Home Blog Page 886

Gratis Kirim, ShopeeApresiasi Pebisnis Ritel Online

0

Shopee2SHOPEE, aplikasi mobile marketplace pertama bagi konsumen-ke-konsumen (C2C) memiliki banyak kemudahan, seperti fitur pembayaran dan logistik untuk belanja online mudah, aman dan praktis. Shopee yang diluncurkan pada Desember 2015, kini resmi merilis layanan Gratis Ongkos Kirim (Gratis Ongkir) ke seluruh Indonesia sebagai salah satu komitmennya dalam mengembangkan kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia dengan menjadi marketplace terbaik, dapat diandalkan dan dapat memberikan kemudahan terutama bagi pengusaha UKM yang berada di lokasi jauh dan terpencil.

Rainal Lu, Regional Managing Director Shopee mengungkapkan, latar belakang lain dari layanan Gratis Ongkir, “Kami melihat industri ini sangat dekat dengan kebutuhan logistik, artinya kendala logistik adalah salah satu hambatan yang cukup kuat bagi orang ketika berbelanja dan membuka usaha secara online,” ungkapnya.

Rainal juga menyampaikan harapannya, dengan adanya layanan Gratis Ongkir, Shopee dapat memberikan kemudahan dan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna dan pelanggannya dan turut serta mengembangkan UKM di Indonesia dengan membantu mereka menjaring banyak konsumen.

Shopee1“Kami memilih JNE karena ingin memberikan layanan logistik yang terbaik untuk pelanggan kami, dan itu akan bisa tercapai dengan bermitra bersama perusahaan logistik terbaik yang memiliki jaringan lokasi terbesar dan terluas di Indonesia, yaitu JNE. JNE kini telah memiliki kurang lebih 5000 titik layanan di seluruh Indonesia mulai kota besar sampai dengan tingkat kecamatan.” lanjut Rainal.

“Kami sangat percaya bahwa kemitraan antara JNE dengan Shopee bisa menjadi salah satu point penting dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem e-commerce Indonesia, berperan aktif mendukung perekonomian nasional dan juga mempermudah akses publik untuk menikmati layanan belanja online,” sebut Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE.

“JNE memegang peranan penting dalam proses jual beli di Shopee, dimana keamanan transaksi antara penjual dengan pembeli dijamin dengan fitur Garansi Shopee. Jaminan ini tidak akan bisa diimplementasi tanpa dukungan dari JNE. Sesuai dengan tagline JNE “Connecting Happiness”, JNE berkomitmen untuk mengantarkan paket kiriman yang dibeli oleh pembeli dan selalu memberikan pelayanan prima dengan fitur website dan media social yang memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi.” lanjutnya.

Manfaat layanan Gratis Ongkir ini juga dirasakan secara langsung oleh para pemilik toko online yang tergabung di Shopee. “Fasilitas Gratis Ongkir ini sangat membantu dan meningkatkan penjualan toko saya. Sebelum ada layanan ini, pelanggan saya hanya berkisar di pulau Jawa dan sekitarnya. Tapi kini pelanggan saya semakin banyak, karena saya mendapatkan pembeli dari lima kota baru dan total pembeli saya bertambah 10%. Hasilnya penjualan saya meningkat 5 kali lipat.” ujar Anna, pemilik SagaCase.id, salah satu toko di Shopee.

Melalui layanan Gratis Ongkos Kirim, Shopee dan JNE ingin turut mengambil bagian dalam menumbuhkan perekonomian di Indonesia yaitu dengan memberikan motivasi kepada masyarakat Indonesia untuk menciptakan bisnis online dengan fasilitas mudah, dan juga pengalaman menyenangkan dalam berbelanja dan berjualan di ponsel. •

Kurangi Pengangguran Indonesia, Glints Luncurkan Platform Karier Khusus Anak Muda

0

business-futureGLINTS, startup dari Singapura pemrakarsa pengembangan karier bagi anak muda, mengumumkan peluncuran platform karier pertama yang dikhususkan untuk profesional muda dan lulusan baru. Platform ini bertujuan untuk membantu anak muda dalam menemukan passion mereka, serta mengembangkan keahlian khusus yang dibutuhkan untuk meniti karier yang diinginkan. Di sisi lain, platform ini juga membantu perusahaan pemberi kerja untuk mendapatkan kandidat muda berkualitas yang memiliki semangat tinggi secara lebih efektif.

 Glints didirikan oleh tiga orang pemuda berumur 22 tahun yang sangat bersemangat untuk memberikan solusi untuk mengatasi isu pengangguran di dunia. Semenjak didirikan, Glints telah meraih pendanaan yang hampir mencapai 5,4 miliar rupiah dari para investor guna mendirikan platform ini dan menghadirkannya ini di Indonesia. Hingga saat ini, Glints memiliki lebih dari 20.000 kandidat muda dan 2.000 perusahaan pemberi kerja yang tergabung di dalamnya.

Melalui peluncurannya di Indonesia, Glints berusaha menghadirkan solusi untuk menghadapi tantangan yang sering dialami oleh para pencari kerja maupun perusahaan pemberi kerja. Oswald Yeo, CEO of Glints, mengatakan, “Setiap tahunnya, Indonesia memiliki lebih dari 2 juta lulusan baru yang mencari kerja. Namun, hal ini menjadi tantangan berat karena adanya jurang pemisah yang semakin melebar antara keahlian yang dibutuhkan sebagai pekerja dan pendidikan yang dikenyam. Pada saat yang sama, perusahaan juga dihadapkan pada kesulitan untuk mendapatkan kandidat muda yang memiliki pengalaman serta keahlian yang relevan dengan bidang pekerjaan yang sedang dibutuhkan.”

“Sebagai anak muda, kami memahami benar tantangan karier yang dihadapi oleh orang-orang seusia kami. Mereka belum mengetahui secara jelas tentang karier yang mereka inginkan dan bagaimana mendapatkan keahlian yang tepat untuk bergelut di bidang tersebut. Kami berharap agar Glints mampu membantu jutaan anak muda di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dan keahlian yang dibutuhkan demi menggapai pekerjaan impian mereka,” kata Looi Qin En, COO of Glints.

Platform Karier 

Sebagai platform yang berfokus pada pengembangan kandidat muda, Glints memiliki sejumlah fitur spesial, yang memungkinkan penggunanya untuk menemukan dan mengembangkan karier mereka. Mengintip lebih lanjut tentang fitur dan layanan yang dimaksud:

  • Kesempatan yang ditawarkan secara khusus untuk setiap individu: Selain menampilkan job posting, Glints juga menyediakan kesempatan spesial lainnya, seperti magang, pelatihan, proyek paruh waktu, yang secara khusus dihadirkan untuk mengasah keahlian khusus.
  • Live Career Consultations: Glints menyediakan jasa konseling karier yang memberikan jawaban atas segala pertanyaan seputar karier dan rekomendasi pengembangan karier melalui live chatting.
  • Dynamic Career and Skills Path Explorer: fitur ini membantu kandidat untuk menjelajah berbagai bidang karier lainnya, serta memberikan bimbingan guna mendapatkan keahlian khusus yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang tersebut. Fitur ini juga dilengkapi dengan Dynamic Skills Tree yang memberikan peta keahlian-keahlian yang dibutuhkan dalam setiap jenis karier.

