Home Blog Page 906

Model Bisnis Andal Software Selalu Berkembang

0

Andal BiskomBERBEKAL  jatuh bangun perusahaan yang dibangunnya, Indra Sosrodjoyo akhirnya memutuskan menjadikan software payroll yang dikembangkannya yaitu Andal Software untuk menjadi sebuah produk paket. Hal ini tentunya berbeda dari kebanyakan model bisnis pengembang software payroll yang lebih melayani custom ataupun semi custom.

Dalam diskusi yang bertajuk “Kiat Menuju Pertumbuhan Nirbatas” pada 26 Januari 2015, di Hong Kong Cafe, Jakarta, Indra menyebutkan setiap usahawan menginginkan perusahaannya dapat tumbuh dan berkembang secara terus-menerus. Akan tetapi, pada kenyataannnya banyak sekali perusahaan yang mengalami stagnasi bisnis. Bahkan ada pula perusahaan yang cepat mencapai keatas kemudian terpuruk, seperti yang dialaminya dalam mengambangkan Andal Software.

Diceritakannya, sebelum Andal Software menjadi sebuah produk terlebih dahulu mengalami beberapa fase yang akhirnya bisa tumbuh seperti sekarang ini. “Andal Software sejak berdirinya di tahun 1988 terlebih dulu melayani kustomisasi yang kemudian masuk ke mass market dan kemudian semi custom pada tahun 2001,” ujar Indra yang merupakan Direktur Andal Software.

Namun diakuinya, dalam model bisnis ini kemampuan untuk tumbuh sangat ditentukan oleh jumlah programer sehingga perusahaannya pada tahun 2003 mengalami keterpurukan. “Andal jatuh bukan karena penjualan tetapi justru karena banyaknya permintaan yang kami tidak bisa mengejar permintaan kustomisasi tersebut,” jelas Indra.

Sebagai usahawan dirinya tidak boleh menyerah dan harus bangkit untuk dapat kembali menjalankan bisnisnya. Dari beberapa fase yang dilewatinya pun menjadi pembelajarannya dan mulai memperhatikan masukan-masukan customer. Hingga akhirnya pada tahun 2004 menciptakan produk paket yang bernama Andal PayMaster. “Lima tahun belakangan ini pertumbuhan Andal Software naik terus. Mudah-mudahan bulan September ini juga akan segera diluncurkan Andal PayMaster 2016,” ungkapnya.

Di tahun ini juga, untuk meningkatkan pertumbuhannya mulai menyediakan layanan sistem sewa yang ditujukan bagi perusahaan yang hanya memiliki kurang dari 150 karyawan. Dengan adanya sistem sewa ini perusahaan sekelas UKM juga bisa memanfaatkan software untuk mengatur penggajian karyawan ini tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal, yakni hanya sekitar Rp. 5,5 juta perbulan, dibandingkan membeli produk paketnya yang seharga sekitar Rp. 200 juta.

Tidak berhenti disini, direncanakan 5 tahun kedepan Andal Software akan mengganti model bisnisnya ke platform. “Trendnya akan kesana dan hal ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan bisnis kami,” tutupnya. •ANDRI

 

 

Hakim Sarankan Jalan Damai Untuk Perselisihan Apkomindo

0
SONY DSC

Jakarta, BISKOM – Perpecahan di tubuh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) kembali ditandai dengan diajukannya gugatan dari pihak ex Dewan Pertimbangan Apkomindo (DPA) 2008-2011 kepada kepengurusan DPP hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) yang berlangsung di Solo.  Pihak ex DPA menganggap, MUNAS yang diselenggarakan oleh DPD-DPD pada tanggal 12-14 Januari 2012 silam itu dinilai ilegal, sehingga gugatan perkara pun diajukan pada 23 Desember 2013 ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan nomor perkarA 479/PDT.G/2013/PN.JKT.TIM.

HARUS diakui, Apkomindo pernah berjaya. Menjadi asosiasi ‘gemuk’ dengan anggota 2.000 pengusaha dari berbagai daerah dan dengan banyak kegiatan memang penuh tantangan. Terbukti, asosiasi yang mulai terbentuk pada era tahun 1991 ini pada perkembangannya kerap menemui banyak konflik.

Bibit-bibit konflik diduga dipicu oleh manuver dari DPA Pusat yang secara sepihak membekukan kepengurusan DPP Apkomindo pada 19 September 2011 yang pada saat itu dipimpin oleh Suhanda Wijaya.

Konflik antara pengusaha Apkomindo Jakarta dengan daerah juga mulai terkuak pada saat kepemimpinan Henkyanto Tjokroadhiguno pada 2007, dimana untuk mengamankan aset Apkomindo Jakarta, telah dibentuk Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI). YAI yang saat ini dipimpin oleh Hidayat Tjokrodjojo sebagai Ketua Umum, mendapat limpahan aset berupa ruko dan pameran-pameran, diantaranya IndoComtech.

Sejak itulah, DPP Apkomindo tidak memiliki aset sama sekali. Untuk kemudian YAI mengambil alih penyelenggaraan pameran komputer terbesar di Indonesia, IndoComtech sejak 2007.

Padahal sebelum 2007, selama 15 tahun penyelenggaraan IndoComtech selalu dilakukan oleh Apkomindo yang memosisikan diri sebagai asosiasi, tetapi sejak 2007 mereka menyebut sebagai Yayasan Apkomindo Indonesia.

Persoalan kemudian timbul pada saat YAI juga akan menggelar pameran komputer seperti IndoComtech di daerah, yang otomatis akan mengambil ‘kue’ dan lahan dari pengusaha lokal. Konflik yang seperti api dalam sekam ini memuncak pada 19 September 2011 pada saat DPP Apkomindo akan menggelar Munas di Oktober 2011.

Sidang Apkomindo di PN Jaktim - 19 Jan 2015

Dewan Pertimbangan Pusat (DPA Pusat) yang juga berisi orang-orang dari YAI pun sampai  menyewa kantor pengacara Kailimang & Ponto dengan Alamat Menara Kuningan Lt. 14/A, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5 Jakarta untuk membekukan  DPP Apkomindo beserta semua kegiatannya pada 20 September 2011, namun saat melakukan Somasi pada 22 November 2013, mereka  mengganti pengacaranya menjadi Nasri Gultom & Partners dengan alamat Gedung Proton Jl. Jendral Sudirman KM. 32 Bekasi.

