Home Blog Page 885

Rangkaian Data Center Schneider Jawab Tantangan Internet of Things

0

Foto2 (1)BERDASARKAN data dari perusahaan analis Gartner, pada tahun 2020 akan ada lebih dari 26 miliar perangkat yang saling terhubung, termasuk wearable technology, peralatan elektronik di rumah-rumah, dan banyak lagi. Hal ini akan sangat mempengaruhi pasar data center, karena penerapan Internet of Things (IoT) akan menghasilkan sejumlah besar data yang perlu diproses dan dianalisis secara real time. Untuk itu perusahaan membutuhkan solusi agar tetap mampu mengikuti perubahan tersebut.

Untuk menjawab tantangan ini Schneider Electric melalui Astri R Dharmawan,Business Vice President Electric IT Indonesia – Malaysia – Brunei memaparkan bahwa Schneider menawarkan solusi data center yang menitikberatkan pada tiga bidang utama yaitu: data center yang lebih fleksibel dan agile, teroptimalisasi secara penuh, dan dukungan Data Center Infrastructure Management (DCIM) yang memadai.”

Menjawab fokus yang pertama, Perusahaan yang memiliki tag-line Life is On ini melalui Yana Haikal, Enteprise Sales Director APC by Schneider Electric menjabarkan bahwa saat ini perusahaan mulai melirik solusi data center prefabrikasi modular yang dapat menghemat waktu yang dibutuhkan secara sangat signifikan untuk membangun suatu data center yang terdiri dari tiga infrasturktur utama yakni power, IT layer dan cooling. Sistem ini juga jauh lebih dapat diandalkan karena dirakit dan diuji di pabrik, dalam kondisi yang sangat terkendali dibandingkan merakit komponen di lapangan.

Lebih lanjut, perusahaan juga menawarkan teknologi Micro DC yang mampu mendistribusikan beban data lebih dekat dengan perangkat sehingga mengurangi lambatnya komunikasi data melalui jaringan (latency) hingga 10 kali lipat dibandingkan jika menggunakan jaringan biasa. Micro DC ini kini lebih dilirik oleh berbagai industri seperti enterprise mulai dari lembaga keuangan, manufktur, industri minyak dan pertambangan hingga industri komunikasi dan collocation lainnya. Bahkan Micro DC ini dapat diaplikasikan di sektor pemerinatah dan Militer karena cepat untuk siap beroperasi, mudah dikelola, aman, terstandar dan hemat biaya. Micro DC juga memiliki fitur pemrosesan dan penyimpanan yang berkapasitas signifikan serta cepat untuk dioperasikan di tengah berbagai kondisi lingkungan.

Sebagai pemimpin di industri data center, Schneider Electric memiliki solusi lengkap untuk kebutuhan Micro DC melalui produknya seperti SmartBunker SX untuk ruang teknologi informasi (TI) tradisional, SmartBunker CX yang teroptimasi untuk lingkungan perkantoran tanpa membutuhkan ruangan dan suhu khusus, SmartBunker FX yang kokoh hingga SmartShelter yang multi-rack, lengkap dengan power dan pengatur suhu yang di rancang dalam sebuah kontainer dengan konsep portable serta plug and play yang memungkinkan model Micro DC ini di simpan di outdor tanpa penambahan bangunan, mudah untuk dipindahkan, user friendly  namun tetap memiliki ketangguhan di berbagai kondisi. Melalui rangkaian solusi ini, Schneider Electric menawarkan pemasangan data center yang jauh lebih mudah serta efisien dari sisi biaya dan waktu pemasangan, namun tetap aman dan terstandar.

Selanjutnya, agar data center dapat berjalan optimal, perusahaan juga membutuhkan Data Center Lifecycle Services untuk membantu perusahaan mengantisipasi dan melakukan efisiensi atas kebutuhan energi yang lebih tinggi akibat besarnya jumlah data yang harus diproses. Langkah dilakukan adalah melakukan assessment terhadap infrastruktur data center yang ada untuk membantu pelanggan merencanakan kebutuhan infrastruktur TI mereka sampai beberapa tahun ke depan, sesuai dengan rencana pengembangan bisnis.

Fokus terakhir yang juga sangat penting adalah kehadiran Data Center Infrasturkur Management (DCIM) yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan monitoring perangkat di dalam data center agar semua ancaman yang dapat menyebabkan downtime di data center dapat segera dideteksi (real time), bahkan dari jarak jauh. Dalam hal ini, DCIM legendaris dari Schneider Electric, StruxureWare diakui dapat memberikan solusi terintegrasi dari fasilitas kritikal ke ruang TI, menyediakan visibilitas, kontrol dan otomatisasi yang dibutuhkan pelanggan untuk menghemat energi dan pengeluaran operasional demi meningkatkan kinerja bisnis.

StruxureWare sendiri telah memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, seperti DCS Award untuk kategori ‘Data Centre Infrastructure Management (DCIM) Product of the Year’ (Mei 2015), diposisikan sebagai DCIM terdepan di Magic Quadrant for Data Center Infrastructure Management (DCIM) Tools oleh Gartner (November 2015), dan juga diakui sebagai DCIM terdepan di IDC MarketScape: Worldwide Data Center Infrastructure Management 2015 Vendor Analysis (November 2015) oleh International Data Corporation (IDC). •M. TAUFIK

Lenovo Dukung Film Ada Apa Dengan Cinta 2

0

AADC2-LenovoMENGULANG sukses dengan film Filosofi Kopi di tahun 2015, Lenovo kini kembali mendukung perfilman Indonesia dengan menggandeng Miles Film dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2).