Selain memanjakan kandidat dengan fitur-fitur di atas, Glints juga menyediakan peralatan inovatif untuk membantu perusahaan mendapatkan kandidat muda yang berkualitas dan memiliki keahlian yang sesuai dengan lebih cepat. Berkat algoritma yang dikembangkan secara khusus dan tenaga ahli manusia yang menjadi layanan khusus bagi perusahaan pemberi kerja, Glints menyediakan database yang lebih baik sehingga perekrut akan mampu menyaring kandidat muda berkualitas dengan lebih cepat. Lebih lanjut lagi, jika perusahaan kesulitan menulis deskripsi pekerjaan, maka Glints juga menyediakan penulis khusus yang mampu membuat tulisan deskripsi pekerjaan dengan lebih menarik bagi kandidat muda unggulan.

Meskipun sebelumnya Glints baru melakukan promosi dari mulut ke mulut, saat ini Tokopedia, Happyfresh, hingga perusahaan multinasional seperti Adidas dan Puma sudah termasuk dalam 2.000 perusahaan yang tergabung dalam platform ini. Salah satu faktor yang membuat banyak perusahaan bergabung adalah pengembangan produk yang tiada henti dari minggu ke minggu berdasarkan masukan dari para pengguna, agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna.

“Platform ini telah memudahkan saya untuk menemukan banyak talenta muda berkualitas, yang memiliki passion serta keahlian yang sesuai dengan bidangnya,” jelas Risky Dwi Nugroho, Recruitment Specialist, Tokopedia.

Di Indonesia, Glints sudah mulai menjalin kemitraan dengan banyak universitas dan perusahaan. Salah satu contoh nyatanya adalah bekerjasama dengan banyak perusahaan startup yang bermarkas di East Ventures Hive untuk menyelenggarakan sebuah startup career fair. Di dalam career fair ini, Glints menawarkan suatu usesi yang dinamakan speed dating, yang memungkinkan partisipan untuk mendapatkan interview langsung di tempat. Lebih dari 100 interview berhasil terwujud dalam waktu 1 jam dan tidak sedikit dari jumlah tersebut yang berlanjut ke langkah selanjutnya hingga penawaran kerja.

“Minat untuk bekerja di perusahaan startup belum begitu besar di Indonesia. Masih banyak kandidat muda yang lebih memilih untuk bekerja di perusahaan besar. Padahal, perusahaan startup yang berkembang sebenarnya menawarkan kesempatan belajar yang lebih besar bagi kandidat muda untuk mengasah keahlian mereka. Karena alasan inilah kami memutuskan untuk menyelenggarakan startup career fair,” tutup Oliver Yiu, Indonesia Country Manager, Glints. •

 

Target APKOMINDO Dukung Mega Bazaar Untuk Masyarakat Digital Indonesia

0
SONY DSC

Jakarta, 3 Februari 2016 – Di tengah lesunya pasar komputer di Indonesia, Dyandra Promosindo, penyelenggara pameran terdepan di Indonesia, bersinergi dengan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tetap berpegang dengan komitmen memajukan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dengan menghelat pameran Mega Bazaar 2016. Pameran yang telah memasuki usianya yang ke-22 ini rencananya akan digelar pada 2 – 6 Maret 2016 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).

Dari data Apkomindo, penjualan komputer di Indonesia mengalami penurunan 34 persen sejak dua tahun terakhir, sedangkan penjualan ponsel cerdas justru meningkat pesat sebesar 59 persen. Penyelenggaraan Mega Bazaar tahun ini diharapkan menjadi satu momen strategis untuk meningkatkan optimisme para pelaku usaha TIK, dari tingkat vendor, distributor, master dealer, hingga reseller, serta para konsumen. Apkomindo sendiri memprediksi penjualan komputer akan naik sekitar 10 – 15 persen pada kuartal pertama 2016.

Soegiharto Santoso, Ketua Umum APKOMINDO pada press conference Mega Bazaar (03/02) di Kantor  KEMENKOMINFO Jakarta, menyatakan bahwa persaingan bisnis dengan pemanfaatan teknologi akan semakin ketat. “Semakin maraknya perusahaan start-up yang menjual layanan berbasis digital hingga bisnis online perorangan akan semakin kompetitif, dan tentunya bisa mendorong perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi secara umum di Tanah Air, oleh karenanya dipameran kali ini selain memberikan update tentang teknologi baru dari berbagai vendor, juga akan mengangkat industri TIK dalam negeri, terutama start-up ” jelas pria yang akrab disapa Kang Hoky itu.

Hoky menambahkan, dua hari yang lalu (01/02) telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Ketua Umum Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI) Bari Arijono, dengan agenda 3 Program kerja yaitu; pengembangan industri Internet of Thing (IoT), pembangunan 1 juta Digiprenuer di Indonesia dan pendirian 2 juta Waroeng Digital.

Mengenai sejuta digipreneur, APKOMINDO telah menyiapkan konsep Pengemasan Tugas Akhir dari berbagai perguruan tinggi, dalam bentuk Rumah Tugas Akhir (Rumah TA), yang bertujuan untuk mengarahkan tugas akhir / skripsi di kampus, agar bisa menjadi cikal bakal pendorong terbentuknya ribuan bahkan jutaan startup di tanah air, yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri, sebab saat ini begitu banyaknya tugas akhir yang berujung hanya menjadi penambah koleksi perpustakaan di kampus, Pola Rumah Tugas Akhir sudah lama bergulir di negara maju, termasuk di USA, Israel, dan China. Negara-negara tersebut terbukti sebagai pusat penghasil startup terbesar dunia.

Selain dari itu tahun 2016 dianggap sebagai tahun berkembangnya teknologi digital di Indonesia. Semakin meratanya layanan internet cepat 4G LTE, tentu akan semakin membantu berbagai aktivitas kita menjadi lebih digital. Baik untuk bisnis maupun sosial, hingga pemanfaatan dalam peningkatan pelayanan publik dan pemerintah. Saat ini, peran kepemimpinan digital (digital leadership) juga semakin memperkuat perubahan dinamika masyarakat digital. Para pemimpin publik maupun perusahaan, semakin sadar akan pentingnya penggunaan teknologi dalam memperkuat layanan untuk masyarakat, oleh karenanya APKOMINDO mendukung Mega Bazaar untuk masyarakat Digital Indonesia dan untuk menyambut era pasar bebas dalam hal ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), APKOMINDO telah turut ambil bagian dalam mendukung didirikannya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KOMPUTER dan pada tanggal 29 Desember 2015 yang lalu telah memperoleh Sertifikasi Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kurniadi Seta Sanjaya, Country Manager  PT. CHANNEL WORKS INDONESIA, selaku Principal & Distributor tunggal CCTV merk CP PLUS yang turut hadir dan  menjadi Sponsor CCTV (Surveillance) Partner untuk pameran Mega Bazaar mengatakan, “Selama pameran MEGA BAZAAR akan kami cover dengan 25 Camera High Definition dari CP PLUS, product CCTV & Security System dari German, dan CCTV kami akan online untuk ikut mengamankan jalannya event pameran Mega Bazaar serta dapat dimonitor secara online dari Gadget ataupun Komputer bahkan di Website official Mega Bazaar, kami pun merencanakan hal yang sama untuk pameran PRJ 2016 nanti.”

