapat digunakan oleh pemiliknya, dan tidak boleh dilakukan lebih dari satu kali.   Bitcoin yang sepenuhnya dikendalikan oleh perangkat lunak ini setiap sepuluh menit atau lebih, akan didistribusikan pada mereka yang melakukan “penambangan”.

Bitcoin bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya untuk pembelian barang pada toko (baik online maupun fisik) yang menerimanya.  Lihat saja pada Bitcoinstore.com, pengguna dapat membeli barang elektronik, termasuk kamera, instrumen musik, dan komputer. Bahkan terdapat kasino Bitcoin, seperti SatoshiBet.

Perkembangannya terlihat dengan semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran dengan Bitcoin. Termasuk nama-nama besar seperti WordPress.com, Namechap.com, serta Reddit.com.

Bentuk dan Nilai

Salah situs bernama Maxmanroe.com menyebutkan, bentuk dari mata uang unik ini adalah hanya sebuah file yang terenskripsi dengan kode-kode unik yang menjadikannya tak sama satu dengan yang lainnnya. File Bitcoin ini dapat disimpan dalam komputer atau sebuah flash disk atau software yang dinamakan Digital Wallet. Selain itu, BitCoin juga dapat disimpan di jasa penyimpanan Bitcoin di internet yang berbentuk layaknya sosial Cloud.

Chief Executive Officer Bitcoin Indonesia, Oscar Dermawan, pada salah satu media lokal meyebutkan, sistem peredaran mata uang Bitcoin bekerja tanpa server sehingga tidak ada server yang mengatur.   “Pada dasarnya Bitcoin merupakan e-money seperti halnya perfect money dan paypal. Namun kedua mata uang tersebut beredar dengan server yang mengaturnya. Sedangkan dalam peredaran Bitcoin, seluruh komputer pengguna merupakan server Bitcoin,” ujarnya.

Hal ini dimungkinkan karena setiap pengguna Bitcoin terlebih dahulu terinstal dengan perangkat lunak Satoshi Nakamoto untuk pengaturan ke dalam jaringan internet dan saling berbagi database. Dengan demikian setiap komputer pengguna Bitcoin terlibat sebagai bagian dari server.

“Sistem kerja Bitcoin berdasarkan software matematika. Dalam Bitcoin dikenal sebutan miner (penambang), user, dan calculation software. Seperti halnya penambang emas, penambang Bitcoin merupakan perusahaan atau perorangan yang mempunyai calculation dan software tersendiri yang terhubung dengan sistem server Bitcoin. Nantinya software itu akan mengeluarkan algoritma matematika,” terang Oscar.

Sedangkan user atau pengguna perorangan merupakan para exchanger yang berinvestasi dengan Bitcoin. Di Indonesia, misalnya user berinvestasi dengan Bitcoin sebanyak Rp 1 juta. Maka program akan otomatis menghitung transaksi yang keluar, yakni 0,107 Btc. Angka tersebut muncul karena saat ini transaksi Bitcoin lebih banyak pada besaran 0,001, dan 1 Btc sudah dianggap terlalu besar. Sedangkan syarat mata uang bisa digunakan untuk pembelian dengan nilai terkecil sekalipun.

Sebutan untuk satuan terkecil Bitcoin disebut dengan Satoshi. Bitcoin bisa dibuat ke dalam pecahan sebanyak delapan nol (100000000). Pada nol di titik ketiga disebut milibit, nol kedua disebut centibit, nol keenam disebut mikrobit, dan nol kedelapan disebut satoshi. Dengan sistem seperti ini, peredaran Bitcoin sejak diluncurkan pada 2009 sudah mencapai 121,1 juta Btc.

Keberadaan Bitcoin sendiri mulai popular diawal 2013, di mulai dari sebuah negara kecil di Eropa bernama Siprus. Disebutkan Oscar melalui keterangan persnya, kepopulerannya berawal pada bulan Januari 2013, dimana negara tersebut dilanda krisis yang mengakibatkan penduduk disana kehilangan kepercayaan terhadap mata uangnya akibat inflasi. Warga pun berbondong-bondong mulai menukarkan mata uang mereka dengan Bitcoin.