“Lenovo memiliki semangat dan energi yang bersifat “Never Stands still” yang direfleksikan kedalam produk-produk Lenovo yang terus berinovasi hingga ke beragam aktivitas, termasuk salah satunya dengan menjadi sponsor pendukung film AADC 2. Kami melihat bahwa semangat “Never Stands Still” ini sejalan dengan karakter film AADC2 yang juga berkembang, baik dari sisi cerita maupun karakter perannya secara kreatif sehingga menjadikannya layak ditunggu oleh masyarakat Indonesia,” ujar Adrian Lesmono, Consumer Lead, Lenovo Indonesia.

Di dalam film AADC 2 yang akan dirilis 28 April 2016 mendatang, Lenovo akan menghadirkan rangkaian jajaran produk jagoannya dari All-in-One PC, laptop, hingga smartphone. Seperti misalnya, Lenovo YOGA 900, Lenovo YOGA HOME 500, Lenovo All-in-One A740, Lenovo VIBE Shot, Lenovo VIBE S1, Lenovo S60, Lenovo A6010, Lenovo A6000, dan Lenovo A2010.

Selain memperlihatkan keunggulan produk-produk Lenovo melalui karakter di film, Lenovo juga mengadakan rangkaian kampanye yang berkolaborasi dengan AADC. Seperti misalnya Ada Apa dengan Kamu, AADC Poster dan program Lenovo Unlock Your Heart dengan hadiah utama perjalanan ke New York yang merupakan tempat pengambilan gambar dari film Lenovo AADC2. Untuk informasi lengkap mengenai program kampanye Lenovo ini bisa di cek di laman http://aadc2.lenovo.com.

Sebangsa Luncurkan Gerakan Bangkit Komunitas 2016

0

sebangsaSEBANGSA, platform media sosial Indonesia dengan Hari Komunitas Nasional meluncurkan gerakan Bangkit Komunitas 2016 dan Komunita.ID, di Jakarta. Gerakan Bangkit Komunitas 2016 ini terselenggara atas dukungan penuh dari Bukalapak serta turut didukung oleh Telkom Indonesia dan Astra Internasional.

Bangkit Komunitas 2016 merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengajak seluruh komunitas di Indonesia untuk bangkit, bersatu dan berbuat yang terbaik untuk NKRI. Pasalnya, sejak awal berdiri, ide negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan ribuan pulau- bermula dari berbagai komunitas dan ikatan sosial yang bersatu.

Selama ini komunitas juga dikenal sebagai ikatan sosial yang berfungsi untuk mendapat dan menyebarkan informasi, serta membangun kesatuan untuk mencapai tujuan bersama. Ikatan sosial antar individu dalam komunitas dan antar komunitas yang satu dengan yang lainnya yang hingga kini membentuk jati diri Indonesia.

Enda Nasution, Founder dan CEO Sebangsa menuturkan, “Pertumbuhan komunitas di Indonesia kini tidak bisa dipisahkan dari kehadiran teknologi digital, sejak media sosial dan teknologi gawai hadir di tahun 2009 maka sangat terasa pengaruhnya pada komunitas-komunitas di Indonesia. Dukungan terhadap kegiatan komunitas perlu didorong lagi dengan informasi yang cukup, inspirasi dari para tokohnya dan juga wadah dengan fitur-fitur yang mumpuni. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya gerakan Bangkit Komunitas 2016,” katanya  di Jakarta (18/2).

Di dalam gerakan Bangkit Komunitas 2016 terdapat 3 elemen pendukung, yaitu Kamar Penasihat Komunitas, Situs Online Komunitas (www.komunita.id), dan Sebangsa sendiri sebagai Media Sosial untuk membangun komunitas. Kamar Penasihat Komunitas sebagai sumber inspirasi dalam membangun dan
membesarkan komunitas, SEBANGSA sebagai sebagai wadah interaksi antarkomunitas, dan Komunita.ID sebagai pusat informasi komunitas.

Menurut  Indira B. Widjonarko, Chairwoman & Founder Sebangsa dan Komunita.ID, situs Komunita.ID menghadirkan informasi komunitas secara lengkap. Mulai dari direktori komunitas, liputan kegiatan, profil
komunitas, profil penggagas komunitas, hingga tips ala komunitas pun tersaji dengan lengkap.  “Situs ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi komunitas yang berguna terutama untuk mereka yang memiliki minat untuk berkomunitas,” imbuh Indira.

Rangkaian kegiatan Bangkit Komunitas 2016 sendiri akan berlangsung hingga Juni 2016 diisi dengan pembuatan modul-modul informatif tentang komunitas, workshop, kopdar-kopdar dan pelatihan komunitas di 4 kota, Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. •M. TAUFIK

Program Kegiatan Apkomindo sebagai Hub eCommerce Nasional

0

Jakarta (18/2), eCommerce menjadi salah satu peluang bisnis terbesar saat ini. Perdagangan elektronik telah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Semua pihak berusaha untuk mengambil keuntungan dari trend ini. Apkomindo sebagai salah satu asosiasi bidang ICT yang tertua di Indonesia (24 tahun), dengan 2.000 anggotanya, juga turut meramaikan trend ini. Apkomindo berencana untuk menjadi salah satu Hub pengembangan eCommerce Nasional yang diperkuat dengan 2.000 anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya pada acara “eCommerce Indonesia Forum 2016” yang dipersembahkan oleh ARRBEY Consulting dan bekerjasama dengan APKOMINDO, ADEI, IWAPI, Institut Pertanian Bogor, Branding Indonesia, Podomoro Golf View, LaCorre serta Ewwon selaku EO nya, APKOMINDO menyampaikan Program Kegiatan Apkomindo sebagai Hub eCommerce Nasional dengan 3 program kegiatan, yaitu Rumah Tugas Akhir (Rumah TA), Internet of Things (IoT) dan Warung Digital yang masing masing juga akan memberikan kontribusi kepada pengembangan eCommerce di tanah air, dimana program Waroeng Digital adalah program ADEI yang didukung Apkomindo dan program IoT merupakan program bersama ADEI dengan Apkomindo sedangkan Rumah Tugas Akhir (Rumah TA) adalah Program Apkomindo yang didukung oleh ADEI.

Rumah Tugas Akhir berusaha untuk mengoptimalkan Tugas Akhir / Skripsi di Universitas khususnya di bidang software, agar menjadi produk yang dapat diunggulkan di pasar. Secara umum tugas akhir ini akan memberikan manfaat terbentuknya ratusan bahkan ribuan startup baru di Indonesia. Tugas akhir ini juga akan dikaitkan dengan 2.000 anggota Apkomindo yang teserbar di seluruh Indonesia. Apkomindo bisa bertindak sebagai host Rumah Tugas Akhir yang ikut menawaran produk tugas akhir ke pasaran, dan juga bisa bertindak sebagai investor dan mentor yang dapat mengarahkan agar produk Tugas Akhir perguruan tinggi bisa sesuai dengan kebutuhan pasar.

Produk yang dibentuk bisa digolongkan menjadi 2, yaitu produk yang market driven dan produk yang goverment driven. Untuk yang market driven, akan melihat trend pasar, apa yang disukai pasar dan apa yang akan disukai pasar ke depan. Bila market belum siap, perlu ada edukasi. Disisi lain produk Goverment Driven merupakan produk yang memang didukung oleh pemerintah, yang mendapat insentif / benefit / keberpihakan dari pihak pemerintah, produk yang terkait isu kedaulatan seperti : email, messanger, single sign on dst. Apkomindo bisa membantu dan memfaslitasi para mahasiswa yang mengerjakan Tugas Akhir agar dapat menembus kedua pasar tersebut. Untuk market driven, pendampingan bisnis secara umum, sedangkan untuk goverment driven, Apkomindo dapat menjadi penengah diantara pemerintah dan startup dalam merumuskan produk produk yang strategis untuk bangsa.

Sebagai Pilot Project, Apkomindo akan mengusung kegiatan pengguliran 40 tugas akhir melalui Rumah TA. Bagian pertama adalah dana dari Local Venture Capital senilai 1 Milyar yaitu 50 juta x 20 judul tugas akhir, yang tersebar di beberapa universitas, fokus untuk membantu ide-ide yang bagus dari mahasiswa untuk dibuatkan prototype. Bagian kedua adalah dana dari Pemerintah juga senilai 1 Milyar, yaitu 50 juta x 20 judul tugas akhir, dengan pendekatan yang sama. Total ada 40 judul tugas akhir tahun ini lewat Rumah TA. Apkomindo akan melakukan seleksi, pengawalan, pendampingan, mentoring & coaching dalam wadah Rumah TA. Prototype yang terbentuk akan dipromosikan oleh Apkomindo untuk mendapatkan investor / buyer selanjutnya.

Iternet of Things merupakan hal kedua yang diusung oleh Apkomindo. IoT adalah trend teknologi yang paling dominan di beberapa tahun belakangan ini, saat ini ada 10 Milyar device yang terhubung ke internet, dan akan lebih banyak lagi di tahun tahun berikutnya. Di tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 50 Milyar Device yang connect to internet. Seluruh sisi hidup manusia akan berubah secara drastis, kalau selama ini manusia yang terhubung ke internet, maka di era internet of things, benda benda lah yang akan terhubung ke internet. Benda-benda ini mempunyai sensor yang akan menangkap data dari aktivitas manusia dan lingkungannya.

Internet of things akan mendorong eCommerce lebih jauh lagi. Dengan IoT, eCommerce akan makin mudah dilakukan, dan transaksi akan makin tinggi frekuensinya. Data pelanggan akan dengan mudah didapat menggunakan sensor yang ada di setiap IoT yang akan mengenali kebiasan, tingkah laku, pola belanja, keuangan dari para pelanggan secara lebih akurat dan lebih detail. Setiap benda pintar yang ada di badan dan di sekeliling manusia akan menjadi pusat data yang dapat secara otomatis terkirim ke penyelenggara eCommerce untuk kemudian memberikan penawaran barang yang memang dibutuhkan oleh pelanggan.

Apkomindo dapat mendorong distribusi lebih banyak lagi benda pintar agar berada di pasaran dengan harga yang terjangkau. Dengan semakin terjangkaunya harga benda pintar, lebih banyak informasi yang dapat terserap dari para pembeli dan calon pembeli, semakin besar juga revenue yang disediakan oleh bisnis eCommerce.

Hal terkahir adalah mengenai Waroeng Digital. Masalah yang dihadapi oleh para pemilik toko kelontong adalah tidak adanya tracking penjualan untuk memastikan pertumbuhan, kontrol persediaan yang tidak berjalan, sulitnya menerapkan reward system, investasi yang relatif tinggi untuk mesin cash register.

Waroeng Digital menjawab permasalah di atas dengan menggunakan alat bantu berupa smartphone beserta aplikasinya, yang memungkinkan pemilik toko untuk memindai barcode produk mereka yang akan diubah ke dalam tracking penjualan & inventaris , serta untuk mencetak Bukti Virtual untuk si Pembeli. Target dari Waroeng Digital ini adalah terbentuknya ” 1 Juta Waroeng Digital ” yang akan menghasilkan penghasilan tambahan > Rp 103 Triliun dalam setahun . Apkomindo bersama 2.000 anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia, akan mendukung ADEI (Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia) dalam mensukseskan program Waroeng Digital ini.

Soegiharto Santoso selaku Ketum APKOMINDO menyimpulkan bahwa ; “Apkomindo akan memberikan dorongan semakin suksesnya eCommerce di Indonesia, melalui pengguliran program Rumah TA, membantu percepatan adopsi Internet of Things dan pengguliran Warung Digital di Indonesia, dengan tentunya mensinergiskan dengan dan memberdayakan anggotanya yang berjumlah 2.000, yang terdistribusi di 25 DPD di seluruh Indonesia.”

Lebih lanjut disampaikan bahwa “Di luar itu, Apkomindo juga melakukan beberapa hal dalam menjembatani anggotanya untuk memperoleh sponsor menghadiri Pameran Computex di Taipei, memperoleh sponsor mengikuti pameran di luar negeri seperti Cebit, CommunicAsia dan Gitex. Melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait dalam penyelenggaraan kegiatan terkait ICT Nasional maupun Internasional seperti pameran, workshop, training dan sebaginya. Kegiatan lainnya adalah Apkomindo akan aktif melakukan donor darah sebagai kontribusi asosiasi dalam menolong sesama.

Menindaklanjuti usulan APKOMINDO tentang Program Rumah TA, Woro Indah Widiastuti, Staf ahli Menteri KOMINFO yang hadir mewakili Rudiantara selaku Menteri KOMINFO, menyampaikan sangat mendukung rencana tersebut dan bersedia menjalin kerjasama yang nyata dengan APKOMINDO agar mempercepat terbentuknya 1.000 startup, oleh karenanya akan segera dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD), sehingga didalam FGD dapat menerima berbagai masukan dan berbagai solusi dari yang bermunculan selama diskusi, dan sebagai hasil akhirnya akan memberikan rekomendasi solusi terkait terbentuknya 1.000 startup.

Ketua Umum ADEI, Bari Arijono mengatakan, ADEI sebagai penggagas Waroeng Digital sangat terbuka menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, tentunya akan terus berupaya mensuksekan MoU dengan APKOMINDO yang telah ditandatangani pada tanggal 1 Februari 2016 yang lalu, dengan agenda 3 Program kerja yaitu; pengembangan industri Internet of Thing (IoT), pembangunan 1 juta Digiprenuer di Indonesia dan pendirian 2 juta Waroeng Digital.

Selain menaikkan taraf hidup pelaku usaha, tujuan membangun Waroeng Digital adalah untuk membudayakan gaya hidup mobile, cashless dan online, karena Bari melihat selama ini masih banyak bisnis di Indonesia yang belum tersentuh teknologi digital. Tentunya diharapkan kedepan kita bisa mempercepat perkembangan perekonomian digital di Indonesia. Tidak hanya dibidang e-commerce, tetapi di seluruh bidang perekonomian, ujar Bari.

Frans Budi Pranata selaku Ketua Dewan Pembina ADEI, Menyampaikan bahwa kesuksesan kita berbanding lurus dengan seberapa luas, dan seberapa dalam hubungan kita dengan orang yang sudah SUKSES serta berprestasi dibidangnya, tentunya sesuai dengan kompetensi yang kita miliki, serta seberapa besar kita berperan berbagi kepada komunitas kita, oleh karenanya saya akan terus berhubungan dengan orang-orang yang telah sukses dibidangnya dan akan terus berbagi pengetahuan saya, termasuk akan berperan aktif tentang rencana ADEI dan APKOMINDO yang akan memberikan edukasi “How to digitalize your biz” di 17 kota besar di Indonesia.

Sementara itu, Anton Apriyantono (Menteri Pertanian 2004-2009), menyampaikan bahwa; Senang dapat bertemu dengan komunitas digital, karena saat ini sedang mencari kolega yang dapat membantu merealisasikan cita-cita di bidang market research dan sensory science yang membutuhkan software untuk pengumpulan data dan analisisnya, “saya prihatin sekali porsi market research dan sensory analysis yang berkaitan dengan market research ini hampir semuanya diambil oleh perusahaan-perusahaan asing, padahal bayarnya mahal, mengapa hal ini kita tidak bisa? inilah salah satu tantangan kita bersama dan kita harus bisa membesarkan perusahaan lokal”. ungkapnya.

Anton yg saat ini menjabat sebagai Preskom di PT Pertani, sebuah BUMN yang bergerak di produksi beras, pupuk, dan sarana produksi pertanian lainnya juga menyatakan siap memberikan kontribusi dari sisi teknologi pangan dan sensory science, agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan, karena ingin agar PT Pertani dapat memasarkan sarana produksi secara online, untuk itu diharapkan teman-teman komunitas mampu membantu menyiapkan aplikasi prinati lunaknya.

Handito Hadi Joewono selaku president & chief strategy consultant Arbeyy Group yang merupakan sosok pencampuran antara konsultan intelektual, pengalaman, dan semangat bisnis serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, telah berhasil memotivasi semua pihak sehingga mampu mempersembahkan 3 acara serial dengan sukses yaitu; Agro industry Indonesia Forum 2016, Branding Indonesia Forum 2016 dan e-Commerce Indonesia Forum 2016.

Handito mengatakan bahwa acara ini benar-benar dipersembahkan atas semagat nasionalisme yang tinggi agar dapat meningkatkan dan menggairahkan ekonomi Indonesia dan siap menjalin kerjasama dengan semua kalangan, menurutnya hidup ini ajang kompetisi, tapi bukan untuk saling membunuh, tetapi untuk berlomba menjadi yang lebih baik dibandingkan kompetitor. Karenanya jangan matikan kompetisi. Biarkan kompetitor tetap hidup, bahkan tidak perlu dipermasalahkan bila kompetitor terus maju, asalkan kita juga terus berupaya untuk dapat jauh lebih maju lagi.

Artikel Terkait:
RUDIANTARA: 2019, Seluruh Indonesia Tersambung Internet
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem
Oktober, Pemerintah Rampungkan Blueprint Pertahanan Cyber
Indonesia Cyber Security Summit Ke 2 Kembali Digelar
LSP Komputer memperoleh Sertifikasi Lisensi dari BNSP
Program Kegiatan Apkomindo sebagai Hub eCommerce Nasional
Wujudkan Rumah Tugas Akhir, Apkomindo Akan Adakan Kerjasama Dengan ITB

Tahun ini, Epson Luncurkan Proyektor 3LCD 25.000 Lumen

0

25000 lumen 3LCD projector small version (1)MENJAWAB kebutuhan pasar akan proyektor dengan lumen tinggi, tahun ini, PT Epson Indonesia akan  meluncurkan proyektor bisnis 3LCD dengan sumber sinar laser. Tipe ini merupakan proyektor 3LCD 25.000-lumen pertama di dunia. Proyektor ini juga menyertakan panel-panel 3LCD inorganic dengan sumber sinar laser, termasuk roda phospor inorganic.

“Teknologi sinar laser terbaru dan teknologi paten 3LCD Epson, di mana lini terbaru ini akan menawarkan pelanggan performa luar biasa, termasuk lensa 4K compatible serta lensa pertama di dunia dengan zero offset ultra-short throw,” ujar Senior General Manager Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang.

Proyektor terbaru tersebut merupakan hasil dari riset dan pengembangan secara terus menerus. Serta menawarkan kualitas gambar yang mengesankan, handal dan fleksibel. Lini produk ini terdiri atas 7 varian model mulai dari 6 ribu hingga 25.000 lumen.

“Epson akan mengumumkan spesifikasi lengkap produk ini segera tahun ini di Asia Tenggara. Kami dengan bangga mengumumkan proyektor laser 3LCD pertama Epson untuk sektor bisnis,” ujar Ngee Khiang.

Keuntungan dari lini produk proyektor Epson 3LCD terbaru yakni menghasilkan gambar sempurna dengan tingkat kecerahan warna yang luar biasa. Panel asli LCD Epson dan roda phosphor dibuat dari bahan inorganic dengan cahaya berkualitas tinggi dan tahan panas.

Dengan kombinasi tersebut, proyektor laser ini menghasilkan kecerahan, vibrant gambar dalam jangka waktu lama dan tidak membutuhkan maintenance untuk penggunaan 20 ribu jam.

“Lini Epson proyektor laser 3LCD ini juga dirancang untuk segala tempat dan aplikasi. Bisa melakukan rotasi 360 derajat dan bisa dimiringkan. Proyektor ini bisa dipasang di berbagai jenis lokasi baik untuk proyeksi mapping dan bisa menerima aplikasi lainnya,” kata Ngee Khiang.

Berikut kelebihan produk projektor Epson 3LCD terbaru:

Kualitas Gambar

Dengan sumber cahaya yang sangat efisien, projektor laser 3LCD Epson sangat sesuai untuk tempat yang luas seperti auditorium dan aula konser. Menggunakan teknologi paten 3LCD Epson, projektor terbaru ini mampu menghasilkan gambar spektakuler dengan tingkat kecerahan warna yang luar biasa.

Keandalan

Panel asli LCD Epson dan roda phosphor dibuat dari bahan inorganic dengan cahaya berkualitas tinggi dan tahan panas. Dengan kombinasi tersebut, projektor laser ini menghasilkan kecerahan, vibrant gambar dalam jangka waktu lama dan tidak membutuhkan maintenance untuk penggunaan 20.000 jam.

Flexibility

Lini Epson projektor laser 3LCD dirancang untuk segala tempat dan aplikasi. Dapat melakukan rotasi 360 derajat dan dapat dimiringkan, berbagai variasi lensa memastikan bahwa projektor ini dapat dipasang di segala jenis lokasi baik untuk proyeksi mapping, signage dan dapat menerima aplikasi lainnya. •

Maret 2016, Kemkominfo Keluarkan Aturan Netflix

0

42-62906069SETELAH ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penyiaran, yakni pelanggaran yang dilakukan Pemegang Izin Prinsip LPB, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemominfo) akan membuat aturan baru untuk layanan Netflix, dan situs yang memiliki layanan streaming video lainnya pada Maret 2016 secara detail.

Untuk memberikan imbauan kepada Pemegang Izin Prinsip LPB dan Pemegang IPP LPB yang telah melakukan pelanggaran, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Nomor 1 Tahun 2016.

Imbauan tersebut berisi pemegang izin prinsip dan pemegang izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran berlangganan harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Langkah selanjutnya, kementerian akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan demi menyusun aturan baru. Netflix akan dianggap sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE).

Sebagaimana mengutip laman Kominfo, Jumat (29/12/2016), surat edaran Menteri yang dimaksud mengatur hal-hal sebagai berikut;

a. Pemegang Izin Prinsip LPB dilarang untuk:
1. Memungut biaya yang berkenaan dengan penyelenggaraan penyiaran selama masa izin prinsip.
2. Melakukan siaran tanpa memiliki hak siar atas setiap program yang disalurkan.
3. Menyelenggarakan siaran iklan komersial.

b. Pemegang IPP LPB dilarang untuk:
1. Melakukan siaran di luar wilayah layanan siarannya;
2. Melakukan perluasan wilayah layanan siaran tanpa persetujuan Menteri.
3. Melakukan siaran tanpa memiliki hak siar atas setiap program yang disalurkan.

c. Pemegang Izin Prinsip LPB dan Pemegang IPP LPB yang telah melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, wajib untuk menghentikan kegiatannya paling lambat 7 (tujuh) hari setelah Surat Edaran ini diterbitkan.
d. Pemegang Izin Prinsip LPB dan Pemegang IPP LPB yang tidak menghentikan kegiatannya sebagaimana dimaksud pada huruf c akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. •

Imlek, Lenovo Beri Bonus Voucher Belanja

0

Promo ThinkPad & ThinkStationLENOVO,  perusahaan perangkat keras dan salah satu dari tiga penyedia perangkat keras untuk server berbasis x86 paling besar di dunia, mengadakan promo dalam rangka Tahun Baru Imlek.

Dalam promo bertajuk “Brand New Year Brand New Lenovo”, konsumen diberi kesempatan untuk mendapatkan voucher belanja hingga Rp 200.000. Untuk ThinkPad Yoga 12 dan 14 misalnya, konsumen akan mendapatkan free shopping voucher senilai Rp 150.000. Kemudian untuk pembelian ThinkPad Edge E450, konsumen mendapatkan free shopping voucher senilai Rp 100.000. Sedangkan voucher Rp 200.000 diberikan untuk pembelian ThinkStation P300 & P500. Promo ini berlaku mulai 1 – 29 Februari 2016.

Lenovo juga mengadakan promo untuk produk-produk enterprise. Melalui program bertajuk “Lucky Monkey”, konsumen diberi kesempatan mendapatkan voucher belanja senilai jutaan rupiah dengan membeli produk Lenovo System X dan Storage S-series. Untuk System x3650 misalnya, konsumen akan mendapatkan voucher belanja senilai Rp 1.000.000. Voucher bernilai sama turut diberikan untuk pembelian Storage S-series yakni V3700, S2200 dan S3200. Sedangkan voucher senilai Rp 500.000 diberikan untuk Server 1 Processor, UPS, Rack/Networking dan Windows ROK 2012. Penawaran ini sifatnya terbatas dan berlaku mulai 1 Februari – 31 Maret 2016.

Program Tahun Baru Imlek dari Lenovo membuktikan komitmen Lenovo dalam memenuhi kebutuhan pengguna dengan produk-produk yang memiliki performa tinggi bagi kalangan umum maupun pebisnis. •

Lenovo A6010, Smartphone 4G Khusus Untuk Indonesia

0

Lenovo A6010LENOVO memberikan pilihan smartphone 4G LTE baru yang dipersembahkan khusus bagi konsumen Indonesia, yakni A6010 .

Menggandeng operator Smartfren dalam distribusinya, Lenovo A6010 dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Meski begitu, spesifikasi yang ditawarkan cukup lengkap, termasuk dukungan jaringan 2G GSM, 3G HSDPA dan 4G LTE berkecepatan cat4 150/50 Mbp. Dengan kecepatan tersebut maka smartphone Lenovo A6010 akan memberikan browsing lebih maksimal.

Lenovo A6010 yang berdimensi 141 x 70 x 82 mm dengan bobot 128 gram memiliki dukungan dual SIM beserta ukuran Micro-SIM untuk digunakan dalam waktu yang bersamaan.

Tipe layar yang memiliki jenis IPS Capacitive touchscreen serta dukungan 16 juta warna yang lebih berkualitas. Smartphone Lenovo A6010 ini juga memiliki lebar layar 5.0 inchi serta terdapat rasio bodi beserta layar dengan persentase 69.8%.

Sistem operasi yang digunakan Lenovo A6010  adalah Android v5.0 Lollipop dengan dapur pacu chipset Qualcomm Snapdragon 410 yang didukung  Quad Core berkecepatan 1.2 GHz untuk proses aplikasi yang lebih maksimal. Lenovo A6010 juga memiliki dukungan GPU Adreno 306 untuk kinerja yang berkualitas. Smartphone Lenovo A6010 juga memiliki media penyimpanan eksternal berkapasitas MicroSD 32GB serta dukungan memori internal berkapasitas 16GB serta 2GB RAM.

Smartphone ini memiliki kamera belakang dengan resolusi 13 megapiksel beserta fitur penting dengan adanya autofocus dan LED Flash. Sementara kamera depannya beresolusi 5 megapiksel yang bisa digunakan untuk foto selfie maupun video chat.

Lenovo A6010 diciptakan dengan berbagai macam sound yang bisa di jalankan diantaranya yaitu Vibration, MP3, WAV ringtones, dan WAV ringtones yang akan memberikan hasil lebih berkualitas tersebut. Lenovo memberikan dukungan loudspeaker dan 3.5mm jack dan dukungan Dolby Atmos untuk memberikan suara jernih dan jelas.

Fitur Lenovo A6010 dapat menangkap WiFi dengan frekuensi 802.11 b/g/n, hotspot, Bluetooth dengan versi 4.0, A2DP. GPS yang terdpaat A-GPS untuk penunjuk arah. Sementara kapasitas baterai yang tertanam berdaya tampung 2300 mAH.

Lenovo A6010 dipasarkan dengan harga jual Rp 1.999.000. •

Pro Kontra Netflix

0

netflix-3HADIRNYA layanan streaming video populer Netflix ternyata banyak mengalami pro dan kontra bahkan harus dihentikan. Pasalnya layanan asing tersebut dianggap tidak memenuhi perundang-undangan yang ada di Indonesia.

Chairman Mastel Institute,  Nonot Harsono berpendapat, langkah PT Telekomuninikasi Indonesia (Telkom) untuk sementara memblokir layanan Netflix di Indonesia sebagai langkah yang tepat. Bukan hanya untuk melindungi konsumennya, tapi langkah Telkom itu sudah memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.

Nonot merujuk pada Undang-undang (UU) No 32/2002 tentang Penyiaran dan UU No 33/2009 tentang Perfilman. Dengan dua UU itu, Permerintah seharusnya sudah bisa bertindak terhadap Netflix. Bukan hanya wajib berbadan hukum Indonesia dan memenuhi aturan konten, tapi pemerintah perlu melindungi anak-anaknya.

Menurut Nonot, pemerintah sudah saatnya mengatur konten atau yang diistilahkan dengan over the top (OTT) asing. ”Dengan momentum Netflix ini, pemerintah bisa mulai mengatur OTT-OTT yang lain. Kalau semua perusahaan OTT beroperasi di luar negeri, tanpa membuka kantor atau badan usaha di Indonesia, bayar lewat kartu kredit, lalu bagaimana dengan pajak, bagaimana dengan upaya penciptaan lapangan kerja?” kata Nonot.

Tak Patuhi UU

Oleh karena itu, lanjut Nonot, pemerintah tidak boleh hanya menerima syarat berbadan hukum Indonesia, dan kontennya memenuhi aturan, tapi yang paling penting adalah Netflix harus bekerja sama dengan operator telekomunikasi nasional. “Biar Netflix dan operator bisa negosiasi tentang biaya bandwidth, biaya BHP, dan lain-lain. Ini tidak hanya berlaku untuk Netflix saja, tapi OTT lain,” kata dia.

Hal senada dikatakan Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi bahwa untuk menghadapi Netflix memang harus ada kejelasan dan ketegasan dari Pemerintah.

“Pasalnya disini kita juga memiliki Undang-Undang penyiaran yakni UU ITE dan UU Perfilman,” ujarnya.

Menurutnya, selama layanan tersebut belum mematuhi aturan Undang-Undang baiknya ditutup saja aksesnya sampai mereka memiliki perusahaan disini. Pasalnya ada mekanisme yang tidak sesuai dengan aturan terkait sensor tayangan layanan tersebut.

Dalam hal ini, dirinya menginginkan adanya sebuah tindakan tegas dari Pemerintah sebelum penggunanya semakin banyak dan akhirnya menyulitkan Pemerintah.

“Saya berharap ada tindakan tegas dari Pemerintah untuk hal ini sebelum semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan streaming ini. Sebab saya khawatirkan Pemerintah nantinya akan semakin sulit untuk bersikap tegas ketika sudah banyak masyarakat yang mengaksesnya,” papar Heru.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan harus ada jalan tengah jika masyarakat tidak menginginkan keberadaan aplikasi layanan streaming film berbayar Netflix.

“Kalau masyarakat tidak mau, ya sudah Netflix selesai, tapi kalau masyarakat menginginkan harus ada jalan,” ujar Rudiantara. •

Printer L Series Epson Masuki Generasi Ke-3

0

Printer L655OKTOBER 2015 yang lalu adalah milestone bersejarah bagi industri percetakan:  yang juga merupakan ulang tahun ke-5 printer bermerek pertama di dunia yang menggunakan sistem tangki, dan ini menjadi sangat istimewa karena printer tersebut diluncurkan pertama kali di Indonesia.  Diperkenalkan oleh PT Epson Indonesia pada bulan Oktober 2010, printer tangki tinta L-Series telah sukses mendukung dunia bisnis dan pengguna rumahan menikmati solusi biaya cetak yang sangat rendah dan tidak bisa ditandingi oleh merek lain, sementara varian modelnya secara progresif terus bertambah dengan performa dan fitur-fitur yang terus meningkat. Hingga saat ini, printer dengan sistem tangki tinta ini telah terjual lebih dari dua juta unit hanya untuk wilayah Asia Tenggara saja. Kelahiran L-Series memaknai visi dan misi “dari Indonesia untuk Dunia” yang selalu menjadi tag-line dari produk L-Series.

Seiring dengan filosofi dari Epson yang terus berkembang yaitu menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan para pelanggan, Epson sebagai pionir printer sistem tangki di dunia, melalui Epson L-Series memiliki rangkaian inovasi produk yang sangat beragam. Dimulai dari generasi pertama pada bulan Oktober 2010 yang melahirkan printer L-series L100/200 dan generasi kedua pada bulan September 2012 dengan rangkaian L-Series L110/210/300/350. Printer L Series terus berkembang hingga saat ini memasuki generasi ke-3 dengan printer L565. Keberadaan printer Epson L-Series memberikan dampak yang cukup signifikan bagi peta persaingan bisnis printer. Hal ini terbukti dengan bermunculannya jenis printer tangki tinta serupa yang diproduksi oleh para kompetitor.

Launching L Series June 2015

Dari generasi ke generasi Printer L-Series selalu mengedepankan dan mengembangkan teknologi yang digunakan pada printer L-Series. Pada ulang tahun yang ke-5 tahun 2015 yang lalu, printer L-Series semakin memperkaya varian produknya dan memperkuat kehandalan printer dengan mengedepankan teknologi terkini. Sekaligus memasuki generasi ke-3, printer L655 dengan teknologi print head: Precision Core dirilis untuk melengkapi rangkaian produk printer ini. Printer Epson L-Series adalah printer Ink Tank pertama dan satu-satunya di dunia yang menggunakan teknologi printhead Precision Core.

Kehandalan dan ketahannan Printer L-Series juga telah teruji sehingga mendapatkan berbagai penghargaan dari institusi hingga media. Penghargaan yang telah diterima oleh L-Series dari tahun 2010 hingga saat ini diantaranya Rekor Dunia MURI sebagai Tinta Printer Orisinil yang Menghasilkan Cetakan terbanyak tahun 2010, Rekor Indonesia MURI sebagai Tinta Printer Orisinil yang mencetak terbanyak Standar Dokumen ISO tahun 2012 serta Rekor Dunia MURI sebagai Printer yang Mencetak terbanyak standar A3 tahun 2014.

Berbagai penghargaan dari media diantaranya Special Award Pcplus 2012 Penghargaan untuk kategori Printer Inkjet dengan Tinta Terinovatif PCplus 2012, Techlife Innovative Award 2012 Epson L300 Best Innovative Inkjet Single Function hingga TechLife Innovative Award 2012 Epson L350 untuk kategori Best Innovative Inkjet Multifunction. Selain itu Epson juga mendapatkan penghargaan Top Brand dari Majalah Marketing untuk Category: Printer in Recognition of Outstanding Achievement in Building the Top Brand tahun 2013 dan 2014.

Untuk merayakan ulang tahun ke-5 dan kesuksesan L-Series, Epson memperbaharui beberapa model Printer L-Series dengan model terbaru yang memiliki peningkatan performa yang signifikan.

“Epson L-Series didesain khusus untuk Indonesia, dan kesuksesannya dalam 5 tahun ini menegaskan popularitasnya bagi 2 juta pengguna di Asia Tenggara,”  papar Toshimitsu Tanaka, Managing Director Epson Southeast Asia. “Kami akan terus mengembangkan L-Series dengan komitmen memberikan solusi biaya cetak terendah yang terkenal itu” tambahnya.

Menginjak usia 5 tahun lebih, peningkatan yang dilakukan tidak hanya dari segi produk tetapi juga layanan, dimana mulai 1 Februari 2016, para pelanggan yang membeli produk Epson L-Series secara otomatis dapat menikmati 2 Tahun Garansi resmi dari Epson Indonesia tanpa harus melakukan registrasi tambahan. •