Banyak keunggulan dari produk kami, diantara Free DDNS Service – Lifetime, sehingga tidak perlu IP Public static dari Internet Service Provider (ISP) untuk dapat memonitor langsung dari manapun via internet, baik lewat komputer, maupun gadget (tablet dan Smartphone) termasuk dengan platform iOS (Apple), Android, dan Windows Mobile, bahkan dalam waktu bersamaan dapat dilihat oleh 120 user ditempat berlainan, selain itu dengan memanfaatkan NVR kami sebagai encodernya sangat dimungkinkan semua Camera ditampilkan secara remote di Giant Screen / LED Wall yang ada di event Pameran, sehingga dengan system seperti ini, tentu dapat membantu pengamanan yang optimal selama pameran Mega Bazaar berlangsung.

Pemerintah Mendorong Pembangunan Bidang TIK

Perkembangan teknologi digital memang semakin memberikan pengaruh positif bagi pemerintahan untuk terus meningkatkan diri. Mulai perubahan pola pikir dan budaya kerja, partisipasi aktif publik, penyediaan infrastruktur TIK, dan sumber daya manusia yang kompeten.

Septriana Tangkary, Direktur Pemberdayaan Informatika mengatakan, kebijakan dan program untuk mengurangi kesenjangan digital serta koordinasi lintas sektor merupakan peran Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pembangunan di bidang TIK. Pola kerjasama dalam berbagai program kegiatan dengan Akademisi, Bisnis, Kommunitas, dan Government (A,B,C, + G), termasuk Asosiasi sangat diperlukan. Lebih lanjut dikatakan, bahwa pembangunan di bidang TIK diharapkan mampu membawa perubahan paradigma pembelajaran yang pada gilirannya berguna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, percepatan upaya implementasi program pemanfaatan TIK bagi keperluan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kerjasama lintas sektor, lintas wilayah dan lintas institusi secara terpadu, utuh dan sinergis menjadi kebutuhan yang tidak terelakan saat ini.

Pada tataran teknis operasional, pemberdayaan masyarakat terkendala karena kurangnya SDM di masyarakat yang mampu memberikan dorongan, motivasi dan bimbingan (pendampingan) kepada masyarakat dalam pemanfaatan TIK. Menyadari kekurangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menginisiasi pembentukan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Relawan TIK Indonesia). Keberadaan Relawan TIK Indonesia dinilai cukup memadai sebagai solusi strategis guna mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan computer, smartpohone, dan lainya untuk kegiatan yang postitif atau digunakan secara cerdas, kreatif dan produktif, sehingga meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup masyarakat.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Bambang Heru Tjahjono mengatakan pihaknya mendukung Apkomindo dalam hal yang berkaitan dengan pengembangan TIK di Indonesia. “Hal-hal yang terkait smartphone meningkat sangat pesat karena ditunjang aplikasi bentukan startup,” ucapnya.

Kemenkominfo sendiri mempersiapkan talenta muda untuk bidang teknologi yang sumber dayanya berasal dari siswa SMK dan mahasiswa untuk membentuk technopreneurship. Ia berharap, di tangan anak muda inilah, masa depan TIK Indonesia bisa makin berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Bambang menambahkan ke depan perlu ada kerjasama berbagai pihak antara pemerintah dan pengusaha sebab persaingan global sangat tinggi.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, “Kami menyambut gembira kerjasama dengan Apkomindo, karena saat ini Apkomindo sangat aktif menjalin kerjasama dan mendukung program-program Kemenkominfo, salah satunya Apkomindo berhasil mendirikan LSP KOMPUTER, bahkan melibatkan Kemenkominfo dalam penyelenggaraan Pameran Yogyakomtek 2015 di kota Yogya.”

Lebih lanjut disampaikan, “Oleh karenanya, kami mendukung  Apkomindo melakukan Jumpa Pers di kantor Kemenkominfo untuk acara penyelenggaraan Pameran Mega Bazzar 2016 nanti, dengan harapan pada saat pameran nanti Apkomindo membantu memperkenalkan program prioritas Kemenkominfo yaitu “White List,” yang diharapkan pada Tahun 2016 ini bisa langsung dirasakan manfaatnya secara massif oleh masyarakat, khususnya anak-anak SD, SMP, SMA dan Pesantren.”

Smart Things Berkembang

Di tengah pertumbuhan pasar PC yang lesu seperti ini, para pelaku industri terus melakukan inovasi untuk menciptakan barang-barang yang dibekali teknologi cerdas (smart things) yang dapat digunakan sehari-hari. Saat ini, berkembang inovasi yang menghadirkan perabot rumah tangga yang terkoneksi dengan Internet. Mesin cuci, smart tv, lampu yang bisa menyesuaikan suhu dan kelembaban, bahkan kulkas yang bisa melacak bahan dapur yang dibutuhkan dan produk mana yang akan kadaluarsa. “Jadi, bukan mimpi lagi jika dalam beberapa waktu ke depan kita bisa mengendalikan barang-barang di rumah kita hanya dengan menggunakan handphone,” ujar Hendra Noor Saleh, Direktur Dyandra Promosindo.

Trend tersebut di atas yang sekarang dikenal dengan Internet of Things telah menjadi trend terdekat yang perlu kita antisipasi dimana begitu banyak perangkat teknologi baru yang akan masuk ke pasar dengan paradigma baru. Internet of Things akan berdampak pada perubahan peta permainan yang signifikan dan mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan bisnis seperti bidang pembangunan, energi, bidang rumah tangga, bidang kesehatan, bidang industri, bidang transportasi, bidang perdagangan, bidang keamanan dan  bidang teknologi serta jaringan. Trend ini juga akan sangat berkait erat dengan trend lainnya yaitu Big Data dimana seluruh perangkat IoT tentunya akan memberikan kontribusi “peledakan” upload dan download data yang sangat besar yang perlu ditangani secara khusus dan dengan tingkat availibility, realibility dan khususnya scalibility serta kemampuan analisis yang tinggi.

Pada gelaran Mega Bazaar tahun ini sendiri, panitia akan mengusung tema “Technology and Entertainment” yang menginterpretasikan tren terbaru yang dikemas khusus untuk masyarakat.

Hendra berpendapat, seiring berjalannya waktu, Mega Bazaar memiliki daya tarik berbeda, sehingga tidak hanya industri komputer saja yang tampil pada event besar ini. Namun pameran ini bertransformasi menjadi ajang retail multiproduk gadget terbesar di awal tahun dengan jumlah pengunjung dan transaksi yang terus meningkat. “Kami berharap, Mega Bazaar nantinya juga bisa menampilkan berbagai perabot pintar yang tentu akan sangat menarik bagi pengunjung,” ungkapnya.