Karena peristiwa Siprus tersebut, nilai 1 Btc melonjak menjadi dari US$ 11 per 1 Btc menjadi US$ 200  di akhir 2012. Setelah, kondisi perekonomian Siprus stabil, di bulan Maret 2013, nilai Bitcoin menjadi stabil di kisaran US$ 60.

Perkembangan Bitcoin

Dibulan November lalu, nilai tukar Bitcoin melonjak mendekati angkat US$ 300. Disinilah investor-investor dari Tiongkok mulai melirik Bitcoin. Jutaan Yuan pun dibelikan Bitcoin melalui BTC China yang merupakan perusahaan jual beli Bitcoin dari Tiongkok.

Kenaikan nilai Bitcoin terus melonjak selama bulan November hingga di akhir November, hingga nilainya mencapai US$ 1.200 dengan nilai transaksi perharinya mencapai Rp 1 triliun. Hal ini kemudian menyebabkan Bank Sentral Tiongkok mulai turun tangan, sehingga pada tanggal 5 Desember 2013, bank sentral Tiongkok melarang institusi keuangan dan perbankan melakukan transaksi keuangan terkait Bitcoin karena mata uang digital tersebut tidak mempunyai payung hukum.

Meski demikian negara tersebut tidak melarang peredaran Bitcoin asalkan tidak memakai mata uang Yuan dan resiko ditanggung masing-masing penggunanya. Hingga kini, Tiongkok masih merupakan pasar terbesar Bitcoin. Sebanyak 50% pangsa pasarnya berada di Tiongkok, lalu diikuti oleh Amerika Serikat dengan pangsa pasar 35%.

Tidak hanya di Tiongkok, perdebatan keberadaan Bitcoin ini juga menuai kontroversi. Di beberapa negara, seperti India, Thailand, Kazakhstan maupun Singapura, menolak penggunaan Bitcoin sebagai alat jual beli yang sah karena sifatnya yang tidak aman dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kestabilan transaksi online di negaranya.

Bank sentral Singapura bahkan memutuskan tak ikut campur atas transaksi dengan Bitcoin, tetapi akan mengenakan pajak karena Bitcoin dianggap komoditas. Di Malaysia, bank sentral memperbolehkan transaksi dengan Bitcoin. Akan tetapi, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam bertransaksi dan berinvestasi dengan mata uang virtual tersebut.

Berbeda lagi dengan Rusia yang jelas-jelas menerbitkan peringatan berupa pelarangan menggunakan Bitcoin karena dianggap mata uang virtual ini bisa digunakan untuk pencucian uang atau pembiayaan terorisme, sehingga keberadaannya dianggap illegal. Namun demikian, penggunaan Bitcoin di Rusia termasuk yang terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 20%.

bitcoin-2Satu lagi negara yang menyatakan ilegal terhadap pengggunaan Bitcoin adalah Islandia. Menurut bank sentral Islandia, transaksi dengan bitcoin dianggap sebagai pergerakan modal ke luar negeri dan ilegal karena kontrol modal yang dilakukan di negara itu setelah runtuhnya sistem perbankan pada tahun 2008.

Bitcoin di Jerman diakui sebagai mata uang swasta, sementara penggunaannya di Amerika Serikat dan Kanada telah meluas dikalangan bisnis dan perbankan.

Bagaimana Indonesia?

Di Indonesia, setelah melalui pengkajian yang mendalam terhadap penggunaan Bitcoin untuk bertransaksi, akhirnya pihak Bank Indonesia (BI)  sebagai pemegang otoritas keuangan resmi yang ada di Indonesia menyatakan penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar atau mata uang sama sekali tidak sah dan tidak bisa diterima secara legal.

Hal ini mengacu pada Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999. Dalam perundangan tersebut telah jelas dikatakan bahwa mata uang yang sah dan dapat digunakan di Indonesia hanyalah Rupiah. Dan jika terdapat penggunaan mata uang selain mata uang yang sah tersebut bisa dikenakan sanksi pidana dalam kondisi tertentu seperti adanya tindakan pencucian uang.

Menanggapi hal ini, Oscar Dermawan yang sempat berkunjung ke BI untuk berdiskusi dengan para pejabat di  Departemen Sistem Pembayaran  Bank Indonesia terkait regulasi mengenai Bitcoin, merasa senang dengan keputusan BI yang akhirnya tidak mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Menurutnya, kalau mengacu ke UU yang ada alat pembayaran yang sah memang harus menggunakan Rupiah. Seperti Dolar Amerika Serikat dan emas juga bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Dengan begitu, Bitcoin bisa dikategorikan sebagai komoditas atau instrument investasi seperti emas.

“Kami ingin meluruskan, pernyataan yang disampaikan BI bukanlah melarang peredaran BItcoin di tanah air tetapi hanya menganggap bukan alat pembayaran yang sah. Tentunya, ini merupakan angin segar bagi perkembangan Bitcoin di tanah air,” tegas Oscar.

Begitu optimisnya Oscar, Bitcoin Indonesia sebagai salah satu pemain besar operator Bitcoin di Indonesia melalui situs www.bitcoin.co.id mengatakan, “Kami akan adakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bitcoin seperti yang sudah ada di Singapura. Diperkirakan akan dibuka sebanyak 100 ATM Bitcoin di seluruh dunia,” kata Oscar di Jakarta (17/2).

Lebih lanjut, Oscar mengungkapkan kemungkinan lokasi penempatan ATM Bitcoin yang akan dipilih adalah Jakarta dan Bali. ATM Bitcoin ini pada dasarnya memiliki fungsi dan kegunaan yang serupa dengan ATM konvensional.

Di samping penyediaan ATM Bitcoin, Oscar mengaku pihaknya juga berencana akan menerbitkan voucher deposit bitcoin yang dapat diperoleh melalui online maupun di toko-toko ritel.  “Proses deposit hanya bisa menggunakan layanan BCA. Nanti voucher akan terintegrasi dengan jaringan bitcoin dan beroperasi secara otomatis,” ujar Oscar.

Mata Uang Masa Depan?

Pihak BI sendiri melalui Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs secara tegas menyatakan, Bitcoin dan mata uang virtual lainnya bukan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia. Dihimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala resiko terkait kepemilikan atau penggunaan Bitcoin harus ditanggung sendiri oleh pemilik atau penggunanya.

BI juga  memastikan tidak memberikan izin terhadap rencana manajemen Bitcoin Indonesia untuk membangun mesin ATM khusus Bitcoin. “Seharusnya ATM itu ada izinnya, yang pasti bukan dari BI, BI tidak mengizinkan, kami akan koordinasi dengan instansi terkait,” papar Peter (11/2).

Peter mengungkapkan, izin tersebut  belum dapat diberikan karena saat ini BI masih belum mengakui penggunaan Bitcoin dalam setiap transaksi di Indonesia. “Meskipun penggunaan Bitcoin sudah digunakan di beberapa tempat di Indonesia, namun hingga saat ini Bank Indonesia masih terus melakukan pengkajian baik dalam legalitasnya, hingga dampaknya terhadap nilai tukar Rupiah,” papar Peter.

Mengomentari hal ini, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Ery Punta Hendraswara berpendapat, perlu ada sosialisasi yang jelas di masyarakat mengenai kehadiran Bitcoin. “Saya takutnya ini hanya menjadi tren sesaat, sudah itu tidak ada lagi, atau takutnya menjadi indikator investasi karena nilai mata uang ini yang fluktuatif,” ujarnya saat acara ‘Bitcoin Marketplace’ di Jakarta (15/2).

Dalam pandangannya, jika internet merevolusi cara komunikasi global, Bitcoin dikhawatirkan bisa mengubah cara dunia menggunakan uang, sehingga kerap digadang-gadang sebagai mata uang masa depan. Untuk itu dia meminta agar komunitas yang ingin memperkenalkan sistem pembayaran ini harus bisa memastikan bahwa konsumen mengerti mengenai seluk beluk Bitcoin.

“Harus dipelajari lebih dalam lagi, bukan hanya sekedar mendengar. Sebab jika terjadi kerugian, konsumen  mau komplain ke mana?” jelas dia. •ANDRI