Home Blog Page 17

Danantara Bangun Sistem Pengembangan SDM Kelas Dunia

0

BISKOM,Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, berbicara di hadapan jajaran pimpinan dan talenta terbaik BUMN dalam kegiatan pengembangan kepemimpinan yang digelar pada Jumat (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Menurutnya, kepemimpinan yang kuat menjadi kunci untuk memastikan perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manager itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” ujar Dony, mengutip akun resmi BP BUMN.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Danantara tengah membangun sistem pengelolaan SDM yang terintegrasi dan berstandar kelas dunia di seluruh ekosistem BUMN.

Sistem tersebut diawali dengan penerapan Single Grading System dan Job Value untuk menyelaraskan sistem penilaian serta pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan.

Selain itu, Danantara juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai dasar penempatan talenta.

Melalui sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif sehingga praktik penempatan berdasarkan unsur like and dislike tidak lagi memiliki ruang.

Sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University yang akan menjadi pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN.

Para peserta akan dibekali standar kompetensi, kepemimpinan, dan soft skills yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa depan.

Melalui sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN pada masa mendatang dapat diisi oleh talenta yang tumbuh dan berkembang dari dalam perusahaan.

“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan.

Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony.

Menutup arahannya, Dony menegaskan bahwa membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO agar transformasi yang telah dijalankan dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi bagi generasi pemimpin berikutnya.

“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” tegas Dony di hadapan 383 talenta pilihan BUMN.(Surame)

Eksibisi Padel di Porprov, Senator Mirah Sebut Momentum Tonggak Lahirnya Atlet Berprestasi di NTB

0

BISKOM,Jakarta – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia Provinsi NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan cabang olahraga padel sebagai nomor eksibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB.

“Kehadiran padel dalam ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperluas ekosistem olahraga prestasi di daerah,” ujar Mirah,

Pernyataan tersebut disampaikan Senator Mirah saat menghadiri pembukaan eksibisi padel Porprov NTB yang juga dihadiri Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, jajaran Pengurus Padel Indonesia Provinsi NTB, atlet, pelatih, serta para pegiat olahraga.

Senator Mirah menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar ajang kompetisi antardaerah, melainkan fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi yang kelak mampu mengharumkan nama NTB di tingkat nasional maupun internasional.

Karena itu, setiap cabang olahraga yang menunjukkan perkembangan positif perlu diberikan ruang untuk bertumbuh melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Status eksibisi tidak boleh dipandang sebagai posisi yang lebih rendah.

Justru, ini adalah momentum awal untuk menunjukkan bahwa padel memiliki organisasi yang kuat, atlet yang potensial, sistem kompetisi yang baik, serta dukungan masyarakat yang terus meningkat.

Ini menjadi langkah penting menuju pengakuan sebagai cabang olahraga resmi pada Porprov mendatang,” ujar Senator Mirah.

Menurutnya, perkembangan padel dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat menggembirakan.

Olahraga ini semakin diminati di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena menawarkan permainan yang dinamis, kompetitif, sekaligus dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia.

Di NTB sendiri, pertumbuhan komunitas padel dan meningkatnya jumlah masyarakat yang mulai mengenal olahraga tersebut menjadi indikator bahwa padel memiliki prospek besar untuk dikembangkan.

“Antusiasme masyarakat harus kita sambut dengan kebijakan pembinaan yang tepat.

Jangan sampai perkembangan ini berhenti hanya sebagai tren sesaat.

Kita harus membangun jalur pembinaan yang jelas mulai dari komunitas, klub, kompetisi, hingga pembinaan atlet berprestasi,” katanya.

Senator Mirah juga mengapresiasi komitmen Pengurus Padel Indonesia Provinsi NTB yang menjadikan eksibisi Porprov sebagai langkah awal membangun kalender kompetisi yang berkesinambungan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya peserta pertandingan, tetapi juga dari konsistensi dalam melakukan pembinaan, regenerasi atlet, dan peningkatan kualitas kompetisi.