Ichwan Sofwan, General Manager Dyandra Promosindo menjelaskan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara telah menyiapkan berbagai program menarik seperti DJ Competition, Technology Hunt, Uang Kaget, Game Online Competition, dan berbagai entertainment lainnya yang akan memeriahkan Mega Bazaar 2016. Selain itu, sebagai bentuk dukungan bagi pengembang game lokal, panitia Mega Bazaar 2016 juga akan merilis aplikasi game yang bernama “TekMon” di platform Android & iOS untuk membangkitkan minat masyarakat Indonesia terhadap perkembangan TIK.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mega Bazaar akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran fotografi terbesar atau biasa dikenal dengan FOCUS. Selain di Jakarta Mega Bazaar 2016 akan diselenggarakan di kota Yogyakarta pada tanggal 5- 9 Maret 2016 di Jogja Expo Center. (Juenda)

Artikel Terkait:
1. KOMINFO:
2. Biskom:
3. Indotelko:
4. Kompas Cetak: Kamis, 4 Februari 2016, Halaman 14
5. Liputan6: Pameran TIK Mega Bazaar 2016 Siap di gelar 2-6 Maret 2016
6. Liputan6:
7. Beritaempat: Pemerintah dan APKOMINDO Komitmen Majukan Industri Informasi dan Komunikasi di Indonesia
8. Beritaempat: Kemenkominfo dan Apkomindo Ajak Masyarakat Lihat Peluang Dalam MEA
9. Beritaempat: “Bisnis Games” Menjanjikan, Tapi Harus Ada Pengawasan
10. Beritaempat: Hadirnya “Game Online Competition” Dalam Mega Bazaar, Harus Dilihat Dari Segi Positifnya
11. Okezone: Apkomindo Optimis 2016 Tahunnya Komputer
12. Okezone: Ketum Apkomindo : Internet of Things Akan Jadi Tren 2016
13. Tribunnews:
14. Beningpost:
15. Dutawisata:
16. Dutawisata:
17. Mediaprofesi:  Target Mega Bazaar Dukung Masyarakat Indonesia Digital

Inilah Kata Yang Sering Ditulis Dalam Profil LinkedIn Indonesia

0

linkedinLINKEDIN mengumumkan the top most overused buzzwords atau daftar kata yang terlalu sering dituliskan oleh para profesional di Indonesia untuk mendeskripsikan diri mereka dalam profil LinkedIn. Daftar ini dihimpun dari ringkasan profil LinkedIn para profesional di Indonesia sepanjang satu tahun terakhir.

Dari data yang dianalisis oleh LinkedIn, terungkap bahwa “creative”, “motivated”, dan “passionate” saat ini menjadi tiga kata yang paling sering digunakan oleh para profesional dari berbagai sektor industri di Indonesia, untuk mempromosikan serta mendeskripsikan diri mereka di LinkedIn. Kata-kata lainnya yang juga sering dituliskan adalah “responsible”, “leadership”, dan “organization”. Menariknya, kata “creative” juga menjadi kata yang paling sering dituliskan oleh para pemasar di Indonesia. Hal yang sedikit berbeda terjadi di kalangan pelajar, dimana kata “creative” menempati urutan kedua dari kata yang paling sering digunakan. Ternyata, para pelajar di Indonesia, lebih sering menggunakan kata “passionate” untuk dituliskan di dalam profil LinkedIn mereka.

Berikut di bawah ini adalah 10 kata yang paling sering digunakan hingga tahun 2016 ini secara keseluruhan:

  1. Creative
  2. Motivated
  3. Passionate
  4. Responsible
  5. Leadership
  6. Organization
  7. Strategic
  8. Analytical
  9. Dynamic
  10. Eag

Roger Pua, Senior Director of Corporate Communication LinkedIn untuk wilayah Asia Pasifik mengatakan, “Setiap profesional memiliki keunikannya masing-masing, karena itu sangatlah penting bagi mereka untuk bisa menceritakan kisahnya dengan jelas agar dapat menonjol dari yang lain. Tindakan yang dilakukan oleh seseorang adalah bahan pembuktian yang jauh lebih kuat, dibandingkan dengan hanya kata-kata indah semata.”

Lanjut Roger, ”Daripada menuliskan kata-kata yang telah umum digunakan, kami mengajak para pengguna LinkedIn untuk membuat diri mereka ‘berbeda’. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menampilkan hasil kerja dan prestasi seperti penghargaan, presentasi, hasil penelitian, dan berbagai macam dokumen pendukung lainnya. Perlu juga diingat bahwa gambar sering kali mampu bercerita lebih banyak, dibandingkan dengan kata-kata. Marilah kita meninggalkan kata-kata yang sudah umum dalam mendeskripsikan keunikan kisah kita.”

Anastasia Herawati, Recruitment & Selection Superintendent, Kompas Gramedia Group of Magazine menambahkan, “Berkaca dari bertahun-tahun pengalaman saya berkecimpung dalam bidang perekrutan, berbagi sudut pandang terhadap suatu isu secara profesional merupakan cara yang paling efektif untuk menampilkan profesionalitas seseorang di mata perekrut.”

Hal senada turut disampaikan oleh Achmad Firdaus, Country Manager PT. Humana International Indonesia, sebuah perusahaan rekrutmen multinasional terkemuka dalam bidang executive search mengatakan, “Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para profesional di wilayah ini sebaiknya lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan terbuka. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing seseorang adalah dengan mempersiapkan keahlian khusus. Menjadi spesialis atau profesional yang menonjol dalam bidang yang digelutinya, akan membantu seseorang untuk lebih bersinar dibanding profesional lainnya.”

Achmad menambahkan, “Untuk bisa merefleksikan hal tersebut di LinkedIn, keahlian khusus serta berbagai pengalaman pendukung perlu dijadikan sorotan utama dalam profilnya. Dan, beberapa hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak rekan-rekan seprofesi – yang memiliki keahlian serupa – untuk terhubung dan cobalah mendapatkan endorsement dari mereka. Selain itu, jangan malu untuk menampilkan prestasi yang telah diraih, menulis secara mendetail tentang setiap deskripsi dan cakupan pekerjaan yang pernah atau sedang dijalankan. Jangan lupa juga untuk bergabung dengan grup-grup profesional dari dalam dan luar negeri yang seprofesi. Cara-cara inilah yang dapat dilakukan oleh profesional di Indonesia untuk lebih menonjol dibanding profesional dari negara lainnya di ASEAN.”

LinkedIn mengajak para profesional di seluruh dunia untuk berpikir ulang tentang istilah dan kata yang mereka gunakan dalam profil mereka, dalam rangka memusnahkan buzzwords, dan sebagai gantinya, meluangkan waktu untuk memperbarui kembali profil LinkedIn mereka. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan statistik untuk menunjukan hasil, mengunggah presentasi pekerjaan untuk memperlihatkan kreativitas, atau cukup dengan mengunggah foto pekerjaan untuk memeriahkan profil.

