Home Blog Page 781

SIDANG PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, PN Yogya Tak Berwenang Mengadili Terdakwa

0

YOGYA, BISKOM – Majelis hakim diketahui Lilik Nurani SH menyatakan Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta tidak berwenang mengadili terdakwa Ir MSS warga Jalan Pajajaran Bogor Jawa Barat yang ikut menghina dan melakukan pencemaran nama baik terhadap Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ir Soegiharto Santoso alias Hoky. Selain itu hakim menyatakan PN Bogor yang berwenang mengadili perkara tersebut. 

Pernyataan itu disampaikan majelis hakim dalam pembacaan putusan sela yang digelar dalam sidang yang berlangsung di PN Yogya, Selasa (28/4). “Dalam putusan sela majelis hakim menyatakan menerima eksepsi terdakwa. Karena perbuatan terdakwa dilakukan di Bogor dan semua saksi berada di luar Kota Yogyakarta. Sehingga PN Bogorlah yang berwenang mengadili perkara ini,” ujar Lilik Nurani SH disela-sela sidang. 

Atas putusan yang dijatuhkan, jaksa penuntut umum (JPU) PPFN ACSIN Noenoehitoe SH akan mengajukan upaya hukum perlawanan ke Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta. “Pada prinsipnya kami tidak sependapat dengan pertimbangan hukum yang diambil majelis hakim. Untuk itu kami masih ada upaya hukum perlawanan ke PT,”  ujarnya kepada wartawan usai sidang. 

Dalam putusan sela majelis hakim terungkap, awalnya terdakwa pada 24 Maret 2017 di rumahnya Jalan Pajajaran Bogor Jawa Barat telah ikut menghina Hoky di akun facebook grup Apkomindo. Namun perbuatan terdakwa baru diketahui saksi korban pada Jumat 24 Maret 2017 pukul 12.31 ketika sedang berada di  Hotel Prawirotaman Yogyakarta.

Perbuatan terdakwa dilakukan dengan mengomentari postingan Ir Faaz Ismail (terdakwa dalam perkara terpisah) yang isinya membicarakan atau mencemarkan nama baik saksi korban di dalam faebook grup Apkomindo yang mengatai dengan sebutan kutu kupret. 

Selama ini, maksud terdakwa memposting  atau berkomentar  di dinding fecebook group Apkomindo tersebut untuk menambahkan  postingan Faaz Ismail  atas kelakuan saksi korban terhadap Apkomindo dari tahun  2000, serta Apkomindo  DKI Jakarta yang dinilai telah menghalangi kegiatan yang dilakukan.

Selama ini terdakwa dalam mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat  diaksesnya Informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan  penghinaan tidak pernah meminta izin. Sehingga saksi korban merasa  dipermalukan dan dilecehkan  nama baiknya oleh terdakwa.

Untuk itu pada  20 Juli 2017 saksi korban mengadukan kejadian itu ke Polda DIY. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal  45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI  No 19 Tahun 2016 tentang  Perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika. Tetapi majelis hakim menyatakan karena postingan terdakwa dilakukan di Bogor dan semua saksi berada di luar Kota Yogyakarta sehingga majelis hakim menyatakan PN Yogya tidak berwenang mengadili. (Redaksi)

Sumber: Koran MERAPI, Rabu tanggal 29 April 2020, halaman 5.

Artikel Terkait:

PERKARA PENGHINAAN KETUA APKOMINDO, Pengadilan Tinggi Kuatkan Putusan PN Yogya.

BATAL HADIRI SIDANG DI PN YOGYA, Terdakwa Penghina Ketua Apkomindo Dikarantina

Dua Pelaku Bakal Menyusul Terpidana Kasus Penghina Wartawan

Ejek Pakai Kata “Kutu Kupret” Dihukum 3 Bulan Penjara

Kongres Pers Indonesia 2019 Berjalan Sukses dan telah terbentuk Dewan Pers Indonesia

Disahkan Kemenkumham, LSP Pers Indonesia Jawaban Keresahan Wartawan Soal UKW

Ketum Apkomindo Dukung Saber Pungli

Alat Bantu Pernapasan, selamatkan nyawa Pasien Covid-19

0

Jakarta, Biskom – Negara-negara di berbagai belahan dunia bergegas mengambil langkah untuk menghadapi pandemi virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satunya adalah Taiwan, yang mulai meningkatkan kapasitas produksi masker domestik pada bulan Januari, serta membatasi ekspor termometer pada bulan Maret.

Di tengah meningkatnya permintaan ventilator, pemerintahan di setiap negara tengah melakukan upaya bersama untuk inventaris alat-alat medis dalam negeri mereka, serta memproduksi alat bantu pernapasan ini. Karena tingkat kebutuhan yang cukup tinggi, produsen mobil besar di Eropa dan Amerika Serikat, seperti General Motors, Ford, Tesla, Volkswagen, dan bahkan perusahaan barang-barang kelistrikan asal Inggris, Dyson telah membentuk tim lintas industri, bersama pemerintahan dalam negeri mereka masing-masing untuk memproduksi ventilator.

Menurut Director of Strategic Marketing Department TAITRA, Chun-Tse Wu dalam keterangan persnya, Rabu (29/4), Central Epidemic Command Center (CECC) di Taiwan melaporkan bahwa saat ini di Taiwan tersedia sekitar 61 ventilator per 100.000 orang. Menurut Dia, jumlah ini lebih baik jika dibandingkan dengan sekitar 24 ventilator yang tersedia di Jerman, 12 ventilator di Inggris, maupun 5 ventilator di Italia (per 100.000 orang).
Ventilator sendiri dibagi menjadi dua jenis, invasif dan non-invasif.