Ia berharap melalui eksibisi tersebut dapat lahir bibit-bibit atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota di NTB yang nantinya mampu bersaing pada tingkat nasional.

Selain menjadi ajang mengukur kemampuan atlet, kompetisi juga menjadi ruang evaluasi untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Kepada para atlet yang bertanding, Senator Mirah berpesan agar menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana belajar sekaligus membangun karakter.

“Menang maupun kalah adalah bagian dari proses. Yang terpenting adalah menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, dan terus meningkatkan kemampuan.

Kalian adalah generasi perintis yang sedang membuka jalan bagi masa depan padel NTB,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Senator Mirah menekankan bahwa kemajuan olahraga tidak dapat diwujudkan hanya oleh pengurus organisasi dan atlet semata.

Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI NTB, PB Padel Indonesia, dunia usaha, komunitas olahraga, serta masyarakat agar pembinaan olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi menjadi kunci. Ketika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, saya optimistis NTB tidak hanya mampu melahirkan atlet-atlet padel berprestasi, tetapi juga menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam perkembangan olahraga padel di Indonesia,” tutup Senator Mirah.(Surame)

Komeng Dukung Bang Azran Pimpin FORKABI: Memajukan Budaya Betawi adalah Amanat Konstitusi

0

BISKOM,Jakarta – Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Umum DPP FORKABI Achmad Azran (Bang Azran), yang juga Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, dalam memimpin organisasi masyarakat Betawi tersebut.

Menurut Komeng, kepemimpinan Bang Azran bukan hanya menguatkan organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

Komeng menegaskan bahwa Pasal 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

Karena itu, siapa pun yang berjuang melestarikan budaya daerah, termasuk budaya Betawi melalui FORKABI, sejatinya sedang menjalankan amanat konstitusi.

“Saya akan dukung penuh.

Karena Pak Azran sebagai Ketua FORKABI sama saja mendukung kebudayaan.

Pak Menteri Kebudayaan juga sudah menyampaikan bahwa dalam Pasal 32 UUD kita diamanatkan untuk mengangkat kebudayaan Indonesia dalam menghadapi peradaban dunia.

Berarti Bang Azran bersama teman-teman FORKABI sedang menjalankan amanat konstitusi itu,” ujar Komeng.

Komedian senior yang kini menjadi Senator asal Jawa Barat tersebut mengatakan kebudayaan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, sebelum berbicara mengenai kekuatan ekonomi, bangsa Indonesia terlebih dahulu harus memiliki identitas budaya yang kuat.

“Kebudayaan harus diangkat lebih dahulu. Baru setelah itu urusan materi dan ekonomi. Budaya adalah soft power yang mampu memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Jangan sampai kita hanya menerima budaya dari negara lain, tetapi kita juga harus mampu membawa budaya kita mendunia,” kata Komeng saat menghadiri pelantikan pengurus FORKABI di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 26 Juli 2026.

Komeng juga menitipkan harapan kepada Bang Azran agar FORKABI semakin aktif mengangkat potensi kuliner Betawi sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Ia menilai kuliner merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia.

“Saya titip kepada saudara saya Bang Azran, kalau bisa makanan-makanan Betawi ikut diangkat.

Jangan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mendunia.

Budaya itu bukan hanya kesenian, tetapi juga kuliner, adat, bahasa, dan seluruh kekayaan budaya yang kita miliki,” ujarnya diselingi candaan khas yang mengundang tawa para wartawan.

Lebih lanjut, Komeng mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menghadirkan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan sektor kebudayaan memperoleh perhatian yang lebih fokus.

“Sekarang pemerintah benar-benar memberikan perhatian kepada kebudayaan. Hadirnya Kementerian Kebudayaan menunjukkan bahwa budaya menjadi prioritas agar pengembangannya lebih maksimal.

Ini momentum yang harus dimanfaatkan oleh seluruh pegiat budaya, termasuk FORKABI,” tuturnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Ketua Umum DPP FORKABI yang juga Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komeng atas dukungan serta pandangan yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Menurut Bang Azran, dukungan dari seorang senator sekaligus seniman nasional seperti Komeng menjadi energi bagi FORKABI untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan Betawi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bang Komeng atas dukungan dan kepercayaannya.

