Home Blog Page 829

Ini Daftar Perguruan Tinggi dan Politeknik Lolos Seleksi Anugerah Iptek

0

Jakarta, Biskom– Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti  kembali memberikan Anugerah Iptek dan Inovasi bagi karya inovasi nasional sebagai upaya percepatan inovasi dalam mendukung pencapaian daya saing bangsa. Salah satunya, Anugerah Iptek dan Inovasi kategori Widyapadhi 2019 untuk mengapresiasi prestasi perguruan tinggi dalam membangun sistem inovasi.

Menurut Dirjen Penguatan Inovasi,  Jumain Appe,  anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi diberikan kepada perguruan tinggi dan politeknik yang dinilai berhasil membangun dan mengelola manajemen inovasi melalui kepemimpinan yang inovatif, pengembangan kebijakan, kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi untuk menghasilkan produk inovasi yang dapat menjadi penguat daya saing bangsa.

Kegiatan dalam rangka rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 ini antara lain bertujuan untuk memetakan performa penguatan inovasi di perguruan tinggi, dan menjadikan penguatan inovasi sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pengembangan Perguruan tinggi.

“Selama ini perguruan tinggi sudah melaksanakan berbagai hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dan pengembangan. Dalam empat tahun ini cukup bergairah setelah kita memberikan berbagai model insentif untuk proses hilirisasi. Ini merupakan suatu cara bagaimana kita membangkitkan teknologi dan inovasi ke depan sebagai lokomotif pembangunan nasional,” terang Jumain pada acara Presentasi Seleksi Penerima Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi di Jakarta, Rabu (17/7).

Untuk itu, Kemenristekdikti memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perguruan tinggi atas prestasinya dalam memanfaatkan segala potensi yang dimiliki dalam upaya mendukung penguatan inovasi. Penghargaan ini diharapkan bisa mendorong civitas akademika agar dapat terpacu dalam meningkatkan inovasi, baik sebagai individu maupun kelembagaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Setelah melalui berbagai tahap seleksi, Kemenristekdikti mengundang 12 perguruan tinggi dan 6 politeknik calon penerima Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi untuk presentasi akhir pada 17-18 Juli 2019 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta. Penilaian presentasi akan menghasilkan tiga kandidat pemenang Anugerah Inovasi Widyapadhi 2019.

Para kandidat penerima anugerah yang diwakili langsung oleh rektor masing-masing yang memaparkan berbagai aspek terkait dengan indikator-indikator yang menjadi objek penilaian antara lain tata kelola/manajemen inovasi, level atau tingkat kesiapan inovasi, uniqueness produk hasil inovasi, komersialisasi produk inovasi dan dampak inovasi terhadap ekonomi dan daya saing bangsa. Para pimpinan perguruan tinggi tersebut juga memaparkan bagaimana strategi perguruan tinggi membangun sistem inovasi yang kemudian dapat menghasilkan produk inovasi yang link and match dengan industri serta bermanfaat bagi masyarakat.

Adapun 12 perguruan tinggi yang lolos seleksi awal adalah Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, lnstitut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Telkom. Sementara enam politeknik yang lolos seleksi adalah Politeknik Caltex Riau, Politeknik Indonusa Surakarta, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, dan Politeknik TEDC Bandung.

Direktur Sistem inovasi Ophirtus Sumule, selaku koordinator tim reviewer menambahkan bahwa manajemen inovasi di perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kepemimpinan perguruan tinggi yang inovatif. Karena itu, substansi Peraturan Menristekdikti No. 24 tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi menjadi instrumen kebijakan afirmasi bagi pimpinan perguruan tinggi dalam menyusun dan merumuskan strategi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring, mengevaluasi dan merekomendasikan upaya tindak lanjut (feedback).

“Aspek penting penilaian lainnya adalah sejauh mana strategi perguruan tinggi merumuskan sistem inovasinya yang berbasis kepada peningkatan daya saing produk unggulan daerahnya,” pungkas Ophir.

Penyerahan Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi 2019 kepada para pemenang akan diserahkan pada Malam Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi pada 27 Agustus 2019 di Denpasar, Bali. Pada malam apresiasi juga akan diserahkan Anugerah Iptek dan Inovasi untuk kategori lain yakni: Budhipura (pemerintah provinsi), Budhipraja (pemerintah kota/ kabupaten), Prayoga Sala (lembaga litbang), Abyudaya (perusahaan), Adibrata (masyarakat ilmiah), Labdha Kretya (masyarakat umum), dan Widya Kridha ( lembaga non-pemerintah dan kelompok masyarakat).-Red

BATAN Sajikan 2 Varietas Kedelai Unggulan

0

Jakarta, Biskom – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) melepas 2 varietas kedelai unggul, yakni Kemuning 1 dan Kemuning 2 yang cocok untuk lahan kering. Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini, jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan Batan sebanyak 12 varietas.

Peneliti Batan, Yuliasti mengatakan, keterbatasan lahan optimal dan program pemerintah yang mendorong melakukan penelitian terhadap varietas kedelai yang toleran pada lahan kering. “Mengingat ketersediaan lahan optimal di Indonesia yang semakin terbatas, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong untuk melakukan penelitian, terhadap varietas kedelai yang tahan di lahan kering,” kata Yuliasti di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, Rabu (17/7).