Penggunaannya berbeda-beda tergantung apakah pasien dapat bernapas tanpa bantuan, atau tidak. Ventilator invasif di Taiwan digunakan untuk pasien yang kritis, dan merupakan barang impor. Sedangkan ventilator non-invasif, seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), biasanya digunakan untuk mengobati sleep apnea syndrome (gangguan tidur).

Menurut Chun-Tse Wu, ventilator CPAP sangat berguna dalam proses penyembuhan pasien yang terjangkit virus corona di masa pandemi, dan pada akhirnya mungkin dapat berperan untuk membantu pemerintah agar dapat melonggarkan peraturan di masa darurat.

“Pada 2019, nilai ekspor Taiwan untuk ventilator CPAP dan produk-produk terkait mencapai sekitar 70 juta dolar AS”, papar Chun-Tse Wu.

Perusahaan besar asal Taiwan yang memproduksi produk-produk terkait ventilator CPAP adalah APEX Co., Ltd., yang merupakan pemenang penghargaan Taiwan Excellence Award 2019 untuk produk Wizard 3 Series CPAP Mask.

Produk ini mengintegrasikan penggunaan bahan dan desain inovatif yang ramah kulit, serta menggunakan struktur pendukung dahi agar memberikan rasa nyaman ketika digunakan. Selain itu, bingkainya pun dirancang agar sesuai dengan bentuk wajah pengguna. Permukaannya yang melengkung membuat produk ini sedikit berbeda dari produk medis kebanyakan, sehingga membuatnya dapat disesuaikan dengan mudah ketika digunakan oleh masing-masing individu dan kedap udara.

Di tengah merebaknya pandemi virus corona, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) terus berupaya untuk mendukung industri medis Taiwan, salah satunya dengan mengadakan International Medical, Health, and Care Expo (Medical Taiwan) pada tanggal 15-17 Oktober, di Hall 2 Taipei Nangang Exhibition Center.

Sebagai informasi, berbagai merek pemenang penghargaan Taiwan Excellence akan menghadiri IDEM di Singapura, AACC di Amerika Serikat, AGEXPO di Malaysia, dan MEDICA di Jerman. Selain itu, Taiwan Excellence juga menjalankan pameran online untuk memperkenalkan produk-produk medis Taiwan yang berkualitas tinggi. “Promosi produk medis kami yang berkualitas tinggi dan inovatif di seluruh dunia merupakan prioritas utama bagi Taiwan Excellence atau mitra global kami”, pungkas Chun-Tse Wu. (red*)

Etika Komunikasi (Mantan) Pejabat

0

Semarang, BISKOM – Sering terjadi, hari ini lepas dari jabatan publiknya, besok pagi ia sudah “ngember” tentang kelemahan lembaga yang ia pernah menjabat di situ, entah beberapa lamanya. Namun banyak juga, begitu seseorang turun dari jabatan publiknya atas alasan apa pun, hari-hari selanjutnya ia tidak mau memberikan komentar apa pun atas instansi atau pun jabatan yang pernah diembannya; bahkan sekedar untuk menyambangi kantor itu pun diusahakan untuk tidak dilakukan. Inilah adalah fakta yang diungkapkan oleh Akademisi Unika Soegijapranata Semarang, JC Tukiman Taruna Sayoga, Ph.D.

Memang, terutama dari para mantan pejabat publik, bisa diamati satu-dua hal titik terlemah birokrasi kita, yaitu pertama, sejauhmana para pejabat itu benar-benar memegang kendali etika komunikasi ketika masih menjabat maupun setelah tidak menjabat lagi. Kedua, seperti apa cara para pejabat dan mantan pejabat publik itu memegang rahasia. “Mantan pejabat publik yang suka “ngember” misalnya, semulia apa pun motivasi ia melakukan ngember itu, namun ditimbang dari sudut etika, ia bukanlah mantan pejabat  yang etis. Apalagi kalau yang di-ember-kan itu “rahasia perusahaan,” kata Taruna.

Pertanyaannya: Adakah (mantan) pejabat publik yang seolah-olah tidak mengenal etika komunikasi, serta merta “ngember” seraya membongkar rahasia, atau minimal mengancam-ancam untuk membuka rahasia? Dengan penuh rasa prihatin pertanyaan itu harus dijawab “Ada,” bahkan tidak mengada-ada kalau disebutkan jumlahnya tidak hanya satu, dua, atau tiga. Mengapa ada orang-orang seperti itu?  Dugaan umum sering memberikan jawaban: Ohhh pasti orang atau sikap semacam itu karena dia kecewa, tersinggung, tidak mau menerima (karena diberhentikan misalnya).

Menurut Taruna, kalau dugaan umum itu benar adanya, cukup masuk akal-lah respon orang kecewa memang cenderung “balas dendam,” namun rasanya menyakitkan sekali kalau ternyata orang atau perilaku/sikap seperti itu muncul disebabkan oleh ketidaktahuan bahwa ada etika yang dilanggar. Naif benar kalau seperti itu adanya.

Menurut Shaw & Barry (seperti dikutip oleh Wayne Pace dan Don F. Faules, 2006) menyebutkan ada lima pedoman etika komunikasi, yakni pertama: siapa pun yang berada dalam suatu organisasi atau instansi, -apalagi dia itu pejabat-, otomatis harus memberikan andil terbaik bagi orang/pihak lain, dan menghindarkan akibat-akibat buruk yang mungkin bisa terjadi.  “Semakin tinggi jabatannya, andil terbaiknya seharusnya semakin banyak, dan upayanya menghindarkan dari hal-hal jelek juga harus lebih nyata,” ungkap Taruna.