Apa yang beliau sampaikan menjadi pengingat bagi kami bahwa merawat budaya Betawi bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan menjalankan amanat konstitusi.

FORKABI akan terus menjadi rumah besar bagi para budayawan, seniman, tokoh masyarakat, generasi muda, hingga pelaku UMKM untuk bersama-sama memajukan budaya Betawi agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bang Azran.

Bang Azran menegaskan bahwa kepengurusannya akan memberikan ruang seluas-luasnya kepada para seniman, budayawan, pelaku UMKM, dan pegiat kuliner Betawi untuk berkembang bersama FORKABI.

Menurutnya, komitmen tersebut telah diwujudkan sejak awal kepemimpinannya dengan melibatkan sejumlah seniman Betawi, termasuk Munaroh dan tokoh-tokoh budaya lainnya dalam berbagai kegiatan organisasi.

Ia meyakini bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat akan menjadikan Betawi sebagai budaya yang semakin maju, membanggakan, dan mampu menjadi salah satu wajah Indonesia di mata dunia.

“Kami ingin FORKABI menjadi motor penggerak kebangkitan budaya Betawi.

Seni, tradisi, bahasa, pencak silat, hingga kuliner Betawi harus menjadi kebanggaan bersama.

Dengan kebersamaan, saya optimistis budaya Betawi akan semakin hebat dan menjadi bagian penting dari kekuatan budaya Indonesia di tingkat global,” tutup Bang Azran.(Surame)

Kevin Wu: Jangan Sampai Arogansi Mengalahkan Aturan, Jakarta Harus Tegas Melindungi Petugas dan Menegakkan Hukum

0

BISKOM,Jakarta – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi A Fraksi PSI, Kevin Wu, menilai kasus pengemudi mobil mewah yang diduga menerobos lampu merah dan berselisih dengan seorang petugas keamanan di kawasan Bundaran HI tidak boleh dipandang sebagai konflik biasa.

Peristiwa tersebut merupakan ujian bagi komitmen pemerintah dalam menegakkan supremasi hukum dan melindungi petugas yang menjalankan tugas di ruang publik.

“Persoalan utamanya bukan soal mobil mewah atau viralnya sebuah video.

Persoalannya adalah apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang, atau justru kalah oleh rasa merasa lebih berkuasa,” ujar Kevin Wu.

Menurut Kevin, tindakan petugas keamanan yang berupaya menegur pelanggaran lalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik.

Karena itu, negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada siapa pun yang menjalankan tugas dengan itikad baik.

“Kalau petugas yang bertindak sesuai aturan justru mendapat intimidasi atau tekanan, lama-kelamaan tidak ada lagi yang berani menegakkan ketertiban.

Ini berbahaya bagi kehidupan kota.”

Kevin mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang tetap memproses dugaan pelanggaran lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa membedakan status sosial maupun jenis kendaraan.

“Hukum tidak boleh berhenti karena sebuah perkara telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Pelanggaran terhadap keselamatan publik tetap merupakan tanggung jawab hukum yang harus dipertanggungjawabkan.”

Sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta yang membidangi pemerintahan, Kevin juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya disiplin di ruang publik.

“Jakarta sedang menuju kota global. Kota global bukan hanya diukur dari gedung pencakar langit atau transportasi modern, tetapi juga dari budaya taat hukum, saling menghormati, dan keberanian melindungi petugas yang bekerja demi kepentingan masyarakat.”

Kevin mendorong adanya evaluasi terhadap sistem perlindungan bagi petugas lapangan, termasuk satpam, petugas Dinas Perhubungan, Satpol PP, PPSU, maupun petugas pelayanan publik lainnya, agar mereka memiliki kepastian perlindungan ketika menjalankan tugas sesuai prosedur.