Selain itu, menurut Yuliasti, kebutuhan Indonesia terhadap kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun, hingga mencapai 2 juta ton pada tahun 2018. Dari kebutuhan tersebut, produksi kedelai lokal masih berada di bawah 1 juta ton per tahun, bahkan pada tahun 2017 menurut data Badan Pusat Statistik, produksi kedelai lokal hanya mencapai 786.142 ton. Untuk mencukupi kebutuhan terus meningkat tersebut, pemerintah memilih impor kedelai dari luar negeri.

“Varietas Kemuning yang tahan di lahan kering ini, diharapkan dapat menjadi bagian solusi untuk meningkatkan produksi kedelai lokal, dan mengurangi ketergantungan kedelai impor,” tuturnya.

Kata Kemuning, menurut Yuliasti, diamabil dari singkatan dari Kedelai Mutan Tahan Kering sebagai varietas kedelai hasil dari perbaikan varietas Panderman dengan memanfaatkan teknik mutasi radiasi. Selain tahan terhadap lahan kering, varietas Kemuning mempunyai beberapa keunggulan diantaranya produktivitas tinggi yakni 2,87 ton/hektar untuk Kemuning 1 dan 2,92 ton/hektare untuk Kemuning 2, tinggi tanaman lebih pendek dari induknya, sehingga tidak mudah rebah, mempunyai kandungan protein yang tinggi, ukuran bijinya yang besar, dan rasanya gurih.

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik, di lahan kering di Indonesia. Dengan ukuran biji yang lebih besar dan dapat bersaing dengan kedelai impor, kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 menghasilkan tempe yang lebih gurih dibandingkan dengan kedelai impor,” kata Yuliasti.

Sebelumnya, Batan telah menghasilkan varietas kedelai berbiji super besar, yakni Mutiara, yang cocok ditanam di lahan optimal. Sementara untuk Kemuning, tambah Yuliasti, termasuk berukuran biji besar dan merupakan varietas kedelai BATAN pertama yang toleran di lahan kekeringan.

Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, sebagai lembaga litbang, BATAN harus mampu membuat inovasi, yang salah satunya adalah di bidang pertanian. ” Sejauh ini, bidang pertanian tetap menjadi salah satu unggulan dari BATAN untuk terus dilakukan litbangnya,” kata Anhar.

Namun yang perlu menjadi perhatian penting bagi Batan, adalah sosialisasinya yang harus masif hasil agar lebih dikenal masyarakat. Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dimana bila mendapatkan benih unggul tersebut.

Kerjasama juga terus dibangun antara Batan dengan Kementerian lain, seperti Kementan untuk memudahkan diseminasi produk Litbang Batan, khususnya pertanian cepat sampai di masyarakat. “Dengan menggandeng stakeholder lain diharapkan produk litbang Batan mudah dikenal oleh masyarakat,” imbuhnya.

Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat mengatakan, sebagai lembaga litbang Pemerintah, Batan turut berpartisipasi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, dengan melakukan inovasi dalam menghasilkan varietas kedelai unggul. “Pada dasarnya kedelai lokal mempunyai kualitas yang lebih baik dari kedelai impor dari kandungan proteinnya, sehingga Batan melalui PAIR, sebagai lembaga litbang yang menghasilkan varietas kedelai, turut serta mendukung program pengurangan impor kedelai yang berdampak pada perbaikan ekonomi,” ujar Totti.

Totti berharap, kedelai varietas Kemuning ini dapat membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan kedelai nasional, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada kedelai impor. Selain itu, varietas Kemuning juga dapat menjadi solusi terhadap berkurangnya lahan optimal, karena varietas Kemuning mampu bertahan di lahan kering.

“Harapannya dengan telah dilepasnya Kedelai Varietas Kemuning, adalah dapat membantu Pemerintah dalam program Kedelai Nasional, yang dapat menyelesaikan masalah saat ini, yaitu kurangnya lahan untuk penanaman kedelai, karena Kedelai Varietas Kemuning ini tahan terhadap lahan yang kering, atau marginal, sehingga tidak bersaing dengan lahan tanaman pangan lain,” ungkap Totti. (red)

BPPT Dorong Diversifikasi BBM dengan Green Fuel Minyak Sawit

0

Jakarta, Biskom–  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah  menyiapkan teknologi mengkonversi biomassa berbasis kelapa sawit (tandan kosong, dahan, batang) menjadi Bio Crude Oil (BCO) yang nantinya dilakukan upgrading dan refinery untuk menghasilkan produk-produk green BBM. Harapannya, BCO bisa lebih murah daripada minyak mentah.

Selain itu, BPPT juga konsen pada pengembangan teknologi mengkonversikan biomassa berbasis kelapa sawit melalui gasifikasi termal. BPPT bekerjasama dengan Gunma University Jepang dan JICA baru saja menyelesaikan pembangunan Biomass Gasification Pilot Plant berkapasitas 2 ton per hari.

“Melalui teknologi ini biomassa limbah pabrik kelapa sawit dikonversi menjadi syngas yang dapat diolah menjadi bahan dasar industri kimia seperti methanol maupun untuk bahan bakar seperti Dimethyl Ether (DME) sebagai alternatif dari LPG,” kata Kepala BPPT, Hammam Riza  dalam pembukaan Workshop Pemanfaatan Minyak Sawit untuk Green Fuel dalam Mendukung Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani Sawit  di gedung BPPT, Jakarta (16/7).