Kedua, sikap patuh terhadap kesepakatan atau perjanjian harus lebih terasa bila dibandingkan dengan sikap sopan terhadap orang atau pun aturan. Ketiga, komunikasi disebut etis jika tindakan atau kata-kata pejabat itu terjadi tidak karena ancaman sanksi, aturan, atau hokum, melainkan karena atas dasar ketulusan dan kejujuran. Keempat, keputusan yang diambil sesuai dengan tuntutan moral dasar, seperti adil, jujur, terbuka, dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan; dan kelima, komunikasi pejabat benar-benar sangat etis kalau ia memelihara dan menjunjung tinggi reputasi dan nama baik siapa pun, termasuk reputasi dan nama baik dirinya sendiri.

“Pedoman etika yang kelima inlah yang paling dilupakan oleh (mantan) pejabat yang suka ngember, menjelekkan orang/pihak tertentu, kurang control dalam mengkritisi sesuatu: Dia lupa bahwa apa yang dia lakukan itu berarti merendahkan reputasi dan nama baik dirinya sendiri. Dia lupa bahwa reputasi dan nama baik dirinya harus terus dipelihara, dijunjung tinggi; bukannya dilecehkan sendiri meskipun mungkin dia mendapatkan tepuk tangan gemuruh dari orang-orang yang mendengarkannya ketika ia sedang ngember itu,” pungkas Taruna. (red)

Telkomsel Luncurkan Solusi IoT untuk Dorong Produktivitas di tengah Pandemi

0

Telkomsel, Senin (27/4/2020), memperkenalkan Asset Performance Management, solusi end-to-end berbasis IoT (internet of things) yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menjaga produktivitas dengan lebih aman di tengah wabah Covid-19.

“Di saat kita semua perlu saling jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19, Telkomsel berupaya maksimal agar inovasi digital yang dihadirkan dapat menjaga kita untuk tetap terhubung sekaligus membantu segmen industri untuk menjaga kelangsungan bisnisnya,” kata GM IoT Smart Connectivity Telkomsel Alfian Manurung.

Asset Performance Management dapat diimplementasikan pada berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, fast-moving consumer goods (FMCG), farmasi, logistik dan manufaktur yang implementasi use case-nya seperti cold chain monitoring, inventory management, dan shipment monitoring.

“Sistem monitoring tradisional masih mengandalkan pengelolaan data secara manual, sehingga tidak efisien, rumit, dan beresiko terjadi kesalahan. Sedangkan solusi IoT terbaru kami, Asset Performance Management, dapat mendigitalisasi sistem pemantauan asset perusahaan dengan memberikan informasi kondisi aset yang real-time. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, kesalahan dari human error, serta memastikan kualitas produknya terjaga,” imbuhnya.

Di belakang layar, layanan Asset Performance Management buah kerjasama antara Telkomsel dengan Roambee, startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-to-end IoT asal Sillicon Valley, Amerika Serikat.

Roambee juga tercatat sebagai perusahaan rintisan asing yang belum lama ini menerima dana investasi dari Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) selaku unit ventura Telkomsel.

Salah satu peran Roambee adalah penyediaan Smart Gateway (sensor yang terhubung langsung pada cloud) dan Smart Beacon (terhubung dengan Smart Gateway dan dapat ditempatkan di aset bergerak dan tak bergerak) sebagai IoT Sensors pada Asset Performance Management.

Sementara untuk teknisnya, Asset Performance Management mempunyai tiga elemen utama yang terdiri dari IoT Sensors (Bees dan Beacons), IoT Platform , dan Online Dashboard.

IoT Sensors menggunakan dua tipe sensor Bee (Smart Gateway) dan Beacon yang dapat diimplementasikan baik pada asset yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Kedua sensor tersebut dapat mendeteksi sejumlah variabel di titik penempatannya, seperti suhu, pencahayaan, kelembapan, tekanan udara, hingga lokasi secara real-time.

Di sisi lain, IoT Platform merupakan infrastruktur dan aplikasi pengolahan data, meliputi cloud dan data analytics. Sedangkan Online Dashboard, memungkinkan para pelaku bisnis untuk melakukan manajemen aset melalui berbagai perangkat, mulai dari laptop hingga ponsel, di mana pun dan kapan pun secara online.

sumber: https://www.suara.com/tekno/2020/04/27/233000/telkomsel-luncurkan-solusi-iot-untuk-dorong-produktivitas-di-tengah-pandemi

Sang Maestro Hatta Ali Dan Penggantinya Melihat Capaian Hakim Cemerlang Yanto

0
Hatta Ali, Yanto, dan Syarifuddin di depan ruang utama sidang yang nama sang Maestro diabadikan.

Jakarta, BISKOM – Menjelang akan bergantinya ketua Mahkamah Agung Hatta Ali yang akan digantikan Syarifuddin yang sebelum nya menjabat sebagai Wama bidang yustisial berkunjung ke pengadilan negeri Jakarta Pusat, Senin 27 April 2020, sebagai bentuk Apresiasi tertinggi terhadap capain prestasi dan kinerja Yanto sebagai ketua PN  Jakpus selama dua tahun belakangan ini.

Gedung pengadilan Tipikor Jakarta Jakarta yang terdiri dari 7 lantai terletak dikawasan jalan Bungur Besar Raya, merupakan yang terindah dan terlengkap alat mutahirnya karena selain sebagai etalase Indonesia juga merupakan jendela hukum negeri khatulistiwa di mata dunia.

Hatta Ali mengelilingi taman asri karya Yanto.

Hatta Ali yang juga didampingi oleh KMA ke 14 Syarifuddin dan para ketua kamar MA ikut merasakan semua bagian gedung PN Jakpus dan taman asri yang indah serta mesjid Al Ikhlas yang merupakan hasil kerja keras Yanto adalah merupakan kebanggaan umat Islam, khususnya bagi para pegawai PN Jakpus.