Selain itu, ia meminta Pemprov DKI memperkuat kampanye budaya tertib berlalu lintas dan penghormatan kepada petugas sebagai bagian dari pendidikan karakter masyarakat perkotaan.

“Jangan sampai masyarakat mendapatkan pesan bahwa pelanggaran bisa ditoleransi ketika dilakukan oleh orang yang memiliki kekuasaan, kendaraan mewah, atau pengaruh.

Pesan seperti itu sangat berbahaya bagi kepercayaan publik terhadap hukum.”

Kevin menegaskan, DPRD akan terus mengawal terciptanya tata kelola pemerintahan yang berkeadilan, di mana setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

“Jakarta membutuhkan ketegasan, bukan ketakutan.

Negara harus berdiri bersama masyarakat yang taat aturan dan bersama petugas yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.”

Sebagai penutup, “Saya mengajak Gubernur DKI untuk tidak berhenti pada pernyataan simpati.

Pemprov perlu memastikan seluruh petugas di lapangan, baik satpam, Dishub, Satpol PP maupun petugas pelayanan publik lainnya, memiliki rasa aman ketika menjalankan tugasnya.

Keberpihakan pemerintah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.(Surame)

LAN RI Luncurkan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy

0

Prosesi pemukulan kentongan oleh Kepala LAN RI Muhammad Taufiq dan Wamen PPPA Veronica Tan tanda peresmian Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy

BISKOM | Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI resmi meluncurkan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy dalam ajang Women’s Leadership Forum 2026 bertajuk “Breaking Barriers, Building Impact” di Jakarta, Senin (27/07/2026). 

Inisiatif strategis hasil kolaborasi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini dirancang untuk membentuk kader pemimpin perempuan birokrasi secara terstruktur berbasis sistem merit.

Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy Dorong Reformasi Birokrasi

Peluncuran akademi kepemimpinan tersebut ditandai dengan pemukulan kentongan sebagai simbol resmi dimulainya era pengarusutamaan gender di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Langkah strategis ini merespons fakta demografi birokrasi, di mana perempuan kini mengisi 54 persen dari total 6,7 juta ASN nasional.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan bahwa program pelatihan ini hadir sebagai gerakan nasional untuk membangun ekosistem kepemimpinan yang inklusif dan berdaya. 

Menurutnya, tolok ukur pemimpin sejati tidak dihitung dari banyaknya pengikut, melainkan dari keberhasilan melahirkan figur-figur pemimpin baru yang berintegritas tinggi.

“Bukan sekadar pelatihan, ini adalah gerakan nasional untuk menciptakan keadilan berbasis kompetensi dan sistem merit yang transparan,” ujar Veronica.

Veronica menambahkan, ekosistem kepemimpinan inklusif bertumpu pada empat pilar utama, yaitu akses setara, partisipasi penuh, kontrol penentuan arah pembangunan, serta manfaat setara bagi seluruh lapisan warga negara.

Penguatan Sistem Merit dan Kepemimpinan Transformasional ASN

Sementara itu, Kepala LAN RI Muhammad Taufiq menjelaskan bahwa akademi ini menjadi wadah penempaan talenta terbaik bangsa secara berkelanjutan. Paradigma diskusi birokrasi saat ini tidak lagi mempertanyakan kemampuan perempuan dalam memimpin, melainkan cara pemerintah mengoptimalkan potensi talenta tersebut.

Merujuk data nasional, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan baru berada di angka 53 persen, padahal populasi perempuan mencakup 49,6 persen dari total 286 juta jiwa penduduk Indonesia. 

Taufiq menilai gaya kepemimpinan perempuan cenderung transformasional, memiliki empati tinggi, serta sangat kolaboratif dalam mempercepat inovasi pelayanan publik.

“Perempuan memang memiliki bakat memimpin secara alamiah, namun kepemimpinan yang berdampak luas perlu dibentuk dan ditempa secara terstruktur,” ujar Taufiq.

Taufiq mencontohkan rekam jejak Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk yang meniti karier birokrasi dari bawah di Papua hingga menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi. 

Pembinaan terstruktur ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sekaligus menekan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) birokrasi. Melalui penguatan akademi ini, pemerintah optimistis melahirkan standar pelayanan publik yang lebih responsif dan berkeadilan di seluruh daerah.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#LANRI #GenderMainstreaming #WomenLeadersAcademy #VeronicaTan #ASNPerempuan #SistemMerit #BirokrasiInklusif #KemenPPPA #KepemimpinanTransformasional #PelayananPublik

Baksos IKTS Pekanbaru Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis

0

Ketua Umum IKTS Pekanbaru Tohan beserta pengurus di Komplek Mahkota.

BISKOM | Pekanbaru – Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) Pekanbaru menggelar aksi kemanusiaan Baksos Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Gedung IKTS, Komplek Mahkota, Pekanbaru, Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang terbuka untuk umum ini berhasil mengumpulkan 176 kantong darah serta melayani ratusan warga dalam berbagai pemeriksaan medis tanpa dipungut biaya.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum IKTS Pekanbaru, Tohan, bersama Ketua Harian sekaligus Ketua Panitia, Nata Hedy Nyo. Pembukaan ini disaksikan jajaran pengurus, Peranan Wanita IKTS, muda-mudi IKTS, serta perwakilan pemerintah lokal wilayah Tanjung Rhu.

Respon Positif dan Partisipasi Warga Tanjung Rhu

Ketua Umum IKTS Pekanbaru, Tohan, menyampaikan bahwa baksos IKTS Pekanbaru merupakan agenda rutin organisasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Inisiatif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua RW 005 Kelurahan Tanjung Rhu, Jendri Sihotang Hasugian, yang menilai program medis ini amat menyentuh kebutuhan dasar warganya.

Usai peninjauan dari lantai satu hingga lantai tiga gedung, masyarakat Pekanbaru tampak memadati lokasi sejak pagi. Berdasarkan data panitia, layanan medis berhasil menjangkau ratusan penerima manfaat.

Rincian capaian pemeriksaan kesehatan gratis Pekanbaru ini mencakup pemeriksaan kacamata plus gratis untuk 234 warga dan cuci mata Y’rins bagi 180 warga. Selain itu, panitia mencatat 60 peserta mengikuti terapi akupuntur Zang Fu, 33 warga memanfaatkan Jhony Terapi, serta 10 warga menjalani terapi kaki Olylife.

Apresiasi Donor Darah dan Sinergi Mitra

Di samping pemeriksaan medis, aksi donor darah IKTS Pekanbaru bekerja sama dengan PMI berhasil menghimpun 176 kantong darah. Panitia membagikan paket sembako berupa beras 5 kg dan gula pasir 1 kg, dilengkapi undian doorprize sponsor bagi para pendonor darah.

Ketua RT setempat, Didin, mengungkapkan kegembiraannya atas program kacamata gratis tersebut. Ia menyebut aksi sosial berskala komprehensif ini baru pertama kali dirasakan langsung oleh warga RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu.

“Semoga IKTS tetap berjaya dan buat ketua umum, ketua harian serta segenap pengurus IKTS sehat selalu, Amin,” ujar Jendri Sihotang Hasugian, Ketua RW 005 Kelurahan Tanjung Rhu, Minggu (26/7/2026).

Keberhasilan bakti sosial di Gedung IKTS Pekanbaru ini didukung penuh oleh berbagai mitra kesehatan, seperti PMI, SMEC, Terapi Akupuntur Zang Fu, Eka Hospital, Y-Rins, Prodia Pekanbaru, IKPI, Indodes, Yadea, Bank CCB Pekanbaru, terapi Olylife, dan Jhony Terapi. Pelaksanaan program oleh IKTS Pekanbaru Tanjung Rhu ini mempertegas kepedulian sosial kemasyarakatan di Kota Pekanbaru.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#BaksosIKTSPekanbaru #IKTSPekanbaru #DonorDarahPekanbaru #AksiKemanusiaan #BeritaPekanbaru #KesehatanGratis #TanjungRhu #PekanbaruHariIni #BaksosPekanbaru #InfoPekanbaru

 

TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda Armco Pekanbaru

0

Progres pengerjaan proyek Jembatan Garuda Armco Pekanbaru penghubung Jalan As Shofa dan Payung Sekaki.

BISKOM | Pekanbaru – Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama Kodim 0301/Pekanbaru mempercepat pengerjaan proyek Jembatan Garuda Armco Pekanbaru yang terletak di Jalan Fajar, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Minggu (26/7/2026). Langkah percepatan difokuskan pada pemasangan pasangan bata tembok sayap (wing wall) guna memastikan ketahanan dan struktur penyeberangan semakin kokoh.

Pemasangan dinding penahan tanah ini dikerjakan secara presisi oleh personel TNI di lapangan. Langkah teknis tersebut krusial untuk menahan tekanan tanah di kedua sisi, sehingga jembatan berukuran bentang 14 meter dan lebar 4 meter ini memiliki daya tahan jangka panjang.

Menghubungkan Akses Vital Warga dan Mahasiswa

Pembangunan Jembatan Garuda Armco Pekanbaru ini dibangun untuk menjawab kebutuhan penyeberangan yang menghubungkan kawasan Jalan As Shofa dengan Jalan Payung Sekaki. 

Kehadiran jembatan permanen tersebut diproyeksikan langsung memberi manfaat bagi sedikitnya 1.000 warga setempat serta deretan mahasiswa yang melintas setiap hari menuju kampus, area permukiman, maupun fasilitas umum.

Selain menjamin keselamatan pengguna jalan, akses anyar ini dirancang memangkas waktu tempuh. Kelancaran lalu lintas otomatis mempermudah mobilitas barang maupun jasa, yang pada akhirnya memantik denyut ekonomi lokal di wilayah Payung Sekaki.

Komitmen TNI AD dalam Pembangunan Daerah

Pasiter Kodim 0301 Pekanbaru Mayor Inf M. Fadhil menegaskan bahwa proyek fisik ini merupakan wujud keterlibatan aktif TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menyediakan fasilitas publik yang layak.

“Satu jembatan bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kami terus berupaya mempercepat pembangunan Jembatan Garuda Armco dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan agar hasilnya kuat, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Mayor Inf M. Fadhil.

Pihaknya optimistis keberadaan pembangunan jembatan Pekanbaru TNI ini dapat segera mempermudah aktivitas sosial, pendidikan, hingga perekonomian warga.

“Kami berharap kehadiran Jembatan Garuda Armco benar-benar menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat. Ketika jembatan ini selesai dan mulai digunakan, manfaatnya akan dirasakan oleh sekitar seribu orang. Itulah semangat yang terus kami pegang, bahwa setiap pembangunan yang dilakukan TNI harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari kemanunggalan TNI bersama rakyat,” katanya.

Proyek infrastruktur penyeberangan di jembatan Jalan Fajar Payung Sekaki ini menegaskan komitmen pemerataan konektivitas daerah yang aman dan berkelanjutan, memperlancar mobilitas masyarakat yang melintasi akses Jalan As Shofa Pekanbaru.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#JembatanGarudaArmco #Pekanbaru #TNIBersamaRakyat #Kodim0301Pekanbaru #BeritaPekanbaru #InfrastrukturPekanbaru #PayungSekaki #TNIAD #InfoPekanbaru #RiauHariIni.

Rakernas PERMIT BGN 2026 Bahas Evaluasi Operasional Dapur Badan Gizi

0

Ketua Umum PERMIT BGN dr Sterren Samberi memaparkan evaluasi operasional dapur Badan Gizi Nasional dalam Rakernas 2026

BISKOM | Jakarta – Perkumpulan Mitra Berdaulat Gerakan Nasional Badan Gizi Nasional (PERMIT BGN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana 2026 di Jakarta, Minggu (26/07/2026), guna menyepakati langkah evaluasi operasional dapur Badan Gizi Nasional. 

Pertemuan ini merumuskan penataan ulang ribuan titik dapur layanan, penyesuaian tarif sewa harian, serta penerapan skema dapur satelit demi menekan risiko pemborosan anggaran negara.

Evaluasi Operasional Dapur Badan Gizi Nasional dan Efisiensi Anggaran

Ketua Umum PERMIT BGN, dr. Sterren Samberi, menegaskan bahwa penambahan titik dapur secara tidak terencana mencerminkan kendala manajemen yang memicu beban anggaran. Pembangunan dapur di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang mencapai Rp4,5 Miliar sebenarnya dapat diefisienkan melalui skema dapur satelit.

Evaluasi teknis juga menyoroti temuan BPK terkait pengembalian dana BBM hingga Rp83 juta akibat aturan durasi perjalanan maksimal 30 menit. Sebagai solusi, PERMIT BGN mengusulkan penurunan tarif sewa harian dari Rp6 juta menjadi Rp4 juta hingga Rp5 juta per hari.

“Patokan sewa harian sebesar Rp6 juta per hari dinilai terlalu tinggi dan kurang rasional bagi efisiensi anggaran negara,” kata dr. Sterren.

Pemetaan titik dapur dibagi menjadi empat kategori penanganan. Bangunan berukuran 200–299 m² tanpa alat akan di-merger dengan dapur kecil yang memiliki peralatan lengkap. 

Sementara untuk dapur berprogres fisik 60%–90% yang terhenti, pengelola diberikan batas waktu tambahan 30 hari untuk menyelesaikan persiapan.

Skema Dapur Satelit BGN dan Pengalihan Investor Swasta

Terhadap fasilitas yang hanya melayani di bawah 1.000 Penerima Manfaat (PM), operasional disarankan tetap berjalan demi menjaga perputaran kas harian. 

Apabila pengelola awal tidak sanggup beroperasi, BGN mendorong skema takeover atau kerja sama business-to-business (B2B) dengan investor swasta.

Pengusaha baru yang mengambil alih fasilitas wajib membayar nilai appraisal bangunan kepada pemilik pertama. Namun, Sterren menegaskan agar pihak yayasan tidak menuntut kompensasi finansial atau keuntungan komersial dari negara.

“Yayasan bukan pengambil keuntungan, karena yayasan itu untuk membangun negara. Jadi kalau mitranya terjadi seperti ini, janganlah menuntut kepada negara, ikhlaskan saja titik itu,” ujarnya.

Langkah takeover ini diprioritaskan ketimbang membuka titik dapur baru. Pola tersebut diharapkan mampu menjaga keanekaragaman pelayanan gizi anak tanpa memicu pengeluaran anggaran negara untuk fasilitas yang tidak beroperasi.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#BadanGiziNasional #PERMITBGN #DapurGizi #EvaluasiBGN #DapurSatelit #InvestasiB2B #BeritaEkonomi #KebijakanPublik #BPK #GiziNasional

FORSIMEMA-RI Apresiasi Pengawasan Edukasi Hukum Sengketa Lahan Tanjung Sari

0

Ketua Umum FORSIMEMA-RI Syamsul Bahri dorong keterbukaan informasi sengketa tanah.

BISKOM | Jakarta – Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai, Saudara Afri, beserta seluruh jajarannya atas dedikasi mengawal edukasi hukum sengketa lahan Tanjung Sari secara berimbang.

Pilar Keterbukaan Informasi dan Literasi Hukum

Langkah responsif pengurus daerah dinilai mempresentasikan peran nyata pers sebagai pilar keterbukaan informasi publik. Pemberitaan yang disajikan secara akurat dan objektif dinilai mampu meredam polemik non-substantif di tengah masyarakat.

Melalui pendekatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman komprehensif mengenai aspek keperdataan. Proses hukum yang sedang maupun telah berjalan di lingkup peradilan pun tersampaikan secara jernih tanpa bias.

Pengawasan Konstruktif Lembaga Peradilan

Selain fungsi edukasi, konsistensi jurnalis di daerah menjadi instrumen pengawasan konstruktif. Langkah tersebut memastikan seluruh tahapan peradilan tetap berada di atas koridor keadilan, transparansi, serta integritas peradilan.

“Peran aktif FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai di bawah kepemimpinan Sdr. Afri membuktikan bahwa media tidak hanya bertindak sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai instrumen edukasi publik yang menjaga kedamaian serta kepastian hukum di tengah dinamika sengketa tanah masyarakat,” ujar Syamsul dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).

Pengawalan ketat terhadap dinamika sengketa lahan Tanjung Sari luwuk banggai ini diharapkan terus mengedepankan prinsip independensi pers. Hasilnya, literasi hukum masyarakat kian mantap sekaligus memperkuat kepastian hukum nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#SengketaLahanTanjungSari #FORSIMEMARI #EdukasiHukum #LuwukBanggai #HukumPerdata #TransparansiHukum #LiterasiHukum #BeritaHukumTerbaru #PengawasanPers #KepastianHukum

Hadiri KUII VIII, Wamenko Polkam Buka-bukaan Bahaya Oligarki dan Politik Dinasti

0

Suasana Kongres Umat Islam Indonesia VIII 2026 yang dihadiri jajaran MUI dan Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus.

BISKOM | Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus menegaskan pentingnya mewujudkan sistem politik yang bermoral, berkeadilan, dan memberdayakan umat saat menjadi narasumber Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat demokrasi substantif sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global menuju Indonesia Emas 2045.

Tantangan Geopolitik Global dan Stabilitas Nasional

Dalam paparannya, Lodewijk menjelaskan bahwa dinamika geopolitik internasional yang bergerak cepat menghadirkan tantangan berlapis bagi Indonesia. 

Ketegangan global tidak hanya mengguncang sektor keamanan, tetapi juga merambat pada ketahanan ekonomi, sosial budaya, hingga sistem pertahanan negara. 

Tata kelola pemerintahan yang solid menjadi fondasi mutlak untuk mempertahankan arah pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, Indonesia memerlukan sistem politik yang kuat, demokrasi yang berkualitas, serta tata kelola pemerintahan yang mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mempercepat pembangunan,” ujar Lodewijk F. Paulus, Sabtu (25/7/2026).

Sorotan Terhadap Politik Transaksional dan Oligarki

Di hadapan ratusan tokoh Islam, mantan Danjen Kopassus ini secara terbuka membeberkan berbagai penyakit sistemik dalam politik nasional. Praktik politik transaksional berbiaya tinggi, maraknya kampanye hitam, penguatan oligarki, hingga politik dinasti dinilai masih menyandera kualitas demokrasi domestik. 

Fenomena tersebut kian memprihatinkan akibat masih rendahnya literasi serta moralitas politik masyarakat, sehingga demokrasi terjebak pada taraf prosedural semata.

Guna mengatasi persoalan ini, ia mendorong penguatan nilai profetik Islam sebagai kompas moral perpolitikan tanah air. Prinsip profetik menekankan agar aktivitas politik difokuskan sepenuhnya untuk kemaslahatan publik, bukan kepentingan segelintir kelompok.

Peran Strategis Ulama dan Ormas Islam

Lodewijk menilai ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam memegang posisi kunci sebagai penunjuk arah moral bangsa. Figur keagamaan diharapkan bersuara lantang ketika terjadi penyimpangan penyelenggaraan negara demi merawat persatuan.

Politik Sebagai Ibadah Pengabdian 

“Politik adalah ibadah pengabdian, bukan jalan menuju kekayaan. Kepentingan bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan umat,” tegasnya.

Forum nasional ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, serta Plt. Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Heri Wiranto. Kehadiran para pimpinan ormas Islam, akademisi, dan pengasuh pesantren menegaskan komitmen bersama dalam mengawal konsolidasi demokrasi nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#KUII2026 #WamenkoPolkam #LodewijkFPaulus #PolitikEtis #IndonesiaEmas2045 #MUI #DemokrasiSubstantif #BeritaPolitik #Geopolitik global #OrmasIslam