Konon, sejumlah anggota Apkomindo, baik di Jakarta maupun di daerah mengeluhkan kemelut tersebut karena sangat merugikan anggota Apkomindo, terutama dalam hal kelangsungan program-program kerja dari DPP termasuk pameran nasional National IT Expo (NIX) Apkomindo yang terancam hilang karena persiapannya tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Apkomindo juga jadi kurang terlibat dalam menentukan regulasi-regulasi pemerintah yang berkaitan dengan teknologi informasi (TI) karena ketidakhadiran pengurus Apkomindo yang berkompeten dan lebih banyak diwakili pihak yayasan.

Upaya untuk meredakan kemelut sebetulnya sudah ditempuh, mulai dari Rakernas Magelang, Pertemuan Semarang, Munaslub Surabaya, dan berikutnya Munas Solo, namun tidak membuahkan kata mufakat. Bahkan tak tanggung-tanggung, konflik ini kemudian berakhir pada perpecahan di tubuh Apkomindo. Bahkan juga berbuntut panjang pada ruang pengadilan antara ex DPA dan pengurus DPP hasil Munas yang berlangsung di Solo.

Sidang Panjang

Tak terasa, kini Apkomindo memasuki sidang ke 12. Perkara yang sudah berjalan setahun ini tampaknya belum memperlihatkan akan segera selesainya kasus ini. Persidangan masih dalam agenda duplik atau pembacaan tanggapan dari tergugat atas isi gugatan.

Jadwal Sidang Apkomindo di PN JakTimDiakui Pandu Budiono SH., MH, Majelis Hakim yang memimpin persidangan, berlarut-larutnya perkara ini disebabkan banyaknya pihak tergugat yang tersebar secara nasional. Pihak pengadilan mengaku, sudah melayangkan surat panggilan satu persatu kepada sekitar 21 tergugat. Namun kenyataan, suratnya sampai namun tergugat yang dipanggil tidak hadir sehingga persidangan harus ditunda.

“Inilah sebenarnya permasalahan yang terjadi. Pihak kami tidak bisa bersikap keras dalam kasus ini sebab nanti dianggap tidak bijak. Tapi meskipun tergugat tidak hadir, persidangan tetap berlanjut dengan memanggil tergugat lainnya sehingga tidak buang-buang waktu lebih lama lagi,” ujar Pandu, di Jakarta pada hari ini (19/1).

Data Umum Sidang Apkomindo di PN JakTimKendala lainnya pun diperlihatkan ketika Majelis Hakim ingin melanjutkan persidangan pada tahap selanjutnya, setelah pihak tergugat yang diwakili Pengacara Hotmaraja B. Nainggolan, SH selesai menyerahkan dupliknya. Majelis Hakim meminta kepada pihak penggugat untuk menyampaikan pembuktian gugatan. Namun pihak penggugat yang diwakili pengacara Barmendo Siagian, SH meminta waktu hingga 2 minggu untuk mempersiapkannya.

“Lagi-lagi meminta waktu! Inilah permasalahan sebenarnya yang terjadi di dalam persidangan sehingga perkara ini lama selesainya,” sesal Pandu.

Persidangan pun ditunda hingga 2 Februari 2015. Namun demikian hakim menegaskan agar pembuktian penggugat pada sidang selanjutnya jangan hanya memberikan satu bukti saja, tetapi untuk mempercepat selesainya perkara ini bukti-bukti yang ada bisa disampaikan semuanya.

SONY DSCUsai sidang, Barmendo pun menerangkan pembuktian yang disiapkannya berupa surat-surat sesuai dengan gugatan terkait keabsahan DPP Apkomindo. “Ini sedang kami siapkan dan ada sekitar 20 lebih yang akan diajukan nanti,” tandasnya.

Saat dirinya dianggap seolah-olah mengulur-ulur waktu, Barmendo menanggapinya bahwa ini sudah sesuai prosedur dan tahapan-tahapan persidangan. “Justru kesalahan ada pada prosedur pemanggilan pengadilan yang mengakibatkan sering tertundanya sidang beberapa kali karena pihak tergugat yang dipanggil tidak hadir. Oleh sebab itu pihaknya pun sempat 2 kali menginformasikan surat panggilan sidang ke media cetak koran Rakyat Merdeka terbitan tanggal 24 April dan 12 Juni 2014.”

Sementara itu, Hotmaraja yang mewakili 11 tergugat yang ada, mengaku pihaknya tidak melakukan kesalahan karena apa yang dilakukan untuk menggelar Munas di Solo sudah sesuai koridor yang ada. Dimana seluruh DPD yang ada menyetujui diadakan Munas untuk melakukan pemilihan kepengurusan Apkomindo pasca dibekukannya kepengurusan DPP sebelumnya oleh DPA.

Munas ini dirasakan perlu dilakukan DPD-DPD yang ada demi berlangsung dan berjalannya Apkomindo. “Munas ini mendapat dukungan seluruh daerah, tetapi sebaliknya ex DPA selaku penggugat tidak mendapatkan dukungan sama sekali. Bisa dilihat selama 4 tahun ini pihak penggugat tidak berhasil menyelenggarakan Munas karena tidak adanya dukungan dari DPD-DPD maupun anggota,” papar Hotmaraja.

2. Foto Dokomentasi Rapat rencana rekonsiliasi Apkomindo - 23 Juli 2014Namun demikian, diakui Hotmaraja pihaknya sebenarnya menginginkan permasalahan ini bisa dilalui secara baik-baik. Selama ini sudah ada beberapa kali pertemuan yang dilakukan antara kedua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tetapi apa yang sudah dirundingkan oleh para wakilnya pada saat pertemuan tersebut bisa berubah lagi. “Ini artinya ada tangan-tangan di belakang itu yang punya kekuatan untuk mempengaruhi apa yang sudah disepakati dalam pertemuan-pertemuan tersebut,” ungkapnya.

Senada dengan Hotmaraja, Sebagai Hakim Ketua Pandu yang mengetahui akan diselenggarakannya MUNAS Apkomindo 2015 dalam waktu dekat ini menyarankan agar dicarikan solusi jalan damai untuk Perselisihan Apkomindo, menurutnya jalan damai adalah solusi terbaik untuk para pihak yang bertikai.