Workhop yang dihadiri  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar ini, bisa memberikan rekomendasi penyusunan kebijakan dalam penyelesaian permasalahan dibidang kelapa sawit baik disektor hulu dan hilir serta menyebarkan informasi inovasi-inovasi di bidang teknologi pemanfaatan minyak sawit untuk Green Fuel yang telah dihasilkan oleh Lembaga-lembaga riset, Universitas, dan Perusahaan seperti BPPT, ITB, Pertamina.

Menurut Hammam, selain limbah biomassa padat,  pabrik kelapa sawit juga menghasilkan limbah cair yang biasa disebut palm oil mill effluent (POME). BPPT bekerjasama dengan PTPN V telah melakukan pembangunan Pilot Project PLT Biogas berbahan baku POME dengan kapasitas 0,7 – 1 MW. PLT Biogas kapasitas 1 MW ini dalam satu jam menghasilkan 1000 kWh. Jika dikonversikan dengan kebutuhan solar untuk PLTD, maka penghematan setara dengan sekitar 250 liter minyak solar dalam satu jam.

BPPT pada sisi hulu juga memberikan kontribusi teknologi, seperti teknologi perbanyakan benih unggul kelapa sawit secara in vitro sebagai upaya mendukung produktivitas perkebunan sawit, integrasi sapi sawit untuk mengoptimal sumberdaya yang ada, dan pengembangan pupuk hayati dan pupuk mineral.

Kesemuanya ini tentunya memerlukan kebijakan, regulasi, dan pengawasan yang kuat karena itu perlu adanya campur tangan pemerintah yang bisa mengatur khusus masalah kelapa sawit. Selain itu, perlu ada suatu lembaga khusus yang mengatur komoditas sawit yang punya nilai strategis.

Kurangi Import BBM 

Kepala BPPT berharap  ke depan, Indonesia bisa mengurangi import minyak mentah atau bahan bakar minyak, neraca perdagangan menjadi lebih baik, dan harga CPO bisa stabil, serta kesejahteraan petani dan pekerja sektor sawit bisa terjaga.

Apalagi, setiap tahun konsumsi BBM di Indonesia mengalami peningkatan seiring kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan perkapita. Kebutuhan BBM setiap hari mencapai 1,3 juta barel, yang dipenuhi dari kilang dalam negeri 910 ribu barrel/hari dan impor 370 barel/hari serta biodiesel 50 ribu barel/hari. Defisit impor migas sebesar US$ 13,4 miliar menjadi penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan tahun 2018 sebesar US$ 8,57 miliar.

“Karena itu, harus ada upaya untuk mengurangi impor BBM dengan melakukan diversifikasi BBM dengan sumber energi lain terutama bahan bakar nabati atau green fuel,” kata Hammam.

Saat ini produksi CPO Indonesia sudah mencapai 44 – 46 juta ton dari lahan sawit seluas 14 juta hektare (ha). Pada 2025, produksi sawit Indonesaia diprediksi akan mencapai 51,7 juta ton. Menurut Hammam, hal ini merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan. Namun di sisi lain, akan mengakibatkan over supply, apalagi pada 2030 ada ancaman pelarangan produk minyak sawit di Eropa secara total. “Sementara, industri kelapa sawit telah mempekerjakan 5,3 juta petani swadaya dan sebanyak 17 juta orang menggantungkan hidupnya dari sawit,” lanjutnya.

Untuk itu, BPPT bersama berbagai stakeholders termasuk Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Gaikindo, Aprobi, Institut Teknologi Bandung, dan lain-lain telah mempelopori pengkajian dan penerapan teknologi biodiesel untuk mengurangi impor BBM dan antisipasi oversupply CPO.

“Dimulai pada awal 2000an, saat ini kita telah mencapai tahapan B20, dan saat ini sedang dilakukan uji jalan B30. Berdasarkan perhitungan Badan Litbang Kementerian ESDM, B30 akan mengurangi impor solar sebesar 8 – 9 juta kilo liter. Apabila dikalikan dengan Harga Indeks Pasar (HIP) solar sebesar Rp 8.900 per liter, maka nilai penghematan impor solar mencapai Rp 70 triliun atau US$6 miliar,” terang Hammam.

Hammam menyebut solusi teknologi lainnya adalah menggunakan Pure Plant Oil (PPO) berbasis CPO untuk aplikasi di stationary engine. BPPT bersama PT PLN telah mengembangkan pemanfaatan PPO untuk bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Penggunaan PPO untuk PLTD terbukti sangat baik dan siap menggantikan solar sebanyak 50 persen.

Tak kalah penting, opsi  lainnya, pengolahan CPO menjadi BBM, baik melalui coprocessing bersama minyak bumi mentah atau 100% CPO dalam pengilangan untuk memproduksi green BBM atau disebut Green Refinery Stand Alone. Dengan pengilangan CPO 100%, sebanyak 10 juta ton CPO per tahun dapat diserap dan impor BBM sebanyak 11 juta kL dapat dikurangi. Apabila digabung dengan produk co-processing dan biodiesel, akan terjadi subtitusi pengurangan impor 23 juta kL/tahun sehingga defisit neraca perdagangaan luar negeri dapat dikendalikan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sawit memberikan potensi kontribusi yang besar diantaranya untuk perekonomian termasuk serapan tenaga kerja.

CPO juga mampu memberikan kontribusi yang banyak bagi Indonesia, diantaranya kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja tinggi, selain itu sawit juga berkontribusi dalam menekan impor karena akan membuat neraca transasksi berjalan menjadi defisit, ujar Luhut.