Yanto yang merupakan Hakim karier dan yang menjatuhkan vonis 15 tahun terhadap terpidana korupsi Setya Novanto itu juga telah mendapat promosi sebagai Hakim Tinggi yang sepekan mendatang akan bertugas di Pengadilan Tinggi Denpasar Bali.

CEO Media Breakingnews Grup Emil F Simatupang bersama Hatta Ali dan Syarifuddin saat peresmian mesjid Al Ikhlas PN Jakpus Tahun lalu.

Tercatat hakim karier yang menjadi Ketua PN Jakpus di gedung baru bungur sejak pertama adalah Gusrizal, kemudian Pontas dan Yanto. Namun dari ketiganya dinilai hanya Yanto lah yang paling mumpuni bahkan yang mampu membangun mesjid Al Ikhlas yang artistic bahkan hampir semua mebel yang dibuat mewah dari ukiran jati jepara sekaligus Yanto lah tercatat secara tinta emas mengabadikan nama sang maestro Prof.Dr.HM. Hatta Ali, SH.MH. menjadi salah satu ruang sidang utama yang membuat mati kutu para penjahat koruptor kelas kakap. (Hoky)

Artikel Terkait:

Ketua MA Hatta Ali Melantik Tiga Ketua Muda Pada Mahkamah Agung RI

Presiden Joko Widodo Kagum Atas Pencapaian Terbesar Sepanjang Sejarah Mahkamah Agung

Presiden Jokowi Puji Keberhasilan Mahkamah Agung

Ketua MA Tunjuk Andi Samsan Nganro Jubir Baru, Dan Sesalkan Berita Yang Tidak Update

Peran UU Contempt of Court Dalam Perlindungan Kekuasaan Kehakiman Yang Mandiri dan Bebas Dari Segala Pengaruh dan Ancaman

HUT IKAHI Ke-66, Ketua MA Harap Hakim Pahami Ekonomi Digital

Johanis Tanak Lulus Uji Kompetensi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V

MA Kabulkan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung, Terdakwa Kasus BLBI.

Tolak PK Baiq Nuril, MA Tegaskan Tak Ada Maladministrasi

Peluncuran Sistem Informasi Perlengkapan Mahkamah Agung Republik Indonesia (SIPERMARI)

Hakim Kena OTT KPK di Balikpapan Diberhentikan Sementara Oleh MA.

Ketua MA Luncurkan SIPP Tingkat Banding Versi 3.2.0.

Semarak Acara MA di Labuan Bajo

MA Siap Hadapi Pemilu, Ketua Kamar TUN Berpesan Pejabat Wajib Laksanakan Perintah Hukum

Ketua MA Tekankan Pentingnya Integritas Kepada Para Ketua Pengadilan Tinggi

Perlunya Hakim Berperspektif Gender Untuk Wujudkan Akses Keadilan Bagi Perempuan dan Anak

Presiden Jokowi Apresiasi Reformasi di MA lewat aplikasi e-Court

Presiden Jokowi Puji Keberhasilan Mahkamah Agung

Ketua MA Lantik 29 Ketua Pengadilan Tingkat Banding

Ketua MA Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) Integritas Manajemen SDM berbasis Kompetensi

Siap-Siap Menghadapi PRS Sosiometrik

0
Akademisi Unika Soegijapranata, JC Tukiman Taruna Sayoga, Ph.D.

Semarang, BISKOM – Pola relasi sosial (PRS) memang sedang berubah, siap-siap sajalah. Dulu, sebutlah sangat subur di era Orde Baru (Orba), PRS sangat didominasi oleh ABS, -asal bapak senang- , bukan saja melanda pada tataran birokrasi dan para birokratnya, bahkan sampai ke tataran rumah tangga pun pola ABS berlangsung. “Seiring tumbangnya Orba, di era reformasi, PRS masuk ke dalam kategori “bungahi sakarepe dhewe,” cenderung suka-suka karena eforianya merasa terlepas dari kekangan pola ABS,” terang Akademisi Unika Soegijapranata Semarang, JC Tukiman Taruna Sayoga, Ph.D.

Seolah terimbas oleh gejala PRS sekehendak hatinya sendiri, sekarang ini tiba saatnya PRS Sosiometrik; contohnya: Seorang Bupati marah-marah dan menyebut (seorang) Menteri ngeyel, goblok, bla….bla….. Ada juga seorang Walikota “meledek” kepala pemerintahan dan kepala Negara untuk jangan datang ke wilayahnya meskipun dalam konteks mudik. Sejumlah kepala daerah, katanya juga mengungkapkan protesnya kepada Pemerintah Pusat karena merasa aturan pusat tidak sinkron pun tidak jelas, dan sebagainya. Intinya, tibalah PRS sosiometrik; siapa seolah-olah bebas mencaci siapa hanya karena alasan tidak senang’ atau siapa memuji-puji setinggi langit seseorang hanya karena sedang senang pada orang itu.

Menurut Taruna, PRS masyarakat kita sangat didominasi oleh empat struktur, yakni struktur komunikasi, kekuasaan, sosiometrik, dan lokomosi; dan keempatnya itu bisa bergeser ke kanan atau ke kiri seperti pendulum seturut zamannya. Seperti contoh ABS di atas, zaman itu PRS yang lebih dominan adalah struktur kekuasaan, karena seluruh PRS bertumpu kepada (seseorang) yang sedang berkuasa. Sampai ke tingkat rukun tetangga (RT) dan RW pun, saat itu sangat terasa sekali PRS berstruktur kekuasaan. Di era reformasi, PRS yang berkembang lebih ke pola komunikasi, yaitu pola relasi yang ditumpukan pada cara dan struktur komunikasi saat itu, utamanya komunikasi politik. Di era reformasi, siapa yang punya pengaruh (kuat) adalah mereka yang piawai melakukan komunikasi (politik), maka tidak mengherankan tumbuh suburnya partai politik terjadi saat itu.

Taruna menegaskan, PRS dengan struktur sosiometrik semakin menggejala akhir-akhir ini, yaitu pola relasi yang didominasi oleh senang dan tidak senang.  “Lihat saja contoh yang telah disebutkan di atas, betapa siapa pun, -lupakah pada jabatan dan amanah yang sedang diemban?- bisa marah-marah termasuk mengungkapkan dengan kata-kata kasar karena (sedang) tidak senang. Pola relasi sosial senang dan tidak senang mendikotomi masyarakat kita ke dua kelompok besar yang seolah-olah saling berhadap-hadapan untuk “saling melempar bom Molotov:” kelompok yang di sini menyebut kelompok yang di sana “Ka”, sedang kelompok Ka menyebut yang di depannya adalah kelompok “Ke,” misalnya.  PRS senang dan tidak senang diembuskan dengan berbagai cara dan memang rasanya semakin subur karena medianya semakin mudah, murah, cepat, dan bisa berlipat. Nulis satu dua kata saja segera bisa di share ke ratusan bahkan ribuan orang hanya dalam hitungan detik. Itulah PRS sosiometrik yang sedang sangat menggejala namun juga sangat  memrihatinkan,” ujar Taruna.

Lebih lanjut Taruna mengatakan, PRS dengan struktur lokomosi sebenarnya sedang trending di kalangan milenial, karena para milenial sedang “ditarik perhatiannya” ke cara-cara berfikir, berkarya, dan berkehidupan ala milenial. “Sayang, minggu-minggu terakhir ini kaum milenial sedang “dihabisi” dengan kejamnya oleh orang-orang yang tampaknya lupa bahwa mereka pun dulu pernah muda. Mundurnya dua sosok milenial dari Stafsus Presiden, contohnya, sertamerta kejamnya “orang-orang tua” menghakiminya, rasanya akan berpengaruh kepada perkembangan PRS lokomosi. Padahal, pada intinya, PRS lokomosi menegaskan bahwa setiap zaman itu mempunyai/ada daya tariknya sendiri-sendiri; dan tidak perlu ada pihak-pihak yang iri atau menghalangi daya tarik itu berkembang,” pungkasnya. (red)

Rini Mariana: Menembus Awan Menuai Hujan

0

Kiprah Modifier Cuaca Wanita (1)

Hari Kartini belum lama berselang diperingati pada 21 April lalu. Kiprah srikandi Indonesia seakan tiada habisnya ditelusuri di berbagai bidang. Tulisan berikut akan mengungkap perjalanan para wanita di bidang teknologi modifikasi cuaca:

Rini Mariana Sibarani : Menembus Awan Menuai Hujan

Profesi yang dijalani Rini Mariana Sibarani sebagai flight scientist masih terdengar asing di kalangan masyarakat. Padahal, flight scientist lah menjadi salah satu penentu keberhasilan operasi teknologi modifikasi cuaca.

Ya, dalam beberapa tahun terakhir operasi TMC sangat diandalkan untuk penanggulangan bencana seperti kebakaran hutan dan lahan atau pencegahan banjir. Bahkan, untuk pengisian waduk-waduk untuk PLTA dan pertanian mengantisipasi musim kemarau.

Flight scientist menjadi bagian penting dari tim TMC di lapangan. “Dalam penerbangan penyemaian, flight scientist menentukan awan-awan yang berpotensi untuk disemai menjadi hujan atau tidak,” ujar Rini Mariana Sibarani, flight scientist Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC) BPPT.

Tugas tersebut diemban Rini Mariana Sibarani dalam beberapa tahun terakhir sejak menjejakkan karirnya di Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC) BPPT pada 2009 lalu. Tentu saja, setiap misi yang dijalaninya bukan penerbangan biasa karena kerap harus mendekati awan berbahaya (Cumulonimbus).

“Hal menegangkan saat bertemu bahkan pernah terjebak dalam awan Cb (cumulonimbus). Sebagai FS (flight scientis) saya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya berdoa pilot dan copilot dapat mengendalikan pesawat dan membawa saya kembali ke runway dalam keadaan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun,” ujarnya.

Kondisi tersebut dialaminya baru-baru ini saat operasi TMC Pengurangan Curah Hujan di DKI Jakarta awal tahun ini. Juga tahun lalu pada operasi TMC Penipisan Kabut Asap di Provinsi Riau (2019). “ Operasi pengurangan curah hujan di Jakarta, pesawat harus melewati awan-awan tebal yang ada di wilayah Jabodetabek yang tidak boleh disemai, untuk menuju awan target diluar Jabodetabek. Jadi, kami harus tetap terbang menghadapi bahaya tersebut demi menjalankan tugas negara,” tuturnya.

Pun, saat kondisi atmosfir tidak mendukung, namun tim TMC harus melaksanakan terbang penyemaian awan. “Setiap hendak terbang, kami laksanakan briefing, dan saya selalu berdoa minta Tuhan bawa kembali saya dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Selain factor cuaca, masalah teknis juga beberapa kali harus dialami tim TMC saat bertugas. “Pernah mengalami penerbangan dengan satu engine saat operasi TMC mengurangi intensitas curah hujan di area proyek pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda, Kalimantan Timur sekitar 2018,” ujar wanita kelahiran Palembang, 9 Juli 1987 ini.