Soegiharto Santoso, anggota Apkomindo, yang telah dua kali menghadiri persidangan perselisihan Apkomindo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi saran Hakim Ketua, karena menurut saya jalan damai adalah solusi terbaik. Sebelumnya, saya juga telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak-pihak yang sedang bertikai dan mencoba menjadi juru damainya, bahkan sempat melakukan pertemuan dengan para pengacara kedua belah pihak. Dan dari pembicaraan tersebut, kedua belah pihak sependapat bahwa jalan terbaik adalah berdamai.”

SONY DSCSoegiharto juga menyampaikan keyakinannya bahwa Munas Apkomindo pada tanggal 13 -15 Febuari 2015 mendatang, akan menjadi kesempatan terbaik untuk melakukan perdamaian bagi semua pihak. “Kita bantu doakan saja agar terjadi perdamaian bagi semua pihak, karena sudah saatnya bagi Apkomindo untuk berkarya dan berkiprah kembali demi kemajuan dunia TI di Indonesia,” ujarnya.

Sama seperti sidang-sidang sebelumnya, untuk sidang selanjutnya yang akan berlangsung pada 2 Februari 2015 digelar secara terbuka, sehingga bisa dihadiri oleh siapapun yang ingin menghadirinya. Rencananya, sidang akan kembali dipimpin oleh Majelis Hakim/Hakim Ketua Pandu Budiono, SH., MH dengan Hakim Anggota, Abdul Hutapea SH., MH dan Eris Sudjarwanto, SH., MH, serta Panitera Pengganti Dra. Hj. Haridah Sulkam, MH. •

Arikel terkait:
BISNIS INDONESIA:
Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
Apkomindo Yang Tak Pernah Lepas Dari Kekisruhan
DPP Apkomindo desak percepat Munaslub
Kemelut Di Apkomindo, Salah Siapa?
Asosiasi Pengusaha Komputer Akhirnya Pecah
Apa Kata Mereka Soal Perpecahan Apkomindo
Apkomindo Dapat Nahkoda Baru
KEMELUT APKOMINDO : Caretaker tuding Munas Solo ilegal

BISKOM:
APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama
Hakim Sarankan Jalan Damai Untuk Perselisihan Apkomindo
Munas Apkomindo Resmi Digelar
Apkomindo Pilih Soegiharto Sebagai Ketum Baru
Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018
Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem

Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan Lirik e-Commerce

Apkomindo Dukung Pemerintah Bangun Iklim Usaha Yang Sehat

INDOTELKO:
Apkomindo Gandeng Dyandra untuk Bazaar 2016

DETIK:
3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

APKOMINDO:
KILAS BALIK SINGKAT TENTANG SEJARAH INDOCOMTECH
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, SAKSI PENGGUGAT TIDAK MAMPU BERIKAN PENJELASAN
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, Hoky Yakin Kebenaran Akan Terungkap

Video terkait:
Video-video Munas Apkomindo 2015 dan Pelantikan Pengurus DPP Apkomindo

 

F5 Luncurkan Silverline Untuk Hadapi DDoS

0

F5UNTUK melengkapi layanan cloudnya, F5 Network meluncurkan sebuah platform solusi hybrid terbaru bernama Silverline. Platform ini menawarkan berbagai layanan kepada pelanggan untuk memperluas kemampuan keamanan, optimasi, serta ketersediaan dari infrastruktur hosted maupun managed yang ada. Peluncuran ini ditandai dengan diperkenalkannya F5 Silverline DDoSProtection untuk memberikan perlindungan dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Dikatakan Country Manager F5 Indonesia, Fetra Syahbana, serangan cyber semakin canggih dan masif dengan semakin banyaknya perusahaan yang mulai memindahkan aplikasinya ke Cloud, meningkatnya tingkat mobilitas dari pengguna dan sumber daya dari suatu aplikasi. Salah satu kasus, beberapa waktu lalu salah satu perusahaan film multinasional diretas yang mengakibatkan data-data rahasia perusahaan tersebar ke publik.

“Ini menjadi pengingat bahwa perusahaan wajib untuk terus mengembangkan sistem keamanannya, karena berbagai kebijakan keamanan tradisional yang terdapat di enterprise tidak lagi mampu menjamin keamanan sistem TI di perusahaan,” ujarnya di Jakarta, (14/1).

Disebutkan, dengan hadirnya F5 Silverline akan semakin memperluas arsitektur F5 Synthesis sehingga memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk memilih model penerapan yang diinginkan, baik itu on-premise atau as-a-service.

Sementara itu, Senior Vice President of Sales untuk Asia Pasifik, Emmanuel Bonnassie menambahkan, Silverline juga mampu menyediakan berbagai teknologi inti yang dikembangkan oleh F5 sebagai sebuah layanan. Hal ini membantu untuk melancarkan penerapan hybrid di perusahaan, tanpa mengorbankan keuntungan-keuntungan yang didapatkan pada data center.

“F5 merupakan perusahaan application delivery networking pertama di dunia yang menawarkan sebuah solusi hybrid untuk perlindungan terhadap DDoS. Solusi hybrid ini menggabungkan berbagai kemampuan perlindungan terhadap DDoS yang terdapat pada sistem on-premise, dengan sebuah layanan Cloud berkapasitas tinggi. Kombinasi ini menyediakan kemampuan terbaik bagi perusahaan untuk menangkal dan menanggulangi berbagai jenis dan tingkat kecanggihan dari serangan DDoS,” lanjut Emmanuel.

Dalam memberikan keamanan, F5 menyediakan perlindungan berlapis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk menanggulangi berbagai profil potensi serangan. Perlindungan yang ditawarkan yaitu Always On yang merupakan barisan pertahanan terdepan yang senantiasa menghalau trafik ‘jahat’ agar tidak masuk ke dalam jaringan. Lalu, Always Available sebagai perlindungan utama yang on demand. Layanan ini akan selalu stand-by dan bisa diaktifkan kapanpun dibutuhkan, misalkan diaktifkan hanya saat sistem TI perusahaan sedang diserang. Selanjutnya adalah Ready Defense merupakan perlindungan sekunder terhadap serangan DDoS. Layanan ini menyediakan tambahan kapasitas jaringan guna memperkuat kemampuan sistem TI perusahaan dalam usahanya meanggulangi serangan DDoS. •ANDRI

Awal 2015, Asus Hadirkan Dua Notebook Premium

0

AsusASUS kembali meluncurkan produk notebook di awal tahun 2015. Kedua notebook ini memiliki keunggulan dan diklaim yang terbaik di kelasnya. Notebook seri Republik Of Gamers G550JK serta sebuah ultrabook seri Zenbook UX303LN menjadi jawaban serius dari perusahaan asal Taiwan ini untuk mengarungi tahun yang bershio kambing kayu ini.

Asus Indonesia, yang sampai awal kuartal keempat tahun 2014 lalu menguasai pangsa pasar pada lini bisnis mobile computing di luar tablet sebesar 33,3 persen, sekaligus mengalami peningkatan sekitar 9,7 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013 lalu.

Juliana Cen, Country Product Group Leader Asus Indonesia mengatakan, “Peluncuran dua produk andalan terbaru Asus di lini notebook kali ini merupakan jawaban kami atas permintaan pasar yang mengidamkan kehadiran notebook terbaru yang spesifik untuk kalangan komunitas gaming, serta ultrabook terbaru yang sesuai dengan kebutuhan pengguna mobile,” tuturnya.

Asus Republic Of Gamers G550JK menawarkan extreme perfrormance dengan prosesor Intel Core i7 generasi keempat dan menyelipkan Nvidia GeForce GTX800 series terbaik dengan keyboard jenis chiclet yang memiliki desain yang ergonomis akan memberikan pengalaman tersendiri bagi pengguna saat bermain game dan membuat lengan tidak mudah lelah.

Asus-1Performa ini didukung penuh oleh fitur Intelligent Thermal, yakni hyper cool dengan duo-copper thermal solution sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan temperatur panas yang berlebihan ketika sedang asik bermain game. Karena dengan hadirnya fitur ini panas yang dihasilkan oleh CPU dan GPU dapat dihantarkan secara optimal ke pembuangan.

Keunggulan ini disempurnakan oleh layar 15,6 inci Full HD serta fitur lain yang tidak kalah hebatnya yaitu Majestic Sound yang memungkinkan pengguna mendapatkan 4.1 channel audio dengan eksternal subwoofer bersertifikasi Asus SonicMaster Premium.

Di Indonesia, Asus G550JK dibanderol dengan harga Rp. 15,299.000 dengan garansi penuh selama 2 tahun dan berlaku secara global.

Lain hal nya dengan Asus Zenbook UX303LN, ultrabook terbaru dari Asus ini ditujukan bagi pengguna muda yang juga fokus mengembangkan karir. UX303LN memiliki penampilan yang lebih stylish, desain segar yang tetap menggunakan sudut yang lebih tipis kini hadir dengan warna baru, yakni Smoky Brown.

Sejalan dengan penampilannya yang semakin stylish, perkembangan juga terlihat dari sisi kinerja yang lebih bertenaga. Dengan prosesor Intel Core i7 generasi keempat dan grafis Nvidia geForce GT800 series, pengguna akan sangat terbantu dengan kinerja tinggi yang ditawarkan oleh Asus Zenbook UX303LN ini.

Asus Zenbook UX303LN dipasarkan seharga Rp. 16.299.000 dengan garansi 2 tahun. Kedua produk notebook andalan Asus ini juga sudah dilengkapi dengan sistem Windows 8.1 yang memiliki user interface yang modern dan Live tiles yang cukup mudah. •ARIE

Advan Barca, Gadget Berkarakteristik FC Barcelona

0

Advan Barca-1MENGUSUNG nama besar besar club sepakbola Barcelona, Advan menghadirkan Advan Barca Series untuk perangkat tablet dan smartphone terbarunya. Sebagai produsen tablet dan smartphone ternama dalam negeri, Advan ingin memperlihatkan keunggulan produknya layaknya tim pesepakbola Barcelona.

Menurut, Marketing and Strategy Advan, Andi Gusena, Advan Barca diciptakan dengan kualitas terbaik dengan beragam keunggulan seperti kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan desain yang menarik. Untuk itu seri Advan Barca menjadi seri produk yang siap untuk diuji baik dari kualitas fitur maupun desainnya. “Advan Barca telah melewati proses quality control yang cukup ketat. Disesuaikan dengan standar dan karakter club papan atas dunia FC Barcelona,” ujar Andi, di Jakarta (12/1).

Kekuatan yang ditunjukkan dari seri Advan Barca ini diperlihatkan dengan membekali prosesor Octacore dan material yang digunakan terbuat dari metal yang merupakan besutan Aviation Germany Technology. Kedua produk ini juga sudah menggunakan Android KitKat dengan RAM 1 GB. Namun demikian, karena keduanya merupakan produk yang berbeda, maka spesifikasi lainnya disesuaikan.

Advan Barca-2Untuk tablet Advan Barca Tab 7 Inch dipacu dengan processor Octacore 1,7 GHz dan grafik Mali 400 dengan layar IPS 1280 x 720. Sehingga mampu menyuguhkan kenyamanan ketika menikmati multimedia baik itu photo, video bahkan game berat sekalipun. Selain itu, untuk mengabadikan berbagai momen dan berselfie ria pada tablet ini disediakan kamera belakang berukuran 8 megapiksel dan depan 5 megapiksel.

Sedangkan Advan Barca Smartphone berdimensi 5 incinya menggunakan processor Octacore berkecepatan 1,4 GHz. Smartphone berlayar IPS Screen 1280 x 720 ini memilki teknologi Sony IMX 219 dengan CMOS Sensor pada kamera belakang dan depan berukuran 8 megapiksel.

Dari sisi harga, keduanya dibandrol Rp.1.999.000 dengan dilengkapi berbagai fitur menarik seperti Finger V Gesture, Smile Detection, Voice Camera, Gesture Recognition, Hot Knot dan Double Knock.

Di kesempatan ini, pihak Advan juga mengumumkan pemenang kontes “Me and My Advan Barca Contest” yang diselenggaran sejak September lalu untuk menguji kemampuan dari seri Advan Barca ini. Dengan melibatkan peserta yang terdiri dari 22 kampus ternama di tanah air dengan jurusan Teknologi Infirmasi (TI) akhirnya Muhammad Reza dari Universitas Bina Nusantara berada di urutan ketiga, Muhammad Fauzan Aidi dari Universitas Indonesia diurutan kedua dan peringkat pertama adalah Fabrian Ganda Pratama dari Universitas Kristen Satyawacana. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Genta Foundation Latih Softskill SMK se-Indonesia

0

cyberpreneur1SETIAP pekerja membutuhkan gabungan antara hard skill maupun soft skill. Jika hard skill membuat orang sekadar bisa bekerja, maka soft skill akan memoles orang tersebut untuk bisa menampilkan hasil pekerjaannya secara excellent.

Dalam rangka ikut berkontribusi dan memberikan bekal soft skill bagi siswa/siswi SMK se-Indonesia yang siap terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus nanti, Genta Foudation, sebuah yayasan yang berkonsentrasi pada pengembangan enterpreneur di Indonesia, melalui Divisi Event, sepanjang tahun 2015 ini menyatakan komitmennya untuk mengadakan seminar online atau seminar jarak jauh (webinar) untuk siswa/siswi SMK se-Indonesia, khususnya untuk Jurusan Teknik Informatika dan Komputer.

Webinar ini diadakan untuk mendukung program pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK yang berdaya saing menghadapi dunia Industri dan dunia usaha, sekaligus menyambut era pasar bebas atau MEA pada akhir 2015 mendatang.

Webinar yang memanfaatkan fasilitas web www.cybermeeting.web.id ini termasuk kedalam salah satu program dari 7 program Cyberpreneur yang saat ini dijalankan oleh Genta Foundation dalam pemberdayaan SMK. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktur Pembinaan SMK (Dit.PSMK), Institute Bisnis dan Multimedia (IBM) Asmi serta Yayasan Onno Center International.

Adapun narasumber yang terlibat dalam event selama tahun 2015 ini (Februari – Desember) adalah para pakar yang sudah dikenal luas dalam dunia Teknologi Informasi Indonesia, yaitu Onno W. Purbo, Frans Thamura, Michael Sunggiardi dan Dedi Yudiant.

Acara perdana di tahun 2015 diadakan pada 7 Januari 2015, yang mengusung topik Teknik Membangun Jaringan RT/RW-Net.

cyberpreneurRT/RW-Net sejatinya adalah sebuah jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup kecil, misalnya RT/RW dan sekolah, melalui media kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot Akses sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah.

Pemanfaatan RT/RW Net ini dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat, diskusi, melakukan polling dan lain-lain yang bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media email, chatting atau web portal, disamping fungsi koneksi internet yang menjadi fasilitas utama.

Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP. Untuk pengelolaan jaringan ini dapat bersifat non-profit maupun komersial, tergantung pada penyelenggara jaringan itu sendiri. Hal-hal teknis ini dibahas tuntas oleh Pakar Internet, Onno W. Purbo saat webinar berlangsung.

“Diharapkan, ke depan dengan kegiatan webinar ini siswa/siswi yang ikut akan mendapat tambahan ilmu dan wawasan serta gambaran seperti apa dunia kerja yang mereka hadapi setelah lulus dari SMK. Terutama jurusan TKJ bisa memperkuat keilmuan dasar yang mereka dapatkan di sekolah,” papar Dedi Yudiant, Pendiri Genta Foundation.

Selain itu, tambah Dedi, dengan mengikuti kegiatan webinar ini, minimal dapat dipetakan bagaimana kesiapan dan kualitas jaringan di masing-masing SMK. Hal ini berhubungan juga dengan program pemerintah tentang Rencana Pita Lebar Indonesia khususnya bidang pendidikan dan program ujian online oleh Kementerian Pendidikan Nasional yang tentunya membutuhkan infrastruktur jaringan yang memadai. •YULIA CH

RUDIANTARA: 2019, Seluruh Indonesia Tersambung Internet

0

TELEKOMUNIKASI, INTERNET DAN PENYIARAN MENJADI ISU PENTING DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TIK DI TANAH AIR SAAT INI. MESKIPUN SECARA TEKNOLOGI TELAH TERJADI KONVERGENSI, NAMUN MASING-MASING SEKTOR TERSEBUT MEMPUNYAI DINAMIKA DAN PERMASALAHAN YANG BERBEDA.

biskom-jan15.inddRUDIANTARA, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dalam susunan Kabinet Kerja yang dibentuk Joko Widodo, melihat permasalahan Telekomunikasi, Internet dan Penyiaran sebagai tantangan yang harus segera diatur dan diperbaiki dalam masa tugasnya lima tahun kedepan. Apalagi Teknologi Komunikasi dan Informatika (TIK) telah menyentuh semua sektor yang perannya akan menjadi enabler pertumbuhan ekonomi nasional.

Menyoroti permasalahan telekomunikasi, pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959 ini menyebutkan, Indonesia masih tertinggal dan bahkan di kawasan Asean sendiri masuk urutan keempat, setelah Singapura, Malaysia dan Thailand. Sehingga perlu menjalankan program yang sangat mendasar yaitu broadband. Untungnya, menurut mantan Komisaris Indosat yang juga pernah berkarir di Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata) dan Telkom, serta sejumlah badan usaha milik negara dan swasta ini, pemerintah telah mengeluarkan Perpres pada bulan September 2014 untuk implementasi broadband yaitu rencana pita lebar atau Indonesia Broadband Plan (IBP) 2014-2019.

“Proyek infrastruktur IBP ini diperkirakan akan membutuhkan dana mencapai Rp. 270 triliun. Sekarang ini sedang kami godok lagi untuk mengeksekusinya agar rencana ini tidak hanya bagus di dokumentasi dan konsep saja, tetapi juga menjadi sesuatu yang bisa diimplementasikan,” ujar lulusan Sarjana Statistik dari Universitas Padjadjaran, Bandung ini.

Diakuinya, telekomunikasi memang merupakan sektor yang besar kuantitifikasinya sehingga infrastrukturnya perlu segera dibenahi dan mendapatkan perhatian khusus. Dari sisi pelayanan saja sekarang ini diperkirakan besarannya secara keseluruhan Rp.190 triliun dan belum lagi dari handset yang setiap tahunnya Rp. 60 triliun. “Ini baru dari industri seluler saja,” tandasnya.

Kemudian berkaitan dengan internet, pria yang akrab disapa Chief RA ini berterus terang belum tahu data pastinya. Namun bila internet dikaitan dengan e-commerce saja, transaksinya pada tahun 2013 telah mencapai US$ 8 milyar dan diperkirakan tahun 2016 akan berada diatas US$ 20 milyar. Ini sangat signifikan, terlebih sekarang sudah banyak e-commerce yang berjalan seperti Lazada, Zalora, Blibli, Tokopedia dan lainnya yang bahkan asing juga ikut chip in di sini. “Inginnya teman-teman Indonesia yang mengembangkan aplikasi itu lah yang play the significant role. Kalau tidak, nantinya kita hanya jadi tamu di negeri sendiri,” jelasnya.

cover story biskom januari menkominfo rudiantara-1Berkaitan dengan penyiaran, Rudiantara juga menyiapkan penyelenggaraan multiplexer, setup box dan lainnya berkaitan dengan adanya policy automatic switch off analog ke digital di tahun 2018 untuk siaran televisi. Rencananya, frekuensi yang digunakan siaran TV analog ini akan digunakan untuk broadband.

Namun demikian, automatic switch off 2018 ini bukan tanpa kendala. Pasalnya perusahaan “besar” mengeluhkan karena harus berinvestasi triliunan rupiah untuk membeli multiplexer karena mereka ini akan menjadi penyelenggara multiplexer yang juga harus menyiapkan setup box-nya yang harganya jutaan. Sementara yang “kecil” merasa khawatir karena belum dapat kepastian berapa biaya sewa multiplexer. Ditakutkan, sewanya akan lebih tinggi dibandingkan pendapatannya dari iklan.

“Pemain besar dan kecil complain, ini berarti ada green design yang belum pas sehingga perlu dicari solusinya. Tetapi kami tetap berpatokan pada 2018 harus konsisten untuk switch off tersebut. Karena kalau tidak dilakukan switch off ke digital, maka kita tidak akan dapat deviden dari sisi frekuensinya,” papar pehobi olahraga menyelam ini.

Hal lain yang disorotinya untuk memajukan industri TIK di Indonesia adalah dengan memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis di sektor TIK dalam proses kepengurusan izin. Baginya, pemerintah tidak melulu hanya mengurus perizinan meskipun ini merupakan bagian yang harus diatur. Tetapi mindsetnya harus dirubah kepada pelayanan. Lebih lanjut, berikut ini petikan wawancara BISKOM di tempat kerjanya.

Bagaimana mewujudkan kecepatan akses internet yang cepat dan sebanding dengan negara-negara lain?
Saat ini pemerintahan mempunyai projek infrastruktur IBP yang diharapkan pada 2019, seluruh wilayah sudah bisa terhubung internet. Berkaitan dengan hal itu, tentunya akan dilakukan pembangunan Palapa Ring dan pembangunan backbone-backbone. Salah satu yang cepat-cepat kami lakukan untuk menunjang IBP adalah teknologi 4G/LTE. Kami sudah berikan kepada operator izinnya dan bahkan beberapa sudah melakukan launching. Untuk tahap awal di frekuensi band 900 MHz. Ditahun depan kwartal pertama policy-nya akan kami dorong ke band 1800 MHz, kemudian juga di frekuensi 2,1 GHz. Nanti, suatu saat akan ke band 2,3GHz atau yang biasa kita sebut dengan WiMax.

cover story biskom januari menkominfo rudiantara-2Anda seringkali menyebut akan merubah mindset perizinan ke pelayanan. Apa maksudnya?
Kalau bisa saya bilang, selama ini kita berada pada rezim perizinan, alias hanya izin saja yang diurus. Kedepan, izin memang harus diurus namun perusahaan harus memberikan pelayanan atau servis kepada pelanggan akhir dan license holder.

Bila selama ini konsumen merasa terganggu dengan adanya SMS yang berupa penawaran maupun penipuan, seharusnya ini tidak terjadi lagi karena telah merugikan konsumen. Hal ini pun sedang kami bicarakan termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memproteksi pengguna dari situs-situs investasi ‘bodong’ agar ini bisa diblok. Dengan demikian, pelanggan akan merasakan bahwa pemerintah peduli kepada mereka. Terkait license holder, pemerintah tidak hanya memberikan izin lalu lepas tangan terhadap pertumbuhan bisnisnya. Kami harus punya konsen terhadap sustainability ecosystem business mereka. Kalau laba mereka tumbuh, tentunya lapangan pekerjaan meningkat, peluangnya makin meningkat, begitupun pajak juga meningkat dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sekarang kontribusinya Rp.13 triliun pastinya akan meningkat juga.

Berarti PNBP tahun depan akan dinaikkan?
Ini yang sedang kami lihat lagi antara PNBP dengan Pajak. Bagi pemerintah inikan sebetulnya kantong kiri dan kantong kanan. PNBP penerimaannya di depan dan pajak di belakang. Nah, sekarang ini sedang kami bicarakan bagaimana melakukan simulasi kalau misalkan PNBP tidak meningkat tajam, maka bisa membantu industri untuk menghasilkan laba di belakang yang lebih besar. Ini bagian dari pelayanan license holder. Jadi yang diberikan izin kami perhatikan, karena mereka itu bisa dibilang merupakan pelanggan pemerintah.

Apakah Anda melihat masih adanya kelemahan-kelemahan dari regulasi TIK saat ini?
Bukan kelemahan. Misalnya seperti Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sebetulnya ditujukan untuk memberikan suatu transaksi elektronik menjadi sah, seperti electronic banking yang mencapai puluhan juta transaksi, termasuk pulsa yang mengacu pada UU ITE. Tetapi memang ada kasus-kasus yang dikaitkan dengan pasal 27 seperti SARA, penghinaan dan lainnnya yang rata-rata tahun 2014 mulai Januari hingga Oktober kurang lebih perbulannya ada empat kasus. Sebut saja, kasus Prita, Florence hingga Jakarta Post.

Disini ada dua opsi yang kami akses. Pertama, merubah pasal itu sendiri. Jadi tuntutannya bukan pidana 6 tahun penjara tetapi dibawahnya. Hal ini tentunya perlu proses politik antara pemerintah dengan DPR. Opsi lainnya adalah bagaimana penerapan pasal 27 harus benar-benar dilakukan, karena sifat aturannya adalah jika dilakukan oleh orang-orang tertentu dengan kapasitas atau kompetensi tertentu saja. Jadinya, penyidik umum tidak bisa langsung mengaitkan masalah ini. Ini yang harus kami komunikasikan dengan aparat penegak hukum.

cover story biskom januari menkominfo rudiantara-3

Lalu bagaimana pandangan Anda terhadap kasus yang menimpa Indar Atmanto, Mantan Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2)?
Ada dua hal, pertama dari sisi regulasi jelas posisinya bagi kami bahwa yang dilakukan IM2 sesuai dengan aturan. Hal itu sudah dituangkan dalam surat Menkominfo terdahulu. Kemudian ada proses hukum yang dilakukan oleh Pak Indar. Kalau proses hukum kami tidak bisa bisa mengintervesi, yang bisa kami lakukan memberikan gambaran kepada pengambil keputusan tentang permasalahannya. Inilah yang sebetulnya tidak menjadi masalah. Kami melihatnya yang dilakukan IM2 tidak menyalahi aturan dan ini telah menjadi isu industri, karenanya kami ada di depan. Ini menunjukkan bagaimana kami harus merespon situasi yang ada.

Judi online maupun pornografi masih bisa diakses di Indonesia. Apalagi yang akan dilakukan untuk menekan dampak negatif dari TI ini?
Kami punya Trust+ dan Nawala untuk melakukan filter pengguna yang proaktif searching dengan keyword tertentu. Tetapi kami mulai berfikir untuk membuat semacam Panel Ahli karena Kemkominfo itu bukan ahlinya pornografi ataupun child abuse yang sekarang ini juga marak terjadi. Jadi lebih baik Kemkominfo di sisi infrastruktur dan memfasilitasi akses internet. Biar panel-panel ahli yang prominen atau subject matter expert saja yang menyatakan bahwa konten ini tidak boleh, bertentangan dengan budaya dan norma dan lain sebagainya. Nanti biar panel ini yang konsen terhadap permasalahan tersebut.

Terkait penyiaran, bagaimana Anda menghidupkan kembali TVRI dan RRI sebagai lembaga penyiaran yang diminati masyarakat?
Sebetulnya, keduanya ini adalah lembaga penyiaran publik yang tidak melapor ke Kemkominfo. Mereka merupakan produk dari UU Penyiaran, dimana dewan pengawasannya dipilih DPR dan direksinya dipilih oleh dewan pengawas. Tetapi memang infrastrukturnya dialokasikan frekuensinya oleh Kemkominfo dan saat ini kami memang tengah membantu TVRI untuk melakukan migrasi ke digital.

Seberapa besar Anda menaruh perhatian terhadap cyberpreneur?
Kami telah berbicara dengan teman-teman di e-commerce, agar pemerintah mulai memikirkan untuk memfasilitasi dan mendorong semacam exchange atau bursa antara developer aplikasi  dengan para venture capital.  Saya selaku menteri yang akan mendatangi para konglomerat Indonesia agar melihat potensi bisnis ini sekaligus mengajak mereka untuk berinvestasi disini. Saya akan bilang, bisnis ini menjanjikan. Ketimbang taruh uang di luar, lebih baik bantu orang-orang kreatif ini.

Cyber defense kabarnya mendapat perhatian besar di pemerintahan baru ini, mengingat Kemkominfo telah menjalin kerjasama dengan Kemenkopolhukam untuk mengatasi kemungkinan cyber war di masa depan. Langkah apa yang sudah dilakukan Kemkominfo dalam kerjasama ini?
Kami mendukung cyber defence, karena di Indonesia itu seperti di Angkatan Laut yang punya Coast Guard dan submarine cable, tetapi lautannya sedemikian luas yang harus dijaga. Di dunia cyber juga terjadi seperti itu. Beberapa waktu lalu kami sudah berdiskusi dengan Menkopolhukam dan sudah melaporkan ke Presiden pentingnya dibentuk Badan Cyber Nasional. Kami mendukung itu dan sifatnya kami harus complimentary, artinya yang belum ada dibuat, kemudian yang sudah ada dijahit. Jangan membuat sesuatu yang dari nol lagi. Karena ini memerlukan kecepatan. Intinya bagaimana mengintegrasikan yang sudah ada di industri.

Apakah Anda mempunyai target income atau devisa dari sektor TIK ini?
Sebetulnya untuk peralatan justru kami mengeluarkan devisa karena kami bukan technology inventor. Kami itu membeli teknologi, tetapi yang terpenting bagaimana kami menjadi smart buyer. Artinya, kalau bisa dana untuk membeli perangkat jangan terlalu besar, namun justru memiliki manfaat yang bisa dikelola. Bagaimana cara meningkatkannya? Balik lagi kepada software dan aplikasi. Semakin banyak yang bisa memainkan aplikasi, semakin besar nilai tambahnya.

Kita akan semakin besar di dalam negeri dan berharap sebagian bisa diekspor ke luar negeri. •Hoky, ANDRI/FIQI (foto)

Artikel Terkait:
RUDIANTARA: 2019, Seluruh Indonesia Tersambung Internet
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem
Oktober, Pemerintah Rampungkan Blueprint Pertahanan Cyber
Indonesia Cyber Security Summit Ke 2 Kembali Digelar
LSP Komputer memperoleh Sertifikasi Lisensi dari BNSP

 

Epson Umumkan Color Imaging Contest “Uniquely Indonesia 2014”

0

Epson

PT EPSON Indonesia mengumumkan kembali kontes foto tahunan Epson Color Imaging Contest Indonesia 2014. Mengangkat tema “Uniquely Indonesia 2014”, kontes ini diselenggarakan secara online melalui Facebook Epson CIC Indonesia (www.facebook.com/EpsonCICIndonesia), yang dibuka mulai dari 6 Des 2014 hingga 31 Januari 2015 mendatang.

Indonesia adalah negara yang memiliki jutaan keunikan yang tidak sedikit dipandang di mata dunia. Mulai dari alam, flora, fauna, budaya, benda, peristiwa, momen, perjalan wisata, makanan,sampai dengan interaksi antar manusia yang menjadi fakta bahwa Indonesia adalah negara yang mempunyai keunikan yang tiada batasnya.

Kontes Epson Color Imaging mengajak fotografer dan peminat foto untuk berbagi keunikan Indonesia yang terjadi pada tahun 2014, ataupun ditangkap melalui bidikan lensa pada tahun 2014, dengan harapan dapat mengapresiasi segala keindahan dan potensi Indonesia dengan berbagi inspirasi kepada seluruh dunia melalui karya-karya foto yang unik.

Kontes yang akan berlangsung selama delapan minggu ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu Kategori Publik dan Kategori Kamera Smartphone. Adapun kriteria penilaian hasil karya foto meliputi interpretasi kreatif dari tema, ketrampilan teknis pengambilan gambar, estetika foto, dan penampilan foto secara keseluruhan.

Pemilihan pemenang akan dilakukan secara bertahap yang meliputi seleksi 3 finalis setiap minggu yang akan diikuti dengan tahap penjurian final yang akan melibatkan juri profesional antara lain Darwis Triadi, Kristupa Saragih, majalah Chip Foto Video dan PT Epson Indonesia.

“Ini adalah tahun keempat PT Epson Indonesia mengadakan Epson Color Imaging Contest Indonesia menggunakan platform social networking Facebook, yang kami percaya adalah salah satu cara terbaik untuk mempromosikan kegiatan ini. Besar harapan kami, kontes ini dapat menginspirasi dan menyentuh kehidupan orang banyak,” jelas Muchammad Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia.

Epson sendiri telah menyiapkan hadiah yang menarik untuk kategori Umum dan Smartphone, ditambah hadiah mingguan untuk para pemenang. Tunggu apa lagi, yuk ikuti kontes ini! •

Merasakan Gairah TI 2015

0

woman holding a smartphoneSETIAP akhir tahun, kami biasanya menyajikan Headline perkembangan dunia teknologi informasi (TI) terkait kondisi terkini dan prediksi tahun depannya. Sajian ini masih kami pertahankan hingga kini agar pembaca bisa merasakan gairah dan hingar bingarnya industri TI di tanah air maupun internasional di tahun mendatang.

Seperti prediksi tahun-tahun sebelumnya, kami juga tetap mengandalkan data statistik perkembangan TI dari International Data Corporation (IDC), sebuah lembaga riset internasional yang paling rajin melakukan kajian dan riset serta merilis hasil tinjauan mereka. Hal ini juga tak lepas dari keutuhan akan data akurat dan terpercaya karena selama ini IDC menjadi referensi bagi banyak media di dunia dalam menganalisa apa yang sedang dan akan terjadi nanti di industri TI.

Menyambut tahun 2015, kami khusus menampilkan prediksi pertumbuhan TI dari segi smartphone dan gadget karena sengitnya persaingan antar vendor smartphone, phablet dan tablet diperkirakan akan semakin seru. Meski demikian, pemain besar di industri smartphone, seperti Lenovo, Acer, Sony, Asus, Xiomi, HTC dan sebagainya, kian optimis menyambut tahun bershio Kambing Kayu ini.

Selain prediksi pasar smartphone dunia, kami juga membahas mengenai pembangunan akses internet dan broadband di Indonesia. Melalui Menteri Komunikasi dan Informatika yang baru, Rudiantara, optimisme bahwa Indonesia akan segera merasakan akses internet yang lebih cepat dan lebih merata di seluruh desa, kembali muncul.

Rudiantara sendiri pada banyak kesempatan telah mengungkapkan komitmennya bahwa akses internet kedepan akan turut menjadi backbone pertumbuhan ekonomi negara, sekaligus menjadi andalan bagi pembangunan sumber daya manusia.

Akhirnya, selamat membaca. Tak lupa, kami segenap kru BISKOM mengucapkan Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2015. Semoga sukses untuk kita semua. •

TELAH TERBIT BISKOM EDISI JANUARI 2015

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Januari 2015 diantaranya:

• COVER STORY: Rudiantara, Menkominfo: 2019, Seluruh Indonesia Tersambung Internet

• HEADLINE: 2015: Saling Sikut Perangkat Smart

• FIGURE:
–    Marsekal Pertama TNI Prakoso: Stakeholder Wajib Tangani Persoalan Cyber
–    Sivadas Ramadas: Sambut Era BYOD, Blackberry Kenalkan BES12
–    Atul Tuli: Oracle dan D&B Ciptakan Layanan Data as a Service

• FOCUS:
–    270 Trilyun Untuk Pengembangan Broadband
–    Pacu Prestasi di Arena eSports
–    Jadi Perhatian Dunia, .ID Tolak Porno dan Judi
–    Ketika Penyamaran Pemancar Terbongkar
–    e-Samsat, Cara Terbaik Hindari Calo?

• REVIEW & CELLULAR:
–    Panasonic HC-X1000
–    Acer V Nitro Black Edition
–    Gigabyte Ultramax P35X
–    Casio EX-MR1
–    Nokia Lumia 720
–    Adata HV100
–    Sony Xperia Z3

• SNAP:
–    Indotelko Forum: Kemkominfo Ubah Mindset Perizinan ke Pelayanan
–    Sambut MEA 2015, Indonesia Hadapi 7 Masalah TIK
–    HP Store Hadir di Mall Mangga Dua dan Mall Ambassador
–    GlobalWebIndex: Mobile Messaging Meningkat Karena Gratis dan Cepat
–    Intel Berikan Solusi Logistik dan Trasportasi Untuk Pemain TI Lokal
–    Advan, Microsoft dan Intel Ikat Kerjasama di 2015
–    Indonesia Raih 8 Merit Award di APICTA 2014
–    Rangsang Pertumbuhan Startup, Telkom Hadirkan DiLo
–    Lindungi Pelanggan, Kemkominfo Hadirkan Root CA
–    Perkuat Pasar, Lenovo Gelar Solution Day 2014
–    Indonesia Raih Juara 1 World Robot Olympiad 2014 di Rusia
–    ICSS: Mendesak, Indonesia Perlu Lembaga Cyber Security
–    Ajak Bangun Pertahanan Cyber, Onno Center Bagikan Ilmu Hacking
–    Pegiat TI Kaji Pembentukan Badan Cyber Nasional
–    Taiwan, Eksportir Machine Tools Terbesar Keempat Dunia
–    Taiwan Perkenalkan Rumah Sakit Terbaiknya di Indonesia

Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •