Home Blog Page 14

Ketua Komite III DPD RI Dorong Perhatian Khusus Pemerintah bagi Dosen Swasta di Daerah 3T

0

BISKOM,Jakarta – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma menyampaikan dukungan terhadap upaya asosiasi dosen dalam memperjuangkan kesejahteraan dosen, utamanya pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di daerah 3T.

“Kami di Komite III memberi apresiasi atas inisiatif asosiasi dosen, baik melalui upaya diplomasi kelembagaan maupun mekanisme peradilan.

Gaji yang merupakan hak ini menjadi bagian dari penopang kesejahteraan sekaligus penghargaan bagi tenaga akademik profesional.

Maka kami menyatakan dukungan prinsipil terhadap upaya peningkatan penghargaan bagi jabatan akademik atau profesi ini,” ujar Filep Wamafma, Senin (27/7/2026).

Filep menambahkan pentingnya keberpihakan kebijakan yang seimbang baik bagi dosen negeri maupun dosen swasta sebagaimana dedikasi dan pengabdiannya bagi dunia akademik.

Oleh karena itu, perlu adanya inventarisasi masalah agar dosen di bawah pengelola swasta juga mendapatkan perhatian yang setara.

“Kesejahteraan dosen swasta perlu mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga tenaga pendidik dimanapun posisinya merasa didukung baik secara moral maupun kebijakan dalam menjalankan tugas pengajaran di perguruan tinggi,” ujarnya.

Tak hanya itu, senator Filep Wamafma juga menyoroti perihal tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta, terutama yang berada di daerah 3T.

Diantaranya, ketimpangan regional dan dampak pada kemampuan pembayaran UKT serta kendala akses mahasiswa.

“Perkembangan biaya hidup dan kemampuan pembayaran dari mahasiswa berbeda antara Jabodetabek dan daerah lain, terutama 3T.

Jadi, kenaikan UKT seperti di Jabodetabek sulit direplikasi di daerah 3T karena kemampuan ekonomi mahasiswa lebih rendah.

Akibatnya muncul risiko drop out dan stagnasi perkembangan perguruan tinggi negeri dan swasta di daerah 3T.

Tentu ini jadi perhatian kita bersama,” katanya lagi.

Menyikapi hal ini, Komite III DPD RI yang membidangi pendidikan mendorong adanya kebijakan yang tepat dan evaluasi sistem pendidikan.

Dia mengatakan, Komite III DPD RI menyoroti kurangnya fokus kebijakan yang menargetkan penanganan masalah pendidikan daerah secara spesifik, khususnya 3T.

“Kami mendorong upaya peningkatan kesejahteraan dosen menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan pendidikan.

Juga meminta agar pemerintah mempercepat dan mengarahkan pembangunan pendidikan agar sejajar, seimbang, dan berkeadilan di seluruh Indonesia,” katanya.

“Komite III mendukung langkah asosiasi dosen ini, namun kami menegaskan bahwa proses ini harus terintegrasi dalam rangka evaluasi kebijakan pendidikan nasional.

Perlu juga tindakan konkret pemerintah untuk menyelamatkan pendidikan di wilayah 3T.

Kami berharap adanya perimbangan kesejahteraan dosen dan program kebijakan pembangunan pendidikan dilaksanakan secara adil, merata dan terfokus,” tutupnya.(Surame)

Rebranding Koperasi SMS Setjen DPD RI: Usung Modernisasi, Layanan Daring, dan Tata Kelola Profesional

0

BISKOM,Jakarta – Koperasi Sabang Merauke Sejahtera (SMS) Sekretariat Jenderal DPD RI resmi hadir kembali dengan wajah baru yang lebih modern, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Rebranding ini menjadi cerminan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian yang diwujudkan melalui pelayanan usaha yang adaptif dengan perkembangan masa kini.

Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal, menegaskan bahwa kehadiran kembali unit usaha ini bukan sekadar pergantian logo atau tampilan fisik toko, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing koperasi.

“Rebranding adalah keputusan strategis untuk memastikan usaha tetap relevan dengan ekspektasi zaman.

Satu langkah kecil keberanian mengeksekusi hari ini jauh lebih berarti daripada seribu rencana yang hanya ada di kepala,” ujar Mohammad Iqbal saat meresmikan Koperasi SMS Setjen DPD RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (28/7/26).

Ia menambahkan untuk memperkuat daya tawar dan meningkatkan standar operasional, Koperasi SMS menggandeng Outlet Mitra Indogrosir.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan pasokan barang sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan toko.

“Selain kehadiran toko fisik, mekanisme pesan, bayar, dan antar melalui sistem belanja daring yang telah disiapkan adalah bukti nyata bahwa koperasi ini peka terhadap perkembangan zaman, peka terhadap kebutuhan, dan peka terhadap perubahan.

Inilah wajah koperasi masa kini yang kita cita-citakan bersama,” kata Mohammad Iqbal.

Mohammad Iqbal juga menyampaikan bahwa leadership dan semangat rebranding hari ini tidak boleh berhenti pada peluncuran wajah baru koperasi.

Keduanya harus dilanjutkan dan diperkuat melalui pembenahan manajemen koperasi secara menyeluruh.

“Cara-cara lama yang sudah tidak lagi efektif harus kita tinggalkan, dan digantikan dengan manajemen baru yang lebih transparan, lebih akuntabel, profesional, serta didukung oleh tata kelola koperasi yang baik,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Koperasi SMS Setjen DPD RI Hartawan menjelaskan dalam perjalanannya sejak tahun 2016 hingga sekarang, Koperasi SMS Setjen DPD RI telah melewati berbagai dinamika yang ditandai dengan estafet kepengurusan.

Secara keseluruhan, koperasi ini telah melewati tiga generasi kepengurusan yang masing-masing telah memberikan kontribusi dan pencapaian kesejahteraan bagi para anggotanya.

“Sejalan dengan perkembangan teknologi, Koperasi SMS juga telah bertransformasi dari pengelolaan manual ke sistem digital serta online shop.

Hal ini diwujudkan melalui pembangunan aplikasi koperasi terintegrasi yang kini dapat diakses secara mudah oleh para pegawai melalui SSO Setjen DPD RI,” terang Hartawan.(Surame)

Ketua DPD RI Sultan Sambut Baik Skema Top Up Anggaran bagi Daerah

0

BISKOM,Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menyambut baik rencana pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan melakukan penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) dengan skema top up.

Menurutnya, skema top up TKD bagi daerah dengan kapasitas fiskal yang cenderung rendah merupakan pilihan kebijakan yang tepat dalam merespons tantangan dan dinamika pembangunan daerah saat ini.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi respons kebijakan pemerintah ini.

Penyesuaian TKD berbasis kondisi ruang fiskal memungkinkan pemerintah daerah meniadakan potensi kebijakan penyesuaian pegawai di daerah,” ujar Sultan melalui keterangan resminya, Selasa (28/7).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya menerima banyak aspirasi dari para kepala daerah terkait kebijakan efisiensi TKD.

“Sebagai wakil daerah, harus kami akui bahwa terdapat banyak aspirasi dari para bupati dan gubernur yang merasa kesulitan dalam mengatur belanja pegawai daerah di tengah tingginya tuntutan peningkatan pelayanan publik dasar di daerah,” terangnya.

Dengan skema top up ini, lanjut Sultan, pihaknya optimistis pemerintah daerah akan lebih inovatif dalam menyusun rencana alokasi, terutama belanja pegawai daerah, secara proporsional.

“Harapannya, ke depan kualitas perencanaan pendapatan dan belanja daerah dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan, sehingga top up anggaran tersebut dapat menstimulasi produktivitas pendapatan asli daerah (PAD),” tutupnya.(Surame)

Dirjen Badilag Dorong Pimpinan Pengadilan Mengayomi dan Mendengar Aspirasi

0

BISKOM,Jakarta – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. mendorong pimpinan pengadilan menerapkan kepemimpinan yang mengayomi serta mendengar aspirasi bawahan

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. mendorong pimpinan pengadilan menerapkan kepemimpinan yang mengayomi serta mendengar aspirasi bawahan, saat memimpin pembinaan di Pengadilan Agama Lubuk Linggau, Senin (27/7).

Muchlis menjelaskan pimpinan yang empatik tidak cukup memberi perintah, tetapi juga hadir menampung aspirasi bawahan.

Ia menekankan pimpinan harus turun memberikan solusi atas kendala teknis maupun nonteknis yang dihadapi aparatur di lapangan.

Menurutnya, pimpinan yang mengedepankan pendekatan persuasif dan memberikan keteladanan lebih efektif merangkul tim dibanding yang bersikap keras.

Ia mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah agar keharmonisan lingkungan kerja tetap terjaga.

Muchlis mengaitkan gaya kepemimpinan itu dengan loyalitas aparatur.

Ia menegaskan loyalitas dalam sistem peradilan bukan kepatuhan buta, melainkan kesetiaan pada aturan, integritas, dan penghormatan terhadap hierarki yang lahir dari kesadaran atas visi bersama.

Muchlis menautkan budaya kerja kolektif kolegial dengan mutu produk peradilan.

Ia menegaskan musyawarah majelis hakim yang sehat menjadi kunci lahirnya putusan yang matang, objektif, dan berkualitas, sehingga kepercayaan masyarakat pencari keadilan tetap terjaga.

Di atas semua itu, Muchlis menempatkan integritas sebagai fondasi utama lembaga peradilan.

Ia mengingatkan jabatan bukan sarana mencari keuntungan, melainkan ladang pengabdian yang menuntut keteladanan.

Untuk menjaga integritas, Muchlis menyebut sejumlah mekanisme yang harus berjalan beriringan, mulai dari pengawasan berkelanjutan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi layanan berbasis digital, hingga pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Dalam arahannya, Muchlis mengutip pesan Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.agar aparatur tidak cepat berpuas diri dan terus mengabdi tanpa pamrih.

“Teruslah mengabdi, tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi, tanpa mengharap apresiasi.

Jangan menunggu sempurna, untuk melayani secara paripurna,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pembinaan diawali apel pagi dengan Dirjen Badilag bertindak sebagai pembina, kemudian dilanjutkan pembinaan bertema “Membangun Sinergi, Loyalitas, dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Agama”.

Kegiatan diikuti Ketua, Wakil Ketua, para hakim, panitera, sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, serta aparatur Pengadilan Agama Lubuk Linggau.(Surame)

Kemenimipas Laksanakan Rapat Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II, Perkuat Akuntabilitas dan Kinerja Organisasi

0

BISKOM,Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) laksanakan Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Triwulan II, Rabu (22/7).

Rapat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi pada hasil.

Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dan diikuti oleh seluruh unit eselon I serta jajaran Kantor Wilayah secara luring maupun daring.

“Kegiatan anev yang kita laksanakan hari ini merupakan upaya bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menjaga agar sasaran-sasaran strategis yang sudah kita tetapkan dapat berjalan secara efektif,” kata Menteri Agus.

Melalui kegiatan ini, setiap unit Eselon I memaparkan realisasi indikator kinerja, capaian program prioritas, serapan anggaran, serta langkah-langkah percepatan yang akan dilakukan pada semester berikutnya.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam merumuskan strategi perbaikan agar pelaksanaan program semakin efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Paparan dimulai dari Sekretaris Jenderal Asep Kurnia, lalu dilanjurkan Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, hingga Plt. Kepala BPSDM Muhammad Tito Andrianto.

Dalam arahannya, Menteri Agus menegaskan bahwa memasuki semeseter II, seluruh unit kerja perlu memastikan bahwa fokus tidak hanya tertuju pada percepatan penyerapan anggaran, tapi juga peningkatan kualitas belanja negara agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat yang optimal.

“Penyerapan anggaran bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghasilkan layanan publik yang semakin baik, memperkuat keamanan dan kedaulatan negara, meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan, serta mendukung capaian target Pembangunan nasional,” ujarnya.

Pelaksanaan Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II merupakan bentuk komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menerapkan manajemen kinerja yang berkelanjutan.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, Kemenimipas optimistis mampu meningkatkan kualitas tata kelola organisasi yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel.(Surame)

UMKM Binaan PGN Tembus PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina – Pelita Air, Catat Kontribusi 59% Penjualan

0

BISKOM,Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, Adabina Scarves yang tergabung dalam Mitra Binaan Pertamina, mencatat kontribusi sekitar 59% dari total penjualan produk UMKM di PAS Sky Shop pada salah satu rute penerbangan Pelita Air.

Kontribusi sebesar itu dicapai Adabina Scarves hanya dalam tiga bulan sejak memasarkan produknya di PAS Sky Shop.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan perluasan akses pasar bagi UMKM binaan melalui kolaborasi Pertamina Group.

Adabina Scarves yang merupakan produsen mukena travel dan jilbab eksklusif menjadi satu dari empat UMKM yang lolos proses kurasi dari total 20 UMKM Mitra Binaan Pertamina Group untuk memasarkan produknya melalui PAS Sky Shop.

Sementara PAS Sky Shop adalah platform penjualan produk lokal di dalam penerbangan Pelita Air hasil kolaborasi Pertamina Air Services (PAS) bersama UMKM binaan Pertamina Group.

PAS Sky Shop setelah beberapa bulan diperkenalkan, akhirnya resmi diluncurkan pada Kamis (23/7) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran PAS Sky Shop, Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi bersama Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, dan Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menyerahkan bingkisan suvenir berisi produk-produk UMKM Mitra Binaan Pertamina Group kepada para penumpang penerbangan IP108 rute Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS), Kamis, 23 Juli 2026.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan Pertamina terhadap pemberdayaan UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Hari ini Alhamdulillah kami bersama Direktur Utama Pelita Air meluncurkan program kolaborasi PAS Sky Shop.

Program ini memberikan akses bagi UMKM binaan Pertamina yang telah lolos proses kurasi untuk memasarkan produknya di dalam pesawat Pelita Air,” ujar Arya.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan keberhasilan Adabina Scarves menunjukkan bahwa produk UMKM lokal memiliki daya saing tinggi ketika memperoleh akses ke pasar yang tepat.

“Masuknya Adabina Scarves ke PAS Sky Shop merupakan wujud nyata sinergi Pertamina Group dalam membuka peluang bisnis baru bagi UMKM binaan sekaligus memperkenalkan produk lokal berkualitas kepada masyarakat yang lebih luas.

Kontribusi penjualan sekitar 59% dalam tiga bulan pertama menjadi bukti bahwa ketika produk berkualitas dipertemukan dengan pasar yang tepat, UMKM mampu tumbuh lebih cepat dan bersaing di kanal pemasaran yang lebih luas,” ujar Fajriyah.

Ia menambahkan, perluasan akses pasar menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi di lingkungan Pertamina Group, PGN tidak hanya mendukung peningkatan kualitas produk, tetapi juga menghadirkan akses ke segmen konsumen baru.

“Kami berharap kolaborasi seperti PAS Sky Shop dapat terus diperluas sehingga semakin banyak UMKM binaan memperoleh kesempatan mengembangkan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi produknya,” tambahnya

Sementara itu, Pemilik Adabina Scarves, Henni Danasuoro, mengaku bangga produknya dapat menjadi bagian dari PAS Sky Shop dan memperoleh sambutan positif dari publik, terutamanya pengguna penerbangan Pelita Air.

“Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui program pembinaan PGN dan Pertamina Group.

Kehadiran produk Adabina Scarves di PAS Sky Shop membuka pasar baru yang sebelumnya belum pernah kami jangkau.

Pencapaian dalam tiga bulan pertama menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas produk serta menghadirkan inovasi agar semakin banyak masyarakat yang bangga menggunakan produk lokal Indonesia,” kata Henni.

Penyerahan suvenir tersebut menjadi simbol dimulainya pemasaran produk UMKM lokal melalui PAS Sky Shop sekaligus wujud komitmen Pertamina Group dalam memperluas akses pasar bagi UMKM binaan melalui ekosistem bisnis yang dimiliki.(Surame)

WSO Dorong Penerapan AI untuk Perkuat Keselamatan Kerja Menuju K3 2030

0

Chairman WSO Indonesia Soehatman Ramli memberikan keterangan pentingnya budaya K3 bagi UMKM dan penerapan AI

BISKOM | Jakarta – World Safety Organization (WSO) Indonesia menggelar Exclusive Roundtable Discussion bertajuk “Safety 2030: Future Trends in Safety” di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Forum ini bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna menghadapi tantangan digitalisasi industri dan perubahan iklim menuju 2030.

AI dan Kolaborasi Jadi Pilar Penguatan K3

World Safety Organization (WSO) Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta adopsi teknologi mutakhir untuk memperkuat sistem keselamatan dan kesehatan kerja. Langkah tersebut dinilai semakin mendesak seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri menuju 2030.

AI sebagai Pendukung Keselamatan Pekerja

WSO Indonesia menekankan bahwa penerapan AI dalam sistem K3 bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat pendukung yang mampu meningkatkan perlindungan bagi pekerja, khususnya di sektor dengan tingkat risiko tinggi.

“Salah satunya dengan pendekatan AI itu, bukan berarti orangnya dibuang, tidak. Tapi orangnya diamankan dengan menggunakan teknologi dan AI,” ujar Chairman WSO Indonesia, Soehatman Ramli, kepada awak media.

Pemanfaatan teknologi tersebut diwujudkan melalui penggunaan sensor pintar di area kerja berisiko, seperti pekerjaan di ketinggian. Ketika sistem mendeteksi potensi bahaya, AI secara otomatis mengirimkan peringatan dini sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan sebelum terjadi kecelakaan kerja.

Untuk mempercepat transformasi tersebut, WSO Indonesia juga menjalin kolaborasi strategis dengan Singapura yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan inovasi keselamatan kerja berbasis teknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penerapan sistem K3 berbasis AI di Indonesia.

Budaya K3 Perlu Menjangkau UMKM

WSO Indonesia menilai tantangan keselamatan kerja tidak lagi hanya berada di sektor industri besar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor informal juga memerlukan perhatian serius dalam penerapan budaya K3.

Membangun Kesadaran Keselamatan Sejak Dini

Menurut Soehatman Ramli, angka kecelakaan kerja saat ini masih banyak terjadi di sektor informal, seperti pertanian, perikanan, dan usaha kecil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan budaya keselamatan kerja perlu diperluas hingga menjangkau seluruh lapisan dunia usaha.

“Harapan kita adalah K3 tetap menjadi satu bagian penting dari menjalankan bisnis. Ke depannya K3 adalah bagian integral dari bisnis kita,” kata Soehatman.

Perubahan Iklim Jadi Tantangan Baru K3

Selain perkembangan teknologi, sektor keselamatan kerja juga menghadapi tantangan akibat perubahan iklim. Fenomena cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, dinilai berpotensi mengurangi produktivitas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Karena itu, WSO Indonesia mendorong dunia usaha mengintegrasikan program K3 dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs). 

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia secara berkelanjutan menuju 2030.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#KeselamatanKerja #K32030 #WSOIndonesia #AInK3 #BudayaK3 #UMKMNaikKelas #ESGCompliance #InovasiK3 #SafetyLeadership #K3Indonesia

Rapat Krusial di Makodam XIX: Evaluasi Menyeluruh Personel dan Logistik Yonif 132 Bima Sakti

0

Rapat Paparan Kesiapan Lat Ops Terintegrasi TNI di Ruang Yudha Makodam XIX Tuanku Tambusai.

BISKOM | Pekanbaru – Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo memimpin Rapat Paparan Kesiapan Latihan Operasi (Lat Ops) Terintegrasi TNI serta Kesiapan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Yonif 132/Bima Sakti di Pekanbaru, Selasa (28/7/2026). Langkah strategis ini digelar untuk mematangkan kesiapan personel, kelengkapan materiil, hingga logistik prajurit sebelum diterjunkan ke wilayah perbatasan.

Pemeriksaan Kesiapan Satgas Pamtas RI PNG Yonif 132 Bima Sakti

Dalam rapat yang didampingi Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, Pangdam menerima pemaparan mendalam dari jajaran pejabat terkait. Pembahasan mencakup kesiapan personel, kelengkapan materiil, dukungan logistik, tata kelola administrasi, hingga rencana pelaksanaan latihan operasi secara terintegrasi.

Evaluasi komprehensif turut menyasar Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 132/Bima Sakti. Penilaian meliputi pembinaan satuan, perlengkapan lapangan, serta kesiapan operasional prajurit sebelum diberangkatkan ke medan tugas.

“Laksanakan pengecekan secara menyeluruh terhadap kesiapan personel maupun materiil. Pastikan seluruh unsur benar-benar siap sehingga pelaksanaan latihan dan penugasan dapat berjalan optimal, aman, dan sesuai prosedur,” ujar Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Pangdam XIX Tuanku Tambusai.

Sinergi dan Koordinasi Lintas Satuan

Upaya mematangkan kesiapan operasi menuntut kerja sama erat dari seluruh staf Kodam. Setiap kendala teknis maupun administratif yang ditemukan di lapangan diinstruksikan untuk segera diselesaikan tanpa menunda waktu.

“Koordinasi antarstaf harus berjalan efektif, setiap tahapan persiapan diawasi dengan baik, dan seluruh kekurangan segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat pelaksanaan tugas,” ujar Brigjen TNI Rudi Hermawan.

Komitmen Menjaga Kedaulatan Perbatasan

Agenda rapat dihadiri Danrem 031/Wira Bima, para Asisten Kasdam, Kabalakdam, serta para Komandan Satuan jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Sementara itu, jajaran Korem 033/Wira Pratama mengikuti seluruh rangkaian pengarahan secara langsung melalui sambungan video conference.

Langkah konsolidasi ini menegaskan komitmen Kodam XIX Tuanku Tambusai dalam membangun kesiapan operasi yang terukur, profesional, dan adaptif. Kesiapan satgas pamtas ri png yonif 132 bima sakti menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perbatasan negara.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#TNIAD #KodamXIXTuankuTambusai #SatgasPamtas #PerbatasanRIPNG #Yonif132BimaSakti #BeritaTNI #TNI #PengamananPerbatasan #MayjenAgusHadiWaluyo #BeritaMiliter

Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Dalproggar 2026 di Pekanbaru

0

Ketua Tim Pengendali Dalproggar Brigjen TNI Zulfirman Caniago memberikan arahan di Makodam XIX/Tuanku Tambusai Pekanbaru.

BISKOM | Pekanbaru – Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar kegiatan Pengendalian Program dan Anggaran (Dalproggar) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Yudha Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Senin (27/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB. Agenda ini dilaksanakan guna memastikan pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Tahun 2026 berjalan efektif, efisien, tepat waktu, serta akuntabel.

Kegiatan evaluasi berkala tersebut dipimpin langsung oleh Kasdam XIX/Tuanku Tambusai. Rapat penting ini dihadiri Ketua Tim Pengendali Dalproggar Brigjen TNI Zulfirman Caniago, S.I.P., M.Han., beserta rombongan, para Asisten Kasdam, Kabalakdam, serta Kasipers Korem 031/Wira Bima.

Optimalisasi Program dan Transparansi Anggaran

Melalui forum evaluasi ini, setiap satuan jajaran diberi ruang untuk menyelaraskan pelaksanaan program kerja. Selain itu, peserta mengidentifikasi berbagai kendala lapangan agar solusi perbaikan dapat segera dirumuskan.

Mengawali acara, Kasdam XIX/Tuanku Tambusai membacakan sambutan tertulis Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Pangdam menegaskan bahwa pengendalian program merupakan instrumen krusial untuk menjaga kualitas tugas serta efisiensi anggaran.

“Pengendalian program dan anggaran bukan sekadar kegiatan evaluasi, tetapi merupakan upaya memastikan seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara efektif, efisien, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Kasdam XIX/Tuanku Tambusai.

Penguatan Disiplin Administrasi Satuan

Pada sesi berikutnya, Ketua Tim Pengendali Dalproggar Kodam XIX Tuanku Tambusai 2026, Brigjen TNI Zulfirman Caniago, S.I.P., M.Han., memberikan arahan strategis. Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh satuan dalam menjaga tertib administrasi, meningkatkan kualitas perencanaan, serta memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program.

“Kegiatan pengendalian ini diharapkan mampu meningkatkan disiplin dalam pelaksanaan program dan anggaran sehingga setiap sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Brigjen TNI Zulfirman Caniago.

Guna melengkapi bahan evaluasi bersama, Asrena Kasdam XIX Tuanku Tambusai memaparkan perkembangan capaian Progjagar Kodam XIX Pekanbaru Tahun 2026. Paparan tersebut menjadi acuan dasar dalam menyusun langkah perbaikan pada semester berikutnya.

Seluruh rangkaian forum pengendalian program dan anggaran Kodam ini berlangsung tertib, interaktif, dan lancar. Hasil evaluasi diproyeksikan menjadi pedoman seluruh satuan dalam memperkuat tata kelola anggaran menuju organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan akuntabel.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#Dalproggar2026 #KodamXIXTuankuTambusai #TNIAD #BeritaPekanbaru #MakodamXIX #PekanbaruHariIni #Progjagar2026 #TransparansiAnggaran #Korem031WiraBima #InfoTNI

Gagalkan Pengiriman Timah Ilegal Belitung, Petugas Sita 8 Ton Ore

0

Barang bukti 229 kampil bijih timah dan 37 balok timah ilegal yang disita petugas di Belitung.

BISKOM | Belitung – Tim gabungan Satlap Tri Cakti bersama Posal Belitung dan KP3 Kabupaten Belitung menggagalkan pengiriman timah ilegal senilai Rp 6,11 miliar di area parkir Pelabuhan Pelindo, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (26/7/2026) pukul 14.30 WIB. Muatan berupa bijih dan balok timah olahan tersebut rencananya hendak dikirim menuju Jakarta menggunakan kapal ekspedisi.

Modus Penyamaran di Dalam Truk Ekspedisi

Petugas mencegat satu unit truk ekspedisi bernomor polisi BN 8909 PA yang siap menaiki KM Sawita rute Belitung–Jakarta. Dari hasil pemeriksaan fisik, tim menemukan 229 kampil bijih timah kering seberat 7.918 kilogram. 

Selain itu, terdapat 37 buah balok timah hasil peleburan skala rumah tangga (*home industry*) seberat 947 kilogram. Temuan balok timah olahan lokal ini merupakan kasus pertama yang didapati petugas di wilayah tersebut.

Siasat Menutup Muatan Ilegal

Untuk mengecoh pemeriksaan pelabuhan, pelaku mencampur komoditas timah tanpa dokumen sah ini dengan kargo lain. Truk tersebut juga memuat oli bekas, rokok, hingga sejumlah kotak berisi burung. Berdasarkan perhitungan awal, potensi kerugian negara akibat praktik pengiriman timah ilegal belitung ini mencapai Rp 6.110.800.000. Angka estimasi tersebut masih dapat berkembang seiring pendalaman kadar serta legalitas komoditas.

Pendalaman Asal-Usul dan Jalur Distribusi

Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di GBT Belitung. Aparat penegak hukum terus menelusuri pemilik barang, pengirim, penerima kargo, serta jaringan yang terlibat dalam rantai distribusi ini.

Pengawasan jalur distribusi pelabuhan akan terus ditingkatkan untuk mencegah kebocoran sumber daya alam dan potensi kerugian negara yang lebih besar. Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan tegas bagi para pelaku industri tambang tanpa izin.

Satlap Tri Cakti mengimbau seluruh pelaku usaha agar mematuhi aturan tata kelola pertambangan serta melengkapi dokumen resmi pengangkutan. Penindakan tegas bakal terus dijalankan demi mendukung arahan Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang tertib, legal, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#TimahIlegal #Belitung #PenyelundupanTimah #BangkaBelitung #SatlapTriCakti #PelabuhanBelitung #BeritaKriminal #Hukum #KerugianNegara #BeritaTerkini