Dibalik kesulitan di lapangan yang dihadapinya, Rini akhirnya dapat bertemu Gubernur Sumatera Selatan . “Kejadiannya, tahun lalu saat kunjungan dadakan dari Gubernur Sumsel pada operasi TMC penanggulangan kabut asap di Sumsel. Rasanya bahagia bertemu orang nomor satu dan saya diminta untuk menjelaskan singkat kegiatan sebagai flight scientist,” papar wanita lulusan Fisika Universitas Sriwijaya ini.

Rini Mariana Sibarani saat ini juga tercatat sebagai Perekayasa Ahli Muda BBTMC bidang Penerapan Teknologi, subbid Hidrometeorologi. Beberapa pelatihan menempanya menjadi flight scientist, diantaranya International Training Course on Weather Forecasting for Operation Meteorologists di Korean pada 2018.

Disela-sela kesibukan rutin, Rini juga kerap menuangkan buah pemikiran di Jurnal Sains Teknologi Modifikasi Cuaca dan saat ini sebagai tim editorial di Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca (JSTMC).

Dampak Positif Virus Corona, Masyarakat Makin Nempel dengan Teknologi

0

Pademi virus corona tak hanya menggoyan dunia kesehatan di Indonesia, juga industri dan bisnis. Selain itu, perubahan dalam masyarakat juga terjadi, misalnya bekerja bisa dilakukan di rumah. Atau, perubahan yang terjadi memberikan efek yang besar terhadap konsumen dan produsen. Dampak-dampak tersebut tampak dari kebiasaan sehari-hari, di tempat kerja, dan penggunaan teknologi yang meningkat.

Banyak perusahaan memberlakukan peraturan work from home agar dapat menghindari penularan virus corona. 

Para pengusaha di bidang food and beverage melihat hal ini sebagai pilihan alternatif untuk mendapatkan omzet. Mereka menjual produk mereka secara online serta membuat promo menarik yang diumbar lewat sosial media.

Orang-orang juga lebih memilih untuk menggunakan pembayaran digital untuk urusan pembayaran. Selain lebih praktis, pembayaran digital juga menghindarkan mereka dari resiko penularan virus lewat uang tunai.

Penggunaan ateknologi dalam rapat jarak jauh (freepik)

Dampak Kemajuan Teknologi

Saat pandemi virus corona berkhir, dunia akan merasakan perubahan yang besar dalam berbagai macam aspek, terutama bisnis. Penerapan teknologi digital dirasa menjadi sebuah hal yang hukumnya wajib untuk dilakukan.


“Pandemi virus corona tidak hanya akan berdampak pada masyarakat dan kaum kesehatan. Semua bisnis di berbagai sektor, besar maupun kecil, akan menerima dampak secara langsung dan tidak langsung, salah satunya mengenai penerapan teknologi dalam kehidupan,” sebut Jeremy Limman selaku CEO Paper.id, kepadaIndozone, baru-baru ini.


“Dan tentu semua bisnis sudah harus menyiapkan rencana matang dalam menghadapi krisis pandemi masa depan dari segi digitalisasi proses bisnis, merencanakan cash flow yang lebih kuat dan memperkuat rantai pasokan,” tambahnya.


Bukan tidak mungkin akan terjadi perubahan pola kebiasaan di masa depan dimana, hal ini mempengaruhi banyak aspek seperti dunia usaha. Hal ini bisa menjadi sebuah fenomena yang mendorong munculnya pola kerja baru dengan berpusat pada software atau artificial intelligence sebagai dampak dari perubahan zaman.

sumber: https://www.indozone.id/tech/6gsZpn/dampak-positif-virus-corona-masyarakat-makin-nempel-dengan-teknologi/read-all

The New Normal Perusahaan setelah Covid-19

0

The New Normal Perusahaan setelah Covid-19

Apa yang berubah setelah pandemi Covid-19 ini berlalu, atau mungkin tepatnya mereda ? Ini yang tidak kita ketahui dengan pasti. 

Tapi yang jelas, ada beberapa yang harus disesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Pertama, jelas suasana kerja dan kantor tidak akan menjadi sama lagi. Banyak hal akan berubah. Kita harus bekerja dengan tetap menjaga jarak, baik physical distancing ataupun social distancing. Maka sangat mungkin, kita harus bekerja BERGANTIAN. Mengapa? Agar tidak semua orang masuk pada saat yang sama, agar tetap bisa menjaga jarak. 

Untuk bisa mengatur kerja BERGANTIAN, atau dulu kita kenal dengan kerja dalam shift. Tapi ini beda. Bukan bekerja dalam shift, tapi tetap bekerja, hanya satu bekerja di kantor seperti biasa, lainnya bekerja di rumah atau luar kantor. Maka ini akan menimbulkan kerumitan baru bagi perusahaan baik kecil maupun besar. Solusinya apa? Gunakan sistem absensi berbasis aplikasi yang terpasang di smartphone. Dulu kita pakai mesin absensi, trus berganti mesin absensi fingerprint, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Tuntutannya adalah agar bisa melaporkan kehadirannya dimana saja, baik di kantor ataupun di luar kantor / rumah. 

Kita juga sangat terbiasa bahwa tim kita bekerja ke konsumen langsung dari rumah, setelah melakukan koordinasi. Hal ini berbeda dengan sebelumnya dimana selama ini mereka berkumpul dulu di kantor.

Kedua, pekerjaan kita sekarang tidak bisa dimonitor secara kasat mata. Mengapa? Karena bekerjanya bisa dimana saja, maka laporan pekerjaannya sekarang tidak laporan secara fisik, tapi harus laporan secara sistem. Maka sistem manajemen proyek akan sangat penting digunakan. Bagi Sales Team, maka mereka harus menggunakan sistem CRM berbasis web, sehingga mereka bisa kerja dimana saja, membuat penawaran dan melaporkannya secara langsung ke sistem. Ada banyak sistem yang terintegrasi, atau disebut juga dengan ERP, dan harus ERP yang web-based online. 

Ketiga, bekerja dengan laptop. Kita dituntut untuk bisa bekerja di kantor dan di rumah, maka tentu kita harus bekerja dengan perangkat yang bisa kita bawa kemana-mana. Selain smartphone, perusahaan harus mempersiapkan karyawannya untuk bekerja dengan laptop. Penggunaan laptop harus dipersiapkan juga untuk bisa mengakses sistem aplikasi perusahaan dengan aman. Laptop ini secara umum akan mengakses email, website dan aplikasi menggunakan koneksi Internet, maka sangat diperlukan menyediakan koneksi aman dengan Virtual Private Network (VPN) dan akses SSL (Secure Socket Layer) di aplikasi web kita. Lalu bagaimana dengan aplikasi server yang masih berbasis desktop, maka kita dapat menggunakan aplikasi thin client atau terminal service, sambil perusahaan mempersiapkan diri mengubah seluruh aplikasinya menjadi web-based.

Keempat, membatasi waktu kunjungan fisik ke konsumen dan diganti virtual meeting. Kok bisa ? Karena baik kita ataupun konsumen kita pasti cenderung menjaga jarak dulu, sampai semuanya berangsur normal. Maka the new normal terkait hal ini adalah melakukan virtual meeting. Kita akan sangat terbiasa, terutama para sales akan menggunakan video call untuk menyapa calon konsumen dan konsumennya. Untuk memastikan hal lain, bisa dilakukan virtual meeting. Dan ini mulai terbiasa sejak sekarang. Banyak yang menggunakan Zoom, Zoho Meeting, Google Meet, Skype hingga Microsoft Teams untuk virtual meeting mereka. Kita akan banyak memiliki opsi untuk menggunakan semua ini. Jangan heran juga, perusahaan akan menggunakan layanan sejenis untuk menggantikan meeting mingguan dan meeting koordinasinya.

Kelima, baik proses pembelian, penagihan, tender, semua akan menggunakan sistem berbasis web. Karena keadaan pandemi ini, banyak perusahaan mengubah sistem mereka dan mulai menerima proses pembelian, penagihan serta tender dengan cara online. Bahkan tanda-tangan pun dengan digital ID. Maka tantangan bagi banyak perusahaan agar bisa menggunakan sistem seperti ini, dan kembali pola sewa pakai aplikasi akan menjadi opsi utama. 

Keenam, penggunaan cloud. Karena semua aplikasi, mulai dari aplikasi utama (ERP atau CRM) akan harus bisa diakses dari Internet atau secara online maka penggunaan layanan cloud akan meningkat tajam. Selain itu, karena karyawan akan banyak mengakses server dan file dari luar kantor dan dalam kantor, maka akan sangat bijaksana bila file tersebut diletakkan di layanan cloud. Beragam layanan file sharing dapat diakses dan digunakan, baik dengan layanan cloud global, ataupun cloud lokal yang menempatkan data nya di data center berlokasi di Indonesia.

Ketujuh, tantangan besar di IT security dan cyber security. Karena semakin banyak server, aplikasi, file akan ditempatkan tidak hanya di server perusahaan, tapi juga di cloud, maka perusahaan harus menyiapkan diri dalam menjaga keamanan data. Perusahaan harus menyiapkan perangkat IT security yang lebih mumpuni agar memungkinkan akses data dari dalam dan luar perusahaan. Demikian juga dengan keamanan data di perangkat laptop yang digunakan karyawan. Minimal penggunaan antivirus adalah keharusan.

Kedelapan, pemerintah juga berbenah. Kita akan melihat semakin banyak persiapan juga dilakukan pemerintahan. Karena mereka juga mungkin akan menerapkan pola kerja bergantian, menggantikan semua sistem mereka dengan sistem yang dapat diakses dari mana saja, dan memperkuat keamanan data mereka. Mereka juga akan menyiapkan sistem absensi yang ketat untuk para ASN yang harus bekerja secara mobile ini. Untuk sektor tertentu, dimana interaksi dengan masyarakat masih terjadi, maka pemerintahan akan menggunakan berbagai teknologi terbaru untuk mendeteksi suhu, dengan CCTV Thermal. Penggunaan video conference juga akan mewarnai kegiatan ASN, hanya saja pemerintah akan lebih selektif memilih vendor yang tepat, dengan alasan keamanan data pemerintah. Demikian juga dengan penggunaan cloud, yang akan cenderung memilih lokal cloud provider untuk menjaga keamanan data pemerintah.

Kesembilan, penggunaan marketplace dan sosial media. Semakin banyak perusahaan akan menggunakan marketplace untuk berjualan. Dan cara tercepat tentu menggunakan existing marketplace, daripada membangun website e-commerce sendiri. Jangan lupa gunakan sosial media, baik facebook, instagram, youtube, selain messenger yang sudah banyak digunakan untuk mempromosikan produk dan layanan anda. Pastikan perusahaan anda hadir di berbagai marketplace dan sosial media.

Kesepuluh, cara baru mengunjungi mall. Kita sangat suka sekali mengunjungi mall, tapi karena pandemi ini, kita akan berubah. Mungkin kita akan dibatasi secara jumlah yang masuk ke dalam mall, tapi ada saatnya kita juga akan mendatangi mall secara virtual. Semakin banyak virtual mall akan tersedia untuk membantu kita memilih produk yang kita cari. Memang tidak bisa menggantikan mall fisik tapi akan menjawab kebutuhan kita sementara waktu. Inilah secara singkat the new normal yang akan kita alami bersama, minimal sampai kita berhasil menerapkan vaksin mengatasi pandemi Covid-19 ini. Tetap bersemangat ya untuk menyesuaikan diri.

Pastikan anda mengikuti seminar kami membahas ini semua dalam APTIKNAS Smart City and IoT (ASCI) Virtual Event di bulan Mei 2020. Ikuti kegiatannya di www.eventcerdas.com

Inilah Tantangan Buat Ketua MA Syarifuddin

0
Ketua MA terpilih Muhammad Syarifuddin beserta CEO Media Digital infobreakingnews.com, Emil F. Simatupang.

Jakarta, BISKOM – Tidak terasa masa kepemimpinan sang maestro Hatta Ali hampir sampai di garis akhir. Sosoknya akan digantikan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) terpilih, Muhammad Syarifuddin.

Tanggung jawab yang besar sudah jelas menunggu Syarifuddin, mengingat kondisi keadilan hukum di Indonesia yang terus bergejolak. Sebagai Ketua MA yang baru, banyak yang berharap Syarifuddin dapat menggunakan pikiran briliannya untuk memberantas habis praktik korupsi di Indonesia.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan setidaknya ada 5 pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Syarifuddin terkait dengan upaya pemberantasan korupsi.

Yang pertama adalah vonis ringan yang dijatuhkan kepada koruptor. Data ICW menunjukkan selama tahun 2019, rata-rata sanksi yang dijatuhkan untuk koruptor hanya 2 tahun 7 bulan penjara.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhan menilai hukuman tersebut belum cukup bagi mereka si pencuri uang negara. Untuk itu, sudah menjadi tugas Syarifuddin untuk mengubah perspektif para hakim agar mereka menyadari korupsi adalah bentuk kejahatan luar biasa dan seharusnya tak disidangkan layaknya seperti pidana umum.

PR kedua bagi Syarifuddin adalah mengubah perspektif putusan pembatasan korupsi.

“MA jangan hanya fokus pada pemidanaan. Isu pemulihan kerugian keuangan negara atau asset recovery juga penting,” tegas Kurnia.

Data ICW, dari total 1.019 perkara dengan 1.125 terdakwa, kerugian negaranya Rp 12 triliun. Namun, pidana tambahan berupa uang pengganti hanya dijatuhkan Rp 780 miliar.

Selanjutnya, Syarifuddin juga harus mampu mengubah mindset hakim bahwa pencabutan hak politik sesungguhnya tak melanggar HAM asalkan ada batasannya, yakni 5 tahun.

Tugas keempat adalah kelengkapan administrasi. Kurnia mengatakan pihaknya menyoroti bagaimana pengadilan-pengadilan negeri di Indonesia banyak yang tak mengunggah amar putusan ke website masing-masing.

“Kalaupun muncul di direktori MA, waktunya sangat lama,” katanya menyayangkan.

Kondisi ini tentu mempersulit masyarakat yang membutuhkan amar putusan secara cepat.

Yang terakhir adalah pengawasan perilaku hakim. Di era kepemimpinan Hatta Ali, ada 20 anaknya terciduk kasus korupsi. Hal ini seharusnya dapat diperbaiki di era Syarifuddin. Semua ini bertujuan tak lain agar publik kembali percaya bahwa MA adalah lembaga yang bersih.

Semoga bapak Syarifuddin, Ketua MA kita yang baru dapat menjaga integritasnya serta kembali menata dan membenahi kinerja MA demi membawanya kembali menjadi lembaga yang disegani rakyat. (Hoky)

Sumber: Info Breaking News

Artikel Terkait:

Ketua MA Hatta Ali Melantik Tiga Ketua Muda Pada Mahkamah Agung RI

Presiden Joko Widodo Kagum Atas Pencapaian Terbesar Sepanjang Sejarah Mahkamah Agung

Presiden Jokowi Puji Keberhasilan Mahkamah Agung

Ketua MA Tunjuk Andi Samsan Nganro Jubir Baru, Dan Sesalkan Berita Yang Tidak Update

Peran UU Contempt of Court Dalam Perlindungan Kekuasaan Kehakiman Yang Mandiri dan Bebas Dari Segala Pengaruh dan Ancaman

HUT IKAHI Ke-66, Ketua MA Harap Hakim Pahami Ekonomi Digital

Johanis Tanak Lulus Uji Kompetensi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V

MA Kabulkan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung, Terdakwa Kasus BLBI.

Tolak PK Baiq Nuril, MA Tegaskan Tak Ada Maladministrasi

Peluncuran Sistem Informasi Perlengkapan Mahkamah Agung Republik Indonesia (SIPERMARI)

Hakim Kena OTT KPK di Balikpapan Diberhentikan Sementara Oleh MA.

Ketua MA Luncurkan SIPP Tingkat Banding Versi 3.2.0.

Semarak Acara MA di Labuan Bajo

MA Siap Hadapi Pemilu, Ketua Kamar TUN Berpesan Pejabat Wajib Laksanakan Perintah Hukum

Ketua MA Tekankan Pentingnya Integritas Kepada Para Ketua Pengadilan Tinggi

Perlunya Hakim Berperspektif Gender Untuk Wujudkan Akses Keadilan Bagi Perempuan dan Anak

Presiden Jokowi Apresiasi Reformasi di MA lewat aplikasi e-Court

Presiden Jokowi Puji Keberhasilan Mahkamah Agung

Ketua MA Lantik 29 Ketua Pengadilan Tingkat Banding

Ketua MA Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) Integritas Manajemen SDM berbasis Kompetensi