Selain saran-saran dari pimpinan perusahaan di atas, LinkedIn juga menambahkan beberapa tips untuk menyempurnakan profil pengguna LinkedIn:

  1. Tonjolkan diri Anda: Ringkasan profil Anda adalah yang pertama kali dibaca oleh orang lain. Anda harus tahu bagaimana menunjukan kemampuan “leadership” dengan “great track record” tanpa perlu menggunakan buzzwords tersebut. Tonjolkan diri Anda dengan menuliskan pengalaman dan berfokus pada bagaimana Anda memanfaatkan kepemimpinan tersebut dengan contoh yang spesifik. Anda juga bisa menunjukan hasil yang hebat tersebut dengan angka-angka statistik pendukung.
  2. Sebuah gambar bermakna ribuan kata: Daripada mengungkapkan bahwa Anda ‘creative’, mengapa tidak menunjukannya secara langsung dengan presentasi, desain kerja, dan proyek yang Anda banggakan? Anda harus ingat bahwa Anda hanya memiliki waktu lima sampai sepuluh detik untuk menampilkan kesan ‘creative’ tersebut.
  3. Berbagi sudut pandangan dan berita: Anda memiliki ‘extensive experience’ dan ‘great communication skills’? Ungkapkan dengan menerbitkan post di LinkedIn. Dengan begitu,  Anda telah berbagi pengetahuan dengan pengguna LinkedIn lainnya.
  4. Bertemu dengan rekan seprofesi: Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda ‘motivated’ untuk sukses di industri, bergabunglah dengan sebuah grup. Berbagi pemikiran dalam bentuk berita atau artikel yang menunjukkan pemahaman Anda dalam industri yang digeluti. Pengguna yang aktif di dalam grup akan mendapatkan 15x kunjungan profil lebih banyak ketimbang yang tidak bergabung dalam grup.
  5. Rekomendasikan teman: Jika Anda berpikir bahwa seseorang itu ‘exceptional’, mengapa tidak mengungkapkannya? Gunakan waktu untuk menuliskan rekomendasi yang bermanfaat yang disertakan dengan contoh spesifik.  Tak hanya menunjukkan bahwa Anda mengenal orang tersebut, kemungkinan besar Anda juga akan diberikan rekomendasi pula oleh orang tersebut. Rekomendasi jauh lebih bermakna ketimbang ratusan buzzwords. •

PANDI Buka Pendaftaran Registrar Baru

0

idPENGELOLA Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sejak Februari 2016 membuka pendaftaran untuk menjadi registrar baru. Pembukaan ini merupakan pertama kalinya sejak PANDI menyerahkan fungsi pendaftaran nama domain .ID kepada registrar di 2012.

Sebelum 2012, PANDI merangkap sebagai registri sekaligus registrar nama domain .ID. Registri merupakan pengelola nama domain yang mengatur kebijakan pendaftaran nama domain, mengatur sistem nama domain secara teknis, dan menyelesaikan perselisihan nama domain. PANDI ditetapkan oleh Kementerian Kominfo RI sebagai Registri Nama Domain Indonesia melalui Keputusan Menkominfo RI nomor 806 tahun 2014.

Registrar merupakan pengelola nama domain yang bertugas menerima pendaftaran nama domain dan mengaktifkan nama domain yang telah didaftarkan. Sesuai PP No.82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, registri dapat memberikan kewenangan pendaftaran nama domain kepada registrar. Saat ini PANDI memiliki 12 registrar swasta yang aktif sejak 1 Oktober 2012.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah, mengatakan, peningkatan pemanfaatan internet yang sangat pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir perlu didukung layanan prima dalam pendaftaran nama domain. “Penambahan registrar dirasa perlu untuk meningkatkan layanan kepada pengguna domain .ID,” ujarnya.

Berbeda dengan sistem pendaftaran registrar empat tahun silam yang menggunakan sistem beauty contest, saat ini PANDI memilih menggunakan sistem akreditasi. “Kami mengadopsi sistem yang digunakan ICANN dalam melakukan akreditasi registrar baru, “kata Andi. Dengan model akreditasi, perusahaan yang berminat menjadi registrar dapat mengajukan diri setiap saat.

Pendaftaran registrar baru ini terbuka untuk seluruh perusahaan Indonesia yang memenuhi syarat. “Sesuai aturan perundangan, registrar nama domain .ID harus perusahaan Indonesia,” tegas Andi. Untuk bisa menjadi registrar, perusahaan tersebut harus memenuhi semua persyaratan dan mengisi formulir permohonan yang ada di http://registrar.pandi.id.

“Dengan bertambahnya perusahaan yang menjadi registrar domain .ID, selain layanan yang semakin baik, kami juga berharap ekonomi digital di Indonesia akan menjadi semakin bergairah di tahun ini,” pungkas Andi. •

40 Tahun, Epson Lampaui Harapan Pelanggan

0

Definisi tinggi, proyeksi resolusi tinggi dan teknologi cetak yang paling mutakhir adalah yang terlintas dibenak ketika berpikir tentang Epson. Selama lebih dari 40 tahun, merek Epson berarti kualitas, inovasi dan pemimpin di dunia.

Tanaka ToshimitsuSECARA luas dikenal dengan teknologi terdepan dan berkelas dunia, Epson konsisten mengupayakan kemajuan dalam hal teknologi. Mulai dari pionir untuk printer compact digital ringan pertama di dunia, EP-101, hingga menciptakan jam berteknologi quartz pertama di dunia, Epson berhasil mendefinisikan ulang pengalaman manusia lebih dari beberapa dekade.

Pertama di Dunia yang Memungkinkan Melintasi Budaya Inovasi

Pada tahun 1982, Epson menciptakan komputer portable genggam pertama, HX-20, pelopor untuk PC portabel moderen. Pengembangan yang cukup penting lainnya adalah penemuan televisi berwarna dengan liquid crystal komersil pertama di dunia, “The Televian”, yang diperkenalkan oleh Epson 1984. Epson juga menjadi pionir untuk teknologi 3LCD, yang saat ini menjadi andalan pada projektor moderen yang memberikan pengalaman visual luar biasa pada para pelanggan.

“Budaya inovasi dan pengembangan teknologi di Epson, digerakkan oleh keinginan untuk memberikan customer value yang luar biasa. Inovasi teknologi juga selalu didasari oleh keinginan untuk mengisi kekosongan teknologi, sehingga saat kami membutuhkan teknologi yang belum ada, kami menciptakannya sendiri.” ungkap Toshimitsu Tanaka, Managing Director Epson Regional Singapore.

“Dan seiring dengan perkembangan pelanggan dunia, kami menyesuaikan strategi secara berkala untuk mendorong nilai pelanggan yang sebenarnya pada teknologi-teknologi utama kami” Tanaka menambahkan.

Pemimpin Teknologi Cetak

Yang terbaru dan terdekat dengan rumah, drive Epson untuk inovasi dan kualitas telah dikenal, dimana perusahaan juga telah melakukan revolusi pada industri cetak. Pada tahun 2010, Epson memperkenalkan printer dengan sistem tangki tinta pertama di Asia tenggara, printer pertama didunia yang memiliki tangki tinta berkapasitas tinggi dibandingkan dengan katrid tinta. Untuk menyenangkan para pelaku bisnis kecil dan para pelanggan, biaya mencetak secara drastis semakin rendah dengan kehadiran sistem tinta yang dapat diisi ulang (refillable).

Semenjak peluncuran printer sistem tangki tinta, Epson melihat market sharenya saat ini tumbuh secara eksponen, dari 14,7% tahun 2011 hingga 27,6% tahun 2015 di wilayah Asia Tenggara1.

Tentu saja, silsilah perusahaan dalam hal menciptakan dan membangun mesin serta pembuatan jam telah mendorong Epson dalam pembangunan berkelanjutan dari teknologi-teknologi utama yang meliputi printhead inkjet Micro Piezo yang telah memenangkan penghargaan, microdisplays, sensing, dan teknologi robotik. Teknologi-teknologi ini berada pada jantung bisnis Epson saat ini.