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan biodiesel 30% (B30). Dengan demikian, impor bisa dihemat, jadi peran kelapa sawit sangat penting.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2013, seluruh kendaraan Public Service Obligation (PSO), non-PSO dan industri wajib menggunakan B30 pada tahun 2020. Penerapan B30 akan meningkatkan kemandirian energi, mengurangi impor bahan bakar serta berpotensi menghemat devisa hingga Rp60 triliun serta memberikan pengaruh terhadap performa kendaraan. (red/ju)

BSN Resmikan Kantor Layanan Teknis di Surabaya

0

Jakarta, Biskom – Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) ke-5 di Surabaya, Jawa Timur pada Senin (15/7). Sebelumnya, BSN telah meresmikan KLT Makassar, KLT Palembang, KLT Bekasi, dan KLT Riau. Dengan adanya KLT, masyarakat di Jawa Timur semakin mudah mendapatkan layanan informasi tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian.

Pendirian KLT di daerah termasuk di Surabaya ini bertujuan untuk mendekatkan dan memberikan berbagai layanan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, terutama untuk pelaku usaha serta masyarakat yang ingin menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Adanya KLT diharapkan dapat mempererat hubungan BSN dengan pemangku kepentingan daerah, serta dapat menunjang pembangunan dan pengembangan daerah. Salah satunya dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan kepada aparatur pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian,” ujar Bambang Prasetya usai meresmikan KLT bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Jatim Wahid Wahyudi.

Bambang melanjutkan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2014, bahwa daerah perlu mengembangkan potensi ekonominya secara optimal menjadi produk unggulan daerah yang berdaya saing dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah. Karena itu, BSN aktif memfasilitasi peningkatan kualitas produk unggulan daerah melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“BSN telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur di bidang pembinaan standardisasi dan penilaian kesesuaian. Fokus utama pembinaan adalah memfasilitasi penerapan dan sertifikasi SNI produk unggulan daerah yang diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM),” ujarnya.

Bambang menegaskan, pelaku usaha termasuk UMKM sudah mulai merasakan manfaat dari menerapkan SNI. “Khusus UMKM mulai dirasakan manfaat penerapan SNI karena proses kerjanya lebih teratur, keberterimaan produk lebih baik, dan keuntungan meningkat,” terang Bambang.

Pentingnya penerapan SNI, lanjutnya, tidak hanya sekedar memberikan jaminan kualitas dan keamanan produk unggulan yang dihasilkan oleh UMKM daerah, namun dalam konteks perdagangan bebas, khususnya di era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Penerapan SNI juga menjadi daya ungkit produk unggulan lokal menuju pasar global sekaligus bertahan terhadap gempuran produk impor yang membanjiri pasar domestik.

Provinsi Jawa Timur merupakanb salah satu provinsi yang sangat menaruh perhatian pada standardisasi dan penilaian kesesuaian. Karenanya, BSN merasa Surabaya sebagai tempat yang sangat tepat untuk didirikan KLT. “Target kami KLT Surabaya dapat membina 11 UMKM hingga meraih SNI. Secara bertahap tahun depan dan selanjutnya akan bertambah jumlah UMKM yang dibina BSN dan meraih SNI,” pungkasnya. (red)

Pameran Teknologi Industri IISMEX 2019 Kembali Digelar

0

Jakarta, Biskom- Pameran dan forum teknologi industri terbesar dan terlengkap di Indonesia, International Smart City Expo & Forum (IISMEX) akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 17-19 Juli 2019. Pameran dan forum ini terdiri dari Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, Indo PoolTech, Indo Security, Indo Firex 2019 Expo & Forum.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama tersebut menampilkan teknologi terkini di bidang industri air, air limbah, pengelolaan limbah, energi baru terbarukan, kolam renang, keamanan, proteksi kebakaran, SAR, penanggulangan bencana, K3 dan pengembangan kota cerdas.

“Kegiatan pameran dan forum ini akan menampilkan konsep dan inovasi sistem perkotaan yang mengintegrasikan teknologi digital guna membangun sebuah kota yang dapat berkinerja dengan baik dalam pelayanan penduduk, ekonomi, pemerintahan, mobilitas dan lingkungan hidup, sehingga akan membuat kota tersebut menjadi lebih efektif, efisien, aman, nyaman, sejahtera, ramah lingkungan dan layak huni (sustainable),” kata Managing Director Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera di JCC, Jakarta, Senin (15/7).

Kegiatan yang rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini didukung sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kemdagri, Kempupera, KLHK, Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), BNPB, BNPP dan sejumlah lembaga lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh 565 peserta pameran dari 30 negara. Bahkan, Arya mengatakan, pihaknya juga mengundang seluruh kepala daerah, yakni 34 Gubernur dan 584 Wali Kota dan Bupati.

“Kegiatan ini jadi semacam gathering kepala daerah. Tapi, selain bisa menghadiri forum dan mendengar arahan dari Kepala Negara, tentunya juga bisa melihat beberapa teknologi-teknologi yang mungkin bisa diaplikasikan di daerah masing-masing,” kata Arya.

Beberapa industri ternama yang turut berpartisipasi antara lain Vinilon, Rucika, Indo Bara, Wilo Pump, Maxon Price, Hantech George Fisher, Tsurumi Pump, Pindad, Sritex, Wilfina, Naffco, Ziegler, Al knoory, Telkom, Philips, Amazon Web Service, Cyviz, dan Tibco.

Arya mengatakan, pihaknya menargetkan terdapat 20.000 pengunjung yang akan hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Jam buka pameran direncanakan mulai pukul 10.00 WIB. “Pameran ini dapat dihadiri oleh pengunjung pemerintahan dan profesional tanpa dipungut biaya,” katanya.

Dipaparkan Arya, perhelatan akbar ini akan melangsungkan beberapa forum dan kegiatan besar, seperti Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, Indo PoolTech, Indo Security, Indo Firex 2019 Expo & Forum dan Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX).

“Dalam Indo Security ada juga kompetisi cyber yamg digelar Polri. Ini event yang menarik untuk menggali anak bangsa yang punya keterampilan dalam menjaga negara ini dari sisi cyber. Banyak hal yang sangat bermanfaat. Kami harapkan pameran ini bisa memberikan solusi kepada Indonesia,” katanya. (red)

Peranan Teknologi Mengubah Pola Bisnis di Selular Congress 2019

0

Jakarta, Biskom- Bertempat di Hotel Sheraton Grand, Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (15/7), Selular Congress 2019 ini mengusung tema “Creating New Business Through Innovation and Collaboration”. Ini dilakukan Selular Media Network, sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku industri telekomunikasi di Tanah Air. Sesuai temanya, Selular Congress 2019 ini membahas bagaimana peranan teknologi mengubah pola bisnis dan industri di Indonesia.

“Kehadiran internet cepat yang telah dimulai dari 3G, 4G dan kelak berlanjut ke 5G, sejatinya akan semakin mendorong tumbuhnya inovasi di dunia bisnis. Faktanya, di era new business, inovasi dan beragam layanan menarik banyak dihasilkan dari kemitraan atau kolaborasi. Karenanya sangat penting bagi pelaku usaha untuk merubah mindset dan budaya kerja, sesuai kebutuhan pelanggan di era internet cepatyang semakin dinamis. Dari sekedar efficiency dan service oriented ke arah creativity yang bisa mendorong produktifitas dan keuntungan tak terbatas,” ujar Uday Rayana, Editor in Chief dan CEO Selular Media Network.

Selular Congress sendiri pertama kali digelar pada tahun 2016 silam. Selular Congress 2019 ini dihadiri oleh para pelaku industri di bidang teknologi. Keempat kalinya digelar, Selular Congress 2019 dibuka dengan sambutan oleh Uday Rayana selaku CEO dan Pimpinan Redaksi Selular Network, Ririek Adriansyah selaku Ketua Umum ATSI dan Richard Liang – VP & President Director ZTE Indonesia.

“Jaringan 5G nantinya akan merubah pola bisnis di semua industri. 5G nantinya akan digunakan oleh B2B untuk memudahkan perusahaan bertransformasi digital,” Ririek Adriansyah, Ketua Umum ATSI di tempat yang sama.

Dalam kesempatan itu, Ririek Adriansyah menyatakan akan mendukung aturan yang diterapkan pemerintah perihal kebijakan IMEI (International Mobile Equipment Identification). Namun, aturan IMEI ini harus dianalisa secara komprehensif.

“Penetapan ini melibatkan dua stakeholder yakni masyarakat, dan selanjutnya operatornya, jadi harus komprehensif untuk dianalisa bagaimana yang paling bagus,” ujar Ririek

Hal tersebut harus dilakukan guna kebijakan validasi IMEI ini nantinya harus dapat memberikan dampak yang terbaik untuk seluruh masyarakat maupun pemerintah. “Analisa yang komprehensif tersebut dilakukan agar nantinya untuk memaksimalkan peraturan ini tidak hanya negara yang mendapat keuntungan akan tetapi juga masyakat luas,” lanjutnya.

ATSI menyatakan, negara merasa dirugikan akibat praktik penjualan ponsel ilegal (BM) oleh karena itu validasi IMEI harus ditetapkan dengan didasari analisa yang komprehensif. Sejauh ini, tiga pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggodok aturan IMEI.

Seperti diketahui, Selular Congress 2019 ini  akan menampilkan pembicara-pembicara terkemuka di industri ICT Indonesia dan dihadiri lebih dari 500 partisipan yang berasal dari kalangan mahasiswa, startup, para pelaku industri dan para stakeholder. Terdiri dari berbagai pakar dari kalangan industri, pemimpin perusahaan, akademisi, regulator, lembaga riset, dan NGO (Non Government Organization).

Semua akan bersinergi membahas transformasi digital di berbagai bidang. Bagaimana kita dapat bekerja bersama-sama untuk mengeksplorasi masa depan industri mobile, menuju Indonesia yang lebih baik.

Ajang tahunan bergengsi ini terdiri dari tiga sesi yang meliputi dua sesi Conference dan satu Sharing Session. Masing-masing sesi memiliki tema sendiri.

Sesi pertama dibuka dengan konferensi bertema Digital Payment: Challenge and Opportunity yang membahas seputar layanan pembayaran digital. Konferensi pertama ini diisi oleh sejumlah pembicara yang berkecimpung di pembayaran digital seperti Aji Satria Sulaiman – Direktur Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Dhenu Wiarsandi – Product Development Group Head PT Finarya (LinkAja), Chrisma Albandjar – Chief Communications Officer DANA, Victor Putra Lesmana – Director of Payment, Fintech and Virtual Products Bukalapak.

Selanjutnya sesi kedua menghadirkan konferensi bertema The Rise of Digital Services. Konferensi kedua diisi oleh Crispin P Tristram – Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Kirill Mankovski – Managing Director ADA Indonesia, Pridesta Yudha – VP/Head of Digital Factory Indosat Ooredoo dan Hans Kurniadi Saleh – Country Head Garena Indonesia serta dipimpin oleh Teguh Prasetya – Pakar Telekomunikasi, Multimedia & ICT sebagai moderator. Sesuai temanya, konferensi ini membahas semua layanan digital termasuk provider, aplikasi dan game.

Terakhir sesi ketiga ditutup dengan Sharing Session bertema How to Run a Successful Start-Up. Sejumlah pembicara yang menutup sesi ini diantaranya Ridzki Kramadibrata – President of Grab Indonesia, Leontinus Alpha Edison – Co-founder dari Tokopedia, Irfan A Tahrir – Direktur Human Capital Management Telkomsel dan Rinaldi Tjin – VP of Commerce Sirclo.com. Mereka semua berbagi pengalaman untuk mengembangkan bisnis start-up di Indonesia.

Tak ketinggalan, even ini juga akan dilengkapi dengan Selular Award yang merupakan ajang penghargaan paling konsisten yang sudah berlangsung hingga kali ke-16 di tahun ini./seluler.id

Jamkrindo Komit dengan Sektor Pendidikan

0

Perusahaan Umum (Perum) Penjaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menggelar peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara (Jakut) pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Langkah itu dilakukan dengan berbagai kegiatan Family Gathering Jamkrindo yakni Fun Walk, penyerahan hadiah berbagai lomba, dan Special Performance Pas Band, Maliq D’Essentials, dan Tulus yang dibawakan oleh Master of Ceremony (MC) Vincent dan Desta.

Acara tadi tidak hanya dihadiri oleh jajaran direksi, dewan pengawas, dan karyawan Jamkrindo. Namun, ini juga diundang sebanyak 15 anak yatim yang telah menerima santunan pada acara Safari Ramadan.

Selain itu diberikan 49.000 paket bantuan pendidikan dan 10 bea siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama satu tahun sebagai komitmen Jamkrindo meningkatkan kepedulian pada sektor pendidikan.

Langkah serupa pernah dilakukan pada tahun lalu berupa 33 paket bantuan pendidikan berupa peralatan sekolah, buku pelajaran, dan bacaan umum yang meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Semua bantuan itu berasal dari sumbangan dari jajaran direksi, dewan pengawas, dan karyawan Jamkrindo,” kata Randi Anto, Direktur Utama (Dirut) Jamkrindo, Sabtu (13/7/2019).

Sebelumnya, beragam acara sosial dilakukan Jamkrindo seperti pemeriksaan mata gratis sekaligus pemberian kaca mata gratis bagi 200 warga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

Selain itu pemberian bantuan kepada lima mantan pesepakbola nasional masing-masing sebesar Rp10 juta di sela-sela pertandingan persahabatan di Stadion Madya Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat (Jakpus).

Penjaga pintu kereta api di Jakarta juga diberikan bantuan oleh Jamkrindo. Untuk fasilitas umum dilakukan renovasi bagi tiga masjid di Kabupaten Banyumas, Jawa Timur (Jatim) dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta.

“Kami ingin terlibat dan hadir di tengah masyarakat dan langsung memberikan manfaat bagi perekonomian, walaupun kami fokus pada kegiatan bisnis untuk menopang perusahaan,” ujarnya.

Kinerja Tumbuh

Jamkrindo menargetkan volume penjaminan sebesar Rp182,36 triliun pada 2019. Jika dibandingkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 naik sebesar 16,5% dari Rp156,6 triliun.

Dari target itu sampai Mei 2019 telah tercapai Rp90,38 triliun dan laba sebelum pajak dicapai Rp302,52 miliar. Aset perusahaan diraih Rp17,19 triliun dan pencapaian ekuitas sebesar Rp11,55 triliun pada waktu yang sama

Jamkrindo juga menggelar berbagai lomba olahraga dan menyanyi guna menyambut HUT ke-49. Selain itu dilakukan lomba ‘lesson and learned’, dan Jamkrindo Hackathon 2019 dengan tema ‘Smart Access Technology’.

Jamkrindo Hackathon 2019 merupakan kompetisi programmer dan pengembang teknologi informasi (TI) dari kalangan masyarakat. Dari lomba ini tercipta teknologi baru bagi penjaminan kredit yakni corporate activity, Small Medium Enterprise (SME) tracking, data base record, dan marketing force monitoring. (moc)

 

 

 

 

Pure Storage Launches Dedicated Distributor Programme in Asia Pacific & Japan

0
Scott Goree, Director of Global Distribution, Pure Storage.

Announces New Distributors for the Region including SB C&S Corp in Japan, Bestcom in Taiwan and PT Exclusive Networks in Indonesia

Singapore, BISKOM — July 12, 2019 — Pure Storage (NYSE: PSTG), the data solutions leader that helps innovators build a better world with data, today announced the launch of its new distributor programme in Asia Pacific & Japan. The programme was designed in consultation with its distributors at last year’s Pure Global Partner Forum and introduced earlier this year in EMEA and Latin America. The company marked the launch with its first APJ Distributor Summit in Singapore bringing together all its distributors in the region for the first time.

Reinforcing Pure’s commitment to a partner-centric go-to-market, the new programme adds a strategic layer of support and enablement for distributors to drive growth, add scale and extend Pure’s reach into new markets and sectors to better serve customers.

Created in consultation with existing distributors, the new programme includes critical elements necessary for distributors to build autonomous ‘Pure Certified’ practices, and industry-leading business development incentives supplemented with ongoing programme investments, marketing support, and access to Pure’s systems, tools, and processes.

The new programme is already gaining traction with Pure introducing three new distributors at its Singapore Summit. The new distributors are SB C&S Corp, a division of Softbank Group Corp in Japan, Bestcom in Taiwan and PT Exclusive Networks in Indonesia.

“There are a number of factors for Pure’s success and these include our disruptive all-flash innovations, our commitment to customer success and the best partner programmes in the industry,” said Scott Goree, Director of Global Distribution, Pure Storage. “To continue to grow and scale, we need to have the right distribution partners, in the right markets, with the right skills, drive and commitment, to maximise the exciting opportunities ahead. This programme ensures we will retain and attract the partners who recognise the value of closer alignment with Pure and share our commitment to hyper growth and market share gains.”

“SB C&S is pleased to have signed a distributor agreement with Pure Storage in Japan and look forward to building a strong relationship. As a distributor, we will promote collaboration between our two companies in accordance with the Pure Storage Partner Programme.  Together with our partners, we intend to provide value to our customers through Pure Storage’s data solutions,” said Takase Shoichi, Director, Senior Managing Executive Officer, SB C&S Corp.

“BestCom is happy to become a distribution partner for Pure Storage in Taiwan as Pure continues expanding its technologies in the data solutions space, providing us with more opportunities to improve the experience for our customers,” said Jassy Liu, Chairman, BestCom.

“We’re honored to be working with Pure Storage in the Indonesia market. Exclusive Network’s mission is to be the ‘go to’ disruptive distributor for vendors that provide leading-edge cybersecurity, networking and infrastructure technology solutions to enterprises of all sizes. Pure Storage certainly fits that bill, they disrupted the storage industry 10 years ago by bringing all-flash to the enterprise market and they continue to disrupt the sector with new technologies,” said Rudy Manurung, Country Manager, PT. Exclusive Networks Indonesia.

About Pure Storage
Pure Storage (NYSE: PSTG) helps innovators build a better world with data. Pure’s data solutions enable SaaS companies, cloud service providers, and enterprise and public sector customers to deliver real-time, secure data to power their mission-critical production, DevOps, and modern analytics environments in a multi-cloud environment.  One of the fastest growing enterprise IT companies in history, Pure Storage enables customers to quickly adopt next-generation technologies, including artificial intelligence and machine learning, to help maximize the value of their data for competitive advantage. And with a certified NPS customer satisfaction score in the top one percent of B2B companies, Pure’s ever-expanding list of customers are among the happiest in the world. (Red)

Lintasarta Umumkan 9 Startup Pemenang Appcelerate 2019

0

Jakarta, Biskom- Lintasarta, penyedia Komunikasi Data, Internet, dan IT Services untuk berbagai sektor industri mengumumkan sembilan startup (usaha rintisan digital) yang berhasil menjadi pemenang Lintasarta Appcelerate 2019.

Kesembilan pemenang itu adalah Mechlab (EKYC), SIAB (IoT Water Treatment and Management), Nusantera (IoT Smart Energy), Lokapoin (Smart Tourism Local Experience), InvesProperti (Fintech), Mounev (Learning Management System), Sidak Debitur (Sistem Informasi dan Data Analisis Karakter Debitur), Guarddio (Building and Residence Security Apps), dan CodeDirect (Trafict Management System).

Sembilan startup tersebut merupakan startup yang terpilih setelah mengikuti masa inkubasi dan akselerasi selama enam bulan. Sembilan startup tersebut mendapat penilaian terbaik dari dewan juri dan mengalahkan kandidat lainnya. Mereka juga dinilai memenuhi kategori problem solving, usefulness, memiliki nilai komersial, dan nilai bisnis. Para dewan juri adalah jajaran direksi, general manager lintasarta, industry expert dari finance, government, serta pimpinan inkubator bisnis dari tiga perguruan tinggi.

President Director Lintasarta Arya Damar menjelaskan, program Lintasarta Appcelerate diselenggarakan oleh Lintasarta dengan menggandeng tiga perguruan tinggi negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Lintasarta Appcelerate adalah ajang pembuatan rencana bisnis dalam bentuk inovasi produk atau aplikasi digital, seperti mobile application, yang memiliki nilai bisnis dan dapat diterapkan untuk mendukung berbagai sektor industri financial, smart city, manufacture, dan e-health.

Lintasarta Appcelerate telah dimulai sejak tahun 2016. Rencananya, program tersebut akan tetap dikembangkan bekerja sama dengan universitas-universitas dan pemerintah provinsi lainnya di Indonesia.

“Melalui Lintasarta Appcelerate 2019, Lintasarta beserta LPIK ITB, GIB UGM, dan BPPU ITS menelurkan sembilan startup dari kategori yang berbeda. Mereka semua bagus, semua terbaik. Nantinya, produk-produk dari Appcelerate akan kami bantu pasarkan ke pelanggan-pelanggan Lintasarta,” tegas Arya di Graha Niaga Thamrin Jakarta, Rabu (10/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Lintasarta juga akan terus memberikan dukungan kepada startup-startup Appcelerate, mulai dari infrastruktur hingga mentoring. “Kami berharap melalui program Lintasarta Appcelerate, startup yang terpilih dapat memberikan kontribusi dalam kemajuan ekosistem digital serta bersama-sama membangun Indonesia berkembang ke arah yang lebih baik,” harapnya.

Pada acara Awarding Lintasarta Appcelerate 2019, Lintasarta juga mengumumkan tim terbaik dari setiap universitas, setelah melalui presentasi di depan para tamu undangan. Ketiga tim terbaik itu adalah Lokapoin (ITB), Sidak Debitur (ITS), dan Mechlab (UGM). “Ketiga startup tersebut masing-masing mendapatkan dukungan pengembangan bisnis dan kerja sama dengan Lintasarta untuk masuk ke pasar B2B (Business to Business),” tutupnya. (red/j)

Peringati HUT Ke-73 Polri, Kapolres Aceh Singkil Beri Penghargaan kepada Wartawan Singkilterkini.com

0

Subulussalam, Aceh, BISKOM – Lima wartawan di Kabupaten Aceh Singkil, masing-masing Jakartawan Adhe Nugraha dari Metro TV, Idrus Syahputra dari Beritakini.com, Eva Basaria Situmorang dari RRI Studio Produksi Singkil, Dede Rosadi dari Serambi Indonesia dan Jamaluddin dari Singkilterkini.com menerima piagam penghargaan dari Polres Aceh Singkil atas dedikasi mereka sebagai mitra Polri selama ini.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Argamuda, S.I.K yang ikut disaksikan langsung oleh Forkopimda Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, dan para tamu undangan yang ikut berhadir pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73 yang berlangsung di Lapangan Beringin, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, Rabu, (10/7/2019).

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Argamuda mengatakan, penghargaan yang diberikan Polres Aceh Singkil kepada sejumlah wartawan sebagai bentuk apresiasi kepada media yang berdedikasi dalam menyampaikan tugas-tugas pokok Polri kepada masyarakat dan sebagai sumber informasi dalam rangka memelihara Kamtibmas. “Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah bekerja sama selama ini, semoga sukses selalu,” ujar AKBP Andrianto Argamuda.

Ia juga berharap, dengan adanya penghargaan tersebut, dapat memberikan motivasi yang lebih besar dalam melayani, khususnya memberikan informasi yang dibutuhkan publik. “Polri dan insan media adalah mitra kerja yang saling mengisi dan saling membutuhkan, kinerja polisi perlu dipublikasikan dan media juga membutuhkan informasi kinerja polisi,” sebut Kapolres.

Selain menyerahkan piagam penghargaan kepada lima wartawan dari Kabupaten Aceh Singkil, Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda juga menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga wartawan dari Kota Subulussalam, Aceh. Ketiga wartawan tersebut masing-masing, Erdian JK dari Metro TV, Khalidin dari Serambi Indonesia, dan Sudirman dari Portalsatu.com.

Pada puncak peringatan HUT Bhayangkara itu, Polres Aceh Singkil juga memberikan penghargaan kepada elemen masyarakat lainnya, diantaranya kepada tokoh agama. Salah satu penerima penghargaan Polres adalah Ustadz Tarmizi Al Khalil, S.Pd.I atas dedikasinya yang telah membantu kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas melalui ceramah agama kepada masyarakat.

Terpisah, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke mengucapkan selamat dan sukses untuk media Singkil Terkini. Tokoh pers nasional yang juga adalah penasehat media Singkil Terkini mengatakan bahwa dengan adanya penghargaan tersebut agar Singkil Terkini terus belajar, terus berkarya, dan terus berbakti bagi masyarakat Aceh Singkil maupun Indonesia melalui publikasi informasi yang benar, penting, dan bermanfaat bagi publik.

“Sekali lagi, selamat untuk pimpinan media Singkil Terkini beserta seluruh pekerja media ini. Terima kasih,” ujar Wilson melalui jaringan WhatsApp-nya, Rabu (10/7/2019) dari Jakarta. (Red)

Artikel Terkait:

Sidang Pledoi Perkara APKOMINDO, Wartawan Dilarang Meliput Secara Utuh

PLEDOI HOKY BEBERKAN FAKTA FAKTA UPAYA KRIMINALISASI TERHADAP DIRINYA

NASKAH PLEDOI IR. SOEGIHARTO SANTOSO DI PN BANTUL AKAN DITEMBUSKAN KEPADA PRESIDEN

Video YouTube Terkait: 

SIDANG KASUS APKOMINDO PEMBACAAN PLEDOI DAN REPLIK

STOP KRIMINALISASI KETUM APKOMINDO

KRIMINALISASI TERHADAP HOKY LAMA TERJADI

SIDANG SENGKETA LOGO APKOMINDO KE 26 JAKSA PENUNTUT UMUM TERKESAN ASAL ASALAN

Video Dialog Polri:

KETUM APKOMINDO: ADA ORANG YANG MENYIAPKAN DANA SUPAYA SAYA MASUK PENJARA

Artikel Terkait Polri:

Ketum Apkomindo Dukung Saber Pungli

PRN Mengelar Aksi Damai Mendukung Kapolri Membongkar Peristiwa Kerusuhan 21-22 Mei 2019

BISKOM Mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke 71 Tahun
Masyarakat & POLRI Bersatu Bergerak Bersama Melawan Narkoba
Mabes Polri Gandeng Media OnLine
Polri Sosialisasikan 11 Program Utama “Promoter”

BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan