Home Blog Page 887

Domain .ID Tumbuh 24 Persen Sepanjang 2015

0

Penggunaan Nama Domain .ID mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sepanjang 2015. Dalam satu tahun tercatat penambahan hampir 30 ribu nama domain atau mengalami kenaikan 24 persen dibanding jumlah domain .ID pada akhir 2014.

PrintPENGELOLA Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat pertumbuhan nama domain yang cukup signifikan di 2015. Pada 31 Desember 2015 pukul 24.00 WIB tercatat 153.006 domain .ID aktif, meningkat dari 123.751 di akhir tahun sebelumnya.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah, menyatakan gembira dengan pertumbuhan nama domain .ID ini. “Pertumbuhan pesat ini terjadi terutama karena minat masyarakat yang besar pada domain apapun.id,” ungkap Andi. Domain yang baru dirilis pada 17 Agustus 2014 ini tercatat tumbuh lebih dari 12 ribu nama domain sepanjang 2015.

Selain domain apapun.id, pertumbuhan yang pesat juga dialami oleh domain co.id dan my.id. Domain untuk perusahaan dan personal itu masing-masing tumbuh di atas 9 ribu dan 6 ribu nama domain sepanjang 2015. “Kalau dari prosentasenya, my.id mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 215 persen, disusul apapun.id sebanyak 156 persen,” kata Andi.

Masih menurut Andi, yang juga menarik adalah lonjakan pertumbuhan domain desa.id sebanyak 84 persen di 2015. “Pada awal 2015, nama domain desa.id baru berjumlah 1.336. Dalam setahun jumlahnya melonjak menjadi 2.458 nama domain,” ujar Andi. “Ini menunjukkan semakin banyaknya desa yang mampu memanfaatkan internet di Indonesia,” lanjut Andi lagi.

PANDI optimis pertumbuhan nama domain .ID akan meningkat dengan sangat pesat di 2016. “Tahun ini Kementerian Kominfo memulai program 1 Juta Domain .ID yang akan dijalankan selama tiga tahun,” kata Andi. Dengan program ini, PANDI memprediksi nama domain .ID akan berjumlah lebih dari dua kali lipat pada akhir 2016.

Rencananya, program 1 Juta Domain .ID akan mulai dijalankan oleh Kementerian Kominfo RI di Februari 2016. Program ini akan menyediakan satu juta situs internet yang menggunakan nama domain .ID dan menggunakan server di Indonesia dalam waktu tiga tahun.

Pada tahap awal, program 1 Juta Domain .ID akan menyasar kelompok UKM dan sekolah. Selain untuk meningkatkan konten lokal, program ini diharapkan mampu meningkatkan penggunaan trafik internet dalam negeri dan mengurangi penggunaan bandwith internet internasional yang mahal. Pada akhirnya, program ini diharapkan akan meningkatkan kinerja pereksonomian digital Indonesia.

Tahun ini, PANDI juga akan menambah jumlah registrar yang menjadi ujung tombak pendaftaran nama domain. “Selama tiga tahun terakhir, PANDI membatasi jumlah registrar hanya dua belas perusahaan,” ujar Andi. Mulai 1 Februari 2016, PANDI akan membuka pendaftaran registrar baru dengan model akreditasi. “Dengan penambahan registrar, pelayanan kepada pengguna nama domain .ID diharapkan dapat menjadi semakin baik,” pungkas Andi. •

APKOMINDO Dukung LSP Komputer memperoleh Sertifikasi Lisensi dari BNSP

0

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KOMPUTER yang didirikan dibawah naungan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Indonesia (AP3I) dan mendapatkan dukungan dari asosiasi industri dan profesi di bidang komputer dan informatika yaitu: Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), Ikatan Ahli Informatikan Indonesia (IAII), STIE IPWIJA dan Kampus Pelita Bangsa, hari ini Selasa 29 Desember 2015 bertempat di Aula Serbaguna Gedung Utama KOMINFO memperoleh Sertifikasi Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam sambutannya Menkominfo Rudiantara menyampaikan bahwa; Saat ini Kementerian Kominfo menitikberatkan pada pendekatan ekosistem. ”Dengan mengoptimalkan resources pemerintah yang terbatas untuk memperoleh dampak yang maksimal, maka sangat penting untuk meningkatkan daya saing SDM sektor Kominfo, tidak saja untuk menghadapi MEA juga untuk persaingan global”

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menjalankan tiga program utama untuk mengembangkan ekosistem sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT).
Lebih lanjut, Menteri Rudiantara menyatakan Kementerian Kominfo  telah melakukan tiga program utama yang terkait dengan pengembangan SDM di tahun 2015 antara lain:

  1. Pengesahan peraturan Menteri Kominfo mengenai Pemberlakuan SKKNI.
  2. Penyusunan Rancangan SKKNI dengan melibatkan asosiasi industri dan asosiasi profesi.
  3. Pembinaan individu serta kelembagaan melalui Pelatihan dan Sertifikasi bagi angkatan kerja muda, instruktur, asesor serta dukungan bagi pembentukan LSP.

Menurut Menteri, LSP punya peran untuk memastikan kualitas terutama tenaga kerja sektor Kominfo yang memadai agar dapat bersaing. “Soal kualitas tenaga kerja ini perlu diperhatikan mutu, akses dan afordabilitas pendidikan, dengan adanya LSP berlisensi BNSP diharapkan sumberdaya manusia di Indonesia khususnya di bidang  TIK akan semakin baik”. tegas Rudiantara.

Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo mengatakan, Sejalan dengan program prioritas untuk pengembangan SDM, Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo telah melaksanakan Program Nasional Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja. “Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi angkatan kerja muda termasuk para penyandang disabilitas yang akan berkerja di sektor komunikasi dan informatika”.

 

Penyerahan lisensi dilakukan oleh Ketua BNSP Sumarna F. Abdurahman disaksikan Menteri Kominfo Rudiantara dan Kepala BPSDM Kominfo Basuki Yusuf Iskandar.  “Kami menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Kominfo yang telah bekerjasama mendukung percepatan sertifikasi kompetensi khususnya dalam kerangka program KSS Kominfo,” jelas Sumarna F. Abdurahman.

LSP KOMPUTER yang telah menerima Lisensi dari BNSP bertanggung jawab melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi dan bertugas untuk mengembangkan standar kompetensi, melaksanakan uji kompetensi, menerbitkan sertifikat kompetensi serta melakukan sertifikasi tempat uji kompetensi untuk bidang Komputer dan Informatika.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, LSP KOMPUTER mengacu kepada Pedoman yang dikeluarkan BNSP, yang pedomannya ditetapkan persyaratan yang harus ditaati untuk menjamin agar lembaga sertifikasi menjalankan prosedur sertifikasi kepada pihak ketiga secara konsisten dan profesional, sehingga dapat diterima di tingkat nasional yang relevan.

Soegiharto Santoso alias Hoky, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), yang diamanahkan sebagai Ketua LSP KOMPUTER mengatakan, Untuk menyambut era pasar bebas dalam hal ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta upaya mempersiapkan diri bergabungnya Indonesia ke Trans Pacific Partnership (TPP), APKOMINDO turut ambil bagian dalam mendukung didirikannya LSP KOMPUTER, Sebab diawal tahun 2016 ini kita akan terintegrasi dengan MEA dan dalam waktu dekat akan bergabung dengan TPP.

 

Oleh karena itu kita harus membentengi internal dengan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) di bidang TIK yang baik, diharapkan, melalui LSP KOMPUTER, dapat meningkatnya iklim kompetisi dalam pasar tenaga kerja di tingkat lokal, regional maupun global.

Selain dari itu LSP KOMPUTER akan terus berupaya membina kerjasama dengan pemerintah dan lembaga terkait, termasuk  dengan vendor, principle, perbankkan dan lain sebagainya, agar tercipta SDM yang berkualitas, kreatif, inovatif dan produktif, sehingga bisnis TIK kita dapat tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman, dengan demikian daya saing kita akan semakin baik yang pada akhirnya akan mampu berkontribusi terhadap negara dan bangsa.

LSP KOMPUTER juga akan terus berupaya menjalin kerjasama dengan DPD-DPD APKOMINDO yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia agar dapat mempercepat pencapaian Visi dan Misi-nya, Semoga LSP Komputer dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan berhasil mencapai visi, misi, sasaran dan target program kerjanya. Amin. ujar Soegiharto yang akrab disapa Hoky.


Terlampir:

VISI:
Menjadi lembaga sertifikasi profesi sektor komputer dan informatika yang mempunyai kinerja prima di tingkat nasional, regional, dan internasional.

MISI:
1. Menyelenggarakan sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor komputer dan informatika yang independen dan profesional
2. Menjamin mutu dengan dengan menjaga proses sertifikasi sesuai dengan standar yang berlaku dan melakukan inovasi-inovasi.
3. Menetapkan kompetensi sumber daya manusia melalui prosedur sertifikasi profesi di bidang komputer dan informatika

SARAN
1. Tersosialisasinya 70% pelayanan sertifikasi kepada profesi dan industri pada bidang komputer dan informatika.
2. Tersosialisasi dan terkomunikasikannya 50 % layanan sertifikasi kepada Pendidikan Vokasi / LPK.
3. Terverifikasinya 50 TUK.
4. Terlaksananya pelayanan sertifikasi sejumlah 10.000 sertifikat.

TARGET
1. Tenaga kerja pada industri: 2.500 orang
2. Tenaga kerja freelance: 2.500 orang
3. Calon tenaga kerja: 5.000 orang.

KEBIJAKAN MUTU
1. Lembaga sertifikasi profesi KOMPUTER bertekad menerapkan dan memelihara mutu sesuai dengan pedoman BNSP 201 dan 202.
2. Seluruh personil LSP KOMPUTER berkomitmen untuk menyelenggarakan Uji kompetensi bidang komputer dan informatika secara  professional.

SASARAN MUTU
Tercapainya standarisasi kompetensi sumberdaya manusia bidang komputer dan informatika

MANFAAT SERTIFIKASI LSP KOMPUTER

Bagi Industri/ organisasi
• Membantu industri/organisasi meyakinkan kepada kliennya bahwa produk/jasanya telah dibuat oleh tenaga-tenaga yang kompeten bidang komputer dan informatika.
• Membantu industri/organisasi dalam rekruitmen tenaga kerja untuk bidang komputer dan informatika serta mengembangkan tenaga berbasis kompetensi yang akan meningkatkan efektifitas dan efisensi pengelolaan SDM industri / organisasi khususnya dan nasional pada umumnya.
• Membantu industri/organisasi dalam sistem pengembangan karir dan remunerasi tenaga berbasis kompetensi serta meningkatkan produktivitas bidang komputer dan informatika.

Pendiri:
–  DR. Bambang Tri Cahyono, M.Ec.
–  Drs. Juniarto R. Prasetyo, MPM., Ed.D.
–  Ir. Besar Agung Martono, MM., DBA.
–  Ir. Titing Widyastuti, MM.
–  DR. Anna Wulandari, SE., MM.
–  Ir. Soegiharto Santoso
–  Dedy Budiman M.Pd.
–  DR. Bambang Hariyanto, M.T.
–  Hari Setiabudi Husni, MSi.
–  Ir. Muzakkir
–  Ir. Richard Kartawijaya
–  Yuliardi Sutedja, MBE.

Pengurus
Ketua          : Ir. Soegiharto Santoso
Wakil Ketua : Ir. Muzakkir
Sekretaris   : Ir. Titing Widyastuti, MM.
Bendahara  : DR. Anna Wulandari, SE., MM.

Pelaksana
Direktur Eksekutif     : Ir. Besar Agung Martono, MM., DBA.
Manajer Mutu            : DR. Heru Mulyanto, MM
Manajer Standarisasi : DR. Bambang Tri Cahyono, M.Ec.
Manajer Sertifikasi     : Drs. Juniarto R. Prasetyo, MPM., Ed.D.
Manajer Pemasaran   : Dedy Budiman M.Pd.
Manajer Administrasi : Hari Setiabudi Husni, MSi.
Manajer Humas         : Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT..

Video Youtube:
1. Rudiantara Menteri KOMINFO – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
2. Sumarna F Abdurahman – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
3. Basuki Yusuf Iskandar – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
4. Soegiharto Santoso – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
5. Agung Martono – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
6. Taufik Hasan – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
7. Yoni Joko Waluyo – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
8. Muzzakir – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
9. Aster Teresia Sitohang – Penyerahan Lisensi LSP
10. Dedi Budiman – Penyerahan Lisensi LSP Komputer
11. Arum Hapsariningtyas – Penyerahan Lisensi LSP Komputer 

Artikel Terkait:
RUDIANTARA: 2019, Seluruh Indonesia Tersambung Internet
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem
Oktober, Pemerintah Rampungkan Blueprint Pertahanan Cyber
Indonesia Cyber Security Summit Ke 2 Kembali Digelar
LSP Komputer memperoleh Sertifikasi Lisensi dari BNSP

GPU NVIDIA GeForce GTX Dirancang Untuk Pengalaman VR Yang Tangguh

0

Oculus Rift (1)Pertengahan Desember ini kami mendapat kesempatan dari NVIDIA di Singapura untuk mencoba secara langsung Oculus Rift & HTC Vive. Sebuah pengalaman seru yang menyenangkan saat menggunakan Oculus Rift mendapatkan perasaan seolah-olah hal tersebut benar-benar nyata, bayangkan saja, Anda dapat memainkan sebuah tokoh hanya dengan memutar kepala Anda. Oculus Rift ini didukung oleh teknologi NVIDIA GameWorks VR. Dan yang terbaik dari kesempatan ini adalah pengalaman menggunakan HTC Vive, pengguna akan merasakan pemandangan dan suara yang nyata seperti Anda dibawa secara tiba-tiba ke lokasi lain di waktu yang lain— keseluruhan kenyataan baru dengan kemungkinan tanpa batas. HTC Vive ini akan menambahkan pengalaman yang sangat berbeda. Baik demo Oculus Rift & HTC Vive keduanya di dukung oleh PC dengan kekuatan NVIDIA GeForce TiTan X.

HTC ViveTeknologi Virtual Reality (VR) siap untuk mengubah cara Anda bermain dan mendapatkan pengalaman bermain game dengan membuat Anda akan secara langsung berada dalam aksi permainan tersebut, dalam dunia 3D di sekitar kita.

Ketika kepala digerakkan maka akan menampilkan perubahan tampilan dan dikarenakan Anda menggunakan kontroler VR dalam game yang kompatibel sehingga avatar Anda akan secara langsung dan nyata dapat menggapai obyek dengan tangan mereka untuk berinteraksi.

1Untuk dapat memberikan pengalaman teknologi VT yang sangat besar tersebut, diperlukan proses daya GPU yang juga besar. Selain games, teknologi VR banyak di terapkan di berbagai aplikasi. Sebagai contoh, teknologi tersebut dapat di terapkan di lapangan medis dimana pengguna di latih dalam otonomi tubuh manusia dengan melakukan berbagai prosedur seperti otopsi pada sebuah mayat VR.

Di masa yang akan datang, aplikasi VR ini dapat menggantikan kekurangan jenazah  yang didapat secara legal yang biasanya digunakan untuk penelitian medis. NVIDIA meramalkan akan banyak potensi dalam VR sebagai platform latihan dan simulasi untuk berbagai aplikasi perusahaan dan penggunaan profesional.

3Yang sedikit berbeda dari yang terdengar, visi utama NVIDIA untuk VR dan PBR sangat banyak di dasarkan pada kenyataan dan membuat hari esok menjadi lebih baik bagi semua orang.

Untuk membantu meningkatkan pengalaman VR, NVIDIA menciptakan “GameWorks VR” yaitu sebuah software development kit (SDK) untuk headset VR dan para pengembang game yang dapat meningkatkan kinerja, mengurangi latency dan meningkatkan kompatibilitas. Game Works VR termasuk berbagai teknologi berikut, Multi-Res Shading, Context Priority, VR SLI, Direct Mode, Front Buffer Rendering & GeForce Experience.

Perkuat Bisnis Gaming, BenQ Gandeng Harrisma

0

Photocall-BenQ-RichardNXL-Harrisma.3BENQ, produsen teknologi dan solusi yang mengusung konsep People-Driven Design & Technology kian serius dalam menggarap pasar LCD monitor khususnya segment Gaming di Indonesia.  Selain menyediakan rangkaian produk yang tepat untuk kantor, rumah, desainer, fotographer, medis, percetakan dan Gaming Monitor juga sebagai produk unggulan.  Saat ini BenQ Gaming Monitor sudah menguasai market di dunia, tentunya dengan BenQ menggandeng Mitra Bisnis baru yang kompeten di bidang Pendistribusian, Solusi dan Layanan TI yaitu PT. Harrisma Informatika Jaya akan memperkuat market di Indonesia. Kerjasama ini di tandai dengan penandatangan dokumen pada tanggal 17 Desember 2015 di Jakarta yang dilakukan oleh Direktur BenQ Indonesia, Eko Handoko Wijaya dan Presiden Direktur PT. Harrisma Informatika Jaya, Yansen Setiawan.

Harrisma secara resmi menjadi Distributor BenQ LCD monitor dan khususnya produk Gaming Monitor untuk seri XL series 24 inch yaitu XL2430T dan XL2411Z yang merupakan dua seri terpopuler dan terbaik dari beberapa seri Gaming Monitor lainnya yang tersedia di pasar Gaming Indonesia.

Eko Handoko, Direktur BenQ Indonesia mengatakan, sebagai Produsen Gaming Monitor terbaik di dunia yang telah mendukung performa terbaik para Pro Gamer dunia untuk meraih kemenangan demi kemenangan, terus mengembangkan produk monitor dengan masukan dari para pemakai. Gaming Monitor yang dikembangkan bersama para Champion Gamer (Juara Dunia), menghasilkan produk terbaik bagi industri Gaming dunia khususnya  Indonesia yang memiliki jutaan Gamer yang berbakat, agar kedepannya makin banyak gamer Indonesia yang mampu bermain di tingkat dunia melalui berbagai ajang Gaming Competition bertaraf internasional.

“Eko melanjutkan, sangat banyak fitur terbaik di produk XL series, salah satu fitur unggulan yang ada di BenQ XL Series adalah “Black eQualizer” yang dapat membantu Gamer melihat lebih jelas dalam Games yang mempunyai spot – spot yang gelap karena fitur ini mampu mengatur tingkat kecerahan ketika berada di ruang gelap dalam permainan. Fitur menarik lainnya adalah Refresh Rate yang tinggi yaitu 144Hz dan 1ms GtG waktu respons, dengan fitur ini, gaming menjadi detil dan akurat, kebutuhan gamer mendapatkan gerakan yang akurat tanpa gangguan.”

Konsumen harus semakin jeli dalam memilih produk yang sesuai dengan profesi, pekerjaan, hobi dan kebutuhannya.  “Untuk itu produk monitor kami juga harus dapat memenuhinya dengan tepat, produk yang bagus akan berhasil dan bertahan di pasar Indonesia, tentunya kami tidak dapat bekerja sendirian, dibutuhkan mitra bisnis yang berpengalaman, handal, kompeten dan menyalurkan di pasar yang tepat,” katanya.

“Selain itu, dengan keyakinan dari mitra bisnis kami akan produk Gaming Monitor BenQ XL Series, hal ini sangat mempengaruhi perkembangan bisnis nantinya dan kami melihat Harrisma sebagai perusahaan yang mempunyai strategi bisnis yang baik dan didukung kerja sama tim yang solid. Ini menjadi modal besar untuk menumbuhkan bisnis secara bersama dan terus bertumbuh,” pungkas Eko.

Yansen Setiawan, Presiden Direktur PT. Harrisma Informatika Jaya menegaskan bahwa bergabungnya Harrisma dalam rantai distribusi produk-produk BenQ merupakan suatu kemajuan bagi kedua perusahaan. Kerjasama ini melengkapi product portfolio yang distribusikan oleh Harrisma. •

SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme

0

Pemerintah pernah memblokir  sejumlah situs yang dianggap ekstrim dan radikal serta berpotensi memicu sejumlah konflik antar agama di Indonesia. Namun seiring waktu, berbagai konfik tetap muncul. Apa yang salah?

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika pernah memblokiran 300 situs yang bermuatan paham radikalisme  pada beberapa waktu lalu. Pemblokiran tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan regulasi yang mengatur mengenai muatan media yang mengandung kekerasan, dan penyebaran paham radikalisme yang disesuaikan dengan Undang-Undang Terorisme.

Sebelum melakukan pemblokiran, Kemenkominfo juga mengklaim telah membentuk tim panel yang berjumlah empat orang yang masing-masing bertugas melakukan kajian terhadap konten situs yang dianggap bertentangan dengan regulasi.

Pengajuan pemblokiran situs tersebut kemudian dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), sebagai badan negara yang memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan nasional.

Meski demikian berjalan waktu, kebijakan pemblokiran situs paham  radikalisme termasuk  pendirian Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/NIIS) dirasa belum signifikan menangkal masuknya propaganda ideologi gerakan itu ke Indonesia.

Sidney Jones, Analis Terorisme dari International Crisis Group (ICG) mengatakan, ketika satu situs diblokir, maka akan muncul situs baru. “Kalau diblokir gampang sekali muncul lagi di situs radikal lain atau bisa juga muncul di Twitter,” ujarnya di Jakarta (20/10).

Menurut Sidney, situs jejaring sosial adalah cara yang penting bagi kelompok jihad untuk memperkuat ideologi mereka dan menghasut emosi massa. Tetapi menurutnya, memblokir situs semacam itu bukanlah solusi yang efektif.

Jelasnya, simak kutipan perbincangan BISKOM dengan Sidney berikut ini.

Sejauh mana para penganut radikalisme, atau katakanlah terorisme, dalam menggunakan media internet dalam menjalankan aksinya?
Hampir seluruh sendi dalam teknologi internet telah dimanfaatkan, namun kenyataannya tidak lah sesuai yang mereka harapkan. Contonya Imam Samudera, tersangka Bom Bali I, dalam bukunya “Aku Melawan Terorisme” meminta kepada pengikutnya untuk belajar keterampilan hacking. Tapi tidak banyak keuntungan yang bisa diambil dari keterampilan tersebut. Hanya ada satu kasus hacking besar yang meraup keuntungan besar hingga Rp. 1 Milyar di Medan, selebihnya tidak ada.

Kemudian orang-orang yang belajar merakit bom dari YouTube atau internet ternyata tidak secanggih jika belajar langsung dari ahlinya, karena bom yang mereka buat tidak pernah bisa meledak sempurna.

Begitupun dengan Twitter propaganda. Jika twit berhasil, harusnya ada banyak orang yang akan pergi ke Suriah. Kenyataannya orang-orang Indonesia yang pergi ke Suriah jauh di bawah Belgia, Australia dan Malaysia. Itu lah saya katakan bahwa mereka memang terus menggunakan teknologi terbaru di internet, namun hasilnya tidak selalu sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Mengapa hasilnya tidak sesuai?
Di dunia ini selalu ada banyak masyarakat yang tidak setuju dengan kemunculan situs radikal. Mereka yang surfing internet pun lebih banyak yang anti ISIS. Selain itu, kini ada semakin banyak teknologi dan media sosial yang tidak mudah disadap. Seperti Telegram, Zello Walkie Talkie dan lain semacamnya. Jadi selalu ada saja teknologi baru yang dipakai para teroris, tapi sebaliknya masyarakat yang menentang teroris pun semakin banyak.

Bagaimana tanggapan Anda dengan pemblokiran situs radikalisme?
Kita tahu, sudah ada tiga ratus situs yang diblokir, tetapi yang paling berbahaya masih ada dan bertambah, jadi tidak jelas tujuan apa yang hendak dicapai. Selain itu, kalau memblokir suatu situs, situs lain muncul oleh kelompok orang yang sama dalam waktu sekitar enam jam, terutama dengan banyaknya blog dan lain-lain.

ICG baru-baru ini merilis laporan yang merinci bagaimana kalangan ekstrimis memanipulasi berbagai ketegangan dengan memasang pesan-pesan yang menghasut di internet. Laporan tersebut juga melihat bagaimana sebuah organisasi antar-agama yang moderat memakai jejaring sosial untuk melawan pesan-pesan kebencian.
Ketika organisasi Muslim dan Kristen Ambon, bernama Provokator Perdamaian mendengar kabar angin bahwa sebuah gereja telah dirusak, mereka mengambil foto gereja itu yang utuh dan menyebarkannya di situs-situs jejaring sosial.

Lalu bagaimana cara melawan terorisme di internet?
Meskipun ahwa situs jejaring sosial bisa menjadi cara bagus untuk mempromosikan toleransi, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk memerangi terorisme. Terorisme di Indonesia, hanya dapat diberantas bila pemahaman agama sejalan dengan negara, yang menganjurkan pluralisme dan masyarakat berdasarkan pada keadilan dan kesejahteraan. Berbagai upaya menyeluruh untuk membangun hubungan baik antar komunitas agama dibutuhkan pada tingkat paling bawah.

Sementara itu, jutaan orang Indonesia menggunakan internet beberapa tahun terakhir ini karena akses internet telah membaik. Meskipun sejumlah kiai pada mulanya skeptis terhadap jaringan internet dan dampaknya terhadap moralitas, nyatanya sekarang ada 40 juta pengguna Facebook di Indonesia, terbesar kedua setelah Amerika.

Bagaimana pula menanggulangi kecemasan bangsa terhadap ISIS?
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, penyebaran ideologi radikal seperti yang disebarkan kelompok ISIS semakin sulit dibendung. Pemerintah Indonesia, perlu lebih memahami inti ajaran ISIS sehingga pemerintah dapat mengambil kebijkan yang lebih efektif.

Seluruh pejabat pemerintah harus mengerti dulu apa sebenrnya inti ajaran ISIS. Meski demikian, ancaman ideologi ISIS tidak akan membahayakan stabilitas Indonesia karena orang yang akan bergabung dengan ISIS hanya sebagian kecil.

Sesuai dengan yang saya kenal, masyarakat Indonesia cenderung memiiki budaya yang terbuka dan sangat bertentangan dengan ideologi ISIS. Meski ada yang tertarik untuk bergabung dengan ISIS, tetapi untuk konteks Indonesia hanya segelintir orang. Menurut saya tidak benar bahwa ribuan orang Indonesia akan bergabung dengan ISIS. Apalagi sampai menggoyahkan stabilitas negara.

Disamping itu yang perlu diingat, untuk berangkat ke Suriah dalam rangka berabung dengan ISIS tidaklah mudah. Mereka harus melalui rekomendasi dari orang yang sudah ada di Suriah. Selain mendapatkan rekomendasi, perekrutan anggota ISIS menyasar orang terkait dengan organisasi yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kelompok itu.

Ada berapa orang WNI yang ada di Timur Tengah?
Menurut data pemerintah yang dikutip oleh The Intercept, diperkirakan ada 300 warga Indonesia yang bepergian ke Timur Tengah sejak tahun 2012 untuk aktivitas terorisme. Dalam rentang waktu 1 Maret hingga 1 Juni 2015, ditengarai ada 44 warga Indonesia yang terbunuh di Suriah dan Irak.

Menurut Anda sudah cukup baik kah menanganan terorisme di Indonesia?
Indonesia relatif berhasil dalam menangani terorisme. Keberhasilan Indonesia bahkan mungkin lebih baik dibanding negara lain. Ini harus dipuji dan Indonesia harus bangga.

Keberhasilan Indonesia menanggulangi terorisme, bisa dilihat dari aspek Hak Azasi Manusia maupun aspek keamanan. Indonesia mampu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya aksi terorisme yang lebih dahsyat.
Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada aksi terorisme yang hebat dan besar di Indonesia dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, saya mengapresiasi bagaimana cara Indonesia menangani pelaku tindak pidana terorisme. Kita lihat, di Indonesia orang-orang yang ditangkap sebagai teroris dibawa ke pengadilan terbuka.

Pengadilan terbuka itu memberi manfaat nyata, yakni meningkatkan kesadaran publik tentang akar terorisme di Indonesia. Padahal, awalnya banyak orang melihat terorisme merupakan rekayasa intelijen. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki soal penanggulangan terorisme di Indonesia, yakni dengan mengubah sistem penegakan hukum terkait orang yang tidak terlibat langsung dalam aksi terorisme. •

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

Smartphone Huawei G8 dan Watch W1 Tembus Angka Penjualan Tinggi

0

Huawei G8SETELAH sebelumnya sukses menghadirkan smartphone kelas high-end melalui Huawei P8 dan Mate 7, PT Huawei Tech Investment, perusahaan yang bergerak dalam bidang informasi dan teknologi nomor satu di Tiongkok, baru-baru ini meluncurkan rangkaian produk terbaru, diantaranya smartphone Huawei G8 dan Huawei Watch W1. Meski baru saja diluncurkan, penjualan kedua produk tersebut mendapat respon yang luar biasa dari para konsumen.

Ellen Angerani, Marketing Director PT Huawei Consumer Indonesia mengatakan, “Kami sangat berterima kasih atas antusiasme para konsumen Huawei di Indonesia. Hanya dengan waktu 10 hari sejak diluncurkan 6 Desember lalu, G8 telah menembus angka penjualan yang cukup besar, yaitu 1.000 unit”

Selain mengusung inovasi teknologi sentuh yang revolusioner dan fitur terkini pada Huawei G8 dan Huawei Watch W1, tingginya angka penjualan juga dipengaruhi oleh jalur distribusi yang kuat dan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kota-kota kecil. Di akhir tahun 2015, Huawei telah memiliki 1.500 titik distribusi penjualan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Representatif Huawei menjelaskan berbagai fitur-fitur terbaru Huawei G8Huawei menawarkan layanan after sales yang sangat memuaskan kepada para pengguna Huawei G8, dimana konsumen mendapatkan jaminan one for one yaitu penggantian handset 100% baru untuk penggantian karena berbagai kerusakan dalam jangka waktu 6 bulan.

Huawei G8 adalah smartphone yang diperuntukkan bagi mereka yang muda, fashionable dan mengutamakan style dalam kehidupan mereka sehari-hari. Huawei G8 turut dilengkapi dengan teknologi sentuh revolusioner: Fingerprint Sense 2.0, generasi kedua dari Single-touch Fingerprint Reader dengan sensitivitas dan kecepatan rekognisi tinggi yang memudahkan pengaksesan berbagai aplikasi hanya dengan satu sentuhan ujung jari pada panel belakang smartphone.

Sedangkan Huawei Watch W1 merupakan arloji Android pertama di dunia yang memiliki layar AMOLED berbalut kristal safir dan dilengkapi berbagai fitur canggih seperti akses konektivitas media sosial, serta sensor gerak dan denyut nadi untuk mendukung mobilitas penggunanya.

“Kami berharap angka penjualan yang kami raih melalui G8 dan W1 dapat terus meningkat di akhir Q4 dan tahun mendatang sehingga menjadi bukti bahwa rangkaian produk Huawei, termasuk varian produk di kelas high-end, telah memiliki tempat tersendiri di hati para konsumen di Indonesia dan mampu menjawab kebutuhan mereka akan fitur-fitur canggih dan teknologi yang terus berinovasi,” tutup Ellen. •

PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace

0

Penggunaan internet dalam kejahatan terorisme tidak hanya terbatas pada propaganda, tetapi juga dalam kegiatan yang lebih kompleks yang disebut 9P: Propaganda, Perekrutan, Pelatihan, Penyediaan logistik, Pembentukan paramiliter dengan cara melawan hukum, Perencanaan, Pelaksanaan serangan teroris, Persembunyian dan Pendanaan.

PERKEMBANGAN teknologi informasi (TI) membuka peluang yang luas untuk membuat, memperoleh dan menyebarkan pesan secara interaktif dan luas. Peluang ini bisa dimanfaatkan secara positif atau negatif. Pemanfaatan secara negatif diantaranya untuk kepentingan teroris.

Situs web, blog, jejaring sosial, games, maupun video seringkali dijadikan media propaganda dalam aktifitas terorisme. Kejelian teroris dalam memanfaatkan cyberspace ini secara masif dan sistematis mengundang simpati dan empati dari pengguna internet, terutama generasi muda. Karenanya, setiap generasi akan selalu muncul kelompok baru maupun individu yang berkeinginan untuk belajar secara otodidak menjadi teroris dari internet.

Penanggulangan pemanfaatan internet untuk kegiatan terorisme pun kini semakin mendesak. Hal ini pula lah yang mendasari Petrus Reinhard Golose untuk menyusun buku “Invasi Terorisme Ke Cyberspace” yang diluncurkan pada 20 Oktober lalu.

Dalam buku setebal 213 halaman itu polisi aktif dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi tersebut berupaya mengungkap bahaya dan potensi penggunaan internet dalam kejahatan terorisme yang banyak ditemui di cyberspace, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Petrus yang kelahiran Manado, 27 November 1965 yang saat ini menjabat sebagai Deputi Karja Sama Internasional pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini juga membahas konten dan teknik sampai penawaran solusi penanggulangan terorisme di cyberspace.

Simak kutipan wawancara dan isi buku Petrus, peraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia yang sebelumnya pernah meluncurkan dua buku berjudul “Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul Approach dan Menyentuh Akar Rumput” serta “Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus” ini.

Apa yang mendasari Anda menulis buku “Invasi Treorisme Ke Cyberspace”?
Setelah berjuang bertahun-tahun menanggulangi terorisme, ternyata terorisme masih menjadi ancaman serius bagi keutuhan negara Indonesia. Setelah Al-Qaeda, muncul Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Setelah Jamaah Islamiyah (JI), muncul Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan sebagainya. Penanggulangan teroris sampai ke akar-akarnya merupakan perjuangan yang panjang.

Buku itu sendiri disusun setelah melakukan penelitian selama 4 tahun, sejak saya mengikuti Expert Group Meeting yang diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 2011, yang saya harapkan dapat berkontribusi terhadap penanggulangan terorisme di Indonesia sesuai kemampuan dan pengalaman yang saya miliki.

Apa yang membedakan aktifitas terorisme di masa lampau dan di era TI saat ini?
Yang jelas berbeda, kini kian marak aktifitas terorisme yang dilakukan di cyberspace. Dalam forum ahli UNODC, diidentifikasi 7 bentuk pemanfaatan internet untuk kepentingan teroris, yakni propaganda, perekrutan, pendanaan terorisme, pelatihan, perencanaan, penyebaran teror di internet hingga cyber attack.

ISIS misalnya, memanfaatkan cyberspace untuk menyebarkan teror terhadap negara yang mereka anggap musuh. Sedikitnya ada 4 video pemenggalan kepala terhadap warga negara Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini sudah ditiru oleh teroris di Indonesia, dimana pernah terjadi kasus pemenggalan terhadap orang yang dianggap sebagai informan Densus 88 di Poso pada 2014 lalu.

Sejauh mana teroris Indonesia memanfaatkan TI?
Teroris di Indonesia tak kalah canggihnya. Selain yang sebutkan barusan, kita tahu, Imam Samudera, seorang terpidana mati atas kasus Bom Bali I, mengontrol jaringan teroris dari bilik penjara melalui komunikasi internet. Kemudian, kelompok Rizky Gunawan juga pernah meretas sebuah situs komersial dan berhasil meraup lebih dari Rp. 5 milyar. Uang tersebut sebagian digunakan untuk mendanai pelatihan paramiliter teroris di Poso.

Contoh lain, video propaganda terorisme kelompok Santoso yang berbaiat kepada Abu Bakr al-Baghdadi dan video propaganda ISIS berjudul “Join the Ranks”, Bachrumsyah, anggota ISIS asal Indonesia mengajak penonton untuk bergabung dengan ISIS di Suriah. Masih banyak contoh kasus lain.

Salah satu penyalahgunaan yang cukup banyak ditemui adalah penggunaan media online dalam menyebarkan paham terorisme. Dinamika penyalahgunaan internet oleh teroris ini terus berkembang, terlebih kini makin marak media sosial yang memungkinkan orang bisa berkomunikasi kapanpun dan dimanapun.

Alasan apa yang melatar belakangi mereka untuk menggunakan cyberspace?
Ada beberapa alasan, diantaranya kemudahan informasi. Internet memudahkan pencarian informasi dengan volume besar secara dinamis, interaktif dan multimedia. Kedua adalah kemudahan manajemen yang meliputi pengontrolan, yang cukup dilakukan oleh satu iindividu. Pengontrolan juga dapat dilakukan dari lokasi yang jauh dari keramaian, tidak membutuhkan latihan fisik, dan tidak ada resiko moralitas. Termasuk di dalam manajemen adalah efesiensi biaya.

Ketiga, tidak mudah dilacak. Keempat, pengawasan dan pengendalian yang minim. Sedikitnya peraturan, penyensoran atau bentuk lain dari pengawasan pemerintah di cyberspace menjadikan internet sebagai media favorit untuk segala bentuk cyber terror. Alasan kelima adalah jangkauan dan cakupan yang luas.

Apakah cyber terror memiliki dampak yang sama dalam dunia nyata seperti halnya terorisme?
Pada umumnya, cyber terror digambarkan sebagai serangan terhadap komputer dan jaringan komputer. Akan tetapi masyarakat jarang yang menyadari bahwa cyber terror juga dapat menyerang sebuah objek yang berada dalam dunia nyata, seperti gedung, pesawat atau pembangkit listrik. Jadi bukan hanya di cyberspace.

Karena itu, berdasarkan target seranganya, cyber terror dibedakan menjadi dua kategori, yaitu pertama, serangan terhadap infrastruktur jaringan komputer yang terhubung dengan objek lain di dunia nyata, dan yang kedua serangan terhadap kehidupan manusia.

Alasan pertama dan kedua saling berkaitan satu sama lain, bertujuan untuk menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan suatu negara. Bila serangan pada jaringan komputer berhasil ditembus, maka menunjukkan bahwa teroris memiliki kemampuan menimbulkan ketakutan secara luas karena kepanikan adanya serangan susulan yang lebih hebat. Tentu saja, cyber terror juga bisa berdampak pada kerugian ekonomi negara.

Bisa diceritakan bagaimana teroris dapat melakukan perekrutan dan pembinaan anggota teroris baru?
Perekrutan teroris dilihat sebagai usaha untuk mendekatkan diri pada calon anggota dengan mencari kesamaan dan empati yang dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya, perekrutan dalam hubungan keluarga, pertemanan, persamaan daerah, aktivitas sosial, kegiatan kerohanian, dalam lemabaga permasyarakatan, lembaga pendidikan, internet dan jejaring sosial.

Penggunaan internet tidak ahanya terbatas pada penyebaran ideologi, tetapi juga menjaring anggota kelompok teroris. Propaganda yang disebarkan di internet sedikit banyak akan menarik simpatisan ataupun pendukung pasif. Kesempatan tersebut akan digunakan untuk menjaring anggota baru melalui situs tertentu atau pendekatan melaui media sosial.

Begitupun, internet juga bisa digunakan untuk memotivasi, melakukan pendekatan sosial, diskusi untuk mengubah pandangan dan tingkah laku baru, juga pembinaan dan praktik-praktik terorisme.

Dengan semua kenyataan ini, solusi penanggulangan seperti apa yang Anda tawarkan?
Aspek hukum merupakan aspek vital. Dalam sebuah negara hukum, kepastian hukum berimplikasi pada penanggulangan terorisme. Indonesia memang telah memiliki banyak payung hukum terorisme di dunia cyberspace, mulai dari Perpu, KUHP hingga UU informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), namun aspek teknis juga harus diperhatikan.

Maraknya aksi terorisme didorong oleh faktor teknis terutama kemudahan akses internet, kemudahaan memiliki blog dan media sosial untuk menyebarkan konten terorisme. Karena itu sekuriti TI terkadang sangat penting.
Aspek sosial religius juga menjadi perhatian saya. Salah satu kerumitan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia adalah masuknya agama sebagai latar ideologis kelompok teroris. Aspek keagamaan mengaburkan batas tegas antara doktrin agama dan tidak pidana terorisme. Keberadaan organisasi kemayarakatan (ormas) perlu diberi perhatian khusus. Beberapa kali ditemukan fakta bahwa terdapat ormas yang anggotanya terlibat dalam kegiatan terorisme.

Masih banyak solusi yang saya rangkum dalam buku saya, termasuk bagaimana mengatur hubungan dengan negara lain, mulai dari kerjasama lintas negara, meningkatkan pertukaran informasi intelijen, memperkuat kemampuan dalam menghadapi terorisme kimia, bilogi, nuklir dan lain sebagainya. Sekali lagi, saya berharap buku ini bisa turut berkontribusi dalam penanggulangan terorisme dan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk mawas diri terhadap bahaya terorisme. •YULIA CH

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

The CMO Club dan Oracle Berikan Panduan Solusi Untuk CMO

0

cmoUNTUK membantu para Chief Marketing Officer (CMO) atau Direktur Pemasaran memenuhi permintaan pelanggan yang semakin meningkat, The CMO Club bersama dengan Oracle merilis “Panduan Solusi CMO untuk Membangun Bagian Pemasaran yang Modern”. Panduan ini disusun berdasarkan wawancara dengan para direktur pemasaran dan tenaga pemasaran digital dari merk-merk terkenal seperti Dow Chemical, JetBlue Airways, MasterCard, PayPal, Quiznos, The Hershey Company, dan Viking River Cruises.

Panduan ini berisi wawasan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan direktur pemasaran untuk membangun tim pemasaran yang berorientasi pada pelanggan dan mengeluarkan hasil yang dapat diukur.

Direktur pemasaran dihadapi dengan perubahan bisnis, konsumen, dan teknologi yang menambah rumit semua kegiatan pemasaran. Di lingkungan bisnis yang baru ini, tenaga pemasaran perlu memikirkan ulang proses yang ada dan memanfaatkan data, teknologi, serta konten untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih berarti dan menunjukkan dampak pemasaran pada hasil bisnis. Untuk membantu tenaga pemasaran mengatur transformasi ini dengan baik, Panduan Solusi CMO yang baru menyediakan saran praktis  berdasarkan 20 wawancara yang mendalam dengan para direktur pemasaran dan manajer pemasaran digital dari perusahaan dengan berbagai ukuran dan industri.

“Meskipun jumlah alat dan data yang tersedia untuk tenaga pemasaran terus meningkat, tantangannya tetaplah untuk menangkap dan memanfaatkan data yang tepat dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang menarik di semua saluran,” kata Pete Krainik, CEO, The CMO Club. “Langkah pertama yang harus mereka ambil adalah untuk melakukan perubahan di perusahaan untuk menciptakan jenis pengalaman pelanggan yang terbaik. Karena tidak ada perusahaan yang sama persis, panduan ini membantu menyediakan perubahan yang mudah diterapkan yang bisa digunakan semua tenaga pemasaran untuk mendorong perubahan.”

Prioritas Direktur Pemasaran: Ketajaman, Pensejajaran, Kelincahan, dan Akuntabilitas

Karena tidak ada model perusahaan yang sama persis, empat tema utama muncul saat wawancara dilakukan, mengenai keputusan organisasional yang harus diambil direktur pemasaran: Ketajaman, Pensejajaran, Kelincahan, dan Akuntabilitas.

“Sementara wawancara berlangsung, kami terus mendengar bagaimana tenaga pemasaran bisa mengemukakan persoalan sekitar ketajaman, pensejajaran, kelincahan, dan akuntabilitas, dan bagaimana kekuatan ini membentuk direktur pemasaran,” kata John Ellet, penulis dan CEO nFusion. “Para pemimpin yang menjadi narasumber kami menekankan bagaimana perubahan organisasional bisa membantu memposisikan tenaga pemasaran masa kini untuk mengejar dinamika konsumen yang terus berubah.”

Ketajaman: Untuk menjadi tenaga pemasaran yang lebih modern, responen melaporkan bahwa meningkatkan kemampuan di dalam departemen menjadi prioritas utama. Dari mengembangkan wawasan pelanggan yang bernilai melalui data mining hingga berinvestasi di kreasi konten dan kebutuhan akan analitik evaluative yang semakin besar, para pemimpin tenaga pemasaran berinvestasi banyak untuk membantu tim mereka mempelajari kemampuan baru.

“Kami membangun pusat analitik untuk memusatkan dan menganalisa informasi di seluruh platform,” kata Karen Quintos, CMO Dell. “Ini memperkuat tenaga pemasaran kami dengan wawasan yang real-time dan kelincahan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan program pelanggan yang bertujuan memajukan bisnis.”

Pensejajaran: Dari atas hingga bawah dan di seluruh fungsi, panduan ini menunjukkan bahwa penting bagi semua departemen untuk mengikuti proses yang sama dan budaya perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggan di seluruh titik.

“Pensejajaran itu sangat penting,” kata Rishi Dave, CMO, Dun & Brandstreet. “Pemasaran berevolusi dan menjadi sangat terspesialisasi di sejumlah aspek –teknologi, data, analitik, konten, operasional, kreatif, dan lainnya. Bagian pemasaran perlu merekrut spesialis yang ahli di aspek-aspek ini dan menciptakan proses untuk spesialis itu bekerja sama dalam cara yang terintegrasi untuk melayani pelanggan. Ini tidak begitu rumit seperti sebelumnya.”

Kelincahan: Untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk pengalaman pelanggan yang terbaik, panduan ini mengemukakan bagaimana pentingnya untuk memiliki tim yang kuat dan fleksibilitas untuk memulai sesuatu yang baru dalam menguji dan mempelajari praktik terbaik.

“Memulai adalah kata kesukaanku. Mencoba sesuatu yang baru dengan niat belajar dan tahu itu mungkin saja gagal,” kata Snehal Desai, Global Business Director, Dow Water & Processing Solutions, Dow Chemical. “Orang-orang lebih bersedia untuk mendukung awal yang baru daripada mengubah cara yang mereka lakukan saat ini.”

Akuntabilitas: Untuk mendemonstrasikan dampak pemasaran di lini bawah, panduan ini merekomendasikan membangun pengukuran baru dari outset dan memasukkan budaya akuntabilitas pribadi di sekitar itu.

“Sekarang ini, saya bisa mengukur semuanya, dan itu suatu berkah serta kutukan,” kata Heidi Melin, CMO Plex Systems. “Kutukan itu karena harus menentukan apa hal terpenting untuk mengukur dan mendemonstrasikan akuntabilitas.”

“Pemasaran modern telah melewati perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Andrea Ward, Vice President, Marketing, Oracle Marketing Cloud. “Untuk membantu tenaga pemasran menavigasi perubahan ini dan mendorong hasil yang dapat diukur, kami bekerjasama dengan The CMO Club untuk memproduksi panduan ini.”

Panduan ini, tambahnya, menyediakan wawasan yang bernilai dari para direktur pemasran di beberapa merk terkenal di dunia dan mengingatkan kita untuk terus fokus pada kunci pemasaran, yaitu ketajaman, kelincahan, pensejajaran, dan akuntabilitas. Tema-teman ini ada di jantung Oracle Marketing Cloud, yang memungkinkan tenaga pemasran untuk mengaktivasi data dengan cara yang tepat, di saluran yang tepat, di waktu yang tepat, agar tetap bisa bersaing. •

Iray, Plug in terbaru dari NVidia

0

e78f787c-9b63-42f1-9869-852fae2b9ddcMinggu lalu kami diundang oleh NVidia menghadiri pers conference di Crowne Plaza Hotel Changi Singapura. Bob Pette, VP and General Manager of Nvidia Quadro memberikan presentasi dan live demo produk terbaru besutan NVidia.

Kita semua tahu bahwa Designworks dan Designworks VR telah diumumkan pada bulan Agustus tahun ini. Untuk enduser, platform komputasi tingkat perusahaan ini mungkin sering dibayangi oleh aplikasi game augmented reality di GameWorks dan GameWorks VR. Namun, ia cepat menambahkan bahwa aplikasi canggih dari augmented reality sebenarnya dalam komputasi perusahaan dan NVIDIA telah bekerja keras untuk tetap berkomitmen mengaplikasikan VR untuk digunakan oleh dunia usaha dan kegiatan profesional.

Bob Pette menekankan tuntutan seorang desainer, dan kebutuhan mereka untuk photorealism, interaktivitas dengan desain yang mereka diberikan. Iray adalah solusi untuk kebutuhan mereka. Secara tradisional, Iray telah ditawarkan sebagai fitur dalam program CAD seperti 3ds Max dan Maya. Menurut NVIDIA, dukungan industri untuk Iray jelas; Namun, laju adopsi oleh pengguna profesional tidak cukup cepat seperti yang diharapkan NVIDIA. Dan NVIDIA dengan bangga mengumumkan sebuah plug-in Iray untuk aplikasi professional.

e5d9ec79-6757-4ddb-a22d-2d673188e5b2Apa yang NVIDIA Iray tawarkan sekarang adalah alur kerja jauh lebih cepat dan lebih baik bagi para desainer, apakah mereka dalam rekayasa atau industri arsitektur. Mereka sekarang dapat merancang produk yang lebih baik dan bahkan lebih cepat, karena mereka dapat melihat secara real time.

Dengan Iray  sebagai plugin terpisah untuk aplikasi yang didukung, NVIDIA berharap untuk dapat mempercepat laju adopsi. Ini juga menawarkan cara langsung dan efisien untuk menjangkau pengguna profesional setiap kali ada update terbaru Iray.

Ada juga perkembangan menarik untuk para gamer pengguna NVIDIA yang mana saat ini dalam pembicaraan dengan Unreal tentang kemungkinan menggabungkan Iray ke dalam mesin permainan Unreal yang terakhir. Bayangkan saja, console game populer dan canggih yang digabungkan dengan render real-time ray tracing dan physics base rendering (PBR) yang diselenggarakan pada platform NVIDIA Designworks.

Glassdoor Nilai F5 Networks Tempat Terbaik Untuk Bekerja

0

F5UNTUK kedua kalinya berturut-turut,  F5 Networks diakui sebagai “Best Place to Work” di Amerika Serikat dalam ajang Glassdoor 2016 Employees’ Choice Awards. F5 sukses menduduki posisi ke-33 di antara 50 besar perusahaan besar seperti Google, Facebook, Apple, dan Twitter. F5 bahkan berhasil mengungguli salah satu perusahaan minyak global terbesar.

F5 bangga dengan umpan balik karyawannya yang merefleksikan beberapa hal berikut ini:

  • Secara keseluruhan, perusahaan meraih rating 4,1 (dari skala 5,0).
  • 98% karyawan perusahaan merasa senang dipimpin oleh CEO Manny Rivelo.
  • 83% karyawan perusahaan akan merekomendasikan F5 sebagai tempat bekerja selanjutnya kepada rekan-rekannya.

Kristen Dimlow, Executive Vice President of Human Resources di F5 mengatakan, “Perusahaan terus berkembang, dan itu berarti ada banyak kesempatan baru dalam karir. F5 sangat bersungguh-sungguh dalam melindungi budaya perusahaan, hal ini tetap terlihat walau perusahaan telah berkembang berkali-kali lipat dalam waktu kurang dari lima tahun. Saya telah bekerja di beberapa perusahaan sebelumnya, dan biasanya pertumbuhan perusahaan yang pesat akan sedikit demi sedikit melunturkan budaya perusahaan.” •