Mengubah Cara Pandang Kita Pada Dunia

Inovasi terbaru Epson digabungkan dengan pencapaian paling tinggi teknologi microdisplay adalah kacamata cerdas Moverio. Diluncurkan baru-baru ini, Moverio, dengan teknologi augmented reality yang tertanam memungkinkan para pengguna menyaksikan konten secara hands-free pada kacamata cerdas ini.

“Pada komunikasi visual, kami melakukan revolusi pada cara bagaimana suatu informasi dikomunikasikan dengan menggunakan microdisplay yang dikombinasikan dengan desain oprical kami, pabrik dan teknologi interaktif untuk proyeksi citra yang lebih tajam dan cerah,” Tanaka menjelaskan.

Epson juga konsisten dengan bisnis projektornya, sebagai market leader di kawasan Asia Tenggara, dengan tingkat pertumbuhan market share 27.4% tahun 2015 – mengalami peningkatan 23.2% pada 2014, menurut FutureSource Consulting dan Epson mampu mempertahankan posisinya tersebut selama 14 tahun berturut-turut.

Teknologi Epson dengan cepat mendapatkan popularitas baik untuk sektor korporasi dan juga pendidikan terutama dengan peluncuran projektor interaktif sentuh (fingertouch) 3LCD pertama didunia untuk sekolah dan bisnis, sama dengan peluncuran projektor reflektif 3LCD dual laser pertama di dunia untuk hiburan dirumah.

Masa Depan Cerah, Masa Depan adalah Epson

Apa selanjutnya, dalam perjalan Epson kedepan? Teknologi robotik Epson tidak hanya memenangkan penghargaan tapi juga dikerahkan untuk meningkatkan produktifitas dan nilai pabrik.

Sebagai perusahaan yang menyediakan robot six-axis dengan performa tinggi, Epson memiliki 37% global market share untuk robot SCARA. Lebih khusus, bisnis robotik Epson di Asia Tenggara mengalami pertumbuhan dengan lebih dari 2,500 robot yang telah diinstal dan sedang beroperasi di wilayah ini. “Kami memproyeksikan perkembangan double-digit untuk mid-term ini di wilayah Asia Tenggara. Selain robot SCARA, teknologi precision kami terus mengembangkan robot dua lengan autonomous untuk generasi selanjutnya,”ungkap Tanaka.

Teknologi printhead Epson Micro Piezo, adalah inti dari teknologi inkjet Epson, demikian juga dengan teknologi dari generasi PrecisionCoreTM selanjutnya yang terdiri dari chip cetak Micro Thin Film Piezo, secara berkelanjutan mendorong bisnis Epson – dengan fleksibilitas dan sifat yang dapat diukur, mampu mencetak melewati susunan material dan dengan tipe tinta berbeda melewati beberapa bidang. “Kami fokus untuk mengembangkan adopsi cetak digital untuk tekstil diantara para pelanggan cetak analog diwilayah ini,” ucap Tanaka. “Teknologi cetak kami memungkinkan kami untuk memperluas ke area lainnya seperti pakaian fesyen, hadiah, barang dagangan, soft signage, dekorasi rumah dan lainnya. Prospek perkembangannya bagus.”lanjutnya lagi.

Merayakan 40 tahun lebih keberadaan merek Epson, perusahaan meneruskan komitmen tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat. “ Epson tidak selalu tentang hardware. Kami memperhatikan nilai tambah melalui keterlibatan komunitas yang ada. Hal ini mempertegas pandangan dan pendekatan kami,” ungkap Tanaka.

“Kami meningkatkan kemampuan kami dalam hal tanggung jawab perusahaan. Di Singapura, kami mendukung asosiasi olahraga lokal dan dengan tim MERCEDES AMG PETRONAS Formula One, kami membantu memberikan kesempatan ekspose dan pelatihan bagi kaum muda. Di Filipina sebagai contoh, kami memiliki program yang bertujuan menghibur anak-anak pasien kanker melalui foto-foto yang kami cetak,” tambah Tanaka lagi.

Tentu saja, visi Epson kedepan tetap kuat dan fokus, seperti Epson yang terus didorong oleh inovasi untuk berkembang dan beradaptasi terhadap kebutuhan pelanggan saat ini yang terus berubah. •

Lenovo Kenalkan ThinkPad P50 dan P70

0

Thinkpad_P50_Hero_Shot_Manufacturing_0005LENOVO menghadirkan Lenovo ThinkPad P50 dan P70, mobile workstation yang diperkuat dengan prosesor Intel Xeon E3-1500M v5 pertama di Indonesia, dan Lenovo ThinkPad P40, workstation multimode pertama di dunia.

Mobile workstation ini memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi-aplikasi dari Independent Software Vendor (ISV) dengan beban kerja tinggi sehingga dapat mendorong inovasi dan produktivitas bidang teknik serta industri kreatif.

“Kami sangat bangga mengumumkan ketersediaan dari mobile workstation yang memiliki kinerja dan kehandalan terbaik di Indonesia. Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan perangkat yang dibutuhkan pengguna demi mendorong terciptanya inovasi,” ucap Johny Dermawan, KA/GA Lead, Lenovo Indonesia Region.

“Kerjasama kami dengan Intel memungkinkan kami untuk menciptakan perangkat yang paling dapat diandalkan dan memiliki kinerja tertinggi dari perangkat yang pernah ada,” lanjutnya.

Lenovo ThinkPad P70 dan P50 merupakan mobile workstation yang dirancang untuk para profesional industri kreatif, media, teknik hingga mineral dan pertambangan yang membutuhkan kinerja komputasi serta grafis tingkat tinggi. Profesional di bidang ini seringkali bekerja dengan aplikasi yang kompleks dan memakan sumber daya banyak untuk menciptakan hasil kerja yang kreatif serta inovatif, sehingga mereka membutuhkan workstation yang handal dan memiliki kinerja sangat tinggi, di manapun mereka berada.

P70 hadir dengan ukuran layar 17 inci, dan kapasitas RAM bisa ditingkatkan hingga 64GB DDR4 ECC. Mobile workstation ini dapat mendukung hingga 4 buah perangkat penyimpanan dan SSD berbasis teknologi PCIe dengan kapasitas mencapai 1 terabyte. Untuk ekspansi, mobile workstation ini dilengkapi dengan USB 3.0 Always-on Charging, HDMI 1.4, Mini DisplayPort 1.2, serta dua slot Thunderbolt 3/USB3.1 (type C) combo untuk konektivitas berkecepatan tinggi hingga 40Gbps.

P50 merupakan varian ThinkPad P series yang lebih tipis serta ringan dibanding P70, dengan bentang layar 15.6 inci. Baik P70 dan P50 sama-sama menggunakan resolusi layar 4K (3840×2160 piksel UHD), ditenagai oleh pengolah grafis NVIDIA Quadro GPU. Di samping itu akurasi warnanya sempurna karena mampu menampilkan 92% gamut dan sudah dikalibrasi menggunakan X-Rite Pantone.

Sistem FLEX Performance Cooling baru yang ditanamkan memungkinkan kedua mobile workstation ini bekerja keras tapi tetap dingin dan senyap berkat rancangan kipas pendingin ganda. Rancangan revolusioner ini juga meningkatkan uptime dari ThinkPad P series karena sistem mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tingkat beban kinerja yang diberikan oleh aplikasi.

Lenovo ThinkPad P70 dan P50 juga tangguh untuk segala medan karena ketahanan rangkanya sudah dibuktikan dengan uji MIL-SPEC. Mobile workstation ini tahan lama untuk dipakai bekerja karena baterai yang digunakan berkapasitas tinggi: P70 dilengkapi dengan baterai 8 Cell 96 WHr, sedangkan P50 dilengkapi baterai 4 Cell 66 WHr.

ThinkPad P70 akan tersedia dengan harga mulai $1.999 (Rp 27 juta), sedangkan untuk seri P50 mulai dari harga $1.599 (Rp 21 juta). •

5 Tren Keamanan Identitas di 2016

0

 

3d illustration of lock concept button on keyboard with soft focus

HID Global, perusahaan solusi Keamanan Identitas, telah mengidentifikasi tren keamanan di tahun 2016, yang didasarkan pada pemahaman mendalam para pelanggan dari berbagai bidang, dan dengan berbagai percobaan serta penyebarluasan solusi-solusi mutakhir yang dimiliki perusahaan dengan bekerja sama dengan beberapa mitra dan perusahaan end-user di seluruh dunia.Perspektif industri yang luas yang dimiliki HID Global membawa perusahaan untuk dapat menentukan lima poin penting yang memiliki dampak besar di tahun ini terhadap manajemen identitas dan akses, serta identifikasi warga dan Internet of Things (IoT).
Perspektif industri yang luas yang dimiliki HID Global membawa perusahaan untuk dapat menentukan lima poin penting yang memiliki dampak besar di tahun ini terhadap manajemen identitas dan akses, serta identifikasi warga dan Internet of Things (IoT).

“Kami melihat beberapa perkembangan tren di tahun yang baru, seperti permintaan akan pengalaman pengguna yang lebih mobile-centric dan memuaskan yang HID Global percaya akan menjadi pendorong utama inovasi teknologi keamanan di tahun 2016,” ujar Stefan Widing, Presiden dan CEO HID Global. “Pelanggan akan semakin menginginkan pengalaman Keamanan Identitas yang komprehensif untuk para pengguna mereka yang menjadi dasar terbentuknya solusi yang lebih fleksibel dan sesuai dalam era baru identitas digital yang saling terhubung dan Internet of Things.”

Stefan Widing, Presiden dan CEO HID GlobalTren 2016 yang dimiliki oleh HID Global lebih terfokus kepada pengalaman pengguna yang lebih mobile dan terhubung, serta perbaikan yang berkelanjutan terkait perlindungan hak pribadi konsumen dan layanan terbaik. Berikut adalah tren yang berhasil HID Global himpun:

Tren 1: “Memobilisasi” keamanan akan menjadikannya lebih luas dan personal

Gaya hidup identitas baru yang lebih aman akan tercipta dalam lingkup perangkat mobile yang telah ada saat ini.Fitur masuk ke komputer dan jaringan serta akses Driver License dan aplikasi lainnya akan terhubung dengan fungsi keamanan pada ponsel, tablet dan laptop. Begitupun dengan perangkat wearable dan ponsel yang terhubung dengan RFID untuk menambah keamanan dan kepercayaan terhadap IoT.

Tren 2: Keamanan akan lebih terfokus kepada pengalaman pengguna

Langkah ini akan menghilangkan kesenjangan antara perencanaan dan kepatuhan (compliance), serta memastikan bahwa keamanan dapat beradaptasi dibandingkan dengan menentukan kebutuhan para pengguna dan gaya hidup mereka.

Cara lama untuk memberikan otentikasi akan digantikan oleh alternatif lain yang lebih baik.

Tren 3: Aman, identitas yang saling terhubung akan lebih efisien dan inovasi kerja kami adalah belanja dan bermain

Industri ini akan memasuki babak berikutnya dalam identitas terhubung, menggunakan strategi keamanan berlapis yang mencakup biometrik untuk menghubungkan identitas kepada masing-masing pemilik.

Tren 4: Akan ada lebih banyak perhatian pada hak pribadi seiring meningkatnya konektivitas and mobilisasi

Identitas akan lebih diperluas tidak hanya tentang manusia dan identitas pribadi mereka terhadap identitas objek dan otentikasi, tapi juga memperhatikan kebutuhan akan perlindungan informasi pribadi di setiap perangkat, layanan dan aplikasi yang saling terhubung.

Tren 5: Kebijakan keamanan dan praktik terbaik akan sama pentingnya dengan kemajuan teknologi

Industri ini akan lebih terfokus tidak hanya pada apa yang harus disebarluaskan, tapi juga tentang bagaimana (cara menyebarluaskannya) – dari driver license digital pertama di Amerika Serikat hingga sistem manajemen terpadu agar perusahaan-perusahaan dapat lebih holistik dalam memberikan keamanan fasilitas dan informasi. Daripada hanya terfokus kepada cara untuk mencegah pelanggaran, industri juga dapat melakukan yang terbaik untuk mengendalikan apa yang akan terjadi berikutnya, sehingga identitas yang dicuri tidak akan dapat digunakan oleh si pencuri.

Teknologi Seos HID Global menyediakan fondasi untuk memajukan tren ini, sehingga memungkinkan bagi perusahaan untuk lebih percaya diri menggabungkan solusi mobile dan memberdayakan pengguna mereka dengan aplikasi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Silahkan unduh rincian tentang tren HID Global 2016. •

F5 Deteksi Malware Perbankan Terbaru di Indonesia

0

malwareSEBUAH varian terbaru dari malware perbankan canggih dideteksi aktif oleh F5 WebSafe security Solutions, dan menargetkan institusi perbankan di Indonesia. Malware tersebut tidak menyerang institusi keuangan secara langsung, tetapi fokus menargetkan konsumen atau pengguna layanan perbankan melalui internet. Varian terbaru dari malware canggih yang pertama kali ditemukan oleh F5 Networks ini dinamakan Tinbapore. Tinbapore merupakan varian kelima dari Tinba banking Trojan (a.k.a. Tinybanker, Zusy, and H?NT€R$) yang sudah terkenal dengan rekam jejaknya dalam menyerang institusi keuangan di berbagai penjuru dunia dan membuat jutaan hingga miliaran dolar adalah bahaya.

Berdasarkan data dari F5 Global Security Operations Center(SOC) saat ini, Singapura dan Indonesia menjadi target utama dari aktivitas Tinbapore di dunia. Dari keseluruhan serangan yang terjadi, sebanyak 30% dari total keseluruhan aktivitas malware ini terjadi di Singapura, sedangkan 20% menargetkan institusi dan pengguna layanan perbankan melalui internet di Indonesia.

“Tinbapore atau varian terbaru dari Tinba malware ini merupakan malware terbesar yang berhasil dideteksi oleh Security Operation Center (SOC) global kami. Malware ini diklasifikasikan sebagai sebuah aktivitas kriminal yang sangat berbahaya dengan level Severity One / kritis,” kata Andre Iswanto, Manager Field System Engineer, F5 Networks. “Baik institusi dan juga pengguna layanan perbankan melalui internet harus lebih berhati-hati dan lebih menaruh perhatian pada jenis malware ini, karena sifatnya yang mengeksploitasi kelengahan pengguna dalam hal keamanan berinternet.”

Cara kerja Tinbapore serupa namun tidak sama dengan phishing. Phishing mengalihkan pengguna ke sebuah situs baru, namun Tinbapore mampu secara langsung memodifikasi tampilan situs web. Banyak metode yang dapat dilakukan oleh malware ini seperti menambahkan fitur baru – yang akan tampak seperti layanan yang sah – untuk mencuri data pengguna, dan mengubah input data (seperti nomor rekening tujuan transfer uang) di dalam sistem tanpa harus mengubah tampilan data tersebut di layar. Yang membuat varian terbaru ini lebih berbahaya dari varian lainnya adalah kemampuannya untuk mampu aktif kembali walaupun Command & Control (C&C) server malware tersebut telah ditutup.

“Cara kerja Malware ini sederhana namun fatal akibatnya. Contohnya, ketika pengguna ingin mentransfer sejumlah uang ke suatu rekening tujuan, maka malware ini dapat mengubah nomor rekening tujuan dan memodifikasi tampilan di layar sehingga tampak tidak ada yang berubah. Pada akhirnya, pengguna akan menjalankan proses transfer uang tanpa curiga dan uang pun masuk ke rekening penjahat.”

Penyebaran Tinbapore dilakukan melalui e-mail spam dan tautan yang mengarahkan pengguna menuju suatu situs web berbahaya. Ketika pengguna mengunjungi situs tersebut, malware Tinbapore akan disuntikan ke dalam sistem dan peramban (browser) web milik pengguna. Malware yang telah disuntikan tersebut hanya akan aktif jika pengguna mengakses layanan internet banking.

Tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh pengguna untuk menanggulangi risiko ini, lanjut Andre, “Hal terpenting yang harus dilakukan oleh pengguna adalah membekali diri mereka dengan berbagai pengetahuan tentang keamanan berinternet. Namun di sisi lain, institusi perbankan-lah yang lebih berperan penting untuk memastikan keamanan pengguna layanan mereka. Mereka harus mengedepankan keamanan pengguna dengan cara bermitra dengan tim-tim intelegensi keamanan internasional yang memiliki pengalaman luas serta pelanggan dari berbagai negara, seperti F5 Security Operations Center (SOC).

Hal ini membuat perusahaan bisa memiliki pengetahuan luas tentang berbagai kejadian dan serangan yang terjadi di negara lain. Pengetahuan ini akan memungkinkan perusahaan untuk bisa mendeteksi ancaman keamanan sedini mungkin, sehingga tim manajemen Risk/Fraud di dalam perusahaan mampu mengambil keputusan yang lebih terinformasi guna memastikan keamanan pengguna layanan mereka,” tutup Andre. •

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI

0

1. Soegiharto Santoso - Hoky - ApkomindoKetua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Soegiharto Santoso mengatakan Apkomindo tetap Optimis dan teror bom di Thamrin kemarin tidak akan menganggu iklim investasi di tanah air terutama di bidang TI.

Hanya saja, jika teror bom terjadi berulang kali tentu akan mempengaruhi bisnis secara keseluruhan dan bukan hanya terhadap Bisnis TI, Hal tersebut dikemukakan Soegiharto ketika dihubungi, Jumat (15/1).

“Jika hanya sekali saja dan dapat cepat diatasi oleh aparat keamanan, seperti yang terjadi kemarin tentunya tidak akan berdampak besar. Tapi jika berulang kali tentu akan berpengaruh ke semua sektor, khususnya sektor pariwisata, keuangan, pasar modal dan perhotelan serta penerbangan. Kami mengapresiasi kepada pemerintah khusus kepada pihak POLRI dan TNI dalam hal gerak cepat mengatasi gangguan teror bom di Thamrin, Jakarta. ” terangnya.

SONY DSC

Lebih lanjut ditambahkan, bagi kami di APKOMINDO yang anggotanya mencapai 2000 tetap optimis dan tahun ini bisnis di bidang TI tetap menjanjikan setelah tahun sebelumnya lesu.

“Kemarin (14/1) setelah menghadiri MUSDA ke 3 (tiga) DPD APKOMINDO Bogor, saya kembali ke Jakarta dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa serta tidak ada jadwal rapat yang kami batalkan, bahkan bersama teman-teman Pengurus Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) diantaranya Dedy Budiman, Aster Theresia Sitohang, Yani Sastra dan Indra Hadiwidjaja, tetap melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) antara Asosiasi-asosiasi yang ada di Indonesia dengan Direktur Pembinaan SMK, KEMENDIKBUD: Bpk M. Mustaghfirin Amin, tujuannya untuk membahas penyelarasan antara kebutuhan dunia industri dan anak2 didik SMK dibidang pemasaran dan penjualan, meskipun untuk mencapai lokasi acara di Hotel Atlet Century membutuhkan perjuangan, karena beberapa ruas jalan di Jakarta diblokir oleh pihak POLRI, namun akhirnya tetap dapat mencapai lokasi dan acara FGD tetap dapat berjalan dengan lancar serta sukses untuk ditindak lanjuti dengan pertemuan FGD berikutnya”.

SONY DSC

Dalam kesempataan yang baik ini, saya juga mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musda ke 3 (tiga) DPD APKOMINDO Bogor dan atas terpilihnya Dewan Pengurus Daerah APKOMINDO Bogor masa bhakti 2016-2019; Moch Rusli Prihatevi (Ketua), Nursamsi (Sekda) dan Agus Setiawan (Bendahara), serta kepada seluruh Dewan Pertimbangan Asosiasi DPD APKOMINDO Bogor masa bhakti 2016-2019; Muzakkir (Ketua), Kusmardi Gunawan, Dicky Kurniawan, Puguh Kuswanto, Slamet Riyadi.

Bagi saya DPD APKOMINDO Bogor adalah sangat istimewa, karena DPD APKOMINDO Bogor adalah salah satu DPD APKOMINDO yang sangat aktif, bahkan mampu terus melakukan berbagai kegiatan yang positif, serta mampu selalu melibatkan berbagai pihak Asosiasi terkait lainnya, diantaranya; KADIN Bogor, HIMPI Jabar, HIMPI Bogor, IWAPI Bogor dan pihak pemerintah Kota Bogor, sehingga disetiap kegiatan yang di selenggarakan oleh DPD APKOMINDO Bogor selalu dihadiri oleh pihak terkait tersebut, bahkan selalu diliput oleh berbagai media besar kota Bogor.

“Saya juga senang selain APKOMINDO yang selalu Optimis, ternyata secara kasat mata kita juga melihat bahwa masyarakat kita tetap optimis. Terbukti masyarakat Jakarta tetap beraktivitas seperti bisa tidak berpengaruh dengan peristiwa kemarin, memang Rupiah sempat melemah, karena ledakan Bom Thamrin, namun saat ini Rupiah kembali menguat, ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pemerintah tetap tinggi, oleh karena itu APKOMINDO akan terus secara bersama-sama membangun mindset positif serta optimis, sambil tetap peduli dan waspada terhadap ancaman terorisme, oleh karenanya kita harus turut mengawasi lingkungan kita masing-masing dan segera menginformasikan kepada pihak keamanan apabila ada hal-hal yang mencurigakan.” pungkasnya.

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan